Pembagian Kata Kerja Fi’il Tsulasi & Ruba’i (Mujarad & Maziid)

Must Read

Maf’ul Ma’ah (المفعول معه), Hukum ‘Irab dan Ketentuanya

Bismillahirahmanirahim. In Syaa allah kita akan membahas materi maf'ul ma'ah beserta ketentuan dan kaidah 'irabnya. Perhatikan paragraf berikut: خَرَجَ خَالِدٌ وَطُلُوْعَ...

Macam-Macam Maa (ما), fungsi dan ‘Irabnya

Ada berapa banyak jumlah Maa (ما) dalam bahasa arab dan bagaimana cara penggunaanya dalam kalimat ?. Kira-kira seperti itu...

Mengenal Uslub Qasam (أُسْلُوْبُ القَسَمِ)

Materi uslub qasam (sumpah) yang akan kita bahas meliputi pengertian uslub qasam secara bahasa, istilah, rukun, jumlah (kalimat) qasam,...
TMBAhttps://bahasa-arab.com/
Belajar Bahasa Arab tidak semudah membalikan telapak tangan, butuh keseriusan dan istiqomah. Namun tidak ada kata terlambat jika kita ingin ingin mempelajarinya.

4.8
(1144)

Mengetahui bentuk dasar dari kata kerja fi’il sangat penting karena akan menentukan dalam pemberian harokat sesuai kaidah sharaf yang berlaku dan juga berpengaruh pada perubahan arti setiap kata.

Misalkan, kata kerja ضَرَبَ (fi’il madhi) berwazan فَعَلَ yang mudhari’nya berwazan يَفْعِلُ . Apabila kebetulan kita tidak mengetahui perubahan bentuk kata kerja mudhari’nya yaitu يَفْعِلُ , kita akan bingung ketika berubah kata tersebut kedalam bentuk fi’il ‘amr (kata kerja perintah). Apakah اِضْرِبْ, atau اُضْرُبْ, atau اَضْرَبْ

Artinya, mengetahui bentuk dasar fi’il dan juga wazan-wazanya sangat penting kita pelajari.

Sebelumny lihat juga : Pembagian Fi’il sesuai waktu/peristiwa

Pembagian Fi’il sesuai jumlah huruf

Fi’il sesuai jumlah hurufnya dibagi menjadi 2 kelompok yaitu Tsulasi dan Ruba’i. Dari dua kelompok ini ada yang mujarrad dan maajid. Berikut rincianya.

1. Fi’il Tsulasi Mujarrad ( الثلاثي المجرّد )

ما كان كل حروفه أصلية و يكون ثلاثيا

Fi’il Tsulasi Mujarrad yaitu fi’il yang memiliki tiga huruf asli ( tanpa tambahan)

Fi’il-fi’il yang tergolong Tsulasi Mujarrad memiliki enam wazan (timbangan), berikut wazan dan contohnya:

ArtiMauzunWazan
Membukaفَتَحَ – يَفْتَحُفَعَلَ – يَفْعَلُ
Menolongنَصَرَ – يَنْصُرُفَعَلَ – يَفْعُلُ
Memukulضَرَبَ – يَضْرِبُفَعَلَ – يَفْعِلُ
Mengetahuiعَلِمَ – يَعْلَمُفَعِلَ – يَفْعَلُ
Menghitungحَسِبَ – يَحْسِبُفَعِلَ – يَفْعِلُ
Mulyaكَرُمَ – يَكْرُمُفَعُلَ – يَفْعُلُ

2. Tsulasi Majiid (الثلاثي المزيد)

فالثلاثي يزاد فيه حرف أو حرفان أو ثلاثة

Fi’il Tsulasi Majiid yaitu Fi’il yang memiliki huruf tambahan dari jumlah huruf aslinya. Penambahan huruf ini bisa dengan satu, dua dan tiga huruf.

Huruf-huruf tambahan ini berfungsi untuk merubah arti sehingga melahirkan makna baru. Seperti halnya dalam bahasa Indonesia, apabila bentuknya berubah, otomatis penggunaan dan artinya ikut berubah. Misalkan, makan ditambah awalan ‘me’ dan akhiran ‘an’ menjadi ‘memakan‘.

a. Fi’il Tsulasi Maziid dengan penambahan satu huruf

Berikut wazan-wazanya:

ArtiMauzunWazan
Memulyakanأكْرَمَ – يُكْرِمأفْعَل – يُفْعِلُ
Memulyakanكَرَّمَ – يُكَرِّمُفَعَّلَ – يُفَعِّلُ
Saling membunuhقَاتَلَ – يُقَاتِلُفَاعَلَ – يُفَاعِلُ

