Kaidah Hitungan Dalam Bahasa Arab (‘Adad & M’adud)

Must Read

Macam-Macam Maa (ما), fungsi dan ‘Irabnya

Ada berapa banyak jumlah Maa (ما) dalam bahasa arab dan bagaimana cara penggunaanya dalam kalimat ?. Kira-kira seperti itu...

Mengenal Uslub Qasam (أُسْلُوْبُ القَسَمِ)

Materi uslub qasam (sumpah) yang akan kita bahas meliputi pengertian uslub qasam secara bahasa, istilah, rukun, jumlah (kalimat) qasam,...

Bahasa Arab Mudah atau Sulit?

Bahasa Arab Mudah atau Sulit?  Perkembangan bahasa arab sudah berlangsung lama, bahkan jauh sebelum masehi. Abbas al-Aqqad seperti dikutip...
TMBAhttps://bahasa-arab.com/
Belajar Bahasa Arab tidak semudah membalikan telapak tangan, butuh keseriusan dan istiqomah. Namun tidak ada kata terlambat jika kita ingin ingin mempelajarinya.

4.9
(508)

Kaidah Hitungan Dalam Bahasa Arab (‘Adad & M’adud)

Hitungan dalam bahasa arab disebut ‘Adad عدد dan yang dihitung disebut dengan M’adud معدود

Meski materi ini cukup simple dan mudah difahami. Namun, apabila kurang latihan dan tidak dipraktikan, baik dalam berbicara maupun menulis, biasanya akan cepat lupa. Seringlah berlatih agar kaidah-kaidanya ini tetap melekat di kepala.

بسم الله الرّحمٰن الرّحيم

1. Hitungan ‘Adad Mufrad (مُفْرَد)

‘Adad mufrad mencakup hitungan angka 1 sampai 10 dengan ketentuan sebagai berikut:

a). Hitungan Angka 1 & 2

Ketentuan: Antara Adad dan Ma’dud harus sesuai dari segi Mudzakar dan Muannats.

KeteranganArtiHitungan 1-2
'adad & ma'dud mudzakkarSatu siswaطَالِبٌ وَاحِدٌ
'adad & ma'dud muannatsSatu siswiطَالبةٌ وَاحِدَةٌ
'adad & ma'dud mudzakkarDua siswaطَالبَانِ اثْنَانِ
'adad & ma'dud muannatsDua siswiطَالبتَانِ اثنتَانِ
'adad & ma'dud mudzakkarSatu bukuكِتَابٌ وَاحِدٌ
'adad & ma'dud muannatsDua mobilسيَّارَتَانِ اثْنَتَانِ

Keterangan: Lafadz واحد/واحدة/اثنان/اثنتان di’irab sebagai Na’at Haqiqi

Baca dan Pelajari: Materi Na’at & Man’ut

b). Hitungan angka 3-10

Ketentuan:

  • Antara ‘Adad dan ma’dud mesti berlainan jenis dari segi mudzakar dan muannats
  • Ma’dud harus dirubah kedalam bentuk jamak yang kemudian diharokati dengan tanda ‘irab jar dan bertanwin yang kedudukanya sebagai mudhaf ilaih. Adapun jika ma’dud beralif lam, buang tada tanwinya. Dan jika ma’dud tersebut termasuk isim ghoir munssharif, tanda jar-nya dengan fathah.
  • Adapun untuk harokat ‘adad, bisa rafa, nasab atau jar sesuai kedudukan ‘irabnya dalam kalimat

