Jamak Mudzakkar Salim, Mulhaq dan Ketentuanya

4.9
(1171)

Jamak Mudzakkar Salim (جمع مذكر سالم)

Perhatikan contoh Jamak Mudzakkar Salim berikut:

ذَهَبَ الطَّالِبُوْنَ إِلى المَدْرَسَةِ / رَأَيْتُ الطَّالِبِيْنَ فِى المَدْرَسَةِ / مَرَرْتُ بِالطَّالِبِيْنَ أَمَامَ المَدْرَسَةِ

Para siswa telah pergi ke sekolah / Aku melihat Para siswa di sekolah / Aku berpapasan dengan Para siswa di depan sekolah

Apabila kita perhatikan kata-kata الطَّالِبُوْنَ dan الطَّالِبِيْنَ di atas, ketiganya menunjukan bantuk jamak (plural) yang tanda i’rabnya yaitu huruf wawu ketika rafa’, dan huruf Iya  ketika nashab dan jar. Ini yang dinamakan dengan Jamak Mudzakkar Salim.

Dengan demikian, bisa kita simpulkan bahwa setiap isim yang tidak memiliki tanda i’rab wawu dan iya, maka bukan termasuk jamak mudzakkar salim, seperti isim mufrad (tunggal), mutsanna (dua orang), jamak mannats salim dan jamak taksir

1. Definisi Jamak Mudzakkar Salim

هو ما دل على أكثر من اثنين بزيادة واو و نون في آخره عند الرفع ، وياء ونون في حالتي النصب والجر

Jamak mudzakkar salim adalah setiap isim yang menunjukan arti lebih dari dua (plural) dengan tanda ‘Irab yaitu penambahan huruf wawu dan nun ketika rafa’ dan dengan tambahan huruf iya dan nun ketika nashab dan Jar.

Jamak berarti banyak, mudzakkar berarti laki-laki dan salim berarti selamat dari perubahan harakat ketika dirubah dari bentuk mufrad ke jamak yang hanya ditandai dengan penambahan huruf wawu dan nun atau iya.

2. Isim-Isim yang dijamak Menjadi Jamak Mudzakkar Salim

Isim-isim yang dapat dijamak menjadi jamak mudzakkar salim dikatagorikan menjadi dua kelompok yaitu isim alam dan sifat seperti isim fa’il dan isim maf’ul

a). Isim Alam

Untuk merubah isim alam menjadi jamak mudzakkar salim terdapat beberapa ketentuan sebagai berikut:

Sebelumnya perlu diketahui bahwa isim alam memiliki dua kelompok yaitu Isim alam yang termasuk jamid dan muystaq.

Isim alam jamid yaitu isim yang benar-benar menunjukan nama orang (bukan yang berasal dari bentuk sifat lalu dijadikan nama orang seperti: إبراهيم / سعد (Ibrahim/Sa’ad)

Isim alam muystaq yaitu isim yang pada awalnya berupa sifat lalu dijadikan nama orang seperti: فاضل / خالد (Fadhil / Kholid). Lihat pada materi khusus Isim Alam: Jenis dan Ketentuanya

Syarat dan ketentuan:

Untuk membuat jamak mudzakkar salim dari isim alam memiliki syarat yaitu: isim alam mesti mudzakkar, berakal, tidak murakkab dan tidak diakhiri ta’ ta’nits, seperti:

زَيدٌ -» زَيْدُوْنَ / عَلِيٌ -» عَلِيُونَ

Catatan: Semua isim alam tergolong isim makrifat yang menunjukan orang tertentu. Apabila ia dijamak menjadi jamak mudzakkar salim, maka status makrifatnya berubah menjadi nakirah (umum). Dengan demikian, apabila bentuk jamaknya ingin dimakrifatkan, maka mesti menambahkan alif lam ta’rif atau didahului huruf nida (panggil) atau idhafat kepada isim makrifat lainya. Ketentuan ini sama dengan isim alam apabila ingin dirubah ke bentuk mutsanna. Contoh:

ذَهَبَ زَيْدُوْنَ إِلى السُّوقِ

Orang2 yang bernama zaid pergi ke pasar. Mereka semuanya umum (tidak diketahui zaid yang mana ). Lalu kemudian ditambahkan alif lam atau idhafat atau nida, maka Zaid-Zaid yang pergi itu adalah mereka yang dimaksud atau dikhususkan, seperti bermaksud dengan Zid bin Udin, Zaid bin Agus, Zaid bin Aep.