Keterangan:

Wazan1. Dengan penambahan hamzah di depan Kata kerja madhi. Contoh bentuk awalnya (mulya كَرُمَ – يَكْرُمُ ) menjadi ( memulyakan ُأكْرَمَ – يُكْرِم) dengan wazan أفْعَل – يُفْعِلُ

Wazan2. Dengan penggandaan huruf tengah ( عين الفعل). Contoh bentuk awalnya (mulya كَرُمَ – يَكْرُمُ ) menjadi ( memulyakan كَرَّمَ – يُكَرِّمُ ) dengan wazan فَعَّلَ – يُفَعِّلُ

Wazan3. Dengan penambahan Alif setelah huruf pertama (بعد فاء فعل ). Contoh bentuk awalnya (membunuh قَتَلَ – يَقْتُلُ ) menjadi ( saling membunuh ( قَاتَلَ – يُقَاتِلُ ) dengan wazan فَاعَلَ – يُفَاعِلُ

b. Fi’il Tsulasi Maziid dengan penambahan dua huruf

Berikut wazan-wazanya:

ArtiMauzunWazan
Terpecah/Menjadi pecahاِنْكَسَرَ – يَنْكَسِرُانْفَعَل – يَنْفَعِلُ
Terkumpul/Berkumpulاجْتَمَعَ – يَجْتَمِعُافْتَعَل – يَفْتَعِلُ
Memerahاحْمَرَّ – يَحْمَرُّافْعَلَّ – يَفْعَلُّ
Belajarتَعَلَّمَ – يَتَعَلَّمتفعَّلَ – يَتَفَعَّلُ
Pura-pura bodohتَجَاهَلَ – يَتَجَاهَلُتَفَاعَلَ – يَتَفَاعَلُ

Keterangan:

Wazan1. Dengan penambahan huruf ( ا & ن ) di depan kata kerja. Contoh bentuk awalnya (pecah كَسَرَ – يَكْسِرُ ) menjadi (terpecah اِنْكَسَرَ – يَنْكَسِرُ ) dengan wazan انْفَعَل – يَنْفَعِلُ

Wazan2. Dengan penambahan huruf( ا) diawal kata kerja madhi dan penambahan huruf (ت) setelah فاء الفعل .Contoh bentuk awalnya (berkumpul جَمَعَ – يَجْمَعُ ) menjadi ( terkumpul اجْتَمَعَ – يَجْتَمِعُ ) dengan wazan افْتَعَل – يَفْتَعِلُ

Wazan3. Dengan penambahan huruf ( ا) diawal kata kerja madhi dan penggandaan huruf akhir (لام الفعل lam fi’il ) dengan wazan افْعَلَّ _- يَفْعَلُّ biasanya digunakan untuk kata yang berhubungan dengan warna seperti (memerah احْمَرَّ – يَحْمَرُّ )

Wazan4. Dengan penambahan huruf (ت) diawal kata kerja madhi dan penggandaan huruf tengah (عين الفعل ). Contoh bentuk awalnya  عَلِمَ – يَعْلَمُ menjadi تَعَلَّمَ – يَتَعَلَّم dengan wazan تفعَّلَ – يَتَفَعَّلُ

Wazan5. Dengan penambahan huruf (ت) diawal kata kerja madhi dan penambahan huruf (ا) setelah فاء الفعل . Contoh bentuk awalnya (Bodoh جَهِلَ – يَجْهَلُ ) menjadi ( pura2 bodoh تَجَاهَلَ – يَتَجَاهَلُ ) dengan wazan تَفَاعَلَ – يَتَفَاعَلُ

c. Fi’il Tsulasi Maziid dengan penambahan tiga huruf

Berikut wazan-wazanya:

ArtiMauzunWazan
Meminta ampunanاسْتَغْفَرَ - يَسْتَغْفِرُاسْتَفْعَلَ - يَسْتَفْعِلُ
Tumbuh rerumputanاعْشَوْشَبَ - يَعْشَوْشِبُافْعَوْعَلَ - يَفْعَوْعِل
Melaju kencangاجْلَوَّذَ - يَجْلَوِّذُافْعَوَّل - يَفْعَوِّلُ
Memerahاحْمَارَّ - يَحْمَارُّافعالَّ - يَفْعَالُّ

Keterangan:

Wazan1. Dengan penambahan huruf ( ا-س-ت ) diawal kata kerja madhi. Contoh bentuk awalnya ( mengampuni غَفَرَ – يَغْفِرُ ) menjadi ( meminta ampunan اسْتَغْفَرَ – يَسْتَغْفِرُ ) dengan wazan اسْتَفْعَلَ – يَسْتَفْعِلُ

