Juha dan Tetangga Rakus

Must Read

Kalam Insya’ (الكلام الإنْشِائُى) Thalabi dan Ghair Thalabi Dalam Ilmu Ma’ani

Materi ini lanjutan dari pembahasan objek ilmu ma'ani yang pertama yaitu kalam/kalimat. Pembahasan sebelumnya terkait kalam khabari, tujuan dan...

Tasybih dalam Ilmu Bayan: Pengertian, Rukun dan Jenisnya

Seperti yang kita kaji di pembahasan sebelumnya dalam Ilmu Bayan dan Tiga Obyek Pembahasannya kita mengenal tiga pokok pembahasan...

Ilmu Bayan dan Tiga Obyek Pembahasannya

Sebelumnya kita telah mengetahui bahwa ada tiga pembahsan utama dalam Ilmu Balaghah. Yaitu; Ilmu Ma’ani, Bayan dan Ba’di. Tulisan...
TMBAhttps://bahasa-arab.com/
Belajar Bahasa Arab tidak semudah membalikan telapak tangan, butuh keseriusan dan istiqomah. Namun tidak ada kata terlambat jika kita ingin ingin mempelajarinya.

5
(2)

جُحَا وَ الجَارُ الطَّماعُ

Juha dan Tetangga Rakus

كَانَ لِلجَارِ الطَّمَاعِ مَزْرَعَةٌ غَنِيَّةٌ بِأَشْجَارِ الفَاكِهَةِ ، وَ مَزْرُوْعَاتٍ أُخْرَى مُتَنَوِّعَةٍ وَ كَانَ يُجَاوِرُ مَزْرَعَتَهُ مّزْرَعَةٌ أَكْبَرُ يَمْلِكُهَا جُحَا ، وَلَا يَفْصِلُ بَعْضُهُمَا عَنْ بَعْضٍ إِلَّا كَوْمَةٌ مِنَ الحِجَارَةِ

Tetangga rakus memiliki kebun yang ditanami dengan pohon buah dan tanaman berbagai jenis tanaman. Lokasi kebunya berdekatan dengan kebun paling luas milik Juha yang hanya terpisah dengan pembatas tumpukan batu.

كَانَ الطَّمَاعُ يَتَمَنَّى لَوْ أَمْكَنَهُ أَنْ يَزِيْدَ مِسَاحَةَ مَزْرَعَتِهِ ، وَ لَوْ عَلَى حِسَابِ مَزْرَعَةِ جَارِهِ جُحَا ، وَ فَكَّرَ فِى هَذَا كَثِيْرًا حَتَّى أَتْبَعَهُ الفِكْرُ

Tetangga rakus itu berkeinginan menambah luas area kebun meskipun harus memperhitungkan kebun milik Juha. Dia berfikir keras soal ini sampai pikiranya terganggu.

وَ ذَاتَ لَيْلَةٍ مُظْلِمَةٍ نَزَلَ إِلَى مَزْرَعَةِ جُحَا ، وَ هُوَ يَتَحَسَّسُ طَرِيْقَهُ حَتَّى وَصَلَ إِلَى كَوْمَةِ الحِجَارَةِ الَّتِى تُفْصِلُ بَيْنَ المَزْرَعَتَيْنِ

Di suatu malam yang gelap, dia keluar menuju kebun Juha. Dia mencari-cari route jalanya sampai pada akhirnya tiba juga ke arah tumpukan batu yang menjadi pembatas kedua kebun.

وَ أَخَذَ يَرْفَعُهَا حَجَرًا حَجَرًا وَ نَقَلَهَا جَمِيْعًا إِلَى دَاخِلِ أَرْضِ جَارِهِ جُحَا ، فَلَمَّا انْتَهَى مِنْ عَمَلِهِ تَسَلَّلَ رَاجِعًا إِلَى مَنْزِلِهِ وَ هُوَ مَسْرُوْرٌ بِمَا فَعَلَ

Dia mulai mengangkat batu satu persatu dan mengangkutnya ke lahan kebun milik Juha. Setelah selesai, dia kembali pulang ke rumahnya sembunyi-sembunyi dan dia  senang dengan apa yang dilakukanya.