ذَهَبَ الزَيْدُوْنَ إِلى السُّوقِ

Para zaid itu pergi ke pasar

يازَيْدُوْنَ

Wahai para zaid

Sebab memakai kata panggil dan alif lam, maka otomatis yang dipanggil adalah mereka zaid yang dimaksud.

Dengan adanya syarat isim alam di atas harus mudzakar, berakal, tidak murakkab dan tdak diakhiri ta’ ta’nist, maka isim-isim berikut ini tidak dijamak dengan jama’ mudzakkar salim di antaranya ialah:

  • Setiap Isim untuk nama perempuan seperti زينب, نوال ، سعاد (Su’aad, Nawal, Zainab) yang dijamak menjadi jamak mannats saim
  • Isim yang bukan nama orang seperti ولد/غلام/إنسان (manusia, budak, anak), dijamak menjadi jamak taksir, kecuali apabila memiliki tambahan huruf  Iya nisbah, maka dia boleh dijamak dengan Jamak mudzakkar salim sebab Iya Nisbah berfaidah sifat. Contoh

إِنْسَانِيٌّ -» إنسَانِيُّوْنَ

Sifat kemanusiaan (Manusiawi)

  • Setiap Isim yang diakhiri ta’ tanits marbuthah seperti حمزة – طلحة – معاوية (Hamzah, Mu’awiyah, Talhah dan lainya), dijamak menjadi jamak muannats salim.

Menurut Ulama Kuffah ” Isim-isim yang diakhiri dengan ta’ tanits marbuthah boleh dijamak dengan jamak midzakkar sali. Namun, dengan syarat huruf ta’ tersebut mesti dibuang terlebih dahulu, seperti:

طلحة -» طلحون

Sedangkan menurut Ulama Bashrah “Isim-isim tersebut tetap dijamak dengan jamak muannats salim

طلحة -» طلحات

  • Isim alam tidak berakal seperti ( هلال/يوم dll). Isim seperti ini dijamak dengan Jamak taksir
  • Setiap Isim Alam Murakkab, baik murakkab Idhafi, seperti عبد الرحمن atau murakkab mazji seperti سيبويْهِ atau murakkab isnadi seperti فتح الله atau murakkab ‘adadi (bilangan) seperti ثلاثةَ عشرَ

Cara menjamakan isim-isim murakkab di atas yaitu

# Untuk murakkab mazji, Isnadi dan murakkab ‘adadi yaitu dengan menambahkan ذوو diawal kata

Kata ذَوُوْ bentuk jamak dari ذُو yang bermakna (Pemilik). Kata ini dipakai untuk membantu isim yang tidak bisa langsung dijamak dengan jamak mudzakkar salim. Untuk tanda ‘irabnya sama seperti jamak mudzakkar salim yaitu rafa dengan wawu dan nun, nashab dan Jar dengan Iya dan nun. Untuk mengetahui perubahan kata ذو bisa dilihat pada pasal ‘Irab Mutsanna

Contoh

هُمْ ذَوُوْ سِيْبَوَيْهِ / رأيت ذَوِي سِيْبَوَيْهِ/ مررتُ بِذَوِي سِيْبَوَيْهِ

Mereka sibawaihi / Aku melihat sibawaihi (banyak) / Aku berpapasan dengan sibawaihi (banyak)

Adapun untuk ‘irab isim murakkab mazji seperti سبويه dibahas pada materi Isim Ghoir Munsharif

# Untuk Murakkab Idhafi yaitu dengan menjamakan kata yang menjadi mudhaf, seperti

هم عَبْدُوْ الرحمنِ / رأيت عَبْدِي الرحمنِ / مررت بِعَبْدِي الرحمنِ

Mereka Abdurahman / Aku melihat Abdurahman (banyak) / Aku berpapasan dengan Abdurahman (banyak)

b). Sifat

Isim kedua yang bisa dirubah kedalam bentuk jamak mudzakkar salim yaitu sifat dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Mesti sifat untuk mudzakkar, seperti:

