Juha dan Clotehan Orang-Orang

3.7
(3)

جُحَا وَكَلاَمُ النَّاسِ

Juha dan Clotehan Orang

قَالَ جُحَا لِابْنِهِ : هٰذَا يَوْمٌ جَمِيْلٌ يَا أَمِيْرُ، فَالشَّمْسُ مُشْرِقَةٌ وَالسَّمَاءُ صَافِيَةٌ، وَلِذَا فَإِنِّي سَأَذْهَبُ إِلى سُوْقِ القَرْيَةِ المُجَاوِرَةِ

Juha berkata kepada anaknya: Hai Amir, cuaca hari ini bagus, matahari bersinar terang dan langit pun cerah. Dengan begitu aku (ayah) akan pergi ke pasar lokal sebelah.

قَالَ أَمِيْرٌ فَرْحًا : الأَمْرُ كَمَا تَرَى يَا أَبِي وَسَأُعِدُّ لَكَ الحِمَارَ وَسَأَذْهَبُ مَعكَ. قَالَ جُحَا : لاَ مَانِعَ مِنْ أَنْ تَكُوْنَ مَعِي يَا أَمِيْرُ, هَيَّا بِنَا

Amir: “Ya Ayah seperti yang engkau lihat, aku juga akan mempersiapkan keledai dan aku akan ikut pergi bersamamu”. Juha menjawab: “Ya tak apa, ayolah.

قَالَ أَمِيْرٌ : لَقَدْ أَعْدَدْتُ الحِمَارَ يَا أَبِي، هَيَّا بِنَا إِلَى السُّوْقِ

Amir: “Ayah aku telah mempersiapkan keledainya, ayo kita pergi ke pasar.”

قَالَ جُحَا : هَيَّا يَا أَمِيْرُ ارْكَبْ أنْتَ الحِمَارَ وَسَأَسِيْرُ أَنَا

Juha: ” Ayo Amir kau tunggangi keledai itu biar ayah berjalan saja”.

قَالَ أَمِيْرٌ : لاَ يَا أَبِي ارْكَبْ أَنْتَ وَسَأَسِيْرُ أَنَا

Amir: Tidak ayah, kau saja yang menunggang dan biarkan aku yang berjalan

قَالَ جُحَا : أَشْكُرُكَ يَا أَمِيْرُ، وَلكِنْ وَالِدَكَ بَدِيْنٌ كَمَا تَرَى، وَبَعْضُ السَّيْرِ يُفِيْدُهُ. وَهَكَذَا رَكِبَ أَمِيْرٌ وَسَارَ جُحَا خَلْفَهُ

Juha: “Terimakasih Amir, namun seperti yang kau lihat ayahmu ini gemuk dan dengan sedikit berjalan akan sangat bermanfaat”. Mereka berdua berangkat, Amir menunggang keledai dan Juha berjalan di belakangnya.

فَرَآهُ رَجُلاَنِ وَقَالَ أَحَدُهُمَا لِلٔآخَرَ : اُنْظُرْ كَيْفَ يَرْكَبُ الغُلاَمُ وَيَتْرُكُ وَالِدَهُ المِسْكِيْنَ الَّذِي رَبَّاهُ يَسِيْرُ عَلَى قَدَمَيْهِ، فَمَا أسْوَأَ آدَابَهُ

Dua orang laki-laki melihatnya dan salah seorang berkata kepada kawanya :” Lihatlah anak itu menunggang keledai dan membiarkan bapaknya yang miskin, yang telah merawat dia berjalan kaki, alangkah jeleknya moral dia.

قَالَ أَمِيْرٌ : يَا أَبِي أَلَمْ أَقُلْ لَكَ…تَفَضَّلْ أَنْتَ بِالرُّكُوْبِ وَسَأَسِيْرُ أَنَا، فَرَكِبَ جُحَا الحِمَارَ

Amir: Ayah, bukanya tadi sudah aku bilang….silahkan ayah saja yang menunggang, biar aku berjalan. Juha pun menunggangi keledai itu.

