Pakaianku Lebih Berharga dariku (قصة جحا)

Must Read

Kalam Insya’ (الكلام الإنْشِائُى) Thalabi dan Ghair Thalabi Dalam Ilmu Ma’ani

Materi ini lanjutan dari pembahasan objek ilmu ma'ani yang pertama yaitu kalam/kalimat. Pembahasan sebelumnya terkait kalam khabari, tujuan dan...

Tasybih dalam Ilmu Bayan: Pengertian, Rukun dan Jenisnya

Seperti yang kita kaji di pembahasan sebelumnya dalam Ilmu Bayan dan Tiga Obyek Pembahasannya kita mengenal tiga pokok pembahasan...

Ilmu Bayan dan Tiga Obyek Pembahasannya

Sebelumnya kita telah mengetahui bahwa ada tiga pembahsan utama dalam Ilmu Balaghah. Yaitu; Ilmu Ma’ani, Bayan dan Ba’di. Tulisan...
TMBAhttps://bahasa-arab.com/
Belajar Bahasa Arab tidak semudah membalikan telapak tangan, butuh keseriusan dan istiqomah. Namun tidak ada kata terlambat jika kita ingin ingin mempelajarinya.

5
(1)

ثِيَابِي أَوْلَى مِنِّي

Pakaianku lebih berharga dariku

كَانَ جُحَا يَسِيْرُ مُسْرِعًا وَكَأَنَّهُ عَلَى مَوْعِدٍ هَامٍّ عَنْدَمَا سَأَلَهُ صَدِيْقٌ لَهُ عَنِ السَّبَبِ, قَالَ جُحَا : إِنِّي ذَاهِبٌ إِلَى وَلِيْمَةٍ حَافِلَةِ لِأُصِيْبَ شَيْئًا مِنَ الطَّعَامِ

Juha berjalan tergesa-gesa seakan dia memiliki janji penting. Ketika seorang teman bertanya penyebabnya, dia menjawab :”Aku akan pergi ke sebuah perjamuan pesta agar kebagian makanan.”

وَعِنْدَمَا وَصَلَ جُحَا لَمْ يُحْسِنْ أَصْحَابُ الدَّعْوَةِ اسْتِقْبَالَهُ لِأَنَّهُ يَرْتَدِي ثِيَابًا قَدِيْمَةً بَالِيَةً

Setibanya Juha di perjamuan, ternyata penerima tamu undangan tidak terlalu baik menyambutnya sebab Juha mengenakai pakaian usang dan kumal.

قَالَ الخَادِمُ : إِنَّكَ لَسْتَ مِنَ الوُجَهَاءِ حَتَّي تَجْلِسَ مَعَهُمْ. تَفَضَّلْ مَعِي فَهُنَاكَ مَكَانُ عَامَّةِ النَّاسِ أَمْثَالِكَ

Pelayan : “Engkau bukan dari kalangan terpandang untuk bisa duduk bersama mereka, silahkan ikut denganku disana terdapat aula khusus untuk orang-orang sepertimu.”

نَظَرَ جُحَا إِلَى مَائِدَةِ العَامَّةِ فَوَجَدَ عَلَيْهَا جَمْعًا غَفِيْرًا وَأَكْلًا  قَلِيْلًا

Juha melirik hidangan orang-orang itu ternyata hanya terdapat sedikit makanan yang dikerumuni banyak orang

قَالَ جُحَا فِي نَفْسِهِ : يَا إِلٓهِي : إِنَّ الطَّعَامَ قَلِيٰلٌ وَرَدِئٌ وَلاَبُدَّ أَنْ أَجِدَ طَرِيْقَةً لِأَجْلِسَ مَعَ الوُجَهَاءِ

Juha berkata :”Ya Ilahii, makanan ini sedikit dan menjijikan, aku mesti menemukan jalan agar bisa duduk bersama tamu kehormatan.”

خَرَجَ جُحَا مُسْرِعًا مِنَ الوَلِيْمَةِ مُتَوَجِّهًا إِلَى دَارِهِ بَعْدَ أَنْ عَزِمَ عَلَى شَيْءٍ

Setelah merencanakan sesuatu, Juha segera bergegas keluar dari perjamuan menuju rumahnya.