مُجْتَهِدٌ -» مُجْتَهِدُوْنَ ⁦✔️⁩
مَاهِرٌ -» مَاهِرُوْنَ ⁦✔️⁩
مرضع -» مرضعون ❌
حَائِضٌ -» حَائِضُوْنَ ❌

Kenapa مرضعون/حَائِضُوْنَ salah ? sebab bermakna menyusui dan haid yang secara fitrah bukan sifat khusus lelaki. Dengan demikian, untuk kata-kata yang berkaitan dengan sifat khusus wanita hanya dijamak dengan jamak muannats salim

مُرْضِعٌ -» مُرْضِعَاتٌ ⁦✔️⁩
حَائِضٌ -» حَائِضَاتٌ ✔️

  • Harus sifat untuk berakal, seperti:

مجتهد -» مجتهدون ⁦✔️⁩
صَاهِلٌ -» صاهلون ❌
ناهق -» ناهقون ❌

Kenapa صاهلون dan ناهقون salah ? sebab keduanya sifat yang dipergunakan untuk yang tidak berakal (suara kuda/suara keledai). Dengan demikian, sifat seperti itu dijamak dengan jamak muannats salim. Contoh

الأحمِرةُ ناهقاتٌ ✔️

Keledai-Keledai itu meringkik

Atau tidak dijamak sama sekali sebab jamak tidak berakal sama dengan satu muannats. Contoh

الأحمِرةُ ناهقة ✔️

Keledai-Keledai itu meringkik

  • Mesti sifat yang bentuk mufradnya tidak diakhiri ta’ tanits, seperti:

مجتهد -» مجتهدون ⁦✔️⁩
مجتهدة -» مجتهدتون ❌

Kenapa yang kedua salah ? sebab bentuk mufradnya diakhiri ta’ tanist. Dengan demikian, ia dijamak dengan jamak muannats salim

مجتهدة -» مجتهداتٌ ✔️

  • Bukan sifat yang berwazan أفعل yang muannatsnya berwazan فعلاء di antaranya:

أحمر (mudzakar) -» حمراء (muannats)
أخضر -» خضراء
أسود -» سوداء
أصفر -» صفراء
أبيض -» بيضاء

Semua kata seperti di atas dijamak dengan jamak muannats salim, seperti

خضراء -» خضروات ⁦✔️⁩
بيضاء -» بيضوات ⁦✔️⁩
أخضر -» أخضرون ❌
أبيض -» أبيضون ❌

Atau sifat yang berwazan فعلان yang muannatsnya berwazan فعلى, seperti

سَكْرَان (mudzakar) -» سَكْرَى (muannats) ⁦✔️⁩

Semua kata seperti diatas dijamak dengan jamak taksir, seperti

سكران (mufrad) -» سُكارَى (jamak) ⁦✔️⁩

Pendapat di atas menurut Ulama Bashrah, sementara menurut Ulama Kuffah “Kata seperti سكران dan أحمر boleh dijamak dengan jamak mudzakkar salim sebab sudah lumrah dan banyak tersebar di kalangan orang arab, seperti:

سكران (mufrad) -» سَكْرَانُوْنَ (jamak) ⁦✔️⁩

Mereka yang mabuk

Lihat referensi:

شرح المفصل،ج ٥, ص ٥٩ و ٦٠
عباس حسن النحو الوافى، ج ١, ص١٤٣

Baca juga,

3. Mulhaq Jamak Mudzakkar Salim

Mulhaq berarti mengikuti. Artinya, isim-isim yang tidak memenuhi sebagian syarat di atas. Namun, mereka dii’rab dengan tanda i’rab jamak mudzakkar salim. Isim-isim mulhaq pada umumya bersifat sima’i dan jumlahnya cukup banyak. Namun, terdapat beberapa yang populer di antaranya:

a). Isim yang menunjukkan makna jama. Namun, ia tidak memiliki bentuk mufrad secara lafadz, dia hanya memiliki makna sinonimnya dalam bentuk mufrad seperti lafaz أُوْلُواْ yang bermakna صَاحب (pemilik).

