Pengertian Kalam Dalam Kitab (تيسير قواعد النحو وألفية ابن مالك)

Must Read

Macam-Macam Maa (ما), fungsi dan ‘Irabnya

Ada berapa banyak jumlah Maa (ما) dalam bahasa arab dan bagaimana cara penggunaanya dalam kalimat ?. Kira-kira seperti itu...

Mengenal Uslub Qasam (أُسْلُوْبُ القَسَمِ)

Materi uslub qasam (sumpah) yang akan kita bahas meliputi pengertian uslub qasam secara bahasa, istilah, rukun, jumlah (kalimat) qasam,...

Bahasa Arab Mudah atau Sulit?

Bahasa Arab Mudah atau Sulit?  Perkembangan bahasa arab sudah berlangsung lama, bahkan jauh sebelum masehi. Abbas al-Aqqad seperti dikutip...
TMBAhttps://bahasa-arab.com/
Belajar Bahasa Arab tidak semudah membalikan telapak tangan, butuh keseriusan dan istiqomah. Namun tidak ada kata terlambat jika kita ingin ingin mempelajarinya.

4.7
(43)

بسم الله الرحمن الرحيم

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

أيُّها الأصدقاء و الأحبة في الله، إن شاء اللّه نحن سنبدأ درس هذا الكتاب الذي ألفه الشيخ مصطفى محمود الأزهرى، اسم الكتاب هو تيسير قواعد النحو للمبتدءين، نحن سندرس معا، ربّنا يسهّل أمورنا جميعا

في الصفحة الثالثة والرابعة بدأ المؤلف في تأليفه بالموضوع عن تعريف الكلام وتوضيحه ما هو المراد با الكلام

Pengertian Kalam dalam Kitab TaisirulQawa’idi Nahwi & Alfiyah Ibnu Malik (Abū Fāris Daḥdāḥ)

Pengertian Kalam Dalam Kitab Taisir

اَلْكَلَامُ : هو اَللَّفْظُ اَلْمُرَكَّبُ المُفيدُ بِالْوَضْعِ العربيِّ والقَصْدِ فائِدَةً يَحْسُنُ السُّكُوتُ عَلَيها

Perhatikan dalam definisi di atas terdapat 4 empat kriteria dalam membangun suatu kalam yaitu

  • Kriteria pertama:

أن يكونَ لفظاً

Lafadz اَللَّفْظُ (Ucapan) adalah:

الصَّوْت المُشْتَمِلُ على بَعْضِ الحُرُوفِ الهِجَائيةِ مثل عمر

Suatu kalimat harus terangkai dari bagian-bagian huruf hijaiyyah baik secara haqiqi atau nampak seperti kalimat عمر (ع – م – ر). Ataupun tidak nampak seperti dhomir mustatir, baik menunjukan suatu makna atau tidak.

Maka dari sini, Ahli Nahwu berpendafat bahwa: “Bentuk tulisan dan isyarat bukan merupakan suatu kreteria dalam terbentuknya suatu kalam karna tidak diucapan.

  • Kriteria kedua:

أن يكونَ مركَّبا

Murakkab مُرَكَّبٌ (Tersusun)

مَا تَرَكَّبَ مِنْ كَلِمَتَيْنِ فــاكْثَرَ

Suatu kalimat harus tersusun dari pada dua kata atau lebih seperti اسْتَقِمْ (Kata kerja perintah)

Kalimat اسْتَقِمْ adalah Murakkab yang tersusun dari 2 kata ( Perintah dan kamu)

اسْتَقِمْ + أنت

  • Kriteria ketiga:

أن يكونَ مفيداً

Mufiid مُفِيْدٌ ( Berfaidah)

ما أَفَادَ فائِدَةً تَامَّةً لا يتشوف السَّامِعُ معها إلى شيءٍ بِحَيثُ يَحْسُنُ السُّكُوتُ مِن المُتَكَلِّمِ وَ السَّامِعِ عَلَيها

Sesuatu yang memberikan faidah sempurna yaitu sekiranya pendengar tidak memberikan tanggapan. Artinya Mutakallim (Pembicara) dan mukhattab (pendengar) akan diam dan mengerti atas kalimat yang diucapkan.

  • Kriteria empat:

أن يكونَ موضوعاً بالوضْعِ العربيِّ والقصدِ

Makna yang ditetapkan orang arab dan dimaksud. Artinya suatu makna yang dimaksud dan ditetapkan oleh orang Arab (Mutakkalim). Dimana Lafadz tersebut memberikan suatu pengertian sempurna sehingga pendengar memahami maksud dari objek pembicaraan.

Perhatikan Contoh berikut:

الدينُ المعاملةُ

Agama adalah mu’amalah

Susunan di atas sudah memenuhi keempat kriteria, ” Lafadz, murakkab, Mufiid dan kandungan makna yang disampaikan pembicara”

Jika seorang pembicara hanya mengucapkan kalimat الدينُ , tentunya lawan bicara (pendengar) tidak akan memahami maksudnya. Namun ketika sudah ditambahkan kalimat المعاملةُ, maka akan melahirkan suatu makna yang bisa dimengerti dari kedua belah pihak.

