Praktek Tak Sesuai Teori

Must Read

Kalam Insya’ (الكلام الإنْشِائُى) Thalabi dan Ghair Thalabi Dalam Ilmu Ma’ani

Materi ini lanjutan dari pembahasan objek ilmu ma'ani yang pertama yaitu kalam/kalimat. Pembahasan sebelumnya terkait kalam khabari, tujuan dan...

Tasybih dalam Ilmu Bayan: Pengertian, Rukun dan Jenisnya

Seperti yang kita kaji di pembahasan sebelumnya dalam Ilmu Bayan dan Tiga Obyek Pembahasannya kita mengenal tiga pokok pembahasan...

Ilmu Bayan dan Tiga Obyek Pembahasannya

Sebelumnya kita telah mengetahui bahwa ada tiga pembahsan utama dalam Ilmu Balaghah. Yaitu; Ilmu Ma’ani, Bayan dan Ba’di. Tulisan...
TMBAhttps://bahasa-arab.com/
Belajar Bahasa Arab tidak semudah membalikan telapak tangan, butuh keseriusan dan istiqomah. Namun tidak ada kata terlambat jika kita ingin ingin mempelajarinya.

5
(1)

العَمَلُ لاَ يُوَافِقُ النَّظْرَ

Praktek tak sesuai teori

كَانَ فِى بَلْدَةِ جُحَا حَاكِمٌ يُحِبُّ الطَّعَامَ وَ الشَّرَابَ فَقَالَ يَوْمًا لِأََعْيَانِ البَلْدَةِ أُرِيْدُ أَنْ أَجْمَعَ كِتَابًا بِأَنْوَاعِ المَأْكَلِ ، فَلْيَكْتُبْ فِيْهِ كُلَّ مَنْ يَعْرِفُ صِنْفًا مِنَ الأَطْعِمَةِ ، هَذَا الصِّنْفَ وَ طَرِيْقَةَ طَهْيِهِ

Seorang hakim di kampung Juha yang hobinya makan dan minum, suatu hari dia berkata kepada para petinggi :”Aku ingin mengoleksi buku berbagai jenis makanan, nanti setiap orang yang mengetahui informasi jenis makanan agar menulisnya berikut dengan cara memasaknya.

وَ شَاعَ الخَبَرُ حَتَّى بَلَغَ جُحَا. وَ فِى صَبَاحِ اليَوْمِ التَّالِى رَأَى جُحَا أَحَدَ أُولَئِكَ الأَعْيَانِ فَقَالَ لَهُ : لَقَدْ اكْتَشَفْتُ طَعَامًا نَادِرًا وَ لَطِيْفًا جِدًّا ؟

Kabar inipun tersebar dan sampai ke telinga juha. Di pagi hari berikutnya, Juha melihat salah seorang tokoh tersebut lalu berkata:” Aku berhasil menemukan jenis makanan langka dan juga lezit.

قَالَ الرَّجُلُ : هَيَّا أَخْبِرْنِى بِسُرْعَةٍ يَا جُحَا مَا هُوَ ؟ قَالَ جُحَا : هُوَ أَنْ تَأْتِىَ بِالثَّوْمِ وَ تَغْمِسَ بِالعَسَلِ وَ تَأْكُلَهُ

Lelaki itu berkata:” Ayo Juha cepat beritahu aku (Makanan) apa itu ? Juha menjawab:” Kau ambilah bawang putih lalu celupkan ke madu dan makanlah”

وَ لَمَّا كَانَ الرَّجُلُ خَالَى الذَّهْنِ سَاذِجًا صَافِىَ القَلْبِ فَرِحَ بِالطَّعَامِ المُكْتَشَفِ. ذَهَبَ الرَّجُلُ إِلَى الحَاكِمِ ، وَ قَالَ لَهُ لَقَدْ اكْتَشَفْتُ يَا مَوْلَاىَ طَعَامًا غَرِيْبًا ، وَ وَصَفَهُ لَهُ ، وَ أَخَذَ يَشْرَحُ فَوَائِدَهُ ، وَ كَانَ الحَاكِمُ مِثْلَ ذَلِكَ الرَّجُلِ فَهْمًا .. فَقَالَ يَا لَلْعَجَبِ ؟؟

