Mengetahui Tanda ‘Irab Fi’il ‘Amr [الفعل الأمر]Lengkap Tashrif

Must Read

Huruf yang diucapakan namun tidak ditulis (ينطق ولا يكتب)

Bismillahirahmanirahim. Sambungan dari materi sebelumnya tentang 'Huruf Yang Ditulis Namun Tidak Diucapkan'. Sekarang kabalikanya yaitu 'diucapkan namun tidak ditulis'. Diantara...

Huruf yang ditulis namun tidak dibaca (يكتب ولا ينطق)

Dalam kaidah imla, terdapat huruf-huruf yang ditulis namun tidak diucapkan (ما يكتب ولا ينطق). Diantara huruf tersebut yang paling...

Perbedaan Hamzah Qatha’ dan Washal (همزة القطع والوصل)

Bisamillahirahmanirahim. Materi kaidah imla (penulisan) yang berkaitan dengan hamzah qatha' dan hamzah washal. Mengetahui kedua hamzah ini sangat penting...
TMBAhttps://bahasa-arab.com/
Belajar Bahasa Arab tidak semudah membalikan telapak tangan, butuh keseriusan dan istiqomah. Namun tidak ada kata terlambat jika kita ingin ingin mempelajarinya.

4.9
(484)

Fi’il ‘Amr ( الفعل الأمر)

Bismillahirahmanirahim. Materi fi’il madhi dan fi’il mudhari‘ sudah kita lalui, selanjutnya fi’il ‘amr. Seperti biasa akan kita kupas mulai definisi, ketentuan dan cara meng’irabnya. In Syaa Allah.

اسْتَيْقَظَ خَالدٌ مِنَ النَّوْمِ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ صَبَاحًا ثُمَّ تَوَضَأ وصَلَّى التَّهَجُدَ رَكْعَتَيْنِ وَ ذاكَرَ دُرُوْسَهُ حَتَّى السَّاعَةِ السَّادِسَةِ. سَمِعَ خَالِدٌ فَجْأَةً صَوْتَ أُمِّهِ تُنَادِيْهِ : يَا خَالدُ، تعَالى، فَأَجَابَهُ خَالِدٌ : مَا الأَمْرُ يَا أُمِّي ؟ قَالَتْ  : كُلْ فُطُوْرَكَ قَبْلَ الذِّهَابِ إِلى المَدْرَسَةِ وَ خُذْ الفُلُوْسَ لِدَفْعِ الرُّسُوْمِ الدِّرٕاسِيَّةِ

Khalid bagun tidur pukul 3 subuh. Kemudian dia berwudhu dan shalat tahajjud 2 rakaa, lalu belajar sampai pukul 6. Tiba-tiba Khalid mendengar suara Ibunya memanggil: “Hai Khalid kemari”. Khalid menjawab: “Ada apa Ibu?. Dia menjawab: “Makanlah sarapanmu sebelum pergi ke sekolah dan ambilah uang untuk bayaran SPP.

Pada paragraf di atas, terdapat kata كُلْ dan خُذْ. Ini yang dinamakan dengan kata kerja perintah (fi’il ‘amr).

Definisi Fi’il ‘Amr (تعريف فعل الأمر)

فعل الأمر هو فعل يدل على طلب شئ في زمان مستقبل

Fi’il ‘Amr adalah fi’il yang menunjukan arti perintah untuk waktu mendatang. Contoh

يَا خَالدُ، اُكْتُبْ الدَّرسَ

Hai Kholid, tulis-lah pelajaran ini

Cara Pembentukan Fi’il ‘Amr

Perubahan bentuk fi’il ‘Amr sesuai dhamir yang memasukinya hanya berjumlah enam, baik pada fi’il shahih maupun mu’tal.

A. Pada Fi’il Sahih

Cara membuat Kata kerja perintah pada Fi’il Shahih (tidak terdapat huruf Ilat) cukup mudah. Ikuti langkah berikut:

Untuk Dhamir أَنْتَ

¤ Ambil Kata Kerja Mudhari’ (تَكْتُبُ)
¤ Buang huruf Mudhari’nya (كْتُبُ)
¤ Letakan Hamzah Washal pada posisi Huruf Mudhari’ yang dibuang (اكْتُبُ)
¤ Harakati Hamzah Washal sesuai Harokat Huruf yang terletak sebelum Huruf akhir (اكْتُبُ)
¤ Sukunkan Huruf akhirnya menjadi اُكْتُبْ