قَابَلَتْهُمَا جَمَاعَةٌ فَقَالَ أَحَدُ أَفْرَادِهَا : يَالَقَسْوَةِ قَلْبِ هٰذَا الرَّجُلِ، أَيَرْكَبُ الحِمَارَ وَيَدَعُ هٰذَا الصَّغِيْرَ الضَّعِيْفَ يَسِيْرُ عَلى قَدَمَيْهِ

Mereka berdua berjumpa dengan kerumunan orang-orang, salah seorang dari mereka berkata:” Betapa kejamnya lelaki itu, dia menunggang keledai dan membiarkan anaknya yang lemah berjalan kaki”.

تَوَقَّفَ جُحَا بِالحِمَارِ قَائِلاً : مَاذا نَفْعَلُ لِنَرْتَاحَ مِنْ أَلْسِنَةِ النَّاسِ ؟ قَال أَمِيْرٌ : إذَنْ نَرْكَبُ أَنَا وَأَنْتَ يَا أَبِي

Juha berhenti dan berkata:” Apa yang akan kita perbuat agar nyaman terhindar dari cibiran orang-orang ? Amir menjawab: “Jika begitu kita berdua akan menunggangi keledai ini”.

وَهَكَذَا سَارَ الحِمَارُ وَفَوْقَ ظَهْرِهِ جُحَا وَابْنُهُ. قَالَ جُحَا : أَخِيْرًا وَجَدْنَا طِرِيْقَةً مَعْقُوْلَةً يَا أَمِيْرُ بَعِيْدَةّ عَنْ نَقْدِ النَّاسِ

Keledai berjalan dengan ditunggangi dua orang – Juha dan anaknya, Juha berkata:” Amir, akhirnya kita menemukan solusi masuk akal terhindar dari kritikan orang-orang”.

وَمَا إِنْ سَارَا قَلِيْلاً صَادَفَهُمَا آخَرُوْنَ وَقَالَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ : انْظُرُوْا إِلَى قَسْوَةِ جُحَا فَهُوَ ذُو جِسْمٍ ضَخْمٍ وَيَرْكَبُ هُوَ وَابْنُهُ هٰذا الحِمَارَ الضَّعِيْفَ الهَزِيْلَ، أَلَيْسَتْ فِي قَلْبِهِ رَحْمَةٌ ؟

Tak lama kemudian, mereka sudah berpapasan lagi dengan kerumunan orang-orang, satu sama lain mereka berkata:” Lihatlah bagaimana kejamnya Juha, sudah berbadan gendut ditambah dia pun dan anaknya berdua menunggangi keledai yang lemah dan kurus, tidak adakah di dalam hatinya rasa kasihan?

جَلَسَ جُحَا عَلَى الأَرْضِ قَائِلاً : لَقَدْ أَصْبَحْتُ فِي حَيْرَةٍ مِنْ أَمْرِ هَؤُلاءِ النَّاسِ، كَيْفَ نَصِلُ إِلَى رِضَائِهِمْ؟ فَكَّرَ جُحَا ثُمَّ قَالَ : اسْمَعْ يَا أَمِيْرُ لِنَتْرُكْ الحِمَارَ يَسِيْرُ ، وَنَحْنُ نَسِيْرُ عَلى أَقْدَامِنَا خَلْفَهُ.

Juha duduk di atas tanah dan berkata: “Aku bingung dengan apa yang mereka ucapkan, apa yang harus kita perbuat agar mereka puas? Juha berfikir lalu berkata: ” Dengar Amir, kita akan biarkan keledai berjalan sendiri dan kita berjalan kaki di belakangnya”.

