Mengenal Gaya Bahasa Kiasan ( أسلوب الكناية)

TMBA 1
4.7
(237)
Read Time6 Minutes, 4 Seconds

Dalam Bahasa Arab terdapat banyak Ushlub (Gaya Bahasa) diantaranya:

– أسلوب النفي / أسلوب الاستفهام / أسلوب الشرط / أسلوب النداء / أسلوب الكناية /أسلوب الاستثناء / أسلوب التفضيل / أسلوب التعجب / أسلوب المدح والذم /أسلوب الاختصاص / أسلوب التحذير / أسلوب الإغراء / أسلوب التخصيص /أسلوب القسم

Dalam kesempatan kali ini, Kita akan mengenal apa itu Gaya Bahasa Kiasan ( أسلوب الكناية ) atau disebut juga كِنايات العدد (Kiasan Jumlah)

وهيَ التعبير عن شيء معين بلفظ غير صريح يدل عليه مبهم

Ushlub Kinayah adalah gaya bahasa untuk mengekspresikan sesuatu, terkait jumlah hitungan tertentu dengan menggunakan lafadz tidak pasti (samar) untuk menutupi makna aslinya.

Lafadz-Lafadz yang digunakan dalam berkias jumlah hitungan antara lain:

 كمْ الخَبريَّةٌ / بضعٌ/ فلانٌ , فلانةٌ / كذا / كيت، ديت– نَيِّف

Dari semua Lafadz yang dipakai untuk berkias, hukum ‘irabnya diklasifikasikan menjadi dua kategori.

Pertama: Mu’rab

بضعٌ / فلان ،فلانة / نَيِّفٌ

Kedua: Mabni

كأيِّن, كذا ، كمْ الخَبريَّةٌ / كَيْتَ، ذَيْتَ

1. KAM Khobariyyah ( كمْ الخَبريَّة )

Kam كم Khobariyah kebalikan dari Istifhamiyah ( tidak dimaksudkan untuk menanyakan jumlah dan tidak mesti ada jawaban). Digunakan untuk Alat berkinayah dalam menyembunyikan jumlah banyak. Kedua كم ini akan terlihat jelas ketika diletakan tanda baca ( ? dan ! ) dan terlihat beda dari Tamyiznya.

 

 

Contoh كم Khobariyyah:

 ! كَمْ كِتَابٍ عِنْدَكَ

Berapa banyak (Banyak sekali) buku yang kau miliki !

Contoh كم Istifhamiyyah

كَمْ كِتَابًا عِنْدَكَ ؟

Berapa banyak kitab yang kau miliki…?

Dalam contoh كم Khobariyyah bukan untuk tujuan bertanya melainkan suatu kabar yang menunjukan makna betapa banyak dalam jumlah hitungan.

Syarat dan ketentuan Kam كم Khobariyah

a. Fungsi dan Tanda KAM Khobariyah:

1. Menunjukan arti banyak
2. Tidak membutuhkan jawaban
3. Terletak diawal jumlah
4. Terdapat Tamyiz Majrur setelahnya.
5. Mengandung kabar benar atau salah
6. Diberi tanda baca seru ! diakhir kalimat
7. Kadang dia berada diposisi Majrur dengan Idhofat atau Huruf Jar
8. Hukum ‘Irabnya Mabni Sukun, kedudukan dalam Jumlah tergantung posisinya.

Contoh:

 ! كَمْ طَالِبٍ في صفِّنا

Berapa banyak/Banyak sekali siswa dikelas kita !

 ! نَصِيْحَةُ كَمْ زَمِيْلٍ سَمِعْتَها

Berapa banyak/Banyak sekali nasihat seorang kawan yang kau dengar !

 ! بِكَمْ روبيةٍ اشْتَرَيْتَ هٰذا الكتاب

Berapa banyak/ Banyak sekali duit rupiah yang kau gunakan membeli buku ini !

b. Tanda Tamyid untuk KAM Khobariyah:

1. Majrur dengan Idhofat atau dengan Huruf Jar مِنْ, baik Mufrod atau Jamak

Contoh Majrur dengan Jar من

 ! كَمْ مِنْ كِتَابٍ قَرَأتَهُ

Berapa banyak/Banyak sekali/ kitab yang telah kau baca !

