Orang yang memberi banyak tidak pelit sedikit

Must Read

Kisah Si Raja Hutan (Singa)

قِصّةُ الأسَدِ طَلْحَانُKisah Si Raja Hutan (Singa)Cerita kali ini dibintangi oleh beberapa aktor yaitu singa thalhan (tamak), singa shalhan...

Kisah Seekor Kelinci (قصة الأرنب)

قصّة الأرنبKisah Kelinciوَقَفَ الأَرْنَبُ عَلى شَاطِئِ البُحَيْرَةِ الصَّغِيْرَةِ يَنْظُرُ إلى الأَسْمَاكِ وَهِيَ تَقْفِزُ وَتَلْعَبُ فى المَاءِ ، وَرَآهَا تَسْبَحُ...

Kisah Pembawa Sampah (حامل القمامة)

قِصَّةُ حَامُلِ القُمَامَةِKisah Pembawa Sampahفِي الصَباح الباكرِ خَرَجَ الفَهدُ مِنْ بَيْتِهِ يَمْشِي بخَطَّى ثابتةٍ كي يَصْطَادَ طعاما له ولِأُسْرَتِهِ....
TMBAhttps://bahasa-arab.com/
Belajar Bahasa Arab tidak semudah membalikan telapak tangan, butuh keseriusan dan istiqomah. Namun tidak ada kata terlambat jika kita ingin ingin mempelajarinya.

0
(0)

الَّذِي يُعْطِي الكَثِيْرَ لاَ يَبْخَلُ بِالقَلِيْلِ

Orang yang memberi banyak tidak pelit apalagi sedikit 

كَانَ مِنْ عَادَةِ جُحَا أَنْ يدْعُوَ اللَّهَ عِنْدَ كُلِّ صَلاةٍ وَيَطْلُبَ مِنْهُ أَنْ يُعْطِيَ أَلْفَ دِرْهَمٍ وَأَنَهُ لاَيَقْبَلُ إِذَا كَانَتْ تِسْعُمِائَةٍ وَتِسْعًا وَتِسْعِيْنَ

Kebiasaan Juha selepas shalat yaitu berdo’a kepada Allah dan meminta agar diberikan uang sebanyak 1000 dirham, dia tidak akan menerimanya apabila hanya berjumlah 999

وَكَانَ لَهُ جَارٌّ غَنِيٌّ يَسْمَعُ عَصْرَ كُلِّ يَوْمٍ هٰذَا الدُّعَاءَ، فَأَرَادَ أنْ يَمْتَحِنَ جُحَا فَأَخَذَ ٩٩٩ دِرْهَمًا وَوَضَعَهَا فِي كِيْسٍ، وَلَمَّا جَاءَ وَقْتُ العَصْرِ وَكَانَ جُحَا يَدْعُو رَبَّهُ رَمَى إِلَيْهِ جَارُّهُ بِالكِيْسِ وَاخْتَبَأ وَرَاحَ يَنْتَظِرُ

Tetangga Juha yang kaya raya ternyata setiap hari dia mendengar do’a ini, ia bermaksud menguji Juha dan mengambil 999 dirham lalu dimasukan ke dalam kantong plastik. Ketika waktu asyar tiba dan Juha sedang berdo’a kepada tuhanya, tetangga kaya ini melempar uang tersebut ke arah juha lalu dia bersembunyi dan menunggu apa yang akan terjadi.

فَرِحَ جُحَا فَرْحّا لاَ يُوْصَفُ، وَسَجَدَ لِرَبِّهِ شَاكِرًا وَحَمَلَ الكِيْسَ وَبَدَأَ يَعِدُّ مَا فِيْهِ فَوَجَدَهُ يَنْقُصُ دِرْهَمًا وَاحِدًا فَلَمْ يَهْتَمّ وَقَالَ :” إِنَّ الَّذِي أَنْعَمَ عَلَيَّ بِهٰذَا لاَ يَبْخَلُ عَلَيَّ بِدِرْهَمٍ، ثُمَّ أَخَذَ الكِيْسَ وَخَبَّأَهُ

