Share Digroup Kesayangan Anda.

بسم الله الرحمن الرحيم

Kita sebagai pecinta Bahasa Arab baik belajar di Sekolah, Pesantren, Majlis Ta’lim, Otodidak online dll, pasti sudah hafal dengan kalimat yang satu ini.

كيف حالك…؟

Bagaimana kabar mu…?

Ya, ini adalah contoh kalimat bertanya (Istifham) yang sering kita gunakan ketika menyapa seseorang.

Jika sudah tahu dan tidak asing ditelinga, mari kita kenali lebih dekat terkait hukum i’rab didalamnya.

Sekilas Mu’rab & Mabni

Dalam Bahasa Arab yang Kita pelajari, terdapat dua istilah yang dikenal dengan Mu’rab dan Mabni.

1. Mu’rab adalah Isim atau fi’il yang harkat akhir kalimatnya berubah, kadang dhommah, fathah, jar, menambah/membuang huruf, dll.

جاء طالبٌ، رأيت طالبًا، مررت بطالبٍ

Perhatikan harokat kata طالبٌ selalu berubah karna menyesuaikan diri sesuai fungsinya didalam kalimat. Artinya, setiap Isim atau Fi’il yang harokat akhirnya berubah seperti kata طالبٌ disebut dengan istilah mu’rab.

2. Mabni adalah kebalikan dari mu’rab yaitu harkat akhirnya tidak berubah-ubah dalam kondisi apapun baik berupa Isim maupun Fi’il

نجح الذي اجتهد، رأيت الذي نجح

Perhatikan kata الذي bentuknya tidak berubah dimanapun berada tetep seperti itu, الذي pertama sebagai Fa’il dan الذي kedua sebagai Maful Bih.

Isim dan Fi’il apa saja yang termasuk Mu’rab dan Mabni…?

Fi’il Mu’rab: Sebagian Fi’il Mudhori, Fi’il lima dll
Fi’il Mabni : Madhi, Amr

Isim Mu’rab: Mufrod, Mutsana, Jamak, Isim Lima dll

Isim Mabni :

a. Isim Isyarah kecuali هذين dan هاتين
Perluasan dihalaman berikut KLIK

b. Isim Maushul kecuali اللذان dan اللتين
Perluasan dihalaman berikut KLIK

c. Isim syarat من، متى، أين، ما
Perluasan dihalaman berikut KLIK

d. Isim Istifham من، متي،كيف، كم، ما

e. A’dad Murokab 11-19 kecuali angka 12

Perluasan dihalaman berikut KLIK

e. Sebagian Dzorof seperti حيث، الآن، اذ

Catatan:

Pada dasarnya semua Isim itu Mu’rab hanya saja ada sebagian yang masuk kategori Mabni seperti diatas. Untuk lebih detail silahkan digali dalam materi khusus masing-masing.

Baik kita akan lebih spesifik membahas yang berkaitan dengan salah satu kategori Mabni yaitu Isim Istifham yang didalamnya terdapat isim كيف seperti judul artikel ini.

Tidak baik jika yang dibahas hanya كيف karna yang lain bisa cemburu 😊, jadi sebaiknya kita kenali juga alat bertanya lainya.

Dimulai dengan pertanyaan.

ما هو الاستفهام…؟ وما أدواته..؟ وهل كلها حروف أو أسماء..؟ وهل حكمها معرب أو مبني..؟

Apa itu Istifham, apakah semua perangkatnya berupa Isim atau Huruf..? apakah hukumnya Mu’rab atau Mabni…?

Jawab: Dalam perangkat bertanya terdapat isim dan juga huruf, hukumnya ada yang mu’rab dan juga mabni.

Berupa Huruf: أ dan هل
Berupa Isim: من، أي،ما،ماذا، أين، متى،كيف، كم، أيّان، أنى، لماذا،

Mari Kita rinci satu persatu berikut kegunaanya.

1. Huruf أ dan هل (apakah)

Digunakan sebagai alat bertanya untuk mengetahui sebuah jawaban.

Perbedaanya أ , menuntut pembenaran dan ta’yiin (penentuan), misalkan: Apakah yang tadi makan itu Ahmad atau kholid…? Jawabanya adalah ya Ahmad atau ya Kholid.

Untuk هل hanya menuntut pembenaran saja, misalkan: Apakah kamu akan pergi..? jawabnya adalah cukup ya atau tidak.

Hukum I’rab keduanya:

لا محل لهما من الإعراب

Tidak ada tempat didalam I’rab

Contoh:

أ قرأت الكتاب/ هل قرأت الكتاب

Apakah kamu sudah membaca buku…?

Dalam AlQuran:

قوله تعالى : أَكَفَرْتَ بِٱلَّذِى خَلَقَكَ مِن تُرَابٍۢ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍۢ ثُمَّ سَوَّىٰكَ رَجُلًا (الكهف – ٣٧

Apakah engkau ingkar kepada (Tuhan) yang menciptakan engkau dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan engkau seorang laki-laki yang sempurna?

قوله تعالى : فهل أنتم شاكرون (البقرة٢٤٦

2. Isim مَنْ (siapa)

Digunakan sebagai alat bertanya bagi yang berakal.

Hukumnya: Mabni Sukun
I’rabnya: Tergantung posisinya didalam kalimat, kadang berada ditempat rafa sebagai Mubtada, Khobar dan kadang Majrur

a. Ditempat rafa sebagai Mubtada jika kata setelahnya berupa Fi’il, contoh:

من قرأ القرآن

Siapa yang sudah membaca AlQuran..?

مَن: اسم استفهام مبني على السكون في محل رفع مبتدأ

Apakah kedudukan من sebagai Mubtada jika kata setelahnya berupa Fi’il itu sudah pasti…?

Ya, sudah pasti, coba kita buat perumpaman.

من قرأ القرآن

Siapa yang sudah membaca AlQuran..?

Karna yang ditanya siapa, maka jawabanya sudah pasti menyebut nama, misalkan jawabnya: Kholid yang membaca Quran.

Kedudukan من mengikuti kedudukan Kholid didalam kalimat sebagai apa. Tentunya Kholid sebagai Mubtada, maka من juga sebagai Mubtada.

b. Ditempat rafa sebagai Khobar jika kata setelahnya berupa Isim Makrifat atau Fi’il Naqis, contoh:

من هي

Siapa dia…?

Coba kita jawab: هي فاطمة
Dia Fatimah

Fatimah merupakan jawaban dari yang ditanyakan, kedudukan fatimah sebagai Khobar, maka kedudukan من didalam kalimat tanya juga sebagai Khobar.

من كان زميلك

Siapa kawan mu…?

مَن: اسم استفهام مبني على السكون في محل رفع خبر

c. Ditempat Majrur sebagai Mudhof Ilaih, contoh:

قلم من هذا

Pena siapakah ini..?

مَن: اسم استفهام مبني على السكون في محل جر مضاف اليه

Dalam AlQuran:

قوله تعالى : مَن يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ ( سورة يس ٧٨

Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh..?

Untuk Point c juga teknik cepat menentukan kedudukan من bisa seperti diatas.

قلم من هذا

Coba Jawab: قلمُ خالدٍ
Pena Milik Kholid

Dalam kaidah point c disebutkan bahwa من sebagai Mudhof Ilaih, artinya من mengikuti hukum posisi kedudukan jawaban dari pertanyaan yaitu posisi Kholid.

3. Isim أي (manakah, apa saja, yang mana)

Digunakan sebagai alat bertanya dalam membedakan sesuatu.

Hukumnya: Mu’rab (harkat akhir berubah)

I’rabnya: Tergantung posisinya didalam kalimat, kadang ditempat rafa sebagai Mubtada, Khobar dan kadang Majrur

a. Ditempat rafa sebagai Mubtada jika kata setelahnya berupa Fi’il Taam, contoh:

أيّ بنات تحبّها

Anak perempuan manakah yang kau sukai…?

أي: مبتدأ مرفوع وعلامة رفعه الضمة الظاهرة على آخره

b. Ditempat Nashab sebagai Khobar Kana jika kata setelahnya berupa Fi’il Naqis, contoh:

أيا كان السؤال ؟

Soal yang mana/ Soal manakah

أيًّا : خبر كان مقدم منصوب وعلامة نصبه الفتحة الظاهرة

c. Ditempat Jar sebagai Majrur jika didahului huruf jar.

في أيّ قاعة نجتمع

Diruangan mana kita akan berkumpul.

أيّ : مجرور بحرف ‘في’ وعلامة جره الكسرة الظاهرة

Dalam AlQuran:

مِنْ أَيِّ شَيْءٍ خَلَقَهُ (سورة عبس

Dari apakah Allah menciptakannya..?

فَأَيُّ الْفَرِيقَيْنِ أَحَقُّ بِالْأَمْنِ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ (الأنعام ٨١

Manakah di antara dua golongan itu yang lebih berhak memperoleh keamanan (dari malapetaka), jika kamu mengetahui?

4. Isim ما dan ماذا (Apa)

Digunakan sebagai alat bertanya untuk yang tidak berakal atau bertanya untuk mengetahui suatu.

Hukumnya: Mabni Sukun
I’rabnya: Persis seperti Isim من tergantung posisinya didalam kalimat.

Contoh:

ما في الحقيبة / ماذا في الحقيبة

Apa yang ada didalam tas…?

ما/ماذا : اسم استفهام في محل رفع مبتدأ

Dalam AlQuran:

وَمَا تِلْكَ بِيَمِينِكَ يَٰمُوسَىٰ (طه ١٧

Apa yang ada di tangan kananmu, wahai Musa?

مَاذَا يُنفِقُونَ قُلِ الْعَفْوَ (البقرة ٢١٩

Apa yang mereka nafkahkan…?

5. Isim إين (mana, dimana)

Digunakan sebagai alat bertanya berhubungan dengan tempat.

Hukumnya: Mabni Fathah
I’rabnya: Kadang berada ditempat Nashab sebagai Dzorof makan dan kadang berada ditempat rafa sebagai Khobar muqoddam

a. Ditempat nashab sebagai Dzorof Makan jika kata setelahnya berupa fi’il. Contoh:

أين تلتحق بدراستك

Dimana kamu akan melanjutkan sekolah…?

أين : اسم استفهام مبني على الفتح في محل نصب على الظرفية المكانية

b. Ditempat rafa sebagai Khobar Muqodam jika kata setelahnya berupa Isim.Contoh:

أين بيتك

Dimana rumah mu…?

أين : اسم استفهام مبني على الفتح في محل رفع خبر مقدم

Dalam AlQuran:

فَأَيْنَ تَذْهَبُونَ (التكوير ٢٦

6. Isim متى (Kapan)

Digunakan sebagai alat bertanya berhubungan dengan waktu baik lampau, sekarang, akan datan.

Hukumnya: Mabni Sukun
I’rabnya: Kadang berada ditempat nashab sebagai Dzorof Zaman, kadang juga berada ditempat rafa sebagai Khobar Muqoddam.

a. Ditempat nashab sebagai Dzorof Zaman jika kata setelahnya berupa Fi’il, Contoh:

متي تذهب إلى المدرسة

Kapan kamu akan pergi ke sekolah…?

متي : اسم استفهام مبني على السكون في محل نصب ظرف زمان

b. Ditempat rafa sebagai Khobar Muqoddam jika kata setelahnya berupa Isim, contoh:

متى الامتحان

Kapan ujian…?

متى : اسم استفهام مبني على السكون في محل رفع خبر مقدم

Dalam AlQuran:

وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا الْوَعْدُ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ (الملك ٢٥

Dan mereka (orang kafir) berkata, “Kapankah datangnya janji (azab) itu, jika kamu orang yang benar.”

اعراب القرآن لدعاس:

وَيَقُولُونَ: الواو استئنافية ومضارع مرفوع بثبوت النون والواو فاعل والجملة مستأنفة «مَتى » اسم استفهام للزمان متعلق بخبر مقدم محذوف «هذَا» الها للتنبيه وذا اسم إشارة مبتدأ مؤخر والجملة مقول القول «الْوَعْدُ» بدل من اسم الإشارة «إِنْ» شرطية «كُنْتُمْ» كان واسمها والجملة ابتدائية «صادِقِينَ» خبر كنتم المنصوب بالياء لأنه جمع مذكر سالم وجواب الشرط محذوف دل عليه ما قبله

7. Isim أيّان (Bilakah, bilamana, kapankah)

Digunakan sebagai alat bertanya untuk waktu yang akan datang.

Hukumnya: Mabni Fathah
I’rabnya: Kadang berada ditempat nashab sebagai Dzorof Zaman, kadang juga ditempat rafa sebagai Khobar.

a. Ditempat nashab sebagai Dzorof Zaman jika kata setelahnya berupa Fi’il, Contoh:

أيّان تذهب إلى جاكرتا

Kapankah kamu akan pergi ke Jakarta…?

أيّان : اسم استفهام مبني على الفتح في محل نصب ظرف زمان

b. Ditempat rafa sebagai Khobar Muqoddam jika kata setelahnya berupa Isim, contoh:

أيّان المسابقة تبدأ

Kapankah perlombaan akan dimulai….?

أيّان : اسم استفهام مبني على الفتح في محل رفع خبر مقدم

Dalam AlQuran:

يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا (الأعراف ١٨٧

Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang Kiamat, “Kapan terjadi..?

أَيَّانَ : اسم استفهام في محل نصب على الظرفية الزمانية متعلق بمحذوف خبر

8. Isim كم (Berapa)

Digunakan untuk menanyakan jumlah. Kata setelahnya harus Mufrod dan Manshub sebagai Tamyiiz

Hukumnya: Mabni Sukun
I’rabnya: Tergantung kedudukanya didalam kalimat, kadang sebagai Mubtada Muakhor, Khobar Muqoddam, Dzorof Zaman/Makan dan Maful Bih, kadang ditempat Majrur.

Sebenarnya untuk menentukan kedudukan كم istifham dalam ‘Irab cukup mudah, kita akan tahu dari jawaban pertanyaan tersebut.

Perhatikan contoh:

كم طالبا في الفصل

Berapa siswa yang berada didalam kelas…?

Misalkan dijawab:

في الفصل عشرون طالبا

Kata عشرون adalah jawaban dari pertanyaan كم dimana kata عشرون sebagai Mubtada Muakhor, maka kedudukan i’rab كم dalam contoh diatas adalah sebagai Mubtada.

Kurang yakin…?

Contoh lagi.

كم كتابا اشتريت..؟

Berapa buku yang kau beli…?

Misalkan dijawab:

اشتريت كتابين

Aku membeli dua buku

Kata كتابين jawaban dari pertanyaan كم dimana kata كتابين sebagai Maful Bih maka kedudukan i’rab كم adalah sebagai Maful Bih Muqoddam karena ada diawal kalimat.

Satu lagi biar afdhol.

كم إخوتك

Berapa saudaramu…?

Misalkan dijawab:

إخوتي خمسة

Saudaraku ada lima

Kata خمسة jawaban dari pertanyaan كم dimana kata خمسة sebagai Khobar maka kedudukan i’rab كم adalah sebagai Khobar Muqoddam karena ada diawal kalimat.

Satu lagi tanggung 😀

كم ساعة درست في المدرسة

Berapa jam kamu belajar disekolah…?

Misalkan dijawab:

درست في المدرسة ساعتين

Aku belajar disekolah dua jam

Kata ساعتين merupakan jawaban dari pertanyaan كم dimana kata ساعتين sebagai Dzorof Zaman maka kedudukan i’rab كم adalah sebagai Dzorof.

Kita simpulkan:

a. Ditempat rafa sebagai Mubtada Muakhor Jika kata setelah tamyiiznya berupa Syibh Jumlah, contoh:

كم روبية في حقيبتك

Ada berapa rupiah didalam tas mu…?

كم : اسم استفهام مبني على السكون في محل رفع مبتدأ
روبية : تمييز مفرد منصوب بالفتحة
في : حرف جر
حقيبتك : مجرور وهي مضاف و مضاف الي

b. Ditempat nashab sebagai Maful Bih Muqoddam jika kata setelahnya berupa fi’il muta’adi , contoh: seperti diatas

c. Ditempat Majrur jika didahului huruf jar, contoh:

بكم روبية اشتريت الكتاب

Berapa rupiah kamu sudah membeli buku ini…?

