Tuesday, May 26, 2020

Merindukan Mati Syahid (الحنين إلى الشهادة)

Must Read

Kitab An-Nahwu Al-Asasi [Free]

عنوان الكتاب: النحو الأساسي  المؤلف: أحمد مختار عمر - مصطفى النحاس زهران - محمد حماسة عبد اللطيف حالة الفهرسة: مفهرس على...

Definisi Jamak Muannats Salim dan Kedudukan ‘Irabnya dalam kalimat

Jamak Muannats Salim Perhatikan contoh berikut ini: ذَهَبَتْ الطَّالِبَاتُ إِلَى المَدْرَسَةِ/ نَمَتْ الشَّجَرَاتُ الّتِى زَرَعْتُهَا مُنْذُ ثَلاَثَةِ الأسَابِيْعِ / تَنَاوَلَ الأصْدِقَاءُ...

Kitab An-Nahwu Al-Wafi [Abbas Hasan]

اسم الكتاب : النحو الوافي مع ربطه المؤلف : عباس حسن الناشر : دار المعارف الطبعة الثالثة عدد مجلدات :...
TMBAhttps://bahasa-arab.com/
Belajar Bahasa Arab tidak semudah membalikan telapak tangan, butuh keseriusan dan istiqomah. Namun tidak ada kata terlambat jika kita ingin ingin mempelajarinya.

5
(1)

Belajar mengharokati dan terjemah ini disampaikan melalui group whatsapp dan Telegram TMBA.

قصة الحنين إلى الشهادة

Kisah Merindukan Mati Syahid

لَمَّا أَرَادَ رَسُوْلُ اللَّهِ ﷺ الْخُرُوْجَ إِلَى بَدْرٍ لِيُقَاتِلَ الْمُشْرِكِيْنَ، خَرَجَ غُلاَمٌ اسْمُهُ عُمَيرُ بنُ أبي وَقَّاصٍ عُمْرُهُ سِتُّ عَشْرَةَ سَنَةً، وَكَانَ عُمَيرُ يَخَافُ أَنْ لاَ يَقْبَلَهُ النَبِيُّ ﷺ لِأَنَّهُ صَغِيْرٌ ، فَكَانَ يَجْتَهِدُ أَنْ لاَ يَرَاهُ أَحَدٌ وَ هُوَ يَتَوَارَى

Tatkala Rasulullah ﷺ hendak pergi menuju perang Badar untuk bertempur dengan kaum musyrikin, seorang anak bernama ‘Umair Bin Abi Waqqas yang masih berusia 16 tahun ikut pergi. Dia berusaha sembunyi-sembunyi agar sesorang tidak melihatnya sebab dia merasa takut apabila keberadaanya ditolak oleh Rasulullah.

وَلَكِنَّ رَآهُ أَخُوْهُ الأَكْبَرُ سَعدٌ بنُ أَبِي وَقَّاصٍ ، وَقَالَ لَهُ : مَالَكَ يا أخي ؟ لِأَيِّ شَيْءٍ تَتَوَارَى ؟َقالَ عُميرُ : أَخَافُ أَنْ يَرُدَّنِي رَسُوْلُ اللَّهِ ﷺ، فَإِنِّي صَغِيْرٌ، وَأَنَا أُحِبُّ الْخُرُوْجَ لَعَلَّ اللَّهُ يَرْزُقُنِي الشَّهَادَةَ

Namun ternyata kaka dia yang paling besar bernama Sa’ad Bin Abi Waqqas melihatnya, lalu berkata: “Ada apa denganmu, wahai saudaraku? kenapa kau sembunyi-sembunyi. ‘Umair menjawab: “Aku takut ditolak Rasulullah ﷺ sebab aku masih muda, namun aku ingin ikut dan semoga Allah Ta’ala memberikanku rezeki mati syahid”.

وَكانَ كَمَا خَافَ عُمَيْرٌ، فَلَمَّا نَظَرَ إِلَيْهِ رَسُوْلُ اللَّهِ ﷺ ، رَأَى أَنَّهُ صَغِيْرٌ ، وَالْحَرْبُ لَيْسَتْ مِنْ شُغُلِ الأَطْفَالِ وَالْغِلْمَانِ، وَمَا يَصْنَعُوْنَ فِي الْحَرْبِ، وَإِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ عَلى الرِّجَالِ ؟ وَلَكِنَّ عُمَيْرًا مَا أَحَبَّ أَنْ يَنْصَرِفُ ، وَيَقْعُدُ فِي الْبَيْتِ أَوْ يَلْعَبُ مَعَ أَتْرَابِهِ وَأَصْدِقَائِهِ فِي الْمَدِيْنَةِ، وَإِنٌَهُ لَيُرِيْدُ الشَّهَادَةَ فِي سَبِيْلِ اللَّهِ ! وَلَكِنَّ عُمَيْرًا لاَ يَعْصَى رَسُوْلَ اللَّهِ وَلاَ يُعَانِدُ فَإِنَّهُ لاَ يُرِيْدُ إِلاَّ رِضَا اللَّهِ، وَهَلْ يَنَالُ رِضَا اللَّهِ إِذَا عَصَى رَسُوْلَ اللَّهِ ﷺ ؟

