Saturday, May 30, 2020

‘Irab dan makna kalimat Isti’adzah

Must Read

Definisi dan ‘Irab Isim Mutsanna (المُثَنَّى)

Apa itu Mutsanna? Perhatikan contoh-contoh berikut:  ذَهَبَ الطَّالِبَانِ إِلَى المَدْرَسَةِ / رَأَيْتُ الطَّالِبَيْنِ أَمَامَ المَدْرَسَةِ / سَلِّمْ عَلى الطَّالِبَيْنِ الجَالِسَيْنِ أَمَامَ...

Kitab Taisirul Qawa’id An-Nahwy

عنوان الكتاب: تيسير قواعد النحو للمبتدئين  المؤلف: مصطفى محمود الأزهري  حالة الفهرسة: غير مفهرس  الناشر: دار العلوم والحكم - الجيزة  سنة النشر: ١٤٣٢...

Tanda ‘Irab Jamak Mudzakkar Salim dan Mulhaqnya

مَا هُوَ جَمْعُ مُذَكر سَالِم ؟ Apa itu Jamak Mudzakkar Salim ? Perhatikan contoh berikut: ذَهَبَ الطَّالِبُوْنَ إِلى المَدْرَسَةِ / رَأَيْتُ الطَّالِبِيْنَ...
TMBAhttps://bahasa-arab.com/
Belajar Bahasa Arab tidak semudah membalikan telapak tangan, butuh keseriusan dan istiqomah. Namun tidak ada kata terlambat jika kita ingin ingin mempelajarinya.

4.8
(186)

أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Terjemah:

“Aku berlindung kepada Allah dari syaithan yang terkutuk”

Pengertian Lafadz:

❄️ Lafadz أَعُوْذُ bermakna أَعْتَصِمُ / أسْتَجِيْرُ berwazan فَعَلَ – يَفْعُلُ yang asalnya عَاذَ – يَعْوُذُ. Harokat huruf wawu dipindah ke huruf ‘Ain sebab termasuk Fi’il Mu’tal Ajwaf. Silahkan pelajari pada pasal perubahan kata kerja fi’il 

❄️ Lafadz الله adalah ‘Alam Dzat Wajib Wujud. Artinya adalah suatu nama dzat yang maha wujud yang menjadikan segala sesuatu ada. Sebagai pencipta serta pemelihara alam semesta beserta segala isinya.

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ. سورة الشورى ١١

“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

❄️ Lafadz الشَّيْطَانِ berasal dari kata شَطَنَ yang berarti بَعُدَ (jauh). Artinya jauh dari kebenaran dan rahmat Allah S.W.T. Ada juga pendapat yang mengatakan berasal dari kata شَاطَ (terbakar).

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا ۚ وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ ۖ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ. سورة الأنعام ١١٢

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan”

Dalam kitab Sahih Ibn Hibban dan Musnad Imam Ahmad diriwayatkan sebuah hadist dari Abu Dzar AlGifari r.a.

قال رسول الله :” يا أبا ذَرٍّ، تعَوَّذْ باللهِ مِن شَرِّ شَياطينِ الإنسِ والجِنِّ، قال: قلتُ: يا رَسولَ اللهِ، أوَ للإنسِ شَياطينُ؟ قال: نعمْ”. رواه أحمد في مسنده وابن حبان في صحيحه

Rasulullah saw. bersabda: ‘Wahai Abu Dzar, mohonlah perlindungan kepada Allah dari keburukan syaitan-syaitan dari jenis jin dan manusia.’ lalu aku bertanya: ‘Apakah ada setan dari jenis manusia?’ Beliau menjawab: ‘Ya, ada.”

⁦❄️⁩ Lafadz الرَّجِيمِ adalah sifat musyabahah (صفة مشبهه) berwazan فَعِيْلٌ bermakna مَفْعُوْلٌ/مَرْجْوْمٌ/مَلْعُوْنٌ

إِنَّهُ مَرْجوم باللعن عن الخير وعن رحمة الله تعالى فهو ملعون مشتوم

Terkutuk/terlaknat jauh dari kebaikan dan rahmat Allah.

Ada juga yang berpendapat bahwa الرَّجِيمِ bermakna رَاجِمٌ karena syaitan melempar kaum adam dengan kejelekan-kejelekan dan keraguan.