Contoh Majrur dengan Idhofat

 ! كَمْ كِتَابٍ قَرَأتَهُ

2. Tamyiznya selalu Nakirah baik Mufrad atau Jamak

Contoh:

 ! كَمْ كِتَابٍ قَرَأتَهُ / كَمْ كُتُبٍ قَرَأتَهُ

3. Jika antara كم dan Tamyiznya terhalang dengan Fi’il atau Huruf Jar atau Dzorof, maka Tamyiz harus Mufrad Manshub atau Majrur dengan Huruf Jar من

Contoh:

 ! كَمْ قَرَأتَ كِتَابًا
! كَمْ قَرَأتَ مِنْ كِتَابٍ
! كَمْ لَكَ مالًا / كَمْ عِندك مالًا
! كَمْ لَكَ مِنْ مَالٍ / كَمْ عِندك مِنْ مَالٍ


Perbandingan dengan Tanda كم Istifhamiyah:

1. Menunjukan alat bertanya
2. Membutuhkan Jawaban
3. Terletak diawal jumlah
4. Terdapat Tamyiz Manshub setelahnya.
5. Diberi tanda baca tanya ? diakhir kalimat
6. Kadang dia berada diposisi Majrur dengan Idhofat atau Huruf Jar
7. Hukum ‘Irabnya Mabni Sukun, Kedudukanya tergantung posisinya dalam Jumlah.

Contoh Perbandingan ‘Irab كم Khobariyyah dan ‘Irab كم Istifhamiyyah:

Contoh 1: Istifhamiyyah dalam Posisi Khobar Muqoddam

كَمْ رُوْبِيَةً مَالُكَ
كم : اسم استفهام مبني على السكون في محل الرفع خبر مقدّم
رُوْبِيَةً : تمييز منصوب
مالك : مبتدأ مؤخّر مرفوع وهو مضاف، والكاف مضاف إليه

Contoh 2: Khobariyyah dalam Posisi Khobar Muqoddam

كَمْ رُوْبِيَةٍ مَالُكَ
كَمْ : خبرية تكثيرية مبنية على السكون محل الرفع خبر مقدّم
رُوْبِيَةٍ : مضاف إليه مجرور
مالك : مبتدأ مؤخّر مرفوع وهو مضاف، والكاف مضاف إليه
____________

Contoh 1: Istifhamiyyah dalam Posisi Maf’ul Bih

كَمْ كِتَابًا قَرَأتَ

كم : اسم استفهام مبني على السكون في محل النصب،مفعول به للفعل ‘ قَرَأ’

Contoh 2: Khobariyyah dalam Posisi Maf’ul Bih

كَمْ كِتَابٍ قَرَأتَ
كَمْ : خبرية تكثيرية مبنية على السكون محل النصب،مفعول به للفعل ‘ قَرَأ’

Kenapa كم ‘Irabnya dalam tempat Maf’ul Bih…? Karena Fi’il setelah KAM dan Tamyiznya berupa Fi’il Muta’addi dan belum ada Maf’ulnya.

Kecuali Jika sdh sempurna (terdapat Maf’ulnya misalkan, memakai dhomir yang kembali kepada KAM dan Tamyiznya, maka kedua KAM Istifhamiyyah dan Khobariyyah berada ditempat Marfu (Mubtada). Contoh:

كَمْ كِتَابٍ قَرَأتَهُ
كَمْ كِتَابًا قَرَأتَهُ

كم : اسم استفهام مبني على السكون في محل الرفع، مبتدأ

كَمْ : خبرية تكثيرية مبنية على السكون في محل الرفع، مبتدأ

قَرَأتَهُ : فعل وفاعل ومفعول به، والجملة في محل رفع خبر المبتدأ ‘كم’

______

Contoh 1: Istifhamiyyah dalam Posisi Dzorof Zaman

كَمْ يَوْمًا سِرْتَ مِنْ جَاكرتا إلى سورابايا
كم : اسم استفهام مبني على السكون في محل النصب، ظرف زمان