Untuk Dhamir أَنْتُمَا

¤ Ambil Kata Kerja Mudhari’ ( تكْتُبَانِ )
¤ Buang huruf Mudhari’nya ( كْتُبَانِ )
¤ Letakan Hamzah Washal pada posisi Huruf Mudhari’ yang dibuang ( اكْتُبَانِ )
¤ Harakati Hamzah Washal sesuai Harokat Huruf yang terletak sebelum Huruf akhir ( اُكْتُبَانِ )
¤ Buang Huruf Nun ( اُكْتُبَا )

Untuk Dhamir أَنْتُمْ

¤ Ambil Kata Kerja Mudhari’ ( تَكْتُبُوْنَ )
¤ Buang huruf Mudhari’nya ( كْتُبُوْنَ )
¤ Letakan Hamzah Washal pada posisi Huruf Mudhari’ yang dibuang ( اكْتُبوْنَ )
¤ Harakati Hamzah Washal sesuai Harokat Huruf yang terletak sebelum Huruf akhir ( اُكْتُبُوْنَ )
¤ Buang Huruf Nun ( اُكْتُبُوْ )
¤ Tambahkan Alif Faariqah setelah و untuk menunjukan bahwa Huruf Wawu ini adalah wawu Jama’ah (bukan Wawu Jamak Mudzakar Salim), hasilnya ( اُكْتُبُوْا )

Untuk Dhamir أَنْتِ

¤ Ambil Kata Kerja Mudhari’ ( تَكْتُبِيْنَ )
¤ Buang huruf Mudhari’nya ( كْتُبِيْنَ )
¤ Letakan Hamzah Washal pada posisi Huruf Mudhari’ yang dibuang ( اكْتُبِيْنَ )
¤ Harakati Hamzah Washal sesuai Harokat Huruf yang terletak sebelum Huruf akhir ( اُكْتُبِيْنَ )
¤ Buang Huruf Nun ( اُكْتُبِيْ )

Untuk Dhamir أَنْتُنَّ

¤ Ambil Kata Kerja Mudhari’ ( تَكْتُبْنَ )
¤ Buang huruf Mudhari’nya ( كْتُبْنَ )
¤ Letakan Hamzah Washal pada posisi Huruf Mudhari’ yang dibuang ( اكْتُبْنَ )
¤ Harakati Hamzah Washal sesuai Harokat Huruf yang terletak sebelum Huruf akhir ( اُكْتُبْنَ )

Tashrif Lughawi Fi’il ‘Amr Shahih

اُكْتُبْ / اُكْتُبَا / اُكْتُبُوْا / اُكْتُبِي / اُكْتُبَا /اُكْتُبْنَ

B. Pada Fi’il Mu’tal

1. Mu’tal Akhir (Naqis)

Cara membuat Kata kerja perintah pada Fi’il Mu’tal Akhir( terdapat salah satu huruf Ilat ا/و/ي diakhir kata seperti دعا – يدعو langkahnya seperti berikut:

Untuk Dhamir أَنْتَ

¤ Ambil Kata Kerja Mudhari’ (تَدْعُوْ)
¤ Buang huruf Mudhari’nya (دْعُوْ)
¤ Letakan Hamzah Washal pada posisi Huruf Mudhari’ yang dibuang (ادْعُوْ)
¤ Harakati Hamzah Washal sesuai Harokat Huruf yang terletak sebelum Huruf akhir (اُدْعُوْ)
¤ Buang Huruf Ilat Wawu ( ادْعُ )

Untuk Dhamir أَنْتَمَا

¤ Ambil Kata Kerja Mudhari’ (تَدْعُوَانِ)
¤ Buang huruf Mudhari’nya (دْعُوَانِ)
¤ Letakan Hamzah Washal pada posisi Huruf Mudhari’ yang dibuang (ادْعُوَانِ)
¤ Harakati Hamzah Washal sesuai Harokat Huruf yang terletak sebelum Huruf akhir (اُدْعُوَانِ)
¤ Buang Huruf Nun ( اُدْعُوَا )

Untuk Dhamir أَنْتُمْ

¤ Ambil Kata Kerja Mudhari’ (تَدْعُوْنَ)
¤ Buang huruf Mudhari’nya (دْعُوْنَ)
¤ Letakan Hamzah Washal pada posisi Huruf Mudhari’ yang dibuang (ادْعُوْنَ)
¤ Harakati Hamzah Washal sesuai Harokat Huruf yang terletak sebelum Huruf akhir (اُدْعُوْنَ)
¤ Buang Huruf Nun ( اُدْعُوْ )
¤ Tambahkan Alif Fariqah ( اُدْعُوْا )