قَالَ جُحَا فِي نَفْسِهِ : بَعْدَ أَنْ أَرْتَدِيَ أَبْهَى حُلَلِي لَنْ يَكُوْنَ هُنَاكَ مَانِعٌ مِنَ الجُلُوْسِ مَعَ الوُجَهَاءِ. سَأَذْهَبُ أَيْضًا عَلَى ظَهْرِ هٰذَا الحِمَارِ المُزَيِّنِ حَتَّى يَظُنَّ أَصْحَابُ الدَّعْوَةِ أَنِّي وَجِيْهٌ

Juha berkata pada dirinya sendiri : “Nah setelah aku mememakai pakaian mewah dan bagus, disana tidak akan ada orang yang melarang duduk bersama para tamu kehormatan. Aku juga akan berangkat menunggangi keledai ini agar mereka mengira aku orang terpandang.

فَلَمَّا رَأَوْهُ عَلَى هٰذِهِ الحَالَةِ قَالُوْا : أَهْلًا بِكَ وَمَرْحَبًا يَاسَيِّدَ الوُجَهَاءِ، لَقَدْ شَرَّفْتَ حَفْلَنَا

Tatkala mereka melihat kondisi Juha seperti ini, mereka berkata :”Selamat datang wahai Tuan Terhormat, suatu kemulyaan engkau telah datang ke pesta kami.”

وَدَعَاهُ أَحَدُهُمْ : إِلَى أَنْ يَتَفَضَّلَ بِالجُلُوْسِ فِي صَدْرِ المَائِدَةِ ، وَقَالَ لَهُ : نَأْسَفُ يَاسَيِّدِي إْنْ كَانَ حَفْلُنَا المُتَوَاضِعُ لاَ يَلِيْقُ بِعُظْمَتِكَ

Salah seorang dari mereka mempersilahkan Juha duduk paling depan di meja hidangan dan berkata :”Maaf Tuan apabila pesta sederhana kami ini tidak sesuai dengan kemegahanmu.”

وَرَاحَ أَصْحَابُ الحَفْلِ يَتَسَابَقُوْنَ فِي تَقْدِيْمِ أَفْضَلِ الأَطْعِمَةِ وَأَشْهَاهَا لَهُ

Pemilik pesta mulai berlomba-lomba menyuguhkan makanan terbaik dan terlezat untuk Juha

خَلَعَ جُحَا عِمَامَتَهُ وَقَالَ : بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اشْرَبِي يَاعِمَامَتِي بِالْهَنَاءِ وَالشِّفَاءِ هٰذَا الحَسَاءَ

Juha melepas songkoknya dan berkata :”BismillahiRahmaniRahim, Minumlah kaldu ini wahai songkok-ku minumlah، semoga senang dan kenyang”

ثُمَّ أَخَذَ طَبَقًا آخَرَ وَقَالَ :  كُلِي يَاجُبَّتِي يَاصَاحِبَةِ الفَخْرِ وَالعُظْمَةِ هذا

Lalu Juha mengambil piring lain dan berkata : “Makanlah ini wahai jubahku, wahai sang pemilik kemulyaan dan kehormatan makanlah.

بَيْنَمَا رَاحَ الجَالِسُوْنَ يَنْظُرُوْنَ إِلَيْهِ فِي ذُهُوْلٍ .مَا الَّذِي تَفْعَلُهُ يَاجُحَا ؟

Orang-orang mulai keheranan dan melihat tingkah laku Juha. “Hai Juha kenapa kau bertingkah begitu?.”

