Sunday, May 31, 2020

‘Irab dan Makna Bismillahirahmanirahim

Must Read

Definisi dan ‘Irab Isim Mutsanna (المُثَنَّى)

Apa itu Mutsanna? Perhatikan contoh-contoh berikut:  ذَهَبَ الطَّالِبَانِ إِلَى المَدْرَسَةِ / رَأَيْتُ الطَّالِبَيْنِ أَمَامَ المَدْرَسَةِ / سَلِّمْ عَلى الطَّالِبَيْنِ الجَالِسَيْنِ أَمَامَ...

Kitab Taisirul Qawa’id An-Nahwy

عنوان الكتاب: تيسير قواعد النحو للمبتدئين  المؤلف: مصطفى محمود الأزهري  حالة الفهرسة: غير مفهرس  الناشر: دار العلوم والحكم - الجيزة  سنة النشر: ١٤٣٢...

Tanda ‘Irab Jamak Mudzakkar Salim dan Mulhaqnya

مَا هُوَ جَمْعُ مُذَكر سَالِم ؟ Apa itu Jamak Mudzakkar Salim ? Perhatikan contoh berikut: ذَهَبَ الطَّالِبُوْنَ إِلى المَدْرَسَةِ / رَأَيْتُ الطَّالِبِيْنَ...
TMBAhttps://bahasa-arab.com/
Belajar Bahasa Arab tidak semudah membalikan telapak tangan, butuh keseriusan dan istiqomah. Namun tidak ada kata terlambat jika kita ingin ingin mempelajarinya.

4.9
(196)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Kedudukan ‘Irab:

الْبَاءُ : حَرْفُ جَرٍّ مَبْنِيٌّ عَلَى الْكَسْرِ لاَ مَحَل لَهُ من الإعرَابِ، والباء هُنَا لاستعانة

Huruf الْبَاءُ mabni kasrah (tidak ada tempat dalam ‘irab), huruf الْبَاءُ disini bermakna Isti’anah (meminta perlindungan). Ada juga huruf الْبَاءُ bermakna Sababiyyah, Ta’diyyah, Musoohabah, Dzharfiyyah dan zaaidah.

Contoh:

فَبِظُلْمٍ مِّنَ الَّذِينَ هَادُوا حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ. النساء ١٦٠

“Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, kami haramkan atas (memakan makanan) yang baik-baik”

Huruf الْبَاءُ pada فَبِظُلْمٍ adalah Sababiyyah, maka dari itu diterjemahkan dengan “Maka disebabkan” Pembahasanya pada materi macam-macam huruf jar dan maknanya.

اسْمِ : إِسْمٌ مَجْرُورٌ بِالْبَاءِ، وَعَلَامَةُ جَرِّهِ الْكَسْرَةُ الظَّاهِرَةُ فِي آخِرِهِ وَهُوَ مُضَاف ، وَالْجَارُّ وَالْمَجْرُورُ مُتَعَلِّقٌ بِمَحْذُوفٍ تَقْدِيرُهُ /أبدأ / أقْرَأ/أكتُب/أعمل أَوْ نَحْوِهِ

Lafadz اسْمِ dalam posisi majrur dengan huruf الْبَاءُ, tandanya kasrah dzahir dan dia juga sebagai Mudhaf.

Kemudian lafadz بِسْمِ (Menurut ulama kuffah), maknanya terkait dengan Fi’il yang dibuang dan diperkirakan, misalkan أعْمَلُ بِسْمِ اللهِ (Aku bekerja dengan atas nama Allah)

Sedangkan menurut ulama Bashrah, lafadz بِسْمِ maknanya terkait dengan Khobar dari Isim yang dibuang dan diperkirakan, misalkan عَمَلِي كائن بِسْمِ اللهِ (Pekerjaanku terjadi dengan atas nama Allah)

اللهِ : لَفْظُ الْجَلَالَةِ – الْإِسْمُ الْكَرِيمُ – ، مُضَافٌ إِلَيْهِ مَجْرُورٌ بِالْإِضَافَةِ وَعَلَامَةُ جَرِّهِ الْكَسْرَةُ الظَّاهِرَةُ فِي آخِرِهِ, والهاء تعظيما

الرَّحْمَنِ : صِفَةٌ أُولَى لِلَفْظِ الْجَلَالَةِ (اَللهِ)،وَصِفَةُ الْمَجْرُورِ مَجْرُورٌ وَعَلَامَةُ جَرِّهِ الْكَسْرَةُ الظَّاهِرَةُ فِي آخِرِهِ

الرَّحِيمِ : صِفَةٌ ثَانِيَةٌ لِلَفْظِ الْجَلَالَةِ (اَللهِ)، وَصِفَةُ الْمَجْرُورِ مَجْرُورٌ وَعَلَامَةُ جَرِّهِ الْكَسْرَةُ الظَّاهِرَةُ فِي آخِرِهِ