Untuk Dhamir أَنْتِ

¤ Ambil Kata Kerja Mudhari’ (تَدْعِيْنَ)
¤ Buang huruf Mudhari’nya (دْعِيْنَ)
¤ Letakan Hamzah Washal pada posisi Huruf Mudhari’ yang dibuang (ادْعِيْنَ)
¤ Harakati Hamzah Washal sesuai Harokat Huruf yang terletak sebelum Huruf akhir (اُدْعِيْنَ)
¤ Buang Huruf Nun ( اُدْعِيْ )

Untuk Dhamir أَنْتُنَّ

¤ Ambil Kata Kerja Mudhari’ (تَدْعُونَ)
¤ Buang huruf Mudhari’nya (دْعُونَ)
¤ Letakan Hamzah Washal pada posisi Huruf Mudhari’ yang dibuang (ادْعُونَ)
¤ Harakati Hamzah Washal sesuai Harokat Huruf yang terletak sebelum Huruf akhir (اُدْعُوْنَ)

Tashrif Lughawi Fi’il ‘Amr Mu’tal Naqis

ادْعُ / اُدْعُوَا / اُدْعُوْا / اُدْعِيْ / اُدْعُوْا / اُدْعُوْنَ

2. Mu’tal Mitsal

Cara membuat Kata kerja perintah pada Fi’il Mu’tal Mitsal ( terdapat salah satu huruf Ilat ا/و/ي diawal kata seperti وَعَدَ – يَعِدُ), langkahnya seperti berikut:

Untuk Dhamir أَنْتَ

¤ Ambil Kata Kerja Mudhari’ (تَعِدُ)
¤ Buang huruf Mudhari’nya (عِدُ)
¤ Sukunkan Huruf Akhirnya ( عِدْ )

Untuk Dhamir أَنْتَمَا

¤ Ambil Kata Kerja Mudhari’ (تَعِدَانِ)
¤ Buang huruf Mudhari’nya (عِدَانِ)
¤ Buang Huruf Nun ( عِدَا )

Untuk Dhamir أَنْتُمْ

¤ Ambil Kata Kerja Mudhari’ (تَعِدُوْنَ)
¤ Buang huruf Mudhari’nya (عِدُونَ)
¤ Buang Huruf Nun ( عِدُو )
¤ Tambahkan Faariqah ( عِدُوْا )

Untuk Dhamir أَنْتِ

¤ Ambil Kata Kerja Mudhari’ (تَعِدِينَ)
¤ Buang huruf Mudhari’nya (عِدِينَ)
¤ Buang Huruf Nun ( عِدِي )

Untuk Dhamir أَنْتُنَّ

¤ Ambil Kata Kerja Mudhari’ (تَعِدْنَ)
¤ Buang huruf Mudhari’nya (عِدْنَ)

Tidak membutuhkan lagi Hamzah Washal seperti pada Fi’il-Fi’il sebelumnya karena Huruf awalnya tidak sukun

Tashrif Lughawi Fi’il ‘Amr Mu’tal Mitsal

عِدْ / عِدَا / عِدُوْا / عِدِي / عِدَا / عِدْنَ

3. Mu’tal Ajwaf

Cara membuat Kata kerja perintah pada Fi’il Mu’tal Ajwaf ( terdapat salah satu huruf Ilat ا/و/ي ditengah kata seperti قَالَ – يَقُوْلُ, langkahnya seperti berikut:

Untuk Dhamir أَنْتَ

¤ Ambil Kata Kerja Mudhari’ (تَقُوْلُ)
¤ Buang huruf Mudhari’nya (قُوْلُ)
¤ Sukunkan Huruf Akhirnya ( قُوْلْ )
¤ Buang Huruf Ilat و karena bertemu dua suku ( قُلْ )

  • Untuk Dhamir أَنْتُمَا

¤ Ambil Kata Kerja Mudhari’ (تَقُوْلَانِ)
¤ Buang Huruf Mudhari’nya (قُوْلَانِ)
¤ Buang Huruf Nun ( قُوْلَا )