ArtiKeterangan3-10
3 siswa'adad muannats, ma'dud mudzakkar jamak asal mufrad طالبٌثَلاَثَةُ الطُّلابِ
3 siswi'adad mudzakkar, ma'dud muannats jamak asal mufrad طالبةٌثَلاَثُ الطَّالِبَاتِ
4 mobil'adad mudzakkar, ma'dud muannats jamak asal mufrad سيارةأربعُ سيَّارَاتٍ
4 pena'adad muannats, ma'dud mudzakkar jamak asal mufrad قَلمٌأَربعَةُ أَقلاَمٍ
5 suster'adad mudzakkar, ma'dud muannats jamak asal mufrad ممرضةٌخَمْسُ مُمَرِّضَاتٍ
5 buku'adad muannats, ma'dud mudzakkar jamak asal mufrad كتابٌخَمْسَةُ كُتُبٍ
6 sekolah'adad mudzakkar, ma'dud muannats jamak asal mufrad مدرسةٌسِتُّ مَدَارِسَ
6 lelaki'adad muannats, ma'dud mudzakkar jamak asal mufrad رجلٌسِتَّةُ رِجَالٍ
7 siswi'adad mudzakkar, ma'dud muannats jamak asal mufrad تلميذةٌسَبْعُ تِلْمِيْذَاتٍ
7 mesjid'adad muannats, ma'dud mudzakkar jamak asal mufrad مسجدسَبْعَةُ مَسَاجِدَ
8 siswa'adad mudzakkar, ma'dud muannats jamak asal mufrad طالبةثَمَاني طالبَاتٍ
8 siswi'adad muannats, ma'dud mudzakkar jamak asal mufrad طالبثَمَانيةُ طلابٍ
9 kamar'adad mudzakkar, ma'dud muannats jamak asal mufrad غرفةٌتِسْعُ غُرَفٍ
9 rumah'adad muannats, ma'dud mudzakkar jamak asal mufrad بيتتِسْعَةُ بُيُوْتٍ
10 mobil'adad mudzakkar, ma'dud muannats jamak asal mufrad سيارةعَشر سياراتٍ
10 pemain (lk)'adad muannats, ma'dud mudzakkar jamak asal mufrad لاعبٌعشرةُ لاَعِبِيْنَ

Keterangan:

  • Pada contoh ma’dud di atas ada yang berharakat fathah yang seharusnya kasrah seperti مساجدَ / مدارسَ sebab merupakan sighat (bentuk) isim ghoir munsfarif. 
  • Khusus untuk hitungan angka 8 terdapat 3 bentuk berhubungan dengan huruf ي pada ‘adadnya. Berikut ketentuan perubahanya:

a. Jika angka 8 (‘adad) diidhafatkan kepada ma’dudnya, maka huruf ي tetap  tertulis. Contoh:

ثَمَانِي طَالِبَاتٍ / ثماني نساءٍ

b. Jika angka 8 (adad) tidak diidhafatkan kepada ma’dud, lalu ma’dudnya berupa mudzakar, maka huruf ي tetep tertulis

لَعِبَ مِنَ الأَصْحَابِ ثَمَانِيَةٌ

c. Jika angka 8 (adad) tidak diidhafatkan kepada ma’dud, lalu m’adudnya berupa muannnats, maka huruf ي tetap ditulis dalam keadaan nasab, namun dalam keadaan rafa dan jar harus dibuang.

Contoh dalam keadaan nasab sebab menjadi maf’ul bih.

رَأَيْتُ مِنَ الطالبَاتِ ثَمانِيًا

Contoh dalam keadaan rafa sebab menjadi fa’il.

ذَهَبَتْ من الطالبَاتِ ثَمَانٍ

Contoh dalam keadaan Jar sebab didahului huruf jar.

مَرَرْتُ بِثَمَانٍ مِنَ الطالباتِ

2. Hitungan ‘Adad Murakkab (مُرَكَّب)

‘Adad murakkab mencakup hitungan dari angka 11 sampai 19 dengan ketentuan sebagai berikut:

a). Hitungan 11 & 12

Ketentuan:

  •  ‘Adad dengan Ma’dudnya harus sama jenis dari segi mudzakkar dan muannats
  • Harakat ‘Adad (angka pertama dan kedua), keduanya harus manshub (fathah) sebab termasuk mabni fathah kecuali untuk harakat angka pertama pada hitungan 12 ( yaitu angka 2 mengikuti hukum mutsana)
  • Ma’dudnya harus mufrad dan manshub sebagai Tamyiz