Contoh 2: Khobariyyah dalam Posisi Dzorof Zaman

كَمْ يَوْمٍ سِرْتَ مِنْ جَاكرتا إلى سورابايا
كَمْ : خبرية تكثيرية مبنية على السكون في محل النصب، ظرف زمان
___________

Kedua كم Khobariyyah dan Istifhamiyyah dalam Posisi Rafa, sebagai Mubtada dalam tiga keadaan:

– Ketika bentuk Jumlah setelah Tamyiznya berupa Syibh Jumlah

كَمْ شَخْصًا في البيت
كَمْ شَخْصٍ في البيت

– Ketika bentuk Fi’il setelah Tamyiznya berupa Fi’il Lazim

كَمْ شَخْصًا نَامَ في بيتك
كَمْ شَخْصٍ نَامَ في بيتك

– Ketika bentuk Fi’il setelah Tamyiznya berupa Fi’il Muta’addi, namun belum ada Maf’ul Bihnya. Seperti contoh diatas.

كَمْ كِتَابًا قَرَأتَ
كَمْ كِتَابٍ قَرَأتَ

كم : اسم استفهام مبني على السكون في محل الرفع، مبتدأ

كَمْ : خبرية تكثيرية مبنية على السكون في محل الرفع، مبتدأ

2. Bid’un ( بِضْعٌ )

Lafadz ini masuk pada Kaidah ‘Adad dan Ma’dud untuk menyamarkan Jumlah hitungan. Kita artikan dengan makna ‘beberapa’.

Fungsi dan ketentuan Lafadz بِضْعٌ

a. Hukum ‘Irabnya Mu’rab (berubah harokat), Kedudukan sesuai posisinya dalam Jumlah
b. Bentuk Muannatsnya بِضْعَةٌ
c. Dipakai dalam kaidah ‘Adad dan Ma’dud
d. Jika Ma’dudnya Muannats, Lafadz بِضْعٌ harus Mudzakar dan sebaliknya. Mengikuti kaidah Adad dan Ma’dud.

Pelajari Materi ‘Adad dan Ma’dud disini

Contoh:

جَاءَ بِضْعَةُ طُلابٍ
جَائَتْ بِضْعُ طَالباتٍ

Telah datang beberapa siswa/siswi

جَاءَ بِضْعَةُ عَشَرَ طَالبًا
جَائَتْ بِضْعُ عَشْرَةَ طَالبةً

Telah datang belasan siswa/siswi

Contoh ‘Irab بِضْعُ dalam susunan Jumlah.

جَاءَ بِضْعَةُ طُلابٍ
بِضْعَةُ : اسم مبهم فاعل مرفوع

رأيتُ بِضْعَةَ طُلابٍ
بِضْعَةَ : اسم مبهم مفعول به منصوب بالفتحة

رأيتُ بِضْعًا وَعشرين طالبةً
بِضْعًا : اسم مبهم مفعول به منصوب بالفتحة

نَظَرْتُ إلى بِضْعَةٍ وعشرينَ طالبًا
بِضْعَةٍ : اسم مبهم مجرور ب إلى

ثَرْوَتِي بِضْعَةُ من الأموالِ
بِضْعَةُ : اسم مبهم خبر مرفوع

3. Kaayyin / Kaayyi ( كَأَيِّن / كَأَيّ )

Lafadz ini maknanya tidak beda dengan كم Khobariyyah, untuk menunjukan berapa banyak, bahkan dari sisi kedudukan ‘irabnya juga sama, hanya ada beberapa spesifikasi berbeda diantaranya:

a. Khusus bermakna lampau
b. Tamyiznya selalu Majrur dengan Huruf Jar مِنْ
c. Hukum ‘Irabnya Mabni Sukun, dan Kedudukannya tergantung posisi dia dalam Jumlah.

Contoh:

كَأَيِّنْ مِنْ طَالبٍ لَمْ يَنْجَحْ

Berapa banyak/Banyak sekali siswa yang tidak lulus

كَأَيِّنْ مِنْ آيةٍ في الدنيا

Berapa banyak/Banyak sekali tanda keagungan didunia ini

Contoh ‘Irab كَأَيِّنْ dalam Susunan Jumlah.