قَالَ : إِنَّ ثِيَابِي هِيَ أَوْلَى مِنِّي بِالطَّعَامِ وَالشَّرَابِ ، فَلَوْلاَهَا مَاجَلَسْتُ هُنَا بَيْنَكُمْ

Juha: “Pakaianku lebih berhak dengan makanan dan minuman ini dari pada diriku, seandainya tidak ada pakaian ini, mana mungkin aku bisa duduk bersama kalian disini.”

||| Baca juga, Juha dan Kuah Kelinci 

Penulis: Syauki Hasan
Penerbit: المؤسسة العربية الحديثة بالقاهرة
Penterjemah: Anggota TMBA


Cerita diatas sebagai bahan renungan kita, betapa kita sering melihat orang lain hanya dari penampilan luar, jabatan dan kekayaanya. Islam mengajarkan kita untuk memandang seseorang setara dimata Allah Ta’ala. Hanya ketaqwaanlah yang membedakan dan mengangkat derajat seseorang.

Allah Ta’ala berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍۢ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًۭا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌۭ

Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti. Q.S Al-Hujurat Ayat 13

Semoga dengan cerita ini, kita lebih bijak dalam menilai orang lain.

Kosa-Kata (مفردات)

Indonesia Arab
Mempercepat أَسْرَعَ - يُسْرِعُ
Mendapatkan أَصَابَ - يُصِيْبُ
Sampai وَصَلَ - يَصِلُ
Menyambut اسْتَقْبَلَ - يَسْتَقْبِلُ
Memakai اِرْتَدَى - يَرْتَدِى
Menemukan وَجَدَ - يَجِدُ
Menuju تَوَجَّهَ - يَتَوَجَّهُ إلى
Berniat/bermaksd عَزِمَ - يَعْزَمُ على
Menghiasi زَيَّنَ - يُزَيِّنُ
Melarang مَنَعَ - يَمْنَعُ
Memulyakan شَرَّفَ - يُشَرِّفُ
Minta maaf أَسِفَ - يَأسَفُ
Sederhana تَوَاضَعَ - يَتَوَاضَعُ
Sesuai/cocok لاَقَ - يَلِيْقُ

Latihan

Buatlah kalimat dari kata berikut

وَلِيْمَةٌ / يَرْتَدِى / مُتَوَجِّهٌ

Jawaban posting di kolom komentar.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Tinggalkan Komentar

Latest News

Kalam Insya’ (الكلام الإنْشِائُى) Thalabi dan Ghair Thalabi Dalam Ilmu Ma’ani

Materi ini lanjutan dari pembahasan objek ilmu ma'ani yang pertama yaitu kalam/kalimat. Pembahasan sebelumnya terkait kalam khabari, tujuan dan...

Tasybih dalam Ilmu Bayan: Pengertian, Rukun dan Jenisnya

Seperti yang kita kaji di pembahasan sebelumnya dalam Ilmu Bayan dan Tiga Obyek Pembahasannya kita mengenal tiga pokok pembahasan...

Kaidah Ushlub Ististna dan Ketentuan ‘Irabnya (الاستثناء)

بسم الله الرحمن الرحيم Sahabat TMBA yang dimulyakaan Allah S.W.T, semoga tetap semangat belajar Bahasa Arab. Seperti yang sudah dijanjikan sebelumnya, pada kesempatan kali ini kita...

Unsur Kalimat (Isim, Fi’il dan Huruf)

بسم الله الرحمن الرحيم ما هو علم العربية أو ما هي قواعد العربية...؟ علمٌ تُعرفُ به أحوالُ الكلماتِ مفردةً مركّبةً غايته عصمة المتكلّم والكاتب عن الخطاء...

Sighat Mubalaghah (صيغة المبالغة)

Sighat Mubalaghah (صيغة المبالغة) 1. Definisi هي اسم تشتق من الفعل الثلاثي غالبًا و من الرباعي أحيانًا ، للدلالة على كثرة حدوث الشيء وهي صيغة بمعنى...

Juha dan Seekor Keledai Yang Hilang

جُحَا وَ الحِمَارُ النَّاقِصُ Juha dan seekor keledai yang hilang كَانَ مِنْ عَادَةِ أَهْلِ بَلْدَةِ جُحَ أَنْ يَتَنَاوَلُوا فِى الذِّهَابِ مِنْ بَلْدَتِهِمْ إِلى البَلْدَةِ المُجَاوِرَةِ ،...

More Articles Like This