ArtiKeteranganHitungan 11&12
Datang 11 siswa / aku melihat 11 siswa / aku berpapasan dengan 11 siswaKedua bagian 'adad (أحد عشر) jenis mudzakkar, hukum mabni, posisi 'adad (fa'il, Maf'ul bih, majrur) dan ma'dud mudzakar manshub (tamyiz)/جاءَ أَحَدَ عَشَرَ طَالِبًا
/رأيتُ أحدَ عشرَ طَالبًا
مررتُ بِأَحَدَ عشرَ طَالبًا
Datang 11 siswi / aku melihat 11 siswi / aku berpapasan dengan 11 siswiKedua bagian 'adad إحدى عشرة), jenis muannats, hukum mabni, posisi 'adad (fa'il, Maf'ul bih, majrur) dan ma'dud mudzakar manshub (tamyiz)/جاءَتْ إحْدَى عشرةَطَالبَةً
/رأيتُ إحْدَى عشرةَطَالبَةً
مررتُ بإحْدَى عشرةَطَالبَةً
Datang 12 siswa / aku melihat 12 siswa / aku berpapasan dengan 12 siswaKedua bagian 'adad (اثنا عشر) jenis mudzakkar, hukum اثنا seperti 'irab mutsanna , hukum عشر mabni fathah. Posisi 'adad (fa'il, Maf'ul bih, majrur) dan ma'dud mudzakar manshub (tamyiz)/جاءَ اثْنَا عَشَرَ طَالِبًا
/رأيتُ اثْنَي عشرَ طَالبًا
مررتُ بِاثْنَي عشرَ طَالبًا
Datang 12 siswi / aku melihat 12 siswi / aku berpapasan dengan 12 siswiKedua bagian 'adad (اثنا عشر) jenis muannats, hukum اثنتا seperti 'irab mutsanna , hukum عشرة mabni fathah. Posisi 'adad (fa'il, Maf'ul bih, majrur) dan ma'dud myannats manshub (tamyiz)/جاءَتْ اثْنَتَا عشرةَطَالبَةً
/رأيتُ اثْنَتَى عشرةَطَالبَةً
مررتُ بِاثْنَتَى عشرةَطَالبَةً

Catatan: اثنى dan اثنتى asalnya اثنان dan اثنتان, keduanya idhafat kepada kata عشر/عشرة, jadi huruf nun di buang. (seperti ‘irab mutsanna)

b). Hitungan 13 – 19

ketentuan: Angka pertama yaitu 3,4,5 dll harus berlainan jenis dengan ma’dudnya dari segi mudzakkar dan muannats, lalu untuk angka kedua yaitu 10 (عشر/عشرة) mesti sesuai jenis dengan ma’dudnya.

Berikut contohnya:

TerjemahHitungan 13-19
13 siswaثلاثةَ عَشَرَ طَالبًا
13 siswiثلاثَ عَشْرَةَ طَالبَةً
14 penaأَربعةَ عَشَرَ قَلَمًا
14 mobilأَربعَ عشرةَ سيَّارةً
15 bukuخمسةَ عشرَ كِتَابًا
15 kamar خمسَ عشرةَ غُرفةً
16 rumahستَّةَ عَشَرَ بيتًا
16 tahunستَّ عشرةَ سَنَةً
17 laki-lakiسبعةَ عشرَ رجُلاً
17 perempuanسبعَ عشرةَ امرأةً
18 dokterثمانيةَ عشرَ طَبِيْبًا
18 susterثماني عشرةَ مُمَرِّضَةً
18 juzتسعةَ عشرَ جُزْءًا
19 ayatتسعَ عشرةَ آيةً

Keterangan: Pada contoh di atas, semua Lafadz (ثلاث, ثلاثة، أربع ، أربعة dan lainya ) berlainan jenis dengan ma’dudnya yaitu lafadz (طَالِبًا, طالبة, dll ) lalu untuk lafadz (عشرة/عشر) sesuaikan dengan ma’dud ( طَالِبًا dan طالبة)

