Mengenal Kata Sambung (Isim Maushul) Dalam Bahasa Arab

Must Read

Kalam Insya’ (الكلام الإنْشِائُى) Thalabi dan Ghair Thalabi Dalam Ilmu Ma’ani

Materi ini lanjutan dari pembahasan objek ilmu ma'ani yang pertama yaitu kalam/kalimat. Pembahasan sebelumnya terkait kalam khabari, tujuan dan...

Tasybih dalam Ilmu Bayan: Pengertian, Rukun dan Jenisnya

Seperti yang kita kaji di pembahasan sebelumnya dalam Ilmu Bayan dan Tiga Obyek Pembahasannya kita mengenal tiga pokok pembahasan...

Ilmu Bayan dan Tiga Obyek Pembahasannya

Sebelumnya kita telah mengetahui bahwa ada tiga pembahsan utama dalam Ilmu Balaghah. Yaitu; Ilmu Ma’ani, Bayan dan Ba’di. Tulisan...
TMBAhttps://bahasa-arab.com/
Belajar Bahasa Arab tidak semudah membalikan telapak tangan, butuh keseriusan dan istiqomah. Namun tidak ada kata terlambat jika kita ingin ingin mempelajarinya.

4.9
(1227)

Isim Maushul

 الاسم الموصول

1. Definisi / Mafhum Isim Maushul

Isim Maushul adalah Isim Mubham (samar) yang membutuhkan suatu kalimat penjelas yang dinamakan dengan (Shilah Maushul) agar maknanya sempurna dan jelas.

Perhatikan kalimat berikut:

…..رَأيْتُ الَّذِي
…..مَنْ الَّذِي

Aku melihat yang…
Siapa yang…

Kedua kalimat diatas belum sempurna karna tidak memiliki Shilah Maushul. Artinya, Isim Maushul tidak bisa berdiri sendiri kecuali dengan bantuan Shilah Maushul.

رَأيْتُ الَّذِي يَجْلِسُ تَحْتَ الشَّجَرَةِ

Aku melihat (yang) duduk dibawah pohon

مَنْ الَّذِي ضَرَبَ خَالِدًا ؟

Siapa (yang) telah memukul Kholid ?

الَّذِي : الاسم الموصول
ضَرَبَ / يَجْلِسُ : صلة الموصول

2. Pembagian Jenis Isim Maushul

a. Isim Maushul Mukhtas (Khusus)

Disebut khusus karena dari semua lafadznya memiliki bentuk berbeda, ada yang dikhususkan untuk bentuk Mufrad Mudzakar/Muannats, Mutsana Mudzakar/Muannats dan Jamak Mudzakar/Muannats.

الَّذِي/ الَّتِي ، اللَّذَانِ / اللَّذَيْنِ ، اللَّتَانِ /اللَّتَيْنِ ، الأُلَى ،الَّذِيْنَ /اللَّاتِي, اللاَّئِي, اللواتي

¤ Alladzi (الَّذِي) Khusus untuk bentuk Mufrad Mudzakar baik berakal maupun tidak. ‘Irabnya Mabni Sukun

Contoh:

رَأيْتُ الَّذِي جَلَسَ عَلى الكُرْسِي الَّذِي أمَامَ المُدَرِّسِ

Aku melihat dia (yang) duduk diatas kursi (yang kursi tersebut) didepan Guru.

