Pembagian Kata Kerja Fi’il Tsulasi & Ruba’i (Mujarad & Maziid)

Must Read

Tasybih dalam Ilmu Bayan: Pengertian, Rukun dan Jenisnya

Seperti yang kita kaji di pembahasan sebelumnya dalam Ilmu Bayan dan Tiga Obyek Pembahasannya kita mengenal tiga pokok pembahasan...

Ilmu Bayan dan Tiga Obyek Pembahasannya

Sebelumnya kita telah mengetahui bahwa ada tiga pembahsan utama dalam Ilmu Balaghah. Yaitu; Ilmu Ma’ani, Bayan dan Ba’di. Tulisan...

Definisi Kalam Khabari (الكلام الخبري) Fungsi dan Tujuanya

Objek pembahasan pertama ilmu ma'ani yaitu ahwal isnad al-khabari (أحوال الإسناد الخبري) yaitu berkaitan dengan suatu kalimat khabari (berita/informasi)....
TMBAhttps://bahasa-arab.com/
Belajar Bahasa Arab tidak semudah membalikan telapak tangan, butuh keseriusan dan istiqomah. Namun tidak ada kata terlambat jika kita ingin ingin mempelajarinya.

4.8
(144)

Mengetahui bentuk dasar dari kata kerja fi’il sangat penting karena akan menentukan dalam pemberian harokat sesuai kaidah sharaf yang berlaku dan juga berpengaruh pada perubahan arti setiap kata.

Misalkan, kata kerja ضَرَبَ (fi’il madhi) berwazan فَعَلَ yang mudhari’nya berwazan يَفْعِلُ . Apabila kebetulan kita tidak mengetahui perubahan bentuk kata kerja mudhari’nya yaitu يَفْعِلُ , kita akan bingung ketika berubah kata tersebut kedalam bentuk fi’il ‘amr (kata kerja perintah). Apakah اِضْرِبْ, atau اُضْرُبْ, atau اَضْرَبْ

Artinya, mengetahui bentuk dasar fi’il dan juga wazan-wazanya sangat penting kita pelajari.

Sebelumny lihat juga : Pembagian Fi’il sesuai waktu/peristiwa

Pembagian Fi’il sesuai jumlah huruf

Fi’il sesuai jumlah hurufnya dibagi menjadi 2 kelompok yaitu Tsulasi dan Ruba’i. Dari dua kelompok ini ada yang mujarrad dan maajid. Berikut rincianya.

1. Fi’il Tsulasi Mujarrad ( الثلاثي المجرّد )

ما كان كل حروفه أصلية و يكون ثلاثيا

Fi’il Tsulasi Mujarrad yaitu fi’il yang memiliki tiga huruf asli ( tanpa tambahan)

Fi’il-fi’il yang tergolong Tsulasi Mujarrad memiliki enam wazan (timbangan), berikut wazan dan contohnya:

Arti Mauzun Wazan
Membuka فَتَحَ – يَفْتَحُ فَعَلَ – يَفْعَلُ
Menolong نَصَرَ – يَنْصُرُ فَعَلَ – يَفْعُلُ
Memukul ضَرَبَ – يَضْرِبُ فَعَلَ – يَفْعِلُ
Mengetahui عَلِمَ – يَعْلَمُ فَعِلَ – يَفْعَلُ
Menghitung حَسِبَ – يَحْسِبُ فَعِلَ – يَفْعِلُ
Mulya كَرُمَ – يَكْرُمُ فَعُلَ – يَفْعُلُ

2. Tsulasi Majiid (الثلاثي المزيد)

فالثلاثي يزاد فيه حرف أو حرفان أو ثلاثة

Fi’il Tsulasi Majiid yaitu Fi’il yang memiliki huruf tambahan dari jumlah huruf aslinya. Penambahan huruf ini bisa dengan satu, dua dan tiga huruf.