– Berada diposisi Maf’ul Bih

كَأَيِّنْ مِن كتابٍ قرأتَ
كَأَيِّنْ : اسم مبني على السكون في محل النصب، مفعول به

Berapa banyak/Banyak sekali buku yang kau telah baca
________
– Berada diposisi Dzorof Zaman

كأيّن مِن ليلةٍ سَهَرْتُ
كَأَيِّنْ : اسم مبني على السكون في محل النصب، ظرف زمان

Berapa banyak/Banyak sekali malam yang aku telah bergadang
_________
– Berada diposisi Dzorof Makan

كأيّن مِنْ مِيلٍ مشيت
كَأَيِّنْ : اسم مبني على السكون في محل النصب، ظرف مكان

Berapa banyak/Banyak sekali jarak Mil yang ku tempuh berjalan.
_________
– Berada diposisi Maf’ul Mutlaq

كأيّن مِن زيارةٍ زرناك
كَأَيِّنْ : اسم مبني على السكون في محل النصب، مفعول مطلق

Berapa banyak/Banyak sekali kunjungan yang kami lakukan kepada mu
_________
– Berada diposisi Mubtada

كأيّن من كتاب قرأتَهُ
كَأَيِّنْ : اسم مبني على السكون في محل الرفع، مبتدأ مرفوع محلا

Berapa banyak/Banyak sekali buku yang kau telah baca

كأيّن مِن كتابٍ عندي
كَأَيِّنْ : اسم مبني على السكون في محل الرفع، مبتدأ مرفوع محلا

Berapa banyak/Banyak sekali buku yang ku miliki.

Dalam AlQuran:

وَكَأَيِّنْ مِنْ دَابَّةٍ لَا تَحْمِلُ رِزْقَهَا اللَّهُ يَرْزُقُهَا وَإِيَّاكُمْ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Berapa banyak/Banyak sekali binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

4. Kadza ( كَذَا )

Lafadz ini digunakan untuk berkias dalam menyamarkan banyaknya jumlah bilangan atau menyamarkan sesuatu.

Ketentuan كَذَا

a. Kadza ( كَذَا ) diucapakan 1x “Ini jarang”
b. Kadza ( كَذَا ) diucapkan beberapa kali tanpa jeda Wawu ‘Athaf
c. Kadza ( كَذَا ) diucapkan beberapa kali dengan jeda Wawu ‘Athaf
d. Tamyiznya harus Mufrad Manshub
e. Hukum ‘Irabnya Mabni Sukun, dan Kedudukanya tergantung posisi dia dalam Jumlah.

Contoh:

قُلْتُ كَذَا كَلِمَةً

Aku telah mengatakan, bla, kalimat

عِنْدِي كَذَا كَذَا كِتَابًا

Aku memiliki, bla, bla buku.

اشتريْتُ بكَذَا و كَذَا سيارةً

Aku telah membeli, dengan bla, bla mobil

جَاء كذا طَالبًا

Telah datang, bla, siswa

قرأت الكتابَ كذا و كذا وكذا قراءةً

Aku membaca buku, bla, bla, bla, bacaan

جَاءَ خَالدٌ يَوْمَ كذا صباحا

Kholid telah datang hari, bla, pada waktu pagi.

Dalam mayoritas contoh diatas, makna dari bla bla bla isinya adalah angka semua kecuali untuk contoh

جَاءَ خَالدٌ يَوْمَ كذا صباحا

Isi ‘bla’ bisa menunjukan nama hari atau urutan hari. Ya, namanya juga samar, jadi kita berspekulasi memaknainya. 😀

Contoh ‘Irab كذا dalam Susunan Jumlah.