تفسير ابن كثير ، ج١، ص١٦

Kedudukan ‘Irab:

أَعُوذُ : فِعْلٌ مُضَارِعٌ مَرْفُوعٌ لِتَجَرُّدِهِ مِنَ النَّاصِبِ وَالْجَازِمِ وَعَلَامَةُ رَفْعِهِ الضَّمَّةُ الظَّاهِرَةُ فِي آخِرِهِ
وَالْفَاعِلُ ضَمِيرٌ مُسْتَتِرٌ وُجُوبًا تَقْدِيرُهُ أَنَا فِي مَحَلِّ رَفْعٍ وَالْجُمْلَةُ مِنَ الْفِعْلِ وَالْفَاعِلِ لَا مَحَلَّ لَهَا مِنَ الْإِعْرَابِ ابْتِدَائِيَّةٌ

Lafadz أَعُوذُ Fi’il Mudhari’ dalam keadaan Rafa’ dengan tanda Dhammah sebab tidak didahului ‘Amil Nawashib maupun Jawazim. Pada أَعُوذُ terdapat Dhamir أنا yang wajib tersembunyi sebagai Fa’il. Tidak ditulis أَعُوذُ أنا بالله…..

Ibnu Malik berkata:

ومن ضمير الرفع ما يستتر * كافعل أوافق نغتبط إذ تشكر

Diantara sebagian dhomir muttasil rofa’ terdapat dhomir mustatir (tersembunyi) seperti: إفعل ، أوافق ، نغتبط ، تشكر

Perdalam materi Dhamir dan halaman berikut.

بِاللهِ : الْبَاءُ حَرْفُ جَرٍّ مَبْنِيٌّ عَلَى الْكَسْرِ لَا مَحَلَّ لَهُ مِنَ الْإِعْرَابِ و لَفْظُ الْجَلَالَةِ (اللهُ) إِسْمٌ مَجْرُورٌ بِالْبَاءِ وَعَلَامَةُ جَرِّهِ الْكَسْرَةُ الظَّاهِرَةُ فِي آخِرِهِ لِأَنَّهُ اسْمٌ مُفْرَدٌ، والهاء تعظيما وَالْجَارُّ وَالْمَجْرُورُ مُتَعَلِّقٌ بِالْفِعْلِ أَعُوذُ

مِنَ : حَرْفُ جَرٍّ مَبْنِيٌّ عَلَى السُّكُونِ لَا مَحَلَّ لَهُ مِنَ الْإِعْرَابِ

الشَّيْطَانِ : إِسْمٌ مَجْرُورٌ بِمِنْ وَعَلَامَةُ جَرِّهِ الْكَسْرَةُ الظَّاهِرَةُ فِي آخِرِهِ لِأَنَّهُ اسْمٌ مُفْرَدٌ،
وَالْجَارُّ وَالْمَجْرُورُ مُتَعَلِّقٌ بِالْفِعْلِ أَعُوذُ

الرَّجِيمِ: نَعْتٌ لِلشَّيْطَانِ مجرور مثله، وَعَلَامَةُ جَرِّهِ الْكَسْرَةُ الظَّاهِرَةُ فِي آخِرِهِ لِأَنَّهُ اسْمٌ مُفْرَدٌ

Apa yang dimaksud dengan Ta’alluq pada ‘irab diatas ?

Ibnu Hisyam berkata dalam kitabnya Mughani Labib, jilid 2/499 “Dzharaf atau Jar Majrur mesti ada ta’alluq (keterkaitan makna dengan Fi’il atau sejenisnya).

Contoh:

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ. سورة الفاتحة ٧

Terjemah Arti: (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Lafadz عَلَيْهِمْ pertama berta’luq dengan Fi’il أَنْعَمْتَ. Artinya tunjuka. kami kepada jalan orang-orang yang telah Engkau beri kenikmatan kepada mereka dari para nabi, orang yang benar imannya, oran yang mati syahid dan orang Shalih.

Sedangkan Lafadz عَلَيْهِمْ kedua berta’luq dengan Isim Maf’ul الْمَغْضُوبِ yang beramal seperti Fi’il. Artinya jangan Jadikan kami termasuk orang-orang yang menempuh jalan yang dimurkai, sesat dan tidak diberikan hidayah.

Perdalam soal Ta’alluq pada materi Syibhul Jumlah

Anjuran Isti’adzah:

Isti’adzah merupakan tabir penghalang agar terhindar dari keburukan atas bisikan dan godaan syaitan. Isti’adzah tidak hanya sebatas anjuran namun menurut sebagian Ulama termasuk sunnah. Bukan saja ketika kita ingin atau setelah membaca AlQuran baik dalam mengerjakan shalat atau bukan, bahkan kapan dan dimanapun boleh dibaca tanpa ada batasan.

Allah berfirman:

وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۚ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ. سورة الأعراف ٢٠٠

“Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan maka berlindunglah kepada Allah”

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ. سورة النحل ٩٨

“Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk”.

