Juha Diundang Makan Malam

Must Read

Kalam Insya’ (الكلام الإنْشِائُى) Thalabi dan Ghair Thalabi Dalam Ilmu Ma’ani

Materi ini lanjutan dari pembahasan objek ilmu ma'ani yang pertama yaitu kalam/kalimat. Pembahasan sebelumnya terkait kalam khabari, tujuan dan...

Tasybih dalam Ilmu Bayan: Pengertian, Rukun dan Jenisnya

Seperti yang kita kaji di pembahasan sebelumnya dalam Ilmu Bayan dan Tiga Obyek Pembahasannya kita mengenal tiga pokok pembahasan...

Ilmu Bayan dan Tiga Obyek Pembahasannya

Sebelumnya kita telah mengetahui bahwa ada tiga pembahsan utama dalam Ilmu Balaghah. Yaitu; Ilmu Ma’ani, Bayan dan Ba’di. Tulisan...
TMBAhttps://bahasa-arab.com/
Belajar Bahasa Arab tidak semudah membalikan telapak tangan, butuh keseriusan dan istiqomah. Namun tidak ada kata terlambat jika kita ingin ingin mempelajarinya.

5
(1)

جُحَا وَ دَعْوَةُ البَخِيْلِ

Juha dan Undangan Orang Pelit

مَرِضَ أَحَدُ أَغْنِيَاءِ البَلْدَةِ البُخَلَاءِ مَرَضًا شَدِيْدًا. فَدَعَا اللَهُ أَنْ يَشْفِيَهُ مِنْهُ، فَاسْتَجَابَ اللَه دُعَاءَهُ، فَأَرْسَلَ الغَنِيُّ فِى طَلَبِ جُحَا

Salah seorang orang kaya pelit di kampung sedang sakit lalu dia berdo’a kepada Allah agar mendapatkan kesembuhan. Ternyata do’anya dikabulkan dan dia pun sembuh kemudian mengundang Juha.

أَتَى جُحَا إِلَى الغَنِيِّ البَخِيْلِ مُبَارِكًا بِالشِّفَاءِ مِنَ المَرَضِ الشَّدِيْدِ

Juha datang menemui orang kaya pelit itu seraya mengucapkan “semoga diberkahi” atas kesehatan setelah mengalami sakit parah.

قَالَ الغَنِيُّ: لَقَدْ وَعَدْتُ بِإِقَامَةِ حَفْلِ عَشَاءٍ حِيْنَ أُشْفَى مِنْ مَرَضِى وَالآنَ أُرِيْدُكَ أَنْ تَذْهَبَ مَعِى لِدَعْوَةِ الأَصْدِقَاءِ.

Orang kaya berkata:” Aku sudah berjanji akan merayakan pesta makan malam ketika aku sembuh dan sekarang aku ingin kau (Juha) pergi bersamaku mengundang kawan-kawan”.

تَجَوَّلَ الغَنِيُّ، وَ مَعَهُ جُحَا فِى أَنْحَاءِ البَلْدَةِ يَدْعُوْنَ الأَصْدِقَاءَ.

Orang kaya itu kemudian ditemani Juha mengelilingi seluruh pelosok kampung untuk mengundang kawan-kawanya.

وَقْتَئِذٍ جَاعَ جُحَا جُوْعًا شَدِيْدًا، وَ ظَلَّ عَلَى هَذِهِ الحَالَةِ حَتِّى المَسَاءِ، دُوْنَ أَنْ يُقَدِّمَ لَهُ الغَنِيُّ أَيَّ طَعَامٍ

Kondisi Juha saat itu sangat lapar sampai menjelang sore hari tanpa diberikan makanan apapun oleh si kaya tersebut.

أَمَرَ الغَنِيُّ الطَّاهِيَ بِوَضْعِ الأَطْعِمَةِ فَوْقَ المَوَائِدِ، وَ بَعْدَ قَلِيْلٍ أَقْبَلَ أَصْدِقَاءُ نَحْوَ بَيْتِ الغَنِيِّ البَخِيْلِ وَهُمْ فِى رِيْبَةٍ مِنْ أَمْرِ صَاحِبِ الدَّعْوَةِ، لِمَا عُرِفَ عَنْهُ مِنَ البُخْلِ الشَّدِيْدِ.

