Juha dan Raja (جُحَا وَالمَلِكُ)

Must Read

Kalam Insya’ (الكلام الإنْشِائُى) Thalabi dan Ghair Thalabi Dalam Ilmu Ma’ani

Materi ini lanjutan dari pembahasan objek ilmu ma'ani yang pertama yaitu kalam/kalimat. Pembahasan sebelumnya terkait kalam khabari, tujuan dan...

Tasybih dalam Ilmu Bayan: Pengertian, Rukun dan Jenisnya

Seperti yang kita kaji di pembahasan sebelumnya dalam Ilmu Bayan dan Tiga Obyek Pembahasannya kita mengenal tiga pokok pembahasan...

Ilmu Bayan dan Tiga Obyek Pembahasannya

Sebelumnya kita telah mengetahui bahwa ada tiga pembahsan utama dalam Ilmu Balaghah. Yaitu; Ilmu Ma’ani, Bayan dan Ba’di. Tulisan...
TMBAhttps://bahasa-arab.com/
Belajar Bahasa Arab tidak semudah membalikan telapak tangan, butuh keseriusan dan istiqomah. Namun tidak ada kata terlambat jika kita ingin ingin mempelajarinya.

5
(1)

جُحَا وَالمَلِكُ

Juha dan Seorang Raja

ذَاتَ يَوْمٍ، كَانَ جُحَا يَجْلِسُ مَعَ المَلِكِ فِي قَصْرِهِ، حِيْنَمَا قَالَ المَلِكُ مُدَاعِبًا جُحَا ؛ أَتَسْتَطِيْعُ يَا جُحَا أَنْ تَمْضِيَ فِي العَراءِ لَيْلَةً كَامِلَةً مِنْ لَيَالِى الشِّتَاءِ البَارِدَةِ و أنت عاري الصدر؟

Suatu ketika Juha duduk bersama Raja di istananya. Kala itu Raja mencandai Juha seraya berkata:” Hai Juha, apakah kau sanggup menghabiskan satu malam penuh di musim dingin dan berada di area terbuka tanpa sehelai baju ?

قَالَ جُحَا : نَعَمْ أَسْتَطِيْعُ يَا مَوْلاَيَ، فَاخْتَرْ اللَّيْلَةَ الَّتِي تُعْجِبُكَ. قَالَ المَلِكُ : حَقًّا إِنْ فَعَلْتَ ذٰلِكَ مَنَحْتُكَ أَلْفَ دِيْنَارٍ ذَهَبًا

Juha menjawab: “Ya tuanku aku sanggup, silahkan Anda tentukan malam sesuai yang anda inginkan. Raja berkata: “Benar, apabila kau sanggup melakukanya, aku akan memberimu hadiah 1000 uang dinar emas”.

اخْتَارَ المَلِكُ لَيْلَةً مِنْ لَيَالِى البَرْدِ القَارِسَةِ، وَأَمَرَ حُرَّاسَهُ أَنْ يَصْعَدُوا بِجُحَا إِلَى قِمَّةِ الجَبَلِ وَهُنَاكَ يُجَرِّدُوْنَهُ مِنْ ثِيَابِهِ وَيَقْضُوْنَ اللَّيْلَةَ بِقُرْبِهِ يُرَاقِبُوْنَهُ حَتَّى لاَ يُشْعِلَ نَارًا تُدْفِئُهُ

Raja pun memilih suatu malam yang menurut dia sangat dingin, lalu memerintahkan para pengawal agar mendaki puncak gunung bersama Juha. Mereka bertugas melucuti pakai Juha, mengawasi dan bermalam di dekatnya agar Juha tidak menyalakan api yang bisa menghangatkan tubuhnya.