# Contoh dalam keadaan rafa’:

العُلَمَاءُ أُوْلُو العِلْمِ

# Contoh dalam keadaan nashab:

كانَ العُلَمَاءُ أُوْلِي العِلْمِ

Para ulama adalah orang-orang ahli ilmu

# Contoh dalam keadaan Jar

انتَفَعْتُ مِنْ أُوْلِي العِلْمِ

Aku mengambil faedah dari ahli ilmu

# Contoh Uuluu (أولوا) dalam A-lQur’an:

شَهِدَ اللهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُوْلُواْ الْعِلْمِ. سورة العمران ١٨

“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada yang berhak disembah melainkan Dia. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). tafsierweb

b). Isim mulhaq selanjutnya yaitu setiap isim yang bukan nama dan juga bukan sifat seperti عَالَمٌ yang berarti segala sesuatu selain Allah, seperti عَالَمُ الحيوان (dunia hewan), عالم النبات (dunia tumbuhan) dan lainya.

# Contoh ketika rafa’

كَانَتْ عَالَمُوْ الحيوانَاتِ مَحْبُوْبَةً عِنْدَ الأطفالِ

Dunia hewan disukai anak-anak

# Contoh ketika nashab

إِنَّ عَالَمِي الحيوانَاتِ مَحْبُوْبَةٌ عند الأطفال

# Contoh ketika jar dalam Al-Qur’an:

الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

“Segala puji bagi Allah, Rab semesta alam“

c). Mulhaq selanjutnya yaitu Isim yang memiliki arti jamak. Namun, ia tidak memiliki bentuk mufrad, baik secara lafaz atau makna seperti isim عِشْرُوْنَ (dua puluh) sampai ثلاَثُوْنَ (tiga puluh)

# Contoh ketika rafa’

هُمْ عِشْرُوْنَ طَالِبًا

Mereka 20 siswa

# Contoh Dalam Al-Qur’an

إِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ عِشْرُوْنَ صَابِرُوْنَ يَغْلِبُوْا مِائَتَيْنِ. سورة الأنفال ٦٥

“Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kalian, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh“

# Contoh ketika nashab

رَأَيْتُ عِشْرِيْنَ طَالِبًا

Aku melihat 20 siswa

# Contoh nashab Dalam Al- Qur’an

وَإِذْ وَاعَدْنَا مُوسَىٰ أَرْبَعِيْنَ لَيْلَةً. سورة البقرة ٥١

“Dan (ingatlah), ketika Kami berjanji kepada Musa (untuk memberikan Taurat, setelah) empat puluh malam“

# Contoh ketika jar

مررتُ بعِشْرِيْنَ طَالِبًا

Aku berpapasan dengan 20 siswa

Lihat artikel terkait: Kaidah Hitungan ‘Adad dan Ma’dud Dalam Bahasa Arab

d). Isim-isim yang memiliki bentuk mufrad. Namun, dalam perubahanya ke bentuk jamak dia tidak selamat, baik dari pembuangan huruf atau perubahan harakat, seperti:

بَنون، وإحَرُّون، وأرَضون، ذَوُو,سِنُوْنَ

Contoh أَرَضُوْنَ yang bentuk mufradnya adalah أَرْضٌ (bumi) dengan harokat sukun pada huruf ra (ر). Lalu ketika dirubah ke jamak mudzakkar salim, harakat huruf ra menjadi fathah. Artinya tidak selamat dari perubahan harakat. Dengan demikian, ia termasuk mulhaq.

Kemudian kata بَنُوْنَ yang bentuk mufrodnya adalah ابنْ (anak). Lalu ketika dirubah ke jamak mudzakkar salim, huruf hamzah dibuang dan harakat ba (ب) yang awalnya sukun menjadi fathah. Artinya, ia tidak selamat dari perubahan harakat dan pembuangan huruf.