بكم : الباء حرف جر، وكم اسم استفهام مبني على السكون في محل جر
روبية : تمييز مفرد منصوب بالفتحة
اشتريت : فعل و فاعل
الكتاب : مفعول به

d. Ditempat nashab sebagai dzhorof jika tamyiznya berupa dzhorof (penjelasanya seperti diatas), contoh:

كم ساعة درست في المدرسة

Berapa jam kamu belajar disekolah…?

كم : اسم استفهام مبني على السكون في محل نصب على الظرفية الزمانية
ساعة : تمييز منصوب بالفتحة
درست : فعل و فاعل
في المدرسة : حرف جر و مجرور

e. Ditempat rafa sebagai Khobar Muqoddam

Contoh:

كم مالك

Berapa kekayaan mu?
(Penjelasan seperti diatas)

كم : اسم استفهام مبني على السكون في محل رفع خبر مقدم .
مالك : مبتدأ مؤخر ، وهو مضاف و مضاف اليه

f. Ditempat Nashab Jika kata setelah كم berupa fi’il Naaqis كان dkk yang belum memiliki Khobar bawaanya, Contoh:

كم كان عددهم

Berapa jumlah mereka…?

كم : اسم استفهام مبني على السكون في محل رفع خبر كان مقدم .
كان : فعل ناقص
عددهم : مبتدأ مؤخر وهو مضاف ومضاف اليه

9. Isim كيف (Bagaimana)

Digunakan untuk bertanya tentang keadaan.

Hukumnya: Mabni Fathah
I’rabnya: Tergantung kedudukanya didalam kalimat.

Tidak jauh dari cara menentukan kedudukan كم istifham, untuk menentukan kedudukan كيف dalam ‘Irab juga cukup mudah, Kita hanya perlu mengetahui kedudukan jawaban dari pertanyaan tersebut.

Misalkan,

كيف حالك…؟

Misalkan dijawab:

أنا بخير / حالي بخير

Kata بخير adalah jawaban dari pertanyaan كيف, kedudukan بخير tentunya sebagai Khobar dari Mubtada kata أنا / حالي maka disimpulkan bahwa kedudukan كيف sebagai Khobar, lalu karena كيف di jadikan alat bertanya dan disimpan diawal kalimat, maka hasilnya isim كيف sebagai Khobar Muqqodam.

Mudah bukan 😀

Coba Kita pakai contoh lain:

كيف وصل خالد إلى المدرسة..؟

Bagaimana Kholid ketika sampai ke sekolah…?

Disini menanyakan keadaan Kholid ketika sampai. Jawabnya bisa ceria, capek, menangis atau apapun itu yang menggambarkan keadaan Kholid.

Misalkan dijawab:

وصل خالد باكيا

Kata باكيا adalah jawaban dari pertanyaan كيف dimana باكيا kedudukanya sebagai ‘Hal’. Maka kedudukan كيف adalah sebagai ‘Hal’

Sudah dua contoh jika masih belum yakin kebangetan. 😊 Baiklah satu contoh lagi dengan pola berbeda.

كيف نمت..؟

Bagaimana Kamu tidur..?

Menanyakan keadaan waktu tidur, apakah pulas atau tidak, apakah bermimpi indah dll.

Misalkan dijawab:

نمت نوما عميقا

Saya tidur pulas

Kata نوما adalah jawaban dari pertanyaan كيف dimana kata نوما sebagai Maful Mutlaq karna mashdar yang terbentuk dari fi’il نام yang digunakan didalam kalimat sama. Maka hasilnya kedudukan كيف sebagai Maful Mutlaq.

Terus bagaimana jika misalkan dijawab tanpa memakai نوما tapi langsung عميقا ..? bagaimana kedudukan كيف

نمت عميقا

Jika seperti ini berarti عميقا sebagai ‘Hal’ (menggambarkan keadaan) maka كيف juga sebagai Hal.

Baiklah ketiga contoh diatas hanyalah mempermudah Kita dalam menentukan kedudukan كيف ketika dipakai alat bertanya.

Mari Kita simpulkan.

a. Ditempat rafa sebagai Khobar Muqoddam jika kata setelahnya berupa Isim, contoh:

كيف حالك

Bagaimana kabarmu ?

