Perbedaan fungsi Idza (إذا) dan Idz (إِذْ) dalam kalimat

5
(2)

Pertanyaan dari Akhy Abealbantani terkait cara membedakan fungsi idza إذا syartiyyah dan idz إِذْ dalam kalimat.

Pertanyaan pertama: Lafadz idza إذا yang menjarkan lafadz yang menjadi syarat dan menashabkan lafadz yang menjadi jawabnya, seperti

ثُمَّ إِذَا دَعَاكُمْ دَّعْوَةً مِنَ الْأَرْضِ إِذَا أَنْتُمْ تَخْرُجُوْنَ

Apa yang dimaksud menjarkan dan menashabkanya إِذَا pada kalimat di atas?

Pertanyaan kedua: Bagaimana cara penggunaan kedua huruf idza dan idz (إذا/إذْ) tersebut dalam kalimah dan berikan cara untuk membedakan fungsi keduanya ?

بسم الله الرحمن الرحيم

Jawaban pertama: Idza pada Surah Arrum Ayat 25

وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَن تَقُومَ ٱلسَّمَآءُ وَٱلْأَرْضُ بِأَمْرِهِۦ ۚ ثُمَّ إِذَا دَعَاكُمْ دَعْوَةً مِّنَ ٱلْأَرْضِ إِذَآ أَنتُمْ تَخْرُجُونَ. الروم ٢٥

Terjemah Arti: Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan iradat-Nya. Kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu (juga) kamu keluar (dari kubur). Tafsirweb

Lafadz idza (إِذَا) pada إِذَا دَعَاكُمْ adalah dzharaf zaman yang termasuk perangkat syarat jawab tidak menjazemkan yang disebut dengan istilah “idza dzharfiyyah syartiyyah ghair jazimah”. Secara kalimat (إِذَا دَعَاكُمْ) ia sedang berada di posisi manshub sebab ma’tuf kepada jumlah sebelumnya, dan secara satuan (إذا) menjadi mudhaf ilaih sebab dia mesti idhafat kepada kalimat setelahnya yaitu دَعَاكُمْ. Artinya kalimat دَعَاكُمْ sedang berada di posisi majrur sebagai mudhaf ilaih dari idza (إِذَا)

Lafadz دَعْوَةً sudah jelas manshub sebab sebagai maf’ul mutlaq. Begitu juga dengan مِّنَ الْأَرْضِ sebagai jar dan majrur.

Selanjutnya إِذَا pada kalimat إِذَا أَنتُمْ تَخْرُجُونَ ini namanya idza fajaiyyah yang hanya masuk pada susunan jumlah ismiyyah dan tidak termasuk perangkat syarat jawab.

Di atas disebutkan bahwa إِذَا pertama adalah termasuk perangkat syarat jawab. Lalu mana syaratnya dan mana jawabnya ? Syaratnya yaitu kalimat دَعَاكُمْ yang berada pada posisi majrur sebab idhafat. Kemudian jawab syaratnya adalah kalimat إِذَا أَنتُمْ تَخْرُجُونَ yang terdiri dari idza fajaiyah+ mubtada + khabar yang secara kalimat keseluruhan tidak memiliki mahal ‘irab. Artinya tidak ada kata satuan (mufrad) yang sedang ditempati oleh kalimat إِذَا أَنتُمْ تَخْرُجُونَ tersebut. Perhatikan contoh sederhana:

إِذاَ جاءَ خَالدٌ فَسَلِّمْ عَليهِ

Tatkala khalid datang, sampaikan salamku untuknya.

إِذَا وصلتَ إلى المدرسةِ فَسَلِّمْ على الأستاذ

Tatkala kau sampai ke sekolah, sampaikan salamku untuk ustadz Idza pada kedua contoh di atas, keduanya adalah إِذاَ dzharfiyah syartiyyah ghair jazimah (tidak membuah jazm). Lalu kenapa kalimat فَسَلِّمْ majzum ? bukankah sebagai jawab syarat dari idza, sementara idza tidak menjazemkan dua fi’il.

Jawab: kalimat فَسَلِّمْ jazm bukan disebabkan oleh idza, melainkan majzum sebab dalam bentuk fi’il amr. Lalu bagaimana irab kedua إذا pada contoh di atas ? irabnya sama seperti contoh Al-Qur’an di atas.