– Berada diposisi Maf’ul Bih

قُلْتُ كَذَا كَلِمَةً
كَذَا : اسم مبهم مبني على السكون في محل النصب، مفعول به

– Berada diposisi Mubtada Muakkhar

عِنْدِي كَذَا كَذَا كِتَابًا
كَذَا : اسم مبهم مبني على السكون في محل الرفع، مبتدأ مؤخر

– Berada diposisi Majrur

اشتريْتُ بكَذَا و كَذَا سيارةً
كَذَا : اسم مبهم مبني على السكون في محل جر بالباء
وكَذَا الثانية معطوف على الأولى

– Berada diposisi Fa’il

جَاء كذا طَالبًا
كَذَا : اسم مبهم مبني على السكون في محل الرفع فاعل

– Berada diposisi Maf’ul Mutlaq

قرأت الكتابَ كذا قراءةً
كذا: اسم مبهم مبني على السكون في محل نصب مفعول مطلق

– Berada diposisi Naibul Fa’il

ضُرِبَ كذا كذا كَلْبًا
كذا: اسم مبهم مبني على السكون في محل الرفع نائب الفاعل

– Berada diposisi Isim كان Muakkhar

كان عندي كذا كذا مالاً
كذا: اسم مبهم مبني على السكون في محل الرفع اسم  كان مؤخر


Pelajari juga:  Ushlub Syarat 

dan Ushlub Istifham

Catatan:

Lafadz كذا juga ada yang bermakna (seperti itu) yaitu yang tersusun dari Huruf Tyasbih (ك) dan Dza (ذا) Isim Isyarah, dan kadang ditambahkan Huruf Ha Tanbih (الهاء) diawal kata.

Ini berbeda dengan Kadza كذا untuk Kiasan Jumlah seperti yang Kita bahas.

Contoh:

جَاءَ خَالِدٌ راكبًا وَجَاءَ زَيْدٌ كذا

Kholid datang sambil menunggang dan Zaid juga seperti itu.

خَالِدٌ نَاجِحٌ, وَهَكَذا أَخُوهُ

Kholid lulus, begitu juga dengan saudaranya.

خَالِدٌ : مبتدأ
نَاجِحٌ : خبر
هكذا : ها حرف تنبيه
كذا : جار ومجرور، وشبه الجملة متعلق بمحذوف وهو (ناجح) خبر مقدم

5. Kait dan Dzait ( كَيْتَ و ذَيْتَ )

Dalam beberapa kamus bisa dibaca Dhammah dan Kasrah

كَيْتِ، ذَيْتِ / كَيْتُ، ذَيْتُ
كَيْتَ وكَيْتَ / كَيْتِ وكَيْتِ

كان في الأمر كَيْتِ وكَيْتِ : كذا وكذا ، وهي كناية عن القصَّة والأحدوثة ولا تستعملان إِلاَّ مُكَرَّرَتَيْن ( معجم المعاني الجامع – معجم عربي عربي )

كناية عن القِصَّة والأَحْدُوثَة ولا تستعمل إلاّ مكرَّرة :- قال فلانٌ كَيْت وكَيْت : كذا وكذا (المعجم: اللغة العربية المعاصر)

ظَلَّ يَخْطُبُ فِي النَّاسِ وَقَالَ : كَيْتَ وَكَيْتَ : يُكنْىَ بِهِمَا عَنِ الْحَدِيثِ وَالْخَبَرِ ، أَيْ قَالَ هَذَا الأَمْرَ وَذَاكَ ، وَلاَ تُسْتَعَمَلاَنِ إِلاَّ مُكَرَّرَتَيْنِ ( المعجم: المعجم الوسيط)

Lafadz untuk berkias dalam menuturkan sebuah kalimat, Paragraf, Kisah , cerita, kabar berita dll. Ini lebih parah dari كذا karna yang disamarkan berupa potongan kalimat.

Ketentuan كيت:

a. Kait dan Dzait ( كَيْتَ و ذَيْتَ ) harus diucapkan berulang kali
b. Diucapkan beberapa kali tanpa jeda atau dengan Wawu ‘Athaf
c. Tidak memiliki Tamyiz
d. Boleh diseling antara كَيْتَ و ذَيْتَ atau masing2 lafadz
e. Hukum ‘Irabnya Mabni Fathah, dan Kedudukanya tergantung posisi dia dalam Jumlah.