تَدَثَّرَ الحُرَّاسُ بِثِيَابٍ ثَقِيْلَةٍ مُدْفِئَةٍ وَصَعَدُوا بِجُحَا إِلى أَعْلَى الجَبَلِ، وَجَرَّدُوْهُ مِنْ ثِيَابِهِ وَجَلَسُوا قِرْيْبًا عَنْهُ كَمَا أَمَرَ المَلِكُ

Para pengawal itu mengenakan pakaian tebal penghangat tubuh dan mereka pun mendaki puncak gunung bersama Juha. Mereka melucuti pakaian Juha, lalu mereka duduk tidak jauh dari Juha seperti yang perintahkan oleh raja.

قَضَى جُحَا لَيْلَتَهُ سَاهِرًا لَمْ يَغْمُضْ لَهُ جَفْنٌ لِشِدَّةِ البَرْدِ حَتَّى كَانَ الدَّمُ أَنْ يَجْمُدَ فِي عُرُوْقِهِ

Juha menghabiskan malamnya dengan bergadang tanpa tidur sedikitpun sebab rasa dingin yang luar biasa sampai darah dalam nadinya terasa membeku.

وَفِي صَبَاحِ اليَوْمِ الثَّانِى، أُدْخِلَ جُحَا عَلى المَلِكِ سَلِيْمًا لَمْ يَمْسَسْهُ سُوْءٌ. فَتَعَجَّبَ المَلِكُ وَأَخَذَ المَلِكُ يَسْأَلُهُ عَمَّا قَاسَى, فَقَصَّ جُحَا مَا مَرَّ بِهِ مِنْ أَهْوَالٍ

Di pagi hari berikutnya, Juha dikawal masuk menghadap raja dalam kondisi selamat tidak ada hal buruk menimpanya. Raja heran dan mulai bertanya kepada Juha tentang apa yang dialaminya. Juha menceritakan hal mengerikan yang dia alami

وَسَأَلَهُ المَلِكُ : أَلَمْ تَرَ فِي هٰذِهِ اللَّيْلَةِ نَارًا مِنْ بَعِيْدٍ أَوْ قَرِيْبٍ ؟ بَلَى رَأَيْتُ ضَوْءَ مِصْبَاحٍ ضَعِيْفٍ يَلْمَعُ مِنْ نَافِذَةِ أَحَدِ بُيُوْتِ القَرْيَةِ الَّتِي فِي سَفْحِ الجَبَلِ

Raja bertanya: Apakah di malam itu kau tidak melihat api dari jauh maupun dekat ? Juha menjawab: “Tentu saja aku melihat cahaya lampu remang-remang memancar dari jendela salah satu rumah perkampungan yang berada di kaki gunung.

قَالَ المَلَكُ ضَاحِكًا : لَقَدْ اسْتَدْفَأْتَ بِهٰذَا الضَوْءِ يَا جُحَا وَخَسِرْتَ مِنْحَتِي. امْتَلَأَ قَلْبُ جُحَا بِالغَيْظِ وَلَكِنَّهُ لَمْ يَتَكَلَّمْ، وَإِنَّمَا فَكَّرَ فِي حِيْلَةٍ يَأخُذُ بِهَا مِنْحَتَهُ مِنْ هٰذَ المَلَكِ المُخَادِعِ

Raja berkata sambil tertawa:” Haha kau telah menghangatkan badan dengan cahaya itu Juha, kau pun gagal mendapat hadiah. Hati Juha marah dan diapun diam tidak berbicara, namun dia berfikir menemukan trik agar bisa mengambil hadiah itu dari Raja penipu.

وَبَعْدَ أَسَابِيْعَ، ذَهَبَ جُحَا إِلى المَلَكِ وَدَعَاهُ وَحَاشِيَتَهُ إِلَى الغَذَاءِ عَنْدَهُ، وَأَخْبَرَ بِأَنَّهُ سَيُعِدُّ لَهُمْ مَائَدَةً شَهِيَّةً فِي المُرُوْجِ بَيْنَ الأَزْهَارِ والرَّيَاحِيْنَ

Selang beberapa minggu, Juha pergi menemui Raja dan mengundangnya bersama para rombongan untuk makan siang di rumah Juha. Juha mengabarkan bahwa dia akan mempersiapkan hidangan lezat untuk mereka di halaman rumput yang terletak diantara pepohonan dengan sejuknya semilir angin

