Juha dan Seekor Keledai Yang Hilang

Must Read

Kalam Insya’ (الكلام الإنْشِائُى) Thalabi dan Ghair Thalabi Dalam Ilmu Ma’ani

Materi ini lanjutan dari pembahasan objek ilmu ma'ani yang pertama yaitu kalam/kalimat. Pembahasan sebelumnya terkait kalam khabari, tujuan dan...

Tasybih dalam Ilmu Bayan: Pengertian, Rukun dan Jenisnya

Seperti yang kita kaji di pembahasan sebelumnya dalam Ilmu Bayan dan Tiga Obyek Pembahasannya kita mengenal tiga pokok pembahasan...

Ilmu Bayan dan Tiga Obyek Pembahasannya

Sebelumnya kita telah mengetahui bahwa ada tiga pembahsan utama dalam Ilmu Balaghah. Yaitu; Ilmu Ma’ani, Bayan dan Ba’di. Tulisan...
TMBAhttps://bahasa-arab.com/
Belajar Bahasa Arab tidak semudah membalikan telapak tangan, butuh keseriusan dan istiqomah. Namun tidak ada kata terlambat jika kita ingin ingin mempelajarinya.

5
(1)

جُحَا وَ الحِمَارُ النَّاقِصُ

Juha dan seekor keledai yang hilang

كَانَ مِنْ عَادَةِ أَهْلِ بَلْدَةِ جُحَ أَنْ يَتَنَاوَلُوا فِى الذِّهَابِ مِنْ بَلْدَتِهِمْ إِلى البَلْدَةِ المُجَاوِرَةِ ، وَ الَّتِي يَبْعُدُ عَنْ بَلْدَتِهِمْ بِضْعَةَ كِيْلُو مِتْرَاتٍ ، لِطَحْنِ القَمْحِ كُلَّ أُسْبُوْعٍ

Di antara adat penduduk kampung Juha yaitu mereka setiap minggu pergi mengunjungi kampung tetangga yang jaraknya sekitar beberapa kilo meter untuk menggiling gandum

وَ فِى يَوْمٍ جَائَت نَوْبَةُ جُحَا وَ قَدْ جَمَعَ أَهَالِى البَلْدَةِ تِسْعَةَ حَمِيْرٍ مُحَمَّلَةٍ بِالقَمْحِ. اقْتَرَبَ عُمْدَةُ البَلْدَةِ مِنْ جُحَا وَ قَالَ: إِلَيْكَ يَا جُحَا تِسْعَةَ حَميْرٍ ، إِيَّاكَ أَنْ تَفْقِدَ وَاحِدًا مِنْهَا فِى الطَّرِيْقِ

Suatu hari tiba giliran Juha (pergi untuk menggiling). Penduduk kampung mengumpulkan 9 ekor keledai pemikul gandum. Pak RT kampung mendekati Juha dan berkata:” Hai Juha, bersama kau ada 9 ekor keledai, awas satupun jangan sampai hilang di perjalanan”.

قَالَ جُحَا : اطْمَئِنّ سَأَذْهَبُ وَ أَعُوْدُ بِسُرْعَةٍ بِالدَّقِيْقِ المَطْحُوْنِ ، لِنَصْنَعَ الفَطَائِرَ وَالخُبْزَ. ثُمَّ وَدَّعَهُ أَهْلُ البَلْدَةِ ، وَ سَارَ جُحَا بِالحَمِيْرِ بَعْدَ أَنْ رَكِبَ أَحَدَهَا

Juha menjawab:” Tenang aku akan pergi dan segera kembali dengan membawa tepung gilingan gandum untuk kita buatkan kue dan roti. Juha berpamitan kepada penduduk kampung lalu menunggangi salah satu keledai kemudian dia pun pergi berjalan.

وَ فِي الطَّرِيْقِ خَطَرَ لَهُ أَنْ يَعُدَّ الحَمِيْرَ ، وَ فُوجِئَ بِأَنَّهَا ثَمَانِيَةٌ فَقَطْ ، فَضَاعَ صَوَابُهُ وَأَخَذَ يَنْظُرُ يَمِيْنَهُ وَ شِمَالَهُ دُوْنَ جَدْوَى ، وَ اعْتَقَدَ أَنَّ حِمَارًا ضَاعَ وَ خَافَ مِنْ أَهْلِ البَلْدَةِ

Di tengah perjalanan, muncul dalam pikiran Juha untuk menghitung keledai dan dia kaget ternyata hanya berjumlah delapan ekor. Juha salah tingkah dan melihat kiri kanan tanpa membuahkan hasil. Dia berpikir satu keledai itu telah hilang dan Juha pun merasa takut oleh penduduk kampung.