وَيَجُوز رفعهما على أنهما خبر لمبتدأ محذوف تقديره هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ

Secara ‘Irab, kedua lafadz الرَّحْمَنِ dan الرَّحِيمِ disamping boleh dijadikan sebagai sifat yang harakatnya mengikuti lafadz اللهِ, keduanya juga boleh Rafa’ dengan memperkirakan Mubtada yang dibuang yaitu هُوَ

Pengertian Lafadz Basmalah:

❄️Menurut Ulama Bashrah “Kata اسم berasal dari (سَمَوَ) yang berarti tinggi. lalu huruf wawu dibuang dan diganti dengan hamzah washal yang diletakan diawal kata.

Kemudian menurut Ulama Kuffah berasal dari kata (وَسَمَ) yang berarti tanda. Lalu huruf wawu dibuang dan diganti dengan hamzah washal yang diletakan diawal kata.

❄️Lafadz بسم dalam AlQuran ditulis dengan dua pola:

  • Pertama dengan membuang alif dan ditulis (بِسْمِ اللَّهِ)
  • Kedua dengan menyertakan Alif dan ditulis (بِاسْمِ رَبِّكَ)

Alasan huruf Alif washal dibuang yaitu untuk meringankan sebab kalimat BismillahiRahmaniRahim sering dibaca, baik dalam muamalah maupun ibadah.

Firman Allah Ta’ala:

وَقَالَ ارْكَبُوا فِيهَا بِسْمِ اللَّهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٌ رَحِيمٌ. سورة هود ٤١

إِنَّهُ مِنْ سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. سورة النمل ٣٠

إِنَّ هَذَا لَهُوَ حَقُّ الْيَقِينِ (٩٥) فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ (٩٦). سورة الواقعة

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ. سورة العلق ١

وَإِنَّهُ لَحَقُّ الْيَقِينِ (٥١) فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ (٥٢). سورة الحاقة

❄️Lafadz (الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ) adalah dua sifat yang diambil (muystaq) dari lafadz sama yaitu (الرَّحْمَة). Dalam B. Indonesia keduanya biasa kita terjemahkan dengan Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

❄️Lafadz رحمن berwazan فَعْلاَن dan lafadz رحيم berwazan فَعِيْل yang tentu keduanya memiliki perbedaan makna.

الرحمن اسم من أسماء الله الخاصة به وهو أخص أسماء الله بعد لفظ الجلالة وهو دال على الصفة القائمة به سبحانه

❄️”Ar-Rahman” memiliki makna lebih luas dibandingkan “Ar-Rahiim” sebab kasih sayang-Nya mencakup kepada semua makhluk. Artinya, Allah Ta’ala adalah Dzat yang maha rahmah kepada semua makhluk ciptaan-Nya yang ada dilangit dan bumi.

❄️”Ar-Rahmaan” hanya nama/sifat
bagi Allah Ta’ala tidak untuk makhluk, bahkan Ar-Rahmaan berada diurutan kedua setelah lafadz jalalaah الله

قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَٰنَ ۖ أَيًّا مَّا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَٰلِكَ سَبِيلًا. سورة الإسراء ١١٠

❄️Adapun “Ar-Rahiim” adalah kasih sayang yang hanya diberikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya yaitu orang yang diberi hidayah iman. Artinya, hanyalah orang beriman yang mendapatkan kasih sayang (Ar-Rahiim).

والرحيم: اسم من أسماء الله معناه الموصل رحمته إلى من يشاء من عباده.

Allah Ta’ala berfirman:

هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا. الأحزاب ٤٣

“Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia (Allah) Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.”

❄️Berbeda dengan “Ar-Rahman” yang hanya khusus bagi Allah Ta’ala, sedangkan “Ar-Rahiim” Allah menjadikan sifat bagi Rasul Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allah Ta’ala berfirman:

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ. التوبة ١٢٨

“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.”

Qira’ah Basmalah:

Ulama Qiraat sepakat untuk membaca basmalah diawal setiap surah kecuali At-Taubah, baik diwashalkan maupun tidak. Adapun apabila mulai membacanya ditengah surah, seorang Qori boleh membaca basmalah atau hanya isti’adzah saja.

Apakah Baslamah merupakan ayat AlQuran ?

Jumhur Ulama sepakat bahwa Basmalah merupakan bagian dari Surah An-Naml Ayat 30

قال تعالى: إِنَّهُ مِنْ سُلَيْمانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Kemudian perbedaan pendapat terjadi terkait apakah basmalah hanya ayat dari Surah An-Naml saja atau ayat dari surah Al-Fatihah atau ayat dari setiap surah kecuali surah At-Taubah?

