Kisah Persembunyian Di Gua Tsur (Bahasa Arab)

Must Read

Kalam Insya’ (الكلام الإنْشِائُى) Thalabi dan Ghair Thalabi Dalam Ilmu Ma’ani

Materi ini lanjutan dari pembahasan objek ilmu ma'ani yang pertama yaitu kalam/kalimat. Pembahasan sebelumnya terkait kalam khabari, tujuan dan...

Tasybih dalam Ilmu Bayan: Pengertian, Rukun dan Jenisnya

Seperti yang kita kaji di pembahasan sebelumnya dalam Ilmu Bayan dan Tiga Obyek Pembahasannya kita mengenal tiga pokok pembahasan...

Ilmu Bayan dan Tiga Obyek Pembahasannya

Sebelumnya kita telah mengetahui bahwa ada tiga pembahsan utama dalam Ilmu Balaghah. Yaitu; Ilmu Ma’ani, Bayan dan Ba’di. Tulisan...
TMBAhttps://bahasa-arab.com/
Belajar Bahasa Arab tidak semudah membalikan telapak tangan, butuh keseriusan dan istiqomah. Namun tidak ada kata terlambat jika kita ingin ingin mempelajarinya.

5
(2)

فَٱللَّهُ خَيْرٌ حَٰفِظًا ۖ وَهُوَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ. سورة يوسف ٦٤

Maka Allah adalah sebaik-baik Penjaga dan Dia adalah Maha Penyanyang diantara para penyanyang

غار ثور

Goa Tsur

وُلِدَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلى الله عليه وسلم فِي مَكَّةَ وَهِيَ وَطَنُهُ وَوَطَنُ آبَائِهِ، وَكَانَ أَهْلُهَا يَعْبُدُوْنَ الْأَصْنَامَ، وَيَعِيْشُوْنَ حَيَاةً جَاهِلِيَّةً ، لاَ يَرْضَاهَا اللَّهُ تَعَالَى، فِيْهَا الْوَثْنِيَةُ ، وَفِيْهَا الْجَهْلُ، وَفِيْهَا الظُّلْمُ

Rasulullah Muhammad sallallahu ‘alaihi wasallam dilahirkan di Makkah, itulah kota beliau dan para leluhurnya. Mereka (penduduk Makkah) penyembah berhala dan hidup dalam kejahilan yang tidak diridhoi Allah Ta’ala. Disana tempat tradisi paganisme, kebodohan dan kegelapan.

فَبَعَثَ اللَّهُ رَسُوْلَهُ، وَهُوَ فِي سِنِّ الأَرْبَعِيْنَ، وَأَنْزَلَ عَلَيْهِ الْوَحْيُ ، وَأَمَرَهُ بِالدَّعْوَةِ إِلَى التَّوْحِيْدِ، وَالدِّيْنِ الْخَالِصِ ، وَفَضَائِلِ الْأَعْمَالِ، فَعَادَاهُ أَهْلُ مَكَّةَ، حَتَّى ضَاقَتِ الأَرْضُ عَلَى هٰذِهِ الدَّعْوَةِ وَهٰذِهِ الْعَقِيْدَةِ وَتَنَكَّرَ أَهْلُهَا لَهُمَا

Allah Ta’ala mengutus Rasul-Nya Muhammad pada usia 40 tahun, Allah Ta’ala menurunkan wahyu kepada Beliau dan memerintahkanya untuk berdakwah mengajak kaum Musyrikin kepada jalan tauhid, agama yang benar dan keutamaan amal. Namun mereka (penduduk Makkah) menampakan permusuhan dan mengingkarinya sampai bumi terasa sempit untuk ruang dakwah kepada mereka.

وَأُمِرَ رَسُوْلُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – بِالْهِجْرَةِ إِلَى الْمَدِيْنَةِ، فَخَرَجَ هُوَ وَصَاحِبُهُ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ – مِنْ مَكَّةَ مُسْتَخْفَيَيْنِ، وَاقْتَفَى الْمُشْرِكُوْنَ أَثَرَ رَسُوْلِ اللَّهِ الْكَرِيْمِ، وَوَصَلاَ فِي طَرِيْقِهِمَا إِلَى غَارٓ ثَوْرٍ – وَهُوَ عَلَى جَبَلٍ بَيْنَ مَكَّةَ وَالْمَدِيْنَةَ – وَ دَخَلاَ الْغَارَ

Rasulullah diperintahkan untuk hijrah ke Madinah, Beliau dan Abu Bakar As-Shiddiq  keluar dari Makkah secara sembunyi-sembunyi. Mereka (kaum musyrikin) melacak jejak Rasul dan Abu Bakar sampai ke Gua Tsur yang terletak di bukit antara Makkah dan Madinah. Mereka berdua masuk kedalamnya.

