Kaidah Harokat Huruf Hamzah Pada إنّ Antara Kasrah dan Fathah

TMBA 1
4.9
(489)
Read Time6 Minutes, 40 Seconds

بسم الله الرحمن الرحيم

Kaidah Harokat Huruf Hamzah Dalam إنّ Antara Kasrah dan Fathah

Penulisan hamzah pada إنّ (Kasrah) dan pada أَنّ (Fathah) sudah diatur dalam kaidah Bahasa Arab. Kedua huruf ini ( إنّ/أَنّ ) tidak berdiri sendiri alias akan sempurna apabila disatukan dengan isim maupun fi’il, hasil penggabungan itu disebut dengan Mashdar Muawwal.

1. Definisi Mashdar Muawwal

Adalah susunan kalimat yang terdiri dari huruf إنّ/أَنّ Mashdari + Jumlah Ismiyah atau Jumlah Fi’liyah.

||| Lihat cara pembentukan Mashdar Sharih dan ‘Irab Mashdar

Disini Kita akan khusus membahas Mashdar Muawwal yang tersusun dari إنّ/أَنّ +Jumlah Ismiyah.  Oleh Karena pembahasanya hanya seputar hukum harokat hamzah pada إنّ/أَنّ Untuk huruf-huruf Mashdariyah lainya seperti لو ، كى ، ما ، همزة التسوية akan dibahas dalam materi khusus.

Perhatikan Contoh:

سَرُّنِى أَنَّكَ نَاجِحٌ

Telah membuatku bahagia bahwa kamu sukses

Kalimat أَنَّكَ نَاجِحٌ disebut dengan Mashdar Muawwal ( ّإن + Jumlah Ismiyah atau isim dan khobarnya).

2. Langkah Merubah Mashdar Muawwal

Langkah merubahnya kedalam Mashdar Shorih sebagai berikut:

  • Buang إنّ/أَنّ
  • Ambil bentuk mashdar dari kata ناجحٌ yaitu ٌنَجَاح
  • Pindahkan Dhomir kebelakang

Hasilnya menjadi

سَرُّنِى نَجَاحُكَ

Kesuksesan mu membuatku bahagia.

3. Hukum harakat Hamzah

Kapan hukum harokat hamzah pada إنّ/أَنّ wajib kasrah, fathah atau boleh keduanya…? berikut jawabanya.

Pertama: Harokat hamzah wajib Kasrah jika إنّ + isim + Khobarnya (Mashdar Muawwal) tidak memungkinkan untuk ditakwil (dirubah) kedalam bentuk Mashdar Shorih.

قال ابن مالك

فاكسر في الابتداء في بدء صلة وحيث إن ليمين مكمله # أو حكيت بالقول أو حلت محل حال كزرته وإني ذو أمل # وكسروا إن من بعد فعل علقا باللام كاعلم إنه لذو تقى

a. Jika posisi إن berada diawal kalimat (في ابتداء الكلام) tidak didahului perkataan apapun.

Contoh:

إِنَّكَ مُجْتَهِدٌ

Kamu sungguh rajin

إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Pada kedua contoh Mashdar Muawwal diatas, hukum harokat hamzah إنّ wajib kasrah karna tidak bisa ditakwil.

b. Jika posisi إنّ terletak setelah kata Qoul قول atau kata yang semakna dengan Qoul (baik bentuknya Madhi, Mudhori’, Amr). Maka harokat hamzah wajib kasrah

Contoh:

قَالَ إِنَّكِ جَمِيْلةٌ

Dia bilang kamu cantik

قَالَ خَالِدٌ إنَّ اللغة العربية سَهْلَةٌ

Kholid bilang bahasa arab itu mudah

قُل إِنَّ الهُدَى هُدَى اللَّهِ -العمران ٧٣

Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya karunia itu di tangan Allah.

c. Jika إن berada diposisi permulaan jumlah Haal (حال)

Sekilas apa itu Haal?

Isim berhukum Nashab yang menjelaskan perihal atau keadaan Fa’il (Subjek) atau Maf’ul Bih (Objek).

جَاءَ خالدٌ بَاكِيًا

Kholid datang dalam keadaan sambil menangis

رأيت خالدا بَاكِيًا

Saya melihat kholid dalam keadaan sambil menangis.

