Juha dan kawanya Dalam Dilema

Must Read

Maf’ul Ma’ah (المفعول معه), Hukum ‘Irab dan Ketentuanya

Bismillahirahmanirahim. In Syaa allah kita akan membahas materi maf'ul ma'ah beserta ketentuan dan kaidah 'irabnya. Perhatikan paragraf berikut: خَرَجَ خَالِدٌ وَطُلُوْعَ...

Macam-Macam Maa (ما), fungsi dan ‘Irabnya

Ada berapa banyak jumlah Maa (ما) dalam bahasa arab dan bagaimana cara penggunaanya dalam kalimat ?. Kira-kira seperti itu...

Mengenal Uslub Qasam (أُسْلُوْبُ القَسَمِ)

Materi uslub qasam (sumpah) yang akan kita bahas meliputi pengertian uslub qasam secara bahasa, istilah, rukun, jumlah (kalimat) qasam,...
TMBAhttps://bahasa-arab.com/
Belajar Bahasa Arab tidak semudah membalikan telapak tangan, butuh keseriusan dan istiqomah. Namun tidak ada kata terlambat jika kita ingin ingin mempelajarinya.

3.7
(3)

جُحَا وَ صَدِيْقَهُ فِى وَرْطَةٍ

Juha dan Kawanya dalam dilema

خَرَجَ التَّاجِرُ ذَاتَ يَوْمٍ مُسَافِرًا بِتِجَارَتِهِ .. وَ فِى الطَّرِيِقِ شَعَرَ بِالجَوْعِ فَدَخَلَ مَطْعَمًا .. وَ فِى المَطْعَمِ قُدِّمَتْ إِلَيْهِ دَجَاجَةٌ وَ بَيْضَتَانِ .. وَ كَانَ قَدِ اتَّفَقَ عَلَى أَنْ يَدْفَعَ الحِسَابَ عِنْدَ عَوْدَتِهِ مِنْ سَفَرِهِ

Suatu hari seorang pengusaha pergi keluar sambil membawa dagangnya. Di tengah perjalanan dia merasa lapar lalu masuk warteg. Di warteg dia disuguhkan menu 1 ayam dan 2 butir telor. Dia sepekat akan membayarnya ketika dia kembali dari perantauan.

سَافَرَ الرَّجُلُ ثُمَّ عَادَ بَعْدَ ثَلَاثَةِ أَشْهُرٍ وَ تَوَجَّهَ إِلَى المَطْعَمِ ، فَأَكَلَ دَجَاجَةً وَ بَيْضَتَيْنِ ، وَ طَلبَ حِسَابَهُ القَدِيْمَ وَ الجَدِيْدَ

Pengusaha itu merantau dan dia kembali setelah 3 bulan. Kemudian dia pergi menuju warteg dan makan lagi menu 1 ayam dan 2 butir telor. Dia meminta total tagihan untuk makanan lama dan baru.

قَالَ صَاحِبُ المَطْعَمِ: إِنَّ الحِسَابَ كَبِيْرٌ .. وَ لَكِنَّنِى سَأَكْتَفِى بِأَخْذِ مِائَتَى دِرْهَمٍ حَتَّى تَصِيْرَ زُبُوْنًا دَائِمًا عِنْدَنَا

Pemilik warteg berkata:” bayaranya besar namun cukuplah aku ambil 200 dirham saja agar kau tetap menjadi pelanggan setia kita.

صَاحَ التَّاجِرُ : مَاذَا تَقُوْلْ ؟ مِائَتَى دِرْهَمٍ ثَمَنًا لِدَجَاجَتَيْنِ وَ أَرْبَعُ بَيْضَاتٍ . قَالَ صَاحِبُ المَطْعَمِ : إِنَّ الدَجَاجَةَ الَّتِى أَكَلْتَهَا مُنْذُ ثَلَاثَةِ أَشْهُرٍ لَوْ بَاضَتْ كُلَّ يَوْمٍ بَيْضَةً لِخَرَجَ مِنْهَا دَجَاجٌ كَثِيْرٌ وَ بِعْنَاهُ بِمِئَاتِ الدَّرَاهِمِ

Pengusaha itu teriak:” Apa kau bilang? harganya 200 dirham untuk 2 ayam dan 4 butir telor. Pemilik warteg menjawab:” Ayam yang kau makan sejak 3 bulan lalu apabila setiap harinya dia bertelur satu telur, maka tentu akan banyak menghasilkan ayam-ayam yang banyak dan kita juga menjualnya seharga ratusan dirham.

