Juha Mengetahui Jalan

Must Read

Peci Kepunyaan Juha

عِمَامَةُ جُحَاPeci Kepunyaan Juhaكَانَ لِجُحَا جَارٌ شَدِيْدُ البُخْلِ، كُلَّمَا رَأَى جُحَا رَاحَ يَحُثُّهُ بِعَدَمِ الإِنْفَافِ عَلى أَهْلِهِ حَتَّى يُصْبِحُ...

Juha dan Seorang Pencuri Bodoh

جُحَا وَاللَّصُّ الأَحْمَقُJuha dan Seorang Pencuri Bodohأَرَادَ لِصٌّ غَبِيٌّ أَنْ يَسْرِقَ بَيْتَ جُحَا، فَذَهَبَ إِليهِ في مُنْتَصَفِ اللَّيْلِ وَتَسَلَّقَهُ...

Juha dan Sepotong Daging Ajaib

جُحَا وَاللَّحْمُ العَجِيْبُJuha dan Sepotong Daging Ajaibاشْتَهَى جُحَا أَنْ يَأكُلَ لَحْمًا، فَذَهَبَ إلى الجَزَّارِ وَاشْتَرَى مِنْهُ قِطْعَةً مِنَ اللَّحْمِ،...
TMBAhttps://bahasa-arab.com/
Belajar Bahasa Arab tidak semudah membalikan telapak tangan, butuh keseriusan dan istiqomah. Namun tidak ada kata terlambat jika kita ingin ingin mempelajarinya.

5
(8)

جُحَا يَعْرِفُ الطَّرِيْقَ

Juha mengetahui Jalan

احْتَاجَتْ زَوْجَةُ جُحَا إلى بَعْضِ الحَطَبِ لِكَى تُوْقِدَ نارًا تَطْهُو عَلَيْهَا الطَّعَامُ. فَذَهَبَ جُحَا لِيَحْتَطِبَ مِنْ مَكَانٍ تَكْثُرُ بِهِ الأَشْجَارُ

Istri Juha membutuhkan kayu bakar untuk memasak, lalu Juha segera pergi untuk mencarinya dari lokasi yang banyak pepohonan.

صَعِدَ جُحَا شَجَرَةً كَبِيْرَةً لِيَقْطَعَ مِنْهَا غَصْنًا ضَحْمًا، وَرَاحَ يَضْرِبُهُ بِفَأسِهِ، بَيْنَمَا هُو كَذٰلِكَ رَآهَُ شَيْخٌ كَبِيْرٌ كَانَ يَمُرُّ أَسْفَلَ الشَّجَرَةِ

Juha memanjat pohon besar untuk memotong bagian rantingnya, dia mulai menghantamnya dengan sebuah kapak. Sementara itu, di bawah pohon terlihat seorang syekh sedang melewat.

نَظَرَ الشَّيْخُ إلى جُحا فَرَآهُ يَقِفُ على الغُصْنِ الَّذي يَقْطَعُهُ، فَقَال : ” يَارَجُلُ مَاذَا تَصْنَعُ ؟ الآن سَتَقَعُ، وَلَكِنَّ جُحَا لَمْ يَلْتَفِتْ إليه

Syekh itu melihat Juha berdiri di atas ranting yang akan dia potong, lalu ia berkata:” Apa yang kau lakukan?”. Kau akan terjatuh. Namun, juha tidak menghiraukanya.

بَعْدَ قَليلٍ سَقَطَ الغَصْنُ وَسَقَطَ مَعَهُ جُحَا، فَرَاحَ يَصْرُخُ مِنَ الأَلَمِ، وَتَذَكَّرَ ذٰلِكَ الشَّيْخَ الّذي أخْبَرَهُ بِسُقُوْطِهِ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ

Selang beberapa saat, ranting pohon itupun jatuh bersamaan dengan Juha. Dia berteriak kesakitan, dan seketika itu juga dia teringat seorang Syekh yang mengabarkan bahwa dia akan jatuh.