Juha sangat senang lalu bersujud syukur kepada tuhanya, dia ambil kantong plastik itu kemudian menghitungnya. Ternyata jumlahnya kurang satu dirham dan Juha pun tidak peduli. Dia berkata:” Orang yang memberikan uang ini kepadaku, pasti tidak akan pelit jika menambahkan 1 dirham lagi” Juha pun menyembunyikan kantong plastik itu.

||| Baca juga, Pakaianku Lebih Terhormat dariku

أَسْرَعَ الغَنِيُّ إِلَى جُحَا ضَاحِكًا وَقَالَ : ” رُدَّ إِلَيَّ دَرَاهِمِي، فَقَدْ أَرَدْتُ أَنْ أَمْتَحِنَكَ وَأُدَاعِبَكَ، وَقَدْ عَرَفْتَ أَنَّكَ لَمْ تَلْتَزِمْ بِمَا طَلَبْتَ فِي دُعَائِكَ

Tetangga kaya raya segera bergegas menuju Juha sambil tertawa dan berkata: “Kembalikan uang dirham itu kepadaku, aku hanya bermaksud menguji dan mencandaimu, kau sendiri tahu bahwa kau tidak selalu mesti mendapatkan apa yang kau minta dalam do’a.

قَالَ جُحَا مُسْتَغْرِبًا : “أَيُّ دَرَاهِم هٰذَهِ الَّتِي تَتَحَدَّثَ عَنْهَا، هَلْ سَبَقَ لَكَ أَنْ أَعَرْتَنِي شَيْئًا ؟
قَال الغَنِيُّ :”إِنَّ الدَّرَاهِمَ لَيْسَتْ دَرَاهِيْمَكَ بَلْ هِيَ دَرَاهِمِي أَلْقَيْتُ بِهَا إِلَيْكَ

Juha berkata dengan heran :” Dirham manakah yang kau bicarakan, apakah kau pernah memberikanku pinjaman ? Dia menjawab: “Dirham itu bukan milikmu, itu dirhamku yang aku lempar tadi ke arahmu”.

قَالَ جُحَا :”إِنَّكَ وَلاَشَكَّ مَجْنُوْنٌ وَهٰذِهِ القِصَّةُ لاَيُصَدِّقُهَا أَحَدٌ، فَهَلْ يُوْجَدُ مَنْ يُخَاطِرُ مِثْلَ هٰذِهِ الدَّرَاهِمِ وَيَرْمِي بِهَا ؟ إِنَّ مَانَزَلَ عَلَيَّ هُوَ جَوَابُ دُعَائِي مِنْ خَزَائِنِ اللَّهِ الوَاسِعَةِ

Juha: “Tidak ragu lagi kau gila, tidak akan ada orang yang akan percaya hal ini. Apakah ada orang yang mempertaruhkan uang dengan cara melemparnya ? Uang ini adalah jawaban atas do’a-ku yang diturunkan dari berangkas tuhan yang besar.

وَاسْتَمَرَّ النِّقَاشُ بَيْنَهُمَا طَوِيْلاً، وَجُحَا لاَ يَتَزَحْزَحُ عَنْ قَوْلِهِ، وَأَخِيْرًا قَالَ الغَنِيُّ :” لاَ يُمْكِنُ حَسْمُ هٰذَا النِّزَاعِ إِلاَ فِي المَحْكَمَةِ، هَيَّابِنَا إِلَى القَاضِي “

Diskusi mereka berlangsung cukup panjang dan Juha pun bersikukuh dengan ucapanya dan pada akhirnya orang kaya itu berkata: “Perselisihan ini tidak mungkin selesai kecuali di pengadilan, ayo kita pegi ke hakim.”