قَالَ التَّاجِرُ: لَيْسَ هَذَا عَدْلًا كَيْفَ تَفْتَرِضُ بِأَنَّ الدَّجَاجَةَ كَانَتْ سَتَأْتِى بِدَجَاجٍ كَثِيْرٍ ؟.. هَذَا احْتِيَالٌ

Pengusaha berkata:” ini tidak adil, bagaimana kau berasumsi satu ayam akan menghasilkan beberapa ayam. Ini hanyalah trik kau saja.

فَغَضِبَ صَاحِبُ المَطْعَمِ ، وَ اشْتَدَّ الجِدَالُ بَيْنَهُمَا
قَالَ صَاحِبُ المَطْعَمِ: لَا بُدَّ مِنْ شَخْصٍ يَحْكُمُ بَيْنَنَا ، وَ أَنَا أُفَضِّلُ أَنْ نَذْهَبَ لِلْحَاكِمِ .. فهَلْ لَدَيْكَ مَانِعٌ ؟ قَالَ التَّاجِرُ : لِنَذْهَبَ لِلْحَاكِمِ فَلَسْتُ مُذْنِبًا

Pemilik warteg marah dan terjadilah perdebatan sengit antara mereka berdua. Dia berkata:” Mesti ada seseorang yang membantu menyelesaikan masalah kita. Aku lebih memilih pergi menemui Hakim. Apakah kau keberatan? Pengusaha menjawab:” Ya kita akan pergi menemui Hakim sebab aku tidak bersalah.

فَلَمَّ ذَهَبَا لِلْحَاكِمِ أَنْصَفَ الحَاكِمُ صَاحِبَ المَطْعَمِ ، لِأَنَّهُ يَبْعَثُ إِلَيْهِ بَأَلَذِّ الطَّعَامِ ….. وَ سَأَلَ التَّاجِرَ: هَل اتَّفَقْتُمَا عَلَى الثَّمَنِ مُنْذُ ثَلَاثَةِ أَشْهُرٍ ؟

Ketika keduanya pergi menemui Hakim, Hakim berpihak kepada si pemilik warteg sebab dia akan dikirim makanan paling lezat. Lalu Hakim bertanya kepada pengusaha:” Apakah kalian berdua menyepakati harga sejak 3 bulan lalu?

قَالَ التَّاجِرُ : لَا. قَالَ الحَاكِمُ: كَانَ يُمْكِنُ أَنْ يَحْصُلَ مِنَ الدَّجَاجَةِ وَ البَيْضَتَيْنِ فِى هَذِهِ المُدَّةِ عَلَى مِئَاتٍ مَنَ البَيْضِ وَ الدَّجَاجِ

Pengusaha menjawab:” Tidak”. Hakim lalu berkata:” Mungkin saja dari satu ayam dan dua butir telur dalam jangka beberapa bulan itu menghasilkan ratusan telur dan ayam.

قَالَ التَّاجِرُ : طَبْعًا .. هَذَا مَعْقُوُلٌ لَوْ كَانَتْ الدَّجَاجَةُ حَيَّةً. قَالَ الحَاكِمُ : لَقَدْ ذُبِحَتْ مِنْ أَجْلِكَ طَبْعًا. قَالَ التَّاجِرُ: لَقَدْ كَانَتْ مَذْبُوْحَةً مُحَمَّرَةً ، وَ كَانَتْ البَيْضَتَانِ مَقْلِيَّتَيْنِ .. وَ لَكِنَّ الحَاكِمَ أَصَرَّ عَلَى انْصَافِ صَاحِبِ المَطْعَمِ وَ تَجَاهُلِ التَّاجِرِ

Pengusaha menjawab:”Ya tentu saja…masuk akal itupun jika ayamnya hidup. Hakim berkata:” Tentunya ayam itu disembelih karena untukmu” Pengusaha menjawab:” Ya namun ayam itu sudah disembelih dan dipanggang dan kedua telor juga sudah direbus….Akan tetapi Hakim cendrung berpihak ke si pemilik warteg dan mengabaikan si pengusaha.

فَطَلَبَ التَّاجِرُ تَأْجِيْلَ الحُكْمِ إِلَى الغَدِ ، لِأَنَّهُ عِنْدَهُ حَجَّةً سَيُقَدِّمُهَا. فَأَجَابَهُ الحَاكِمُ إِلَى ذَلِكَ مُحَذِّرًا مِنْ عَدَم المَجِىءِ وَ المُثُوْلِ أَمَامَهُ فِى الغَدِ

Si pengusaha meminta agar kasusnya ditangguhkan sampai hari esok sebab dia memiliki argumen yang akan dia kemukakan. Hakim meresponya dan memperingatkan dia agar tidak usah datang menghadap hari esok.