3. Hitungan ‘Adad Uquud ( عُقُوْدُ)

Hitungan uquud mencakup angka 20 sampai 99 dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Apabila ‘adad (hitungan) puluhan (20, 30 sampai 90 tidak di’athafkan, maka dalam keadaan rafa’ dia ditulis عِشْرُوْنَ/ثلاثون/أربعون dst. Dan dalam keadaan Manshub dan Majrur di tulis عِشْرِيْنَ / ثلاثِيْنَ / أربَعِيْنَ dst. Kemudian untuk Ma’dudnya wajib mufrad dan manshub sebagai tamyiiz

ArtiKeteranganHitungan puluhan tanpa athaf
Datang 20 siswa/siswi'Adad marfu' sebagai fa'il, Ma'dud mufrad Manshub sebagai tamyiizجَاءَ عِشْرُوْنَ طَالِبًا/طالبةً
Aku melihat 20 siswa/siswi'Adad manshub sebagai maf'ul bih, Ma'dud mufrad Manshub sebagai tamyiizرأيتُ عِشْرِيْنَ طَالبًا/طالبةً
Aku berpapasan dengan 20 siswa/siswi'Adad majrur sebagai isim majrur, Ma'dud mufrad Manshub sebagai tamyiizمررتُ بِعِشرينَ طالبًا /طالبةً
  • Apabila ‘adad (hitungan) puluhan (20, 30 sampai 90 diathofkan dengan angka 1 dan 2 seperti 21.22. 31,32,41,42 dst, Maka aturan angka 1&2 harus sama jenis dengan Ma’dudnya dari segi Mudzakar dan Muannast seperti dalam hitungan 11 dan 12

TerjemahKeteranganHitungan puluhan di'athafkan ke angka 1&2
Telah datang 21 siswa/Aku melihat 21 siswa/Aku berpapasan dengan 21 siswa'Adad angka 1 mudzakkar, posisi fa'il, maf'ul bih dan majrur. Ma'dud طالبًا mudzakkarجَاءَ وَاحِدٌ وَ عِشْرُوْنَ طَالِبًا / رأيتُ واحدًا وَ عشْرِيْنَ طَالِبًا / مررتُ بِوَاحِدٍ وَ عِشْرِيْنَ طَالِبًا
Telah datang 21 siswi/Aku melihat 21 siswi/Aku berpapasan dengan 21 siswi'Adad angka 1 muannats, posisi fa'il, maf'ul bih, majrur. Ma'dud طالبة muannats/جَاءَت وَاحِدةٌ وَ عِشْرُوْنَ طَالِبةً
/ رأيتُ واحدَةً وَ عشْرِيْنَ طَالِبَةً
مررتُ بِوَاحِدَةٍ وَ عِشْرِيْنَ طَالِبَةً
Telah datang 22 siswa/Aku melihat 22 siswa/Aku berpapasan dengan 22 siswa'Adad angka 2 mudzakkar, posisi fa'il, maf'ul bih dan majrur. Ma'dud طالبًا mudzakkarجَاءَ اثْنَانِ وَ عِشْرُوْنَ طَالِبًا / رأيتُ اثْنَيْنِ وَ عشْرِيْنَ طَالِبًا / مررتُ بِاثْنَيْنِ وَ عِشْرِيْنَ طَالِبًا
Telah datang 22 siswi/Aku melihat 22 siswi/Aku berpapasan dengan 22 siswi'Adad angka 2 muannats, posisi fa'il, maf'ul bih, majrur. Ma'dud طالبة muannats/جَاءَت اثْنَتَانِ وَ عِشْرُوْنَ طَالِبةً
/ رأيتُ اثْنَتَيْنِ وَ عشْرِيْنَ طَالِبَةً
مررتُ بِاثْنَتَيْنِ وَ عِشْرِيْنَ طَالِبَةً

Catatan: Untuk angka 1&2 pada 21 dan 22 menurut sebagian pendapat beleh ditulis seperti ini. Contoh:

جاء أَحَدَ وَ عشرُونَ طالبا ⁦✔️⁩
جاء واحد وعشرون طالبا ⁦✔️⁩
جاءتْ واحدة وعشرون طالبة ⁦✔️⁩
جاءتْ إِحدى وعشرون طالبة ⁦✔️⁩

