Tanda ‘Irab Jamak Mudzakkar Salim dan Mulhaqnya

Must Read

Macam-Macam Maa (ما), fungsi dan ‘Irabnya

Ada berapa banyak jumlah Maa (ما) dalam bahasa arab dan bagaimana cara penggunaanya dalam kalimat ?. Kira-kira seperti itu...

Mengenal Uslub Qasam (أُسْلُوْبُ القَسَمِ)

Materi uslub qasam (sumpah) yang akan kita bahas meliputi pengertian uslub qasam secara bahasa, istilah, rukun, jumlah (kalimat) qasam,...

Bahasa Arab Mudah atau Sulit?

Bahasa Arab Mudah atau Sulit?  Perkembangan bahasa arab sudah berlangsung lama, bahkan jauh sebelum masehi. Abbas al-Aqqad seperti dikutip...
TMBAhttps://bahasa-arab.com/
Belajar Bahasa Arab tidak semudah membalikan telapak tangan, butuh keseriusan dan istiqomah. Namun tidak ada kata terlambat jika kita ingin ingin mempelajarinya.

5
(168)

Jamak Mudzakkar Salim (جمع مذكر سالم)

Perhatikan contoh Jamak Mudzakkar Salim berikut:

ذَهَبَ الطَّالِبُوْنَ إِلى المَدْرَسَةِ / رَأَيْتُ الطَّالِبِيْنَ فِى المَدْرَسَةِ / مَرَرْتُ بِالطَّالِبِيْنَ أَمَامَ المَدْرَسَةِ

Para siswa telah pergi ke sekolah / Aku melihat Para siswa di sekolah / Aku berpapasan dengan Para siswa di depan sekolah

Apabila kita perhatikan kata-kata الطَّالِبُوْنَ dan الطَّالِبِيْنَ di atas, ketiganya menunjukan bantuk jamak (plural) yang ditandai dengan huruf Wawu dan Nun atau Iya dan Nun diakhir kata. Dimana bentuk tunggalnya berasal dari kata الطَّالبُ. Ini yang dinamakan dengan Jamak Mudzakkar Salim.

Dengan demikian, bisa kita simpulkan bahwa setiap isim baik yang memiliki arti jamak atau mufrad namun tidak memiliki tanda Wawu, Iya dan Nun, maka bukan termasuk Jamak Mudzakkar Salim. Seperti: Isim Mufrad (Tunggal), Mutsana (Dua orang), Jamak Muannats Salim dan Jamak Taksir

A. Definisi Jamak Mudzakkar Salim

هو ما دل على أكثر من اثنين بزيادة واو و نون في آخره عند الرفع ، وياء ونون في حالتي النصب والجر

Setiap Isim yang menunjukan arti lebih dari dua (Plural) dengan tanda ‘Irab yaitu tambahan huruf Wawu dan Nun ketika Rafa’ dan tambahan huruf Iya dan Nun ketika Nashab dan Jar.

Jamak berarti banyak, Mudzakkar berarti laki-laki dan salim berarti selamat dari perubahan harokat, jumlah huruf ketika dirubah dari bentuk mufrad ke jamak. Hanya ditandai dengan penambahan huruf wawu dan nun di akhirnya

B. Isim-Isim yang dijamak dengan Jamak Mudzakkar Salim

Isim-isim yang dapat dijamak dengan jamak mudzakkar salim  dibagi menjadi dua kelompok, yaitu

1. Isim Alam

Isim Alam sendiri memiliki dua kelompok yaitu Isim Jamid dan Muystaq.