أَسْرَعَ التَّاجِرُ إِلَى صَدِيْقِهِ جُحَا وَ قَصَّ عَلَيْهِ القِصَّةَ. وَ طَلَبَ مِنْهُ الدِّفَاعَ عَنْهُ بِخِبْرَتِهِ وَ سِعَةِ حِيْلَتِهِ فَوَافَقَ جُحَا

Pengusaha itu bergegas menemui kawanya ‘Juha’ dan menceritakan kisahnya. Dia meminta agar Juha membelanya dengan pengalaman dan segudang trik yang dimiliknya. Juha pun menyetujuinya.

وَ فِى صَبَاحِ اليَوْمِ التَّالِى حَضَرَ التَّاجِرُ أَمَامَ الحَاكِمِ وَ قَالَ: إِنَّ جُحَا سَيُقَدِمُ حُجَّتِى .. فَانْتَظَرَ الكُلُّ قُدُوْمَ جُحَا الَّذِى تَأَخَرَ كَثِيْرًا .. وَ لَكِنَّهُ جَاءَ

Di pagi hari berikutnya, Pengusaha datang menghadap Hakim lalu berkata:” Juha yang akan mengemukakan argumentasiku”. Semua orang melihat Juha yang datang meskipun sangat terlambat.

صَاحَ الحَاكِمُ : لِمَاذَا تَأَخَّرْتَ وَ تَرَكْتَنَا نَنْتَظِرُكَ ؟
فَقَالَ جُحَا فِى هُدُوءٍ: لَا تَغْضَبُ يَا سَيِّدِ الحَاكِمُ .. فَقَبْلَ حُضُوْرِى إِلَيْكَ جَاءَ شَرِيْكِى فِى الأَرْضِ الَّتِى سَنَزْرَعُهَا قَمْحًا وَ طَلَبَ البُذُوْرَ

Hakim berkata:” Kenapa kau terlambat dan membiarkan kita menunggu? Dengan tenang Juha menjawab:” Jangan marah Tuan Hakim…Sebelum aku datang menghadapmu, mitra bisnisku datang ke tempat yang akan kita tanami gandum dan dia meminta bijinya”.

فَانْتَظَرْتُ حَتَّى سَلَقْتُ لَهُ مِقْدَارًا مِنَ القَمْحِ وَ أَعْطَيْتُهُ إِيَّاهُ لِيِبْذُرَهُ فِى الأَرْضِ. فَصَاحَ الحَاكِمُ مُتَهَكِّمًا: مَا أَعْجَبَ مَا أَسْمَعُ !! هَلْ سَمِعْتُمْ أَنَّ القَمْحَ يُسْلَقُ ثُمَّ يُبْذَرُ فَيَنْمُو ؟

Aku menunggu sampai selesai merebus gandum untuknya dan aku memberikanya agar dia menaburnya di tanah. Sambil mengejek Hakim berteriak:” Luar biasa yang aku dengar !”. Apa kalian pernah mendengar ada gandum yang direbus lalu ditabur dan kemudian tumbuh ?

فَقَالَ جُحَا عَلَى الفَوْرِ :وَ هَل سَمِعَ أَحَدٌ أَنَّ الدَّجَاجَةَ المَحمَّرةَ وَ البَيْضَ المَسْلُوْقَ يَتَوَالَدَانِ وَ يَتَكَاثَرَانِ ، ثُمَّ يُطْلَبُ ثَمَنًا لَهُمَا مِائَتَا دِرْهَمٍ مِنْ ذَالِكَ التَّاجِرِ

Dengan sigap Juha berkata:” Apakah seseorang pernah mendengar ada seekor ayam panggang dan satu butir telur berreproduksi dan berkembangbiak, lalu dihargakan kepada pengusaha itu senilai 200 dirham ?

فَلَمْ يَنْطِقُ الحَاكِمُ وَ خَرَجَ التَّاجِرُ مَعَ جُحَا سَعِيْدًا بِسِعَةِ حِيْلَتِهِ وَ ذَكَاءِهِ

Tak seucap pun Hakim berkata. Pengusaha itu segera keluar dengan senang atas segudang trik dan kecerdasan Juha.

||| Baca juga, Juha dan Clotehan Orang-Orang

Juha dan Clotehan Orang-Orang 5 (1)

Penulis: Syauki Hasan
Penerbit: المؤسسة العربية الحديثة بالقاهرة
Penterjemah: Anggota TMBA


Kosa-kata (مفردات)