وَبَعَثَ اللَّهُ الْعَنْكَبُوْتَ فَنَسَجَتْ مَا بَيْنَ الْغَارِ وَالشَّجَرَةِ الَّتِي كَانَتْ عَلَى وَجْهِ الْغَارِ ، وَسَتَرَتْ رَسُوْلَ اللَّهِ – عليه الصلاة والسلام – وَأَبَا بَكْرٍ، وَأَمَرَ اللَّهُ حَمَامَتَيْنِ فَأَقْبَلَتَا تَدُفَّانِ حَتَّى وَقَعَتَا بَيْنَ الْعَنْكَبُوْتِ وَبَيْنَ الشَّجَرَةِ

Allah Ta’ala mengutus laba-laba untuk membuat sarang diantara gua dan pepohonan yang berada di depan gua. Laba-laba itupun menutupi keberadaan Rasul dan Abu Bakar. Allah Ta’ala juga memerintahkan dua merpati hinggap diantara laba-laba dan pepohonan sambil menggibaskan sayapnya.

وَوَصَلَ المُشْرِكُوْنَ إِلَى فَمِّ الْغَارِ وَرَأَوْا عَلَى بَابِهِ نَسْجَ الْعَنْكَبُوْتِ ، كَيْفَ يَدْخُلُ أَحَدٌ الْغَارَ، وَلاَ يَقْطَعُ نَسْجَ الْعَنْكَبُوْتِ وَ الحَمَامَتَيْنِ, وَيَبْقَى عَلَى حَالِهِ ؟ وَانْصَرَفُوْا وَعَادُوا إلى مَكّةَ خَائِبِيْنَ

Kaum musyrik Quraisy sampai di depan gua dan mereka melihat di mulut gua terdapat sarang laba-laba dan dua burung merpati. bagaimana seseorang masuk gua ini sedangkan sarang laba-laba tidak rusak dan keadaanya tetap utuh. Kafir Quraisy pada akhirnya bubar dan kembali ke Makkah dengan kegagalan.

وَبَيْنَمَا هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ رَأَى أَبُوْ بَكْرٍ آثَارَ الْمُشْرِكِيْنَ، فَقَالَ : يَا رَسُوْلَ اللَّهِ ، لَوْ أَنَّ أَحَدَهُمْ نَظَرَ إِلَى قَدَمَيْهِ رَآنَا. قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ، – صلى الله عليه وسلم – : مَا ظَنُّكَ بِاثْنَيْنِ اللَّهُ ثَالِثُهُمَا

Tatkala keduanya berada di dalam gua, tiba-tiba Abu Bakar melihat jejak kaki orang-orang musyrikin lalu berkata: “Wahai Rasulullah sekiranya mereka melihat ke bawah telapak kakinya, pasti akan melihat kami”.Nabi Menjawab: “Wahai Abu Bakar apa yang kamu kira bahwa kita ini hanya berdua; ketahuilah, yang ketiganya adalah Allah yang melindungi kita”.

Allah Ta’ala berfirman: ”

وَفِي ذٰلِكَ يَقُوْلُ تَعَالَى :” إِلَّا تَنصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ ٱللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ثَانِىَ ٱثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِى ٱلْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَٰحِبِهِۦ لَا تَحْزَنْ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَنَا ۖ فَأَنزَلَ ٱللَّهُ سَكِينَتَهُۥ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُۥ بِجُنُودٍ لَّمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ٱلسُّفْلَىٰ ۗ وَكَلِمَةُ ٱللَّهِ هِىَ ٱلْعُلْيَا ۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ”. التوبة ٤٠

Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita”. Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

||| Baca juga, Terjemah Kisah Nabi Yunus


وَأَقَامَ رُسُوْلُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – بِالْمَدِيْنَةِ، وَبَدَأَتْ دَعْوَةُ الإِسْلاَمِ تَنْتَشِرُ وَالنَّاسِ يَدْخُلُوْنَ فِي دِيْنِ اللَّهِ. وَبَقِيَتْ عَدَاوَةُ قُرَيْشٍ وَالْمُشْرِكِيْنَ عَلَى حَالِهَا، وَبَدَؤُوْا يُحَارِبُوْنَ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَالْمُسْلِمُوْنَ يُقَاوِمُوْنَهُمْ وَيُقَابِلُوْنَهُمْ. السِّلاَحُ بِالسِّلاَحِ, وَالْجَيْشُ بِالْجَيْشِ

Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bermukin di Madinah – Dakwah Islam pun mulai tersebar luas dan orang-orang berbondong masuk agama islam. Sedangkan permusuhan kafir Quraisy dan para Musyrikin tetap seperti sebelumnya, bahkan Mereka mulai memerangi Islam dan kaum Muslimin. Namun kaum muslimin tidak tinggal diam, mereka membalas dan menghadapinya, senjata dihadapi dengan senjata, pasukan dihadapi dengan pasukan.