قَالَ جُحَا :” لاَ أَسْتَطِيْعُ الذِّهَابَ إِلَى القَاضِي لأَنَّ مَقَرَّهُ بَعِيْدٌ والطَّقْسُ بَارِدٌ، وَلَيْسَ عِنْدِي مِنَ الثِّيَابِ مَا يَرُدُّ عَنِّي قَسْوَةَ البَرْدِ. قَالَ الغَنِيُّ :” أَنَا أُعِيْرُكَ بَعْلَتِي وَعَبَاءَتِي

Juha :”Aku tidak bisa pergi ke hakim sebab lokasinya jauh dan cuaca dingin, lagi pula aku tidak memiliki pakaian pelindung dari rasa dingin. Dia menjawab: “Akan aku pinjamkan keledai dan mantelku”.

وَهَكَذَا سَارَ الغَنِيُّ عَلَى رِجْلِهِ وَرَكِبَ جُحَا عَلَى الدَّابَةَ وَارْتَدَى العَبَاءَةَ وَذَهَبَا إِلَى المَحْكَمَةِ

Mereka berdua segera pergi ke pengadilan, orang kaya berjalan kaki sedangkan Juha menunggang keledai dan memakai mantel.

بَدَأ الغَنِيُّ يَحْكِي قِصَّتَهُ، وَلَمَّا انْتَهَى قَالَ القَاضِي :” وَأَنْتَ يَا جُحَا مَاذَا تَقُوْلُ ؟ قَالَ جُحَا :” سَلْهُ إِذَا كَانَ قَدْ أَعْطَانِي دِرْهَمًا وَاحِدًا فِي يَوْمٍ مِنَ الأَيَّامِ، وَالحَقِيْقَةُ أَنِّي طَلَبْتُ مِنَ اللَّهِ ذَهَبًا وَهُوَ سُبْحَانَهُ كَرِيْمٌ قَدِيْرٌ عَلى إِعْطَائي الكَثِيْرَ والقَلِيْلَ، وَإِنَّ مَا يُدَعِّيْهِ عَلَيَّ بَاطِلٌ، وَإِنَّ مَا يُدَعِّيْهِ لَيْسَ إِلاَّ مَكْرًا وَخِدَاعًا لِيَأخُذَ مِنِّي مَالِي، وَلَوْ اسْتَطَاعَ أَنْ يُدَعِّي عَلَيَّ بِبَعْلَتِي المَوْجُوْدَةِ فِي الخَارِجِ

Orang kaya mulai menceritakan apa yang terjadi dan setelah selesai, hakim berkata: “Bagaimana denganmu Juha, apa yang akan kau katakan ? Juha berkata: “Tanyalah dia apakah suatu hari pernah meminjamkan 1 dirham kepadaku, ini benar-benar aku meminta kepada tuhan yang maha mulya dan mampu memberikan kepadaku baik banyak maupun sedikit, apa yang dia tuduhkan itu tidak benar dan tipuan untuk mengambil uangku, mungkin dia akan mengakui keledaiku juga yang ada diluar

دُهِشَ الغَنِيُّ مِنْ هٰذِهِ القِصَّةِ الجَدِيْدَةِ قَالهَا جُحَا وَخَافَ أَنْ تَلْحَقَ البَعْلَةُ بِالدَّرَاهِمِ، فَقَالَ :” أَو تُنْكِرُ عَلَيَّ بَعْلَتِي أَيْضًا وَقَدْ أَتَيْتُكَ بِهَا لِتَرْكَبَهَا

Orang kaya itu kaget dengan cerita baru yang dikatakan Juha, dia takut apabila keledainya juga akan raib menyusul uang dirham, dia pun berkata: “Kau mau menyangkal keledaiku juga. itu kan aku berikan agar kau menungganginya.”

قَالَ جُحَا هَلْ سَمِعْتَ يَاسَيِّدِي القَاضِي إِلَى هٰذِهِ الدَّعْوَى الجَدِيْدَةِ ؟! إِنِّي أَخْشَى أَنْ يُدَعِّيَ أَيْضًا أَنَّهُ صَاحِبُ مَا تَمْلِكُهُ يَدَاى، بَلْ إِنَّهُ قَدْ يَتَمَادَى فِي إِدَّعَائِهِ إِلَى مَا أَرْتَدِيْهِ مِنْ مَلاَبِسَ، وَيَقُوْلُ :” إِنَّ هٰذِهِ العَبَاءَةَ لَهُ أَيْضًا، فَارْتَبَكَ الغَنِيُّ وَقَالَ :” أَوْ لَيْسَتْ هٰذِهِ عَبَاءَتِي الَّتِي أَعَرْتُكَ إِيَّاهَا

