Mengenal Syibhul jumlah dan Ta’alluqnya dalam Tarkiib Kalimat

1
Share Digroup Kesayangan Anda.

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

كيف حالكم يا أحبابي الكرام، اشتقت اليكم  يا  أهل المجموعة TMBA  الطيبين اتمنّى أن تكونوا  بخير وفي رعاية  الله وحفظه.

في هذه الفرصة نحن سنستمرّ درسنا تحت الموضوع ” معرفة جملة وشبه الجملة من حيث أنواعها و وحكمها مع الأمثلة الواضحة من القرآن الكريم

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

بسم اللّه الرحمن الرحيم

Mengenal Syibhul jumlah dan Ta’alluqnya dalam Tarkiib Kalimat

Sebelumnya, Kita bahas sekilas tentang pengertian Jumlah dan Syibhul jumlah supaya lebih mudah difahami.

1. Jumlah adalah kalimat yang tersusun dari rangkaian kata-kata yang melahirkan arti sempurna (الجملة المفيدة)

Jumlah dalam Bahasa Arab terdiri dari dua pola yaitu Jumlah Ismiyyah dan Fi’liyyah.

a. Jumlah Ismiyyah adalah kalimat yang diawali dengan bentuk Isim.

Isim + Isim

خَالدٌ مَاهِرٌ

Kholid orang yang pandai

Isim + Fi’il

خَالدٌ يَقْرَأُ الكتابَ

Kholid sedang membaca buku

Kedua contoh diatas adalah Jumlah Ismiyyah yang biasa disebut dengan istilah Mubtada & Khobar. Pelajari Materi Mubtada dan Khobar disini

b. Jumlah Fi’liyah, adalah kalimat yang diawali dengan bentuk fi’il.

Fi’il + Fa’il + Maf’ul Bih

َقَرَأَ خَالِدٌ الكتاب

Kholid telah membaca buku

2. Syibhul jumlah adalah kalimat yang secara makna tidak berdiri sendiri, artinya membutuhkan kata atau kalimat lain yang disandarkan sehingga menjadi sempurna.

Disebut dengan istilah Syibhul jumlah karna kenyataanya mirip dengan kalimat biasa pada umumnya yaitu tersusun dari gabungan kata-kata.

Untuk menyempurnakan makna dari pada Syibhul jumlah mesti ada Ta’alluq (arti keterkaitan dengan kejadian yang terjadi didalam kalimat).

Contoh:

في البيت، له، إلى المدرسة، على المكتب

(dirumah, untuknya, ke sekolah, diatas meja)

Arti dan tujuan semua contoh diatas belum sempurna kecuali terdapat kalimat lain misalkan:

خالد ذهب إلى المدرسة

Kholid pergi ke sekolah

Menurut Ahli Kaidah B. Arab bahwa yang disebut dengan Syibhul jumlah adalah Jar Majrur dan Dzorof.

Berikut contohnya:

a. Dzorof Zaman (Menunjukan waktu) dan Dzorof Makan (Menunjukan tempat)

قَرَأَ خَالدٌ الكتابَ بَعْدَ صَلاَةِ العِشَاءِ أَمَامَ المُدَرّسِ

Kholid telah membaca buku selepas sholat isya didepan seorang Guru

Lafadz بعد (Dzorof Zaman) dan lafadz أمام ( Dzorof Makan)

b. Jar dan Majrur

نَامَ خَالدٌ فِي غُرْفَةِ النَوْمِ

Kalimat في غرفة (Jar Majrur)

Perhatikan contoh berikut:

كَتَبَ خَالدٌ بِالقَلَمِ

Kholid menulis dengan pena

Kalimat بالقلم (dengan pena) tidak mungkin diartikan sempurna kecuali menjadi arti tambahan bagi kalimat sebelumnya. Arti keseluruhan kalimat berkaitan dengan suatu kejadian yang dilakukan Kholid.

Apa yang dilakukan Kholid..? adalah menulis. Artinya suatu proses kholid menulis telah terjadi dengan menggunakan pena.