“Benar saja apa yang dikhawatirkan ‘Umair, tatkala Rasulullah ﷺ memandang dia, Beliau berfikir ‘Umair masih muda, sedangkan perang bukanlah urusan anak muda Apa yang bisa mereka perbuat di medan perang ? Peperangan itu sungguh beban berat atas orang-orang dewasa. Namun ‘Umair tidak ingin beranjak dan hanya berdiam diri di rumah atau bermain dengan sebaya dan kawan-kawanya di Kota Madinah. Dia benar-benar merindukan/menginginkan mati syahid di jalan Allah Ta’ala. Disisi lain ‘Umair juga tidak ingin durhaka dan menentaang keputusan Rasulullah ﷺ. Dia hanya menginginkan keridhoan Allah Ta’ala. Bagaimana akan mendapat ridho Allah apabila membangkang Rasul-Nya?.

كَانَ عُمَيْرٌ فِي حَيْرَةٍ وَحُزْنٍ شَدِيْدٍ ، فَهُوَ لَمْ يَبْلُغْ سِنَّ الْقِتَالِ ، وَلَكِنَّهُ يَحنُّ إِلَى الشَّهَادَةِ وَإِلَى الْمَوْتِ فِي سَبِيْلِ اللَّهِ ، وَ يَحنُّ إِلَى الْجَنَّةِ وَهُوَ يَرَاهَا غَيْرَ بَعِيْدَةٍ، وَلَكِنْ كَيْفَ يَصِلُ إِلَيْهَا، وَهُوَ لَمْ يَصِلْ سِنَّ الْقِتَالِ ؟ ، كُلُّ ذٰلِكَ كَانَ ثَقُلَ عَلَى عُمَيْرٍ ، وَكَانَ قَلْبُهُ صَغِيْراً ، فَبَكَى وَلَمَّا بَكَى عُمَيْرٌ رَقَّ قَلْبُ رَسُوْلِ اللَّهِ ﷺ ، وَكَانَ الرَّسُوْلُ اللَّهِ رَقِيْقًا رَفِيْقًا فَأَجَازَهُ

“‘Umair bingun dan sangat sedih sebab belum cukup umur untuk ikut berperang. Namun disisi lain dia juga merindukan mati syahid di jalan Allah Ta’ala. Dia merindukan Syurga yang dilihatnya sudah dekat didepan matamm. Tapi bagaimana bisa? Semua ini terasa berat bagi ‘Umair, hatinya masih muda sampai dia pun menangis. Ketika dia menangis, Rasulullah ﷺ tersentuh hatinya yang kemudian memperbolehkan ‘Umair ikut berperang.

لاَ تَسْأَلُوْا عَنْ فَرْحِ عُمَيْرٍ وَسُرُوْرِهِ لَمَّا أَجَازَهُ النَبِيُّ ﷺ ، فَكَأَنَّمَا نَالَ تَذْكِرَةَ الْجَنَّةِ. خَرَجَ عُمَيْرٌ مَعَ أَخِيْهِ وَمَعَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَكُلُّهُمْ كُبَّارٌ وَأَقْوِيَاءُ، وَكَانَ كَمَا أَرَادَ ، فَقَدْ قُتِلَ شَهِيْدًا فِي الْغَزْوَةِ ، وَسَبَقَ كَثِيْرًا مِنَ الشُّبَّانِ وَالشُّيُوْخِ، رَضِي اللَّهُ عَنْ عُمَيْرٍ وَأَرْضَاهُ

“Tak perlu kalian tanyakan bagaimana rasa senang dan gembira ‘Umair ketika diperbolehkan ikut oleh Rasulullah ﷺ, dia seakan menerima tiket masuk Syurga. Dia pun pergi bersama saudaranya dan prajurit Muslimin yang mereka semuanya sudah dewasa dan mereka kuat.