حينئذٍ خَرَجَ رَسُوْلُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فِي غَزْوَةٍ وَرَجَعَ عَنْهَا فِي الظَّهِيْرَةِ، وَكَانَتْ أَيَّامَ الصَّيْفِ، فَأَرَادَ نَبِيُّ الرَّحْمَةِ أَنْ يَسْتَرِيْحَ، وَلَيْسَ فِي الْبَرِيَّةِ مَكَانٌ يَسْتَرِيْحُ فِيْهِ الإِنْسَانُ إِلاَّ الشَّجَرُ. وَلَيْسَ فِي الْبَرِيَّةِ فِي بِلاَدِ الْعَرَبِ شَجَرٌ كَبِيْرٌ، وَلَيْسَ فِيْهَا إِلاَّ السَّمُرُ وَهُوَ شَجَرٌ فِيْهِ شَوْكٌ

Suatu Ketika pada musim panas, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam keluar ikut berperang. Beliau kembali pada waktu dzuhur kemudian berniat istirahat. Kondisi di dataran Arab tidak ada tempat peristirahatan kecuali pepohonan berduri dan itupun tidak besar seperti pohon (Samurah).

فَااسْتَرَاحَ الرَّسُوْلُ الْكَرِيْمُ تَحْتَ سَمُرَةٍ وَعَلَّقَ بِهَا سَيْفَهُ، وَنَامَ رَسُوْلُ اللَّهِ – عليه الصلاة والسلام – تَحْتَ السَّمُرَةِ وَتَفَرَّقَ النَّاسُ وَنَامُوْا،

Rasulullah beristirahat dibawah naungan pohon Samurah dan menggantungkan pedangnya lalu beliau pun tertidur. Kemudian kaum muslimin lainya berpencar untuk memperoleh tidur siang.

وَجَاءَ رَجُلٌ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ وَسَيْفُ رَسُوْلِ اللَّهِ– عليه الصلاة والسلام – مَعَلَّقٌ بِالسَّمُرَةِ وَهُوَ فِي غِمْدِهِ, فَأَخَذَ الْمُشْرِكُ السَّيْفَ وَسَلَّهُ مِنْ غِمْدِهِ، وَاسْتَيْقَظَ رَسُوْلُ اللَّهِ صلى الله عليه وآله وسلم

(Ketika Rasul sedang tidur) dengan pedang masih terhunus di dalam sarungnya dan tergantung diatas pohon, datanglah seorang lelaki dari kalangan kaum Musyrikin lalu mengambil pedang tersebut kemudia mengeluarkanya.

فَقَالَ الْمُشْرِكُ … وَالسَّيْفُ مَسْلُوْلٌ فِي يَدِهِ … لِرَسُوْلِ الْكَرِيْمِ : تَخَافُنِي ؟

Orang Musyrik itu berkata kepada Rasulullah dengan pedang terhunus di tanganya : “Apakah Engkau takut kepadaku?

قَالَ رَسُوْلِ اللَّهِ : لاَ

Rasulullah menjawab: “Tidak” !

قَالَ الْمُشْرِكُ : مَنْ يَمْنَعُكَ مِنِّي ؟

Lalu Orang Musyrik berkata: “Siapakah yang dapat menghalangi Engkau dari apa yang akan aku perbuat?

قَالَ حَبِيْبُ اللَّهِ : اللَّهُ

Rasulullah menjawab: “Allah”

فَسَقَطَ السَّيْفُ مِنْ يَدِ الْمُشْرِكِ، فَأَخَذَهُ رَسُوْلُ اللَّهِ ،وَقَالَ لِلْمُشْرِكِ : مَنْ يَمْنَعُكَ مِنِّي ؟

Pedang pun terjatuh dari tangan orang musyrik tersebut, kemudian diambil oleh Rasulullah lalu bersabda:””Siapakah yang dapat menghalangi Engkau dari apa yang akan aku perbuat?

فَقَالَ الْمُشْرِكُ : كُنْ خَيْرَ آخِذٍ

Orang Musyrik berkata: “Hai Muhammad, jadilah engkau sebaik-baiknya orang yang dimintai pertolongan”.

فَقَالَ الرَّسُوْلُ الْكَرِيْمُ : أَتَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنِّي رَسُوْلُ اللَّهِ

Rasulullah bersabda: “Apakah engkau akan bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Aku adalah utusanya.