Huruf-huruf tambahan ini berfungsi untuk merubah arti sehingga melahirkan makna baru. Seperti halnya dalam bahasa Indonesia, apabila bentuknya berubah, otomatis penggunaan dan artinya ikut berubah. Misalkan, makan ditambah awalan ‘me’ dan akhiran ‘an’ menjadi ‘memakan‘.

a. Fi’il Tsulasi Maziid dengan penambahan satu huruf

Berikut wazan-wazanya:

Arti Mauzun Wazan
Memulyakan أكْرَمَ – يُكْرِم أفْعَل – يُفْعِلُ
Memulyakan كَرَّمَ – يُكَرِّمُ فَعَّلَ – يُفَعِّلُ
Saling membunuh قَاتَلَ – يُقَاتِلُ فَاعَلَ – يُفَاعِلُ

Keterangan:

Wazan1. Dengan penambahan hamzah di depan Kata kerja madhi. Contoh bentuk awalnya (mulya كَرُمَ – يَكْرُمُ ) menjadi ( memulyakan ُأكْرَمَ – يُكْرِم) dengan wazan أفْعَل – يُفْعِلُ

Wazan2. Dengan penggandaan huruf tengah ( عين الفعل). Contoh bentuk awalnya (mulya كَرُمَ – يَكْرُمُ ) menjadi ( memulyakan كَرَّمَ – يُكَرِّمُ ) dengan wazan فَعَّلَ – يُفَعِّلُ

Wazan3. Dengan penambahan Alif setelah huruf pertama (بعد فاء فعل ). Contoh bentuk awalnya (membunuh قَتَلَ – يَقْتُلُ ) menjadi ( saling membunuh ( قَاتَلَ – يُقَاتِلُ ) dengan wazan فَاعَلَ – يُفَاعِلُ

b. Fi’il Tsulasi Maziid dengan penambahan dua huruf

Berikut wazan-wazanya:

Arti Mauzun Wazan
Terpecah/Menjadi pecah اِنْكَسَرَ – يَنْكَسِرُ انْفَعَل – يَنْفَعِلُ
Terkumpul/Berkumpul اجْتَمَعَ – يَجْتَمِعُ افْتَعَل – يَفْتَعِلُ
Memerah احْمَرَّ – يَحْمَرُّ افْعَلَّ – يَفْعَلُّ
Belajar تَعَلَّمَ – يَتَعَلَّم تفعَّلَ – يَتَفَعَّلُ
Pura-pura bodoh تَجَاهَلَ – يَتَجَاهَلُ تَفَاعَلَ – يَتَفَاعَلُ

Keterangan:

Wazan1. Dengan penambahan huruf ( ا & ن ) di depan kata kerja. Contoh bentuk awalnya (pecah كَسَرَ – يَكْسِرُ ) menjadi (terpecah اِنْكَسَرَ – يَنْكَسِرُ ) dengan wazan انْفَعَل – يَنْفَعِلُ

Wazan2. Dengan penambahan huruf( ا) diawal kata kerja madhi dan penambahan huruf (ت) setelah فاء الفعل .Contoh bentuk awalnya (berkumpul جَمَعَ – يَجْمَعُ ) menjadi ( terkumpul اجْتَمَعَ – يَجْتَمِعُ ) dengan wazan افْتَعَل – يَفْتَعِلُ

Wazan3. Dengan penambahan huruf ( ا) diawal kata kerja madhi dan penggandaan huruf akhir (لام الفعل lam fi’il ) dengan wazan افْعَلَّ _- يَفْعَلُّ biasanya digunakan untuk kata yang berhubungan dengan warna seperti (memerah احْمَرَّ – يَحْمَرُّ )

Wazan4. Dengan penambahan huruf (ت) diawal kata kerja madhi dan penggandaan huruf tengah (عين الفعل ). Contoh bentuk awalnya  عَلِمَ – يَعْلَمُ menjadi تَعَلَّمَ – يَتَعَلَّم dengan wazan تفعَّلَ – يَتَفَعَّلُ

Wazan5. Dengan penambahan huruf (ت) diawal kata kerja madhi dan penambahan huruf (ا) setelah فاء الفعل . Contoh bentuk awalnya (Bodoh جَهِلَ – يَجْهَلُ ) menjadi ( pura2 bodoh تَجَاهَلَ – يَتَجَاهَلُ ) dengan wazan تَفَاعَلَ – يَتَفَاعَلُ

c. Fi’il Tsulasi Maziid dengan penambahan tiga huruf

Berikut wazan-wazanya:

Arti Mauzun Wazan
Meminta ampunan اسْتَغْفَرَ - يَسْتَغْفِرُ اسْتَفْعَلَ - يَسْتَفْعِلُ
Tumbuh rerumputan اعْشَوْشَبَ - يَعْشَوْشِبُ افْعَوْعَلَ - يَفْعَوْعِل
Melaju kencang اجْلَوَّذَ - يَجْلَوِّذُ افْعَوَّل - يَفْعَوِّلُ
Memerah احْمَارَّ - يَحْمَارُّ افعالَّ - يَفْعَالُّ

Keterangan:

Wazan1. Dengan penambahan huruf ( ا-س-ت ) diawal kata kerja madhi. Contoh bentuk awalnya ( mengampuni غَفَرَ – يَغْفِرُ ) menjadi ( meminta ampunan اسْتَغْفَرَ – يَسْتَغْفِرُ ) dengan wazan اسْتَفْعَلَ – يَسْتَفْعِلُ

Wazan2. Wazan افْعَوْعَلَ – يَفْعَوْعِل
Contoh : اعشوشب المكانُ tempat ini sudah tumbuh rerumputan banyak( tumbuh dengan cepat)

Wazan3. Wazan افْعَوَّل – يَفْعَوِّلُ
contoh اجلوّذت السيارة (Mobil ini sudah melaju sengat kencang sekali)

Wazan4. Wazan افعالَّ – يَفْعَالُّ contoh ُاحمارّ الوجه (Wajah ini memerah sekali)

3. Fi’il Ruba’i Mujarrad (الرباعي المجرد)

ما كان كل حروفه أصلية و يكون رباعيا

Fi’il Ruba’i Mujarrad yaitu fi’il yang memiliki empat huruf asli ( tanpa tambahan)

Fi’il Ruba’i Mujarrad hanya memiliki satu wazan, berikut wazan dan contohnya

Arti Mauzun Wazan
Menggelinding دَحْرَجَ – يُدَحْرِجُ فَعْلَلَ – يُفَعْلِلُ

4. Fi’il Ruba’i Majiid (الرباعي المزيد)

فالرباعي يزاد فيه حرف أو حرفان

Fi’il Ruba’i Majiid yaitu Fi’il yang memiliki huruf tambahan dari jumlah huruf aslinya. Penambahan huruf ini bisa dengan satu dan dua huruf.

a. Fi’il Ruba’i Maziid dengan penambahan satu huruf

Fi’il Ruba’i Majiid dengan penambahan satu huruf hanya memiliki satu wazan, berikut wazan dan contohnya

Arti Mauzun Wazan
Menjadi terguling تَدَخْرَجَ - يَتَدَخْرَجُ تَفَعْلَلَ - يَتَفَعْلَلُ

b. Fi’il Ruba’i Maziid dengan penambahan dua huruf

Fi’il Ruba’i Majiid dengan penambahan dua huruf memiliki dua wazan, berikut wazan dan contohnya

Arti Mauzun Wazan
Menjadi tenang اِطْمَأَنَّ - يَطْمَئِنُّ اِفْعَلَلَّ - يَفْعَلِلُّ
Menjadi berpisah اِفْرَنْقَعَ - يَفْرَنْقِعُ اِفْعَنْلَلَ - يَفْعَنْلِلُ

Catatan: 

Bagi yang masih bingun dengan istilah Fa’ Fi’il, ‘Ain Fi’il dan Lam Fi’il. Perhatikan contoh berikut:

 ضَرَبَ- فَعَلَ

  • Huruf ض posisinya sama seperti huruf ف berada diurutan pertama sesuai wazanya. Maka disebut dengan Fa’ Fi’il
  • Huruf ر posisinya sama seperti huruf ع berada diurutan kedua sesui wazanya. Maka disebut dengan ‘Ain Fi’il
  • Huruf ب posisinya sama seperti huruf ل berada diurutan ketiga sesuai wazanya. Maka disebut dengan Lam Fi’il

Demikian pembagian Fi’il sesuai jumlah hurufnya (Tsulasi dan Ruba’i baik mujarrad maupin majiid).