Wazan2. Wazan افْعَوْعَلَ – يَفْعَوْعِل
Contoh : اعشوشب المكانُ tempat ini sudah tumbuh rerumputan banyak( tumbuh dengan cepat)

Wazan3. Wazan افْعَوَّل – يَفْعَوِّلُ
contoh اجلوّذت السيارة (Mobil ini sudah melaju sengat kencang sekali)

Wazan4. Wazan افعالَّ – يَفْعَالُّ contoh ُاحمارّ الوجه (Wajah ini memerah sekali)

3. Fi’il Ruba’i Mujarrad (الرباعي المجرد)

ما كان كل حروفه أصلية و يكون رباعيا

Fi’il Ruba’i Mujarrad yaitu fi’il yang memiliki empat huruf asli ( tanpa tambahan)

Fi’il Ruba’i Mujarrad hanya memiliki satu wazan, berikut wazan dan contohnya

ArtiMauzunWazan
Menggelindingدَحْرَجَ – يُدَحْرِجُفَعْلَلَ – يُفَعْلِلُ

4. Fi’il Ruba’i Majiid (الرباعي المزيد)

فالرباعي يزاد فيه حرف أو حرفان

Fi’il Ruba’i Majiid yaitu Fi’il yang memiliki huruf tambahan dari jumlah huruf aslinya. Penambahan huruf ini bisa dengan satu dan dua huruf.

a. Fi’il Ruba’i Maziid dengan penambahan satu huruf

Fi’il Ruba’i Majiid dengan penambahan satu huruf hanya memiliki satu wazan, berikut wazan dan contohnya

ArtiMauzunWazan
Menjadi tergulingتَدَخْرَجَ - يَتَدَخْرَجُتَفَعْلَلَ - يَتَفَعْلَلُ

b. Fi’il Ruba’i Maziid dengan penambahan dua huruf

Fi’il Ruba’i Majiid dengan penambahan dua huruf memiliki dua wazan, berikut wazan dan contohnya

ArtiMauzunWazan
Menjadi tenangاِطْمَأَنَّ - يَطْمَئِنُّاِفْعَلَلَّ - يَفْعَلِلُّ
Menjadi berpisahاِفْرَنْقَعَ - يَفْرَنْقِعُاِفْعَنْلَلَ - يَفْعَنْلِلُ

Catatan: 

Bagi yang masih bingun dengan istilah Fa’ Fi’il, ‘Ain Fi’il dan Lam Fi’il. Perhatikan contoh berikut:

 ضَرَبَ- فَعَلَ

  • Huruf ض posisinya sama seperti huruf ف berada diurutan pertama sesuai wazanya. Maka disebut dengan Fa’ Fi’il
  • Huruf ر posisinya sama seperti huruf ع berada diurutan kedua sesui wazanya. Maka disebut dengan ‘Ain Fi’il
  • Huruf ب posisinya sama seperti huruf ل berada diurutan ketiga sesuai wazanya. Maka disebut dengan Lam Fi’il

Demikian pembagian Fi’il sesuai jumlah hurufnya (Tsulasi dan Ruba’i baik mujarrad maupin majiid).

Latihan:

اُذْكُرْ مَاضِي الأَفْعَالِ المُضَارِعَةِ الآَتِيَةِ وَ اكْتُبْ فِي الجُمَلِ المُفِيْدَةِ

Sebutkan bentuk Fi’il Madhi (Lampau)dari Fi’il Mudhari’ berikut dan tulislah dalam bentuk susunan kalimat

يتعَب ….
يسعْىَ ….
يسْأم ….
يرْضَى ….

Soal 2: السُؤَالُ الثَانِي

اكْتُبْ مُضَارِعَ كُلِّ فِعْلٍ مِمَّا يَأْتِي، وَاذْكُرْ وَزْنَهُ، وَوَضِّعْ كُلَّ مُضَارِعٍ فِي الجُمَلِ المُفِيْدَةِ

Tulislah bentuk kata kerja mudhari’ dari kata kerja madhi berikut dan sebutkan wazanya, kemudian susun dalam kalimat.

نَشِطَ ….
سَلِمَ ….
نَزَلَ ….