صَاحَ جُحَا بِالحَمِيْرِ فَوَقَفَتْ ، ثُمّ نَزَلَ عَنْ حِمَارِهِ وَ أَخَذَ يَنْظُرُ هُنَا وَ هُنَاكَ وَ خَلْفَ الأَشْجَارِ ، ثُمَّ عَادَ وَ عَدَّهَا ثَانِيًا فَوَجَدَهَا تِسْعَةً بِالتَّمَامِ وَ الكَمَالِ ، فَقَالَ : سُبْحَانَ اللَّهِ فَلَقَدْ أَخْطَأْتُ الحِسَابَ فِى المَرَّةِ الأُولَى

Juha berteriak (memanggil) keledai-keladai itu dan mereka berhenti. Lalu Juha turun dari punggung keledai (yang dia tunggangi) dan mulai melihat kesana kemari dan juga di belakang pepohonan. Kemudian Juha kembali dan menghitungnya ternyata jumlahnya utuh 9 ekor. Juha berkata:” Subhanallah ternyata dalam hitungan pertama aku salah”.

رَكِبَ جُحَا حِمَارَهُ وَ قَادَ بَاقِى الحَمِيرِى لِيُوَاصِلَ مُهِمَّتَهُ ، وَ بَعْدَ قَلِيْلٍ فَكَّرَ أَنْ يَعُدَّ الحَمِيرَ مَرَّةً أُخْرَى ، فَإِذَا بِهَا ثَمَانِيَةُ حَمِيرٍ فَقَطْ ، فَقَالَ فِى نَفْسِهِ مُنْدَهِشًا : مَا هَذِهِ اللُّعْبَةُ السَّخِيْفَةُ الَّتِى يَلْعَبُهَا مَعِى هَذَا الحِمَارُ التَّائِهُ

Juha kembali menunggang keledainya dan menggiring sisa keledai untuk melanjutkan tugasnya. Selang beberapa saat, Juha berfikir untuk menghitung kembali jumlah keledai dan ternyata hanya ada 8 ekor. Juha kaget dan berbicara sendiri:” Lelucon macam apa ini yang lagi dipermaikan keledai hilang”.

نَزِلَ جُحَا مِنْ عَلَى ظَهْرِ حِمَارِهِ ، وَ أَخَذَ يَعُدُّهَا مِنْ جَدِيْدٍ فَوَجَدَهَا تِسْعَةً ، فَكَادَ يُجَنُّ ، وَ فَكَّرَ جُحَا فِى أَنْ يَكُوْنَ هُنَاكَ مَنْ يُدَاعِبُهُ ، وَ يَتَلَاعَبُ بِهِ ، فَجَلَسَ عَلى الأَرْضِ ، وَ هُوَ يَنْظُرُ إِلَى الحَمِيْرِ قَائِلًا : سَأَرَى الآنَ كَيْفَ يَخْتَفِى الحِمَارُ

Juha turun dari punggung keledai lalu menghitungnya kembali dan ternyata berjumlah 9 ekor. Juha hampir saja gila dan dia berpikir ada seseorang yang sengaja mempermainkan dia. Dia duduk di atas tanah dan melihat keledai-keledai itu sambil berkata:” Sekarang aku akan lihat bagaimana seekor keledai bisa hilang”.

وَ بَعْدَ قَلِيْلٍ رَكِبَ حِمَارَهُ ، وَ سَاقَ الحَمِيْرَ أَمَامَهُ ، وَ فِى الطَّرِيْقِ أَخَذَ يَعُدُّ الحَمِيرَ فَوَجَدَهَا ثَمَانِيَةً ، فتَوَقَّفَ عَنِ السَّيْرِ ، وَ إِذَا بِرَجُلٍ عَجُوْزٍ يُقْبِلُ عَلَى جُحَا

Tak lama kumudian Juha menunggang kembali keledainya dan menggiring sisa keledai di depan dia. Di tengah perjalanan dia mulai menghitung kembali dan ternyata berjumlah 8 ekor. Juha lalu berhenti berjalan, tiba-tiba seorang lelaki tua menghampirinya.

سَأَلَ الرَّجُلُ عَنْ حَالِ جُحَا وَ مَا سَبَبَ عَنْ حَيْرَتِهِ ، قَالَ جُحَا : أَلَا يَكْفِيْنِى النَّاسُ ؟ حَتَّى الحَمِيرُ تُرِيْدُ أَنْ تَعْبَثَ بِى !! ثُمَّ نَزَلَ مِنْ فَوْقِ حِمَارِهِ

Lelaki tua itu menanyakan keadaan Juha dan penyebab dia merasa bingung. Juha menjawab:” Tidak cukupkah orang-orang (memperolok-ku), sampai keledai-keledai inipun ikut mempermainkanku. Juha lalu turun dari atas keledai.