Dalam cara meng’Irabnya, kita mesti menambahkan kata yang dijadikan ta’alluqnya seperti dibawah:

كتب : فعل ماضي
خالد : فاعل
بالقلم : حرف جرّ و اسم مجرور أنّهما مُتعلِّقان بالفعل ‘كتب

Perhatikan lagi contoh berikut:

رَأَى خَالِدٌ عَصْفُوْرًا فَوْقَ الشَجَرَةِ

Kholid melihat burung diatas pohon

Kira-kira Ta’alluqnya Syibh Jumlah فوق الشجرة kemana..? apakah ke fi’il رَأَى (melihat), kholid atau burung…?

Jika Ta’alluqnya dengan Kholid atau Fi’il رأى berarti hasilnya Kholid melihat burung dan mereka berdua berada diatas pohon. ” Ini bukan makna yang dimaksud dan tidak sesuai stuktur kalimat”.

Jawaban benar adalah kalimat فوق الشجرة Ta’alluqnya dengan kejadian, keadaan atau sifat yang dibuang dari suatu benda (burung) yang berada diatas pohon

Kira-kira apa yang dibuang..? yaitu dengan memperkirakan kata حال، كائن atau مستقّر

Taqdirnya:

رَأَى خَالِدٌ عَصْفُوْرًا كائنا فَوْقَ الشَجَرَةِ

atau

رَأَى خَالِدٌ عَصْفُوْرًا حَالَ كَوْنِهِ فَوْقَ الشَجَرَةِ

Maksudnya kholid melihat burung yang terbukti keberadaannya diatas pohon.

Kata التعلّق (Atta’alluq) keterkaitan makna untuk Syibhul jumlah (Dzorof & Jar Majrur) dalam sebuah kalimat mendapat perhatian khusus sebahagian Para Ahli Lughoh, baik dari sudut ‘irab maupun makna.

Berikut Pendapat Para Ahli Lughoh terkait bentuk taqdiran (Sighot Ta’alluq) yang dibuang, apakah Isim atau Fi’il.

– Menurut Jumhur bahwa bentuk taqdiran Sighot Ta’alluq berupa Fi’il seperti استقرّ ، حل ، كان، نزل dan lainya.

– Menurut sebagian termasuk Imam Siraaj menggunakan Sighot Isim seperti مستقرّ / كائن/ نازل / حال

– Menurut Umam Ibnu Malik menggunakan keduanya استقرّ/مستقرّ

قال ابن مالك:
وَأَخْبَرُوا بِظَرْفٍ أوْ بِحَرْفِ جَرْ # نَاوِينَ مَعْنَى كَائِنٍ أوِ اسْتَقَرْ # وَلا يَكُونُ اسْمُ زَمَانٍ خَبَرَا # عَنْ جُثَّةٍ وَإِنْ يُفِدْ فَأخْبِرَا

– Menurut Ulama Kuffah menggunakan Sighot Isim

Selanjutnya, kira-kira dengan apa Ta’alluqnya makna Syibhul jumlah، apakah dengan Fi’il, Fa’il, Maf’ul Bih، Mashdar atau yang lain…? dan apakah Ta’alluqnya dengan kata yang nampak atau dibuang/taqdir…?

بما يتعلّق شبه الجملة…؟ هل تعلّقه بفعل أو فاعل أو مفعول به أو مصدر أو غيرها…؟

Berikut penjelasanya:

Pertama: Ta’alluqnya Syibhul Jumlah dengan Kata/kalimat yang lafadznya nampak dalam kalimat

1. Ta’alluqnya Syibhul jumlah dengan Fi’il (Madhi, Mudhori’ dan Amr)

ذَهَبَ خَالِدٌ إِلَى المَدْرَسَةِ

Kholid pergi ke sekolah

Kalimat إلى المدرسة adalah Syibhul jumlah (Jar Majrur) yang secara makna terkait dengan fi’il ذهب (pergi). Artinya proses terjadinya kholid pergi ke sekolah

Contoh dalam AlQuran:

إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ آدَمَ وَنُوحًا وَآلَ إِبْرَاهِيمَ وَآلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعَالَمِينَ – آل عمران ٣٣