Kira2 seperti itu contoh Haal, Insya Allah kedepan akan dibahas dalam Materi khusus.

|||Pelajari Materi Haal

Berikut contoh إنّ yang berada diposisi permulaan jumlah Haal (حال)

رَأيْتُكَ وإِنَّكَ تَبْكي

Aku melihat mu dan sesungguhnga dalam keadaan sedang menangis.

Karna kalimat   وإِنَّكَ تَبْكي berada diposisi permulaan jumlah Haal, jadi harokat hamzahnya wajib kasrah.

d. Jika إنّ berada diposisi permulaan jumlah Silah Maushul (جملة الصلة) seperti

الذي ،التي ،اللذان ، اللتان، الذين،اللاتي ،اللائي ،ما ،من

Contoh:

حَضَرَ الذِي إِنَّهُ نَاجِحٌ في الامتحان

Telah hadir orang yang lulus dalam ujian

وَآتَيْنَاهُ مِنَ الكُنُوزِ مَا إِنَّ مَفَاتِحَهُ لَتَنُوءُ بِالعٌصْبَةِ أُو۟لِى ٱلْقُوَّةِ – القصص ٧٦

Dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat.

|||Pelajari Materi Isim Maushul

e. Jika إنّ berada diposisi jumlah jawab qosam (sumpah) kemudian Khobarnya ditempeli Lam Ibtida/Muzhaliqoh/Taukid

Contoh:

واللّهِ إِنَّكَ لَكاذبٌ

Demi Allah sesungguhnga kamu seorang pendusta

قوله تعالى : والعصر إنّ الإنسانَ لَفِي خُسْرٍ

Demi masa، sesungguhnya manusia itu benar-benar berada kerugian.

4. Sekilas tentang Lam Ibtida/Muzhaliqoh/Taukid.

Lam ini disebut Lam Ibtida karena suka nempel pada Isim dan Khobar yang terletak setelah إِنّ (yang Hamzahnya Kasrah )

Disebut Muzhaliqoh karena Lam ini posisinya dipindahkan dari awal jumlah ke posisi kedua yaitu nempel di Khobar إِنَّ atau Isim إِنَّ muakhor dengan tujuan untuk memperkuat (Taukid)

Syarat Lam Muzhaliqoh nempel pada Khobar dan Isim إِنَّ

1. Khobar إِنَّ harus muakhor (tidak berlaku jika posisi khobarnya diawalkan, bentuk Khobarnya positif (tidak ada nafyi) dan bukan bentuk Fi’il Madhi.

Contoh nempel pada Khobar إِنَّ Muakhor:

إنَّ رَبِّي لَسَمِيعُ الدُّعَاءِ

Contoh nempel pada Khobar إِنَّ selain Fi’il Madhi:

وإنَّكَ لَتَعَلَمُ مَا نُرِيدُ

Apakah sudah mutlaq tidak boleh nempel pada Khobar إِنَّ yang bentuknya Fi’il Madhi…?

Jawab:

Sebagian ulama Nahwu seperti ( الأخفش والفراء وتبعهما ابن مالك) berpendapat hukumnya boleh jika:

  • Fi’il Madhinya dimasuki قد

Contoh:

إنَّ الطالبَ لَقَدْ حَضَرَ

Sesungguhnya siswa itu telah hadir

  • Fi’il Jamid berbentuk Fi’il Madhi (Tidak menunjukan 3 zaman atau tidak Mutashorif)

seperti : عسى ، تبارك ، ليس ، وهب ، نعم ، بئس dll. Baca materi tentang Fi’il Jamid dan Mutashorif.

Contoh:

إنَّ إبراهيمَ لَنِعمَ الرَّجُلِ

2. Isim إِنَّ harus muakhor (tidak berlaku jika posisi Isim إِنَّ diawalkan

إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَةً

f. Jika posisi إِنَّ berada setelah Af’alulqulub ( أفعال القلوب) dan pada Khobar إِنَّ disertai Lam Ibtida.