Juha :” Nah tuan hakim, anda dengarkan tuduhan baru ini….Aku jadi takut !! jangan-jangan dia juga akan mengklaim sebagai pemilik semua yang aku punya, bahkan bisa jadi dia mengklaim pakaian yang sedang pakai sambil berkata : ” Mantel ini punya dia juga”. Orang kaya itu merasa kaget dan berkata :” Lah bukanya mantelku ini aku pinjamkan kepadamu”.

عِنْدَئِدٍ حَكَمَ القَاضِي لِجُحَا وَقَالَ لِلغَنِيِّ :” لَقَدْ ظَهَرَ فِي بطْلاَنِ دَعْوَاكَ وَانْكَشَفَتْ حِيَلُكَ وَأَكَاذِيْبُكَ، فَإِنَّكَ تُرِيْدُ أَنْ تَسْلُبَ هٰذَا الرَّجُلَ أَمْلَاكَهُ… ؟

Hakim memutuskan dan berkata kepada orang kaya :” Gugatanmu nampak tidak benar, trik dan kebohonganmu terungkap, kay ingin merampas hak milik orang ini !

خَرَجَ الغَنِيُّ مِنَ المَحْكَمَةِ حَزِيْنًا مُتَأَلِّمًا، أَمَّا جُحَا فَقَدْ رَكِبَ البَعْلَةَ وَعَادَ بِهَا وَبِالعَبَاءَةِ إِلَى دَارِهِ مُطْمَئِنًا رَاضِيًا

Orang kaya keluar dari pengadilan dengan rasa sedih dan berduka, sedangkan Juha dia pulang ke rumahnya memakai mantel dan menunggani keledai dalam keadaan tenang dan senang.

وَصَلَ جُحَا إِلَى دَارِهِ وَأَرْسَلَ يَطْلُبُ جَارَّهُ الغَنِيَّ فَجَاءَهُ ضَارِعًا مُسْتَغِيْثًا فَدَفَعَ إِلَيْهِ جُحَا دَرَاهِمَهُ بِتَمَامِهَا وَقَالَ لَهُ :” إِيَّاكَ بَعْدَ اليَوْمِ أَنْ تَتَدَخَّلَ بَيْنٕ الخَالِقِ وَ المَخْلُوْكِ وَأَنْ تُزْعِجَ عِبَادَ اللَّهِ الَّذِيْنَ يَطْلُبُوْنَ مِنْ خَزَائِنِهِ لاَ تنفذ

Juha sampai ke rumahnya lalu meminta tetangga kaya itu menemuinya, dia pun datang sambil tunduk memohon. Juha menyerahkan uang dirham itu seutuhnya dan berkata :” Awas kau mulai hari ini jangan mencampuri urusan tuhan dan hambanya dan jangan kau mengganggu hamba Allah yang sedang memohon dari gudang rezeki-Nya yang tak terhingga.”

||| Baca juga, Kau Ambilah Dirham itu

Penulis: Syauki Hasan
Penerbit: المؤسسة العربية الحديثة بالقاهرة
Penterjemah: Anggota TMBA


Kosa-Kata (مفردات)

IndonesaArab
Pelitبَخلَ - يَبْخَلُ
Menerimaقَبِلَ - يَقْبَلُ
Bersembunyiاخْتَبَأَ - يَخْتَبِىءُ
Menungguاِنْتَظَرَ - يَنْتَظِرُ
Menilaiوَصَفَ - يَصِفُ
Menjadi Kurangنَقَصَ - يَنْقُصُ
Memperhatikanاهْتَمَّ - يَهْتَمُّ
Mengujiامْتَحَنَ - يَمْتَحِنُ
Mempermainkanدَاعَبَ - يُدَاعِبُ
Merasa anehاسْتَغْرَبَ - يَسْتَغْرِبُ
Meminjamkanأَعَارَ - يُعِيْرُ
Mempertaruhkanخَاطَرَ - يُخَاطِرُ
Bersikukuhتَزَحْزَحَ - يَتَزَحْزَحُ عَنْ
berjalanسَارَ - يَسِيْرُ
memakaiارْتَدَى - يَرْتَدِى
Mendakwaدَعَّى - يُدَعِّى

