Mengenal 4 Tanda Fi’il ( علامة الفعل )

Share Digroup Kesayangan Anda.

Bait ke#11

Jika pada Bait ke #10 Kita mengenal tanda Isim, sekarang Kita akan mengenal Tanda Khusus Fi’il.

Sebelumnya sudah diulas bahwa Fi’il itu adalah Kata Kerja, baik Tam/Naaqis, Lazim/Muta’adi, Sohih/Mu’tal maupun Mujarrad/Majiid.

قال ابن مالك
بِتَا فَعَلْتَ وَأَتَتْ وَيَا افْعَلِي # وَنُوْنِ أَقْبِلَنَّ فِعْـــلٌ يَنْجَلِي

Dengan tanda Tā’ pada lafadz Fa’alta, lafadz Atat, Ya’ pada lafadz If’ali, dan Nun pada Lafadz Aqbilanna. Dengan tanda tersebut maka Fi’il menjadi jelas.

Tanda Fi’il ( علامة الفعل )

Tanda khusus Fi’il yang tidak dimiliki oleh Isim dan Huruf.

Pertama: Menerima Huruf Tā’ Mutaharrik atau Tā’ Fa’il ( تاء الفاعل)

تاء الفاعل هي الضمير المتحرك الذي يُلحَق بآخر الفعل الماضي

Ta’ Fa’il adalah Huruf Ta’ berharokat yang berada diakhir Fi’il Madhi.

Tanda ini bisa kita ketemukan dalam Tashrif Lughowi Fi’il Madhi untuk Dhomir berikut (أنا/ أنْتَ / أنْتِ )

– Ta’ Fa’il untuk Mutakallim, Huruf Ta’ berharkat Dhommah contoh:

أناضَرَبْتُ الكلبَ

Aku telah memukul anjing

– Ta’ Fail untuk Mukhatab, Huruf Ta’ berharkat Fathah contoh:

أنتَضَرَبْتَ الكلبَ

Kamu (lk) telah memukul anjing

– Ta’ Fail untuk Mukhatabah, Huruf Ta’ berharkat Kasroh contoh:

أنتِضَرَبْتِ الكلبَ

Kamu (pr) telah memukul anjing

Kedua: Menerima Huruf  ‘Tā’ Ta’nīts’ (تاء التأنيث)

Tanda ini bisa kita ketemukan dalam Tashrif Lughowi Fi’il Madhi untuk Dhomir هي

هي ضَرَبَتْ الكلبَ

Dia (pr) telah memukul anjing

Ketiga: Menerima Huruf Ya Fa’il’ ( ياء الفاعل)

Tanda ini bisa kita ketemukan dalam Tashrif Lughowi Fi’il Mudhori’ dan Fi’il ‘Amr untuk Dhomir أنتِ

أنتِ تَضْرِبِيْنَ الكلبَ

Kamu (pr) sedang/akan memukul anjing

يا نورة، اضْرِبِي الكلبَ

Hai Nurah, pukulah anjing ini.

Keempat: Menerima Huruf Nun Taukid Tsaqilah dan Khofifah (نون التوكيد الثقيلة والخفيفة)

قال ابن مالك
لِلفِعْلِ تَوكِيْدٌ بِنُونَيْنِ هُمَا كَنُونَي اذْهَبَنَّ وَاقْصِدَنْهُمَا

Masuk pada Fi’il, dua Nun Taukid (Tsaqilah dan Khofifah) seperti pada contoh اذْهَبَنَّ dan وَاقْصِدَنْهُمَا (berangkatlah dan berkehendaklah dengan sungguh-sungguh.

Pertama: Nun Taukid Tsaqilah

Yaitu Huruf Nun bertasydid dan berharokat fathah (Mabni Fathah), kecuali dalam dua keadaan (setelah Alif Tsatniyah dan Nun Niswah ).

Kedua: Nun Taukid Khofifah

Yaitu Huruf Nun Berharokat Sukun ( Mabni Sukun)

Apa tujuan diletakanya kedua Nun Ini.?

Jawab: Adalah untuk mempertegas/memperkuat makna, baik perintah, larangan, pertanyaan dan lainya.

Apakah semua bentuk Fi’il bisa dimasuki Kedua Nun Taukid ini…?

قال ابن مالك
يُؤكِّدَانِ افْعَل وَيَفْعَل آتِيَا ذَا طَلَبٍ أَو شَرْطَاً أمَّا تَالِيَا

Jawab: Tidak semua

kedua Nun ini hanya khusus untuk افْعَل dan يَفْعَل. Artinya hanya untuk Fi’il ‘Amr dan Fi’il Mudhori yang bermakna mustaqbal. Sedangkan Fi’il Madhi hukumnya mutlaq tidak boleh dimasuki kedua Nun Taukid ini

Apa dampak dari masuknya kedua Huruf Nun ini, terutama pada Fi’il Mudhori’…?

– Dampak secara Lafadz : Merubah hukum Fi’il Mudhori’ dari yang asalnya Mu’rab menjadi Mabni

– Dampak secara Makna : Meniadakan makna Mudhari’ yang menunjukan waktu Hal (sekarang)

Syarat dan Ketentuan Nun Taukid pada Fi’il Mudhori’

1. Hukumnya (WAJIB) menggunakan Nun Taukid dengan ketentuan:

a. Posisi Fi’il Mudhori’ menjadi Jawab Qosam (Sumpah) dan tidak terpisahkan dengan Huruf Lam Jawab Qosamnya.

b. Fi’il Mudhori’ harus Mutsbat مثبت (Positif) tidak didahului Huruf Nafyi

c. Fi’il Mudhori’ harus menunjukan Zaman Mustaqbal ( مستقبل )

Contoh:

قوله تعالى
وَتَاللَّهِ لَأَكِيدَنَّ أَصْنَامَكُمْ بَعْدَ أَنْ تُوَلُّوا مُدْبِرِينَ. سورة الأنبياء ٥٧

Demi Allah, sesungguhnya aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu sesudah kamu pergi meninggalkannya.

Perhatikan Lafadz لَأَكِيدَنَّ, dalam susunan diatas, Fi’il Mudhori’ ini sudah memenuhi ketiga kriteria yang disyaratkan, sehingga hukumnya wajib memakai Nun Taukid.

Contoh ‘Irabnya:

لَأَكِيدَنَّ
اللام : لام القسم حرف جزم
أكيدَنّ : فعل مضارع مبني على الفتحة لاتصاله بنون التوكيد الثقيلة وهو في محل جزم والفاعل ضمير مستتر تقديره انا ، والنون لامحل لها من الإعراب

أصنامكم: مفعول به منصوب وعلامة نصبه الفتحة والكاف ضمير متصل في محل جر بالإضافة، والميم للجمع لا محل لها من الإعراب

Kita buat contoh sederhana:

واللّهِ لأَنْصُرَنَّ الفقيرَ

Demi Allah, sesungguhnya aku akan menolong orang faqir ini.

2. Hukumnya (BOLEH) menggunakan Nun Taukid dengan ketentuan:

a. Jika posisi Fi’il Mudhori’ menjadi Fi’il Syarat dengan perangkat syarat Imma Syartiyah  إمَّا الشرطية
(Huruf إِنْ Syarat + ما Zaaidah) = إمَّا )

Contoh:

قوله تعالى
وَإِمَّا تَخَافَنَّ مِنْ قَوْمٍ خِيَانَةً فَانْبِذْ إِلَيْهِمْ عَلَىٰ سَوَاءٍ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْخَائِنِينَ. سورة الأنفال ٥٨

Dan jika sungguh kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat.

Contoh sederhana:

إِمَّا تَجْتَهِدَنَّ فِي دِرَاسَتِكَ تَنْجَحْ

Jika kamu benar-benar rajin dalam belajarmu, maka akan sukses.

b. Jika posisi Fi’il Mudhori’ terletak setelah Perangkat Tholab ( Lam ‘Amr, Nahyi, Istifham, Taraji, Tamanni, ‘Aradl)

Contoh Lam ‘Amr (Tholab perintah)

لِتَفْعَلَنَّ الخيرَ ما دمت قادرًا

Sungguh lakukanlah kebaikan selagi kau mampu.

Contoh Nahyi (Tholab larangan)

وَلَا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَلِكَ غَدًا إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ. سورة الكهف ٢٣

Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: “Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi kecuali Allah berkehendak”.

Contoh Istifham (Tholab Pertanyaan)

هَلْ يُذْهِبَنَّ كَيْدُهُ مَا يَغِيظُ. سورة الحج ١٥

Apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya.

c. Jika Fi’il Mudhori’ didahului Lam Nafyi (Pengecualian)

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ. سورة الأنفال ٢٥

Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.

3. Hukumnya (TERLARANG) dengan ketentuan:

a. Jika Fi’il Mudhori’ didahului Huruf Nafyi dalam keadaan posisinya menjadi Jawab Qosam (Sumpah)

Contoh:

واللّهِ لا أنْصُرُ السارقَ

Demi Allah, aku tidak akan menolong pencuri ini.

Dalam contoh diatas tidak boleh ditaukid menjadi seperti ini ( لاَ أَنْصُرُنَّ)

b. Jika Fi’il Mudhori menunjukan zaman Hal/Sekarang.

Contoh:

لِتَذْهَبْ الآن إلى المدرسة

Kau pergilah sekarang kesekolah.

Dalam contoh diatas tidak boleh ditaukid menjadi seperi ini ( لِتَذْهَبَنَّ الآن )

c. Jika Fi’il Mudhori’ sama sekali tidak didahului perangkat apapun yang memperbolehkannya untuk ditaukid, seperti didahului Qasam, Lam ‘Amr/ Nahyi/Nafyi/Tamanni/Alat Syarat/Tarajji/ ‘Aradl, Tahdlidl.

Contoh:

هو يَذْهَبُ إلى المدرسة

Dia akan pergi kesekolah.

Dalam contoh ini tidak ada satupun syarat wajib maupun jaiz untuk bisa dimasuki kedua Nun Taukid, maka hukumnya dilarang.

Tashrif/Perubahan Fi’il Mudhori’ dan Fi’il ‘Amr sesudah dimasuki kedua Nun Taukid

1. Nun Taukid Tsaqilah:

a. Nun Taukid Tsaqilah dalam Fi’il Mudhori’ berlaku untuk semua perubahan Dhomir ( Mukhatab, Ghaib dan Mutakallim). Hukum penggunaanya sesuai dengan syarat dan ketentuan diatas.

Dalam contoh dibawah sengaja disertakan Lam ‘Amr supaya sesuai dengan ketentuan ketika dimasuki Nun Taukid. Bisa juga menggunakan Perangkat lainya selain Lam ‘Amr jika diperlukan.

Contoh dalam Fi’il Mudhori’ yang dimasuki Lam ‘Amr dan Nun Taukid Tsaqilah)

هو لِيَنْصُرَنَّ / هما لِيَنْصُرَانِّ / هم لِيَنْصُرُنَّ / هي لِتَنْصُرَنَّ / هما لِتَنْصُرَانِّ / هنّ لِيَنْصُرْنَانِّ / أنتَ لِتَنْصُرَنَّ  / أنتما لِتَنْصُرَانِّ / أنتم لِتَنْصُرُنَّ / أنتِ لِتَنْصُرِنَّ / أنتما لِتَنْصُرَانِّ / أنتنّ لِتَنْصُرْنَانِّ / أنا لِأَنْصُرَنَّ / نحن لِنَنْصُرَنَّ

b. Nun Taukid Tsaqilah dalam Fi’il ‘Amr’ berlaku untuk Dhomir Mukhotob. Hukum penggunaanya mutlaq tidak ada syarat tertentu. Maka dari itu tidak perlu menggunakan perangkat seperti Lam ‘Amr.

أنتَ اُنْصُرَنَّ / أنتما اُنْصُرَانِّ / أنتم اُنْصُرُنَّ / أنتِ اُنْصُرِنَّ / أنتما اُنْصُرَانِّ / أنتنّ اُنْصُرْنَانِّ /

2. Nun Taukid Khofifah

a. Nun Taukid Khofifah dalam Fi’il Mudhori’ berlaku untuk Dhomir (هو، هم هي أنتَ أنتِ أنتم أنا نحن). Hukum penggunaanya sesuai dengan syarat dan ketentuan diatas.

هو لِيَنْصُرَنْ / هم لِيَنْصُرُنْ / هي لِتَنْصُرَنْ / أنتَ لِتَنْصُرَنْ / أنتم لِتَنْصُرُنْ / أنت لِتَنْصُرِنْ / أنا لأَنْصُرَنْ / نحن لنَنْصُرَنْ

b. Nun Taukid Khofifah dalam Fi’il ‘Amr’ berlaku untuk Dhomir ( أنتَ، أنتِ، أنتم). Hukum penggunaanya mutlaq tidak ada syarat tertentu.

أنتَ اُنْصُرَنْ / أنتم اُنْصُرُنْ / أنتِ اُنْصُرِنْ

Kenapa Nun Taukid Khafifah tidak masuk pada Tsatniyah (هما ، أنتما)…?

Karena akan bertemu dua huruf sukun yang tidak mungkin salah satunya dibuang. Jika Kita buang Alif Tsatniyahnya misalkan, akan merubah makna dan bentuknya akan tertukar dengan yang lain sebab tidak ada Tanda Alif Tsatniyah. Kemudian jika Nun Khafifahnya yang dibuang, yaaa sama saja bohong 😀 bukan Taukid namanya.

Contoh:

هما لِيَنْصُرَانْ
أنتما لِتَنْصُرَانْ

Coba buang Alif

هما لِيَنْصُرَنْ
أنتُما لِتَنْصُرَنْ

Hasilnya jadi mirip untuk Dhomir هو dan هي. Maka sebabnya, Nun Khafifah tidak masuk pada Tsatniyah baik dalam Mudhori’ maupun Fi’il ‘Amr. Begitu juga untuk هُنّ dan أنتنّ


Catatan:

1. Hukum asal Fi’il Mudhori’ adalah Mu’rab kecuali dalam dua keadaan, hukumnya Mabni Sukun dan Fathah:

a. Mabni Sukun (ketika dimasuki Nun Niswah( هُنَّ، أَنْتُنَّ), baik bertaukid maupun tidak.

Contoh Mabni Sukun:

Bentuk asal.

هنّ يَنْصُرْنَ / أنتنّ تَنْصُرْنَ

Perhatikan Harokat Huruf ر Sukun sebab dimasuki Huruf Nun Niswah diakhir.

Coba kita masukan Nun Taukid Tsaqilah:

Pertama : Tambahkan Perangkat yang memperbolehkan untuk ditaukid. Dalam contoh ini memakai Lam ‘Amr

هنّ لِيَنْصُرْنَ / أنتنّ لِتَنْصُرْنَ

Kedua : Masukan Nun Taukidnya

هنّ ليَنْصُرْنَنَّ / أنتنّ لتَنْصُرْنَنَّ

Kaidah berbunyi : Khusus dalam Fi’il Mudhori’ yang terhubung Nun Niswah, untuk menambahkan Nun Taukid tambahkan Huruf Alif Fariqah (pembatas) diantara Nun Niswah dan Nun Taukid, kemudian Harokat Nun Taukid dirubah menjadi Kasrah.

Hasilnya:

هنّ ليَنْصُرْنَانِّ / أنتنّ لِتَنْصُرْنَانِّ

Contoh ‘Irabnya:

هنّ ليَنْصُرْنَانِّ
ل : لام الأمر
يَنْصُرْنَانِّ : فعل مضارع مبني على السكون لاتصاله بنون النسوة والالف بين نونين هي فارقة أو فاصلة

b. Mabni Fathah (ketika dimasuki Nun Taukid secara langsung). Artinya huruf akhir Fi’il Mudhori’ dan Nun Taukid tidak terpisah oleh Alif Tsatniyah, Wawu Jamak dan Iya Mukhatabah.

Contoh Mabni Fathah:

هو لِيَنْصُرَنَّ / هي لِتَنْصُرَنَّ / أنتَ لتَنْصُرَنَّ  / أنا لأَنْصُرَنَّ / نحن لنَنْصُرَنَّ

Bentuk asal:

هو يَنْصُرُ / هي تَنْصُرُ / أنتَ تَنْصُرُ  / أنا أَنْصُرُ / نحن نَنْصُرُ

Coba Kita masukan Nun Taukid Tsaqilah dan Khofifah:

Pertama: Tambahkan Perangkat yang memperbolehkan untuk ditaukid. Dalam contoh ini pakai Lam ‘Amr

هو لِيَنْصُرْ / هي لِتَنْصُرْ / أنتَ لتَنْصُرْ  / أنا لأَنْصُرْ / نحن لنَنْصُرْ

Kedua : Masukan Nun Taukidnya kemudian Huruf Akhir Fi’il Mudhori’ Harokati dengan Fathah.

Hasilnya:

Untuk Nun Taukid Tsaqilah:

هو لِيَنْصُرَنَّ / هي لِتَنْصُرَنَّ / أنتَ لتَنْصُرَنَّ  / أنا لأَنْصُرَنَّ / نحن لنَنْصُرَنَّ

Untuk Nun Taukid Khofifah:

هو لِيَنْصُرَنْ / هي لِتَنْصُرَنْ / أنتَ لتَنْصُرَنْ  / أنا لأَنْصُرَنْ / نحن لنَنْصُرَنْ

Contoh ‘Irabnya:

هو لِيَنْصُرَنَّ
ل : لام الأمر
يَنْصُرَنَّ : فعل مضارع مبني على الفتح لاتصاله بنون التوكيد الثقيلة

هو لِيَنْصُرَنْ
ل : لام الأمر
يَنْصُرَنْ : فعل مضارع مبني على الفتح لاتصاله بنون التوكيد الخفيفة

2. Fi’il Mudhori, tetap Mu’rab seperti hukum asalnya, jika Nun Taukid terhalang Alif Tsatniyah, Wawu Jamak dan Iya Mukhotobah.

Contoh:

Bentuk asal:

هما يَنْصُرَانِ / هم يَنْصُرُوْنَ / أنتما تَنْصُرَانِ / أنتم تَنْصُرُوْنَ / أنتِ تَنْصُرِيْنَ

Coba Kita masukan Nun Taukid Tsaqilah:

Pertama : Tambahkan Perangkat yang memperbolehkan untuk ditaukid. Dalam contoh ini pakai Lam ‘Amr

هما لِيَنْصُرَا / هم لِيَنْصُرُوا / أنتما لِتَنْصُرَا / أنتم لِتَنْصُرُوا / أنتِ لِتَنْصُرِي /

Huruf Nun Rafa harus dibuang baik setelah Alif Tsatniyah, Wawu Jamak atau Iya Muhkotobah sebab dimasuki Lam ‘Amr yang membuatnya Jazm.

Kedua : Masukan Nun Taukidnya

a. Untuk Tsatniyah (هما ). Tambahkan Nun Taukid Tsaqilah setelah Alif dan beri harokat Kasrah

هما لِيَنْصُرَانِّ / هما لِتَنْصُرَانِّ

Contoh ‘Irabnya:

لِيَنْصُرَانِّ
ل : لام الأمر
يَنْصُرَانِّ : مضارع مجزوم بلام الأمر، وعلامة جزمه حذف النون لأنه مثنى، والنون نون التوكيد الثقيلة

b. Untuk Jamak (هم، أنتم)
Tambahkan Nun Taukid Tsaqilah atau Khafifah setelah Wawu Jamak, kemudian buang Huruf Wawu Jamaknya karena bertemu dua sukun.

Contoh Tsaqilah:

هُمْ لِيَنْصُرُنَّ / أَنْتُمْ لِتَنْصُرُنَّ

Contoh Khofifah:

هُمْ لِيَنْصُرُنْ / أَنْتُمْ لِتَنْصُرُنْ

Contoh ‘Irabnya:

لِيَنْصُرُنَّ
ل : لام الأمر
يَنْصُرُنَّ : مضارع مجزوم بلام الأمر، وعلامة جزمه حذف النون، واو الجمع المحذوفة لالتقاء الساكنين فاعل، والنون نون التوكيد الثقيلة

لِيَنْصُرُنْ
ل : لام الأمر
يَنْصُرُنْ : مضارع مجزوم بلام الأمر، وعلامة جزمه حذف النون، واو الجمع المحذوفة لالتقاء الساكنين فاعل، والنون نون التوكيد الخفيفة

c. Untuk Mukhotobah (أنت)
Tambahkan Nun Taukid Tsaqilah atau Khafifah setelah ي kemudian Buang Huruf ي karena bertemu dua sukun.

Contoh Tsaqilah:

أنتِ لِتَنْصُرِنَّ

Contoh Khofifah:

أنتِ لِتَنْصُرِنْ

Contoh ‘Irabnya:

لِتَنْصُرِنَّ
ل : لام الأمر
تَنْصُرِنَّ : مضارع مجزوم بلام الأمر، وعلامة جزمه حذف النون، والياء المحذوفة لالتقاء الساكنين فاعل، والنون نون التوكيد الثقيلة

لِتَنْصُرِنْ
ل : لام الأمر
تَنْصُرِنْ : مضارع مجزوم بلام الأمر، وعلامة جزمه حذف النون، والياء المحذوفة لالتقاء الساكنين فاعل، والنون نون التوكيد الخفيفة

Demikian penjelasan tentang Bait ke#11 (Tanda Fi’il), kemudian dalam bait ke#12 yaitu ( Tanda Huruf) sudah diulas sekilas pada pasal Kalam ‘Arab. Jadi untuk selanjutnya akan meloncat ke bait ke#13 dan 14 tentang “Shigat Fi’il” Madhi, Mudhori’ dan ‘Amr.

____
TMBA
Zizo

Apakah postingan ini cukup membatu?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

TMBA

TMBA adalah website edukasi untuk mahir berbahasa arab dengan cepat. Materi dikemas dengan sajian konversasi dan interaksi sesama anggota melalui group whatsapp dan facebook. Kajian Grammer Nahwu & Sharaf, latihan membaca, menulis, mendengar dan latihan terjemah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Mengenal Mashdar Dan Cara Pembentukanya

Sat Jul 20 , 2019
Apa itu Mashdar…?  :قال ابن مالك اَلْمَصْدَرُ اسْمُ مَا سِوَى الزَّمَانِ مِنْ # مَدْلُولَيِ الْفِعْلِ كَأَمْنٍ مِنْ أَمِنْ # بِمِثْلِهِ أَوْ فِعْلٍ أوْ وَصْفٍ نُصِبْ # وَكَوْنُهُ أَصْلاً لِهذَيْنِ انْتُخِبْ Mashdar (المصدر) اسم يدل على حدث مجرد من الزمان Isim yang menunjukkan arti kejadian namun tidak terikat waktu. Dalam susunan Tashrif Istilahi, Mashdar berada […]

TMBA (Tips Mahir Berbahasa Arab)

TMBA adalah website edukasi untuk mahir berbahasa arab dengan cepat. Materi dikemas dengan sajian konversasi dan interaksi sesama anggota melalui group whatsapp dan facebook. Kajian Grammer Nahwu & Sharaf, latihan membaca, menulis, mendengar dan latihan terjemah. Selengkapnya

Share digroup kesayangan Anda

Berlangganan Artikel TMBA Via Email

Masukan email address untuk menerima artikel terbaru dari situs TMBA (Tips Mahir Berbahasa Arab)

Join 21 other subscribers