Dengan polosnya, lelaki itu pun senang atas hasil temuan makanan ini. Dia segera pergi menemui hakim dan berkata:” Tuanku, Aku telah berhasil menemukan makanan langka”. Lalu dia menulis resep dan menjelaskan manfatnya”. Pemahaman hakim sama (polosnya) seperti lelaki itu, dia pun berkata:” Wow mantap”

اسْتَدْعَى الحَاكِمُ طَاهِىَ القَصْرِ ، وَ طَلَبَ مِنْهُ أَنْ يَصْنَعَ لَهُ هَذَا الطَّعَامَ عِنْدَ العَشَاءِ. فَعَجِبَ الطَّاهِى مِنْ طَلَبِ الحَاكِمِ ! قَالَ الحَاكِمُ : إِنَّهُ مُكْتَشَفٌ جَدِيْدٌ

Selanjutnya Hakim memanggil Juru masak istana dan memintanya agar dibuatkan makanan tersebut pada saat makan malam. Juru masak heran dengan (menu makanan) yang diminta oleh hakim. Hakim berkata:” Ini makanan temuan baru”.

وَ فِى المَسَاءِ جَلَسَ الحَاكِمُ عَلَى المَائِدَةِ وَ أَخَذَ يُجَرِّبُ هَذَا النَّوْعَ الجَدِيْدَ. وَ بِالطَّبْعِ كَانَ هَذَا الطَّعَامُ مُقَيِّئًا. فَغَضِبَ الحَاكِمُ بِشِدَّةٍ

Pada saat makan malam, hakim duduk di depan hidangan dan mulai mencicipi jenis makanan baru ini yang tentu (rasanya) bikin muntah. Hakim pun sangat marah

وَ فِى الصَّبَاحِ بَعَثَ فِى طَلَبِ صَاحِبِ المُكْتَشَفِ ، وَ لَكِنَّ الرَّجُلَ أَنْكَرَ ، وَ قَالَ : لَقَدْ كَذَبْتُ عَلَيْكَ يَا مَوْلَاىَ ، فَإِنَّ صَاحِبَ المُكْتَشَفِ الحَقِيْقِيَّ رَجُلٌ لَطِيْفٌ صَاحِبُ نِكَاتٍ وَ مَعْرِفَةٍ

Di pagi hari berikutnya, Hakim mengutus untuk mencari penemu (makanan ini), namun lelaki itu (petinggi yang mendapatkan resep makanan dari Juha) menyangkalnya dan berkata:” Aku telah berbohong pada anda tuan hakim. Penemu makanan sebenarnya adalah seorang lelaki baik, tukang ngelawak dan juga ahli ilmu pengetahuan.

وَ بَعَثَ الحَاكِمُ فِى طَلَبِ جُحَا بِوَاسِطَةِ ذَلِكَ الرَّجُلِ لِيَحْضُرَ إِلَى القَصْرِ. قَالَ جُحَا فِى نَفْسِهِ : تُرَى مَا الخَبَرُ ؟ هَلْ أُعْجِبَ الحَاكِمُ بِمُكْتَشَفِي ؟!

Dengan perantara lelaki itu, hakim mengutusnya untuk membawa penemu makanan ke istana. Juha berkata dalam hatinya” Kira-kira ada kabar ya? Apakah hakim kagum dengan penemuanku!?

وَ فِى الطَّرِيْقِ إِلَى القَصْرِ :كَانَ جُحَا يَحْلُمُ بِأَنَّهُ أَصْبَحَ مُكْتَشِفًا عَظِيْمًا وَ سَيُكْتَبُ اسْمُهُ فِى كِتَابِ المَأْكُوْلَاتِ الشَّهِيَّةِ الخَاصَّةِ بِالقَصْرِ

Di tengah perjalanan menuju istana, Juha menghayal menjadi seorang penemu hebat dan namanya akan dicantumkan pada buku koleksi makanan lezat eksklusif istana.