مَضَتْ أَيَّامٌ وَ لَمْ يَتَنَبَّهْ جُحَا إِلَى مَا فَعَلَهُ جَارُهُ الطَّمَاعُ ، وَلَمْ يَكْتَشِفْ شَيْئًا مِمَّا حَدَثَ ، فَاطْمَأَنَّ
إِلَى ذَلِكَ ، وَ زَرَعَ فِى الأَرْضِ الَّتِى سَلَبَهَا بَعْضَ أَشْجَارِ الفَوَاكِهِ

Selang beberapa hari, Juha tidak begitu memperhatikan dengan apa yang diperbuat tetangganya. Apa yang terjadi sama sekali belum terbongkar. Juha pun santai menanam pohon buah di area yang telah dicuri tetangganya.

نَمَا الشَّجَرُ ، فَأَرَادَ الطَّمَّاعُ أَنْ يَضَعَ لَهُ مَسَانِدَ تَمْتَدَّ عَلَيْهَا الثِّمَارُ ، فَأَتَى بِسُلَّمٍ كَبِيْرٍ مِنَ الخَشَبِ يَتَسَلَّقُ عَلَيْهِ

Pohon buah (yang ditanam Juha) tumbuh subur, lalu tetangga rakus berniat menaruh penompang untuk menahan buah, kemudianl dia pun membawa tangga kayu besar dan memanjatnya.

صَعِدَ الطَّمَاعُ عَلَى السُّلَمِ مَسْرُوْرًا ، ثُمَّ أَخَذَ يَتَطَلَّعُ إِلَى الثِّمَارِ الجَدِيْدَةِ فَيَرَاهَا جَمِيْلَةً ، بَلْ أَجْمَلَ مِنْ كُلِّ الثِّمَارِ فِى المَزَارِعِ المُجَاوِرَةِ

Dengan senang dia memanjat tangga kemudian memeriksa buah yang nampaknya bagus dan bahkan lebih bagus dari buah yang ditanam di kebun sebelah.

وَ رَاحَ يُنَاجِى نَفْسَهُ وَ يَقُوْلُ
مَا أَبْدَعَ هَذِهِ الثِّمَارَ ! لَقَدْ قُمْتُ بِعَمَلٍ كَبِيْرٍ مُنْتِجٍ ، نَعَمْ هَكَذَا نَتَسَاوَى فِى المَزْرَعَتَيْنِ ، وَ لَمْ يَعُدْ جُحَا أَكْثَرَ مِنِّى أَرْضًا

Dia berbisik pada dirinya sendiri”: Alangkah sempurnanya buah ini ! aku telah berhasil melakukan produksi masal yang jumlahnya sebanding dengan dua kebun. Lahan milik Juha seh tidak seberapa banyak dibanding miliku.

وَ الآنَ يُمْكِنُنِى أَنْ أُثْبِتَ مِلْكِيَّتِى لِهَذِهِ الأَرْضِ الجَدِيْدَةِ بِهَذِهِ الأَشْجَارِ المُثْمِرَةِ ، وَ بُرْهَانُ ذَلِكَ هَذِهِ الأَحْجَارُ الَّتِى تَضَعُ حَدًّا فَاصِلًا بَيْنَ مَزْرَعَتِى وَ مَزْرَعَةِ جُحَا ، إِنِّى سَعِيْدٌ ، إِنِّى

Sekarang mungkin aku bisa mempatenkan hak kepemilikan tanah baru sekalian dengan pohon yang berbuah ini. Buktinya tumpukan batu-batu pembatas diantara kebunku dan kebun Juha. Aku senang, aku ……

وَ مَا كَادَ يُتِمُّ كَلِمَاتِهِ ، حَتَّى سَقَطَ بِهِ السُّلَّمُ الَّذِى يَقِفُ عَلَيْهِ ، فَانْكَفَأَ عَلَى ظَهْرِهِ فَوْقَ الأَحْجَارِ ، وَ تَكَسَّرَتْ أَضْلَاعُهُ ، وَ سَالَ دَمُهُ غَزِيْرًا ، فَأَخَذَ يَصِيْحُ حِيْنًا ، وَ يَئِنُّ وَ يَتَوَجَّعُ حَيْنًا آخَرَ

Belum juga sempat menuntaskan ucapaanya, tangga yang dipakainya berdiri jatuh lalu menimpa punggungnya di atas tumpukan batu. Tulang rusuknya patah, darah mengalir deras. Dia berteriak dan sesekali merintih kesakitan.