عَلَى الْعالَمِينَ : متعلقان بالفعل اصطفى

يَتْلُونَ آيَاتِ اللَّهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ – آل عمران ١١٣

آناءَ : ظرف متعلق بيتلون

وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِٱلْعَشِىِّ وَٱلْإِبْكَٰرِ  – غافر ٥٥

بِالْعَشِيِّ : متعلقان بفعل الأمر “سَبِّحْ”

2. Ta’alluqnya Syibhul jumlah dengan Isim Fa’il

خَالِدٌ خَارِجٌ مِنَ البَيْتِ

Kholid keluar dari rumah

Kalimat من البيت adalah Syibhul jumlah (Jar Majrur) yang secara makna terkait dengan isim fa’il خارج (keluar). Artinya proses terjadinya kholid keluar dari rumah

Contoh Dalam AlQuran

مَنْ إِنْ تَأْمَنْهُ بِدِينَارٍ لا يُؤَدِّهِ إِلَيْكَ إِلا مَا دُمْتَ عَلَيْهِ قَائِمًا  – آل عمران ٧٥

قَائِمًا : خبر متعلق به الجار والمجرور

3. Ta’alluqnya Syibhul jumlah dengan Mashdar

ِخَالِدٌ يُحِبُّ السَفَرَ بِالقِطَار

Kholid menyukai berpergian menggunakan kereta.

Kalimat بالقطار adalah Syibhul jumlah (Jar Majrur) yang secara makna terkait dengan Mashdar (berpergian). Artinya proses terjadinya kholid berpergian dengan menggunakan kereta

Contoh Dalam AlQuran

وَيَقُولُونَ سَمِعْنَا وَعَصَيْنَا وَاسْمَعْ غَيْرَ مُسْمَعٍ وَرَاعِنَا لَيًّا بِأَلْسِنَتِهِمْ وَطَعْنًا فِي الدِّينِ – النساء ٤٦

بِأَلْسِنَتِهِمْ : جر ومجرور متعلقان بمصدر ‘ لَيًّا’

وَإِنْ أَرَدْتُمُ اسْتِبْدالَ زَوْجٍ مَكانَ زَوْجٍ وَآتَيْتُمْ إِحْداهُنَّ قِنْطاراً فَلا تَأْخُذُوا مِنْهُ شَيْئاً أَتَأْخُذُونَهُ بُهْتاناً وَإِثْماً مُبِيناً – النساء ٢٠

مَكانَ : ظرف مكان متعلق بمصدر ‘استبدال’

4. Ta’alluqnya Syibhul jumlah dengan Sifat Musyabahah

خالدٌ شجاعٌ في كلٍّ موقفٍ

Kalimat في كلٍّ موقفٍ  adalah Syibhul jumlah (Jar Majrur) yang secara makna terkait dengan Sifat Musyabahah شجاعٌ (pemberani). Artinya dalam setiap keadaan kholid pemberani

Dalam AlQuran:

وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ – آل عمران ١٨٩

قَدِيرٌ : خبر، تعلق به الجار والمجرور

5. Ta’alluqnya Syibhul jumlah dengan Isim Fi’il seperti kata أفّ، هلم

هلم إلينا
أفّ من المنافقين

6. Ta’alluqnya Syibhul jumlah dengan Isim Tafdhil

Dalam AlQuran:

إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِإِبْرَاهِيمَ لَلَّذِينَ اتَّبَعُوهُ وَهَذَا النَّبِيُّ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاللَّهُ وَلِيُّ الْمُؤْمِنِينَ  – آل عمران ٦٨

بإبراهيم : متعلقان باسم التفضيل أولى
——–

Kedua: Ta’alluqnya Syibhul Jumlah dengan Kata/kalimat yang lafadznya tidak nampak dalam kalimat (harus diperkirakan)

1. Ta’alluqnya Syibhul jumlah dengan Khobar yang dibuang

خالد في البيت

Kalimat في البيت adalah Syibhul jumlah (Jar Majrur) yang secara makna terkait dengan khobar yang dibuang, taqdirnya:

خالد كائن في البيت
خالد مستقرّ في البيت

Kholid berada/terbukti dirumah

Dalam AlQuran:

اللَّهُ عَلى قُلُوبِهِمْ وَعَلى سَمْعِهِمْ وَعَلى أَبْصارِهِمْ غِشاوَةٌ وَلَهُمْ عَذابٌ عَظِيمٌ – البقرة ٧

على أبصارهم : متعلقان بمحذوف خبر

2. Ta’alluqnya Syibhul jumlah dengan Sifat yang dibuang

Dalam AlQuran:

أَوْ كَصَيِّبٍ مِنَ السَّماءِ فِيهِ ظُلُماتٌ وَرَعْدٌ وَبَرْقٌ – البقرة ١٩

Kalimat مِنَ السَّماءِ adalah Syibhul jumlah (Jar Majrur) yang secara makna terkait dengan sifat untuk كَصَيِّبٍ yang dibuang dengan taqdir:

صيب نازل مِنَ السَّماءِ

3. Ta’alluqnya Syibhul jumlah dengan Hal yang dibuang

فَخَرَجَ عَلى قَوْمِهِ فِي زِينَتِهِ – القصص ٧٩

Maka keluarlah dia (Qorun) kepada kaumnya dengan kemegahannya.

Kalimat عَلى قَوْمِهِ ta’alluqnya ke خرج dan Kalimat فِي زِينَتِهِ ke Hal yang dibuang.

4. Ta’alluqnya Syibhul jumlah dengan Shilah Maushul yang dibuang

الطَالِبُ الذِي فِي البَيْتِ جَمِيْلٌ

Kalimat في البيت adalah Syibhul jumlah (Jar Majrur) yang secara makna terkait dengan Shilah Maushul yang dibuang, taqdirnya:

الطالب الذي استقرّ في البيت جميل

5. Ta’alluqnya Syibhul jumlah dengan Kalimat yang secara keseluruhan dibuang karena dengan alasan makna yang dimaksud sudah bisa difahami.

Contoh: Dalam jawaban sebuah pertanyaan. Misalkan:

متى حضرتَ..؟

Kapan kamu hadir..?

Dijawab:

يوم الجمعة

Hari jum’at (maksudnya aku hadir hari jumat) dibuang karna sudah mafhum

Kalimat يوم الجمعة adalah Syibhul jumlah (Dzorof) yang secara makna terkait dengan Kalimat yang dibuang, taqdirnya:

حضرتُ يوم الجمعة

Ket: Untuk setiap contoh dari AlQuran, silahkan buka tafsir masing-masing supaya lebih jelas makna dan maksudnya.


Apakah setiap Syibul Jumlah Memilki keterkaitaan makna..?

ما لا يتعلّق من شبه الجملة…؟

Syibul Jumlah “Jar Majrur” yang tidak memiliki kaitaan makna dalam kalimat sebagai berikut:

1. Huruf Jar Zaaidah ( حروف الجرّ الزائدة) yaitu: من, الكاف & الباء

Apa itu huruf Jar Zaaidan..?
Adalah huruf yang tidak mengandung arti dan makna Ta’alluq sama sekali.

Huruf ini dipergunakan dalam kalimat untuk mempertegas (Taukid) dengan syarat harus didahului Nafyi. Kemudian Isim setelahnya harus Nakirah. Jika tidak memenuhi syarat diatas, maka tidak dianggap Huruf Zaaidah.

Contoh:

هَلْ تَرَى مِنْ أَحَدٍ؟
هل: حرف استفهام.
ترى: فعل مضارع، وفاعله ضمير مستتر وجوبا تقديره أنت.
من: حرف جر زائد
أحد: مفعول به منصوب بفتحة مقدرة منع من ظهورها اشتغال المحل بحركة حرف الجر الزائد.

2. Huruf Jar Syibhul Zaaidah (رُبّ)

Apa itu huruf Jar Syibhul Zaaidah..?
Adalah huruf Jar رُبّ yang menyerupai Jar Zaaidah dari segi tidak memiliki makna Ta’alluq dalam kalimat namun secara harfiyah masih mengandung arti.