Contoh:

قال خالدٌ : “كيت، كيت، كيت كيت”.
قال خالدٌ : “كيت، كيت، ذيت ذيت”.

Kholid berkata: “bla, bla, bla, bla”.

Contoh ‘Irab كيت:

“.قال خالدٌ : “كيت، كيت، كيت كيت
كيت الأولى مبنية على الفتح في محل النصب، مفعول به، وكيت الثانية معطوفة مبنية على الفتح

Untuk contoh ‘Irab yang berada diposisi selain Maf’ul bih bisa melihat contoh dari Lafadz كذا، namun tanpa ada Tamyiz.

6. Nayyif ( ٌنَيِّف )

Lafadz ini bermakna ‘Lebih dari’ biasa masuk pada Hitungan ‘Adad untuk menyamarkan angka 1-9 yang berada diantara angka puluhan misalkan, 21, 22, 23 dan seterusnya.

Contoh:

قَرَأتُ نَيِّفًا وعشرين مقالةً

Aku membaca lebih dari 20 artikel

حضرَ ثلاثون ونيّفٌ طالبًا

Telah hadir 30 lebih siswa.

Posisi نَيِّف dibulak balik tidak berpengaruh karna bukan Tamyiznya.

Ketentuan نيّف:

a. Hukum ‘Irabnya Mu’rab dan Kedudukanya tergantung posisi dia dalam Jumlah.

b. Bentuk Mudzakar dan Muannatsnya tidak terpengaruh dengan bentuk Tamyiznya. Dia tetap نَيِّف tidak berubah نَيِّفة

Contoh ‘Irab نيّف:

قَرَأتُ نَيِّفًا وعشرين مقالةً
نَيِّفًا : اسم مبهم مفعول به منصوب وعلامته الفتحة الظاهرة

حضرَ ثلاثون ونيّفٌ طالبًا
نيّفٌ : اسم مبهم معطوف، مرفوع وعلامته الضمة الظاهرة

فِي الفصلِ نيّفٌ و عشرُونَ طالبةً
نيّفٌ : اسم مبهم مبتدأ مؤخر ، مرفوع وعلامته الضمة الظاهرة

7. Fulan/Fulanah ( فلان، فلانة )

Lafadz ini dipakai untuk menyamarkan seseorang (berakal). Kadang juga dipakai untuk sesuatu tidak berakal dengan menambahkan ال

Contoh:

فلانٌ وَ فُلانةٌ من المُجتهدين
فلانٌ : مبتدأ مرفوع
الواو : حرف عطف
فُلانةٌ : معطوف مرفوع

Si dia(lk) dan si Dia (pr)، dari kalangan orang2 rajin.

جاء فلانٌ / جائت فلانةٌ
فلانٌ / فلانةٌ : فاعل مرفوع

Si Dia telah datang

رأيتُ في الحقلِ الفلانَ والفلانةَ
الفلانَ : مفعول به منصوب
الواو : حرف عطف
فُلانةٌ : معطوف منصوب

Aku melihat sesuatu dikebun

سلّمتُ على أبِي فلانٍ
فلانٍ : مضاف إليه مجرور

Aku memberi salam kepada ayah si fulan.

Sumber:

كتاب النحو العصرى لسليمان فياض

شرح ألفية ابن مالك لأبى قاسم


TMBA

Zizo

0 0

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 4.7 / 5. Vote count: 237

One thought on “Mengenal Gaya Bahasa Kiasan ( أسلوب الكناية)

Tinggalkan Komentar

Next Post

Kaidah Dzharaf [مفعول فيه]Lengkap dengan contoh dari AlQuran

4.7 (237) Maf’ul Fih ( Dzorof Zaman & Makan) Perhatikan contoh berikut: ضَرَبَ خَالِدٌ الكَلْبَ ثم جَلَسَ Kholid telah memukul seekor anjing Dari contoh diatas, Kita mengetahui bahwa sudah terjadi pemukulan yang dilakukan Kholid kepada anjing, lalu kemudian setelah itu Kholid duduk. Namun Kita tidak mengetahuinya, kapan pemukulan itu terjadi […]
error: Content is protected !!