||| Baca juga, Pristiwa Di balik bukit Uhud


وَلَمَّا خَرَجَ رَسُوْلُ اللَّهِ ﷺ إِلَى أُحُدٍ لِقِتَالِ قُرَيْشٍ ، خَرَجَ مَعَهُ مِنَ الْمَدِيْنَةِ غِلْمَانٌ يُحِبُّوْنَ الْجِهَادِ فِي سَبِيْلِ اللَّهِ، وَكَانُوْا صِغَارًا ، لَمْ يَتَجَاوَزا الْخَامِسَةَ عَشْرَةَ مِنْ عُمْرِهِمْ ، فَرَدَّهُمْ رَسُوْلُ اللَّهِ ﷺ، لِأَنَّهُمْ صِغَارٌ لَمْ يَبْلُغُوْا سِنَّ الْقِتَالِ ، فَيَكُوْنُوْنَ كَالْمَتَاعِ، وَيَشْتَغِلُوْنَ الْكُبَّارَ أَيْضًا يُرَاقِبُوْنَهُمْ وَيحْرُسُوْنَهُمْ

Tatkala Rasulullah ﷺ pergi dari Madinah menuju perang Uhud, anak- anak muda ikut bersama-Nya, mereka menginginkan jihad di jalan Allah. Umur Mereka masih muda belum menginjak 15 tahun, dengan begitu Rasulullah ﷺ sebab belum cukup umur untuk berperang. Mereka hanya akan menjadi seperti barang bawaan yang membuat sibuk orang tua dalam mengawasi dan menjaga mereka.

وَكَانَ مِنْ هَؤُلاَءِ الْغِلْمَانِ وَلَدٌ اسْمُهُ رَافِعُ بْنُ خُدَيْجٍ ، وَهُوَ دُوْنَ الْخَامِسَةِ عَشْرَةَ مِنْ سِنِّهِ، وَكَانَ يَتَطَاوَلُ مِنْ شِدَّةِ الشَّوْقِ لِيَظُنَّ النَّاسُ أَنَّهُ كَبِيْرٌ ، قَدْ بَلَغَ سِنَّ الْقِتَالِ ، فَلاَ يُفْطنُ لِصِغَرِ سِنِّهِ وَضَعْفِهِ، وَلَكِنَّ رَسُوْلُ اللَّهِ ﷺ رَدَّهُ لِأَنَّهُ عَرَفَ أَنَّهُ صَغِيْرٌ، وَأَنَّهُ يَتَطَاوَلُ ، فَشَفَعَ لَهُ أَبُوْهُ وَقَالَ : يَا رَسُوْلَ اللَّهِ ! إِنَّ ابْنِي رَافِعًا رَامٍ ، فَأَذِنَ رَسُوْلُ اللَّهِ ﷺ , فَفَرِحَ رَافِعٌ كَثِيْرًا لَمَّا أَذِنَ الرَّسُوْلُ لَهُ وَخَرَجَ مَعَ الْمُجَاهِدِيْنَ وَهُوَ أَكْثَرُ سُرُوْرًا مِنْ غِلْمَانٍ يَخْرُجُوْنَ إِلَى الْمُصَلَّى يَوْمَ الْعِيْدِ فِي لِبَاسٍ جَدِيْدٍ

Diantara anak-anak muda itu ada yang bernama Rafi’ Bin Khudaij, usianya masih dibawah 15 tahun. Karena sangat merindukan berjihad, dia berpura-pura memiliki umur tua agar orang-orang menyangka bahwa dia sudah cukup umur untuk berperang. Dia tidak menyadari umurnya yang masih muda dan lemah. Rasulullah menolaknya sebab Beliau mengetahui dia masih muda dan berpura-pura tua. Namun ayahnya Rafi’ memohon kepada Rasulullah agar memerimanya “Wahai Rasulullah, Rafi’ anak-ku seorang pemanah”, akhirnya Rasulullah mengijinkanya dan Rafi’ pun senang. Dia pergi bersama para Mujahidin dan dia diantara anak muda yang paling senang, mereka (Anak-anak muda) pergi ke Mesjid pada hari ‘Ied dengan pakaian baru.

وَكَانَ وَلَدٌ آخَرٌ اسْمُهُ سَمُرَةُ بنُ جُنْدُبٍ فِي سِنِّ رَافِعٍ ، فَعُرِضَ عَلَى رَسُوْلِ اللَّهِ ﷺ بَعْدَ رَافِعٍ فَرَدَّهُ لِصِغَرِهِ أَيْضًا، فَقَالَ سَمُرَةُ : لَقَدْ أَجَزْتَ رَافِعًا وَرَدَدْتَنِي ، وَ لَوْ صَارَعْتُهُ لَصَارَعْتُهُ ، فَأَمَرَ الرَّسُوْلُ ﷺ سَمُرَةَ وَرَافِعًا بِالمُصَارَعَةِ، فَصَرَعَ سَمُرَةُ رَافِعًا كَمَا قَالَ ، وَاسْتَحَقَّ أَنْ يَسْمَحَ لَهُ بِالدُّخُوْلِ فِي صَفِّ الْمُجَاهِدِيْنَ ، فَأَجَازَ رَسُوْلُ اللَّهِ ﷺ سَمُرَةَ لِلْخُرُوْجِ، فَخَرَجَ سَمُرَةُ وَقَاتَلَ يَوْمَ أُحُدٍ فِي سَبِيْلِ اللَّهِ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْ رَافِعٍ وَسَمُرَةَ وَرَزَقَنَا اتِّبَاعَهُمَا