¤ Allati ( الَّتِي) Khusus untuk bentuk Mufrad Muannats baik berakal maupun tidak. ‘Irabnya Mabni Sukun

Contoh:

رَأيْتُ الَّتِي وَقَفَتْ أَمَامَ السَّيارةِ الَّتِي أمَامَ المَدْرَسَةِ

Aku melihat orang cewek (yang) berdiri didepan mobil (yang mobil itu) didepan sekolah

¤ Alladzani ( اللَّذَانِ ) Khusus untuk bentuk Mutsana Mudzakar baik berakal maupun tidak. ‘Irabnya seperti Mutsana (Rafa dengan Alif, Nashab dan Jar dengan Iya)

Contoh:

جَاءَ الطَّالِبَانِ اللَّذَانِ نَجَحَا فِي الامْتِحَانِ

Telah datang dua orang siswa laki (yang) lulus dalam ujian

رَأيْتُ الطَّالِبَيْنِ اللَّذَيْنِ نَجَحَا فِي الامْتِحَانِ

Aku melihat dua orang siswa laki (yang) lulus dalam ujian

¤ Alladzani ( اللَّتَانِ ) Khusus untuk bentuk Mutsana Muannats baik berakal maupun tidak. ‘Irabnya seperti Mutsana (Rafa dengan Alif, Nashab dan Jar dengan Iya)

Contoh:

فَازَتْ الطَّالِبَتَانِ اللَّتَانِ شَارَكَتَا فِي مُسَابَقَةِ تِلاَوَةِ القرآن

Dua siswi (yang) ikut lomba tilawah AlQuran telah menang.

رَأيْتُ الطَّالِبَتَيْنِ اللَّتَيْنِ فَازَتَا فِي مُسَابَقَةِ تِلاَوَةِ القرآن

Aku melihat Dua siswi (yang) telah menang dalam lomba tilawah AlQuran

¤ Allulaa (الأُلَى) Khusus untuk bentuk Jamak baik Mudzakar/Muannats, berakal maupun tidak. ‘Irabny Mabni Sukun

Contoh:

سَعَدَنِي الطّلابُ الأُلَى نَجَحُوْا فِي الامتِحَانِ

Para siswa (yang) lulus ujian membuatku bahagia.

سَعَدَتْنِي الطَّالبَاتُ الأُلَى نَجَحْنَ فِي الامتِحَانِ

Para siswi (yang) lulus ujian membuatku bahagia.

¤ Alladzina (الَّذِيْنَ) Khusus untuk bentuk Jamak Mudzakar berakal. ‘Irabny Mabni Fathah

Contoh:

إنَّ الَّذِيْنَ يَفْهَمُوْنَ هَذا الدَّرْسَ قَلِيْلُوْنَ

Orang-orang yang memahami pelajaran ini sedikit.

¤ Allaatii, Allaaii, Allawaaii ( اللَّاتِي, اللاَّئِي, اللَّوَاتِي) Khusus untuk bentuk Jamak Muannats, baik berakal maupun tidak. ‘Irabny Mabni Sukun

Contoh:

الطَّالِبَاتُ اللَّاتِي/ اللاَّئِي / اللَّوَاتِي نَجَحْنَ فِي الامتِحَانِ مَنْ المَدَارِسِ المُخْتَلِفَةِ

Para Siswi(yang) lulus ujian berasal dari berbagai sekolah.

b. Isim Maushul ‘Aam (Umum)

Disebut umum karena bentuknya tetap tidak berubah, baik untuk Mufrad, Mutsanna, Jamak, berakal dan tidak.

مَنْ / مَا / ذَا / أَيّ

¤ Man (مَنْ) Digunakan untuk semua bentuk (Mufrad Mudzakar/Muannats, Mutsanna Mudzakar/Muannats, Jamak Mudzakar/Muannats). Pada umumnya hanya digunakan untuk berakal. ‘Irabnya Mabni Sukun

Contoh:

عَرَفْتُ مَنْ نَجَحَ
عَرَفْتُ مَنْ نَجَحَا
عَرَفْتُ مَنْ نَجَحَتْ
عَرَفْتُ مَنْ نَجَحُوْا
عَرَفْتُ مَنْ نَجَحَنَ

Aku tahu (Siapa) (Dia laki, Dia berdua, Dia Cewe, Mereka laki, Mereka Cewe) yang lulus

