Juha yang gila

Must Read

Tasybih dalam Ilmu Bayan: Pengertian, Rukun dan Jenisnya

Seperti yang kita kaji di pembahasan sebelumnya dalam Ilmu Bayan dan Tiga Obyek Pembahasannya kita mengenal tiga pokok pembahasan...

Ilmu Bayan dan Tiga Obyek Pembahasannya

Sebelumnya kita telah mengetahui bahwa ada tiga pembahsan utama dalam Ilmu Balaghah. Yaitu; Ilmu Ma’ani, Bayan dan Ba’di. Tulisan...

Definisi Kalam Khabari (الكلام الخبري) Fungsi dan Tujuanya

Objek pembahasan pertama ilmu ma'ani yaitu ahwal isnad al-khabari (أحوال الإسناد الخبري) yaitu berkaitan dengan suatu kalimat khabari (berita/informasi)....
TMBAhttps://bahasa-arab.com/
Belajar Bahasa Arab tidak semudah membalikan telapak tangan, butuh keseriusan dan istiqomah. Namun tidak ada kata terlambat jika kita ingin ingin mempelajarinya.

4.7
(3)

جُحَا المَجْنُوْنُ

Juha yang gila

التَقَى يَوْمًا جُحَا مَعَ صَدِيْقٍ لَهُ فِى أَثْنَاءَ تَجْوَالِهِ فِى سُوْقِ البَلْدَةِ ، فَدَعَاهُ جُحَا إِلَى الحُضُوْرِ وَتَنَاوُلِ الغَدَاءِ فَقَبِلَ الصَّدِيْقُ الدَّعْوَةَ ، وَ اتَّفَقَا عَلَى أَنْ تَكُوْنَ فِى اليَوْمِ التَّالِى

Suatu hari disela perjalananya, Juha bertemu dengan seorang kawan di sebuah pasar lalu Juha mengundangnya untuk datang makan siang. Kawan dia menerima undangan tersebut dan mereka berdua sepakat untuk merayakanya di hari berikutnya.

وَ فِي اليَوْمِ التَّالِى اشْتَرَى جُحَا زَوْجًا مِنَ الأَرَانِبِ ، وَ قَالَ لِزَوْجَتِهِ: اطْبُخِيْهَا اليَوْمَ ، فَعِنْدَنَا ضَيْفٌ عَزِيْزٌ سَيَأْتِى عَلَى الغَدَاءِ

Di hari berikutnya Juha membeli sepasang kelinci dan berkata kepada istrinya:” Hari ini masaklah kelinci sebab kita kedatangan tamu istimewa yang akan makan siang.

طَهَتِ الزَّوْجَةُ الأَرْنَبَيْنِ وَ قَالَتْ فِى نَفْسِهَا : إِنَّ لَحْمَ الأَرَانِبِ لَذِيْذٌ .. سَأَلْتَهِمُ قِطْعَةً مِنْ هَذَا الأَرْنَبِ

Istri Juha memasak kedua kelinci itu lalu dia berbicara dalam hatinya:” Daging kelinci itu lezat, aku akan menyantapnya satu iris

وَ رَاحَتْ الزَّوْجَةُ تَأْكُلُ بَدَلًا مِنَ القِطْعَةِ قِطْعَتَيْنِ  ثُمَّ ثَلَاثَ قِطَعٍ ، ثُمَّ أَرْبَعَ وَ هَكَذَا وَ بَعْدَ قَلِيْلٍ جَاءَ جُحَا وَ مَعَهُ ضَيْفُهُ ، أَسْرَعَ جُحَا إِلى زَوْجَتِهِ قَائِلًا : لَقَدْ جَاءَ الضَّيْفُ هَيَّا أُعِدِّى لَنَا الطَّعَامَ

Sebagai pengganti dari satu iris daging kelinci, Istri Juha menyantapnya dua iris lalu nambah tiga, empat dan selanjutnya. Selang beberapa saat Juha datang bersama tamu dan dia segera menemui istrinya lalu berkata:” Tamu telah datang, ayo siapkan makanan untuk kita”

قَالَتْ الزَّوْجَةُ: وَ هَلْ سَنَأْكُلُ الطَّعَامَ مِنْ غَيْرِ خُبْزٍ يَا جُحَا ..قَالَ جُحَا فِى سُرُوْرٍ : لَا بُدَّ أَنّكِ أَعْدَدْتِ لَنَا أَصْنَافًا مُخْتَلِفَةً بِجَانِبِ الأَرَانِبِ
ثُمَّ أَسْرَعَ جُحَا خَارِجًا لِشِرَاءِ الخُبْزِ

Istrinya berkata:” Apakah kau akan menyantap makanan tanpa roti. Dengan riang Juha menjawab:” Seharusnya di samping kelinci ini kau siapkan juga aneka ragam makanan lainya. Juha segera keluar untuk membeli roti.