Anak muda lainya bernama Samurah Bin Jundub, usianya sebaya dengan Rafi’. Dia diajukan kepada Rasulullah ﷺ setelah Rafi’, namun ditolak sebab masih muda. Samurah berkata: ” Wahai Rasulullah, Engkau memperbolehkan Rafi’ dan menolaku, seandainya aku harus berduel dengan dia (Rafi’), maka tentu aku berani berduel denganya”. Kemudian Rasulullah ﷺ menyuruh keduanya berduel dan mereka pun melakukanya. Samurah akhirnya berhak dan boleh masuk barisan Mujahidin dan diijinkan Rasulullah pergi bertempur di perang Uhud.

Semoga Allah Ta’ala meridhai Raf’i dan Samurah dan juga memberikan rezeki kepada kita untuk mengikuti jejak keduanya. (Syahid di jalan Allah)

Kosa-Kata (مفردات)

Indonesia Arab
Menerima قَبَلَ - يَقْبَلُ
Menolak رَدَّ - يَرُدُّ
Sembunyi-Sembunyi تَوَارَى - يَتَوَارَى
Membuat صَنَعَ - يَصْنَعُ
Bubar انْصَرَفَ - يَنْصَرِفُ
Membangkang عَانَدَ - يُعَانِدُ
Mendapatkan نَالَ - يَنَالُ
Sampai ke وَصَلَ - يَصِلُ
Menjadi Lunak رَقَّ - يَرُقّ
Mencapai تَجَاوَزَ - يَتَجَاوَزُ
Sibuk اشْتَغَلَ - يَشْتَغِلُ
Mengawasi رَاقَبَ - يُرَاقِبُ
Menjaga حَرَسَ - يَحْرُسُ
Memanjangkan تَطَاوَلَ - يَتَطاوَلُ
Memohon شَفَعَ - يَشْفَعُ لَهُ
Mengajukan عَرَضَ - يَعْرِضُ عَلى
Mengikuti اتَّبَعَ - يَتَّبِعُ
Saling berkelahi صَارَعَ - يُصَارِعُ
Mempersilahkan سَمَحَ - يَسْمَحُ لَهُ
Gembira فَرِحَ - يَفْرَحُ

||| Baca juga, Kisah Persembunyian di Gua Tsur

Latihan

Buatlah kalimat sempurna dengan menggunakan salah satu kosa-kata berikut:

أَتْرَابٌ / يُعَانِدُ / مُصَارَعَةٌ

Posting jawaban di kolom komentar.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Kitab An-Nahwu Al-Asasi [Free]

عنوان الكتاب: النحو الأساسي  المؤلف: أحمد مختار عمر - مصطفى النحاس زهران - محمد حماسة عبد اللطيف حالة الفهرسة: مفهرس على...

Kaidah Taukid (التوكيد) Lengkap Contoh ‘Irab

بسم الله الرحمن الرحيم Melanjutkan Pasal Tawaabi' yang kedua setelah Na'at (النعت) yaitu Taukid (التوكيد) ما هو التوكيد وما أنواعه ؟ إن شاء الله سنتعرف على...

Kitab Syarh Qawa’idul ‘Irab [Ibnu Hisyam]

Satu lagi Kitab yang wajib Antum baca sebagai pecinta kaidah nahwu & sharaf yaitu kitab Qawa'idul 'Irab karya Ibnu Hisyam yang sudah disyarah oleh...

Bahasa Arab (Aku Suka Anggur)

زِرَاعَةُ العِنَبِ Menanam Anggur العِنَبُ يُعْتَبَرُ مِنْ أَحَدِ الفَوَاكِهِ اللَّذِيْذَةِ وَ المَشْهُوْرَةِ فِي العَالَمِ مُنْذُ قَدِيْمِ الزَّمَانِ وَيَتِمُّ تَنَاوُلُهُ طَازِجًا أَوْ بِاسْتِخْدَامِهِ العَصِيْرَ كَمَا فَعَلَهُ القُدَمَاءُ Anggur...

Tidak perlu mengingat namaku

لاَ حَاجَةَ إٕلَى ذِكْرِ اسْمِيْ Tidak perlu mengingat namaku إِنَّ كُلَّ رَجُلٍ مِنَّا عَفَا اللَّهُ عَنَّا وَ عَنِ الْمُسْلِمِيْنَ إِذَا أَتَي بِمأثّرَةٍ أَوْ قَامَ بِعَمَلٍ يَسْتَرْعِي...
loading...

More Articles Like This

WhatsApp chat