Jumlah Ismiyyah dan Fi’liyyah

5
(2)

Pertanyaan dari Akhy Abealbantani terkait jumlah ismiyyah dan fi’liyyah.

السّلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Pertama: Dari beberapa buku yang saya baca untuk pembentukan jumlah fi’lliyah itu sekalipun failnya mutsanna atau jamak mudzakkar salim, fi’ilnya tetap harus mufrad. Yang saya ingin tanyakan lantas fungsi dari tasrif lughawi yang lainnya kapan terpakainya?

Kedua: Bagaimana jika dalam kalimat menemukan seperti dalam Firman Allah S.W.T kata يَسْئَلُونَكَ. Apakah dihukumi jumlah fiilliyah atau jumlah ismiyah sebagai mubtad? Mohon penjelasannya, terima kasih

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

1. Jumlah Ismiyyah & Fi’liyyah

Jumlah fi’liyyah yaitu kalimat yang diawali dengan fi’il, sedangkan jumlah ismiyyah yaitu kalimat yang diawali dengan kata isim.

Ketika sebuah kalimat diawali dengan fi’il, maka bentuk dari fi’il tersebut hanya disesuaikan dengan fa’ilnya berdasarkan mudzakkar dan muannats saja. Sementara untuk bentuk mufrad, tastniyyah dan jamak tidak berubah. Lihat pada jawaban untuk Akhy Dadan Kesesuaian Fi’il dan Fa’il (Mudzakkar & Muannats)

Perhatikan contoh berikut!

ذَهَبَ الطالبُ إلى المدرسة
ذَهَبَتْ الطالبةُ إلى المدرسة
ذَهَبَ الطالبان إلى المدرسة
ذَهَبَتْ الطالباتان إلى المدرسة
ذَهَبَ الطالبون إلى المدرسة
ذَهَبَتْ الطالباتُ إلى المدرسة

Kata ذَهَبَ dan ذَهَبَتْ tidak mengikuti fa’ilnya sekalipun fa’il berupa tasniyyah dan jamak mudzakkar salim. Kecuali apabila si fa’il bukan berupa isim dzahir (berupa dhamir), seperti

ذَهَبَا إلي المدرسةِ / ذَهَبُوا إلى المدرسة

Mereka berdua (lk) pergi ke sekolah / Mereka (lk) pergi ke sekolah

Adapun apabila posisi fi’il berada setelah Isim, yang disebut dengan istilah jumlah ismiyyah, maka fi’il harus mengikuti isim berdasarkan mudzakkar, muannats, tastniyyah dan jamak.

Perhatikan contoh berikut!

الطالبُ ذَهَبَ إلى المدرسة
الطالبةُ ذَهَبَتْ إلى المدرسة
الطالبان ذهبا إلى المدرسة
الطالبتان ذهبتا إلى المدرسة
الطالبون ذهبوا إلى المدرسة
الطالبات ذَهَبْنَ إلى المدرسة

Begitu seterusnya sesuai dengan jumlah dhamir 14 atau sesuai tashrif lughawi.

2. Lafadz يسألونك Pada Firman Allah Ta’ala

يَسْئَلُونَكَ عَنِ الْأَنْفَالِ  ۖ قُلِ الْأَنْفَالُ لِلَّهِ وَالرَّسُولِ  ۖ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَصْلِحُوا ذَاتَ بَيْنِكُمْ  ۖ وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ إِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِينَ. الأنفال ١

“Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah: “Harta rampasan perang kepunyaan Allah dan Rasul, oleh sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu; dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman”. Tafsirweb

Lafadz يَسْأَلُونَ adalah fi’il mudhari‘ yang dimasuki dhamir jamak ghaib (هُمْ) yang kita kenal dengan fi’il lima. Posisinya berada diawal kalimat, dengan demikian disebut jumlah fi’liyyah.

Wallahu’alam.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 2

No votes so far! Be the first to rate this post.

Jumlah Ismiyyah dan Fi’liyyah

Pertanyaan dari Akhy Abealbantani terkait jumlah ismiyyah dan fi'liyyah. السّلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته Pertama: Dari beberapa buku yang saya baca untuk pembentukan jumlah fi’lliyah itu...

Perasaan Hati (مشاعر القلب)

مشاعر القلبPerasaan Hatiقدّمت لك قلبي فأمسكت به لتكذب عليه وتغشّه وتخدعه ثم تكسره بدون سببKu persembahkan hatiku untukmu dan kau genggam erat hanya untuk...

Uslub Ististna dan Ketentuan ‘Irabnya (الاستثناء)

Sahabat TMBA yang dimulyakaan Allah S.W.T, semoga tetap semangat belajar Bahasa Arab.Seperti yang sudah dijanjikan sebelumnya, pada kesempatan kali ini kita akan membahas kaidah...

Kaidah Badal (البدل) Lengkap dengan contoh ‘Irab

Setelah kita selesai membahas materi Na'at, Taukid dan 'Athaf. Pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari Tawaabi' yang ke empat (terakhir) yaitu Badalمَا هُوَ...

Apa itu Isim Isyarah

 (الاسم الاشارة) Kata Tunjuk1. Definisi Isim Isyarah termasuk Isim Makrifat yang hukum 'irabnya Mabni kecuali هذان dan هتان. Isim ini digunakan untuk isyarat terhadap...

‘Irab dan makna kalimat Isti’adzah

أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِTerjemah:“Aku berlindung kepada Allah dari syaithan yang terkutuk”Pengertian Lafadz:❄️ Lafadz أَعُوْذُ bermakna أَعْتَصِمُ / أسْتَجِيْرُ berwazan فَعَلَ - يَفْعُلُ yang asalnya...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

I’rab kalimat (ربا،دينا، نبيا)Pada Bacaan Dzikir Pagi/Petang

Pertanyaan dari Ukhty Nur Hasanah terkait i'rab kalimat pada bacaan dzikir Pagi/PetangBagaimanakah i'rab kalimat رَبًّا, دِيْنًا,نَبِيًّا pada bacaan dzikir...

Hal dan Amilnya Dalam Surah Maryam 29

Pertanyaan dari Ukhty Nur (Malaysia) terkait hal dan na'at.Pertanyaan pertama: Apakah kata مختلف pada Surah Fatir Ayat 27 adalah...