IndonesiaArab
Merasaknشَعَرَ - يَشْعُرُ ب
Menungguانْتَظَرَ - يَنْتَظِرِ
Membayarدَفَعَ - يَدْفَعُ
Pulang/Kembaliعَادَ - يَعُوْدُ
Cukupاكْتَفَى - يَكْتَفِى
Menjualبَاعَ - يَبِيْعُ
Memilih/Mengutamakanفَضَّلَ - يُفَضِّلُ
Mengirim/Mngutusبَعَثَ - يَبْعَثُ
Menaburبَذَرَ - يَبْذُرُ
Reproduksiتَوَالَدَ - يَتَوَالَدُ
Berucapنَطَقَ - يَنْطِقُ

Latihan

Buat kalimat dari kata berikut:

انْتِظَارٌ / وَرْطَةٌ / سِعَّةٌ

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 3.7 / 5. Vote count: 3

No votes so far! Be the first to rate this post.

Recomended

Kaidah Tamyiz [تمييز] Lengkap Contoh ‘Irab

At-tamyiz (التمييز) Setelah kita selesai membahas hal dan sahibul hal, In Syaa Allah akan dilanjutkan dengan materi tamyiz yang meliputi jenis tamyiz, hukum dan tata...

Unsur Kalimat (Isim, Fi’il dan Huruf)

بسم الله الرحمن الرحيم ما هو علم العربية أو ما هي قواعد العربية...؟ علمٌ تُعرفُ به أحوالُ الكلماتِ مفردةً مركّبةً غايته عصمة المتكلّم والكاتب عن الخطاء...

Mengetahui ‘Irab Fi’il Mudhari’ [الفعل المضارع]Lengkap Tashrif Lughawi

Fi'il Mudhari' (الفعل المضارع) Pembahasan 'Fiil Madhi sudah kita lalui, selanjutnya kita akan membahas Fi'il Mudhari' mulai definisi, tashrif lughawi dan ketentuan hukum 'irabnya. Definisi Fi'il...

Contoh Pidato Panitia Lomba (Bahasa Arab)

تدريب ترجمة اللغة الاندونيسية إلى لاللغة العربية Latihan Terjemah B Indonesia - B Arab. Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Artikel ini merupakan hasil dari latihan Kelompok Belajar Bahasa Arab...

Tinggalkan Komentar

Latest News

Maf’ul Ma’ah (المفعول معه), Hukum ‘Irab dan Ketentuanya

Bismillahirahmanirahim. In Syaa allah kita akan membahas materi maf'ul ma'ah beserta ketentuan dan kaidah 'irabnya. Perhatikan paragraf berikut: خَرَجَ خَالِدٌ وَطُلُوْعَ...

Macam-Macam Maa (ما), fungsi dan ‘Irabnya

Ada berapa banyak jumlah Maa (ما) dalam bahasa arab dan bagaimana cara penggunaanya dalam kalimat ?. Kira-kira seperti itu...

Sepucuk Surat Untuk Guruku (Bahasa Arab)

رِسَالَتِي إِلَيْكَ يَا أُسْتَاذِي Sepucuk Surat Untuk Guru-Ku إِنَّ التَّرْبِيَةَ هِيَ أَسَاسُ بِنَاءِ المُجْتَمَعَاتِ، لِذٰلِكَ تُعْتَبَرُ مِهْنَةُ المُعَلِّمِ مِنْ أَهَمِّ المِهَنِ فَهُوَ الَّذِي يُعْطِي الطُّلاَبَ المَعْلُوْمَاتِ...

Juha yang baik hati

جحا طَيْبُ القَلْبِ Juha yang baik hati كَانَ جُحَا يَعْمَلُ فِى جَمْعِ الحَطَبِ ، وَ كَانَتْ زَوْجَتُهُ تَعْمَلُ بِغَزْلِ الكَتَّانِ فِى البَيْتِ , وَ كَانَ فَقِيْرَيْنِ...

Juha Berbuat Kebaikan (جُحَا يَصْنَعُ مَعْرُوْفًا)

جُحَا يَصْنَعُ مَعْرُوْفًا Juha berbuat kebaikan كَانَ جُحَا فِي طِرِيْقِهِ إِلى السُّوْقِ حَيْنَ رَأَى جَمْعًا مِنَ النَّاسِ أَمَامَ مَحَلِّ الجَزَارَةِ فَذَهَبَ يَسْتَطْلِعُ الأَمْرَ Ketika Juha di perjalana...

Uslub Kiasan/Kinayah ( أسلوب الكناية)

Dalam Bahasa Arab terdapat banyak Uslub (Gaya Bahasa) diantaranya: - أسلوب النفي / أسلوب الاستفهام / أسلوب الشرط / أسلوب النداء / أسلوب الكناية /أسلوب...

Sponsored Articles

More Articles Like This