Perhatikan contoh perangkat syarat yang menjazemkan 2 fi’il seperti إنْ untuk bahan perbandingan dengan idza إذا syartiyyah

إنْ تَجْتَهِدْ تَنْجَحْ

Jika kau rajin, kau akan lulus Kedua fi’il jawab syarat di atas keduanya majzum. Itu yg dimaksud menjazmkan dua fi’il (menjazemkan syarat dan jawab). Lihat kembali pada materi uslub syarat

Jawaban kedua: Sebelum menggunakan idza dan idz ( إذا / إذ ) dalam kalimat, kita perlu mengetahui jenisnya terlebih dahulu. Lafadz إذا ada dua macam yaitu dzharfiyyah dan fazaiyyah. Idza dzharfiyyah sendiri memiliki dua jenis yaitu dzharfiyyah syartiyyah dan dzharfiyyah ghair syartiyyah

a). Idza dzharfiyyah syartiyyah masuk pada kalimat fi’liyyah dan ismiyyah yang di dalamnya harus terdapat kalimat jawab dan syarat.

إِذاَ جاءَ خَالدٌ فَسَلِّمْ عَليهِ

Contoh irabnya:

إِذَا : ظرف لما يستقبل من الزمان مبني في محل نصب على الظرفية الزمانية (مفعول فيه) و هو مضاف، و الجملة الفعلية (جاءَ خَالدٌ) جملة الشرط غير الجازم في محل جر مضاف إليه للظرف (إِذَا)، و الجملة الفعلية (فَسَلِّمْ عَليهِ) جملة جواب الشرط غير الجازم لا محل لها من الإعراب.

b). Idza dzharfiyyah ghair syartiyyah masuk pada kalimat fi’liyyah dan tidak memerlukan jawab syarat

والنجم إذا هوى

Demi bintang ketika terbenam Contoh irabnya:

إِذَا : ظرف لما يستقبل من الزمان مبني في محل نصب على الظرفية الزمانية (مفعول فيه) و هو مضاف، و الجملة الفعلية (هوى) في محل جر مضاف إليه للظرف (إِذَا).

c). Idza fajaiyyah khusus masuk pada kalimat ismiyyah dan tidak berfungsi merubah apapun dan juga tidak memiliki mahal ‘irab

خَرَجَ خالدٌ من بيتهِ فإذا حَيَّةٌ أَمَامَهُ

Khalid keluar dari rumah, tiba-tiba ular berada di hadapanya. Contoh irabnya:

إِذَا : حرف مفاجأة مبني لا محل له من الإعراب

Perlu diketahui juga bahwa dari segi zaman (waktu) antara إذا syartiyyah dan fazaiyyah berbeda. Syartiyyah untuk zaman mustaqbal dan fazaiyyah untuk zaman sekarang. Artinya, susunan kalimat yang di masuki إذا syartiyyah bermakna yang akan datang meskipun bentuk kalimatnya terdiri dari fi’il madhi yng memiliki zaman lampau. Contoh:

إِذاَ جاءَ خَالدٌ فَسَلِّمْ عَليهِ

Menyuruh salam kepada kholid ketika dia datang. Artinya kholid belum datang. Itulah fungsi dari makna idza syartiyah.

Bagaimana dengan إِذْ

1. Idz dzharaf mengandung makna lampau, sekarang dan akan datang. Tidak termasuk syartiyyah seperti إذا Dalam penggunaanya sebagai dzharaf, idz dzharaf bisa masuk pada jumlah fi’iliyyah dan ismiyyah tanpa menjadikan jumlah setelahnya sebagai jawab syarat. Namun, secara posisi ‘irab untuk kalimat setelah sama berada pada posisi majrur sebagai mudhaf ilah.

  • Contoh idz dzharaf masuk pada kalimat fi’liyyah bermakna lampau.

إِذْ أخرجه الذين كفروا. التوبة ٤٠

إِذْ : ظرف لما مضى من الزمان مبني على السكون الظاهر في آخره في محل نصب مفعول فيه، و هو مضاف، و الجملة الفعلية (أخرجه) في محل جر مضاف إليه للظرف (إِذْ)
  • Contoh idz dzharaf masuk pada kalimat ismiyyah bermakna mustaqbal dan sedang berada pada posisi manshub sebagai maf’ul fih.

فسوف يعلمون إِذِ الْأَغْلَالُ فِي أَعْنَاقِهِمْ وَالسَّلَاسِلُ يُسْحَبُونَ. غافر ٧١

إِذِ : ظرف لما يستقبل من الزمان مبني على السكون الظاهر في آخره و حرك بالكسر لالتقاء الساكنين في محل نصب مفعول فيه، و هو مضاف، و الجملة الاسمية (الأغلال في أعناقهم) في محل جر مضاف إليه للظرف
  • Contoh idz dzharaf masuk pada kalimat ismiyyah bermakna mustaqbal dan sedang berada pada posisi manshub sebagai maf’ul fih.