اخْتَارَ جُحَا مَوْضِعًا طَيِّبًا لِلمَلَكِ وَحَاشِيَتِهِ وَأجْلَسَهُمْ تَحْتَ الأَشْجَارِ، وَجَلَسَ يُضْحِكُهُمْ بِدُعَابَاتِهِ اللَّطِيْفَةِ وَنِكَاتِهِ الشَّائِعَةِ حَتَّى فَاتَ مَوْعِدُ الغَذَاءِ

Juha memilih lokasi yang layak untuk Raja dan Para rombongan lalu mempersilahkan mereka duduk di bawah pepohonan. Juha duduk bersama mereka sambil menghiburnya dengan lawakan menyenangkan dan guyonan terpopuler sampai waktu makan siang terlewati.

أَحَسَّ المَلِكُ وَحَاشِيَّتُهُ بِالجُوْعِ وَكَانَ جُحَا بَيْنَ الحِيْنِ وَ الحِيْنِ يَتْرُكُ مَجْلِسَ المَلِكِ وَيَغِيْبُ بُرْهَةً ثُمَّ يَعُوْدُ

Raja dan Para rombongan sudah merasa lapar, sedangkan Juha sebentar-sebentar pergi dan menghilang lalu kembali lagi.

وَاشْتَدَّ الجُوْعُ بِالمَلَكِ فَقَالَ : أَيْنَ الطَّعَامُ لَقَدْ جُعْنَا يَا جُحَا ؟ قَالَ جُحَا : لَمْ يَنْضَجْ بَعْدُ يَا مَوْلاَيَ، وَلَيْسَ الذَنْبُ ذَنْبِي، وَإِنَّمَا هُوَ ذَنْبُ النَّارِ

Rasa lapar raja semakin menjadi dan berkata:” Juha, mana makananya kita sudah lapar? Juha menjawab: Belum matang tuanku, lagian bukan salahku namun salah api”.

قَالٕ المَلِكَ لِحَاشِيَتِهِ : هَيَّا بِنَا نَرَى مَا يَصْنَعُ لَنَا جُحَا، فَإِذَا بِهِمْ يَرَوْنَهُ، قَدْ عَلَّقَ قُدُوْرَ الطَّعَامِ فِي أَعْلَى شَجَرَةٍ وَأَشْعَلَ النَّارَ عَلَى الأَرْضِ بِجِوَارِ الجِدْعِ بِحَيْثُ لاَ يَصْعُدُ إِلَى القُدُوْرِ إِلاَّ الدُّخَانُ

Raja berkata kepada para rombongan : Ayo kita lihat apa yang dibuatkan Juha untuk kita. Ketika mereka melihatnya ternyata priuk makanan digantung di atas pohon dan api menyala di bawah permukaan tanah didekat tunggul pohon yang tentunya api tidak akan sampai naik ke atas kecuali hanya asapnya saja.

غَضِبَ المَلِكُ وَقَالَ : مَا هٰذَا يَا جُحَا أَتَسْخَرْ بِنَا ؟ قَالَ جُحَا : لاَ يَا مَولاَيَ فِي تِلْكَ اللَّيْلَةِ اللَّيْلاَءِ رَأَيْتُ ضَوْءَ مِصْبَاحٍ فِي سَفْحِ الجَبَلِ، وَأَنَا عَلى القِمَّةِ، فَحَكَمْتَ يَا مَوْلاَيَ بِأَنَّنِي اسْتَدْفَأْتُ بِهِ. فَكَيْفَ لاَ يَنْضَجُ الطَّعَامُ وَلَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنٕ النَّارِ غَيْرُ أَمْتَارٍ؟

Raja pun marah dan berkata:” Apa-apaan ini Juha, apakah kau mempermainkan kita? Juha menjawab:” Tidak tuanku, malam itu aku melihat cahaya lampu berkelip di kaki gunung sedangkan aku berada di puncaknya. Lalu anda membuat keputusan bahwa aku menghangatkan diri dengan cahaya itu. Lalu bagaimana makanan ini tidak matang padahal jarak dari api tidak sampai beberapa meter?