قال ابن مالك
وَكَسَرُوا مِنْ بَعْدِ فِعْلٍ عُلِّقَا بِالَّلاَمِ كَاعْلَمْ إنَّهُ لَذُو تُقَى

Contoh:

عَلِمْتُ إِنَّك لَجَمِيْلٌ
ظَنَنْتُ إِنَّك لَمُحْسِنٌ

وَاللَّهُ يَعلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ
والله يعلم إنھم لكاذبون

5. Sekilas tentang Af’alulqulub (أفعال القلوب)

Ialah Fi’il (kata kerja yang mengandung makna yakin, perkiraan, sangkaan, keraguan. Seperti:

ظنَّ، خالَ، حسبَ، جعل، وعدَّ، زَعمَ، رأى، وجد

Kesimpulan:

Apabila posisi إِنَّ berada setelah fi’il-fi’il diatas lalu nempel Lam ibtida pada khobarnya maka hukum harokat hamzah pada إِنَّ wajib kasrah (Inn إِِنَّ).

g. Jika posisi إِنَّ berada setelah perangkat jawab ( أدوات الجواب) seperti:
لا،نعم، بلى، أجل
(Tidak, iya, tidak pernah, ya betul, ya tentu saja. Dll)

Contoh:

نعم, إِنَّ خالدًا طالبًا مجتهدًا

h. Jika posisi إنّ berada setelah dzorof حيث، إذ

Contoh:

رأيت حَيْثُ إِِنَّك تركبُ السيّارةَ

Aku melihat mu dimana kamu sedang menaiki mobil

زُرْتُ بَيْتَكَ إذ إِِنَّك تدرس اللغة العربية

Aku mengunjungi rumahmu tatkala kamu sedang belajar bahasa arab.

i. Jika posisi إنّ menjadi khobar bagi mubtada yang bentuknya Isim Dzat (bentuknya nyata/nampak seperti manusia)

Contoh:

خالدٌ إنّه مجتهدٌ
محمّد إنّه عالم

j. Jika posisi إنّ terletak setelah huruf istifham dan dibarengi dengan Lam Ibtida

Contoh:

قَالُوا أَإِنَّكَ لَأَنتَ يُوسُفُ – سورة يوسف ٩٠
أَئِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً – سورة النمل ٥٥

Kedua: Hukum harokat hamzah wajib fathah apabila Mashdar Muawwal memungkinkan dirubah kedalam Mashdar Shorih.

قال ابن مالك
وَهَمْزَ إِنَّ افْتَحْ لِسَدِّ مَصْدَرِ مَسَدَّهَا وَفِي سِوَى ذَاكَ اكْسِرِ

Harokat hamzah wajib fathah jika أن + Isim + Khobarnya (Mashdar Muawwal) memungkinkan untuk ditakwil (dirubah) kedalam bentuk Mashdar Shorih.

Contoh1:

يـسـعدني أَنَّكَ ناجحٌ

Kelulusanmu membuat aku senang.

Perhatikan kalimat أَنَّكَ ناجحٌ ini adalah bentuk Mashdar Muawwal yang terdiri dari أن+isim dhomir + khobar.

Jika bentuknya Kita rubah kedalam Mashdar Shorih akan menjadi seperti ini.

يـسـعدني نَجَاحُكَ

Contoh2:

يُـسْـعِدُنِي أنّ تَنْتَظِرَ

Penantian mu membuatku senang

Perhatikan kalimat أنّ تنتظر ini adalah bentuk Mashdar Muawwal yang terdiri dari أن+Fi’il Mudhori’ + Dhomir أنت

Jika bentuknya Kita rubah kedalam Mashdar Shorih akan menjadi seperti ini.

يـُسْـعِدُنِي انْتِظَارُكَ

Berikut posisi yang biasa diduduki oleh أن+isim+khobarnya (Mashdar Muawwal) yang mewajibkan harkat hamzah أن fathah.

a. Menduduki posisi Mubtada

Contoh:

وَمِن آيَاتِهِ أَنَّكَ تَرَى الأَرْضَ خَاشِعَةً

Dan sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan) -Nya bahwa kamu melihat bumi itu kering tandus,

Mashdar Muawwal kalimat ( أَنَّكَ تَرَى ) menempati posisi Mubtada Muakhor dengan taqdir setelah dirubah kedalam bentuk mashdar shorih yaitu

وَمِن آيَاتِهِ رؤيتك الأَرْضَ خَاشِعَةً

b.Menduduki posisi Fa’il

Contoh:

فَلَمّا تَبَيَّنَ لَهُ أنَّهُ عَدُوُّ لِلَّهِ تَبَرَّأ مِنهُ – التوبة ١١٤

Mashdar Muawwal kalimat أنَّهُ عَدُوُّ menempati posisi Fa’il dari kata kerja تَبَيَّنَ dengan taqdir setelah dirubah kedalam bentuk mashdar shorih yaitu