فأَسْرَعَ خَلْفَ الشَّيْخِ مُنَادِيًا :” يَا شَيْخُنَا، يَا شَيْخُنَا، أَما وَقَدْ عَلِمْتَ بِسُقُوْطِي فَإِنَّكَ مِنْ أَهْلِ الكَشْفِ، وَإِنَّنِي لَمُصَدِّقُكَ فِي كُلِّ مَا تَقُوْلُهُ

Sembari memanggil-manggil Syekh tersebut, Juha bergegas menyusul di belakangnya :” Ya Syekh, ya syekh, Anda telah mengetahui aku akan jatuh, berarti anda seorang ahli ramal. Aku akan mempercayai setiap ucapanmu.

قَال الشَّيخُ : يا رَجُلُ إِنَّ الغَيْبَ لاَ يَعْلَمُهُ إلّاَ اللهُ، وَأَنَا لَمْ أُدَعِّ شَيْئًا أَعْرِفُهُ، فَالعِلْمُ عِنْدَ اللهِ. قال جحا :” وَلَكِنَّكَ أَخْبَرْتَنِي سَأَقَعُ، فَأَخْبِرْنِي عَنْ وَقْتِ مَوْتِي

Syekh:” Perkara ghaib tidak ada yang tahu kecuali Allah, dan aku tidak mengakui bahwa aku mengetahui hal itu, semuanya hanya milik Allah”. Juha:” Namun tadi Engkau memberitahuku bahwa aku akan jatuh, nah sekarang beritahu kapan waktu ajalku.

قَال الشَّيْخُ مُسْتَنْكِرًا :” أَسْتَغْفِرُ اللهَ”. ثُمَّ ذَهَبَ ليكملَ سَبِيْلَهُ, وَلَكِنَّ جُحَا تَعَلَّقَ بِهِ رَاجِيًا، وَلَمْ يَدَعْهُ يَمْضِ في سَبِيْلِهِ

Sambil berusaha menghindar, syekh berkata:” Astaghfirullahaladzim”. Dia pun segera pergi melanjutkan perjalanan. Namun, Juha menguntitnya sembari terus memohon, dia tidak membiarkan syekh itu beranjak.

فَلَمَّا أَعْيَتِ الشَّيْخَ الحِيْلَةُ، وَلَمْ يَجِدْ سَبِيْلاً لِلْخَلاصِ مِنْ هٰذه الوَرَطَةِ، قَال لَهُ :” مَتَى حَمَّلْتَ حَمَارَكَ حَطَبًا، وَنَهَقَ النَّهْقَةَ الأُولَى ؟ قَالَ جُحا مُتَعَجِّلاً :” سَأموتُ بَعْدَهَا عَلى الفَوْرِ.

Ketika Syekh sudah kehabisan trik dan tidak menemukan cara agar terbebas dari kesulitan, dia berkata:” Bilamana kau memikulkan kayu bakar di atas punggung keledaimu, dan keledai itu meringkik dengan ringkikan pertama? Dengan sigap Juha berkata:” Seketika itu aku akan mati.

قال الشَّيْخُ : لاَ…سَتَخْرُجُ نِصْفُ رُوْحِكَ، فَإِذا نَهَقَ ثَانِيًا خَرَجَتْ رُوْحُكَ كُلُّهَا… ثُمَّ ذَهَبَ الشًَيْخُ ليكملَ سَبِيْلَهُ

Syekh:” Bukan, namun setengah roh-mu akan keluar, lalu ketika (keledaimu) meringkik kedua kalinya, maka semua roh-mu sudah keluar”.

Baca Juga: Kisah Humor Juha lainya

جَمَعَ جُحَا الحَطَبَ وحَمَّلَهُ فَوْقَ حَمَارِهِ وَسَارَ بِهِ، فَمَرَّ بِجِوَارِهِ حِمَارٌ آخرُ، فَنَهَقَ حِمَارُهُ، فَقَال جُحَا :” هٰذه أَوَّلُ سَكَرَاتِ المَوْتِ

Juha mulai mengumpulkan kayu bakar dan memikulkanya di atas punggung keledai lalu berjalan. (Terlihat) ada seekor keledai lain tengah melewat, seketika itu keledainya Juha meringkik, Juha berkata:” Ini permulaan sakaratul maut”.