¤ Man (مَا) Digunakan untuk semua bentuk persis seperti مَنْ hanya pada umumnya digunakan untuk tidak berakal. ‘Irabnya Mabni Sukun

  • Contoh: Maa untuk tidak berakal

أَعْجَبَنِي مَا قَالهُ خَالدٌ
أَعْجَبَنِي مَا قَالهُ خَالدٌ وَ زَيْدٌ
أَعْجَبَنِي مَا قَالَتْهُ نُوْرَةٌ
أَعْجَبَنِي مَا قَالهُ الطّلابُ
أَعْجَبَنِي مَا قَالَتْهُ الطَّالبَاتُ

(Sesuatu) yang dikatakan ( Kholid, Nurah, Para siswa/siswi telah membuatku kagum.

Maa ما disini mengandung arti makna “sesuatu yang dikatakan” (tidak berakal)

  • Contoh: Maa untuk berakal

قوله : إنّي نَذَرْتُ لَكَ ما في بطني مُحَرّراً فَتَقَبَّلْ مِني

Maa ما pada Ayat diatas mengandung makna “orang” (berakal)

¤ Dza (ذَا) Digunakan untuk semua bentuk persis seperti مَنْ dan ما untuk berakal dan tidak berakal. ‘Irabnya Mabni Sukun

  • Contoh: Dza untuk berakal

مَنْ ذَا نَجَحَ ؟
مَنْ ذَا نَجَحَا ؟
مَنْ ذَا نَجَحَتْ ؟
مَنْ ذَا نَجَحُوْا ؟
مَنْ ذَا نَجَحْنَ ؟

Siapa (yang) telah lulus ? (Dia, Dia berdua, Dia cewe, Mereka lk, Mereka pr )

  • Contoh: Dza untuk tidak berakal

مَاذَا قَالَهُ خَالدٌ ؟
مَاذَا قَالَهُ خَالدٌ و زَيْدٌ ؟
مَاذَا قَالَتْهُ نُوْرَةٌ ؟
مَاذَا قَالَهُ الطُّلابُ ؟
مَاذَا قَالَتْهُ الطَّالبَاتُ ؟

Apa (yang) kholid katakan ?
Apa (yang) kholid dan Zaid katakan?
Apa (yang) Nurah katakan ?
Apa (yang) Para Siswa katakan ?
Apa (yang) Para Siswi katakan ?

¤ Ayyun ( أيّ) Digunakan untuk semua bentuk seperti kawanya diatas. ‘Irabnya Mu’rab (berubah harakat akhir)

Contoh;

أَعْطِهِ أَيَّ مُحْتَاجٍ

Berikan dia (apa) yang dibutuhkan

اُنْصُرْ أيًّا هُوَ مُحْتَاجٌ

Tolonglah (apa) yang dia butuhkan

3. Mafhum Shilah Maushul dan Jenisnya

Diatas sudah dijelaskan bahwa, Isim Maushul membutukan Shilah Maushul untuk menyempurnakan maknanya. Bentuk Shilah Maushul ini bermacam-macam, terkadang berupa Jumlah Ismiyyah, Fi’liyyah atau Syibhul Jumlah.

  • Contoh Shilah Maushul Jumlah Ismiyyah:

شَارَكَ فِي مُسَابَقَةِ قِرَاءَة الكُتُبِ الَّذِيْنَ هُمْ مَاهِرُوْنَ

Mereka (yang) ikut dalam lomba membaca kitab adalah mereka yang mahir.

الَّذِيْنَ : اسم موصول
هُمْ مَاهِرُوْنَ : صلة موصول جملة اسمية

  • Contoh Shilah Maushul Jumlah Fi’liyyah:

رَأيْتُ الَّذِيْنَ شَارَكُوا فِي مُسَابَقَةِ قِرَاءَة الكُتُبِ جَالِسِيْنَ أمَامَ المَسْجِدِ

Aku melihat mereka (yang) ikut dalam lomba membaca kitab sedang duduk didepan Mesjid.