سَأَلَ الحَاكِمُ جُحَا قَائِلًا : أَأَنْتَ الَّذِى اكْتَشَفْتَ أَكْلَ الثَّوْمِ بِالعَسَلِ ؟ قَالَ جُحَا بِكُلِّ سُكُوْنٍ : أَجَلْ أَنَا الَّذِى اقْتَرَحْتُ ذَلِكَ

Hakim bertanya kepada Juha:” Apakah kau penemu resep makanan bawang putih pakai madu ? Dengan tanang Juha menjawab:” Betul, aku yang merekomendasikan hal itu.

أَمَرَ الحَاكِمُ الطَّاهِىَ بِإِحْضَارِ بَقِيَّةِ الطَّعَامِ لِيَتَنَاوَلَ مِنْهُ جُحَا. أَحَسَّ جُحَا أَنَّ هُنَاكَ شَيْئًا غَيْرَ طَبِيْعِيٍّ وَ عَلَيْهِ أَنْ يُحْسِنَ التَّصَرُّفَ إِزَاءَ هَذَا المَوْقِفِ

Hakim menyuruh Juru masak membawakan sisa makanan agar disantap oleh Juha. Disana Juha merasa ada sesuatu yang tidak beres, dengan begitu dia harus bertindak baik dalam menghadapi situasi ini.

أَتَى الطَّاهِى بِالثَّوْمِ وَ العَسَلِ ، وَ كَانَ بَطْنُ جُحَا فَارِغًا ، فَكَانَ كُلَّمَا غَمَسَ الثَّوْمَ بِالعَسَلِ وَ تَنَاوَلَهُ وَ مَضَغَهُ يَتَأَثَّرُ مِنْ طَعْمِهِ الحِرِّيْفِ، وَ يَنْقَبِضُ وَجْهُهُ

Juru masak membawakan bawang putih dan madu. Juha yang perutnya dalam keadaan kosong, setiap kali dia mencelupkan bawang putih ke madu lalu memakan dan mengunyahnya, tampak dari rasanya pedas sampai mukanya merah melotot

نَظَرَ جُحَا إِلَى الحَاكِمِ بِعَيْنَيْنِ دَامِعَتَيْنِ. فَقَالَ لَهُ الحَاكِمُ : لِمَاذَا تَنْتَظِرْ ؟ كُلِ الطَّعَامِ الَّذِى اخْتَرَعْتَهُ هَنِيْئًا مَرِيْئًا. لِأَنَّ الإِنْسَانَ يَتَلَذَّذُ بِمَا تَجُوْدُ بِهِ قَرِيْحَتُهُ وَ يَكْتَشِفُهُ .. وَ أَخَذَ يَضْحَكُ هَا. هَا. هَا

Dalam keadaam kedua matanya berair, Juha memandang Hakim, lalu hakim berkata:” Apa yang kau tunggu ? Silahkan lanjutkan makan dengan senang dan puas. Seseorang akan merasa senang dengan bakat baik yang dimilikinya lalu dia berhasil menemukanya. Hakim mulai ketawa terbahak….

قَالَ جُحَا : يَا سَيِّدِى أَنَا صَادِقٌ فِى ادِّعَائِى عَنْ هَذَا المُكْتَشَفِ إِلَّا أَنَّ مُكْتَشَفِى كَانَ عِبَارَةً عَنْ نَظَرِيَّةٍ ، وَ لَمْ أُجَرِّبْهُ قَبْلَ الآنَ ، أَمَا وَ قَدْ جَرَّبْتُهُ فَقَدْ عَرَفْتُ أَنَّ العَمَلَ لَا يُوَافِقُ النَّظَرَ