وَبَعْدَ قَلِيْلٍ نَهَقَ الحِمَارُ مَرَّةً أُخْرَى فَانطَرَحَ جُحَا على الأرضِ قائلا :” الآن لَقَدْ مُتُّ، ثُمَّ أَغْمَضَ عَيْنَيْهِ وَأَصْبَحَ كَالأَمْواتِ

Selang beberapa saat, keledai Juha meringkik kembali, Juha segera menjatuhkan (badan) di atas tanah sembari berkata:” Sekarang aku sudah mati, dia pun memejamkan kedua matanya.

فَمَرَّ بِهِ بَعْضُ أَهْلِ قَرْيَةٍ قِرِيْبَةٍ، فَظَنُّوْهُ مَيِّتًا، فَأَحْضَرُوْا تَابُوْتًا وَوَضَعُوْهُ فِيْهِ وَحَمَلُوْهُ وَسَارُوْا بِهِ نَحْوَ البَلْدَةِ

Beberapa orang dari kampung terdekat (kebetulan) melewati Juha, mereka mengiranya dia sudah mati, lantas mereka membawakan sebuah peti mayat dan menaruh Juha di dalamnya. Mereka membawa peti itu pergi menuju arah perkampungan.

وَفي الطَّريقِ اعْتَرَضَهُمْ نَهْرٌ فَوَقَفُوا يَتَشَاوَرُوْنَ كَيْفَ يَجْتَازُونَهُ؟ هَلْ يَذْهَبُوْنَ مِنْ هُنَا أَمْ مِنْ هُنَاك

Di tengah perjalanan, mereka terhambat dengan sebuah sungai lalu berhenti berunding bagaimana cara mereka menyebrang? apakah melalui jalur sebelah sini atau sebelah sana.

وَبَيْنَمَا هُمْ في حَيْرَتِهِمْ، أَخْرَجَ جُحَا رَأسَهُ مِنَ التَّابُوتِ فَجْأةً، وَأَسْرَعُوا بَعِيْدًا فِي خَوْفٍ. فقال لهُمْ جُحَا وَهُوَ يُشِيْرُ بِيَدَيْهِ :” عِنْدَمَا كُنْتُ حَيًّا كُنْتُ أَمُرُّ مِنْ هٰذا الاتِّجَاهِ، فَهُوَ أَقْرَبُ وَأَسْهَلَ لَكُمْ، وَمَعَ ذٰلِكَ احْمِلُونِي في الاتِّجَاهِ الّذي يُرْضِيْكُمْ

Sementara mereka masih bingung, tiba-tiba juha menjulurkan kepalanya dari dalam peti, mereka pun kucar kacir menjauh ketakutan. Sembari memberi pertanda dengan kedua tanganya, Juha berkata kepada mereka :” Ketika aku masih hidup, aku melewati jalur sebelah sini, dan inilah jalur terdekat dan termudah untuk kalian. Meskipun begitu, tetap bawalah aku bersama kalian lewat jalur yang kalian sukai.


Penulis: Syauki Hasan Penerbit: المؤسسة العربية الحديثة بالقاهرة Penerjemah: Anggota TMBA

Kosa-kataالمفردات
Memasakطَهَا - يَطْهُو
Jatuhوَقَعَ - يَقَعُ
Mencari kayu bakarاحْتَطَبَ - يَحْتَطِبُ
Memotongقَطَعَ - يَقْطَعُ
Berteriakصَرَخَ - يَصْرَخُ
Mempercayai/membenarkanصَدَّقَ - يُصَدِّقُ
Menguntit/menempelتَعَلَّقَ - يَتَعَلَّقُ ب
Berlaluمَضَى - يَمْضِى
Tergesaنَهَقَ - يَنْهَقُ
تَعَجَّلَ - يَتَعَجَّلُ
Terjatuh/menjatuhkanانْطَرَحَ - يَنْطَرِحُ
Memejamkanأَغْمَضَ - يُغْمِضُ
Terhambatاعْتَرَضَ - يَعْتَرِضُ
Berunding/diskusiتَشَاوَرَ - يَتَشَاوَرُ
Memberi pertandaأَشَارَ - يُشِيِرُ
Bingungحَارَ - يَحُورُ

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 8

No votes so far! Be the first to rate this post.

