Juha Menemukan Uang Dinar Palsu

Must Read

Kalam Insya’ (الكلام الإنْشِائُى) Thalabi dan Ghair Thalabi Dalam Ilmu Ma’ani

Materi ini lanjutan dari pembahasan objek ilmu ma'ani yang pertama yaitu kalam/kalimat. Pembahasan sebelumnya terkait kalam khabari, tujuan dan...

Tasybih dalam Ilmu Bayan: Pengertian, Rukun dan Jenisnya

Seperti yang kita kaji di pembahasan sebelumnya dalam Ilmu Bayan dan Tiga Obyek Pembahasannya kita mengenal tiga pokok pembahasan...

Ilmu Bayan dan Tiga Obyek Pembahasannya

Sebelumnya kita telah mengetahui bahwa ada tiga pembahsan utama dalam Ilmu Balaghah. Yaitu; Ilmu Ma’ani, Bayan dan Ba’di. Tulisan...
TMBAhttps://bahasa-arab.com/
Belajar Bahasa Arab tidak semudah membalikan telapak tangan, butuh keseriusan dan istiqomah. Namun tidak ada kata terlambat jika kita ingin ingin mempelajarinya.

5
(1)

مَنْ حَفَرَ حُفْرَةً لأَخِيْهِ وَقَعَ فِيْهِ

Barang siapa yang menggali lubang untuk saudranya, maka dia terjatuh di dalamnya.

ذَاتَ يَوْمٍ خَرَجَ جُحَا كَعَادَتِهِ كُلَّ صَبَاحٍ إِلى حَدِيْقَتِهِ المُتَجَاوِرَةِ لِيَزْرَعَهَا فَأَصَابَتْ فَأْسُهُ شَيْئًا صَلْبًا فَمَالَ عَلَيْهِ لِيَرَاهُ فَإِذَا هُوَ دِيْنَارٌ

Suatu ketika seperti biasanya Juha setiap pagi pergi ke kebun dekat rumahnya untuk mencangkul, tiba tiba cangkulnya membentur benda keras, dia pun melihatnya ternyata uang satu dinar.

فَرِحَ جُحَا فَرْحًا شَدِيْدًا بِهٰذَا الدِّيْنَارِ الَّذِي جَاءِ فِي وَقْتِهِ المُنَاسِبِ وَأَخَذَ يَجْلِي عَنْهُ الصَّدَأَ وَلَكِنَّهُ سُرْعَانَ مَا تَبَيَّنَ أَنَّهُ دِيْنَارٌ مُزَيَّفٌ

Juha sangat senang dengan uang tersebut, dia pun menggosok karatnya namun ternyata uang dinar itu paslu.

اغْتَمَّ جُحَا بَعْدَ فَرْحٍ ثُمَّ هَمَّ أَنْ يَرْمِىَ الدِّيْنَارَ بَعْدَ أَنْ تَبَيَّنَ زَيْفِهُ وَلَكِنَّهُ قَالَ لِنَفْسِهِ : لِمَاذَا أَرْمِيهِ أَلَيْسَ مِنَ المُمْكِنِ أَنْ أَخْدَعَ بِهِ بَعْضَ البَاعَةِ وَأَشْتَرِي بِهِ طَعَامًا شَهِيًّا ؟

Rasa senang juha pun berubah menjadi sedih, lalu setelah nampak jelas bahwa uang itu palsu, dia pun berencana membuangnya dan berkata:” Lho kenapa aku mesti membuangnya, bukankah mungkin dengan uang ini aku mengelabui penjual dan membeli makanan lezat ?

وَبَعْدَ قَلِيْلٍ ذَهَبَ جُحَا إِلَى السُّوْقِ فَوَجَدَ رَجُلًا يَبِيْعُ بَطَّةً كَبِيْرَةً فَاشْتَرَاهَا مِنْهُ، وَدَفَعَ لَهُ الدِّيْنَارَ المُزَيَّفُ فَأَخَذَهُ دُوْنَ أَنْ يَتَبَيَّنَ زَيْفُهُ وَأَدْخَلَهُ فِي جَيْبِهِ وَمَضَى

Selang beberapa saat, Juha pergi ke pasar dan menjumpai seorang penjual bebek yang gemuk dan dia pun membelinya. Juha membayarnya dengan uang dinar palsu dan penjual itupun mengambilnya tanpa memastikan bahwa uangnya, dia memasukanya begitu saja kedalam sakunya.

