Unsur Kalimat (Isim, Fi’il dan Huruf)

TMBA
4.8
(356)
Read Time5 Minutes, 32 Seconds

بسم الله الرحمن الرحيم

ما هو علم العربية أو ما هي قواعد العربية…؟

علمٌ تُعرفُ به أحوالُ الكلماتِ مفردةً مركّبةً غايته عصمة المتكلّم والكاتب عن الخطاء في صوغ الجملة بمقتضي الكلام العربيّ الصّحيح

Gramatika bahasa arab adalah ilmu untuk mengetahui perubahan bentuk suatu kalimat baik tunggal maupun tersusun. Dimaksudkan agar seorang pembicara atau penulis terjaga dari kesalahan dalam membangun struktur kalimat yang sesuai kaidah bahasa arab

Struktur kalimat yang kita bangun tidak terlepas dari pada isim, fi’il dan huruf, baik mabni maupun mu’rab.

Terdapat dua komponen dasar dalam bahasa arab yaitu ilmu nahwu dan sharf

Ilmu nahwu membahas seputar proses perubahan ‘irab harakat akhir (baris ujung kata/kalimat) dan berperan penting dalam memposisikan setiap kata dalam suatu rangkaian kalimat sesuai kaidah.

Ilmu sharf ialah ilmu yang membahas permasalahan bentuk suatu kalimat atau kata, baik tentang perubahan bentuk, penambahan huruf, pembuangan huruf ‘Ilah dan penggantian huruf (Ibdal) sesuai makna yang diinginkan.

Kita ketahui didalamnya terdapat beberapa bentuk variatif  wazan (timbanganya) dan zaman seperti; kata kerja Madhi (lampau), Mudhori‘ (sekarang/ akan datang), ‘Amr (perintah), Isim Masdar, Isim Fail, Isim Maf’ul dan lainya.

Contoh:

ضَرَبَ خَالِدٌ الكَلْبَ ضَرْبةً

Kholid telah memukul anjing dengan satu kali pukulan.

Perhatikan kata خَالِدٌ, الكَلْبَ kedua kata ini memiliki ujung harokat berbeda disebabkan posisi dan peran keduanya tidak sama. Kholid sebagai subjek dan anjing sebagai objek. Keduanya diatur dalam ilmu nahwu dengan istilah Fa’il (Subjek) dan Maful Bih (Objek).

Begitu juga dengan kata ضَرَبَ dan ضَرْبةً keduanya memiliki bentuk berbeda sesuai wazanya masing-masing dan sesuai maksud yang diinginkan.

Kata ضَرَبَ adalah Predikat (Fi’il Madhi), dipergunakan dengan maksud bahwa proses Kholid memukul sudah terjadi. Kemudian ضَرْبةً adalah Mashdar Marrah (مصدر مرّة) dipergunakan dengan maksud terjadinya pukulan tersebut terjadi satu kali.

Dari contoh diatas sangat jelas fungsi kedua ilmu ini dan yang perlu diperhatikan adalah bahwa kaidah dasar Predikat + Subjek + Objek sangat penting untuk difahami sebelum mempelajari kaidah-kaidah selanjutnya.


Ini sambungan dari Bab Kalam pada materi sebelumnya, disini akan dibahas unsur-unsur dalam membuat kalimat yaitu Isim, Fi’il dan Huruf.

قال ابن مالك

وَاحِدُهُ كَلِمَةٌ والقَوْلُ عَمْ # وَكِلْمَةٌ بِهَا كَلَامٌ قَدْ يُــؤَمّ

Dalam bait ini menjelaskan tentang kalimat atau kata-kata yang dipakai dalam merangkai suatu kalam.

1. Definisi Kalimat

الكلمة هي وحدة اللفظية الموضوعة لمعنى مفرد

Kalimat atau kata dalam bahasa arab adalah satuan lafadz yang dirangkai untuk melahirkan makna.

Kalimat/Kata terdiri dari tiga kategori yaitu: (Isim, Fi’il dan Huruf)

2. Unsur Kalimat

Pertama: Isim (الاسم)

الاسم يدل على معنى في نفسه غير مقترن بزمان

Isim adalah setiap kata yang menunjukan makna dengan sendirinya tanpa terkait oleh waktu. Seperti manusia, hewan, tumbuhan, benda mati dan sifat. Dengan kata lain Isim adalah kata yang bukan kata kerja atau huruf.