وَلَمَّا كَانَتْ الزَّوْجَةُ قَدْ أَكَلَتْ لَحْمَ الأَرَانِبِ كُلَّهُ ، رَاحَتْ تُفَكِّرُ بِسُرْعَةٍ فِى مَخْرَجٍ لَهَا قَبْلَ أَنْ يَعُوْدَ جُحَا .. وَأَخِيْرًا اهْتَدَتْ إِلَى حِيْلَةٍ

Selepas istri Juha menghabiskan semua daging kelinci, dia mulai berfikir mencari celah sebelum Juha kembali dan akhirnya dia menemukan sebuah trik.

دَخَلَتْ زَوْجَةُ جُحَا عِنْدَ الضَّيْفِ وَقَالَتْ لَهُ
هَلْ تَعْلَمُ سَبَبَ دَعْوَةِ زَوْجِى لَكَ ؟ قَالَ الضَّيْفُ فِى سُرُوْرٍ :لِأَنَّنِى صَدِيْقٌ عَزِيْزٌ لَهُ

Istri Juha masuk menemui tamu dan berkata:” Apakah engkau mengetahui penyebab diundang oleh suamiku? Dengan riang tamu menjawab:” Karna aku kawan istimewa dia”.

قَالَتْ الزَّوْجَةُ : إِذَنْ أَنْتَ لَا تَعْرِفُ الحَقِيْقَةَ
قَالَ الضَّيْفُ فِى دَهْشَةٍ: وَ أَىُّ حَقِيْقَةٍ تَقْصِدِيْنَ ؟ قَالَتْ الزَّوْجَةُ: لَقَدْ أَصِيْبَ صَدِيْقُكَ جُحَا بِالجُنُوْنِ

Istri Juha berkata:” Kalau begitu engkau tidak mengetahui yang sebenarnya”. Dengan kaget tamu itu berkata:” Kebenaran mana yang kau maksud? Istri Juha menjawab:” Juha kawanmu itu gila”.

قَالَ الضَّيْفُ: جُنُوْن ؟.. وَ مُنْذُ مَتَى ؟ أَخَذَتْ الزَّوْجَةُ تَتَظَاهَرُ بِالبُكَاءِ قَائِلَةً: لَقَدْ أُصِيْبَ بِالجُنُونِ مُنْذُ فَتْرَةٍ ، وَ قَدْ وَصَفَ لَهُ الأَطِبَّاءُ اَنْ يَأْكُلَ أُذُنَ إِنْسَانٍ

Tamu berkata:” Gila ? Sejak kapan? Istri Juha pura-pura menangis dan berkata:” Sejak lama dia sudah gula dan dokter memberikan resep agar dia memakan telinga manusia”.

قَالَ الضَّيْفُ فِى فَزَعٍ : وَ مَاذَا بَعْدَ ذَالِكَ ؟
قَالَتْ الزَّوْجَةُ : لَا شَيْءَ لَقَدْ جَاءَ بِكَ إِلَى هُنَا لِيَقْطَعَ أُذُنَيْكَ وَ يَأْكُلَهُمَا ، وَ عَلَامَةُ ذَالِكَ أَنَّهُ يَضْرِبُ عَلَى صَدْرِهِ وَ يُحَرِّكُ يَدَيْهِ

Dengan terkejut si tamu berkata:” Lalu apa lagi? Istri Juha menjawab:” Tak ada, dia membawamu ke sini untuk memotong kedua telingamu dan memakanya. Tandanya (bisa kau lihat) Juha memukul dada dan menggerakan kedua tanganya

فَلَمَّا هَمَّ الضَّيْفُ بِالخُرُوْجِ لِيَهْرُبَ مِنْ جُحَا. إِذَا بِجُحَا يَعُوْدُ قَائِلًا لِضَيْفِهِ: لَقَدْ تَأَخَّرْتُ عَنْكَ .. سَأُعِدُّ لَكَ الطَّعَامَ حَالًا. ثُمَّ أَسْرَعَ إِلَى زَوْجَتِهِ قَائِلًا: أَيْنَ الطَّعَامُ ؟

Ketika tamu itu hendak keluar melarikan diri dari Juha, tiba-tiba Juha datang dan berkata” Aku terlambat, akan segera ku persiapkan makanan untukmu. Juha segera menemui istrinya dan berkata:” Mana makananya?

قَالَتْ الزَّوْجَةُ: إِنَّكَ لَمَّا خَرَجْتَ قَامَ الضَّيْفُ وَ أَخْذَ الأَرْنَبَيْنِ وَ وَضَعَهُمَا فِى مِنْدِيْلَةٍ ، وَ أَخْفَاهُمَا بَيْنَ مَلَابِسِهِ. فَبَدَتْ مِنْ جُحَا حَرَكَاتٌ تُشْبِهُ مَا قَالَتْهُ زَوْجَتُهُ لِلضَّيْفِ

Istrinya menjawab:” Ketika kau keluar, tamu itu mengambil kedua ekor kelinci dan ditaruhnya di dalam tisu lalu dia sembunyikan diantara pakaianya. Seketika itu juga nampak dari Juha gerakan seperti apa yang dikatakan oleh istrinya kepada tamu.