وَ كَانَ جُحَا يَدْخُلُ لِأَوَّلِ مَرَّةٍ مَزْرَعَتَهُ ، وَ يَتَوَجَّهُ نَاحِيَةَ الحِجَارَةِ ، مُنْذْ أَنْ سَلَبَهُ الطَّمَّاعُ قِطْعَةً مِنْهَا . فَسَمِعَهَ ، وَ عَرَفَ صَوْتَهُ ، فَأَتَاهُ مُسْرِعًا

Semenjak sepetak tanahnya dicuri oleh si rakus, Juha baru memasuki area kebun miliknya kembali dan dia langsung menuju arah tumpukan batu pembatas. Juha mendengar (rintihan) dan mengenali suaranya, dia pun segera datang menengoknya.

نَقَلَ جُحَا الطَّمَاعَ إِلَى بَيْتِهِ ، وَ هُوَ يُوَاسِيْهِ وَ يُخَفِّفُ مِنْ أَلَمِهِ ، وَ يُحَاوِلُ أَنْ يُضَمِّدَ جُرُوْحَهُ

Juha membawa si rakus ke rumahnya sambil menghiburnya dan meringankan rasa sakit yang dideritanya. Juha juga berusaha membalut lukanya.

وَ لَمَّا شُفِىَ الطّّمَاعُ رَجَعَ إِلَى صَوَابِهِ ، فَجَاءَ إِلَى جَارِهِ جُحَا يَعْتَرِفُ بِجُرْمِهِ قَالَ لَهُ جُحَا : أَتَظُنَّنِى قَدْ تَرَكْتُ أَرْضِى بِلَا حِرَاسَةٍ ؟ أَوْ تَظُنُّ أَنَّ الحَارِسَ لَمْ يَرَكَ وَ أَنْتَ تَسْرِقُ الأَرْضَ ؟

Ketika si rakus sembuh, dia mulai sadar lalu mendatangi Juha untuk mengakui kejahatanya. Juha berkata:” Apa kau kira aku meninggalkan area kebunku tanpa penjagaan? Atau kau kira penjaga kebun tidak melihat kau mencuri tanah?

قَالَ الطَّمَاعُ مُنْدَهِشًا : مَنْ هَذَا الَّذِى رَآنِى ؟
قَالَ جُحَا : اللَّهُ ، الَّذِى يَعْلَمُ السِّرَّ وَ أَخْفَى ، يَرَاكَ أَيُّهَا الغَبِىُّ أَيْنَمَا كُنْتَ ، وَ يَكْشِفُ أَمْرَكَ

Dengan kaget si rakus berkata:” Siapa yang melihatku? Juha menjawab:” Allah mengetahui rahasiah dan apa yang tersembunyi, Allah melihatmu tolol dimanapun kau berada dan membongkar kelakuanmu”.

وَ فِى اليَوْمِ التَّالِى نَقَلَ الطَّمَّاعُ الأَجْحَارَ الفَاصِلَةَ إِلَى مَا كَانَتْ عَلَيْهِ ، وَ هُوَ يَقُوْلُ : الآنَ انْقَشَعَتْ الغِشَاوَةُ عَنْ عَيْنَىَّ ، وَ إِنِّى أَحْمَدُ اللَّهَ عَلَى أَنِّى نِلْتُ جَزَائِى ، وَ رَدَدْتُ كُلَّ شَيْئٍ إِلَى وَضْعِهِ