  • Apabila ‘adad (hitungan) puluhan (20, 30 sampai 90 diathofkan dengan angka 3 sampai 9 seperti 33,34,35 dst. Maka aturan angka 3-9 harus berlainan jenis dengan Ma’dudnya dari segi Mudzakar dan Muannats

TerjemahKeteranganHitungan puluhan di'athafkan ke angka 3 sampai 9
Telah datang 23 siswa/ aku melihat 23 siswa/ aku berpapasan dengan 23 siswa'Adad angka 3 muannats, posisi (rafa' nashab, jar), 'adad angka 20 ma'tuf, posisi rafa dan ma'dud طالبا mudzakkar tamyiz manshubجاءَ ثلاثَةٌ وعشرونَ طالبًا / رأيتُ ثلاثةٌ وعشْرِيْنَ طالبًا / مررتُ بِثلاَثَةٍ وعشرِيْنَ طالبًا
Telah datang 23 siswi/ aku melihat 23 siswi/ aku berpapasan dengan 23 siswi'Adad angka 3 mudzakkar, posisi (rafa' nashab, jar), 'adad angka 20 ma'tuf, posisi rafa dan ma'dud طالبة muannats tamyiz manshubجاءتْ ثلاثٌ وعشرون طالبةً / رأيتُ ثلاثًا وعشرين طالبةً / مررتُ بثلاثٍ وعشرين طالبةً
Telah datang 25 siswa/ aku melihat 25 siswa/ aku berpapasan dengan 25 siswa'Adad angka 4 muannats, posisi (rafa' nashab, jar), 'adad angka 20 ma'tuf, posisi rafa dan ma'dud طالبا mudzakkar tamyiz manshubجاءَ أربعةٌ وعشرونَ طالبًا / رأيتُ أربعةً وعشْرِيْنَ طالبًا / مررتُ بِأربعةٍ وعشرِيْنَ طالبًا
Telah datang 25 siswi/ aku melihat 25 siswi/ aku berpapasan dengan 25 siswi'Adad angka 4 mudzakkar, posisi (rafa' nashab, jar), 'adad angka 20 ma'tuf, posisi rafa dan ma'dud طالبة muannats tamyiz manshubجاءتْ خَمْسٌ وعشرون طالبةً / رأيتُ خَمْسًا وعشرين طالبةً / مررتُ بِخَمْسٍ وعشرين طالبةً

4. Hitungan ‘Adad Ratusan

Hitungan ratusan mencakup angka 100 sampai 999. Angka seratus ditulis dengan lafadz مِئَةٌ/مِائَةٌ 

Ketentuan:

  • Ma’dudnya harus Mufrod dan Majrur sebagai Mudhod Ilaih. Contoh

عِنْدِي مِائَةُ/مِئَةُ كتابٍ

Aku memiliki 100 buku

لِي مِائَتَا/مِئَتَا كتابٍ

Aku memiliki 200 buku

Catatan:  Aangka 200 lafadnya مِائَتَانِ/مِئَتَانِ dia mengikuti seperti ‘irab Mutsana yaitu rafa dengan Alif, Nashab dan Jar dengan Iya. Kemudian huruf ن dibuang karna Idhofat. Contoh

حَضَرَ مِئَتَا طالبٍ

200 siswa telah hadir

شَاهَدْتُ مِئَتَي طالبٍ

Saya melihat 200 siswa

مَرَرْتُ على مِئَتَي طالبٍ

Saya melewati 200 siswa

  • Angka 100 apabila menjadi Mudhof Ilaih bentuknya tetep Mufrod yaitu مِائَةٌ/مِئَةٌ Contoh:

لِي خمسُمِئَةِ/ خمسُمِائَةِ كتابٍ
اشْتَرَيْتُ خمْسَمِائَةِ كتابٍ
حَصَلْتُ عَلى خمْسِمِائَةِ كتابٍ

Tidak ditulis seperti ini

لِي خمْسمئاتٍ كِتَابٍ ❌

لِي خمْس مئاتٍ كتابٍ ❌

Contoh dalam AlQuran

قال تعالى : ولبثوا في كهفهم ثلاث مئةِ سنينَ

5. Hitungan ‘Adad Ribuan

Angka seribu ditulis dengan أَلْفٌ dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Ma’dudnya harus Mufrod dan Majrur sebagai Mudhof Ilaih