فَصَادَفَتْهُمَا جَمَاعَةٌ مِنَ النَّاسِ فَقَالُوا : انْظُرُوْا إِلَى هٰذَيْنِ الأَحْمَقَيْنِ الَّذَيْنِ يَسِيْرَانِ عَلَى أَقْدَامِهِمَا فِي هٰذَ الحَرِّ اللافِحِ ،وَالغُبَارِ المُتَكَاثِفِ دُوْنَ أَنْ يَرْكَبَ الحِمارَ وَاحِدٌ مِنْهُمَا

Mereka berdua bertemu kembali dengan kerumunan orang-orang, mereka mencibir:” Lihatlah dua orang lelaki bodoh itu, mereka berdua berjalan kaki pada kondisi panas membakar dan debu tebal tanpa satupun yang menunggang keledai itu”

حَمَلَ جُحَا الحِمَارَ وَقَالَ : مَا رَأْيُكَ يَا أَمِيْرُ بِهٰذَا التَّصَرُّفِ لِنَتَرَقَّبَ مَاذَا يَقُوْلُ النَّاسُ الآنَ، فَقَدْ يُرْضِيْهِمْ ذَلِكَ

Juha akhirnya memikul keledai itu dan berkata: ” Bagaimana pendapatmu Amir dengan aksi seperti ini, kita tunggu clotehan apa lagi yang akan mereka katakan, mungkin saja mereka puas dengan aksi ini”.

صَادَفَ جُحَا وَابْنُهُ رَجُلَيْنِ فَقَالَ أَحَدُهُمَا لِلآخَرَ : يا لَلْعَجَبِ العُجَابِ انْظُرْ إِلَى جُحَا يَحْمِلُ حِمارَهُ لَقَدْ فَقَدَ عَقْلُهُ

Juha dan Amir bertemu kembali dengan dua orang laki-laki, salah seorang berkata kepada kawanya: ” Busyett dah..lihat si Juha mimikul keledai, benar-benar sudah tidak waras dia.”

 

قَالَ جُحَا لِابْنِهِ : فَقَدْ جَرَّبْنَا كُلَّ طَرِيْقَةٍ وَلَكِنْ لَمْ نَسْلَمْ مِنْ كَلاَمِ النَّاسِ

Juha berkata kepada Amir :” Kita sudah mencoba semua jalan namun tetap tidak selamat dari cibiran orang-orang.

||| Baca juga, Juha dengan si kaya

Penulis: Syauki Hasan
Penerbit: المؤسسة العربية الحديثة بالقاهرة
Penterjemah: Anggota TMBA


Kosa-kata (مفردات)

IndonesiaArab
Bertetanggaجَاوَرَ - يُجَاوِرُ
Memancarkan sinarأَشْرَقَ - يُشْرِقُ
Menaikiرَكِبَ - يَرْكَبُ
Menghalangiمَنَعَ - يَمْنَعُ
Berjalanسَارَ - يَسِيْرُ
Berterimakasihشَكَرَ - يَشْكُرُ
Memberi manfaatأَفَادَ - يُفِيْدُ
Meninggalkanوَدَعَ - يَدَعُ
Memeliharaرَبَّى - يُرَبِّى
Tenang, nyamanاِرْتَاحَ - يَرْتَاحُ
Memikirkanفَكَّرَ - يُفَكِّرُ
Menjadi tebalتَكَاثَفَ - يَتَكَاثَفُ
Menghanguskanلَفَحَ - يَلْفَحُ
Menantiتَرَقَّبَ - يَتَرَقَّبُ
Mencobaجَرَّبَ - يُجَرِّبُ

Latihan

Buatlah kalimat dari kata berikut:

ضَخْمٌ / يُجَرِّبُ / طَرِيْقَةٌ


Pribahasa:

وَصَدَقَ المثلُ : الناسُ لاَيُعْجِبِهُمْ العَجَبُ وَلاَ الصِّيَامُ فِي رَجَبٍ

عبارة شعبية تطلق على الإنسان الذي لايرى فيما يصنعه الآخرون إلا العيب، فإنْ فعلت ما تراه صواباً من وجهة نظرك فأنت محل عيبِه وانتقاده، وإنْ فعلت ما يراه هو صواباً فأنت محل نقده أيضاً، وربما لأنك – في رأيه – لم تفعله كما ينبغي