Si kaya menyuruh juru masak menaruh makanan di atas meja hidangan, kemudian selang beberapa saat, kawan-kawanya datang dengan penuh keraguan sebab mereka tahu kalau orang kaya ini pelit.

فَلَمَّا دَخَلُوْا غُرْفَةَ الطَّعَامَ وَجَدُوْا الكَثِيْرَ مِنَ الأَطْعِمَةِ، وَ مِنْهَا: (الرُّوْمِيِّ) المَحْشُوِّ، وَالفَطَائِرِ، وَ البَقْلَاوَةِ، وَ مَا مَاثَلَ ذَلِكَ مِنَ الأَطْعِمَةِ اللّذِيْذَةِ، مَمْدُودَةً عَلَى المَائِدَةِ فَتَعَجَّبُوْا

Ketika mereka masuk ruang makan, ternyata banyak sekali makanan disana. Ada Mahsyi Ayam Kalkun (Kalkum yang di dalamnya ada nasinya), Pastel, Fatirah dan makanan lezat lainya yang sudah tersaji di meja hidangan. Mereka pun merasa heran.

وَلَمْ يَعُدْ جُحَا يُطِيْقُ الصَّبْرَ عَلَى الجُوْعِ، فَتَقَدَّمَ، وَ جَلَسَ أَمَامَ المَائِدَةِ، فَأَسْرَعَ المَدْعُوُّوْنَ بِالجُلُوْسِ أَيْضًا

Juha sudah tidak sabar lagi menahan lapar, dia pun maju dan duduk di depan hidangan. Begitu juga dengan para tamu undangan, mereka bergegas duduk.

فَجَاءَ الطَّاهِى بِحُسَاءٍ (الشُّورْبَةُ) وَ الَّتِى تَفُوْحُ مِنْهَا الرَّوَائِحُ الذَّكِيَّةُ, وَأَخَذَ الغَنِيُّ صَاحِبُ الدَّعْوَةِ مِلْعَقَةً وَ ذَاقَهَا، ثُمَّ التَفَتَ إِلَى الطَّاهِي، وَ قَالَ لَهُ: كَمْ مَرَّةٍ نَبَّهْتُكَ بِأَلَّا تَضَعَ فِى الطَّعَامِ ثُوْمًا !

Juru masak membawa kuah yang aroma sedapnya semerbak. Orang kaya itupun mengambil sendok dan mencicipinya lalu berkata:” Sudah berapa kali aku memperingatimu jangan menaruh bawang putih dalam makanan ini”.

قَالَ الطَّاهِى: يَا سَيِّدِي هَذَا لُزُوْمُ الطَّعَامِ

Juru masak:” Tuanku, bawang putih itu hal yang lumrah untuk makanan”

قَالَ الغَنِيُّ آمِرًا: هَيَّا أَرْجِعْ هَذَا الإِنَاءَ وَ ارْفَعْهُ مِنْ أَمَامِنَا، فَرَفَعَ الطَّاهِى (الشُّورْبَةَ)، وَ جُحَا يَتَحَسَّرُ، وَلَا يُظْهِرُ تَحَسُّرَهُ

Orang kaya berkata:” Ambi kembali mangkuk kuah itu dan singkirkan dari hadapan kita”. Lalu Juru masak menyingkirkan kuah itu, sedangkan Juha kecewa dengan hal itu namun dia menyembunyikanya.

ثُمَّ نَظَرَ الغَنِيُّ إِلَى الدِّيْكِ الرُّوْمِيِّ المَحْشُوِّ كَأَحْسَنِ مَا يَكُوْنُ، وَ الَّذِي تَفُوْحُ مِنْهُ رَوَائِحُ البُهَارَاتِ

Kemudian orang kaya itu melirik hidangan Mahsyi Ayam Kalkun yang nampaknya lezat dengan semerbak aroma rempah-rempah.