فَلَمّا تَبَيَّنَ لَهُ عداوته لِلَّهِ تَبَرَّأ مِنهُ

c. Menduduki posisi Naibulfa’il

Contoh:

عُرِفَ أَنَّ خالدًا مجتهدًا

Sudah ma’ruf bahwasanya Kholid rajin

قوله تعالى : قُل أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الجِنِّ

Mashdar Muawwal kalimat أَنَّهُ اسْتَمَعَ menempati posisi Naibulfa’il dari kata kerja majhul أُوحِيَ dengan taqdir setelah dirubah kedalam bentuk mashdar shorih yaitu

ٍقُل أُوحِيَ إِلَيَّ استماعُ نفر

d. Menduduki posisi Maful Bih

Contoh:

عَلِمْتُ أنَّكَ نجَحْتَ في الامتحان

Mashdar Muawwal kalimat أنَّكَ نجَحْتَ menempati posisi Maf’ul Bih dari kata kerja عَلِمْتُ (fi’il dan Fa’il) dengan taqdir setelah dirubah kedalam bentuk mashdar shorih yaitu

عَلِمْتُ نَجَاحَكَ في الامتحان

e. Menduduki posisi Majrur dengan huruf Jar

Contoh:

ذَلِكَ بِأَنَّهُم كَانُوا يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ – العمران ١١٢

Mashdar Muawwal kalimat بِأَنَّهُم كَانُوا menempati posisi Majrur dengan Huruf Jar. Taqdirnya setelah dirubah kedalam bentuk mashdar shorih yaitu

ذَلِكَ بِكَوْنِهِمْ يَكْفُرُونَ….الأية

f. Posisinya berada setelah لو، لولا. syartiyah. Perdalam materi isim syarat dihalaman berikut.

Contoh:

قوله تعالى : وَلَوْ أَنَّھُمْ صَبَرُوْا

Taqdir:

وَلَوْ صَبْرُهُمْ

وقوله تعالى : فَلَوْلاَ أَنَّهُ كَانَ مِنَ المُسَبِّحِينَ لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَى يَوْمٍ يُبْعَثُونَ – الصافات ١٤٣

Taqdir:

فَلَوْلاَ كَوْنُهُ مِنَ المُسَبِّحِيْنَ

g. Posisinya dima’tufkan dengan kalimat sebelumnya.

Contoh:

قوله تعالى : يَا بَنِي إِسرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُم وَأَنِّي فَضَّلْتُكُم عَلَى العَالَمِينَ – البقرة ٤٧

Kesimpulan:

Harokat hamzah wajib fathah jika Mashdar Muawwal memungkinkan untuk ditakwil (dirubah) kedalam bentuk Mashdar Shorih dimanapun dan sebagai apapun posisinya.

Ketiga: Hukum harokat hamzah boleh kasrah dan juga fathah dengan syarat إن/أن + isim+khobarnya (Mashdar Muawwal) bisa dirubah kedalam Mashdar Shorih.

قال ابن مالك
بعد “إذا” فجاءة أو قسم لا لام بعده بوجهين نمي # مع تلوا “فا”الجزا وذا يطرد في نحو خير القول أني أحمد

Berikut posisi yang biasanya ditempati:

1. Posisi إن/أن terletak setelah إذا الفجائية ( Idza Fajaaiyyah)

Contoh:

ٌخَرَجْتُ مِنَ البيتِ فإذا إِنَّ/أَنَّ المطرَ نازل

Aku keluar rumah tiba-tiba hujan turun

Harokat hamzah pada contoh diatas melahirkan dua ketentuan:

  • kasrah:

Apabila tidak ditakwil/dirubah kedalam bentuk Mashdar Shorih karna dianggap bahwa susunan إِنَّ المطر نازل sudah sempurna antara isim dan khobarnya dan dianggap jumlah Istinaaf (permulaan) tidak bersambung dengan jumlah sebelumnya. Artinya tanpa ada أن sudah sempurna المطر نازل (mubtada dan khobar)

  • Fathah:

Apabila ingin ditakwil/dirubah kedalam bentuk Mashdar Shorih dengan taqdir

ٌخَرَجْتُ مِنَ البيتِ فإذا نزولُ المَطرِ حاضرٌ/حاصل

Dengan memperkirkan kata حاضر/ حاصل sebagai khobar yang dibuang.