Contoh:

قوله تعالي : اللَّهُ مَوْلَاكُمْ ۖ وَهُوَ خَيْرُ النَّاصِرِينَ (العمران ١٥٠

Isim terbagi kedalam dua bagian

  • Mutasharrif (متصرّف)

هو ما يثنّى ويجمع ويصغّر وينسب إليه

Adalah Isim yang boleh dirubah bentuknya menjadi Mutsana, Jamak, Tashgir dan Nisbah.

Contoh:

كِتَابٌ  (kitab)
كِتَابَانِ  (kitab)
كُتُبٌ (Beberapa kitab)
كُتَيْبٌ (kitab kecil)
أُسْلُوْبٌ كِتَابِيٌّ (Gaya menulis)

Isim Mutasharif terbagi lagi kedalam dua bentuk:

  • Pertama: Jamid ( جامد)

كل اسم الذي لا يؤخذ من كلمة سبقته في الوجود

Setiap Isim yang bentuknya tidak diambil dari kalimat lain atau Isim yang tidak mengandung sifat. Melainkan Isim yang menunjukan arti dzat (fisik) seperti الشمس atau (non fisik) seperti العلم

Yang termasuk kategori Isim Jamid adalah

– Isim ‘Alam (Nama orang) seperti إبراهيم,
– Isim Jenis seperti رجل
– Mashdar Mujarrad (Mashdar yang dibentuk dari Fi’il Tsulasi Mujjarad) seperti ٌعِلْم

  • Kedua: Musytaq (مشتق)

فهو الذي يؤخذ من كلمة سبقته في الوجود

Setiap Isim yang bentuknya diambil dari kalimat lain

Jenis-jenis Isim Musytaq :

– Isim Fa’il ( اسم الفاعل )

– Isim Maf’ul ( اسم المفعول )
– Shigh Mubalaghah ( صيغ المبالغة )
– Sifat Musyabahah ( الصفة المشبهة )
– Isim Tafdhil ( اسم التفضيل )
– Isim Zaman dan Makan ( اسم الزمان و اسم المكان )
– Isim Alat ( اسم الآلة )

  • Ghior Mutasharrif (غير متصرّف)

كل اسم الذي يلازم حالة واحدة

Adalah tiap isim yang bentuknya tidak bisa ditashrif

Kategori Isim Ghoir Mutasharrif:

– Isim Dhomir ( اسم الضمير )
– Isim Isyarah (اسم الإشارة )
– Isim Fi’il ( اسم فعل )
– Isim ‘Adad ( اسم عدد )

Kedua: Fi’il (الفعل)

الفعل هو ما يدل على الحدث المرتبط بالفاعل

Fi’il adalah sesuatu (kata kerja) yang menunjukan suatu kejadian yang berhubungan dengan pelaku.

Kata kerja (فعل) dalam Bahasa Arab memiliki spesifikasi berbeda, ada yang namanya Fi’il Tam (Kata Kerja Sempurna) dan Fi’il Naqis (Kata Kerja Kurang) Tidak Sempurna”

  • Fi’il Tam (فعل تام)

الفعل التام هو الفعل الذي يدل على حدث وزمن معين ويأخذ فاعل

Fi’il Tam adalah kata kerja yang menunjukan pada suatu kejadian dan waktu tertentu. Pada saat dimasukan seorang pelaku (فَاعِلٌ) dan objeknya (مَفْعُوْلٌ) akan melahirkan makna sempurna.

قَرَأَ خَالِدٌ الكِتَابَ

Kholid telah membaca buku

قَرَأَ : فعل ماضي تام
خَالِدٌ : فاعل
الكِتَابَ : مفعول به

  • Fi’il Naqis (فعل ناقص)

الفعل التام هو الفعل الذي يدل على زمان فقط دون حدث

Mayoritas Ulama Nahwu berpendapat bahwa alasan disebut Fi’il Naqis karena hanya menunjukan pada waktu saja tanpa suatu kejadian, seperti fi’il كان – يكون

Artinya, Fi’il Naqis tidak membutuhkan fa’il (pelaku) dan maf’ul (objek), namun beralih menjadi fi’il yang masuk kedalam susunan Mubtada dan khobar sekaligus merubah ‘irab kedua Isim yang dimasukinya.

Contoh:

كَانَ خَالِدٌ

Kholid terbukti
Terbukti apa…? Maknanya tidak lengkap jika belum ditambahkan satu kata lagi.

كَانَ خَالِدٌ مُجْتَهِدًا

Kholid terbukti orang rajin.