التَفَتَ الغَنِيُّ إِلَى الطَّاهِي وَ قَالَ لَهُ: تَعْسًا لَكُمْ!
أَمَا أَمَرْتُكُمْ أَلَّا تَضَعُوا هَذِهِ البُهَارَاتِ فِى المَأْكَلِ ؟! هَيَّا ارْفَعْهُ حَالًا

Orang kaya lalu meliril tukang masak dan berkata”. Sialan, bukanya sudah ku perintahkan jangan meletakan rempah-rempah ini dalam makanan, singkirkan sekarang juga”.

رَفَعَ الطَّاهِي الدِّيْكَ الرُّومِيَّ، وَ حُجَا يَتَأَوَّهُ وَ يَتَحَسَّرُ، وَ هُوُ يَنْظُرُ إِلَيْهِ بِنَظْرَاتِهِ حَزِيْنًا كَئِيبًا

Juru masak itupun segera menyingkirkan ayam kalkum, sedangkan Juha kecewa dan menyangkan hal itu. Dia hanya bisa menatapnya dengan tatapan penuh sedih dan muram

ثُمَّ أَتَى الطَّاهِى بِالبَقْلَاوَةِ وَ أَرَادَ أَنْ يَبْدَأَ بِإِعْطَائِهَا مِنْ عِنْدِ جُحَا رِعَايَةُ لِلتَّرْتِيْبِ. فَصَاحَ صَاحِبُ الدَّعْوَةِ قَائِلًا: أَيُّهَا الأَبْلَهُ كَيْفَ يَأْكُلُ جُحَا الحُلْوَ قَبْلَ الطَّعَامِ ؟!

Kemudian Juru masak membawa Fatirah (makanan manis) dan dia bermaksud menyajikanya di mulai dari Juha sesuai urutan, namun si kaya berteriak seraya berkata:” Hai tolol, bagaimana Juha makan makanan manis sebelum dia makan?

انْسَحَبَ الطَّاهِي مَذْعُوْرًا، وَ رَأَى جُحَا أَنَّ كُلَّ نَوْعٍ مِنَ الطَّعَامِ قَدْ أُخِذَ مِنْ أَمَامِهِ بِحِيْلَةٍ مِنَ الحِيَلِ.

Dengan panik, Juru masak pun menyingkirkanya. Juha melihat semua makanan sudah diambil dari hadapanya dengan trik tipu daya.

وَبِسُرْعَةٍ أَخَذَ جُحَا مِلْعَقَةً، وَ هَجَمَ عَلَى طَبَقِ الأُرْزِ المَوْضُوْعِ فَوْقَ المَائِدَةِ، وَ هُوَ مُغَطَّى بِالفُسْتُقِ وَ اللَّوْزِ، وَ تَفُوْحُ مِنْهُ الرَّوَائِحُ العِطْرِيَّةُ

Dengan sigap Juha mengambil sendok dan menyerbu piring berisi nasi putih diatas meja makan lalu dia menaburinya dengan kacang dan luz yang membuat aroma wangi semerbak.

قَالَ صَاحِبُ الدَّعْوَةِ
انْتَظِرْ يَاجُحَا إِلَى أَنْ يَحِيْنَ وَقْتُ الأُرْزِ

Orang kaya berkata:” Juha tunggulah sampai tiba saatnya waktu makan nasi”.