الَّذِيْنَ : اسم موصول
شَارَكُوا : صلة موصول جملة فعلية

  • Contoh Shilah Maushul Syibhul Jumlah:

شَرَبْتُ العصِيْرَ الَّذِي عَلَى المَكْتَبِ / أمامَ التِلْفَازِ

Aku minum jus (yang) ada diatas meja/didepan Tv

الَّذِي : اسم موصول
عَلَى المَكْتَبِ / أمامَ التِلْفَازِ : صلة موصول شبه جملة (ظرف / جار و مجرور)

4. Dhomir Rabith ( رابط) Pengikat  Maushul dan Shilah

Fungsi Dhamir ini untuk mengikat antara Isim Maushul dengan Shilah Maushul.

Pada Shilah Maushul ( Jumlah Ismiyya, Fi’liyyah, Syibhul Jumlah), mesti terdapat Dhamir yang kembali kepada Isim Maushul, baik keberadaan Dhamir ini tersembunyi atau nampak. Artinya, antara Isim Maushul dan Shilah Maushul harus ada kesesuaian dari segi Jumlah dan Jenis.

Jika misalkan dalam Isim Maushul menunjukan 2 orang Mudzakar, maka dalam Shilah Maushul juga harus sama menunjukan 2 orang Mudzakar dan seterusnya. Kecuali untuk Isim Maushul yang (Umum) tidak mesti ada kesesuaian, seperti yang sudah dibahas diatas.

Apakah boleh Dhamir Pengikat ini dibuang ?

Ya, boleh dibuang jika tidak membingungkan atau mengakibatkan salah arti.

Contoh:

قوله : ذَرْنِي وَمَنْ خَلَقْتُ وَحِيدًا. المدثر ١١

Biarkanlah Aku bertindak terhadap orang yang Aku telah menciptakannya sendirian.

Dhamir الهاء pengikat (kembali) pada خَلَقْتُ dibuang yang jika ditampakan yaitu خَلَقْتُهُ

5. Contoh ‘Irab Isim Maushul

Hukum Isim Maushul adalah Mabni kecuali untuk اللَّذَان dan اللَّتَانِ keduanya mengikuti ‘irab Mutsanna.

Adapun Kedudukan ‘Irab Isim Maushul dalam suatu kalimat tergantung keberadaan posisi dia, terkadang ditempat Rafa’ sebagai Fa’il, ditempat Nashab sebagai Maf’ul Bih, ditempat Majrur dan terkadang menjadi Na’at.

Contoh ‘Irab:

رَأيْتُ الَّذِي جَلَسَ عَلى الكُرْسِي الَّذِي أمَامَ المُدَرِّسِ

رَأيْتُ : فعل و فاعل
الَّذِي : اسم موصول مبنيٌ على السكون في محل النصب مفعول به
جَلَسَ : صلة موصول جملة فعلية
عَلى الكُرْسِي : جار و مجرور
الَّذِي : اسم موصول مبني على السكون في محلِّ جرٍّ صفة للكرسي
أمَامَ المُدَرِّسِ : صلة موصول شبه جملة لا محل لها من الإعراب


إنَّ الَّذِيْنَ يَفْهَمُوْنَ هَذا الدَّرْسَ قَلِيْلُوْنَ

الَّذِيْنَ : اسم موصول مبنيٌ على السكون في محل النصب، اسم إن
يَفْهَمُوْنَ : صلة موصول جملة فعلية لا محل لها من الإعراب
قَلِيْلُوْنَ : خبر إن
________

جَاءَ الَّذِي هُوَ نَاجِحٌ فِي الامتحان

الَّذِي : اسم موصول مبنيٌ على السكون في محل الرفع فاعل
هُوَ نَاجِحٌ : صلة موصول جملة اسمية لا محل لها من الإعراب