لِي ألفُ كتابٍ

Aku memiliki 1000 buku

قرأتُ ألفَ كتابٍ

Aku telah membaca 1000 buku

Untuk 2000 sama seperti 200 bentuknya Mutsana dan ‘irabnya seperti Mutsana ( rafa dengan Alif, Nashab dan Jar dengan Iya. Kemudian huruf ن dibuang karna Idhofat

حَضَرَ ألْفَا طالبٍ

2000 siswa telah hadir

شاهدت أَلْفَي طالبٍ

Saya melihat 2000 siswa

مَرَرْتُ على أَلْفَي طالبٍ

Saya melewati 2000 siswa

  • Angka 1000 jika menjadi Mudhof Ilaih bentuknya harus Jamak beda dengan angka 100 yang tetap bentuk Mufrod seperti keterangan diatas.

عندي خمسَةُ آلافِ كتابٍ
اشتريتُ خمسَةَ آلافِ كتابٍ
حصلت على خمسَةِ آلافِ كتابٍ

6. Hitungan ‘Adad Tartibi (ترتيبي)

Hitungan tartibi memiliki bentuk seperti ini:

أول – ثان – ثالث – رابع – خامس – سادس – سابع – ثامن – تاسع – عاشر

Ketentuan:

  • Mengikuti wazan fa’il atau fa’ilah فاعل/فاعلة Lalu Ma’dud dan ‘Adad harus sesuai mudzakar dan muannastnya.

Berikut Contohnya:

TerjemahHitungan Tartib
Lelaki pertamaالرَّجُلُ الأَوَّلُ
Perempuan pertamaالمَرْأَةُ الأُوْلَى
Siswa keduaالطَّالِبُ الثَّانِي
Siswi keduaالطَّالِبَةُ الثَّانِيَةُ
Pengunjung (lk) ketigaالزَّائِرُ الثَّالِثُ
Pengunjung (pr) ketigaالزَّائِرَةُ الثَّالِثَةُ
Pengunjung (lk) keempatالفائز الرابع
Pengunjung (pr) keempatالفائزة الرابعة
Pelajaran ketigaالدَّرْسُ الثَالِثُ
Hari ke 11اليَوْمُ الحَادِى عَشَرَ
Malam ke 11اللَّيْلَةُ الحَادِيَةُ عَشْرَةَ
Hari ke 12اليومُ الثَّانِي عَشَرَ
Malam ke 12اللَّيْلَةُ الثَّانِيَةُ عَشْرَةَ
Malam ke 13الليلة الثالثة عشرة
Hari ke 14اليوم الرابع عشر
Malam ke 14الليلة الرابعة عشرة

Untuk angka selanjutnya sampai angka 19 sama seperti contoh di atas

  • Untuk hitungan puluhan dalam kaidah Tartibi harus memakai ال makrifat.

Berikut contohnya:

TerjemahAdad Tartibi 21-99
Hari ke 21اليَوْمُ الحَادِي وَالعِشْرُوْنَ
Malam ke 21الليلة الحادية والعشرون
Hari ke 22اليوم الثاني والعشرون
Malam ke 22الليلة الثانية والعشرون
Hari ke 23اليوم الثالث والعشرون
Malam ke 23الليلة الثالثة والعشرون

Untuk angka selanjutnya sampai angka 19 sama seperti contoh di atas

7. Kedudukan ‘Irab ‘Adad

Seperti halnya Isim, ‘Adad juga kedudukanya dalam kalimat bermacam-macam, tergantung posisinya dalam kalimat. Bisa sebagai Mubtada, Khobar, Maful Bih, Fa’il dan Naibul Fa’il, Isim Kana, dan lainya.