Untuk Dhamir أَنْتُمْ

¤ Ambil Kata Kerja Mudhari’ (تَقُوْلُوْنَ)
¤ Buang Huruf Mudhari’nya (قُوْلُوْنَ)
¤ Buang Huruf Nun ( قُوْلُوْ )
¤ Tambahkan Alif Faariqah ( قُوْلُوْا )

Untuk Dhamir أَنْتِ

¤ Ambil Kata Kerja Mudhari’ (تَقُولِيْنَ)
¤ Buang Huruf Mudhari’nya (قُولِينَ)
¤ Buang Huruf Nun ( قُولِي )

Untuk Dhamir أَنْتُنَّ

¤ Ambil Kata Kerja Mudhari’ (تَقُلْنَ)
¤ Buang Huruf Mudhari’nya (قُلْنَ)

Tashrif Lughawi Fi’il ‘Amr Mu’tal Ajwaf

قُلْ / قُلاَ / قُوْلُوْا / قُوْلِي / قُلاَ / قُلْنَ

4. Mu’tal Lafif Maqrun

Cara membuat Kata kerja perintah pada Fi’il Mu’tal Lafif Maqrun ( terdapat dua huruf Ilat bergandengan seperti رَوَي – يَرْوِي, langkahnya seperti berikut:

Untuk Dhamir أَنْتَ

¤ Ambil Kata Kerja Mudhari’ (تَرْوِي)
¤ Buang huruf Mudhari’nya (رْوِي)
¤ Tambahkan Hamzah Washal ( ارْوِي )
¤ Harakati Hamzah Washal sesuai Harokat Huruf yang terletak sebelum Huruf akhir (اِرْوِي)
¤ Buang Huruf Ilat ي menjadi ( اِرْوِ )

Untuk Dhamir أَنْتُمَا

¤ Ambil Kata Kerja Mudhari’ (تَرْوِيَانِ)
¤ Buang huruf Mudhari’nya (رْوِيَانِ)
¤ Tambahkan Hamzah Washal ( ارْوِيَانِ )
¤ Harakati Hamzah Washal sesuai Harokat Huruf yang terletak sebelum Huruf akhir (اِرْوِيَانِ)
¤ Buang Huruf Nun menjadi ( اِرْوِيَا )

Untuk Dhamir أَنْتُمْ

¤ Ambil Kata Kerja Mudhari’ (تَرْوُوْنَ)
¤ Buang huruf Mudhari’nya (رْوُوْنَ)
¤ Tambahkan Hamzah Washal ( ارْوُونَ )
¤ Harakati Hamzah Washal sesuai Harokat Huruf yang terletak sebelum Huruf akhir (اِرْوُونَ)
¤ Buang Huruf Nun menjadi ( اِرْوُو )
¤ Tambahkan Alif Faariqah ( اِرْوُوْا )

Untuk Dhamir أَنْتِ

¤ Ambil Kata Kerja Mudhari’ (تَرْوِيْنَ)
¤ Buang huruf Mudhari’nya (رْوِينَ)
¤ Tambahkan Hamzah Washal ( ارْوِينَ )
¤ Harakati Hamzah Washal sesuai Harokat Huruf yang terletak sebelum Huruf akhir (اِرْوِينَ)
¤ Buang Huruf Nun menjadi ( اِرْوِي )

Untuk Dhamir أَنْتُنَّ

¤ Ambil Kata Kerja Mudhari’ (تَرْوِيْنَ)
¤ Buang huruf Mudhari’nya (رْوِينَ)
¤ Tambahkan Hamzah Washal ( ارْوِينَ )
¤ Harakati Hamzah Washal sesuai Harokat Huruf yang terletak sebelum Huruf akhir (اِرْوِينَ)

Tashrif Lughawi Fi’il ‘Amr Mu’tal Lafif Maqrun

اِرْوِ / اِرْوِيَا / اِرْوُوْا / اِرْوِي / اِرْوِيَا / اِرْوِينَ

5. Mu’tal Lafif Mafruq

Cara membuat Kata kerja perintah pada Fi’il Mu’tal Lafif Mafruq ( terdapat dua huruf Ilat terpisah) seperti وَقَى – يَقِي, langkahnya seperti berikut:

Untuk Dhamir أَنْتَ

¤ Ambil Kata Kerja Mudhari’ (تَقِي)
¤ Buang huruf Mudhari’nya (قِي)
¤ Buang Huruf Ilat ي menjadi قِ