وَكَانَ بَائِعُ البَطِّ يُرِيْدُ أَنْ يَشْتَرِى دَقِيْقًا لِأَهْلِ بَيْتِهِ فَذَهَبَ إِلَى بَائِعِ الدَّقِيْقِ وَقَالَ لَهُ : بِكَمْ تَبِيْعُ لِي هٰذا الدَّقِيْقَ ؟ قَال البَائِعُ : ثَمَنُهُ دِيْنَارًا. دَفَعَ بَائِعُ البَطِّ الدِّيْنَارَ الّذِي أَخَذَهُ مِنْ جُحَا وَذَهَبَ

Penjual bebek bermaksud membeli terigu untuk keluarganya di rumah, dia pun pergi ke penjual terigu dan berkata:” Berapa anda menjual terigu ini ? Dia menjawab:” Harganya satu dinar. Penjual bebek lalu membayarnya dengan uang satu dinar yang diperolehnya dari Juha lalu pergi.

أَرَادَ بَائِعُ الدَّقِيْقِ أَنْ يَصْنَعَ لِنَفْسِهِ كُوْبًا مِنَ الشَّايِ فَوَضَعَ المَاءَ فِي الوِعَاءِ ثُمَّ رَفَعَهُ إِلَى النَّارِ فَلَاحَظَ أَنَّ الوِعَاءَ مَحْرُوْقٌ وَالمَاءُ يَقْطِرُ مِنْهُ عَلى النَّارِ.

Penjual terigu bermaksud membuat segelas teh lalu menuangkan air ke dalam teko dan mengangkatnya untuk dipanaskan di atas api. Setelah dia perhatikan ternyata teko itu bolong dan meneteskan air.

قَالَ لِنَفْسِهِ : سَأَذْهَبُ وَ أَشْتَرِى وِعَاءً جَدِيْدًا وَأَدْفَعُ ثَمَنَهُ مِنَ الدِّيْنَارِ الَّذِي رَزَقَنِي بِهِ اللَّهُ اليَوْمَ

Dia berkata:” Aku akan pergi membeli teko baru dan membayarnya dengan uang dinar dari rezekiku hari ini.

ثُمَّ ذَهَبَ إِلَى بَائِعِ الأَوْعِيَةِ لِشِرَاءِ وِعَاءٍ جَدِيْدٍ وَدَفَعَ لَهُ الدِّيْنَارَ، وَأخَذَ بَائِعُ الأَوْعِيَةِ الدِّيْنَارَ المُزَيَّفَ دُوْنَ أَنْ يُلاَحُظُ أَنَّهُ مُزَيَّفٌ

Kemudian dia pergi ke penjual furniture untuk membeli teko baru lalu membayarnya dengan uang satu dinar. Penjual furniture mengambilnya tanpa memperhatikan jika uang dinar tersebut palsu.

وَفِي صَبَاحِ اليَوْمِ التَّالِى، أَرَادَ بَائِعُ الأَوْعِيَةِ شِرَاءَ بَعْضِ الحَطَبِ لِأَهْلِ مَنْزِلِهِ فَذَهَبَ إِلَى جُحَا

Di pagi hari berikutnya, penjual furniture bermaksud membeli kayu bakar untuk keluarganya di rumah, dia pun pergi menemui Juha.

قَالَ بَائِعُ الأَوْعِيَةِ : كَمْ يُرِيْدُ ثَمَنًا لِهٰذَا الحَطَبِ يَا جُحَا ؟ قَالَ جُحَا : هٰذَا حَطَبٌ كَثِيْرٌ كَمَا تَرَى، وَقَدْ أَخَذَ مِنِّي شَقَاءَ يَوْمٍ فِي جُمْعَةٍ وَلِذَا أطْلُبُ دِيْنَارًا ثَمَنًا لَهُ. ضَحِكَ بَائِعُ الأَوْعِيَةِ وَمَدَّ يَدَهُ بِالدِّيْنَارِ إِلَى جُحَا

Penjual furniture: Hai Juha, berapa harga kayu bakar ini ? Juha menjawab:” Seperti yang kau lihat, kayu bakar ini banyak, aku saja mengambilnya susah payah, aku hargain satu dinar saja. Penjual furniture tertawa dan memberikan uang dinar kepada Juha.