Perthatikan Table berikut:

Terjemah'Adad & PosisinyaContoh kalimat
Aku memiliki 3 mobilسبعُ : مبتدأعندي سبعُ سياراتٍ
Jumlah siswa 37 orangسبعةٌ : خبرعَدَدُ الطُّلاَبِ سبعةٌ وثلاثون شَخْصًا
25 siswa lulusخمسةُ : فاعلنجح خمسةُ وعشرون طالبًا
5 mobil dicuriخمسةُ : نائب الفاعلسُرِقَتْ خمسةُ سياراتٍ
Aku hafal 3 juz AlQuranثلاثةَ : مفعول بهحفظتُ ثلاثةَ أجزاءٍ من القرآن الكريم
50 siswa lulusخَمْسُوْنَ : اسم كان كان خَمْسُوْنَ طالبا ناجحين
Harga pena Rp. 50خَمْسِيْنَ : خبر كانكان سعرُ القَلاَمِ خَمْسِيْنَ روبيةً
Jumlah para hadirin 25 orangخمسةُ : خبر إنّإن عددَ الحاضرين خمسةُ و عشرون شَخْصًا

8. Kesimpulan dan Contoh I’rab ‘Adad

  • A’dad angka 2 seperti ‘irabnya Mutsana, Rafa dengan Alif, Nashab dan Jar dengan Iya

جاء اثنان طالبان
رأيت اثنين طالبين

  • A’dad angka 3-10, Irabnya seperti Isim Mufrod yaitu Rafa dengan dhommah, Nashab dengan Fathah dan Jar dengan Kasrah

نجح ثلاثةُ طلابٍ

ثلاثةُ : فاعل مرفوع بالضمة

إنَّ ثلاثةَ طلابٍ نجحوا

ثلاثةَ : اسم ان منصوب بالفتحة الظاهرة
نِمْتُ في ثلاثِ ساعاتٍ
ثلاثِ : مجرور بالكسرة

  • A’dad angka 11-19, kedua bagianya Mabni Fathah baik dalam posisi Rafa, Nashab dan Jar. Kecuali angka 12 Hukumnya Mu’rab.

نجح خمسةَ عشرَ طالبا

Angka خمسةَ berharkat Fathah meski berada diposisi Fa’il yang seharusnya Rafa, karena hukumnya Mabni Fathah. Begitu juga dengan kedua contoh dibawah, dalam posisi Nashab dan Jar

رأيتُ خمسةَ عشرَ طالبا
مررت بخمسةَ عشرَ طالبا

Untuk angka 12 I’rabnya tidak Mabni Fathah namun Mu’rab (berubah harkat akhir) seperti Mutsana kecuali untuk tulisan عَشَرَ dalam angka 12 hukumnya Mabni Fathah.

Terjemah'IrabContoh
12 siswa/siswi telah lulusاثنا/ اثنتا : فاعل مرفوع بالألف ( عشر ) مبني على الفتح لامحل له من الإعرابنجح اِثْنَا عَشَرَ طَالبًا /نجحتْ اِثْنَتَا عَشْرَةَ طَالبًا
Aku melihat 12 siswa/siswiاثني/اثنتي : مفعول به منصوب بالياء ( عشرة ) مبني على الفتح لا محل له من الإعرابرأيتُ اثْنَي عشرَ طَالبًا /رأيتُ اثْنَتَي عَشْرَةَ طَالبًا
  • ‘Adad angka 20-90, Irabnya seperti Jamak Mudzakar Salim sebab termasuk mulhaq yaitu Rafa’ dengan و ، Nashab dan Jar dengan ي kecuali angka 2 pada hitungan 22,32,42,52,62,72,82,92 mengikuti Mutsana.

Terjemah'IrabContoh
73 siswa telah lulusثلاثةُ : فاعل مرفوع بالضمة
سبعون : معطوف مرفوع بالواو
نَجَحَ ثلاثةُ و سبعون طالباً
Aku melihat 73 siswaثلاثةَ : مفعول به منصوب بالفتحة
سبعين : معطوف مجرور بالياء
رأيتُ ثلاثةَ و سبعين طالباً
Aku berpapasan dengan 73 siswaبثلاثةِ : مجرور بالكسرة
سبعين : معطوف مجرور بالياء
مررتُ بثلاثةِ و سبعين طالباً
72 siswa/siswi telah lulusاثنان / اثنتان : فاعل مرفوع بالألف
سبعون : معطوف مرفوع بالواو
نَجَحَ اثنان و سبعون طالباً / نَجَحَتْ اثنتان و سبعون طالبةً
Aku melihat 72 siswa/siswiاثني / اثنتي : فاعل منصوب بالياء
سبعين : معطوف مجرور بالياء
رأيت اثني وسبعين طالبا
رأيت اثنتي وسبعين طالبةً
  •  ‘Adad angka 100 dan 1000, Irabnya seperti Isim Mufrod yaitu Rafa dengan dhommah, Nashab dengan Fathah dan Jar dengan Kasrah