قَالَ الرَّجُلُ : وَ مَا شَأْنُ الحَمِيْرِ بِكَ ؟ إِنَّهَا لَا تَفْهَمُ شَيْئًا . قَالَ جُحَا : كَيْفَ وَ هُنَاكَ حِمَارٌ يَخْتَفِى وَ يَظْهَرُ ؟

Lelaki tua berkata:” Emang kenapa dengan keledai-keledai itu ? mereka tidak faham apapun. Juha menjawab:” Bagaimana bisa ada seekor keledai yang hilang lalu nampak kembali ?

عَلِمَ الرَّجُلُ بِمَا حَدَثَ لِجُحَا ، فَضَحِكَ وَ قَالَ : لَقَدْ عَدَدْتُ الحَمِيرَ ، وَ هِيَ تِسْعَةً بِالتَّمَامِ وَالكَمَالِ ، هَيَّا ارْكَبْ حِمَارَكَ وَ تَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ، وَ لَا تَدَعَ الوَهْمَ يُسَيْطِرُ عَلَيْكَ

Lelaki tua itu faham dengan apa yang menimpa Juha, diapun ketawa terbahak lalu berkata”. Kau sudah menghitung keledai-keledai itu berjumlah lengkap ada 9 ekor, ayo tunggangi kembali keledaimu dan serahkanlah semuanya kepada Allah, jangan biarkan ilusi menguasaimu”.

رَكِبَ جُحَا حِمَارَهُ وَ سَارَ قَلِيْلًا ، ثُمَّ قَامَ وَ عَدَّ الحَمِيرَ فَوَجَدَهَا ثَمَانِيَةً ، فَصَرَخَ مُسْتَغِيْثًا بِالرَّجُلِ العَجُوْزِ ، وَ كَانَ لَا يَزَالُ قَرِيْبًا مِنْهُ بِحَيْثُ سَمِعَ صَوْتَهُ

Juha kembali menunggangi keledainya lalu berjalan sebentar. Dia kembali menghitungnya dan hanya ada 8 ekor. Juha berteriak meminta bantuan lelaki tua itu yang kebetulan masih dekat dan dia mendengar suara Juha.

فَجَاءَ الرَّجُلُ وَ سَأَلَ جُحَا : مَاذَا جَرَى ؟
قَالَ جُحَا وَ هُوَ يَبْكِى انْظُرْ إِنَّهَا مَا زَالَتْ ثَمَانِيَةً وَ لَسْتُ وَاهِمًا

Lelaki tua itu datang menghampiri Juha dan bertanya:” Apa yang terjadi? Sambil menangis Juha menjawab:” lihatlah keledai-keledai itu masih tetap 8 ekor, aku tidak berilusi.

ضَحِكَ الرَّجُلُ وَ قَالَ : إِنَّكَ لَمْ تَعُدَّ الحِمَارَ الَّذِى أَنْتَ رَاكِبُهُ .. وَ هَذَا هُوَ سَبَبُ الإِرْتِبَاكِ فِى العَدِّ ، وَ هُوَ أَنَّكَ تَعُدُّ الحَمِيرَ بَغَيْرِ حِمَارِكِ فَتَكُوْنُ ثَمَانِيَةً. فَإِذَا نَزَلْتَ وَ أَعَدْتَ العَدَّ وَجَدْتَهَا تِسْعَةً

Lelaki tua ketawa terbahak dan berkata:” Juha kau tidak menghitung keledai yang kau tunggangi, itulah penyebab hitungan kacau. Kau mengitung keledai-keledai itu tanpa keledai yang kau tunggangi dan semuanya berjumlah 8 ekor, jika kau turun lalu menghitungnya semua berjumlah 9 ekor

ضَرَبَ جُحَا بِيَدِهِ عَلَى جَبِيْنِهِ بِشِدَّةٍ وَ نَزَلَ عَنْ حِمَارِهِ ، وَ أَخَذَ يُقَبِّلُ الرَّجُلَ شَاكِرًا لَهُ وَ هُوَ فِى سَعَادَةٍ بَالِغَةٍ. ثُمَّ وَدَّعَهُ الرَّجُلُ العَجُوْزُ وَ رَكِبَ جُحَا حِمَارَهُ وَ سَاقَ أَمَامَهُ قَافِلَةَ الحَمِيْرِ

Juha menepuk dahinya dengan keras lalu turun dari keledainya dan saking senaangnya Juha mengecup lelaki tua itu seraya berterimakasih

عَادَ جُحَا إِلَى بَلْدَتِهِ بَعْدَ أَنْ طَحَنَ القَمْحَ وَ أَصْبَحَ دَقِيْقًا ، وَ قَدْ اسْتَقْبَلَهُ أَهْلُ بَلْدَتِهِ بِالتِّرْحَابِ ، وَ سَأَلَهُ عُمْدَةُ البَلْدَةِ عَنْ أَيِّ مَصَاعِبَ صَادَفَتْهُ

Juha kembali ke kampungnya setelah selesai menggiling gandum menjadi tepung. Penduduk kampung menyambutnya dengan gembira. Pak RT bertanya kepada Juha tentang rintangan apa saja yang dia alami (di perjalanan).