بَيْنَمَا جُحَا فِي الطَّرِيْقِ إِلَى دَارِهِ، صَادَفَهُ بَائِعُ العِمَامَاتِ فَأَرَادَ شِرَاءَ عِمَامَةٍ جَدِيْدَةٍ، وَلَمَّا دَفَعَ الدِّيْنَارَ إِلَى البَائِعِ، تَبَيَّنَ البَائِعُ زَيْفَهُ فَرَدَّهُ إِلَيْهِ قَائِلًا : هٰذَا دِيْنَارٌ مُزَيَّفٌ يَا جُحَا

Ketika Juha diperjalanan menuju rumahnya, dia bertemu dengan penjual peci. Juha pun bermaksud membeli peci baru, namun ketika Juha membayarnya dengan uang dinar itu, penjual peci mengetahuinya jika uang itu palsu lalu mengembalikanya kepada Juha dan berkata: ” Juha, ini uang dinar palsu”.

نَظَرَ جُحَا إِلَى الدِّيْنَارَ جَيِّدًا فَعَرَفَ زَيْفَهُ، فَاعْتَاظَ وَذَهَبَ إِلَى الحَاكِمِ يَشْكُو بَائِعَ الأَوْعِيَةِ الَّذِي غَشَّهُ بِالدِّيْنَارِ المُزَيَّفِ

Juha melihat dinar itu dengan seksama dan ternyata benar palsu. Dia pun marah dan pergi ke hakim untuk mengadukan si penjual furniture yang telah menipunya dengan uang dinar palsu.

وَجَاءَ بَائِعُ الأَوْعِيَةِ إِلَى الحَاكِمِ الَّذِي أَرْسَلَ فِي طَلَبِهِ، وَقَرَّرَ أَنَّهُ أَخَذَهُ مِنْ بَائِعِ الدَّقِيْقِ وَدَعَا بَائِعَ الدَّقِيْقِ فَقَرَّرَ أَنَّهُ لَمْ يَكُنْ يَمْلِكُ إِلاَّ دِيْنَارًا وَاحِدًا أَخَذَهُ مِنْ بَائِعِ البَطِّ

Penjual furniture datang menghadap hakim lalu menegaskan bahwa uang dinar tersebut diperoleh dari penjual terigu. Hakim pun memanggilnya dan penjual terigu itu dia menegaskan bahwa yang dia miliki hanyalah satu dinar yang diperolehnya dari penjual bebek.

وَجَاءَ بَائِعُ البَطِّ فَقَرَّرَ أَنَّهُ أَخَذَ ذَلِكَ الدِّيْنَارَ مِنْ جُحَا نَفْسِهِ. ذُهِلَ الحَاكِمُ مِنَ النَّتِيْجَةِ الَّتِي وَصَلَ إِلَيْهَا

Penjual bebek datang dan menegaskan bahwa uang tersebut diperoleh dari Juha. Hakim pun kaget dari kesimpulan akhir yang diperoleh.

نَظَرَ الحَاكِمُ إِلَى جُحَا نَظْرَةً قَاسِيَةً وَقَالَ : مِنْ أَيْنَ لَكَ ذٰلِكَ الدِّيْنَارُ ؟ قَالَ جُحَا مُتَلَعْثِمًا : إِنَّنِي عَثُرْتُ عَلَيْهِ فِي أَرْضِ الحَدِيْقَةِ. قَالَ الحَاكِمُ : إِذَنْ هُوَ دِيْنَارُكَ يَاجُحَا ؟

Hakim menatap Juha dengan tajam dan berkata:” Juha, dari mana kau peroleh uang dinar itu ? Dengan gagap Juha menjawab:” Aku menemukanya di area kebun. Hakim berkata: “Lantas itu uang dirham milikmu ?

قَالَ الحَاكِمُ : كَيْفَ تُبِيْحُ لِنَفْسِكَ أَنْ تَغُشَّ النَّاسَ يَا جُحَا، وَتَتَّهِمُ الأَبْرِيَاءَ بِالغِشِّ ؟

Hakim: Juha, bagaimana kau memperbolehkan dirimu menipu orang lain lalu menuduh orang tanpa dosa dengan sebuah penipuan ?