Isim Alam Jamid yaitu isim yang benar-benar menunjukan nama orang (bukan yang berasal dari bentuk sifat lalu dijadikan nama orang seperti: إبراهيم / سعد (Ibrahmih/Sa’ad)

Isim Alam Muystaq yaitu isim yang pada awalnya berupa sifat lalu dijadikan nama orang seperti: فاضل / خالد (Fadhil / Kholid)

Syarat dan ketentuan:

Untuk membuat Jamak Mudzakkar Salim dari Isim Alam terdapat beberapa ketentuan sebagai berikut:

Harus Mudzakar / Berakal / Tidak Murakkab (merangkap) / Tidak diakhiri Ta’ Ta’nist

Contoh

زَيدٌ -» زَيْدُوْنَ / عَلِيٌ -» عَلِيُونَ

Catatan: Isim Alam semuanya berstatus makrifat yang menunjukan kepada 1 nama orang khusus. lalu kemudian dijamak dengan mudzakkar salim maka statusnya berubah menjadi nakirah (umum). Jadi apabila bentuk jamaknya ingin dimakrifatkan kembali, maka harus ditambahkan Alif Lam Ta’rif atau didahului huruf nida (panggil) atau diidhafatkan kepada isim makrifat. Ketentuan ini sama dengan Isim alam apabila ingin dirubah ke bentuk Mutsanna. Contoh:

ذَهَبَ زَيْدُوْنَ إِلى السُّوقِ

Orang2 yang bernama zaid pergi ke pasar. Mereka semuanya umum (tidak menentu zaid mana saja yang pergi). Namun ketika diberi tanda seperti ال/يا/إضافة maka zaid2 yang pergi itu adalah mereka yang dimaksud/dikhususkan. Misalkan yang dimaksud adalah zaid bin udin, zaid bin agus, zaid bin asep. Contoh

ذَهَبَ الزَيْدُوْنَ إِلى السُّوقِ

Para zaid itu pergi ke pasar

يازَيْدُوْنَ

Wahai para zaid

Sebab memakai kata panggil, maka otomatis yang dipanggil adalah mereka zaid yang dimaksud.

Dengan adanya syarat isim alam diatas seperti  Harus Mudzakar / Berakal / Tidak Murakkab (merangkap) / Tidak diakhiri Ta’ Ta’nist, maka isim-isim berikut ini tidak dijamak dengan Jama’ Mudzakkar Salim diantaranya ialah:

  • Isim untuk nama perempuan seperti زينب, نوال ، سعاد (Su’aad, Nawal, Zainab). Isim seperti ini dijamak dengan Jamak Muannats Salim
  • Isim yang bukan nama orang seperti ولد/غلام/إنسان (Manusia, Budak, Anak)
    Isim seperti ini dijamak dengan Jamak Taksir. Terkecuali apabila memiliki tambahan huruf  Iya ي Nisbah, maka dia boleh dijamak dengan Jamak mudzakkar salim sebab Iya Nisbah berfaidah sifat. Contoh

إِنْسَانِيٌّ -» إنسَانِيُّوْنَ

Sifat kemanusiaan (Manusiawi)

  • Isim yang diakhiri Ta’ Tanist seperti حمزة – طلحة – معاوية (Hamzah, Mu’awiyah, Talhah dan lainya)

Menurut Ulama Kuffah ” Isim-isim yang diakhiri dengan Ta’ Tanist boleh dijamak dengan Jamak Mudzakkar Salim namun Huruf Ta’ mesti dibuang terlebih dahulu. Contoh

طلحة -» طلحون

Sedangkan menurut Ulama Bashrah “Isim-isim teresebut tetap dijamak dengan Jamak Muannats Salim

طلحة -» طلحات

  • Isim alam tidak berakal seperti ( هلال/يوم dll). Isim seperti ini dijamak dengan Jamak taksir
  • Isim Murakkab baik murakkab Idhafi, seperti عبد الرحمن atau Murakkab Mazji seperti سيبويْهِ atau Murakkab Isnadi seperti فتح الله atau Murakkab ‘Adadi (bilangan) seperti ثلاثةَ عشرَCara menjamakan isim-isim murakkab di atas yaitu
  1. Untuk Murakkab Mazji, Isnadi dan Murakkab ‘Adadi yaitu dengan menambahkan ذوو diawal kata

Kata ذَوُوْ bentuk jamak dari ذُو yang bermakna (Pemilik).Kata ini dipakai untuk membantu isim yang tidak bisa langsung dijamak dengan jamak mudzakkar salim. Untuk tanda ‘irabnya sama seperti Jamak Mudzakkar Salim yaitu Rafa dengan wawu, Nashan dan Jar dengan Iya.