Baca juga: Isim dan Pembagianya

Pengertian Kalam Dalam Kitab AlFiyah

Syarah Alfiyah Ibnu Malik; Abū Fāris Daḥdāḥ.

كَلاَمُــنَا لَفْــظٌ مُفِيْدٌ كَاسْــتَقِمْ # وَاسْمٌ وَفِعْلٌ ثُمَّ حَرْفٌ الْكَلِمْ

Dalam bait ke#7 ini menjelaskan pengertian Kalam menurut perspektif Ilmu Nahwu yaitu suatu lafadz yang memberikan suatu faidah seperti lafadz اسْــتَقِمْ (Fi’il Amr + أنت).

Perhatikan ‘Struktur Bagan kalam di atas yang menjelaskan bahwa Kalam terangkai dari dua komponen berbeda yaitu:

  • Al’Umdah (العُمْدَة)

ما لايستقيم الكلام بغيره إِذا حُذفَ ، وهي خِلاف الفضلة

Kalam tidak akan terbentuk jika salah satu dari Musnad atau Musnad Ilai dibuang. Artinya jika Mubtada harus ada Khobarnya dan Jika Fi’il harus ada Fa’ilnya. Contoh:

يَعْلَمُ اللّهُ

  • Fi’il Mudhori’ يَعْلَمُ (Musnad)
  • Lafadz Jalaalah اللّهُ (Fa’il/Musnad Ilaih).

Susunan kalam seperti ini disebut dengan (عُمْدَةُ الجُمْلَةِ)

  • Alfadhlah ( الفَضْلَةُ)

ما يستقيم الكلام بغيره إِذا حُذفَ

Suatu Kalam ( عُمْدَةُ الجُمْلَةِ) tetap berdiri sendiri meski tanpa Fadhlah Jumlah ( فضلة الجُمْلَةِ), baik dari kelompok Manshubat seperti maf’ul bih, maf’ul fih, Tamyiz, Hal, Mustastna dan lainya, atau dari jenis Majruraat seperti Jar Majrur, Idhafat, Taabi’ Majrur ”Athaf, Na’at, Taukid  dan Tawaabi’

Contoh:

هم فيها خالدون

Mereka kekal berada didalamnya

هم خالدون فيها

Disebut dengan عُمْدَةُ الجُمْلَةِ karena di dalamnya terdapat Musnad dan Musnad Ilaih (Mubtada dan Khobar)

Disebut dengan فضلة الجُمْلَةِ karena di dalamnya terdapat kelompok Majruraat (Huruf Jar dan Majrur).

Jadi dalam susunan di atas meski tidak terdapat lafadz فيها, akan tetap disebut dengan Kalam, karena فضلة الجُمْلَةِ hanyalah sebagai pelengkap makna.

Adapun jika dalam suatu susunan terdapat lebih dari 2 komponen, misalkan (Fi’il, Fa’il, Maful Bih, Na’at, Haal dan lainya), maka kalimat tersebut dinamakan dengan Jumlah, Paragraf, Alinea dan Nash.

Semoga bermanfaat

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 4.7 / 5. Vote count: 43

No votes so far! Be the first to rate this post.

Tinggalkan Komentar

Latest News

Macam-Macam Maa (ما), fungsi dan ‘Irabnya

Ada berapa banyak jumlah Maa (ما) dalam bahasa arab dan bagaimana cara penggunaanya dalam kalimat ?. Kira-kira seperti itu...

Mengenal Uslub Qasam (أُسْلُوْبُ القَسَمِ)

Materi uslub qasam (sumpah) yang akan kita bahas meliputi pengertian uslub qasam secara bahasa, istilah, rukun, jumlah (kalimat) qasam,...

6 Etika Penting Dalam Islam [Hiwar Bahasa Arab]

Dialog halaman 131 dan 138. مِنْ الآدَابِ الإِسْلاَمِيَّةِ Etika Islami غَابَ إِبْرَاهِيْمُ وَلَمْ يَحْضُرْ الدَّرْسَ الأَمْسِ لِأَنَّهُ كَانَ مَرِيْضًا، فَعَادَهُ يُوْسُفُ صَدِيْقُهُ لِيَطْمَئِنَّ عَلى صِحَّتِهِ، فَسَأَلَهُ إِبْرَاهِيْمُ...

Berburu Beasiswa Arab [Terjemah]

Sambungan latihan terjemah "Aku mencari beasiswa Bahasa Arab Bagian1 تدريب الترجمة من اللغة الاندونيسية إلى اللغة العربية Pertemuan ke#5 Text: Dengan menyebut nama Allah, aku pasrah kepada-Nya, tiada...

‘Irab dan Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 1-10

بسم الله الرحمن الرحيم سُورة البقرة مدنية وآياتها مائتان وست وثمانون وهي أول سورة نزلت بالمدينة Nama Lain Surah Al-Baqarah Surah Al-Baqarah (سورة البقرة) yang memiliki pengertian 'Sapi...

Percakapan bahasa arab tentang adil (العدل)

Transkrip percakapan video ke#5 berjudul (العدل) adil. Pemeran ada 4 orang yaitu: Ayah, Ibu, Nenek, Nurah dan Fawwaz. Menceritakan tentang pemberian coklat dari Nenek kepada...

More Articles Like This