فَقَالَ جُحَا : مَا أَكْثَرَ المَصَاعِبَ البَشَرِيَّةَ الَّتِى تَأْتِى مِنْ احْتِجَابِ الحَقِيْقَةِ عَنِ العَقْلِ بِحِجَابِ الغَفْلَةِ ، لَقَدْ كِدْتُ أَخْسِرُ حِمَارًا بِسَبَبِهَا

Juha menjawab:” Rintangan terbesar manusia yang menjadi tabir suatu kebenaran dari akal sehatnya yaitu kelalaian. Hampir saja aku kehilangan satu ekor keledai dikarenakan kelalaian itu.

||| Baca juga,

Demi Allah Aku tidak akan membelimu

Penulis: Syauki Hasan
Penerbit: المؤسسة العربية الحديثة بالقاهرة
Penterjemah: Anggota TMBA


Kosa-kata (مفردات)

Indonesia Arabic
Menggiling طَحَنَ - يَطْحِنُ
Kurang نَقَصَ - يَنْقصُ
Membebankan حَمَّلَ - يُحَمِّلُ
Mendekat اقْتَرَبَ - يَقْتَرِبُ
Berpamitan وَدَّعَ - يُوَدِّعُ
Hilang ضَاعَ - يَضِيْعُ
Takut خَافَ - يَخَافُ
Terkejut اِنْدَهَشَ - يَنْدَهِشُ
Mempermainkan تَلاَعَبَ - يَتَلَاعَبُ
دَاعَبَ - يُدَاعِبُ
Menghilang/Sembunyi اخْتَفَى - يَخْتَفِى
Berteriak صَرَخَ - يَصْرَخُ

Latihan

Buatlah kalimat dengan menggunakan salah satu kata berikut:

دَقِيْقٌ مَطْحُوْنٌ / يُقَبِّلُ / بَعْدَ قَلِيْلٍ

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Tinggalkan Komentar

Latest News

Kalam Insya’ (الكلام الإنْشِائُى) Thalabi dan Ghair Thalabi Dalam Ilmu Ma’ani

Materi ini lanjutan dari pembahasan objek ilmu ma'ani yang pertama yaitu kalam/kalimat. Pembahasan sebelumnya terkait kalam khabari, tujuan dan...

Tasybih dalam Ilmu Bayan: Pengertian, Rukun dan Jenisnya

Seperti yang kita kaji di pembahasan sebelumnya dalam Ilmu Bayan dan Tiga Obyek Pembahasannya kita mengenal tiga pokok pembahasan...

Isim Fa’il (اسم فاعل)

Isim Fa'il (اسم فاعل) 1. Definisi اسم الفاعل هو اسم مشتق من الفعل الماضي أو الفعل المضارع  المبني للمعلوم للدلالة على من قام بالفعل أو للدلالة...

Kitab Jami’udurus Alarabiyyah

عنوان الكتاب: جامع الدروس العربية  المؤلف: مصطفي الغلاييني  حالة الفهرسة: غير مفهرس  الناشر: المكتبة العصرية  سنة النشر: ١٤١٥ - ١٩٩٤  عدد المجلدات: ٣  رقم الطبعة: ٣٠  عدد الصفحات: ٩٠٢  الحجم (بالميجا): ١٣ Kitab...

Mengetahui Kata kerja Perintah (Fi’il ‘Amr)

KATA KERJA PERINTAH فعل الأمر Bentuk redaksi perintah didalam Bahasa Arab terdapat 4 bentuk antara lain: الأمر / الطلب يأتي بأربعة صيغٍ 1. Dengan redaksi bentuk Fi'il Amr...

Sifat Musyabahah (الصفة المشبهة)

الصفة المشبهة Sifat Musyabahah قال ابن مالك صفَةٌ اسْتُحْسِنَ جَرُّ فَاعِلِ # مَعْنًى بِهَا الْمُشْبِهَةُ اسْمَ الفَاعِلِ وَصَوْغُهَا مِنْ لاَزِمٍ لِحَاضِرِ # كَطَاهِرِ الْقَلْبِ جَمِيلِ الظَّاهِرِ 1. Definisi: الصفة المشبهة باسم الفاعل هي...

More Articles Like This