6. Sekilas tentang إذا الفجائية dan إذا الشرطية berikut perbedaanya.

  • Idza إذا syartiyah berupa isim dan Idza إذا Fajaaiyah berupa huruf
  • Idza إذا syartiyah masuk pada jumlah fi’liyah, adapun Idza إذا Fajaaiyah masuk kedalam jumlah ismiyah.
  • Idza إذا syartiyah membutuhkan jawaban, sedangkan Idza إذا Fajaaiyah tidak
  • Idza إذا syartiyah memiliki hak digunakan diawal kalimat, sedangkan Idza إذا Fajaaiyah hanya diakhir kalimat
  • Idza إذا syartiyah maknanya menunjukan waktu yang akan datang meski fi’il yang dimasuki bentuk lampau (madhi), sedangkan Idza إذا Fajaaiyah untuk Hal (waktu sekarang)

|||Rincian tentang Idza إذا syartiyah ada dipembahasan Isim Syarat

2. Posisi أن terletak sebagai jawab qosam (sumpah) dan Khobarnya ditempeli Lam Ibtida/Muzhaliqoh/Taukid, namun jika dibarengi Lam harus kasrah.

Contoh:

أقسم بالله أَنَّ خالدا صادقٌ

أقسم بالله إِنَّ خالدا لصادقٌ

Aku bersumpah bahwa Kholid itu benar.

3. Posisi إن/أن terletak setelah Huruf Fa Jazaa ( فاء الجزاء)

Fa Jazaa adalah huruf yang biasa digunakan dalam syarat jawab seperti yang sudah dibahas dalam materi Ushlub Syarat.

Contoh:

مَنْ يَجْتَهِدْ فَإِنَّهُ نَاجِحٌ

  • Harkat hamzah kasrah karna dianggap susunan sudah sempurna meskipun tidak ada أن yaitu فهو ناجح
  • Harokat hamzah fathah apabila dirubah kedalam bentuk masdhar shorih dengan taqdir

ٌمَنْ يَجْتَهِدْ فَنَجَاحُهُ حَاصِل

Dengan memperkirakan kata حاصل sebagai khobar yang dibuang.

4. Posisi إن/أن terletak sebagai Khobar dari kata Qoul (قول) dengan syarat:

  • Menjadi khobar dari mubtada kata قول
  • Menjadi penjelas bagi kata قول
  • Fa’ilnya orang yang sama

Bingung:D

Perhatikan Contoh:

قَوْلي إِنّي أَحْمَدُ اللّهَ
قَوْلي أَنّي أَحْمَدُ اللّهَ

Kedua contoh diatas semuanya bisa  kasrah dan fathah karna sudah memenuhi ke 3 syarat diatas.

Lihat perbedaan apabila contohnya seperti dibawah:

قَوْلي إِنَّ خَالدًا يحمدُ اللَّهَ

Karna tidak memenuhi syarat harus fa’il yang sama jadi harokat hamzah wajib kasrah.

Atau begini

عملي إِنّي أَحْمَدُ اللّهَ

Karna tidak memenuhi syarat harus yang mengandung makna قول jadi harokat hamzah wajib fathah.


Demikian pembahasan tentang Hukum Harokat Hamzah pada إِنّ/إِنّ semoga bermanfaat

23 maret 2019

TMBA (Tips Mahir Berbahasa Arab)

وأســأل الله أن يجعـل عملنـا خالصـاً لوجهه الكريـم , وأن ينفع به النفع العميم , إنه هو البرُّ الرحيـم , وصلى الله على نبينا وآله وصحبه وسلم تسليماً كثيراً


المراجع

القرآن الكريم
شرح الأشموني لألفية ابن مالك
معجم الإعراب الملون من القرآن الكريم لأبي فارسا لدحداح
تفسير إعراب القرآن لدعاسى
كتاب التطبيق النحوي الدكتور عبده الراجحي

0 0

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 4.9 / 5. Vote count: 489

One thought on “Kaidah Harokat Huruf Hamzah Pada إنّ Antara Kasrah dan Fathah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Akhirnya dapat juga beasiswa [Terjemah]

4.9 (489) Sambungan latihan terjemah ke#9 Text bahasa indonesia yang harus diterjemahkan oleh semua peserta kelompok belajar (TMBA Lanjutan via WhatsApp) Text: Meskipun Aku tidak sabar menanti hasil testing ujian pada tanggal 6 bulan maret mendatang, aktivitas harian ku tetap berjalan seperti biasa, pengajian di Majlis Ta’lim, berlatih membaca text […]
error: Content is protected !!