Untuk Dhamir أَنْتُمَا

¤ Ambil Kata Kerja Mudhari’ (تَقِيَانِ)
¤ Buang huruf Mudhari’nya (قِيَانِ)
¤ Buang Huruf Nun ( قِيَا )

Untuk Dhamir أَنْتُمْ

¤ Ambil Kata Kerja Mudhari’ (تَقُوْنَ)
¤ Buang huruf Mudhari’nya (قُوْنَ)
¤ Buang Huruf Nun ( قُوْ )
¤ Tambahkan Alif Faariqah ( قُوْا )

Untuk Dhamir أَنْتِ

¤ Ambil Kata Kerja Mudhari’ (تَقِيْنَ)
¤ Buang huruf Mudhari’nya (قِيْنَ)
¤ Buang Huruf Nun ( قِيْ )

Untuk Dhamir أَنْتُنَّ

¤ Ambil Kata Kerja Mudhari’ (تَقِيْنَ)
¤ Buang huruf Mudhari’nya (قِيْنَ)

Tashrif Lughawi Fi’il ‘Amr Lafif Mafruq

قِ / قِيَا / قُوْا / قِيْ / قِيَا / قِيْنَ


Catatan:

  1. Kenapa pada sebagian fi’il ‘amr di atas menambahkan Hamzah Washal diawal kata ? Sebab untuk membantu huruf sukun agar bisa diucapkan. Untuk harakat Hamzah Washal mengikuti harakat Huruf yang terletak sebelum huruf akhir.

تَضْرِبِ -»» اِضْرِبْ
تَنْصُرُ -»» اُنْصُرْ
تَجْتَهِدُ -»» اِجْتَهِدْ
تَسْتَغْفِرُ -»» اِسْتَغْفِرْ

  1. Karna fungsi Hamzah Washal ini sebagai pembantu huruf sukun, maka dia tidak dibutuhkan lagi ketika huruf awal fi’il ‘amr berharakat selain sukun. Dan hamzah washal juga dia hanya dibaca ketika berada diawal kalimat. Adapun jika didahului huruf atau kalimat lain, biasanya dilewat (tidak berbunyi). Contoh:

وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلا رَجُلَيْنِ جَعَلْنَا لأَحَدِهِمَا جَنَّتَيْنِ مِنْ أَعْنَابٍ وَحَفَفْنَاهُمَا بِنَخْلٍ وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمَا زَرْعًا. سورة الكهف ٣٢

Hamzah Washal pada Fi’il ‘Amr وَاضْرِبْ dilewat tidak diucapkan “Wadhrib” bukan dibaca “Waidhrib

  1. Penulisan Alif Fariqah sangat penting untuk membedakan antara Wawu (Wawu Jama’ah pada Fi’il Madhi dan Fi’il ‘Amr dengan Wawu Jamak Mudzakar Salim pada Isim Fa’il ketika Idhafat setelah membuang Huruf Nun. Alif pada Isim Fa’il jamak ketika idhafat tidak ditulis. Contoh:

قَاتَلُوْا الأَعْدَاءَ

Mereka telah membunuh para musuh (fi’il madhi)

قَاتِلُوْا الأَعْدَاءَ

Bunuh-lah para musuh (fi’il ‘amr)

قَاتِلُوْ الأَعْدَاءِ

Pembunuh para musuh (isim fa’il)

Baca juga artikel cara ‘irab Fi’il Madhi dan Fi’il Mudhari’ 


Kesimpulan:

Bentuk kata kerja perintah (Fi’il ‘Amr) hanya memiliki 6 perubahan bentuj yaitu untuk dhomir berikut

أَنْتَ / أنْتُمَا / أنتُم / أَنْتِ / أنْتُمَا/ أَنْتُنَّ

Antuma merangkap untuk laki dan perempuan. 

Hukum Mabni Fi’il ‘Amr dan ‘Irabnya

Dari ke 6 perubahan bentuk fi’il ‘amr, mereka semua dihukumi dengan mabni, baik mabni fathah, sukun, membuang huruf illat. Berikut rincianya dan contoh meng’irabnya.