||| Untuk mengetahui perubahan kata ذو bisa dilihat pada pasal ‘Irab Mutsanna

Contoh

هُمْ ذَوُوْ سِيْبَوَيْهِ / رأيت ذَوِي سِيْبَوَيْهِ/ مررتُ بِذَوِي سِيْبَوَيْهِ

Mereka sibawaihi / Aku melihat sibawaihi (banyak) / Aku berpapasan dengan sibawaihi (banyak)

Adapun untuk ‘irab isim murakkab mazji seperti سبويه dibahas pada materi Isim Ghoir Munsharif

  1. Untuk Murakkab Idhafi yaitu dengan menjamakan kata yang menjadi Mudhaf. Contoh

هم عَبْدُوْ الرحمنِ / رأيت عَبْدِي الرحمنِ / مررت بِعَبْدِي الرحمنِ

Mereka Abdurahman / Aku melihat Abdurahman (banyak) / Aku berpapasan dengan Abdurahman (banyak)

2. Sifat

Isim kedua yang bisa dirubah kedalam bentuk Jamak Mudzakkar Salim yaitu sifat

Syarat dan ketentuan:

  • Harus untuk Mudzakar. Contoh

مُجْتَهِدٌ -» مُجْتَهِدُوْنَ ⁦✔️⁩
مَاهِرٌ -» مَاهِرُوْنَ ⁦✔️⁩
مرضع -» مرضعون ❌
حَائِضٌ -» حَائِضُوْنَ ❌

Kenapa مرضعون/حَائِضُوْنَ salah ? sebab bermakna menyusui dan haid yang secara fitrah bukan sifat khusus lelaki. Jadi untuk kata-kata yang berkaitan dengan sifat khusus wanita hanya dijamak dengan Jamak Muannats Salim

مُرْضِعٌ -» مُرْضِعَاتٌ ⁦✔️⁩
حَائِضٌ -» حَائِضَاتٌ ✔️

  • Harus untuk berakal. Contoh:

مجتهد -» مجتهدون ⁦✔️⁩
صَاهِلٌ -» صاهلون ❌
ناهق -» ناهقون ❌

Kenapa صاهلون dan ناهقون salah ? sebab keduanya merupakan bentuk sifat yang dipergunakan untuk yang tidak berakal (suara kuda/suara keledai). Jadi sifat seperti itu dijamak dengan jamak muannats salim. Contoh

الأحمِرةُ ناهقاتٌ ✔️

Keledai-Keledai itu meringkik

Atau tidak dijamak sama sekali sebab jamak tidak berakal sama dengan satu muannats. Contoh

الأحمِرةُ ناهقة ✔️

Keledai-Keledai itu meringkik

  • Tidak diakhiri Ta’ Ta’nist. Contoh

مجتهد -» مجتهدون ⁦✔️⁩
مجتهدة -» مجتهدتون ❌

Kenapa yang kedua salah ? sebab mufradnya diakhiri Ta’ Tanist. Jadi sifat yang berakhiran Ta’ Tanist dijamak dengan jamak muannats salim. Contoh

مجتهدة -» مجتهداتٌ

  • Bukan sifat yang berwazan أفعل yang muannatsnya berwazan فعلاء diantaranya:

أحمر (mudzakar) -» حمراء (muannats)
أخضر -» خضراء
أسود -» سوداء
أصفر -» صفراء
أبيض -» بيضاء

Semua kata seperti diatas di jamak dengan jamak muannats salim. Contoh

خضراء -» خضروات ⁦✔️⁩
بيضاء -» بيضوات ⁦✔️⁩
أخضر -» أخضرون ❌
أبيض -» أبيضون ❌

Atau sifat yang berwazan فعلان yang muannatsnya berwazan فعلى contoh

سَكْرَان (mudzakar) -» سَكْرَى (muannats) ⁦✔️⁩

Semua kata seperti diatas dijamak dengan jamak taksir. Contoh

سكران (mufrad) -» سُكارَى (jamak) ⁦✔️⁩

Ini pendapat Ulama Bashrah. Sedangkan menurut Ulama Kuffah “Kata seperti سكران dan أحمر boleh dijamak dengan Jamak Mudzakkar Salim sebab sudah lumrah dan banyak tersebar di arab bahlab sampai saat ini. Contoh:

سكران (mufrad) -» سَكْرَانُوْنَ (jamak) ⁦✔️⁩

Mereka yang mabuk

Lihat referensi:

شرح المفصل،ج ٥, ص ٥٩ و ٦٠
عباس حسن النحو الوافى، ج ١, ص١٤٣

Baca juga,

C. Mulhaq Jamak Mudzakkar Salim

Mulhaq berarti mengikuti, artinya Isim-isim yang tidak memenuhi sebagian syarat ketentuan di atas, namun dii’rob sama seperti jamak mudzakkar salim. Isim-isim mulhaq ini bersifat sima’i dan jumlahnya banyak, namun terdapat beberapa yang populer diantaranya:

  • Isim yang menunjukkan makna jamak namun tidak memiliki bentuk mufrod secara lafadz, dia hanya memiliki makna sinonimnya dalam bentuk mufrad seperti lafaz أُوْلُواْ yang bermakna صَاحب (pemilik).

Contoh dalam keadaan rafa’:

العُلَمَاءُ أُوْلُو العِلْمِ

Contoh dalam keadaan Nashab:

كانَ العُلَمَاءُ أُوْلِي العِلْمِ

Para ulama adalah orang-orang ahli ilmu

Contoh dalam keadaan Jar

انتَفَعْتُ مِنْ أُوْلِي العِلْمِ

Aku mengambil faedah dari ahli ilmu

Dalam AlQur’an:

شَهِدَ اللهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُوْلُواْ الْعِلْمِ. سورة العمران ١٨

“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada yang berhak disembah melainkan Dia. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). “

  • Isim yang bukan nama dan juga bukan sifat, dengan demikian dia masuk jajaran mulhaq jamak mudzakkar salim seperti عَالَمٌ yang berarti segala sesuatu selain Allah. Misalkan: عَالَمُ الحيوان (dunia hewan), عالم النبات (dunia tumbuhan) dll. Kata عَالَمٌ meliputi Mudzakkar, Muannats, Berakal dan tidak.

Contoh ketika rafa’

كَانَتْ عَالَمُوْ الحيوانَاتِ مَحْبُوْبَةً عِنْدَ الأطفالِ

Dunia hewan disukai anak-anak

Contoh ketika nashab

إِنَّ عَالَمِي الحيوانَاتِ مَحْبُوْبَةٌ عند الأطفال

Contoh ketika jar

الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

“Segala puji bagi Allah, Rab semesta alam“

Lafaz الْعَالَمِيْنَ dalam ayat tersebut majrur karena sebagai mudhof ilaihi dengan tanda jar berupa iya pengganti kasroh.

  • Isim yang memiliki arti jamak namun tidak memiliki bentuk mufrod, baik secara lafaz atau makna seperti isim عِشْرُوْنَ (dua puluh) sampai ثلاَثُوْنَ (tiga puluh) dsb.

Contoh ketika rafa’

هُمْ عِشْرُوْنَ طَالِبًا

Mereka 20 siswa

Dalam AlQur’an

إِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ عِشْرُوْنَ صَابِرُوْنَ يَغْلِبُوْا مِائَتَيْنِ. سورة الأنفال ٦٥

“Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kalian, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh“

Contoh ketika nashab

رَأَيْتُ عِشْرِيْنَ طَالِبًا

Aku melihat 20 siswa

Dalam AlQur’an

وَإِذْ وَاعَدْنَا مُوسَىٰ أَرْبَعِيْنَ لَيْلَةً. سورة البقرة ٥١

“Dan (ingatlah), ketika Kami berjanji kepada Musa (untuk memberikan Taurat, setelah) empat puluh malam“

Contoh ketika jar

مررتُ بعِشْرِيْنَ طَالِبًا

Aku berpapasan dengan 20 siswa

  • Isim-isim yang memiliki bentuk mufrod namun dalam perubahanya ke bentuk jamak dia tidak selamat baik dari segi pembuangan huruf atau harokat. Dengan demikian dia termasuk jama’ taksir, namun di’irab dengan huruf seperti jamak mudzakkar salim seperti kata

بَنون، وإحَرُّون، وأرَضون، ذَوُو,سِنُوْنَ

Contoh أَرَضُوْنَ yang bentuk mufrodnya adalah أَرْضٌ (bumi) dengan harokat sukun pada huruf Ro (ر). Lalu ketika dirubah ke jamak mudzakkar salim, huruf Ro menjadi fathah. Artinya tidak selamat dari perubahan harokat.