Huruf ini dipergunakan dalam kalimat untuk melahirkan arti “memperbanyak ” dengan syarat Isim setelahnya harus Nakiroh.

Contoh:

رُبَّ كِتَابٍ مُفِيْدٍ قَرَأْتُ

Banyak sekali buku berfaidah yang aku baca.

رب: حرف جر شبيه بالزائد.
كتاب: مفعول به منصوب بفتحة مقدرة منع من ظهورها اشتغال المحل بحركة حرف الجر الشبيه بالزائد.
مفيد: نعت.
قرأت: فعل وفاعل

Ket: Insya Allah setelah pembahasan ini akan dilanjut mengenai Huruf Jar Zaaidah, Asliyah dan Syibhul Zaaidah. Kita akan mengenal perbedaan dan kaidah ketiga huruf jar tersebut.


Letak posisi Syibhul Jumlah dalam Tarkiib Kalimat.

Pada dasarnya Syibhul Jumlah terletak setelah Amil/ kata/kalimat yang menjadi makna ta’alluqnya, namun hal itu tidak menjadi suatu keharusan. Banyak sekali Syibhul Jumlah dalam AlQuran yang posisinya kadang diawal kalimat, ditengah atau diakhir.

1. Berada diantara Mubtada dan Khobar

Contoh:

وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ – الحديد ٣

وَهُوَ : مبتدأ
بِكُلِّ : متعلقان بعليم
شَيْ ءٍ : مضاف إليه
عَلِيمٌ : خبر والجملة معطوفة على ما قبلها

فَهُمْ لَهَا مَالِكُونَ – يس ٧١

فَهُمْ : الفاء حرف عطف، هم مبتدأ
لَها : متعلقان بمالكون
مالِكُونَ : خبر المبتدأ
والجملة : معطوفة على ما قبلها لا محل لها.

2. Berada diantara Fi’il Nasikh كان dan Isimnya

Contoh:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيهِمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ – الممتحنة ٦

لَقَدْ : اللام واقعة في جواب قسم محذوف قد : حرف تحقيق
كانَ : فعل ناسخ
لَكُمْ : خبر مقدم
فِيهِمْ : شبه الجملة متعلقان بمحذوف خبر ثان أُسْوَةٌ : اسم كان المؤخر
حَسَنَةٌ : صفة
والجملة : جواب القسم المقدر لا محل لها.

3. Berada diantara إنّ dan Isimnya

Contoh:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا – التغابن ١٣

إِنَّ : حرف مشبه بالفعل
مِنْ أَزْواجِكُمْ : خبر إن المقدم
وَأَوْلادِكُمْ : معطوف على أزواجكم
عَدُوًّا : اسم إن المؤخر
لَكُمْ : متعلقان بعدوا
والجملة ابتدائية لا محل لها.

4. Berada diantara ظن وأخواتها

وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيءٍ حَيٍّ أَفَلاَ يُؤْمِنُونَ –
الأنبياء ٣٠

وَجَعَلْنا : الواو عاطفة وماض وفاعله والجملة معطوفة
مِنَ الْماءِ : متعلقان بجعلنا
كُلَّ :مفعول به
شَيْ ءٍ : مضاف إليه
حَيٍّ : صفة
أَفَلا : الهمزة للاستفهام ، والفاء عاطفة ، ولا نافية
يُؤْمِنُونَ : مضارع وفاعله

5. Berada diantara Fi’il, Fa’il dan Maf’ul Bih

يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ – الجمعة ١

يُسَبِّحُ : مضارع
لِلَّهِ : متعلقان بالفعل
ما : فاعل
فِي السَّماواتِ : متعلقان بمحذوف صلة الموصول
وَما فِي الْأَرْضِ : معطوف على ما في السموات الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ : بدل من لفظ الجلالة.

