Kitab Syarh Qathr an-Nada wa Ball ash-Shada

Must Read

Kalam Insya’ (الكلام الإنْشِائُى) Thalabi dan Ghair Thalabi Dalam Ilmu Ma’ani

Materi ini lanjutan dari pembahasan objek ilmu ma'ani yang pertama yaitu kalam/kalimat. Pembahasan sebelumnya terkait kalam khabari, tujuan dan...

Tasybih dalam Ilmu Bayan: Pengertian, Rukun dan Jenisnya

Seperti yang kita kaji di pembahasan sebelumnya dalam Ilmu Bayan dan Tiga Obyek Pembahasannya kita mengenal tiga pokok pembahasan...

Ilmu Bayan dan Tiga Obyek Pembahasannya

Sebelumnya kita telah mengetahui bahwa ada tiga pembahsan utama dalam Ilmu Balaghah. Yaitu; Ilmu Ma’ani, Bayan dan Ba’di. Tulisan...
TMBAhttps://bahasa-arab.com/
Belajar Bahasa Arab tidak semudah membalikan telapak tangan, butuh keseriusan dan istiqomah. Namun tidak ada kata terlambat jika kita ingin ingin mempelajarinya.

0
(0)

Kitab ini sering sekali dijadikan rujukan dalam artikel kaidah nahwu dan sharaf yang ada di TMBA. Lengkapi koleksi kitab Antum untuk menambah wawasan seputar qawa’id. Kitab ini sangat kumplit dan banyak sekali referensi yang akan membantu kita lebih memperluas lagi wawasan.

Ibnu Hisyam berkata:

و من يصطبر للعلم يظفر بنيله #
و من يخطب الحسناء يصبر على البذلو من لم يذل النفس في طلب العلى # يسيرا يعش دهرا طويلا اخا ذل

“Siapa yang bersabar dalam menuntut ilmu, ia akan menggapainya. Siapa yang ingin meminang kebaikan, hendaklah bersabar dalam pengorbanan. Siapa yang tidak menundukkan nafsunya dalam menggapai sesuatu yang mulia, maka ia akan hidup lama sebagai orang yang hina.”

المؤلف : جمال الدين أبو محمد عبد الله ابن هشام الأنصاري (708 – 761 هـ ) (1309 – 1360م)
الناشر : دار الكتب العالمية – بيروت
الطباعة : الرابعة
رقم الإيداع : I.S.B.N 2-7451-0997-9

Kitab Syarh Qathr an-Nada wa Ball ash-Shada adalah kitab Nahwu karya Ibnu Hisyam Al-Anshari seorang pakar bahasa arab kelahiran Mesir. Kitab ini sebagai Syarah untuk matan kitab Qathrun Nada yang dikarang oleh Beliau.

Dalam penyusunan kitab syarah ini, hampir mirip dengan kitab Syudurudzahab dalam hal penempatan pasal-pasal namun agak sedikit ringkas.

Kitab Qathrun Nada sendiri hanya berupa ringkasan singkat yang meliputi kaidah secara umum. Kemudian dirinci dan diperjelas dengan dalil-dalil pada Syarah Qathrun Nada.

Dalam Kitab syarah ini, Ibnu Hisyam menempatkan pasal kalimat dan kalam diawal pembahasan lalu disusul dengan pasal Marfu’at, Manshubat dan Makhfudhat. Diantara pasal terpenting yang Beliau susun yaitu:

الكلم / الاسم / الفعل / الحرف
فصل: أنواع الإعراب
فصل: تقدير الحركات
فصل: المضارع
فصل: الاسم ضربان
باب المبتدأ والخبر
باب النواسخ لحكم المبتدإ والخبر
ما النافية عند الحجازيين
لا النافية
لاتَ
إِنَّ
لا النافية للجنس
باب: الفاعل
باب النائب عن الفاعل
باب الاشتغال
باب في التنازع
باب المفعول  المفعول به
المنادى. المقرون بأل
جواز ترخيم المنادى المعرفة
الاستغاثة
المفعول المطلق
المفعول له
المفعول فيه
المفعول معه
الحال
التمييز
المستثنى
خفض الاسم
باب ما يعمل عمل فعله
اسم الفعل  المصدر
اسم الفاعل
اسم المفعول
اسم التفضيل
باب التوابع
النعت
التوكيد
عطف البيان
باب: العدد
باب موانع صرف الاسم
باب التعجب
باب الوقف
فصل همزة اسم بكسر وضم.


Biografi Ibnu Hisyam Al Anshari

a. Nama dan Nasab

Beliau adalah al-Imam al-Allamah Abdullah bin Yusuf bin Ahmad bin Abdullah bin Hisyam al-Anshari al-Mishri al-Khazraji asy-Syafi’i al-Hanbali. Bergelar “Jamaluddin”, kunyahnya adalah Abu Muhammad, dan Muhammad ini adalah anaknya yang paling besar.

b. Tempat kelahiran

Ibnu Hisyam dilahirkan di Kairo pada bulan Dzul Qa’dah tahun 708 H/1306 M, dan tumbuh di sana. Beliau mempelajari banyak ilmu pada masanya berupa nahwu, sharaf, fiqh, qiraat, tafsir, adab dan lughah di hadapan para masyaikh pada zamannya dengan penuh kesabaran.

c. Keilmuannya

Ibnu Hisyam menonjol dengan dikaruniai kecerdasan yang luar biasa dan hafalan yang kuat. Beliau sanggup melampaui kawan-kawannya pada banyak ilmu, seperti nahwu, fiqh, adab, tafsir dan lughat, bahkan beliau melampaui para syaikh pada masanya itu. Beliau menghafal Mukhtashar al-Kharqi dalam tempo kurang dari 4 bulan.Adapun dalam aspek ilmu bahasa Arab, Ibnu Hisyam adalah seorang sastrawan. Dalam segi akhlaq, beliau dikenal tawadhu’, berbakti, penyayang, santun dan halus budi bahasanya, menjaga diri, bagus perjalanan hidupnya, istiqamah dan sabar dalam menuntut ilmu.

d. Para Guru dan Muridnya

Ibnu Hisyam belajar kepada para ulama pada masanya dalam ilmu bahasa Arab, fiqh, hadits, tafsir dan qiraat.

Diantara guru-gurunya adalah:

  • Syaikh Syihabuddin Abdul Lathif bin al-Murahhal, kunyahnya adalah Abu Faraj (Ibnu Hisyam melaziminya dalam ilmu nahwu).
  • Syaikh Syamsuddin Muhammad bin Muhammad bin Numair, yang dikenal dengan Ibnu as-Siraj (Ibnu Hisyam belajar ilmu qiraah darinya).
  • Syaikh Tajuddin Ali bin Abdullah at-Tibrizi.
  • Syaikh Tajuddin Umar bin Ali al-Fakihani. (Ibnu Hisyam mempelajari syarah al-Isyarah darinya, satu kitab yang membahas ilmu nahwu).
  • Imam Ibnu Jama’ah, salah seorang ahli hadits pada masanya. (Ibnu Hisyam belajar ilmu hadits darinya).
  • Imam Abu Hayyan an-Nahwi, seorang ahli nahwu yang unggul pada masanya.

Adapun murid-murid Ibnu Hisyam diantaranya adalah:

  • Muhibbuddin Muhammad, putra Ibnu Hisyam.
  • Syaikh Jamaluddin Ibrahim bin Muhammad al-Lakhami.
  • Sirajudin Umar bin Ali.
  • Ibrahim bin Muhammad an-Nahwi.

Banyak sekali murid-murid yang berguru kepasa Ibnu Hisyam, hanya saja kebanyakan dari mereka tidak dikenal dalam sejarah.

e. Madzhab Ibnu Hisyam

Ibnu Hisyam adalah seorang yang alim dan wara’. Beliau tidak tercela aqidahnya, agamanya dan suluknya. Dahulu beliau bermadzhab Syafi’i, kemudian beralih ke madzhab Hanbali. Ada yang berpendapat lain, seperti Syaikh Yusuf bin Taghri Bardi: “Ibnu Hisyam pada awalnya seorang Hanafi, kemudian beralih menjadi Hanbali.”

f. Pendapat Para Ulama Tentang Ibnu Hisyam

Imam as-Subki berkata: “Ibnu Hisyam adalah ahli nahwu zamannya.” Sedangkan Syaikh ad-Damamini berkata kepada putra Ibnu Hisyam: “Andai saja Imam Sibawaih masih hidup, pastilah ia akan berguru kepada ayahmu dan membaca kepadanya.”
Ibnu Khaldun berkata: “Kami di Negeri Maroko, senantiasa mendengar kabar bahwa di Mesir ada seseorang bernama Ibnu Hisyam yang alim dalam ilmu bahasa Arab, yang lebih pakar dalam bidang nahwu melebihi Imam Sibawaih.”

g. Metodologinya dalam Bidang Nahwu

Para pakar yang meneliti kitab-kitab karya Ibnu Hisyam mendapati bahwa manhaj/metodologinya dalam ilmu nahwu dibangun atas asas-asas berikut:

  • Menjadikan al-Quran sebagai sumber pertama serta asas dalam membangun kaidah nahwu, dan mentashih uslub-uslub bahasa Arab.
  • Bersandar pada sebagian qiraat untuk membangun sebagian kaidah nahwu.
  • Berdalil dengan hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia.
  • Berdalil dengan syair-syair Arab. Catatan: di kalangan spesialis nahwu ada beberapa syair  yang tidak bisa dijadikan hujjah. Adapun Ibnu Hisyam terkadang membawakan beberapa syair semacam ini untuk menjelaskan kekeliruan struktur bahasa dalam syair tersebut.
  • Beliau tidak terikat dengan madzhab nahwu tertentu. Dalam bidang nahwu dikenal madzhab besar; Bashrah dan Kuffah, serta ada beberapa madzhab lainnya. Secara umum beliau banyak bersandar pada madzhab Bashrah, hanya saja beliau juga mengambil madzhab Kuffah, atau bahkan madzhab-madzhab lainnya manakala beliau memandang dalil-dalil mereka lebih kuat dari dalil-dalil ulama-ulama madzhab Bashrah.

H. Karya-karya Ibnu Hisyam

Beliau menulis sekitar 50-an kitab. Sebagian hanya dikenal namanya karena hilang dalam proses peradaban sehingga tidak sampai ke tangan kita, sebagiannya lagi masih eksis dan sudah diterbitkan. Karya-karya beliau diantaranya adalah:

  • Al-I’rab ‘an Qawa’id al-I’rab
  • Qathr an-Nada wa Ball ash-Shada
  • Iqamat ad-Dalil ‘ala Shihat at-Tamtsil wa Fasadi Ta-wil
  • Audhah al-Masalik ila Alfiyah Ibni Malik
  • Risalah fi Ahkam Lau wa Hatta
  • Kifayah Ta’rif fi ‘Ilm at-Tashrif
  • Al-Kawakib ad-Durriyyah
  • Masa-il fi I’rab al-Quran
  • Syarh Qathr an-Nada wa Ball ash-Shada

i. Wafatnya

Ibnu Hisyam al-Anshari wafat pada hari Kamis malam Jum’at pada bulan Dzul Qa’dah tahun 761 H/1360 M. Beliau dikebumikan setelah shalat Jum’at di pemakaman ash-Shufiyyah di luar Bab an-Nashr, Kairo.

(Sumber dari tulisan Dr. Emil Badi’ Ya’qub, Muhaqqiq kitab Syarh Qathr an-Nada wa Ball ash-Shada).


Bagi Thalabul ‘Ilmi tingkat lanjutan yang sedang mencari kitab Nahwu untuk referensi perluasan wawasan, sangat direkomendasikan membaca kitab ini. Silahkan Download di link berikut

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Tinggalkan Komentar

Latest News

Kalam Insya’ (الكلام الإنْشِائُى) Thalabi dan Ghair Thalabi Dalam Ilmu Ma’ani

Materi ini lanjutan dari pembahasan objek ilmu ma'ani yang pertama yaitu kalam/kalimat. Pembahasan sebelumnya terkait kalam khabari, tujuan dan...

Tasybih dalam Ilmu Bayan: Pengertian, Rukun dan Jenisnya

Seperti yang kita kaji di pembahasan sebelumnya dalam Ilmu Bayan dan Tiga Obyek Pembahasannya kita mengenal tiga pokok pembahasan...

Definisi Jamak Muannats Salim dan Kedudukan ‘Irabnya dalam kalimat

Jamak Muannats Salim Perhatikan contoh berikut ini: ذَهَبَتْ الطَّالِبَاتُ إِلَى المَدْرَسَةِ/ نَمَتْ الشَّجَرَاتُ الّتِى زَرَعْتُهَا مُنْذُ ثَلاَثَةِ الأسَابِيْعِ / تَنَاوَلَ الأصْدِقَاءُ الدّجَاجَاتِ المُحَمَّرَةَ ...

Dialog Mencari Apartemen (Bahasa Arab)

Hiwar lanjutan hal: 51, 58, 65 & 75 Buku Ta'bir Silsilah Ta'lim Al- Lughah Al-Arabiyyah Mustawa Dua عَبْدُ اللَّهِ يُرِيْدُ سَكَنًا Abdullah Mencari Apartemen عَبْدُ الله :...

Asiknya Liburan Idul Fitri (Hiwar Bahasa Arab)

ِعِيْدُ الفِطْر Idul Fitri جَوْنُ شَابٌّ فَرَنْسِيٌّ يُحِبُّ الرِّحْلاَتِ والاِطِّلاعَ، زَارَ العِرَاقَ لِدِرَاسَةِ اللُّغَةِ العَرَبِيَّةِ فَتَعَرَّفَ عَلَى (قَاسِمِ), زَمِيْلِهِ فِي الجَامِعَةِ John seorang pemuda Prancis, dia hoby...

Syarah Kitab Jurumiyah [Abu Ziyad Muhammad]

هذا الكتاب المسمى (الـمُبْـهِـرُ فِي شرح نظم الآجرومية لِعُبَيْدِ رَبِّهِ) بسم الله الرحمن الرحيم الحَمْدُ لِلَّهِ الرَّافِعِ لِأَوْلِيَائِهِ، الخَافِضِ لِأَعْدَائِهِ، المُقَدَّسِ بِصِفَاتِهِ وَأَسْمَائِهِ، وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ...

More Articles Like This