Terjemah'IrabContoh
Aku memiliki Rp. 100مَائةُ : مبتدأ مرفوع بالضمةعندي مَائةُ روبيةٍ
Aku memberi kawan Rp. 100مائةَ : مفعول به ثان منصوب بالفتحةأعْطيتُ صديقي مائةَ روبيةٍ
Aku membeli buku dengan harga Rp. 100بمائةِ : مجرور بالكسرةاشتريت الكتاب بمائةِ روبيةٍ
Telah datang 1000 siswaألفُ: فاعل مرفوع بالضمةجاء ألفُ طالبٍ
Aku melihat 1000 siswaألفَ : مفعول به منصوب بالفتحةرأيت ألفَ طالبٍ
Aku membeli kitab dengan Rp. 1000بألفِ : مجرور بالكسرةاشتريت الكتاب بألفِ روبيةٍ

||| Terkait cara ‘Irab Tamyiiz pada hitungan ‘Adad dan Ma’dud silahkan pelajari di halaman berikut Kaidah Tamyiiz

Semoga bermanfaat. Apabila ada hal yang belum dimengerti, silahkan pergunakan kolom komentar dibawah atau posting melalui forum diskusi

Silahkan dishare digroup kesayangan Antum.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 4.9 / 5. Vote count: 508

No votes so far! Be the first to rate this post.

3 COMMENTS

Tinggalkan Komentar

Latest News

Macam-Macam Maa (ما), fungsi dan ‘Irabnya

Ada berapa banyak jumlah Maa (ما) dalam bahasa arab dan bagaimana cara penggunaanya dalam kalimat ?. Kira-kira seperti itu...

Mengenal Uslub Qasam (أُسْلُوْبُ القَسَمِ)

Materi uslub qasam (sumpah) yang akan kita bahas meliputi pengertian uslub qasam secara bahasa, istilah, rukun, jumlah (kalimat) qasam,...

Shighah Mubalaghah (صيغة المبالغة)

Shighah Mubalaghah (صيغة المبالغة) Definisi Sighah Mubalaghah (تعريف صيغة المبالغة) هي اسم تشتق من الفعل الثلاثي غالبًا و من الرباعي أحيانًا ، للدلالة على كثرة حدوث...

Kitab ‘Irab Al-Muyassar [Muhammad Ali Abbas]

عنوان الكتاب: الإعراب الميسر والنحو  المؤلف: محمد علي أبو العباس  حالة الفهرسة: غير مفهرس  عدد المجلدات: ١  الحجم (بالميجا): ٥ الناشر: دار الطلائع تاريخ النشر: ١٩٩٨ Kitab 'Irab Al-Muyassar karya Doktor...

Kitab Al-Kunnays [‘Imadudin Abu Fida]

مؤلف :  عماد الدين أبي الفداء المتوفي سنة ٧٣٢ ه‍ قسم : النحو والصرف المحقق : دكتور رياض بن حسن الخوام اللغة : العربية الناشر : المكتبة العصرية نوع الملفات : PDF الملك المؤيد أبو...

Mengetahui ‘Irab Fi’il Mudhari’ [الفعل المضارع]Lengkap Tashrif Lughawi

Fi'il Mudhari' (الفعل المضارع) Pembahasan 'Fiil Madhi sudah kita lalui, selanjutnya kita akan membahas Fi'il Mudhari' mulai definisi, tashrif lughawi dan ketentuan hukum 'irabnya. Definisi Fi'il...

More Articles Like This