Di hari berikutnya, si rakus memindahkan kembali tumpukan batu pembatas seperti semula dan berkata:” Sekarang tabir penutup kedua mataku telah lenyap dan alhamdulillah aku sudah mendapatkan balasanku, dan aku kembalikan segala sesuatu kepada tempatnya”.

||| Baca juga, Kisah Jenaka Juha lainya

Penulis: Syauki Hasan
Penerbit: المؤسسة العربية الحديثة بالقاهرة
Penterjemah: Anggota TMBA


Kosa-kata (مفردات)

Indonesia Arab
Menanam زَرَعَ & يَزْرَعُ
Terpisah فَصَلَ - يَفْصِلُ
Mengharapkan تَمَنَّى - يَتَمَنَّى
Merintih أَنَّ - يَئِنُّ
أَتْعَبَ - يُتْعِبُ
Membalut ضَمَّدَ - يُضَمِّدُ
Selesai انْتَهَى - يَنْتَهِى
Terkuak اكْتَشَفَ - يَكْتَشِفُ
Mencuri/membajak سَلَبَ - يَسْلُبُ
Memindahkan نَقَلَ - يَنْقُلُ
Memanjat تَسَلَّقَ - يَتَسَلَّقُ على
Sama dengan/sebanding تَسَاوَى - يَتَسَاوَى
Menetapkan/mempatenkan أَثْبَتَ - يُثْبِتُ
Menghibur وَاسَى - يُوَاسِى
Terkejut اِنْدَهَشَ - يَنْدَهِشُ
Meringankan خَفَّفَ - يُخَفِّفُ

Latihan

Buat kalimat dari kata berikut:

كُوْمَةٌ / انْتِبَاهٌ / فَاكِهَةٌ

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 2

No votes so far! Be the first to rate this post.

Tinggalkan Komentar

Latest News

Kalam Insya’ (الكلام الإنْشِائُى) Thalabi dan Ghair Thalabi Dalam Ilmu Ma’ani

Materi ini lanjutan dari pembahasan objek ilmu ma'ani yang pertama yaitu kalam/kalimat. Pembahasan sebelumnya terkait kalam khabari, tujuan dan...

Tasybih dalam Ilmu Bayan: Pengertian, Rukun dan Jenisnya

Seperti yang kita kaji di pembahasan sebelumnya dalam Ilmu Bayan dan Tiga Obyek Pembahasannya kita mengenal tiga pokok pembahasan...

Tiba-tiba Juha Muncul

جُحَا يَظْهَرُ فَجْأَةً Tiba-tiba Juha Muncul اقْتَرَضَ جُحَا مِنْ أَحَدِ أَصْدِقائِهِ التُّجَارِ مَبْلَغًا كَبِيْرًا مِنَ المَالِ وَلَكِنَّهُ عَجَزَ عَنْ رَدِّهِ، فَكَانَ يَتَهَرَّبُ مِنْ صَاحِبِ الدَّيْنِ حَتَّى...

Isim Tafdhil (اسم التفضيل)

Isim Tafdhil (اسم التفضيل) 1. Definisi اسم مشتق من حروف الفعل الماضي الثلاثي على وزن  أََفْعَل  ليدل على أن شيئين اشتركا في صفة ، وزاد أحدهما...

Upahmu Hanya Suara Uang Dirham

أَجْرُكَ صَوْتُ الدَّرَاهِمِ Upahmu hanya Suara Uang Dirham ذَهَبَ جُحَا إِلَى الحَاكِمِ وَطَلَبَ مِنْهُ أَنْ يُعَيِّنَهُ قَاضِيًا، فَاعْتَذَرَ مِنْهُ الحَاكِمُ لِعَدَمِ وُجُوْدِ مَكَانٍ خَالٍ لِهٰذِهِ الوَظِيْفَةِ،...

Pembagian Kata Kerja Fi’il Tsulasi & Ruba’i (Mujarad & Maziid)

Mengetahui bentuk dasar dari kata kerja fi'il sangat penting karena akan menentukan dalam pemberian harokat sesuai kaidah sharaf yang berlaku dan juga berpengaruh pada...

More Articles Like This