6. Berada diantara Fi’il Mabni Majhul dan Naibul Fa’il

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَائِكُمْ – البقرة ١٨٧

أُحِلَّ : فعل ماض مبني للمجهول
لَكُمْ : متعلقان بأحِلَّ
لَيْلَةَ : ظرف زمان متعلق بالفعل قبله
الصِّيامِ : مضاف إليه
الرَّفَثُ : نائب فاعل
إِلى نِسائِكُمْ : متعلقان بمحذوف حال

7. Berada diantara Na’at dan Man’ut

فَسَلِّمُوا عَلَىٰ أَنفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِّنْ عِندِ اللَّهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً – النور ٦١

فَسَلِّمُوا : الفاء واقعة في جواب إذا وأمر مبني على حذف النون والواو فاعل
عَلى أَنْفُسِكُمْ : متعلقان بسلموا والكاف مضاف تَحِيَّةً : مفعول مطلق
مِنْ عِنْدِ : متعلقان بمحذوف صفة تحية
اللَّهِ ‘ لفظ جلالة مضاف إليه
طَيِّبَةً : صفة ثانية لتحية
مُبارَكَةً : صفة ثالثة


Kesimpulan:

Sisi Kesepakatan dan Perbedaan Para Ulama soal Sibhul Jumlah.

Pertama: Sisi Kesepakatan

1. Bolehnya Sibhul Jumlah menjadi pemisah diantara kalimat

2. Bolehnya terdapat beberapa Sibhul Jumlah dalam satu tarkib kalimat

3. Wajibnya setiap Sibhul Jumlah memiliki keterkaitan makna kecuali untuk Huruf Jar Zaaidah

4. Bolehnya Sibhul Jumlah di’Athafkan terhadap Sibhul Jumlah lainya

5. Bolehnya membuang Ta’alluq Sibhul Jumlah (Jar Majrur dan Dzhorof)

6. Bolehnya mendahulukan Sibhul Jumlah dari pada Amil/kata ta’alluqnya

Kedua: Sisi Perbedaan Pendapat

1. Perbedaan dalam soal Jar Majrur yang berada diposisi Khobar. Menurut sebagian bahwa Sibhul Jumlah adalah sebagai Khobarnya dan menurut pendapat lain bahwa Khobarnya dibuang dan ditaqdir

خالد في البيت

2. Perbedaan dalam soal menyandarkan Mashdar pada Dzhorof kemudian menjarkan dzorof tersebut, merafa’kan fa’il dan menashabkan maf’il bih

إِهْمَالُ اليَوْمِ الطلابُ الاستذكارَ ضَارَ بِمُسْتَقْبَلِهم

Kelalaian para pelajar hari ini dalam belajar, merugikan masa depan mereka.

3. Perbedaan dalam hal posisi Dzorof berubah menjadi Majrur

هَٰذَانِ خَصْمَانِ اخْتَصَمُوا فِي رَبِّهِمْ ۖ فَالَّذِينَ كَفَرُوا قُطِّعَتْ لَهُمْ ثِيَابٌ مِّن نَّارٍ يُصَبُّ مِن فَوْقِ رُءُوسِهِمُ الْحَمِيمُ – الحج ١٩


Faidah adanya Ta’alluq (keterkaitan makna) Syibhul Jumlah dari segi Balaghah sebagai berikut:

1. Untuk tujuan pengagungan/penghormatan ( التشريف)

وَلَقَدْ آتَيْنا داوُدَ مِنَّا فَضْلاً – سبأ ١٠

Kalimat مِنَّا adalah Syibhul jumlah (Jar Majrur) yang secara makna terkait dengan آتَيْنا, faidahnya sebagai penghormatan atas keutamaan yang diberikan Allah kepada Nabi Dawud ‘Alaihisalam.

2. Untuk penegasan (تأكيد التمكّن من شيء

قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَىٰ عِلْمٍ عِنْدِي – القصص ٧٨

Qorun berkata: “Sesungguhnya aku diberi harta karena ilmu yang ada padaku

Kalimat عَلَىٰ عِلْمٍ adalah Syibhul jumlah (Jar Majrur) yang secara makna terkait dengan Hal yang dibuang. Kalimat عِنْدِي sifat untuk علم sebagai penegas bahwa Qorun benar-benar diberi Ilmu dan menggunakanya untuk pengumpulkan harta.