Recomended

Tips Belajar Bahasa Arab Dengan Mudah

Tips Belajar Bahasa Arab dengan Mudah. بسم الله الرحمن الرحيمMari kita luruskan niat belajar bahasa arab semata-mata Lillah.Apakah belajar bahasa arab itu sulit.? ya sulit...

Kaidah ‘Athaf (عطف النسق والبيان) Lengkap dengan ‘Irab

Melanjutkan Pasal Tawaabi' yang ketiga setelah Taukid (التوكيد) yaitu 'Athaf (العطف)إن شاء الله سندرس قواعد العطف و سنتعرف على أنواعه وكيفية إعرابه مع أمثلة...

Juha dan Keledai Yang Mengacau

جحا و حماره المشاغبJuha dan Keledai Yang Mengacauكَانَ جُحَا يَرْكَبُ حِمَارَهُ ، وَ فِى الطَّرِيْقِ رَاحَ يَضْرِبُهُ ، فَلَمَّا رَآهُ النَّاسُ فَقَالُوا : مِسْكِيْنٌ...

Mengenal Kata Sambung (Isim Maushul) Dalam Bahasa Arab

Isim Maushul (الاسم الموصول)1. Definisi / Mafhum Isim MaushulIsim Maushul adalah Isim Mubham (samar) yang membutuhkan suatu kalimat penjelas yang dinamakan dengan (Shilah Maushul)...

Tinggalkan Komentar

Latest News

Peci Kepunyaan Juha

عِمَامَةُ جُحَاPeci Kepunyaan Juhaكَانَ لِجُحَا جَارٌ شَدِيْدُ البُخْلِ، كُلَّمَا رَأَى جُحَا رَاحَ يَحُثُّهُ بِعَدَمِ الإِنْفَافِ عَلى أَهْلِهِ حَتَّى يُصْبِحُ...

Juha dan Seorang Pencuri Bodoh

جُحَا وَاللَّصُّ الأَحْمَقُJuha dan Seorang Pencuri Bodohأَرَادَ لِصٌّ غَبِيٌّ أَنْ يَسْرِقَ بَيْتَ جُحَا، فَذَهَبَ إِليهِ في مُنْتَصَفِ اللَّيْلِ وَتَسَلَّقَهُ...

Mengenal Uslub Istifham (أدوات الاستفهام)

بسم الله الرحمن الرحيمSebagai pecinta bahasa arab baik yang baru mulai belajar di Sekolah, Pesantren, Majlis Ta'lim, Otodidak online dan lainya, pasti sudah hafal...

Kerja Bakti (العَمَلُ التَّعَاوُنِىُّ) Bahasa Arab

العَمَلُ التَّعَاوُنِىُّ فِى بِلاَدِنَا اِنْدُوْنِيْسِيَاGotong Royong Di Negri Indonesiaالأَعْمَالُ التَّعَاوُنِيَّةُ فِي طَبِيْعَةِ الشَّخْصِيَةِ الاِنْدُوْنِيْسِيَّةِ أنَّهَا تَمِيْلُ إِلَى مُسَاعَدَةِ الأخَرِيْنَ دُوْنَ رجاءِ مَقَابِلِ مَدْىِّ أَوْ...

Kaidah Munada/Nida (منادى) Lengkap Contoh ‘Irab

بسم الله الرحمن الرحيمPada materi kali ini, Insya Allah kita akan mengenal المنادى dari mulai bentuk, jenis dan kaidahnya. Tentu dilengkapi dengan cara meng'irab...

Juha dan Clotehan Orang-Orang

جُحَا وَكَلاَمُ النَّاسِJuha dan Clotehan Orangقَالَ جُحَا لِابْنِهِ : هٰذَا يَوْمٌ جَمِيْلٌ يَا أَمِيْرُ، فَالشَّمْسُ مُشْرِقَةٌ وَالسَّمَاءُ صَافِيَةٌ، وَلِذَا فَإِنِّي سَأَذْهَبُ إِلى سُوْقِ القَرْيَةِ...

Sponsored Articles

More Articles Like This