قَالَ جُحَا : حَقًّا يَاسَيِّدِي الحَاكِمُ هُوَ دِيْنَارِي الَّذِي وَجَدْتُهُ، وَمَا أَصْدَقَ الحِكْمَة الَّتِي يَقُوْلُ : مَنْ حَفَرَ حُفْرَةً لأَخِيْهِ وَقَعَ فِيْهِ

Juha: “Benar tuanku itu adalah uang dinar miliku yang aku temukan, alangkah benarnya kata hikmah yang berbunyi:

“Barang siapa yang menggali lubang untuk saudaranya maka dia terjatuh di dalamnya.”

||| Baca juga kisah jenaka Juha lainya

Penulis: Syauki Hasan
Penerbit: المؤسسة العربية الحديثة بالقاهرة
Penterjemah: Anggota TMBA


Kosa-kata (مفردات)

Indonesia Arab
Menggali حَفَرَ - يَحْفُرُ
Menggosok جَلاَ - يَجْلِي
Menjadi jelas تَبَيَّنَ - يَتَبَيَّنُ
Sampai ke وَصَلَ - يَصِلُ إلَى
Memalsukan زَيّفَ - يُزَيِّفُ
Memlempar رَمَى - يَرْمِى
Menupu خَدَعَ - يَخْدَعُ
Menjulurkan مَدَّ - يَمُدُّ
Mengadukan شَكَا - يَشْكُو
Marah اِغْتَاظَ - يَغْتَاظُ
Menipu غَشَّ - يَغُشُّ
Menetapkan قَرَّرَ - يُقَرِّرُ
Gagap تَلَعْثَمَ - يَتَلَعْثَمُ
Menuduh اتَّهَمَ - يَتَّهِمُ
Memperbolehkan أَبَاحَ - يُبِيْحُ
Jatuh di وَقَعَ - يَقَعُ فِي

Latihan

Buat kalimat dengan menggunakan kata berikut:

حَفْرَةٌ / اِتَّهَمَ / نَتِيْجَةٌ

 

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Tinggalkan Komentar

Latest News

Kalam Insya’ (الكلام الإنْشِائُى) Thalabi dan Ghair Thalabi Dalam Ilmu Ma’ani

Materi ini lanjutan dari pembahasan objek ilmu ma'ani yang pertama yaitu kalam/kalimat. Pembahasan sebelumnya terkait kalam khabari, tujuan dan...

Tasybih dalam Ilmu Bayan: Pengertian, Rukun dan Jenisnya

Seperti yang kita kaji di pembahasan sebelumnya dalam Ilmu Bayan dan Tiga Obyek Pembahasannya kita mengenal tiga pokok pembahasan...

Ilmu Bayan dan Tiga Obyek Pembahasannya

Sebelumnya kita telah mengetahui bahwa ada tiga pembahsan utama dalam Ilmu Balaghah. Yaitu; Ilmu Ma’ani, Bayan dan Ba’di. Tulisan kali ini akan membahas tiga...

Bahasa Arab Berenang (السِّبَاحَةُ)

Berenang (السِّبَاحَةُ) إذا كنَّا نُمارسُ السِّبَاحَةَ بِشَكْلٍ صَحِيْحٍ, فَإِنَّ فَوَائِدَ السِّبَاحَةِ كَثِيْرَةٌ لِصِحَّتِنَا لاَ تُعَدُّ وَلاَ تُحْصَى Apabila kita rutin melakukan renang dengan benar, manfaat untuk...

Kitab Sulmu Lisan [Nahwu & Sharaf]

مؤلف : جرجي شاهين عطية قسم : علم النحو والصرف العربي اللغة : العربية الناشر : دار الريحاني الصفحات : 400 عدد الملفات : 1 حجم الملفات : 19.08 ميجا بايت نوع الملفات : PDF كان كتاب سلم اللسان فى...

Isim Alat ( اسم الآلة)

Isim Alat ( اسم الآلة) Perhatikan Tashrif Istilahi berikut ضَرَبَ / يَضْرِبُ / ضَرْبًا / ضَارِبٌ / مَضْرُوْبٌ / اضْرِبْ / لاَ تَضْرِبْ / مَضْرَبٌ /...

More Articles Like This