الطّالِبان اللَّذَانِ تَراهُمَا فِي المَدْرَسَةِ جَدْيْدَان

الطّالِبان : مبتدأ مرفوع، علامته الألف
اللَّذَانِ : صفة مرفوعة، علامتها الألف لأنَّه ملحق بالمثنى
ترى : فعل مضارع مرفوع بضمة مقدرة على الألف
هُمَا : ضمير مبني في محل نصب مفعول به، وهو عائد الصلة، والجملة من الفعل والفاعل والمفعول به صلة الموصول لا محل لها من الإعراب
جَدْيْدَان : خبر مرفوع علامته الألف


||| Baca juga Apa itu isim Isyarah

Latihan

ُالتَّدْرِيْبَات

اكْتُبْ الجمل الآتية فى اللغة العربية

Tulislah kalimat dibawah ini dalam bahasa arab:

  1. Saya melihat dua orang pelajar perempuan yang lulus dalam ujian.
  2. Saya melihat para pelajar laki-laki yang lulus dalam ujian
  3. Saya melihat para pelajar perempuan yang lulus dalam ujian.
  4. Dua pelajar siswi pergi kesekolah
  5. Dua pelajar siswa pergi kesekolah

Silahkan jawab soal latihan dikolom komentar untuk mengasah kemampuan.

||| Ingin belajar ‘Irab dan Tafsir AlQuran, klik disini


Semoga bermanfaat dan silahkan dishare bagi yang membutuhkan.

TMBA
Zizo

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 4.9 / 5. Vote count: 1227

No votes so far! Be the first to rate this post.

2 COMMENTS

Tinggalkan Komentar

Latest News

Kalam Insya’ (الكلام الإنْشِائُى) Thalabi dan Ghair Thalabi Dalam Ilmu Ma’ani

Materi ini lanjutan dari pembahasan objek ilmu ma'ani yang pertama yaitu kalam/kalimat. Pembahasan sebelumnya terkait kalam khabari, tujuan dan...

Tasybih dalam Ilmu Bayan: Pengertian, Rukun dan Jenisnya

Seperti yang kita kaji di pembahasan sebelumnya dalam Ilmu Bayan dan Tiga Obyek Pembahasannya kita mengenal tiga pokok pembahasan...

Mengenal Kaidah Maful Bih, Maful Liajlih, Maful Fiih dan Maful Mutlaq

Sekilas tentang Maful Bih, Maful Liajlih, Maful Fiih dan Maful Mutlaq Materi lengkap sudah ditulis dimasing-masing pasal Halaman Materi Maf'ul Liajlih disini  Halaman Materi Maf'ul Bih disini Halaman...

Mengetahui ‘Irab Fi’il Madhi [الفعل الماضي]Lengkap Tashrif Lughawi

إعراب الفعل الماضى I'rab Fi'il Madhi Apa itu Fi'il Madhi ? الْفِعْلُ الْماضي هُوَ كلُّ فعْلٍ يدُلُّ على حصول عمل في الزمن الماضي Adalah setiap Fi'il (kata kerja)...

Juha dan seorang pencuri

جُحَا وَاللَّصُ Juha & Seorang Pencuri كَانَ جُحَا يَمْتَلِكُ مَتْجَرًا كَبِيْرًا يُدِرُّ عَلَيْهِ رِبْحًا وَفِيْرًا ، وَ كَانَ يَعْمَلُ لَدَيْهِ رَجُلٌ يُسَاعِدُهُ فِى إِدَارَةِ المَتْجَرِ Juha memiliki...

5 Kamus Bahasa Arab Terpopuler Di Indonesia

Sebagai Thalabul 'Ilmi bahasa arab, seyogianya memiliki pegangan Kamus untuk acuan referensi ketika terdapat kosa-kata yang memerlukan terjemah. Untuk saat ini mungkin penggunaan kamus...

More Articles Like This