قَالَ جُحَا لِلغَنِيِّ: يَا سَيِّدِي امْهِلْنِي قَلِيْلًا لِأَمْلَأَ مَعِدَتِي مِنْ طَعَامِكَ اللَّذِيْذِ، بَيْنَمَا أَنْتَ تُعَدِّدُ عُيُوُبَ تِلْكَ الأَطْعِمَةِ، وَ تَقُوْمُ بِمُجَازَاتِهَا

Juha menjawab:” Tuanku, Biarkan aku mengisi lambungku dengan makanan lezat milikmu sampai anda selesai menghitung satu persatu kekurangan makanan makanan itu lalu anda putuskan.

||| Baca juga, Kisah Jenaka Juha lainya

Penulis: Syauki Hasan
Penerbit: المؤسسة العربية الحديثة بالقاهرة
Penterjemah: Anggota TMBA


Kosa-kata (مفردات)

Indonesia Arab
Pulang عَادَ - يَعُوْدُ
Mengobati شَفَى - يَشْفِيْ
Bangun tidur إسْتَيْقَظَ - يَسْتَيْقِظُ
Berjanji وَعَدَ - يَعِدِ
Menunaikan/merayakan أَقَامَ - يُقِيْمُ
Berkeliling تَجَوَّلَ - يَتَجَوَّلُ
Mengundang دَعَا - يَدْعُو
Lapar جَاعَ - يَجِيْعُ
Menyajikan قَدَّمَ - يُقَدِّمُ
Menahan أَطَاقَ - يُطِيْقُ
Bertaburan/semerbak فَاحَ - يَفُوْحُ
Memperingati نَبَّهَ - يُنَبِّهُ
mengecewakan تَحَسَّرَ - يَتَحَسَّرُ
Menyayangkan تَأَوَّهَ - يَتَأَوَّهُ
Beranjak pergi انْسَحَبَ - يَنْسَحِبُ
Menutupi غَطَّى - يُغَطِّى

Latihan

Buatlah kalimat menggunakan kata berikut:

يُطِيْقُ / مِلْعَقَةٌ / يِغَطِّى

 

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Tinggalkan Komentar

Latest News

Kalam Insya’ (الكلام الإنْشِائُى) Thalabi dan Ghair Thalabi Dalam Ilmu Ma’ani

Materi ini lanjutan dari pembahasan objek ilmu ma'ani yang pertama yaitu kalam/kalimat. Pembahasan sebelumnya terkait kalam khabari, tujuan dan...

Tasybih dalam Ilmu Bayan: Pengertian, Rukun dan Jenisnya

Seperti yang kita kaji di pembahasan sebelumnya dalam Ilmu Bayan dan Tiga Obyek Pembahasannya kita mengenal tiga pokok pembahasan...

Definisi Jamak Muannats Salim dan Kedudukan ‘Irabnya dalam kalimat

Jamak Muannats Salim Perhatikan contoh berikut ini: ذَهَبَتْ الطَّالِبَاتُ إِلَى المَدْرَسَةِ/ نَمَتْ الشَّجَرَاتُ الّتِى زَرَعْتُهَا مُنْذُ ثَلاَثَةِ الأسَابِيْعِ / تَنَاوَلَ الأصْدِقَاءُ الدّجَاجَاتِ المُحَمَّرَةَ ...

Mengenal Tanda ‘Irab Isim Lima

الأسماء الخمسة Isim Lima قال ابن مالك وَارْفَعْ بَوَاوٍ وانْصِبَنَّ بِالأَلِف # واجْرُرْ بِيَاءٍ مَا مِنَ الأسْمَا أَصِفْ # منْ ذَاكَ ذُو إنْ صُحْبَةً أَبَانَا # وَالْفَمُ...

Kitab Riyadhush Shalihin [Imam Nawawi]

مؤلف : يحي بن شرف النووي الدمشقي أبو زكريا. المتوفي سنة ٦٧٦ ه‍ قسم : المسانيد اللغة : العربية الناشر : دار ابن الجوزي الصفحات : 680 عدد الملفات : ١ حجم الملفات : 14.17 ميجا...

Mengetahui ‘Irab Fi’il Madhi [الفعل الماضي]Lengkap Tashrif Lughawi

إعراب الفعل الماضى I'rab Fi'il Madhi Apa itu Fi'il Madhi ? الْفِعْلُ الْماضي هُوَ كلُّ فعْلٍ يدُلُّ على حصول عمل في الزمن الماضي Adalah setiap Fi'il (kata kerja)...

More Articles Like This