يُبنى فعل الأمر على السكون في حالتين إذا لم يتصل به شيء و إذا اتصلت به نون النسوة، يُبنى على حذف حرف العلة إذا كان معتل الآخر، و يٌبنى على حذف النون إذا اتصلت به واو الجماعة أو ألف الاثنين أو ياء المخاطبة، يُبنى على الفتح إذا اتصلت به نون التوكيد اتّصالا مباشرا دون فاصل بينها وبين الفعل مثل الف الاثنين أو واو الجماعة أو ياء المخاطبة

1. Fi’il ‘Amr Tanpa Nun Taukid

a. Mabni Sukun untuk أَنْتَ/أنْتُنَّ

يَا خَالدُ، اُكْتُبْ الدَّرْسَ

Hai Khalid, tulis-lah pelajaran ini.

اُكْتُبْ : فعل أمر مبني على السكون والفاعل ضمير مستتر تقديره أنت

يَا بَنَاتي، اُكْتُبْنَ الدَّرْسَ

Hai anak-anak (pr) ku, tulis-lah pelajaran ini.

اُكْتُبْنَ : فعل أمر مبني على السكون ونون النسوة ضمير مبني في محل رفع فاعل

b. Mabni dengan Membuang Huruf Nun untuk أَنْتُمْ/أنْتُمَا/أَنْتِ

يا أَوْلاَدِي، اُكْتُبُوْا الدَّرْسَ

Hai anak-anak (lk) ku, tulis-lah pelajaran ini.

اُكْتُبُوْا : فعل أمر مبني على حذف النون وواو الجماعة ضمير مبني في محل رفع فاعل

يا طَالِبَى عِلْمٍ، اُكْتُبَا الدَّرْسَ

Hai kamu berdua (pelajar Lk) tulis-lah pelajaran ini.

اُكْتُبَا : فعل أمر مبني على حذف النون وألف الاثنين ضمير مبني في محل رفع فاعل

يَا نورةُ، اُكْتُبِى الدَّرْسَ

Hai Nurah, tulis-lah pelajaran ini.

اُكْتُبِى : فعل أمر مبني على حذف النون وياء المخاطبة ضمير مبني في محل رفع فاعل

c. Mabni dengan membuang Huruf Ilat untuk أَنْتَ pada Fi’il Mu’tal Akhir (Naaqis)

يَاخَالدُ، اُدْعُ النَّاسَ إلى الخَيْرِ

Hai Khalid, seru-lah manusia kepada kebaikan

اُدْعُ: فعل أمر مبني على حذف حرف العلة والفاعل ضمير مستتر تقديره أنت

2. Fi’il ‘Amr dengan Nun Taukid

  • Tashrif Fi’il ‘Amr memakai nun taukid tsaqilah:

أنتَ اُكْتُبَنَّ / أنتما اُكْتُبَانِّ / أنتم اُكْتُبُنَّ / أنتِ اُكْتُبِنَّ / أنتنّ اُكْتُبْنَانِّ

  • Tashrif Fi’il ‘Amr memakai nun taukid khafifah:

أنتَ اُكْتُبَنْ / أنتم اُكْتُبُنْ / أنتِ اُكْتُبِنْ

a. Mabni Fathah ketika dimasuki Nun Taukid Tsaqilah dan Khofifah untuk Dhamir أَنْتَ

أنتَ اُكْتُبَنَّ
أنتَ اُكْتُبَنْ

يا خَالدُ اُكْتُبَنَّ / اُكْتُبَنْ الدَّرْسَ

Hai Kholid, sungguh tulis-lah pelajaran ini

اُكْتُبَنَّ / اُكْتُبَنْ : فعل أمر مبني على الفتح لاتصاله بنون التوكيد مباشرة والفاعل ضمير مستتر تقديره أنت

b. Mabni Sukun ketika dimasuki Nun Taukid Tsaqilah untuk Dhamir أنْتُنَّ

يا بَنَاتُ اُكْتُبْنَانِّ الدَّرْسَ

Hai anak2 (Pr), sungguh tulis-lah pelajaran ini

اُكْتُبْنَانِّ : فعل أمر مبني على السكون ونون النسوة ضمير مبني في محل رفع فاعل

c. Mabni dengan membuang Huruf Nun ketika dimasuki Nun Taukid Tsaqilah dan Khofifah untuk Dhamir أنتما / أنتم / أنْتِ

أنتُمَا اُكْتُبَانِّ : فعل أمر مبني على حذف النون، والف الاثنين ضمير متصل في محل الرفع فاعل، والنون حرف التوكيد مبنى على الفتح لا محل له من الإعراب

أنتُم اُكْتُبُنَّ / اُكْتُبُنْ : فعل أمر مبني على حذف النون، والواو المخدوفة لالتقاء الساكنين فاعل مبنى على السكون في محل الرفع، والنون حرف التوكيد مبنى على الفتح لا محل له من الإعراب