Kemudian kata بَنُوْنَ yang bentuk mufrodnya adalah ابنْ (anak). Lalu ketika dirubah ke jamak mudzakkar salim, huruf hamzah dibuang dan harokat Ba (ب) yang awalnya sukun menjadi Fathah. Artinya tidak selamat dari perubahan harokat dan pembuangan huruf.

Begitu juga dengan kata ذَوُوْ yang bentuk mufrodnya adalah ذُوْ (pemilik). Lalu ketika dirubah ke jamak mudzakkar salim, harakat huruf dzal yang pada bentuk mufradnya Dhammah menjadi Fathah ketika jamak. Artinya tidak selamat dari perubahan harokat

Contoh lain dari kawanan ini adalah سِنُوْنَ, yang bentuk mufrodnya adalah سَنَةٌ (tahun) dengan berubahnya harokat sin dari fathah ke kasrah dan hilangnya ta’ marbuthoh. Artinya tidak selamat dari perubahan harokat dan pembuangan huruf.

Dalam AlQur’an:

قَالَ كَمْ لَبِثْتُمْ فِي الْأَرْضِ عَدَدَ سِنِينَ. سورة المؤمنون ١١٢

“Allah bertanya, berapa tahun lamanya kalian tinggal di bumi?“

  • Isim yang dijamak dengan jamak mudzakkar salim, namun isim tersebut bukan merupakan nama ataupun sifat seperti kata أَهْلٌ (keluarga) yang bentuk jamak mudzakkar salimnya adalah أَهْلُوْنَ

Contoh dalam syair:

وَمَا الْمَالُ وَاْلأَهْلُوْنَ إِلاَّ وَدَائِعُ وَلاَ بُدَّ يَوْماً أَنْ تُرَدَّ الْوَدَائِعُ

Dan tidaklah harta dan keluarga melainkan hanya sebuah titipan, dan akan datang hari di mana titipan itu akan dikembalikan.

  • Isim tidak berakal yang bisa dijama’ dengan jama’ mudzakkar salim. Seperti isim عِلِّيٌّ menjadi عِلِّيُّوْنَ (nama untuk surga yang tertinggi). Isim ini di i’rob seperti i’rob jama’ mudzakkar salim.

Dalam AlQur’an:

كَلَّا إِنَّ كِتَابَ الْأَبْرَارِ لَفِي عِلِّيِّيْنَ وَمَا أَدْرَاكَ مَا عِلِّيُّوْنَ. سورة المطففين ١٨-١٨

“Sekali-kali tidak, sesungguhnya catatan amalan orang yang berbakti itu ada di ‘illiyyun. Dan apakah kamu mengetahui apa yang dimaksud dengan ‘illiyyun itu?“

D. I’rab Jamak Mudzakkar Salim dan Mulhaqnya dengan Harakat

يرفع جمع المذكر السالم بالواو نيابة عن الضمة ، وينصب بالياء ويجر بالياء نيابة عن الفتحة والكسرة

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa tanda ‘irab ada yang berupa harokat seperti Dhammah, Fathah dan Kasrah, lalu ada juga yang tandanya berupa huruf. Maka Jamak Mudzakar Salim termasuk yang tanda irabnya dengan huruf yaitu Rafa’ dengan wawu, Nashab dan jar dengan iya sebagai pengganti Fathah dan kasrah.