وَاذْكُرُوا إِذْ كُنتُمْ قَلِيلً. الأعراف ٨٦

إِذْ : ظرف لما مضى من الزمان مبني على السكون الظاهر في آخره و حرك بالكسر لالتقاء الساكنين في محل نصب مفعول فيه كُنْتُمْ قَلِيلًا : كان واسمها وخبرها والجملة في محل جر بالإضافة
  • Contoh idz dzharaf masuk pada kalimat fi’liyyah bermakna lampau dan sedang berada pada posisi majrur sebagai mudhaf ilaih.

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّاب. العمرن ٨

بعد : ظرف زمان منصوب إذ : اسم ظرفيّ مبنيّ على السكون في محلّ جرّ مضاف إليه وهو بمعنى وقت

2. Idz fajaiyyah /mufajaah (tiba-tiba) Idz fajaiyyah pada umumnya terletak setelah kata بَيْنَا atau بينمَا

بينما نحن جلوس عند رسول الله صلى الله عليه و سلم ذات يوم إِذْ طلع علينا رجل شديد بياض الثياب

Tatkala kita duduk di dekat Rasululah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tiba-tiba muncul kepada kami seorang lelaki mengenakan pakaian yang sangat putih Sama seperti إذا fajaiyyah, untuk إذْ fajaiyyah juga tidak memiliki mahal ‘irab

إِذْ : حرف مفاجأة مبني على السكون الظاهر في آخره لا محل له من الإعراب

Untuk lebih detail perbedaanya keduanya lihat pada materi Maf’ul Fih Wallahu’alam.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 2

No votes so far! Be the first to rate this post.

Kesesuaian Fi’il dan Fa’il Berdasarkan Mudzakkar dan Muannats

Pertanyaan dari Akhy Dadan (Bandung). Assalamu'alaikum. Semoga Antum diberikan kesehatan lahir dan batin. Mohon bertanya terkait kesesuaian fi'il dan fa'il berdasarkan mudzakkar dan muannats...

8 Objek Pembahasan Ilmu Ma’ani (Balaghah)

Sebelum membahas ke delapan objek kajian ilmu ma'ani, kita perlu mengetahui terlebih dahulu arti, sejarah dan tujuan dari pada ilmu ma'ani dalam ilmu balaghah.Definisi...

Jalan Menuju Sukses (Bahasa Arab)

سَبِيْلُ النَجَاحِمَعَ إِشْرَاقَةِ الشَّمْسِ، نَنْدَفِعُ إلَى أَعْمَالِنَا اليَوْمِيَّةِ، فالمُوَظَّفِ إِلَى مَكْتَبِهِ، وَالتَّاجِرُ إِلَى مَتْجَرِهِ، وَالعَامِلُ إِلَى مَحَلِّ عَمَلِهِ، وَالطَالِبُ إِلَى مَدْرَسَتِهِ، والفَلاّحُ إِلَى مَزْرَعَتِهِ.Seiring...

Kitab Sina’atul ‘Irab [Syekh Utsman Ibnu Jinny]

عنوان الكتاب: سر صناعة الإعراب  المؤلف: عثمان بن جني أبو الفتح  المحقق: حسن هنداوي  حالة الفهرسة: غير مفهرس  عدد المجلدات: 1 الناشر : دار القلماسمهمؤلف كتاب (سر صناعة الإعراب)...

Juha dan Clotehan Orang-Orang

جُحَا وَكَلاَمُ النَّاسِJuha dan Clotehan Orangقَالَ جُحَا لِابْنِهِ : هٰذَا يَوْمٌ جَمِيْلٌ يَا أَمِيْرُ، فَالشَّمْسُ مُشْرِقَةٌ وَالسَّمَاءُ صَافِيَةٌ، وَلِذَا فَإِنِّي سَأَذْهَبُ إِلى سُوْقِ القَرْيَةِ...

Juha Mengetahui Jalan

جُحَا يَعْرِفُ الطَّرِيْقَJuha mengetahui Jalanاحْتَاجَتْ زَوْجَةُ جُحَا إلى بَعْضِ الحَطَبِ لِكَى تُوْقِدَ نارًا تَطْهُو عَلَيْهَا الطَّعَامُ. فَذَهَبَ جُحَا لِيَحْتَطِبَ مِنْ مَكَانٍ تَكْثُرُ بِهِ الأَشْجَارُIstri...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

I’rab kalimat (ربا،دينا، نبيا)Pada Bacaan Dzikir Pagi/Petang

Pertanyaan dari Ukhty Nur Hasanah terkait i'rab kalimat pada bacaan dzikir Pagi/PetangBagaimanakah i'rab kalimat رَبًّا, دِيْنًا,نَبِيًّا pada bacaan dzikir...

Hal dan Amilnya Dalam Surah Maryam 29

Pertanyaan dari Ukhty Nur (Malaysia) terkait hal dan na'at.Pertanyaan pertama: Apakah kata مختلف pada Surah Fatir Ayat 27 adalah...