Ketika Qorun dinasihati kaumnya, dia berkata dengan penuh sombong dan kufur nikmat. Janganlah kalian menasihatiku karna aku tidak butuh apa yang kalian ucapkan.

Aku diberi harta melimpah karna ilmu yang aku miliki dan karna kemampuanku. Akulah orang yang sanggup memikulnya dan akulah orang yang berhak. “Dia ingkar bahwa harta hanyalah titipan”

Lihat jelas lihat Kitab Tafsir
الوسيط لطنطاوي, التفسير الميسر, اعراب القران، البغوى، ابن عاشور

3. Isyarat terhadap sesuatu manfaat ( إيماء إلى فائدة )

قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ ۚ وَمَا أَنفَقْتُم مِّن شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ  – سبأ ٣٩

Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)”

Lafadz لَهُ adalah Syibhul jumlah (Jar Majrur) yang secara makna terkait dengan fi’il يَقْدِرُ maksudnya begini:

“Wahai Rosul SAW, katakanlah kepada mereka orang-orang yang dilapangkan dan disempitkan hartanya dengan kehendak Allah, bahwa dalam hal itu terdapat hikmah besar.

Mereka yang disempitkan rezekinya lalu sabar dan qona’ah dalam hidup akan terlepas dari hisab hartanya pada hari kiamat.

Dan mereka yang dilapangkan rezekinya harus ingat bahwa harta ini bukanlah kebahagiaan haqiqi melainkan bentuj ujian. Jika mereka bersyukur dan berinfak dijalan Allah, maka akan selamat dunia dan akhirat. Jika sebaliknya, maka tunggulah hari pembalasan yang sangat pedih.

Masih banyak Faidah yang terkandung terkait Syibuhul Jumlah, silahkan lihat kitab Abduh Arraajihi Tatbiq Annahwy (كتاب التطبيق النحوي “عبده الرّاجحى)


Demikian sekilas pembahasan mengenai Syibhul Jumlah, semoga bermanfaat.

3-4-2019
Zizo
TMBA (Tips Mahir Berbahasa Arab)

المراجع

القرآن الكريم
تفسير إعراب القرآن لدعاسى
كتاب التطبيق النحوي “عبده الرّاجحى
شرح المفصل لابن يعيش
ضياء المسالك إلى أوضح المسالك
تفسير ابن عاشور
حاشية الصبيان على شرح الأشمونى
النحو الوافي
شرح ابن عقيل

Apakah postingan ini cukup membatu?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

TMBA

Belajar Bahasa Arab tidak semudah membalikan telapak tangan, butuh keseriusan dan istiqomah. Namun tidak ada kata terlambat jika kita ingin ingin mempelajarinya.

One thought on “Mengenal Syibhul jumlah dan Ta’alluqnya dalam Tarkiib Kalimat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Pengertian Kalam Dalam Kitab (تيسير قواعد النحو وألفية ابن مالك)

Sun Jun 9 , 2019
بسم الله الرحمن الرحيم رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي أيُّها الأصدقاء و الأحبة في الله، إن شاء اللّه نحن سنبدأ درس هذا الكتاب الذي ألفه الشيخ مصطفى محمود الأزهرى، اسم الكتاب هو تيسير قواعد النحو للمبتدءين، نحن سندرس معا، ربّنا يسهّل أمورنا […]

TMBA (Tips Mahir Berbahasa Arab)

TMBA adalah website edukasi untuk mahir berbahasa arab dengan cepat. Materi dikemas dengan sajian konversasi dan interaksi sesama anggota melalui group whatsapp dan facebook. Kajian Grammer Nahwu & Sharaf, latihan membaca, menulis, mendengar dan latihan terjemah. Selengkapnya

Share digroup kesayangan Anda

Berlangganan Artikel TMBA Via Email

Masukan email address untuk menerima artikel terbaru dari situs TMBA (Tips Mahir Berbahasa Arab)

Join 27 other subscribers

error: Content is protected !!