أنتِ اُكْتُبِنَّ / اُكْتُبِنْ : فعل أمر مبني على حذف النون، والياء المخاطبة المخدوفة لالتقاء الساكنين فاعل مبنى على السكون في محل الرفع، والنون حرف التوكيد مبنى على الفتح لا محل له من الإعراب

Pelajari lebih detail Materi Nun Taukid


Semoga bermanfaat. Wallahu’alam

TMBA 10/09/2019

المراجع
التطبيق النحوي، عبده الراجحى
النحو الواضح، علي الجارم
شرح الكيلاني لتصريف العزي

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 4.9 / 5. Vote count: 484

No votes so far! Be the first to rate this post.

Recomended

Mengetahui Perbedaan Fashahah (الفصاحة) dan Balaghah (البلاغة) Dalam Bahasa Arab

Unsur/Komponen Ilmu Bahasa Arab Rasanya belum sempurna apabila belajar Bahasa Arab belum dilengkapi dengan mempelajari materi Ilmu Balaghah. Terdapat sekian banyak cabang ilmu untuk memahami...

Bahasa Arab (Pergi ke Restaurant)

Cerita Pendek Berbahasa Arab menceritakan ketika suatu saat terbangun dari tidur karna merasa perut lapar lalu diajak sama kawan pergi ke rumah makan  ( الْقِصَّةُ...

Kitab Nahwu Wadhih [Free Download]

Kitab Nahwu Wadhih karya Doktor. Ali Al-Jarimi dan Doktor. Musthafa Amin asal Mesir adalah kitab Nahwu yang diperuntukan untuk pemula. Dalam penyajianya kitab ini...

Juha dan Makanan

جُحَا و الطَّعَامُ الطَّائِرُ Juha dan Makanan yang Terbang فِى مَسَاءِ أَحَدِ الأَيَّامِ قَالَ جُحَا لِزَوْجَتِهِ أُرِيْدُ أَنْ أَسْتَيْقِظَ مُبَكِّرَا لِصَيْدِ بَعْضِ طُيُوْرِ السُّمَّانِىِّ المُهَاجِرَةِ Di suatu hari...

2 COMMENTS

Tinggalkan Komentar

Latest News

Huruf yang diucapakan namun tidak ditulis (ينطق ولا يكتب)

Bismillahirahmanirahim. Sambungan dari materi sebelumnya tentang 'Huruf Yang Ditulis Namun Tidak Diucapkan'. Sekarang kabalikanya yaitu 'diucapkan namun tidak ditulis'. Diantara...

Huruf yang ditulis namun tidak dibaca (يكتب ولا ينطق)

Dalam kaidah imla, terdapat huruf-huruf yang ditulis namun tidak diucapkan (ما يكتب ولا ينطق). Diantara huruf tersebut yang paling...

Isim Tafdhil (اسم التفضيل)

Isim Tafdhil (اسم التفضيل) Definisi Isim Tafdhil (تعريف اسم التفضيل) اسم مشتق من حروف الفعل الماضي الثلاثي على وزن  أََفْعَل  ليدل على أن شيئين اشتركا في...

Juha Membeli Keledainya Sendiri

جُحَا اِشْتَرَى حِمَارَهُ Juha membeli keledainya أَرَادَ جُحَا يَوْمًا أَنْ يَبِيْعَ حِمَارَهُ الهَزِيْلَ وَ يَشْتَرِيَ بَدَلًا مِنْهُ حِمَارًا أَشَدَّ قُوَّةً ، فَذَهَبَ بِهِ إِلَى السُّوْقِ Juha hendak...

Kaidah Hal (حال) dan Sohibul Hal (صاحب الحال)

Hal dan Sahibul Hal (حال وصاحب الحال) في هذا الوقت سنتعرف على الحال من حيث مفهومه وأنواعه وأحكامه وشروطه Pada materi (Hal) terdapat dua istilah yang...

‘Irab dan Makna Bismillahirahmanirahim

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Kedudukan 'Irab: الْبَاءُ : حَرْفُ جَرٍّ مَبْنِيٌّ عَلَى الْكَسْرِ لاَ مَحَل لَهُ من الإعرَابِ، والباء هُنَا لاستعانة Huruf الْبَاءُ mabni kasrah (tidak ada...

Sponsored Articles

More Articles Like This