Latihan

Buat contoh kalimat dari kata berikut:

خَبَّأَدُعَاءٌ / يَبْخَلُ

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Recomended

Pembagian Kata Kerja Fi’il Tsulasi & Ruba’i (Mujarad & Maziid)

Mengetahui bentuk dasar dari kata kerja fi'il sangat penting karena akan menentukan dalam pemberian harokat sesuai kaidah sharaf yang berlaku dan juga berpengaruh pada...

Juha berkata Insya Allah

جُحَا يَقُوْلُ إِنْ شَاءَ اللَّهJuha Berkata Insya Allahقَالَ جُحَا لِزَوْجَتِهِ ذَاتَ لَيْلَةٍ : سَأَذْهَبُ صَبَاحَ غَدٍ إِلَى سُوْقِ البَلْدَةِ وَعَلَيْكِ بِإِعْدَادِ الحِمَارِ لِلسَّفَرِ, ثُمَّ...

Kitab An-Nahwu Al-Wafi [Abbas Hasan]

اسم الكتاب : النحو الوافي مع ربطه المؤلف : عباس حسن الناشر : دار المعارف الطبعة الثالثة عدد مجلدات : ٤Kitab An Nahwu Al Wafi...

Mengetahui ‘Irab Fi’il Mudhari’ [الفعل المضارع]Lengkap Tashrif Lughawi

Fi'il Mudhari' (الفعل المضارع)Pembahasan 'Fiil Madhi sudah kita lalui, selanjutnya kita akan membahas Fi'il Mudhari' mulai definisi, tashrif lughawi dan ketentuan hukum 'irabnya.Definisi Fi'il...

Tinggalkan Komentar

Latest News

Kisah Si Raja Hutan (Singa)

قِصّةُ الأسَدِ طَلْحَانُKisah Si Raja Hutan (Singa)Cerita kali ini dibintangi oleh beberapa aktor yaitu singa thalhan (tamak), singa shalhan...

Kisah Seekor Kelinci (قصة الأرنب)

قصّة الأرنبKisah Kelinciوَقَفَ الأَرْنَبُ عَلى شَاطِئِ البُحَيْرَةِ الصَّغِيْرَةِ يَنْظُرُ إلى الأَسْمَاكِ وَهِيَ تَقْفِزُ وَتَلْعَبُ فى المَاءِ ، وَرَآهَا تَسْبَحُ...

Kitab An-Nahwu Al-Asasi [Free]

عنوان الكتاب: النحو الأساسي  المؤلف: أحمد مختار عمر - مصطفى النحاس زهران - محمد حماسة عبد اللطيف حالة الفهرسة: مفهرس على العناوين الرئيسية الناشر: ذات السلاسل -...

Isim Ma’rifat & Nakirah (khusus dan umum)

بسم الله الرحمن الرحيمPada kesempatan kali ini kita akan mengenal apa itu Isim Ma’rifat (Khusus) & Isim Nakiroh (Umum)Perhatikan contoh berikut:فِى الحَدِيْقَةُ رَجُلٌ /...

Isim Tafdhil (اسم التفضيل)

Isim Tafdhil (اسم التفضيل)Definisi Isim Tafdhil (تعريف اسم التفضيل)اسم مشتق من حروف الفعل الماضي الثلاثي على وزن  أََفْعَل  ليدل على أن شيئين اشتركا في...

Cara Meningkatkan Kemampuan Bahasa Arab

بسم الله الرحمن الرحيمLanjutan cerita sebelumnya, Teknik Belajar Bahasa ArabMasih cerita ketika masa kuliah di Bandung selang beberapa bulan pasca bertemu Sang Motivator. Bahasa...

Sponsored Articles

More Articles Like This