Waktu Isti’adzah:

Secara dzahir ayat 98 surah Al-Nahl diatas menunjukan bahwa Isti’adzah dibaca selepas membaca AlQuran karena menggunakan redaksi Fi’il Madhi ( قَرَأْتَ ) sebagaimana halnya lafadz ( قُضِيَتِ ) pada ayat berikut:

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِن فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ. سورة الجمعة ١٠

“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung”.

Namun hal demikian disebabkan adanya إذا Dzharaf pada ushlub syarat yang terkadang memiliki makna mustaqbal. Artinya bentuk madhi bermakna akan datang.

Pelajari إذا syartiyyah pada materi Maf’ul Fih Dzharaf Jar Majrur

Dalam tafsir (الوسيط لطنطاوي) dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan (فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ) adalah (فإذا أردت قراءته). Artinya apabila kamu hendak membaca AlQuran “dengan membuang kata إرادة”. Sama halnya dengan berwudlu ketika ingin melaksanakan shalat. Shigatnya menggunakan Fi’il Madhi bermakna Mustaqbal.

يَا أَيُّهَا الذين آمَنُواْ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصلاة فاغسلوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى المرافق. سورة المائدة ٦

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku”.

Hukum Isti’adzah:

Mayoritas Ulama berpendapat bahwa hukum Isti’adzah tidak wajib dengan dalil: “Ketika Rasulullah mengajarkan sholat kepada seorang ‘Arobi, Beliau tidak menyuruhnya untuk beristi’adzah”. Artinya siapapun ketika malaksanakan sholat lalu tidak berIsti’adzah sebelum membaca ayat AlQuran, maka tidak menjadi berdosa.

Ada juga yang melihat dzahir ayat dan berpendapat hukumnya wajib sebab redaksi kalimatnya menggunakan kata perintah.

والله أعلم

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 4.8 / 5. Vote count: 186

No votes so far! Be the first to rate this post.

loading...

2 COMMENTS

  1. Assalamualaikum ustad/ustadzah..
    Izinkan saya berguru sama anda..
    Saya mau memperdalam ilmu bahasa arab..
    Dan kebetulan ada hal yg saya ingin tanyakan perihal masalah struktur kalimah dibawah ini..
    Kata ini “حفظنا الله”
    Mohon penjelasan nya struktur kalimat diatas menjadi apa saja? Apakah struktur kalimat diatas menjadi fi’il fail dan maf’ul?

    • Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh.

      حَفِظَنَا اللَّهُ

      Semoga Allah S.W.T menjaga kita

      حفظ : فعل ماضى مبني على الفتح
      نا : ضمير مبني على السكون في محل النصب مفعول به
      الله : لفظ الجلالة فاعل مرفوع وعلامته الضمة

      Hafidza : Fi’il Madhi
      Dhamir Naa : Maf’ul Bih
      Allah : Fa’il

      شكرا

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Definisi dan ‘Irab Isim Mutsanna (المُثَنَّى)

Apa itu Mutsanna? Perhatikan contoh-contoh berikut:  ذَهَبَ الطَّالِبَانِ إِلَى المَدْرَسَةِ / رَأَيْتُ الطَّالِبَيْنِ أَمَامَ المَدْرَسَةِ / سَلِّمْ عَلى الطَّالِبَيْنِ الجَالِسَيْنِ أَمَامَ...

Irab Surah Al-Fatihah dan Tafsirnya

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (١) الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (٢) الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ (٣) مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ (٤) إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (٥) اهْدِنَا الصِّرَاطَ...

Mengenal Gaya Bahasa Kiasan ( أسلوب الكناية)

Dalam Bahasa Arab terdapat banyak Ushlub (Gaya Bahasa) diantaranya: - أسلوب النفي / أسلوب الاستفهام / أسلوب الشرط / أسلوب النداء / أسلوب الكناية /أسلوب...

Cara Meningkatkan Kemampuan Bahasa Arab

بسم الله الرحمن الرحيم Lanjutan cerita sebelumnya, Teknik Belajar Bahasa Arab Masih cerita ketika masa kuliah di Bandung selang beberapa bulan pasca bertemu Sang Motivator. Bahasa...

Kitab Taisirul Qawa’id An-Nahwy

عنوان الكتاب: تيسير قواعد النحو للمبتدئين  المؤلف: مصطفى محمود الأزهري  حالة الفهرسة: غير مفهرس  الناشر: دار العلوم والحكم - الجيزة  سنة النشر: ١٤٣٢ - ٢٠١١  عدد المجلدات: ١  رقم الطبعة:...
loading...

More Articles Like This

WhatsApp chat