Berikut daftar Fi’il Naqis:

كان/ظَلَّ/اَضْحَى/بَاتَ/اَصْبَحَ/اَمْسَ/لَيْسَ/صَارَ/فَتِيءَ/اِنْفَكَّ/بَرِحَ

Rincian dan cara penggunaanya dibahas dalam pasal كان وأخواتها Disini

Pembagian Fi’il Tam (فعل تام) dari segi kebutuhanya pada suatu objek

  • 1. Fi’il Tam Muta’addi (فعل تام متعدّى)

هو الفعل الذي لا يكتفي بفاعِلِه ويحتاج إلى مفعولٍ به لإتمام المعنى

Adalah kata kerja Transitif (membutuhkan objek) untuk menyempurnakan maknanya.

ضَرَبَ خَالِدٌ

Kholid memukul…

Akan timbul pertanyaan siapa yang dipukul Mas Kholid, artinya kata kerja ضَرَبَ termasuk Tam Muta’addi.

ضَرَبَ خَالِدٌ الكلبَ

Kholid memukul anjing

Pembagian Fi’il Tam Muta’addi:

  • a. Fi’il muta’addi yang membutuhkan satu objek.

ضَرَبَ/كَتَبَ/قَرَأ/نَصَرَ/فَتَحَ/طَرَقَ

  • b. Fi’il muta’addi yang membutuhkan dua objek, dimana kedua objek tersebut asalnya bukan mubtada’ dan khobar

أَعْطَى/سَألَ/عَلَّمَ/مَنَعَ/مَنَحَ/ وَهَبَ/ألْبَسَ

  • c. Fi’il muta’addi yang membutuhkan dua objek, dimana kedua objek tersebut asalnya mubtada’ dan khobar

Fi’il-Fi’il tersebut diambil dari

  1. Dari jajaran أفْعَالُ القُلُوْبِ ( Kata kerja yang berhubungan dengan hati, baik yakin atau prasangka

– Af’alul Yaqiin (أفْعَالُ اليَقِيْنِ) adalah Fi’il-fi’il yang menunjukan arti yakin, contoh:

رأى وعلم ودرى ووَجدَ وألفى

رأيْتٌُ اللهَ أكبرَ كلِّ شيء

Aku yakin allah maha besar

Fi’il رأى disini bermakna yakin bukan melihat dan asal kedua objeknya tersusun dari mubtada dan khobar

– Af’alul Dhzon (أفْعَالُ الظَّنِّ) adalah Fi’il-fi’il yang menunjukan arti prasangka

ظنَّ/وخالَ/حسبَ/جعل/حَجا/وعدَّ/زَعمَ

ظَنَنْتُكِ جَمِيْلَةً

Aku kira kamu cantik.

  1. Dari jajaran أفْعَالُ التحويل (Kata kerja yang mengandung makna perubahan.

صَيَّرَ/رَدَّ/اِتَّخَذَ

اِتَّخَذَ اللهُ محمّدا رَسُوْلًا

Allah menjadikan Nabi Muhammad utusanya.

  • d. Fi’il muta’addi yang membutuhkan tiga objek.

أَعْلَمَ / أَرَى/ أَنْبَأَ /خَبَّرَ / أَخْبَرَ / حَدَّثَ

أَخْبَرْتُكَ خَالدا نَاجِحًا

Saya memberitahukan mu bahwa kholid lulus.

  • 2. Fi’il Tam Lazim (فعل تام لازم)

هو الفعل الذي يكتفي بفاعِلِه ولا يحتاج إلى مفعولٍ به لإتمام المعنى

Adalah kata kerja intransitif (tidak membutuhkan objek untuk menyempurnakan maknanya).

قَامَ خَالِدٌ

Kholid telah berdiri

Maknanya sudah jelas untuk bisa difahami bahwa yang dilakukan Mas Kholid adalah berdiri dan tidak membutuhkan sesuatu yang lain atau objek (maf’ul bih).

Apakah ada wazan tertentu untuk Fi’il Lazim…?

Ya, ada beberapa wazan seperti berikut:

Baik فَعُلَ / حَسُنَ – يَحْسُنُ
Berangkat اِنْفَعَلَ/  اِنْطَلَقَ – يَنْطَلِقُ
Memerah اِفْعَلَّ/  احمرّ – يَحْمرّ

Bagaimana cara merubah Fi’il Tam Lazim menjadi Fi’il Tam Muta’addi…?