Tidak sedikit orang yang selalu memandangnya salah dengan apa yang diperbuat orang lain. Benar dan salah tidak berbeda di mata orang itu, semuanya akan tetap menjadi lahan cibiran dia. Faktanya hari ini kita rasakan. Semoga kita terhindar dari orang-orang seperti itu.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 3.7 / 5. Vote count: 3

No votes so far! Be the first to rate this post.

Perbedaan Harokat Dzahirah dan Muqaddarah

BismillahiRahmaniRahim.Sambungan dari tanya jawab Nahwu Sharaf Bagian#1الحَرَكَاتُ الظَاهِرَةُ وَ المُقَدَّرَةُHarokat Dzahirah dan MuqaddarahHarokat Dzahiran adalah harokat suatu kata yang nampak yang ditandai dengan Dhammah,...

Kaidah Taukid (التوكيد) Lengkap Contoh ‘Irab

Melanjutkan Pasal Tawaabi' yang kedua setelah Na'at (النعت) yaitu Taukid (التوكيد)ما هو التوكيد وما أنواعه ؟ إن شاء الله سنتعرف على قواعد هذا الاسم...

Pembagian Kata Kerja Fi’il Tsulasi & Ruba’i (Mujarad & Maziid)

Mengetahui bentuk dasar dari kata kerja fi'il sangat penting karena akan menentukan dalam pemberian harokat sesuai kaidah sharaf yang berlaku dan juga berpengaruh pada...

Juha dan Seorang Pencuri Bodoh

جُحَا وَاللَّصُّ الأَحْمَقُJuha dan Seorang Pencuri Bodohأَرَادَ لِصٌّ غَبِيٌّ أَنْ يَسْرِقَ بَيْتَ جُحَا، فَذَهَبَ إِليهِ في مُنْتَصَفِ اللَّيْلِ وَتَسَلَّقَهُ حَتَّى أَصْبَحَ فَوْقَ سَطْحِ البَيْتِSeorang...

Jalan Menuju Sukses (Bahasa Arab)

سَبِيْلُ النَجَاحِمَعَ إِشْرَاقَةِ الشَّمْسِ، نَنْدَفِعُ إلَى أَعْمَالِنَا اليَوْمِيَّةِ، فالمُوَظَّفِ إِلَى مَكْتَبِهِ، وَالتَّاجِرُ إِلَى مَتْجَرِهِ، وَالعَامِلُ إِلَى مَحَلِّ عَمَلِهِ، وَالطَالِبُ إِلَى مَدْرَسَتِهِ، والفَلاّحُ إِلَى مَزْرَعَتِهِ.Seiring...

Mengenal ‘Irab Isim Lima (أسماء الخمسة)

الأسماء الخمسة Isim Limaقال ابن مالكوَارْفَعْ بَوَاوٍ وانْصِبَنَّ بِالأَلِف # واجْرُرْ بِيَاءٍ مَا مِنَ الأسْمَا أَصِفْ # منْ ذَاكَ ذُو إنْ صُحْبَةً أَبَانَا # وَالْفَمُ...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

I’rab kalimat (ربا،دينا، نبيا)Pada Bacaan Dzikir Pagi/Petang

Pertanyaan dari Ukhty Nur Hasanah terkait i'rab kalimat pada bacaan dzikir Pagi/PetangBagaimanakah i'rab kalimat رَبًّا, دِيْنًا,نَبِيًّا pada bacaan dzikir...

Hal dan Amilnya Dalam Surah Maryam 29

Pertanyaan dari Ukhty Nur (Malaysia) terkait hal dan na'at.Pertanyaan pertama: Apakah kata مختلف pada Surah Fatir Ayat 27 adalah...