Soal 3 ُالسُؤَالُ الثَالِث

انْظُرْ وَاقْرَأْ هَذِهِ الأَيَةَ الكَرِيْمَةَ

Lihat dan baca ayat Al Quran berikut

ولَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَى، ألم يجِدْكَ يَتيماً فآوى، وَوَجَدكَ ضَالاً فَهَدى، وَوَجَدَكَ عَائِلاَ فأَغنى، فآمَّا اليَتِيْمَ فَلاَ تَقهَر، وأمَّا السَّائِلَ فَلاَ تنهرْ، وأمَّا بنِعْمةِ ربِّكَ فحَدِثْ

من هَذِهِ الأَيَةِ، عَيِّن الأَفْعَالَ الثُلاَثِيَةَ المُجَرَّدَةَ، وَاذْكُرْ مُضَارِعَهَا وَوَزْنِهَا

Dari ayat ini, tentukan fi’il tsulasi mujarrad dan sebutkan fi’il mudhari’nya berikut wazanya.

واللَّه في عونكم و مع تحياتي لكم بالتوفيق

________
TMA Arabic Language For Education

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 4.8 / 5. Vote count: 1144

No votes so far! Be the first to rate this post.

Recomended

Fungsi Mashdar (إعمال المصدر)Lengkap Contoh ‘Irab

Fungsi Mashdar (إِعْماَلُ اْلمَصْدَرِ) Mashdar terkadang dijadikan Mubtada, Maf'ul Mutlaq, Maf'ul Bih, Maf'ul Liajlih, Fa'il, Majrur dan lainya.Terlepas dari itu semua, pada materi kali ini...

Juha dan sebongkah kekayaan emas

جُحَا وَ ثَرْوَةٌ مِن ذَهَبٍ Juha dan sebongkah kekayaan emas شَاعَ فِى المَدِيْنَةِ أَنَّ الحَاكِمَ طَمَّاعٌ ، يُحِبُّ جَمْعَ الذَّهَبِ وَ الجَوَاهِرِ وَ عَرَفَ الحَاكِمُ أَنَّ...

Kitab An-Nahwu Al-Wafi [Abbas Hasan]

اسم الكتاب : النحو الوافي مع ربطه المؤلف : عباس حسن الناشر : دار المعارف الطبعة الثالثة عدد مجلدات : ٤ Kitab An Nahwu Al Wafi...

Contoh Pidato Panitia Lomba (Bahasa Arab)

تدريب ترجمة اللغة الاندونيسية إلى لاللغة العربية Latihan Terjemah B Indonesia - B Arab. Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Artikel ini merupakan hasil dari latihan Kelompok Belajar Bahasa Arab...

1 COMMENT

Tinggalkan Komentar

Latest News

Maf’ul Ma’ah (المفعول معه), Hukum ‘Irab dan Ketentuanya

Bismillahirahmanirahim. In Syaa allah kita akan membahas materi maf'ul ma'ah beserta ketentuan dan kaidah 'irabnya. Perhatikan paragraf berikut: خَرَجَ خَالِدٌ وَطُلُوْعَ...

Macam-Macam Maa (ما), fungsi dan ‘Irabnya

Ada berapa banyak jumlah Maa (ما) dalam bahasa arab dan bagaimana cara penggunaanya dalam kalimat ?. Kira-kira seperti itu...

Pembagian Kata Kerja Fi’il Tsulasi & Ruba’i (Mujarad & Maziid)

Mengetahui bentuk dasar dari kata kerja fi'il sangat penting karena akan menentukan dalam pemberian harokat sesuai kaidah sharaf yang berlaku dan juga berpengaruh pada...

Sepucuk Surat Untuk Guruku (Bahasa Arab)

رِسَالَتِي إِلَيْكَ يَا أُسْتَاذِي Sepucuk Surat Untuk Guru-Ku إِنَّ التَّرْبِيَةَ هِيَ أَسَاسُ بِنَاءِ المُجْتَمَعَاتِ، لِذٰلِكَ تُعْتَبَرُ مِهْنَةُ المُعَلِّمِ مِنْ أَهَمِّ المِهَنِ فَهُوَ الَّذِي يُعْطِي الطُّلاَبَ المَعْلُوْمَاتِ...

Memulyakan Tamu Allah (Kisah Sejarah Islam)

ضُيُوْفُ اللَّهِ وَرَسُوْلِهِ Tamu Allah dan Rasul-Nya هَاجَرَ النَبِيُّ صَلّى اللَّهُ عليه وسلم وَأَصْحَابُهُ مِنْ مَكَّةَ إِلَى يَثْرِبَ وَسَكَنُوْهَا، فَقَدْ هَاجَرُوْا إِلَى يَثْرِبَ وَتَرَكُوْا بُيُوْتَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ...

Perbedaan Kam كم Istifhamiyah dan Kam كم Khobariyah

بسم الله الرحمن الرحيم MATERI INI SUDAH DI REVISI SECARA DETAIL PADA MATERI Ushlub Kinayah Pada materi sebelumnya Kita sudah membahas Perangkat Tanya Istifham yang salah...

Sponsored Articles

More Articles Like This