كيف درسك

Bagaimana pelajaranmu ?

كيف صحتك

Bagaimana kesehatanmu ?

كيف : اسم استفهام مبني على الفتح في محل رفع خبر مقدم .
حالك / درسك / صحتك/ : مبتدأ مؤخر ، وهو مضاف ، والكاف في محل جر بالإضافة

b. Ditempat nashab sebagai Khobar muqoddam jika setelahnya terdapat Fi’il Naaqis كان dkk yang belum memiliki Kobar, contoh:

كيف كان الطالب
كيف كنت
كيف كان الدرس

كيف : اسم استفهام مبني على الفتح في محل نصب خبر كان مقدم.

كان : فعل ناقص
الطالب /الدرس : اسم كان مرفوع وعلامته الضمة

c. Ditempat nashab sebagai Hal jika kata setelahnya berupa fi’il Taam yang menggambarkan keadaan si fa’il , contoh:

كيف وصل خالد إلى المدرسة

Bagaimana kamu telah sampai ke sekolah..?

Kalimat diatas menanyakan bagaimana keadaan kholid sampai ke sekolah. Maka كيف sebagai Hal

كيف كنت تدرس

Bagaimana kamu belajar (sama seperti contoh diatas menganyakan bagaimana keadaan proses belajar)

كيف : اسم استفهام مبني على الفتح في محل نصب حال

d. Ditempat nashab sebagai Maful Bih kedua atau ketiga jika kata setelah كيف berupa Fi’il Muta’adi kepada 2 atau 3 Maful Bih, Contoh:

كيف وجدت الفكرة

Bagaimana kamu menemukan gagasan…?

كيف : اسم استفهام مبني على الفتح في محل نصب مفعول ثاني

كيف أعلمت خالدا خبرا

Bagaimana kamu memberitahu kholod kabar…?

كيف : اسم استفهام مبني على الفتح في محل نصب مفعول ثالث

e. Ditempat nashab sebagai Maful Mutlaq jika kata setelahnya berupa fi’il Taam yang menggambarkan keadaan pekerjaan si fa’il da jika jawabanya, contoh:

كيف ضرب خالد زيدا

Bagaimana kholid memukul zaid.?
( Kalimat dalam contoh menanyakan bagaimana proses pemukulanya), maka كيف sebagai Maful Multaq.

كيف : اسم استفهام مبني على الفتح في محل نصب مفعول مطلق

Dalam AlQuran:

كيفَ تَكْفُرُونَ باللهِ وكُنْتُمْ امواتآ فأحياكُمْ ثـُمَ يُمِيتـُكُمْ البقرة )

إعراب القرآن لدعاسى:

كَيْفَ : اسم استفهام مبني على الفتح في محل نصب حال
تَكْفُرُونَ : فعل مضارع والواو فاعل

10. Isim أنّى

Arti, hukum dan i’rabnya persis seperti كيف

Demikian pembahasan tentang Perangkat Bertanya ( Istifham) berikut kedudukan I’rabnya didalam kalimat.

Jika ditemukan kesalahan tulisan maupun harokat, mohon untuk dikoreksi dan diinformasikan melalui kolom komentar.

Silahkan dishare digroup kesayangan Antum.


على الرغم من أن الأمر قد يبدو أصعب من أن يتم تحقيقه، فالواقع أنك تستطيع الحصول عليه، فلا تيأس إن طال انتظارك، اعمل بجدي ونشاط, سيكون حلو في وقته

Meskipun sesuatu itu kadang nampak susah direalisasikan, namun sebenarnya Kau mampu menggapainya, jangan putus asa jika penantian mu panjang, lakukanlah dengan serius dan giat. Akan indah pada waktunya.


Zizo

Tips Mahir Berbahasa Arab


المراجع

القرآن الكريم
تفسير إعراب القرآن لدعاسى
جواهر البلاغة في المعاني والبيان والبديع – السيد أحمد الهاشمي
كتاب النحو والصرف للإعدادي
كتاب أدوات الإعراب لظاهر شوكت البياتي
معجم الإعراب الملون من القرآن الكريم لأبي فارس الدحداح

Apakah postingan ini cukup membatu?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *