Mengenal 4 Tanda Fi’il ( علامة الفعل )

TMBA 3
4.8
(400)
Read Time3 Minutes, 51 Seconds

Bait ke#11

Jika pada Bait ke #10 Kita mengenal tanda Isim, sekarang Kita akan mengenal Tanda Khusus Fi’il.

Sebelumnya sudah diulas bahwa Fi’il itu adalah Kata Kerja, baik Tam/Naaqis, Lazim/Muta’adi, Sohih/Mu’tal maupun Mujarrad/Majiid.

قال ابن مالك
بِتَا فَعَلْتَ وَأَتَتْ وَيَا افْعَلِي # وَنُوْنِ أَقْبِلَنَّ فِعْـــلٌ يَنْجَلِي

Dengan tanda Tā’ pada lafadz Fa’alta, lafadz Atat, Ya’ pada lafadz If’ali, dan Nun pada Lafadz Aqbilanna. Dengan tanda tersebut maka Fi’il menjadi jelas.

Tanda Fi’il ( علامة الفعل )

Tanda khusus Fi’il yang tidak dimiliki oleh Isim dan Huruf.

1. Menerima Huruf Tā’ Mutaharrik atau Tā’ Fa’il ( تاء الفاعل)

تاء الفاعل هي الضمير المتحرك الذي يُلحَق بآخر الفعل الماضي

Ta’ Fa’il adalah Huruf Ta’ berharokat yang berada diakhir Fi’il Madhi.

Tanda ini bisa kita ketemukan dalam Tashrif Lughowi Fi’il Madhi untuk Dhomir berikut (أنا/ أنْتَ / أنْتِ )

  • Ta’ Fa’il untuk Mutakallim, Huruf Ta’ berharkat Dhommah contoh:

أناضَرَبْتُ الكلبَ

Aku telah memukul anjing

  • Ta’ Fail untuk Mukhatab, Huruf Ta’ berharkat Fathah contoh:

أنتَضَرَبْتَ الكلبَ

Kamu (lk) telah memukul anjing

  • Ta’ Fail untuk Mukhatabah, Huruf Ta’ berharkat Kasroh contoh:

أنتِضَرَبْتِ الكلبَ

Kamu (pr) telah memukul anjing

2. Menerima Huruf  ‘Tā’ Ta’nīts’ (تاء التأنيث)

Tanda ini bisa kita ketemukan dalam Tashrif Lughowi Fi’il Madhi untuk Dhomir هي

هي ضَرَبَتْ الكلبَ

Dia (pr) telah memukul anjing

3. Menerima Huruf Ya Fa’il’ ( ياء الفاعل)

Tanda ini bisa kita ketemukan dalam Tashrif Lughowi Fi’il Mudhori‘ dan Fi’il ‘Amr untuk Dhomir أنتِ

أنتِ تَضْرِبِيْنَ الكلبَ

Kamu (pr) sedang/akan memukul anjing

يا نورة، اضْرِبِي الكلبَ

Hai Nurah, pukulah anjing ini.

4. Menerima Huruf Nun Taukid Tsaqilah dan Khofifah (نون التوكيد الثقيلة والخفيفة)

قال ابن مالك
لِلفِعْلِ تَوكِيْدٌ بِنُونَيْنِ هُمَا كَنُونَي اذْهَبَنَّ وَاقْصِدَنْهُمَا

Masuk pada Fi’il, dua Nun Taukid (Tsaqilah dan Khofifah) seperti pada contoh اذْهَبَنَّ dan وَاقْصِدَنْهُمَا (berangkatlah dan berkehendaklah dengan sungguh-sungguh.

a. Nun Taukid Tsaqilah

Yaitu Huruf Nun bertasydid dan berharokat fathah (Mabni Fathah), kecuali dalam dua keadaan (setelah Alif Tsatniyah dan Nun Niswah ).

b. Nun Taukid Khofifah

Yaitu Huruf Nun Berharokat Sukun ( Mabni Sukun)

5. Perluasan Nun Taukid

a. Fungsi Nun taukid.?

Untuk mempertegas dan memperkuat makna, baik berupa perintah, larangan, pertanyaan dan lainya.

b. Fi’il yang boleh di Taukid

قال ابن مالك
يُؤكِّدَانِ افْعَل وَيَفْعَل آتِيَا ذَا طَلَبٍ أَو شَرْطَاً أمَّا تَالِيَا

Kedua Nun Taukid ini hanya masuk pada افْعَل dan يَفْعَل. Artinya, hanya untuk Fi’il ‘Amr dan Fi’il Mudhori yang bermakna mustaqbal. Sedangkan Fi’il Madhi hukumnya mutlaq tidak boleh dimasuki kedua Nun Taukid.

c. Dampak Nun Taukid

  • Dampak secara Lafadz -> Merubah hukum Fi’il Mudhori’ dari yang asalnya Mu’rab menjadi Mabni
  • Dampak secara Makna -> Meniadakan makna Mudhari’ yang menunjukan waktu Hal (sekarang)

d. Syarat Nun Taukid pada Fi’il Mudhori’

1. Hukumnya (WAJIB) menggunakan Nun Taukid dengan ketentuan:

  • Ababila Posisi Fi’il Mudhori’ menjadi Jawab Qosam (Sumpah) dan tidak terpisahkan dengan Huruf Lam Jawab Qosamnya.
  • Apabila Fi’il Mudhori’ Mutsbat مثبت (Positif) tidak didahului Huruf Nafyi
  • Apabila Fi’il Mudhori’ menunjukan Zaman Mustaqbal ( مستقبل )

Contoh:

قوله تعالى
وَتَاللَّهِ لَأَكِيدَنَّ أَصْنَامَكُمْ بَعْدَ أَنْ تُوَلُّوا مُدْبِرِينَ. سورة الأنبياء ٥٧

Demi Allah, sesungguhnya aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu sesudah kamu pergi meninggalkannya.

Perhatikan Lafadz لَأَكِيدَنَّ, dalam susunan diatas, Fi’il Mudhori’ ini sudah memenuhi ketiga kriteria yang di syaratkan, sehingga hukumnya wajib memakai Nun Taukid.

Contoh ‘Irabnya:

لَأَكِيدَنَّ
اللام : لام القسم حرف جزم
أكيدَنّ : فعل مضارع مبني على الفتحة لاتصاله بنون التوكيد الثقيلة وهو في محل جزم والفاعل ضمير مستتر تقديره انا ، والنون لامحل لها من الإعراب

أصنامكم: مفعول به منصوب وعلامة نصبه الفتحة والكاف ضمير متصل في محل جر بالإضافة، والميم للجمع لا محل لها من الإعراب

Kita buat contoh sederhana:

واللّهِ لأَنْصُرَنَّ الفقيرَ

Demi Allah, sesungguhnya aku akan menolong orang faqir ini.

2. Hukumnya (BOLEH) menggunakan Nun Taukid dengan ketentuan:

  • Apabila posisi Fi’il Mudhori’ menjadi Fi’il Syarat dengan perangkat syarat Imma Syartiyah  إمَّا الشرطية
    (Huruf إِنْ Syarat + ما Zaaidah) = إمَّا )

Contoh:

قوله تعالى
وَإِمَّا تَخَافَنَّ مِنْ قَوْمٍ خِيَانَةً فَانْبِذْ إِلَيْهِمْ عَلَىٰ سَوَاءٍ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْخَائِنِينَ. سورة الأنفال ٥٨

Dan jika sungguh kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat.

Contoh sederhana:

إِمَّا تَجْتَهِدَنَّ فِي دِرَاسَتِكَ تَنْجَحْ

Jika kamu benar-benar rajin dalam belajarmu, maka akan sukses.

  • Apabila posisi Fi’il Mudhori’ terletak setelah Perangkat Tholab ( Lam ‘Amr, Nahyi, Istifham, Taraji, Tamanni, ‘Aradl)

Contoh Lam ‘Amr (Tholab perintah)

لِتَفْعَلَنَّ الخيرَ ما دمت قادرًا

Sungguh lakukanlah kebaikan selagi kau mampu.

Contoh Nahyi (Tholab larangan)

وَلَا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَلِكَ غَدًا إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ. سورة الكهف ٢٣

Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: “Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi kecuali Allah berkehendak”.

Contoh Istifham (Tholab Pertanyaan)

هَلْ يُذْهِبَنَّ كَيْدُهُ مَا يَغِيظُ. سورة الحج ١٥

Apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya.

  • Apabila Fi’il Mudhori’ didahului Lam Nafyi (Pengecualian)

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ. سورة الأنفال ٢٥

Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.

3. Hukumnya (TERLARANG) dengan ketentuan:

  • Apabila Fi’il Mudhori’ didahului Huruf Nafyi dalam keadaan posisinya menjadi Jawab Qosam (Sumpah)

Contoh:

واللّهِ لا أنْصُرُ السارقَ

Demi Allah, aku tidak akan menolong pencuri ini.

Dalam contoh diatas tidak boleh ditaukid menjadi seperti ini ( لاَ أَنْصُرُنَّ)

  • Apabila Fi’il Mudhori menunjukan zaman Hal/Sekarang.

Contoh:

لِتَذْهَبْ الآن إلى المدرسة

Kau pergilah sekarang kesekolah.

Dalam contoh diatas tidak boleh ditaukid menjadi seperi ini ( لِتَذْهَبَنَّ الآن )

  • Apabila Fi’il Mudhori’ sama sekali tidak didahului perangkat apapun yang memperbolehkannya untuk ditaukid, seperti didahului Qasam, Lam ‘Amr/ Nahyi/Nafyi/Tamanni/Alat Syarat/Tarajji/ ‘Aradl, Tahdlidl.

Contoh:

هو يَذْهَبُ إلى المدرسة

Dia akan pergi kesekolah.

Dalam contoh ini tidak ada satupun syarat wajib maupun boleh untuk bisa dimasuki kedua Nun Taukid, maka hukumnya dilarang.

Tashrif/Perubahan Fi’il Mudhori’ dan Fi’il ‘Amr sesudah dimasuki kedua Nun Taukid

|||Untuk perubahan Tashrif kedua Fi’il diatas, sikahkan lihat di masing-masing pasal agar lebih detail ‘Irab dan Tashrif Fi’il Mudhari dan ‘Irab dan Tashrif Fi’il Amr


TMBA
Zizo

0 0

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 4.8 / 5. Vote count: 400

3 thoughts on “Mengenal 4 Tanda Fi’il ( علامة الفعل )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Cara Pembentukan Mashdar

4.8 (400) Apa itu Mashdar…?  :قال ابن مالك اَلْمَصْدَرُ اسْمُ مَا سِوَى الزَّمَانِ مِنْ # مَدْلُولَيِ الْفِعْلِ كَأَمْنٍ مِنْ أَمِنْ # بِمِثْلِهِ أَوْ فِعْلٍ أوْ وَصْفٍ نُصِبْ # وَكَوْنُهُ أَصْلاً لِهذَيْنِ انْتُخِبْ 1. Definisi Mashdar (المصدر) اسم يدل على حدث مجرد من الزمان Mashdar adalah Isim yang menunjukkan arti kejadian namun tidak terikat waktu. […]

Subscribe US Now

error: Content is protected !!