Caranya dengan bantuan 3 huruf:

  • Pertama: Menambah Hamzah diawal kata

كَرُمَ -» أَكْرَمَ

كَرُمَ خالدٌ

Kholid mulya

أَكْرَمَ خالدٌ زَيْدًا

Kholid memulyakan Zaid

  • Kedua: Menggandakan huruf ‘ain fi’il (huruf tengah dalam fi’il tsulasi)

كَرُمَ -» كَرَّمَ

كَرُمَ خالدٌ

Kholid mulya

كَرَّمَ خالدٌ زَيْدًا

Kholid memulyakan Zaid

  • Ketiga: Menambah huruf Jar

قَامَ + ب

قَامَ خالدُ

Kholid berdiri

قَامَ خالدُ بالصلاة

Kholid mendirikan sholat

Ketiga Huruf (حروف)

كلمة دلّت على معنى في غيره

Pembagian Huruf:

  • Huruf Mabaani ( حروف المبانى)

Huruf yang kita kenal dengan sebutan Huruf Hijaiyyah mulai ا- ي

  • Huruf Ma’aani (حروف المعانى)

Maksud Huruf Ma’aani adalah huruf yang akan melahirkan makna ketika sudah bergabung dengan Isim atau Fi’il.

Pembagian Huruf Ma’aani:

  • a. Huruf yang khusus masuk pada Fi’il

 حرف النصب : أنْ/ لنْ/ إذنْ/ كي
حرف الجزم : لم/ لَمَّا/لام الأمر/لا الناهية
حرف الشرط : إن/ لو/ إذا
حرف المصدر : أن/ ما/ كي/لو
حرف التحضيض : ألا/ أما/ هلا/ لولا/ لوما
حرف الاستقبال : السين / وسوف
حرف الردع : كلا
حرف التوقع : قد
حرف النفي : لن/ لم/ لما

  • b. Huruf yang khusus masuk pada Isim

– حروف الجر: من/ إلى/ عن/ على/ في/ الباء/ اللام/ عدا/ خلا/ حاشا/ رُبَّ/ مذ/ منذ/ حتى/ الكاف/ واو القسم/ باء القسم/تاء القسم/ كي (تَختصُّ بالدخول على الاسم الظاهر) /لولا (تختص بالدخول على الضمير)

 حروف الاستثناء: إلا / خلا/ عدا / حاشا
حروف النداء: الهمزة/ يا/ آ/ أي/ أيا/ هيا/ وَ/
الحروف المشبَّهة بالفعل: إنَّ/أنَّ/ كأنَّ/ لكنَّ/ ليت/لعل
حرفا المفاجأة: إذا/إذ
حرفا التفصيل: أما/ إما
حروف التنبيه: ها/ أما/ ألا
حرفا النفي: لات/ إن

  • c. Huruf yang masuk pada keduanya (Isim & Fi’il)

 حروف العطف: و/ ف/ ثم/ حتى/ لكن/ لا/ بل/ أم/أو
حروف النفي: ما/ لا/ لات/ إنْ/ لم/ لما/ لن
حروف الجواب: نعم/بلى/ أجل
حرفا الاستفهام: هل/الهمزة
حرفا التفسير: /أي/ أن
حرف الاستفتاح: ألا/ أما

Dari jumlah Huruf Ma’aani diatas terbagi kedalam dua bagian:

  • Pertama: Huruf ‘Amil (العامل) yaitu Huruf yang masuk pada Isim atau Fi’il dan merubah ‘Irab keduanya.
  • Kedua: Huruf Ghoir ‘Amil (غير العامل) yaitu Huruf yang tidak berdampak merubah ‘Irab Isim dan Fi’il

Pembahasan Bait ke#9, kita baru masuk tahap pengenalan Kalam, Kalimat dan Jumlah berikut elemen atau unsur-unsur dasar yang digunakan dalam menyusun kalam ‘Arab.

Jadi untuk pembahasan detailnya akan disesuaikan dengan bait dan pasalnya masing-masing, kecuali yang sudah ditulis dan disimpan diwebsite seperti Isim-Isim Muystaq.


TMBA
Zizo

0 0

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 4.8 / 5. Vote count: 356

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

5 Tanda [علامات الاسم] Isim Dalam Kitab Alfiyah

4.8 (356) Bait ke#10 Syarh Alfiyah Ibnu Malik; Abū Fāris Daḥdāḥ. قال ابن مالك بِالْجَرِّّ وَالتَّنْوينِ وَالنِّدَا وَأَلْ # وَمُسْنَدٍ لِلاسْمِ تَمْيِيزٌ حَصَلْ Dalam Bait sebelumnya Kita sudah mengetahui komponen berikut komposisinya dalam pembentukan suatu kalam yaitu Isim, Fi’il Huruf. ||| Untuk definisi Isim, Pembagian dan macam-macamnya silahkan lihat di […]
error: Content is protected !!