Begitu juga dengan kata ذَوُوْ yang asal mufradnya adalah ذُوْ (pemilik). Lalu ketika dirubah ke jamak mudzakkar salim, harakat huruf dzal yang pada bentuk mufradnya berharakat dhammah berubah menjadi fathah. Artinya, ia tidak selamat dari perubahan harokat

Contoh lain dari kawanan ini adalah سِنُوْنَ, dimana bentuk mufradnya adalah سَنَةٌ (tahun) dengan berubahnya harokat sin dari fathah ke kasrah dan hilangnya ta’ marbuthoh, dia tidak selamat dari perubahan harokat dan pembuangan huruf.

Dalam Al-Qur’an:

قَالَ كَمْ لَبِثْتُمْ فِي الْأَرْضِ عَدَدَ سِنِينَ. سورة المؤمنون ١١٢

“Allah bertanya, berapa tahun lamanya kalian tinggal di bumi?“

e). Isim yang dijamak dengan jamak mudzakkar salim. Namun, isim tersebut bukan merupakan nama ataupun sifat seperti kata أَهْلٌ (keluarga) dengan bentuk jamak أَهْلُوْنَ

Contoh dalam syair:

وَمَا الْمَالُ وَاْلأَهْلُوْنَ إِلاَّ وَدَائِعُ وَلاَ بُدَّ يَوْماً أَنْ تُرَدَّ الْوَدَائِعُ

Dan tidaklah harta dan keluarga melainkan hanya sebuah titipan, dan akan datang hari di mana titipan itu akan dikembalikan.

f). Isim yang termasuk mulhaq jamak mudzakkar salim selanjutnya yaitu isim tidak berakal, seperti isim عِلِّيٌّ menjadi عِلِّيُّوْنَ (nama untuk surga yang tertinggi).

Dalam Al-Qur’an:

كَلَّا إِنَّ كِتَابَ الْأَبْرَارِ لَفِي عِلِّيِّيْنَ وَمَا أَدْرَاكَ مَا عِلِّيُّوْنَ. سورة المطففين ١٨-١٨

“Sekali-kali tidak, sesungguhnya catatan amalan orang yang berbakti itu ada di ‘illiyyun. Dan apakah kamu mengetahui apa yang dimaksud dengan ‘illiyyun itu?“

4. Tanda I’rab Jamak Mudzakkar Salim dan Mulhaqnya

يرفع جمع المذكر السالم بالواو نيابة عن الضمة ، وينصب بالياء ويجر بالياء نيابة عن الفتحة والكسرة

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa tanda ‘irab suatu isim ada yang berupa harakat seperti dhammah, fathah dan kasrah (tanda i’rab asli), dan ada juga yang tandanya dengan huruf (tanda i’rab far’i). Tanda i’rab jamak mudzakar salim termasuk dengan huruf yaitu rafa’ dengan wawu pengganti dhammah, nashab dan jar dengan iya pengganti fathah dan kasrah, seperti:

ذَهَبَ الطَّالِبُوْنَ إِلَى المَدْرَسَةِ

Para pelajar telah pergi ke sekolah

ذَهَبَ : فعل ماضي مبني على الفتح
الطَّالِبُوْنَ : فاعل مرفوع بالواو نيابة عن الضمة ؛ لأنه جمع مذكر سالم
إِلَى : حرف جر مبني على السكون لا محل له من الاعراب .
المدرسة : اسم مجرور و علامة جره الكسرة الظاهرة

Berkaitan dengan pasal Jamak Mudzakar Salim, Ibnu malik berkata;

وَارْفَعْ بِوَاوٍ وَبِيَا اجْرُرْ وانْصِبِ # سَالِمَ جَمْعِ عَامِرٍ وَمُذْنِبِ # وَشِبْهِ ذَيْنِ وَبِهِ عِشْرُونا # وَبَابُـهُ أُلْحِـقَ وَالأَهْـلُونَـا # أُولُـو وَعَالَمُـونَ عِلّيُّونَـا # وَأَرَضُـونَ شَـذَّ وَالسِّنُونَـا # وَبَابُـهُ وَمِثْلَ حِيـنٍ قَدْ يَرِد # ذَا الْبابُ وَهْوَ عِنْدَ قَوْم يَطَّرِدْ

5. Ketentuan Membuang Nun Jamak Mudzakkar Salim

تحذف نون جمع المذكر السالم عند الإضافة

Huruf nun pada jamak mudzakkar salim wajib dibuang ketika idhafat dengan isim lain, baik dalam keadaan rafa, nashab atau Jar, seperti