Latihan:

اُذْكُرْ مَاضِي الأَفْعَالِ المُضَارِعَةِ الآَتِيَةِ وَ اكْتُبْ فِي الجُمَلِ المُفِيْدَةِ

Sebutkan bentuk Fi’il Madhi (Lampau)dari Fi’il Mudhari’ berikut dan tulislah dalam bentuk susunan kalimat

يتعَب ….
يسعْىَ ….
يسْأم ….
يرْضَى ….

Soal 2: السُؤَالُ الثَانِي

اكْتُبْ مُضَارِعَ كُلِّ فِعْلٍ مِمَّا يَأْتِي، وَاذْكُرْ وَزْنَهُ، وَوَضِّعْ كُلَّ مُضَارِعٍ فِي الجُمَلِ المُفِيْدَةِ

Tulislah bentuk kata kerja mudhari’ dari kata kerja madhi berikut dan sebutkan wazanya, kemudian susun dalam kalimat.

نَشِطَ ….
سَلِمَ ….
نَزَلَ ….

Soal 3 ُالسُؤَالُ الثَالِث

انْظُرْ وَاقْرَأْ هَذِهِ الأَيَةَ الكَرِيْمَةَ

Lihat dan baca ayat Al Quran berikut

ولَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَى، ألم يجِدْكَ يَتيماً فآوى، وَوَجَدكَ ضَالاً فَهَدى، وَوَجَدَكَ عَائِلاَ فأَغنى، فآمَّا اليَتِيْمَ فَلاَ تَقهَر، وأمَّا السَّائِلَ فَلاَ تنهرْ، وأمَّا بنِعْمةِ ربِّكَ فحَدِثْ

من هَذِهِ الأَيَةِ، عَيِّن الأَفْعَالَ الثُلاَثِيَةَ المُجَرَّدَةَ، وَاذْكُرْ مُضَارِعَهَا وَوَزْنِهَا

Dari ayat ini, tentukan fi’il tsulasi mujarrad dan sebutkan fi’il mudhari’nya berikut wazanya.

واللَّه في عونكم و مع تحياتي لكم بالتوفيق

________
TMA Arabic Language For Education

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 4.8 / 5. Vote count: 144

No votes so far! Be the first to rate this post.

1 COMMENT

Tinggalkan Komentar

Latest News

Tasybih dalam Ilmu Bayan: Pengertian, Rukun dan Jenisnya

Seperti yang kita kaji di pembahasan sebelumnya dalam Ilmu Bayan dan Tiga Obyek Pembahasannya kita mengenal tiga pokok pembahasan...

Ilmu Bayan dan Tiga Obyek Pembahasannya

Sebelumnya kita telah mengetahui bahwa ada tiga pembahsan utama dalam Ilmu Balaghah. Yaitu; Ilmu Ma’ani, Bayan dan Ba’di. Tulisan...

Pembahasan Tentang Isim (الاسم), definisi dan pembagianya

بسم الله الرحمن الرحيم Untuk Tanda Isim sudah dibahas pada materi 5 Tanda Isim Dalam Kitab Alfiyah Ibnu Malik I. Definisi Isim هو الذى يدل على انسان,...

Juha yang gila

جُحَا المَجْنُوْنُ Juha yang gila التَقَى يَوْمًا جُحَا مَعَ صَدِيْقٍ لَهُ فِى أَثْنَاءَ تَجْوَالِهِ فِى سُوْقِ البَلْدَةِ ، فَدَعَاهُ جُحَا إِلَى الحُضُوْرِ وَتَنَاوُلِ الغَدَاءِ فَقَبِلَ الصَّدِيْقُ...

8 Objek Pembahasan Ilmu Ma’ani (Balaghah)

Sebelum membahas ke delapan objek kajian ilmu ma'ani, kita perlu mengetahui terlebih dahulu arti, sejarah dan tujuan dari pada ilmu ma'ani dalam ilmu balaghah. Definisi...

Sighat Mubalaghah (صيغة المبالغة)

Sighat Mubalaghah (صيغة المبالغة) 1. Definisi هي اسم تشتق من الفعل الثلاثي غالبًا و من الرباعي أحيانًا ، للدلالة على كثرة حدوث الشيء وهي صيغة بمعنى...

More Articles Like This