فَلَمَّا رَأَى الضَّيْفُ ذَالِكَ خَافَ عَلَى نَفْسِهِ ، وَ أَسْرَعَ خَارِجًا فَأَشَارَتْ امْرَأَةُ جُحَا إِلَيْهِ وَ قَالَتْ
أُنْظُرْ يَا جُحَا .. لَقَدْ خَرَجَ الضَّيْفُ يَجْرِى خَجَلًا مِنْكَ

Ketika Tamu melihat gerakan itu, dia sangat ketakutan lalu segera keluar. Istri Juha menunjuknya dan berkata kepada Juha:” Lihat Juha, tamu itu keluar dan lari karna malu darimu”.

فَأَسْرَعَ جُحَا خَلْفَهُ وَ هُوَ يَصِيْحُ: يَا صَدِيْقِ العَزِيْزُ .. خُذْ وَاحِدَةَ وَ أَعْطِنِى وَاحِدَةً …فَصَاحَ الضَّيْفُ وَ هُوَ يَزِيْدُ مِنْ سُرْعَتِهِ : ذَلِكَ لَا يُمْكِنُ أَبَدًا

Juha segera menyusul tamu itu di belakangnya sambil berteriak:” Kawan…ambilah satu dan berikan satu kepadaku…tamu itu membalas sambil berjalan lebih kencang lagi:” sama sekali Itu tidak mungkin”.

||| Baca juga, Juha dan Kuah kelinci

Kuah Kelinci (مَرَقُ الأَرْنَبِ) Kisah Juha 4.5 (2)

Penulis: Syauki Hasan
Penerbit: المؤسسة العربية الحديثة بالقاهرة
Penterjemah: Anggota TMBA


Kosa-kata (مفردات)

Indonesia Arab
Bertemu الْتَقَى - يَلْتَقِى
Sepakat اتَّفَقَ - يَتَّفِقُ
Memasak طَبَخَ - يَطْبُخُ / طَهَا - يَطْهُو
Menyantap/Melahap اِلْتَهَمَ - يَلْتَهِمُ
Mempersiapkan أَعَدَّ - يُعِدُّ
Berbada/Beraneka اخْتَلَفَ - يَخْتَلِفُ
Pura-pura تَظَاهَرَ - يَتَظَاهَرُ
Menimpa أَصَابَ - يُصِيْبُ
Memotong قَطَعَ - يَقْطَعُ
Menggerakan حَرَّكَ - يُحَرِّكُ
Kabur هَرَبَ - يَهْرُبُ
Nampak بَدَا - يَبْدُو
Berteriak صَاحَ - يَصِيْحُ

Latihan

Buat kalimat dari kata berikut

مَجْنُوْنٌ / حِيْلَةٌ / اِلْتِهَامٌ

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 4.7 / 5. Vote count: 3

No votes so far! Be the first to rate this post.

Tinggalkan Komentar

Latest News

Tasybih dalam Ilmu Bayan: Pengertian, Rukun dan Jenisnya

Seperti yang kita kaji di pembahasan sebelumnya dalam Ilmu Bayan dan Tiga Obyek Pembahasannya kita mengenal tiga pokok pembahasan...

Ilmu Bayan dan Tiga Obyek Pembahasannya

Sebelumnya kita telah mengetahui bahwa ada tiga pembahsan utama dalam Ilmu Balaghah. Yaitu; Ilmu Ma’ani, Bayan dan Ba’di. Tulisan...

Kaidah Maf’ul Mutlaq (مفعول مطلق) Lengkap Dengan Contoh ‘Irabnya

مفعول مطلق Maf'ul Mutlaq كيف حالكم يا أحبابي الكرام، أتمنّى أن تكونوا  بخير وفي رعاية  الله وحفظه في هذه الفرصة نحن سنستمرّ درسنا تحت الموضوع ” مفعول مطلق" من...

Kitab Silsilah Al-Arabiyyah Baina Yadaika [Full Download]

Kitab Silsilah Al-Arabiyyah Baina Yadaika termasuk salah satu buku panduan terbaik yang dirancang dengan metode sempurna untuk untuk non arabic. Buku ini memiliki empat level...

3 Faktor Penghambat Dalam Belajar Bahasa Arab

ثلاثة العوامل المعرقلة في تعلّم اللغة العربية 3 Faktor penghambat dalam belajar bahasa arab. عدم الجدّ وقلّة النشاط، أنت لا تهتم بدرسك ولا تبذل أي جهد...

Kaidah Badal (البدل) Lengkap dengan contoh ‘Irab

بسم الله الرحمن الرحيم Setelah kita selesai membahas apa itu Na'at, Taukid dan 'Athaf. Pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari Tawaabi' yang ke empat...

More Articles Like This