Share Digroup Kesayangan Anda.

ما هو علم العربية أو ما هي قواعد العربية…؟

علمٌ تُعرفُ به أحوالُ الكلماتِ مفردةً مركّبةً غايته عصمة المتكلّم والكاتب عن الخطاء في صوغ الجملة بمقتضي الكلام العربيّ الصّحيح

Gramatika bahasa arab adalah ilmu untuk mengetahui perubahan bentuk suatu kalimat baik tunggal maupun tersusun. Dimaksudkan agar seorang pembicara atau penulis terjaga dari kesalahan dalam membangun struktur kalimat sesuai kaidah bahasa arab yang benar.

Struktur kalimat yang kita bangun tidak terlepas dari pada isim, fi’il dan huruf, baik mabni maupun mu’rab.

Terdapat dua komponen dasar dalam bahasa arab yaitu ilmu nahwu dan sharf

Ilmu nahwu membahas seputar proses perubahan ‘irab harakat akhir (baris ujung kata/kalimat) dan berperan penting dalam memposisikan setiap kata dalam suatu rangkaian kalimat sesuai kaidah.

Ilmu sharf ialah ilmu yang membahas permasalahan bentuk suatu kalimat atau kata, baik tentang perubahan bentuk, penambahan huruf, pembuangan huruf ‘Ilah dan penggantian huruf (Ibdal) sesuai makna yang diinginkan.

Kita ketahui didalamnya terdapat beberapa bentuk variatif sesuai wazan (timbanganya), seperti; kata kerja Madhi (lampau), Mudhori’ (sekarang/ akan datang), Amr (perintah), Isim Masdar, Isim Fail, Isim Maf’ul dan lainya.

Contoh:

ضَرَبَ خَالِدٌ الكَلْبَ ضَرْبةً

Kholid telah memukul anjing dengan satu kali pukulan.

Perhatikan kata خَالِدٌ, الكَلْبَ kedua kata ini memiliki ujung harokat berbeda disebabkan posisi dan peran keduanya tidak sama. Kholid sebagai subjek dan anjing sebagai objek. Keduanya diatur dalam ilmu nahwu dengan istilah Fa’il (Subjek) dan Maful Bih (Objek).

Begitu juga dengan kata ضَرَبَ dan ضَرْبةً keduanya memiliki bentuk berbeda sesuai wazanya masing-masing dan sesuai maksud yang diinginkan.

Kata ضَرَبَ adalah Predikat (Fi’il Madhi), dipergunakan dengan maksud bahwa proses Kholid memukul sudah terjadi. Kemudian ضَرْبةً adalah Mashdar Marrah (مصدر مرّة) dipergunakan dengan maksud terjadinya pukulan tersebut terjadi satu kali.

Dari contoh diatas sangat jelas fungsi kedua ilmu ini dan yang perlu diperhatikan adalah bahwa kaidah dasar Predikat + Subjek + Objek sangat penting untuk difahami sebelum mempelajari kaidah-kaidah selanjutnya.

Demikian muqadimmah dari Syarah Alfiyah Ibnu Malik; Abū Fāris Daḥdāḥ.

Apakah postingan ini cukup membatu?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *