Juha yang baik hati

Must Read

Kalam Insya’ (الكلام الإنْشِائُى) Thalabi dan Ghair Thalabi Dalam Ilmu Ma’ani

Materi ini lanjutan dari pembahasan objek ilmu ma'ani yang pertama yaitu kalam/kalimat. Pembahasan sebelumnya terkait kalam khabari, tujuan dan...

Tasybih dalam Ilmu Bayan: Pengertian, Rukun dan Jenisnya

Seperti yang kita kaji di pembahasan sebelumnya dalam Ilmu Bayan dan Tiga Obyek Pembahasannya kita mengenal tiga pokok pembahasan...

Ilmu Bayan dan Tiga Obyek Pembahasannya

Sebelumnya kita telah mengetahui bahwa ada tiga pembahsan utama dalam Ilmu Balaghah. Yaitu; Ilmu Ma’ani, Bayan dan Ba’di. Tulisan...
TMBAhttps://bahasa-arab.com/
Belajar Bahasa Arab tidak semudah membalikan telapak tangan, butuh keseriusan dan istiqomah. Namun tidak ada kata terlambat jika kita ingin ingin mempelajarinya.

0
(0)

جحا طَيْبُ القَلْبِ

Juha yang baik hati

كَانَ جُحَا يَعْمَلُ فِى جَمْعِ الحَطَبِ ، وَ كَانَتْ زَوْجَتُهُ تَعْمَلُ بِغَزْلِ الكَتَّانِ فِى البَيْتِ , وَ كَانَ فَقِيْرَيْنِ ، لَا يَحْصُلَانِ عَلَى قُوْتِهِمَا إِلَّا بِمَشَقَّةٍ

Juha bekerja sebagai pengepul kayu bakar dan istrinya sebagai penenun barang texstile di rumah. Mereka berdua termasuk orang miskin yang tidak cukup berdaya.

وَ ذَاتَ يَوْمٍ قَالَتْ الزَّوْجَةُ : أُرِيْدُ أَنْ تَصْنَعَ لِى ثَوْرًا مِنَ القَشِّ ، وَتَدْهِنَهُ مِنَ الخَارِجِ بِالشَّحْمِ

Suatu hari istrinya berkata:” Aku ingin kau membuatkanku seekor lembu jantan yang terbuat dari jerami lalu bagian luarnya dipoles dengan lemak”

قَالَ جُحَا مُتَعَجِّبًا : وَ مَاذَا يَنْفَعُكِ هَذَا ؟!
قَالَتْ : هَذِهِ رَغْبَتِى وَ سَتَعْرِفُ قَصْدِى فِيْمَا بَعْدُ. صَنَعَ جُحَا مَا أَرَادَتْ زَوْجَتُهُ

Dengan terkejut Juha menjawab:” Apa manfaatnya untukmu? Istrinya berkata:” Itu hasratku dan nanti kau juga akan tahu maksudku” Juha pun membuatkan apa yang istrinya inginkan

وَ فِى صَبَاحِ اليَوْمِ التَّالِى جَرَّتِ المَرْأَةُ الثَّوْرَ مَعَهَا إِلَى المَرْعَى. وَ جَلَسَتْ فِى ظِلِّ شَجَرَةٍ تَعْزِلُ الكَتَّانَ, ثُمَّ غَلَبَهَا النَّوْمُ فَنَامَتْ ،

Di pagi hari berikutnya, Istri Juha pergi ke tempat gembalaan mambawa (lembu buatan) itu. Dia duduk di bawah naungan pohon sambil menenun lalu dia tertidur

وَ فِى تِلْكَ اللَّحْظَةِ اقْتَرَبَ مِنَ الثَّوْرِ دُبٌّ ، وَ وَقَفَ يَتَشَمَّمَهُ بُرْهَةً ، ثُمَّ قَالَ لَهُ : أَرَاكَ مَحْشُوًّا بِالقَشِّ ، فَهَلْ تَسْمَحُ لِى أَنْ آخُذَ بَعْضَهُ لِأَنْتَفِعَ بِهِ ؟

Dalam situasi seperti itu, seekor beruang mendekati lembu buatan dan sekejap beruang itu mencium aromanya lalu berkata:” Aku lihat perut kau nampaknya diisi dengan jerami, apakah boleh aku ambil sebagian untuk ku pergunakan?

قَالَ لَهُ الثَّوْرُ : خُذْ مَا تُرِيْدُ أَيُّهَا الصَّدِيْقُ ، فَأَعْمَلَ الدُّبُّ أَسْنَانَهُ فِى الثَّوْرِ فَمَزَّقَ جِلْدَهُ ثُمَّ دَخَلَ جَوْفَهُ ، وَ لَمَّا أَرَادَ أَنْ يَخْرُجَ لَمْ يَسْتَطِعْ فَظَلَّ مَحْبُوْسًا فِى جَوْفِهِ

Lembu buatan menjawab:” Ambilah apa yang kau mau kawan”. Beruang itupun menggunakan gigi-giginya dan merobek lapisan luar lembu itu kemudian masuk ke rongga perutnya. Namun ketika beruang hendak keluar, dia tidak bisa dan tertahan di dalam.

اسْتَيْقَظَتْ زَوْجَةُ جُحَا فَرَأَتِ المَنْظَرَ. ابْتَهَجَتْ ، وَ قَادَتْ الثَّوْرَ ، وَ الدُّبُّ فِى جَوْفِهِ حَتَّى وَصَلَتْ إِلَى الدَّارِ ، ثُمَّ قَالَتْ لِجُحَا : قُمْ إِلَى هَذَا الدُّبِّ ، وَ اذْبَحْهُ لِتَأْخُذَ جِلْدَهُ وَتَبِيْعَهُ فِى السُّوْقِ ، فَإِنَّهُ رِزْقٌ سَاقَهُ اللَّهُ إِلَيْنَا

Istri Juha bagun dan melihat fenomena ini. Dia sangat senang lalu membawa lembu yang di dalamnya sudah terdapat seekor beruang pulang ke rumah. Dia berkata kepada Juha:” Ambilah beruang itu dan sembelihlah untuk diambil kulitnya lalu dijual di pasar. Itu rezeki yang diberikan Allah untuk kita.

قَالَ جُحَا ضَاحِكًا : مَا لَا يَسْتَطِيْعُهُ الرِّجَالُ تَسْتَطِيْعُهُ النِّسَاءُ . وَ لَكِنَّنِ لَنْ أَذْبَحَهُ اليَوْمَ ، بَلْ سَأَحْتَفِظُ بِهِ فِى الحَظِيْرَةِ إِلَى يَوْمٍ آخَرَ

Sambil terbahak ngakak Juha berkata:” Apa yang tidak bisa dikerjakan laki-laki ternyata bisa juga dilakukan perempuan. Namun aku tidak akan menyembelihnya hari ini. Akan aku biarkan di kandang sampai hari berikutnya”.

وَفِى اليَوْمِ التَّالِى صَحِبَتِ المَرْأَةُ الثَّوْرَ إِلَى المَرْعَى ، ثُمَّ جَلَسَتْ تَعْزِلُ حَتَّى نَامَتْ. وَ جَاءَ الذِّئْبُ فَطَلَبَ مِنَ الثَّوْرِ قَلِيْلًا مِنْ لَحْمِهِ ، فَأَذِنَ لَهُ الثَّوْرُ أَنْ يَأْخُذَ مَا يُرِيْدُ ، وَ لَكِنَّهُ لَمْ يَكَدْ يَنْشِبُ أَسْنَانَهُ فِى جِلْدِ الثَّوْرِ حَتَّى عَلِقَتْ بِهِ فَلَمْ يَسْتَطِعْ الخَلَاصَ

Di hari berikutnya, Istri Juha kembali dengan lembu itu pergi ke tempat pengembalaan, dia duduk dan tertidur. Datang seekor srigala yang ingin menyantap daging lembu dan lembu itupun memperbolehkan apa yang serigala inginkan. Belum sempat taring-taring beruang itu menggigit kulit lembu, dia sudah tersangkut dan tidak bisa melepaskan diri.

وَ اسْتَيْقَظَتْ زَوْجَةُ جُحَا فَرَأَتْ الذِّئْبِ وَقَدْ عَلِقَ بِالثَّوْرِ فَقَادَتْهُ مَعَ الثَّوْرِ إِلَى جُحَ لِيَذْبَحَهُ ، وَ لَكِنَّ جُحَا رَأَى أَنْ يَضَعَهُ فِى الحَظِيْرَةِ هُوَ أَيْضًا

Istri Juha bangun dan melihat seekor serigala tersangkut, dia membawanya ke Juha untuk disembelih namun Juha berfikir akan menaruhnya di kandang.

وَفِى اليَوْمِ الثَّالِثِ كَانَ دَوْرُ الثَّعْلَبِ فَصَحِبَتْهُ المَرْأَةُ إِلَى جُحَا كَذَلِكَ. فَوَضَعَهُ فِى الحَظِيْرَةِ قَائِلًا : سَيَأْتِ اليَوْمُ الَّذِى يُصْبِحُ فِيْهِ عِنْدَكَ يَا جُحَا حَدِيْقَةٌ لِلْحَيَوَانَاتِ ، بِفَضْلِ ذَكَاءِ زَوْجَتِى

Di hari ketiga, giliran Rubah yang berhasil ditangkap istrinya Juha. Dia membawanya dan Juha menaruhnya di kandang dan berkata:” Akan datang suatu hari dimana Juha akan memiliki kebun binatang atas bantuan kecerdikan Istriku”.

وَفِى اليَوْمِ الرَّابِعِ سَقَطَ الأَرْنَبُ كَمَا سَقَطَ غَيْرُهُ مِنَ الحَيَوَانَات ، فَأَلْقَى بِهِ جُحَا أَيْضًا فِى الحَظِيْرَةِ. ثُمَّ جَلَسَ جُحَا أَمَامَ بَابِ الحَظِيْرَةِ يَسُنُّ سِكِّيْنَهُ

Di hari keempat, seekor kelinci jatuh terperangkap seperti hewan2 tangkapan lainya, Juha menarunya di kandang lalu dia duduk di depan pintu kandang sambil mengasah pisaunya.

قَالَ لَهُ الدُّبُّ : مَاذَا تَنْوِى أَنْ تَفْعَلَ يَا جُحَا وَ أَنْتَ بِطِيَبةِ القَلْبِ ؟ قَالَ : أَنْوِى أَنْ أَذْبَحَكَ لِآخُذَ جِلْدَكَ. قَالَ الدُّبُّ : اعْفُ عَنِّى ، وَ سَأُجَازِيْكَ جَزَاءً طَيِّبًا. عَفَا جُحَا عَنِ الدُّبِّ ثُمَّ عَادَ يَسُنُّ سِكِّيْنَةُ

Beruang berkata kepada Juha:” Apa yang hendak kau lakukan Juha, Kau itu berhati baik? Juha menjawab: ” Aku ingin menyembelihmu dan mengambil kulitmu. Beruang berkata:” Bebaskan aku Juha dan aku akan membalasmu dengan kebaikan”. Juha pun melepaskan beruang itu kemudian melanjutkan mengasah pisaunya.

فَقَالَ لَهُ الذِّئْبُ : مَاذَا تَنْوِى أَنْ تَفْعَلَ ؟ فَأَجَابَهُ جُحَا : مِثْلَ جَوَابِهِ للدُّبِّ : مَاذَا تَنْوِى أَنْ تَفْعَلَ : اتْرُكْنِى وَ لَكَ مُكَافَأَةٌ جَزِيْلَةٌ. فَتَرَكَهُ جُحَا ثُمَّ عَادَ يَسُنُّ السِّكِّيْنَ

Serigala berkata kepada Juha:” Apa yang hendak kau lakukan Juha? Juha menjawab seperti jawaban kepada seekor beruang. Serigala berkata:” Biarkan aku lepas dan kau akan mendapatkan hadiah besar”. Juha pun melepaskan serigala itu dan kembali mengasah pisau.

فَقَالَ لَهُ الثَّعْلَبَ : لِمَاذَا تَسُنُّ السِّكِّيْنَ ؟ فَأَخْبَرَهُ جُحَا ، فَقَالَ الثَّعْلَبُ : إِذَا اطْلَقْتَ سَرَاحِى فَسَأُعَوِّضُكَ خَيْرًا. فَأَطْلَقَهُ جُحَا ثُمَّ عَادَ إِلَى السِّكِّيْنِ.

Rubah berkata:” Kenapa kau mengasah pisau? Juha memberitahunya lalu Rubah itu berkata:” Jika kau melepaskanku, aku akan menggantinya dengan kebaikan”. Juha pun melepaskan serigala itu dan kembali mengasah pisau.

فَقَالَ لَهُ الأَرْنَبُ : لِمَاذَا تَسُنُّهَا يَا تُرَى
قَالَ جُحَا : لِأَنِّى جَائِعٌ إِلَى لَحْمِكِ. قَالَ الأَرْنَبُ : دَعْنِى أَذْهَبْ فَأَحْمِلْ لَكَ حِمْلًا مِنَ القَرْنَبِيْطِ وَالجَزَرِ يُشْبِعُكَ

Giliran sekor Kelinci berkata kapada Juha” Kenapa kau mengasah pisau itu Juha? Juha menjawab:” Aku lapar ingin menyantap dagingmu”. Kelinci berkata:” Biarkan aku pergi nanti akan aku bawakan kol dan wortel agar kau kenyang”.

وَ فِى صَبَاحِ يَوْمِ التَّالِى ..سَمِعَ جُحَا وَ زَوْجَتُهُ صِيَاحًا وَ ضَجَّةً وَرَاءَ البَابِ ، فَنَظَرَا . فَرَأَيَا الدُّبَّ يَحْمِلُ خَلِيَّةَ نَحْلٍ مَمْلُوءَةٍ عَسَلًا. وَ خَلَفَهُ الأَرْنَبُ مُتَوَارِيًا وَرَاءَ حِمْلٍ ضَخْمٍ مِنَ القَرْنَبِيْطِ وَ الجَزَرِ

Di pagi hari berikutnya, Juha dan istrinya mendengar teriakan dan gaduh dari belakang pintu rumah. Mereka melihatnya ternyata ada seekor beruang membawa sarang lebah berisikan penuh madu. Dan dibelakangnya ada seekor kelinci yang terhalang dengan tumpukan bawaan kol dan wortel.

وَ بَعْدَ قَلِيْلٍ وَصَلَ الذِّئْبُ يَسُوْقُ أَمَامَهُ قَطِيْعًا مِنَ الغَنَمِ .. وَ أَيْضًا الثَّعْلَبُ يَحْمِلُ قَفَصًا بِهِ دَجَاجٌ وَبَطٌّ

Selang beberapa saat, seekor serigala tiba dengan membawa potongan daging kambing. Begitu juga dengan Rubah dia tiba membawa sangkar berisikan ayam dan bebek.

بَاعَ جُحَا مَا زَادَ عَنْ حَاجَتِهِ مِنْ ذَلِكَ وَ عَاشَ سَعِيْدًا مَعَ زَوْجَتِهِ

Juha menjual yang sekirnya melebihi kebutuhan, dia dan istrinya pun sangat senang.

||| Baca juga, Juha sang pemberani

Penulis: Syauki Hasan
Penerbit: المؤسسة العربية الحديثة بالقاهرة
Penterjemah: Anggota TMBA


Kosa-kata (مفردات)

Indonesia Arabic
Membuat صَنَعَ - يَصْنَعُ
Mengecat دَهَنَ - يَدْهِنُ
Bermanfaat نَفَعَ - يَنْفَعُ
Mengembala- mengasuh رَعَى - يَرْعِى
Mencium aroma تَشَمَّمَ - يَتَشَمَّمُ
Mengisi حَشَّى - يُحَشِّي
Merobek مَزَّقَ - يُمَزِّقُ
Menahan حَبسَ - يَحْبَسُ
bergembira ابْتَهَجَ - يَبْتَهِجُ
Menyembelih ذَبَحَ - يَذْبَحُ
Jatuh سَقَطَ - يَسْقُطُ
Mengasah سَنَّ - يَسُنُّ
Melepaskaan أَطْلَقَ - يُطْلِقُ
Berniat/bermaksud نَوَى - يَنْوِي

Latihan

Buatlah kalimat dari kata berikut:

ثَعْلَبٌ / السِّكِّيْنُ / جَوْفٌ

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Tinggalkan Komentar

Latest News

Kalam Insya’ (الكلام الإنْشِائُى) Thalabi dan Ghair Thalabi Dalam Ilmu Ma’ani

Materi ini lanjutan dari pembahasan objek ilmu ma'ani yang pertama yaitu kalam/kalimat. Pembahasan sebelumnya terkait kalam khabari, tujuan dan...

Tasybih dalam Ilmu Bayan: Pengertian, Rukun dan Jenisnya

Seperti yang kita kaji di pembahasan sebelumnya dalam Ilmu Bayan dan Tiga Obyek Pembahasannya kita mengenal tiga pokok pembahasan...

3 Faktor Penghambat Dalam Belajar Bahasa Arab

ثلاثة العوامل المعرقلة في تعلّم اللغة العربية 3 Faktor penghambat dalam belajar bahasa arab. عدم الجدّ وقلّة النشاط، أنت لا تهتم بدرسك ولا تبذل أي جهد...

Mengetahui Kata kerja Perintah (Fi’il ‘Amr)

KATA KERJA PERINTAH فعل الأمر Bentuk redaksi perintah didalam Bahasa Arab terdapat 4 bentuk antara lain: الأمر / الطلب يأتي بأربعة صيغٍ 1. Dengan redaksi bentuk Fi'il Amr...

Juha berkata Insya Allah

جُحَا يَقُوْلُ إِنْ شَاءَ اللَّه Juha Berkata Insya Allah قَالَ جُحَا لِزَوْجَتِهِ ذَاتَ لَيْلَةٍ : سَأَذْهَبُ صَبَاحَ غَدٍ إِلَى سُوْقِ البَلْدَةِ وَعَلَيْكِ بِإِعْدَادِ الحِمَارِ لِلسَّفَرِ, ثُمَّ...

Cerpen Keluargaku Bahagia Bahasa Arab

قِصَّةٌ قَصِيْرَةٌ عَنْ عَائِلَتِى الْسَعِيدَةِ  Cerpen Keluargaku Bahagia أسْرتِي الْصَغِيْرَةُ تَتَكَوَّنُ مِنْ خَمْسَةِ أَفْرَادٍ, مِنْهَا الْأَبُ وَ كُنْتُ أبًّا, وَالْأُمُ, وَاِبْنِى اسمُهُ مُحَمَّد زيدان عُمْرُهُ سِتُّ...

More Articles Like This