Contoh:

ذَهَبَ الطَّالِبُوْنَ إِلَى المَدْرَسَةِ

Para pelajar telah pergi ke sekolah

ذَهَبَ : فعل ماضي مبني على الفتح
الطَّالِبُوْنَ : فاعل مرفوع بالواو نيابة عن الضمة ؛ لأنه جمع مذكر سالم
إِلَى : حرف جر مبني على السكون لا محل له من الاعراب .
المدرسة : اسم مجرور و علامة جره الكسرة الظاهرة

Berkaitan dengan pasal Jamak Mudzakar Salim, Ibnu malik berkata;

وَارْفَعْ بِوَاوٍ وَبِيَا اجْرُرْ وانْصِبِ # سَالِمَ جَمْعِ عَامِرٍ وَمُذْنِبِ # وَشِبْهِ ذَيْنِ وَبِهِ عِشْرُونا # وَبَابُـهُ أُلْحِـقَ وَالأَهْـلُونَـا # أُولُـو وَعَالَمُـونَ عِلّيُّونَـا # وَأَرَضُـونَ شَـذَّ وَالسِّنُونَـا # وَبَابُـهُ وَمِثْلَ حِيـنٍ قَدْ يَرِد # ذَا الْبابُ وَهْوَ عِنْدَ قَوْم يَطَّرِدْ

E. Ketentuan membuang Nun Jamak Mudzakkar Salim

تحذف نون جمع المذكر السالم عند الإضافة

Nun pada Isim Jamak Mudzakkar Salim harus dibuang ketika diidhafatkan dengan Isim Lain, baik dalam keadaan Rafa, Nashab atau Jar. Contoh:

طَالِبُوْ العِلْمِ يَجْتَمِعُوْنَ أَمَامَ المَسْجِدِ

Para penuntun ilmu sedang berkumpul di depan mesjid

إِنَّ طَالِبِي العِلْمِ يَرْغَبُ اللّهُ فِيْهِمْ

Para penuntun ilmu dicintai Allah Ta’ala

مِنْ طَالِبِي العِلْمِ مَنْ كَانَ مُجْتَهِدًا وَ مُتَكَاسِلاً

Diantara para penuntut ilmu, ada yang rajin dan ada juga yang bermalasan.

Lihat referensi

عباس حسن، النحو الوافي، ج١, ص ١٥٠

Walahu’alam. Semoga bermanfaat

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 168

No votes so far! Be the first to rate this post.

Tinggalkan Komentar

Latest News

Macam-Macam Maa (ما), fungsi dan ‘Irabnya

Ada berapa banyak jumlah Maa (ما) dalam bahasa arab dan bagaimana cara penggunaanya dalam kalimat ?. Kira-kira seperti itu...

Mengenal Uslub Qasam (أُسْلُوْبُ القَسَمِ)

Materi uslub qasam (sumpah) yang akan kita bahas meliputi pengertian uslub qasam secara bahasa, istilah, rukun, jumlah (kalimat) qasam,...

Mengenal Khobar, Definisi, Hukum dan Pembagianya

بسم اللّه الرّحمٰن الرّحيم السلام عليكم ورحمة الله وبركاته Materi sebelumnya Kita sudah mengenal Mubtada(مبتدأ) Insya Allah sekarang membahas Khobar, mulai definisi, jenis dan ketentuanya. 1. Definisi خبر...

Kalam Insya’ (الكلام الإنْشِائُى) Thalabi dan Ghair Thalabi Dalam Ilmu Ma’ani

Kalam Insya' (الكلام الإنْشِائُى) Materi ini lanjutan dari pembahasan objek ilmu ma'ani yang pertama yaitu kalam/kalimat. Pembahasan sebelumnya terkait kalam khabari, tujuan dan fungsinya,  selanjutnya...

Tanda ‘Irab Isim Ghoir Munsharif (الأسماء الممنوعة من الصرف )

Isim Ghair Munsharif (الأسماء الممنوعة من الصرف) Pada umumnya kelompok Isim-Isim Mu'rab (selain Mabni) memiliki tanda 'irab berupa harokat baik dzahirah maupun muqaddarah yaitu Marfu'...

Juha Penjual Kain Sutra

جُحَا بَائِعُ الحَرِيْرِ Juha Penjual Kain Sutra قَالتْ زَوْجَةُ جُحَا : خُذْ هٰذَ الحَرِيْرَ وَبِئْهُ لَنَا فِي السُّوْقِ، قَالَ جُحَا : اطْمَئِنِّى فَإِنِّي سَوْفَ آتِى لَكِ...

More Articles Like This