ضَحِكَ المَلِكُ لِذُكَاءِ جُحَا، وَزَالَ غَضْبُهُ وَأَمَرَ حَرَّاسَهُ بِمَنْحِهِ أَلْفَ دِيْنَارٍ ذَهَبًا

Raja tertawa atas kecerdikan Juha, dan marahnya pun hilang, kemuduan raja memerintahkan pengawalnya untuk memberikan Juha 1000 dinar emas.

||| Lihat juga Kisah Jelaka Juha Lainya

Penulis: Syauki Hasan
Penerbit: المؤسسة العربية الحديثة بالقاهرة
Penterjemah: Anggota TMBA


Kosa-kata (مفردات)

Indonesia Arabic
Mempermainkan دَاعَبَ - يُدَاعِبُ
Memilih اخْتَارَ - يَخْتَارُ
Memberi hadiah مَنَحَ - يَمْنَحُ
Mengosongkan جَرَّدَ - يُجَرِّدُ
Mengawasi رَاقَبَ - يُرَاقِبُ
Menyalakan أَشْعَلَ - يُشْعِلُ
Menghangatkan أَدْفَأَ - يُدْفِىءُ
Menyelimuti دَثَّرَ - يُدَثِّرُ
Bergadang سَهِرَ - يَسْهَرُ
Mengisahkan قَصَّ - يَقُصُّ
Memancar لَمَعَ - يَلْمَعُ
Menjadi penuh امْتَلَأ - يَمْتَلِىءُ
Menipu خَادَعَ - يُخَادِعُ
Melawak أَضْحَكَ - يُضْحِكُ
Terlewati فَاتَ - يَفُوْتُ
Menghilang غَابَ - يَغِيْبُ

Latihan

Buat kalimat dari kata berikut:

قَصْرٌ / يُجَرِّدُ / أَهْوَالٌ

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Tinggalkan Komentar

Latest News

Kalam Insya’ (الكلام الإنْشِائُى) Thalabi dan Ghair Thalabi Dalam Ilmu Ma’ani

Materi ini lanjutan dari pembahasan objek ilmu ma'ani yang pertama yaitu kalam/kalimat. Pembahasan sebelumnya terkait kalam khabari, tujuan dan...

Tasybih dalam Ilmu Bayan: Pengertian, Rukun dan Jenisnya

Seperti yang kita kaji di pembahasan sebelumnya dalam Ilmu Bayan dan Tiga Obyek Pembahasannya kita mengenal tiga pokok pembahasan...

‘Irab dan Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 11-20

Lanjutan dari ayat sebelumnya yang menceritakan sikap orang-orang munafik pada awal Surah Al-Baqarah بسم الله الرحمن الرحيم وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا...

5 Tanda [علامات الاسم] Isim Dalam Kitab Alfiyah

Bait ke#10 Syarh Alfiyah Ibnu Malik; Abū Fāris Daḥdāḥ. قال ابن مالك بِالْجَرِّّ وَالتَّنْوينِ وَالنِّدَا وَأَلْ # وَمُسْنَدٍ لِلاسْمِ تَمْيِيزٌ حَصَلْ Dalam Bait sebelumnya Kita sudah mengetahui komponen...

Kaidah Ushlub Ististna dan Ketentuan ‘Irabnya (الاستثناء)

بسم الله الرحمن الرحيم Sahabat TMBA yang dimulyakaan Allah S.W.T, semoga tetap semangat belajar Bahasa Arab. Seperti yang sudah dijanjikan sebelumnya, pada kesempatan kali ini kita...

5 Kamus Bahasa Arab Terpopuler Di Indonesia

Sebagai Thalabul 'Ilmi bahasa arab, seyogianya memiliki pegangan Kamus untuk acuan referensi ketika terdapat kosa-kata yang memerlukan terjemah. Untuk saat ini mungkin penggunaan kamus...

More Articles Like This