Tingkatkan Kemampuan Bahasa Arab Dengan Berlatih Menulis

Share Digroup Kesayangan Anda.

Masih cerita ketika masa kuliah di Bandung, beberapa bulan pasca bertemu Sang Motivator, bahasa arab Ane sudah mulai ada perkembangan meskipun budaya membaca dan menulis masih tetap minim. Seperti biasaya masih mengandalkan hafalan kosa kata tanpa berlatih.

Biasanya ane kumpulin mufrodaf dari kamus kontemporer, entah sudah berapa ratus kertas ane habiskan untuk menuliskan kata-kata itu, Bentuknya sudah kusam bukan main, bahkan tidak sedikit yang sobek, namun proses itu selalu ane nikmati dan hanya lembaran-lembaran itu yang setia menemani ane disemua aktivitas.

Kadang lucu jika semua saku baju dan celana ane penuh dengan kertas :D. Maaf ini bukan jimat melainkan sesuatu yang lebih berharga dari semua yang ane punya.

Suatu saat Ane dihampiri adik kelas, diminta bantuan membuat esai yang harus dipresentasikan dalam program diskusi di kelasnya.

Tentu ini membuat ane senang padahal belum tentu mampu membuatnya. Hanya modal nekad dan percaya diri, ane menyanggupinya.

Singkat cerita, ane diundang ke rumahnya dan langsung beraksi dijam gadang. Semua buku dilemari selagi berbahasa arab semua ane turunin.

Mulailah Ane ambil pena dan buku, kebetulan waktu itu belum ada perangkat leptop apalagi smartphone jadi terpaksa serba manual.

Sudah sekitar 3 jam ane habiskan waktu, hasilnya satu paragraf belum selesai ditulis. Bulak balik, bulak balik,lagi dan lagi. Lembaran buku sudah mau habis, tulisan bahasa arab ane jalan ditempat. Terasa seperti orang lagi tersesat dihutan, kemana harus minta pertolongan. Kiri kanan hanyalah terdengar dengkuran kawan ane. Kenceng pula 😂

Ane ambil wudhu dan sholat lalu berdo’a semoga segala urusan dimudahkan. Ya Allah berikan ane keajaiban dimalam ini untuk bisa menyelesaikan semuanya. Kira-kira do’a ane seperti itu. 😊

Semangat ane mulai bertambah, otak terasa sudah diinstall ulang, lebih fresh dan fokus. Tak terasa waktu sudah adzan subuh dan alhamdililah tulisan ane sudah ada wujudnya, hampir 10 lembar ane selesaikan.

Ketika kawan ane bangun tidur, dia bertanya apakah tugas sudah selesai, karena dua hari lagi sudah harus dikumpulkan. Ane bilang tenang beres res res roes 😎

Namun kata Ane ini tulisan harus ane bawa dulu buat dikoreksi sama kawan supaya hasilnya mantul.

Keesokan harinya, ane tunjukan sama kawan buat dimintai pendapatnya. Mulailah dilihat lembar demi lembar, terlihat mimik wajahnya tersenyum-senyum. Ane pun tersenyum tanda optimis.

Kenapa Khi senyum, bukanya dikoreksi, lucu tho tulisan ane…?

Dia bilang, Wah wah mantul ‘mantap betul’ 99%…..?

99% kenapa Khi…?Timpal ane

Dia bilang, ini tulisan bahasa arab paling ancur yang pernah ane lihat, ente memang manusia nekad.

Ancurnya bagaimana Khi..? Ane belum ngerti, mosok hasil bergadang dibilang ancur, ane kan kesal 😁

Dia bilang:

1. Penggunaan mufrodat tidak tepat
2. Kaidah Nahwu & Shorof terbengkalai
3. Banyak huruf tertukar, seharusnya خ tertulis ح dan masih banyak yang lainya. Ini bukan bahan untuk dikoreksi tapi lebih tepat buat didaur ulang, kata dia. 😂

Masya Allah, sudah bergadang, tersesat dihutan dan sekarang ketemu harimau ganas. Ampun Khi ane akan perbaiki dan lain waktu tolong koreksi kembali.

Bersambung…

Inti dari cerita ane diatas adalah jika kita ingin benar-benar mahir berbahasa arab, Kita tidak bisa mengesampingkan sebagian dari elemen penting berbahasa yaitu membaca, mendengar, menulis dan berbicara, semunya harus kita seimbangkan.

Maka dengan menguasai keempat elemen berbahasa tersebut, kita baru disebut orang yang berhasil dan mahir dalam berbahasa Arab.

Menulis dalam Bahasa Arab merupakan tantangan bergengsi menurut ane, karena melibatkan banyak komponen terlebih dalam ketepatan kaidah, struktur kalimat, pemilihan mufrodat dll.

Baca juga artikel tentang Teknik Cepat Menguasai Bahasa Arab Dengan Membaca & Menulis

Untuk pemula seperti ane, belajar menulis merupakan momok menyeramkan padahal kemampuan kita akan sangat mudah diukur dan diperbaiki dalam bentuk tulisan.

Mulai saat ini cobalah menjadi pecinta Bahasa Arab yang aktif, produktif bukan hanya menerima dan menyimak.

Memang tidak mudah seperti membalikan telapak tangan, namun jika tidak mulai dilatih secara konsisten dan terarah, sampai kapanpun tidak akan ada perkembangan.

Menulis Bahasa Arab bisa dikatakan lebih sulit dibanding sekedar mahir berbicara. Belum tentu orang pandai berbicara Bahasa Arab, pandai juga menulis. Namun sebaliknya, kemahiran menulis tidak datang spontan melainkan akan terlahir dari konsistensi latihan yang dilakukan.

Semoga Antum semua tidak seperti ane yang hanya modal nekad, kemampuanya nol besar. Teruslah berjuang dan istiqomah dalam mengejar keinginan untuk bisa menguasai Bahasa Arab.

نجاحك في حياتك من صنع يديك بمقدار ما بذلته من جهد و جديّ

05-03-2019
Abou Zizo
Tips Mahir Berbahasa Arab.

Apakah postingan ini cukup membatu?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

TMBA

Belajar Bahasa Arab tidak semudah membalikan telapak tangan, butuh keseriusan dan istiqomah. Namun tidak ada kata terlambat jika kita ingin ingin mempelajarinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Percakapan Bahasa Arab Hari Libur Sekolah (Cerita Bersambung Bagian 1)

Thu Mar 7 , 2019
قصة مسلسلة عن العطلة Cerita Bersambung Tentang Liburan الهدف من الحصول على عطلة بعد الامتحان, هو التخلص من التعب و التوتر والإرهاق التى تعرض لها الطلاب خلال أيام الدراسة و للإعادة نشاطهم في متابعة الفصل الدراسي الجديد Target dari liburan pasca ujian yaitu untuk menghilangkan keletihan, ketegangan, kepenatan yang telah […]

TMBA (Tips Mahir Berbahasa Arab)

TMBA adalah website edukasi untuk mahir berbahasa arab dengan cepat. Materi dikemas dengan sajian konversasi dan interaksi sesama anggota melalui group whatsapp dan facebook. Kajian Grammer Nahwu & Sharaf, latihan membaca, menulis, mendengar dan latihan terjemah. Selengkapnya

Share digroup kesayangan Anda

Berlangganan Artikel TMBA Via Email

Masukan email address untuk menerima artikel terbaru dari situs TMBA (Tips Mahir Berbahasa Arab)

Join 27 other subscribers