طَالِبُوْ العِلْمِ يَجْتَمِعُوْنَ أَمَامَ المَسْجِدِ

Para penuntun ilmu sedang berkumpul di depan mesjid

إِنَّ طَالِبِي العِلْمِ يَرْغَبُ اللّهُ فِيْهِمْ

Para penuntun ilmu dicintai Allah Ta’ala

مِنْ طَالِبِي العِلْمِ مَنْ كَانَ مُجْتَهِدًا وَ مُتَكَاسِلاً

Diantara para penuntut ilmu, ada yang rajin dan ada juga yang bermalasan.

Lihat referensi

عباس حسن، النحو الوافي، ج١, ص ١٥٠

Lihat artikel terkait: Hukum Membuang Nun Selain Pada Jamak Mudzakkar Salim

Walahu’alam. Semoga bermanfaat

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 4.9 / 5. Vote count: 1171

No votes so far! Be the first to rate this post.

Liburan Akhir Pekan (العُطْلَة الأُسْبُوعِيَّة)

العُطْلَة الأُسْبُوعِيَّةLibur Akhir Pekanبَعْدَ انْتِهَاءِ عُمَرَ مِنْ عَمَلِهِ خَرَجَ مُسْرِعًا فَشَاهَدَهُ صِدِيْقُهُ عَلِيٌّ فَنَادَاهُ"Setelah Umar selesai dari pekerjaanya, dia lantas bergegas keluar. Ali kawanya...

Isim Zaman & Makan (زمان و مكان)

Isim Zaman & Makan (زمان و مكان)1. Definisi Isim Zaman & Makan اسم الزمان مشتق أو مأخوذ من حروف الفعل ليدل على زمان حدوث الفعل...

Macam-Macam Huruf Hatta (حَتَّى) Beserta Maknanya

Macam-Macam Huruf Hatta (حَتَّى) Beserta Maknanya Dari banyaknya jenis dan kandungan makna huruf hatta dalam bahasa arab, kita hanya akan membahas beberapa saja yang paling...

Juha dan Sepotong Daging Ajaib

جُحَا وَاللَّحْمُ العَجِيْبُJuha dan Sepotong Daging Ajaibاشْتَهَى جُحَا أَنْ يَأكُلَ لَحْمًا، فَذَهَبَ إلى الجَزَّارِ وَاشْتَرَى مِنْهُ قِطْعَةً مِنَ اللَّحْمِ، فَلَمَّا عَادَ إلى البَيْتِ طَلَبَ...

Juha Berbuat Kebaikan (جُحَا يَصْنَعُ مَعْرُوْفًا)

جُحَا يَصْنَعُ مَعْرُوْفًاJuha berbuat kebaikanكَانَ جُحَا فِي طِرِيْقِهِ إِلى السُّوْقِ حَيْنَ رَأَى جَمْعًا مِنَ النَّاسِ أَمَامَ مَحَلِّ الجَزَارَةِ فَذَهَبَ يَسْتَطْلِعُ الأَمْرَKetika Juha di perjalana...

Akhirnya dapat juga beasiswa [Terjemah]

Sambungan latihan terjemah ke#9Text bahasa indonesia yang harus diterjemahkan oleh semua peserta kelompok belajar (TMBA Lanjutan via WhatsApp)Text:Meskipun Aku tidak sabar menanti hasil testing...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Fi’il Mu’tal Lafif Mafruq ( المعتل اللفيف المفروق)

Fi'il Mu'tal Lafif Mafruq ( المعتل اللفيف المفروق) Lengkap Tashrif Lanjutan dari pembahasan fi'il mu'tal mitsal, mu'tal ajwaf dan mu'tal...

I’rab kalimat (ربا،دينا، نبيا)Pada Bacaan Dzikir Pagi/Petang

Pertanyaan dari Ukhty Nur Hasanah terkait i'rab kalimat pada bacaan dzikir Pagi/PetangBagaimanakah i'rab kalimat رَبًّا, دِيْنًا,نَبِيًّا pada bacaan dzikir...