Lam ‘Amr (لام الأمر)

Must Read

Huruf Asli & Huruf Tambahan (Ilmu Sharf)

Huruf Asli & Huruf Tambahan (Ilmu Sharf) Mengetahui huruf asli dan tambahan pada suatu kata dalam bahasa arab sangat penting,...

Pengertian Al-Qalb Al-Makani (Ilmu Sharf)

Pengertian Al-Qalb Al-Makani (القلب المكاني) Al-Qalb Al-Makani (transposisi) adalah salah satu istilah yang terdapat dalam ilmu sharf. Imam As-Suyuthi dalam...

Pengertian Al-Mizan As-Sharfi (المِيْزَانُ الصَّرْفِي)

Pengertian Al-Mizan As-Sharfi (المِيْزَانُ الصَّرْفِي)   Mafhum Al-Mizan As-Sharfi Bagi kalian yang pernah belajar ilmu sharf pasti tidak asing dengan istilah 'mizan...
TMBAhttps://bahasa-arab.com/
Belajar Bahasa Arab tidak semudah membalikan telapak tangan, butuh keseriusan dan istiqomah. Namun tidak ada kata terlambat jika kita ingin ingin mempelajarinya.

5
(6)

Pembahasan lanjutan dari macam-macam huruf lam setelah lam ta’lil, lam juhud, lam ibtida dan lam istigatsah yaitu lam ‘amr. Mari kita fahami mulai definisi dan contoh ‘irab.

 

Ta’rif Lam Al-Amr (لام الأمر)

لام الأمر جازمة للفعل المستقبل للمأمور الغَائِبِ

Lam Al-Amr adalah lam jazm yang dipergunakan untuk alat perintah yang masuk pada fi’il mudhari‘ ghaib

Apabila kita menyuruh lawan bicara (mukhattab), kita cukup dengan menggunakan sighat fi’il amr, seperti:

اِذْهَبْ / اُنْصُرْ / اِضْرَبْ

Pergilah / Tolonglah / Pukulah

Namun apabila yang hendak kita suruh tidak berada dihadapan (ghaib) kita mesti menggunakan perantara lam ‘amr. Seperti:

لِيَذْهَبْ / لِيَنْصُرْ / لِيَضْرِبْ

Hendaklah dia pergi / Hendaklah dia menolong / Hendaklah dia memukul

Contoh Lam ‘Amr dalam Al-Quran

ليُنفِقْ ذُو سَعَةٍۢ مِّن سَعَتِهِ وَمَن قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُۥ فَلْيُنفِقْ مِمَّآ آتاه ٱللَّهُ. الطلاق 7

Hendaklah orang yang mempunyai keluasan memberi nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang terbatas rezekinya, hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak membebani kepada seseorang

Penggunaan Lam ‘Amr

Diawal definisi disebutkan bahwa lam ‘amar dipergunakan untuk perintah (ghaib). Namun, terkadang dipergunakan juga untuk mukhattab (lawan bicara) untuk tujuan taukid (mempertegas). Seperti Sabda Rasulullah:

لِتَأخُذُوا مَصَافَّكُمْ / فَلِتَسَوُّوا صُفُوفَكُمْ

Dan Firman Allah Ta’ala:

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ آمَنُوا اتَّبِعُوا سَبِيلَنَا وَلْنَحْمِلْ خَطَايَاكُمْ وَمَا هُم بِحَامِلِينَ مِنْ خَطَايَاهُم مِّن شَيْءٍ ۖ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ.، العنكبوت 12

Dan berkatalah orang-orang kafir kepada orang-orang yang beriman: “Ikutilah jalan kami, dan nanti kami akan memikul dosa-dosamu”, dan mereka (sendiri) sedikitpun tidak (sanggup), memikul dosa-dosa mereka. Sesungguhnya mereka adalah benar-benar orang pendusta.

وَلْنَحْمِلْ : الواو حرف عطف ومضارع مجزوم بلام الأمر والفاعل مستتر

Perbedaan Pendapat Harakat Lam ‘Amr

Pada dasarnya harakat lam ini adalah kasrah (Jumhur), namun apabila tersambung dengan huruf ‘athaf, terdapat dua ketentuan:

a). Apabila lam ‘amar terhubung huruf athaf wawu dan fa, dia boleh berharakat sukun atau tetap kasrah seperti hukum asal. Seperti:

لِيَذْهَبْ خالدٌ وَلْيَجْلِسْ زَيْدٌ / لِيَذْهَبْ خالدٌ وَلِيَجْلِسْ زَيْدٌ ✔️

b). Apabila terhubung dengan huruf ‘athaf ثُمّ، terdapat dua pendapat:

  • Ulama Bashrah: “Harakat lam ‘amar harus tetap kasrah, sebab tsuma termasuk huruf yang berdiri sendiri. Artinya, tsuma boleh dibaca waqaf atau tersambung. Berbeda dengan wawu dan fa yang tidak bisa dibaca kecuali washal (bersambung).
  • Pendapat Minoritas Ulama Kuffah yang memperbolehkan lam ‘amar berharakat sukun, meskipun didahului tsuma. Dengan demikian, diantara Ulama Qira’at ada yang membacanya sukun. Pendapat ini dianggap lemah oleh Mayoritas. Seperti Firman Allah:

ثُمَّ لْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ. الحج 29

  • Sebagian Pendapat yang memfathahkan lam amr dalam bahasa Bani Sulaim dengan tujuan takhfif, seperti dikutif dari perkataan Imam As-Suyuthi

علل السيوطي فتح لام الأمر على لغة سليم طلبا لخفة

Berikut pendapat Ibnu Hisyam terkait harakat lam ‘amr

قال ابن هشام : وأما اللام العاملة للجزم فهي اللام الموضوعة للطلب، وحركتها كسرة، وإسكانها بعد الفاء والواو أكثر من تحريكها، وقد تسكن بعد ثم في قراءة الكوفيين

“lam amilah jazimah yaitu lam perintah berharkat kasrah, dan sukun apabila setelah wawu dan fa. Namun kebanyakan mengkasrahkanya. Sebagian Ulama Kuffah membacanya dengan sukun setelah tsuma”. Lihat pada kitab “Al-Mughani Al-Labib

Pelajari Juga: 

Ulama Nahwu sepakat bahwa fi’il mudhari’ apabila dimasuki lam ‘amar mesti jazm, baik untuk ghaib maupun hadir. Namun mereka berbeda pendapat dengan fi’il ‘amar untuk mukhattab (lawan bicara) dengan tanpa menggunakan lam amr. Seperti

اِذْهَبْ يَا خَالدُ / اِرْكَبْ يا زَيدُ

  • Pendapat Ulama Kuffah: Setiap kata yang menunjukan arti perintah, baik menggunakan lam ‘amr pada fi’il mudhari’ atau menggunakan sighat fi’il ‘amr secara langsung, semuanya wajib jazm dengan lam ‘amr.

Kata اِذْهَبْ menurut mereka berasal dari لِتَذْهَبْ, dimana lam ‘amar pada اِذْهَبْ telah disembunyikan agar ringan ketika dibaca.

  • Pendapat Ulama Bashrah: Sighat fi’il ‘amr tanpa menggunakan lam ‘amr berhukum mabni, sebab tidak ada amil yang membuat dia berubah ‘irab. Artinya, tidak boleh marfu, manshub maupun Makhfud. Dengan demikian, menurut mereka tidak ada lam amr yang dibuang.

Contoh ‘irab lam ‘amr:

لِيَذْهَبْ : اللام لام الأمر، يذهب: فعل مضارع مجزوم بلام الأمر، وعلامة جزمه السكون، والفاعل ضمير مستتر وجوبا تقديره هو

Bait Alfiyah Ibnu Malik terkait fi’il amr

بِلَا وَلَامٍ طَالِباً ضَعْ جَزْمَا # فِي الْفِعلِ هكَذَا بِلَمْ وَلَمَّا

Jazemkanlah Fi’il Mudhari’ sebagai thalab sebab dimasuki la nahyi atau lam ‘amr. Demikian juga jazemkanlah sebab dimasuki lam nafyi dan lamma nafyi.

Tashrif Lughawi Fi’il Mudhari’ ketika dimasuki lam ‘amr

هُوَ لِيَنْصُرْ / هُمَا لِيَنْصُرَا / هُمْ لِيَنْصُرُوْا / هِيَ لِتَنْصُرْ / هُمَا لِتَنْصُرَا / هُنَّ لِيَنْصُرْنَ / أَنْتَ لِتَنْصُرْ / أَنْتُمَا لِتَنْصُرَا / أَنْتُمْ لِتَنْصُرُوْا / أَنْتِ لِتَنْصُرِي / أَنْتُمَا لِتَنْصُرَا / أَنْتُنَّ لِتَنْصُرْنَ / أنَا لِأَنْصُرْ / نَحْنُ لِنَنْصُرْ

Hendaklah dia (lk) menolong / Hendaklah dia (lk2) menolong / dan seterusnya.

Kandungan Makna ‘Amr (Perintah)
Membuang Lam ‘Amr

Makna awal dari suatu perintah adalah tuntutan terhadap suatu perbuatan. Namun dari sisi balaghah (ilmu ma’ani) terdapat beberapa kandungan makna yang bisa difahami dari konteks kalimat dan qarinah terkait situasi dan kondisinya. Seperti Ad-du’a/Doa (الدعاء), Al-Irsyad/petunjuk (الإرشاد), Al-Ta`jiz /melemahkkan (التعجيز) dan lainya. Bisa dilihat pada materi Kalam Insya’ Thalabi dan Ghair Thalabi Ilmu Ma’ani

Rujukan:
كتاب اللامات لزجاجي

 

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 6

No votes so far! Be the first to rate this post.

Recomended

Kaidah Hal (حال) dan Sohibul Hal (صاحب الحال)

Hal dan Sahibul Hal (حال وصاحب الحال) في هذا الوقت سنتعرف على الحال من حيث مفهومه وأنواعه وأحكامه وشروطه Pada materi (Hal) terdapat dua istilah yang...

Definisi Kalam Khabari (الكلام الخبري) Fungsi dan Tujuanya

Objek pembahasan pertama ilmu ma'ani yaitu ahwal isnad al-khabari (أحوال الإسناد الخبري) yaitu berkaitan dengan suatu kalimat khabari (berita/informasi). Lihat artikel sebelumnya: 8 Objek...

Juha dan Tetangga Rakus

جُحَا وَ الجَارُ الطَّماعُ Juha dan Tetangga Rakus كَانَ لِلجَارِ الطَّمَاعِ مَزْرَعَةٌ غَنِيَّةٌ بِأَشْجَارِ الفَاكِهَةِ ، وَ مَزْرُوْعَاتٍ أُخْرَى مُتَنَوِّعَةٍ وَ كَانَ يُجَاوِرُ مَزْرَعَتَهُ مّزْرَعَةٌ أَكْبَرُ...

Isim Ma’rifat & Nakirah (khusus dan umum)

بسم الله الرحمن الرحيم Pada kesempatan kali ini kita akan mengenal apa itu Isim Ma’rifat (Khusus) & Isim Nakiroh (Umum) Perhatikan contoh berikut: فِى الحَدِيْقَةُ رَجُلٌ /...

Tinggalkan Komentar

Latest News

Huruf Asli & Huruf Tambahan (Ilmu Sharf)

Huruf Asli & Huruf Tambahan (Ilmu Sharf) Mengetahui huruf asli dan tambahan pada suatu kata dalam bahasa arab sangat penting,...

Pengertian Al-Qalb Al-Makani (Ilmu Sharf)

Pengertian Al-Qalb Al-Makani (القلب المكاني) Al-Qalb Al-Makani (transposisi) adalah salah satu istilah yang terdapat dalam ilmu sharf. Imam As-Suyuthi dalam...

Huruf yang ditulis namun tidak dibaca (يكتب ولا ينطق)

Dalam kaidah imla, terdapat huruf-huruf yang ditulis namun tidak diucapkan (ما يكتب ولا ينطق). Diantara huruf tersebut yang paling popoler adalah alif dan wawu. 1....

Juha yang baik hati

جحا طَيْبُ القَلْبِ Juha yang baik hati كَانَ جُحَا يَعْمَلُ فِى جَمْعِ الحَطَبِ ، وَ كَانَتْ زَوْجَتُهُ تَعْمَلُ بِغَزْلِ الكَتَّانِ فِى البَيْتِ , وَ كَانَ فَقِيْرَيْنِ...

Menghemat Air dan Listrik (Cerpen B. Arab)

تَوْفِيْرُ الْكَهْرَبَاءِ Menghemat Listrik جَاءَ الْمَسَاءُ. بَاسِمٌ يَجْلِسُ فِي غُرْفَتِهِ، يُذَاكِرُ دُرُوْسَهُ ، النَّوَافِذُ مُُغْلَقَةٌ ، وَ الْمُكَيِّفُ يَعْمَلُ Waktu sore telah tiba. Basim duduk di kamarnya...

Kaidah Maf’ul Mutlaq (مفعول مطلق) Lengkap Dengan Contoh ‘Irabnya

Maf'ul Mutlaq (مفعول مطلق) كيف حالكم يا أحبابي الكرام، أتمنّى أن تكونوا  بخير وفي رعاية  الله وحفظه في هذه الفرصة نحن سنستمرّ درسنا تحت الموضوع ” مفعول مطلق"...

More Articles Like This