قَالَ الْمُشْرِكُ : لاَ ! وَلَكِنِّي أُعَاهِدُكَ عَلَى أَنْ لاَ أُقَاتِلُكَ وَلاَ أَكُوْنُ مَعَ قَوْمٍ يُقَاتِلُوْنَكَ

Orang Musyrik berkata:” Tidak” namun aku berjanji kepadamu tidak akan memerangi Engkau dan tidak pula akan menyertai kaum yang memerangi engkau”.

فَخَلَّى رَسُوْلُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – سَبِيْلَهُ. فَأَتَى الْمُشْرِكُ أَصْحَابَهُ فَقَالَ : جِئْتُكُمْ مِنْ عِنْدِ خَيْرِ النَّاسِ

Rasulullah pun membiarkan jalan orang musyrik tersebut. Kemudian ia mendatangi sahabat-sahabatnya lalu berkata: “Aku datang kepada kalian selepas bertemu sebaik-baiknya manusia yaitu Muhamad Salalahu ‘Alaihi Wasallam.

Sumber:

قصص من التاريخ الإسلامي للأطفال – تأليف: أبو الحسن علي الحسني الندوي

Kosa-kata (مفردات)

Indonesia Arab
Memusihi عَادَى - يُعَادِى
Terasa sempit ضَاقَ - يَضِيْقُ
Mengingkari تَنَكَّرَ - يَتَنَكَّرُ
Melacak اِقْتَفَى - يَقْتَفِى
Merajut نَسَجَ - يَنْسَجُ
Menghalangi سَتَرَ - يَسْتُرُ
Menggibas sayap دَفَّ - يَدُفُّ
Bubar اِنْصَرَفَ - يَنْصَرِفُ
Pulang/Kembali عَادَ - يَعُوْدُ
Gagal خَابَ - يَخُوْبُ
Memerangi قَاوَمَ - يُقَاوِمُ
Istirahat اِسْتَرَاحَ - يَسْتَرِيْحُ
Menghunus سَلَّ - يَسُلُّ
Bangun اسْتَيْقَظَ - يَسْتَيْقِظُ
Membiarkan خَلَّى - يُخَلِّى
Memotong قَطَعَ - يَقْطَعُ

Latihan:

Buatlah kalimat sempurna dengan bantuan kata kerja berikut:

قَاوَمَ / نَسَجَ / خَلَّى

Posting di kolom komentar

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 2

No votes so far! Be the first to rate this post.

Tinggalkan Komentar

Latest News

Kalam Insya’ (الكلام الإنْشِائُى) Thalabi dan Ghair Thalabi Dalam Ilmu Ma’ani

Materi ini lanjutan dari pembahasan objek ilmu ma'ani yang pertama yaitu kalam/kalimat. Pembahasan sebelumnya terkait kalam khabari, tujuan dan...

Tasybih dalam Ilmu Bayan: Pengertian, Rukun dan Jenisnya

Seperti yang kita kaji di pembahasan sebelumnya dalam Ilmu Bayan dan Tiga Obyek Pembahasannya kita mengenal tiga pokok pembahasan...

Bahasa Arab (Aku Suka Anggur)

زِرَاعَةُ العِنَبِ Menanam Anggur العِنَبُ يُعْتَبَرُ مِنْ أَحَدِ الفَوَاكِهِ اللَّذِيْذَةِ وَ المَشْهُوْرَةِ فِي العَالَمِ مُنْذُ قَدِيْمِ الزَّمَانِ وَيَتِمُّ تَنَاوُلُهُ طَازِجًا أَوْ بِاسْتِخْدَامِهِ العَصِيْرَ كَمَا فَعَلَهُ القُدَمَاءُ Anggur...

Memulyakan Tamu Allah (Kisah Sejarah Islam)

ضُيُوْفُ اللَّهِ وَرَسُوْلِهِ Tamu Allah dan Rasul-Nya هَاجَرَ النَبِيُّ صَلّى اللَّهُ عليه وسلم وَأَصْحَابُهُ مِنْ مَكَّةَ إِلَى يَثْرِبَ وَسَكَنُوْهَا، فَقَدْ هَاجَرُوْا إِلَى يَثْرِبَ وَتَرَكُوْا بُيُوْتَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ...

Cara Penulisan Isim Maa ما Istifham jika didahului huruf jar

Pertanyaan dari Ukhty 'Arfah via whatsapp Pertanyaan Pertama: Kenapa huruf Alif dibuang dari Isim ما istifham yang seharusnya عَمَّا dan لِمَا pada kedua Ayat berikut...

Bahasa Arab & Terjemah Kisah (Nabi Yunus)

Materi ini sudah disampaikan via group whatsapp TMBA dalam rangka mengasah kemampuan setiap anggota dalam menterjemahkan text Arab -Indonesia. Berikut materi & latihan soal: فِي قَرْيَةٍ...

More Articles Like This