Juha berkata:” Tuanku, aku jujur mengakui penemuan ini, namun penemuanku baru sekedar teori dan aku belum mencobanya. Adapun setelah aku coba, sekarang aku baru tahu ternyata ‘praktek tidak selalu sesuai dengan teori’.

||| Baca juga, Kisah Jenaka Juha lainya

Penulis: Syauki Hasan
Penerbit: المؤسسة العربية الحديثة بالقاهرة
Penterjemah: Anggota TMBA


Kosa-kata (مفردات)

Indonesia Arabic
Sesui وَافَقَ - يُوَافِقُ
Menemukan/Menguak اكْتَشَفَ - يَكْتَشِفُ
Membawa أَتَى - يَأتِى ب
Menjelaskan شَرَحَ - يَشْرَحُ
Membuat صَنَعَ - يَصْنَعُ
Heran/Takjub عَجِبَ - يَعْجبُ
Mencoba جَرَّبَ - يُجَرِّبُ
Membuat muntah قَيَّأَ - يُقَيِّءُ
Mengutus بَعَثَ - يَبْعَثُ
Bertanya سَأَلَ - يَسْأَلُ
Mengusulkan اقْتَرَحَ - يَقْتَرِحُ
Bertindak تَصَرَّفَ - يَتَصَرَّفُ
Mencelupkan غَمَسَ - يَغْمِسُ
Mengunyah مَضَغَ - يَمْضَغُ
Bagus جَادَ - يَجُوْدُ
Menemukan اخْتَرَعَ - يَخْتَرِعُ

Latihan

Buat kalimat dari kata berikut:

اخْتِرَاعٌ / ثَوْمٌ / تَنَاوَلَ

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Tinggalkan Komentar

Latest News

Kalam Insya’ (الكلام الإنْشِائُى) Thalabi dan Ghair Thalabi Dalam Ilmu Ma’ani

Materi ini lanjutan dari pembahasan objek ilmu ma'ani yang pertama yaitu kalam/kalimat. Pembahasan sebelumnya terkait kalam khabari, tujuan dan...

Tasybih dalam Ilmu Bayan: Pengertian, Rukun dan Jenisnya

Seperti yang kita kaji di pembahasan sebelumnya dalam Ilmu Bayan dan Tiga Obyek Pembahasannya kita mengenal tiga pokok pembahasan...

Kitab Qawa’id Asasiyyah [Nahwu Sharaf]

مؤلف : يوسف الحمادي وآخرون قسم : علم النحو والصرف العربي اللغة : العربية الصفحات : 256 عدد الملفات : 1 حجم الملفات : 10.78 ميجا بايت نوع الملفات : PDF مع أطيب التمنيات بالفائدة والمتعة, كتاب القواعد...

Hukum Menyandarkan Isim Kepada Iya (ي) Mutakalim

حكم إضافة الأسماء إلى (ياء المتكلم) قال ابن مالك آخِـــــــــرَ مَـا أُضِيفَ لِلْيَا اكْسِرْ إِذَا # لَمْ يَكُ مُعْتَلاًّ كَرَامٍ وَقَـذَى # أَوْ يَكُ كابْنَيْنِ وَزَيْدِيْنَ...

Mengenal Tanda ‘Irab Isim Lima

الأسماء الخمسة Isim Lima قال ابن مالك وَارْفَعْ بَوَاوٍ وانْصِبَنَّ بِالأَلِف # واجْرُرْ بِيَاءٍ مَا مِنَ الأسْمَا أَصِفْ # منْ ذَاكَ ذُو إنْ صُحْبَةً أَبَانَا # وَالْفَمُ...

Membersihkan Lingkungan [تنظيف البيئة]

Latihan Terjemah Indonesia - Arab via Group Whatsapp. تَنْظِيْفُ البِيْئَةِ وَ مَبَادِئُ التَّعَاوُنِ Membersihkan lingkungan dan prinsif gotong royong البِيْئَةُ النَظِيْفَةُ هِيَ البِيْئَةُ المُرِيْحَةُ لِنَعِيْشَ فِيْهَا، وَهِيَ...

More Articles Like This