Pendapat pertama:

Ulama Qiraat Madinah, Bashrah dan Syam termasuk Imam Malik Bin Anas, Abdulah Bin Ma’bad dan Madzhab Hanafi berpendapat bahwa Basmalah bukan ayat dari setiap surrah melainkan hanya bagian dari Surah An-Naml. Ditulis disetiap awal surah sebab untuk permulaan membaca, mengharapkan berkah dan pemisah antara surah.

Pendapat Kedua:

Sa’id Bin Jubair, Imam Syafi’i, Ulama Qiraat Makkah dan Kuffah berpendapat bahwa Basmalah adalah ayat dari surah Al-Fatihah

استدلوا بحديث أم سلمة عندما سئلت عن قراءة النبي فقالت: «كان يقطع قراءته آية آية، بسم الله الرحمن الرحيم، الحمد لله رب العالمين، الرحمن الرحيم». ووجه استدلالهم أن الرسول قرأ البسملة مع الفاتحة، قالوا: فدل هذا على أنها آية منها

Pendapat Ketiga:

Sebagian Ulama Qiraat Makkah dan Kuffah termasuk Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa Basmalah adalah ayat atau bagian dari setiap surah kecuali At-Taubah.

استدل أصحاب هذا القول بأدلة منها: ثبوت البسملة في المصاحف مع كل سورة سوى براءة مما يدل على أنها آية أو تعد آية من كل سورة. وما رواه أنس بن مالك قال: «أغفى النبي صلى الله عليه وسلم إغفاءة ثم تبسم ضاحكًا فقال: أنزل علي سورة، ثم قرأ بسم الله الرحمن الرحيم إنا أعطيناك الكوثر فصلي لربك وانحر إن شانئك هو الأبتر». ووجه استدلالهم من الحديث أن البسملة آية أنزلت مع سورة الكوثر فهي كذلك آية أو بعض آية من كل سورة تنزل معها وتعد منها

Kenapa Surah At-Taubah (Al-Bara’ah) tidak didahului basmallah ?

1). Abdullah Bin Abbas bertanya kepada Sayyidina Ali Bin Abi Thalib prihal tidak dicantumkannya basmalah pada surat At-Taubah. Lalu Sayyidina Ali menjawab: “Dalam basmallah terdapat ketentraman, rasa aman, rahmat dan kasih sayang. Sedangkan dalam surah At-Taubah terdapat pristiwa perang yang tentu saja kondisi tidak aman. Dengan demikian kedua hal ini tidak bisa disatukan.

لأن بسم الله الرحمن الرحيم رحمة وبراءة سخط، قال عبد الله بن عباس: «سألت علي بن أبي طالب: لم لم يكتب في براءة “بسم الله الرحمن الرحيم”، قال: لأن بسم الله الرحمن الرحيم أمان وبراءة نزلت بالسيف ليس فيها أمان»

2). Riwayat Imam Ahmad Bin Hanbal dan Imam Attirmidzi dari Abdullah Bin Abbas berkata “Aku bertanya kepada Utsman kenapa diantara Surah Al-Anfal dan At-Taubah tidak dipisah dengan Basmalah”. Utsman berkata: “Surah Al-Anfal termasuk surah yang ditutunkanya awal, sedangkan At-Taubah termasuk surah yang ditutunkanya menjelang akhir.

Dan pada masa diturunkanya wahyu, Nabi selalu memanggil tim penulis agar meletakan ayat, surah atau beberapa ayat sesuai tata letaknya. Untuk Surah Al-Anfal dan At-Taubah, Nabi tidak menjelaskan apakah dua surat ini berbeda atau At-Taubah bagian dari Al-Anfal. Dengan demikian, Utsman dan Tidak mencantumkan basmalah pada awal surah At-Taubah.

أن السبب هو ما رواه الإمام أحمد بن حنبل في مسنده والترمذي في سننه عن عبد الله بن عباس قال: «قلت لعثمان رضي الله عنه: ما حملكم على أن عمدتم إلى سورة الأنفال وهي من المثاني وإلى سورة براءة وهي من المئين فقرنتم بينهما ولم تكتبوا بينهما سطر بسم الله الرحمن الرحيم فوضعتموها في السبع الطوال فما حملكم على ذلك، قال

3). Orang Arab terdahulu mempunyai tradisi apabila melakukan sebuah perjanjian (الاتفاقية) dengan suatu kaum lalu ingin memutuskanya, mereka akan mengirim surat pemutusan tanpa mencantumkan kalimat basmalah. Kemudian ketika Nabi memutuskan perjanjian dengan orang-orang musyrik, Nabi mengutus Ali Bin Abu Thalib agar membacakan surah At-Taubah kepada mereka. Sayyidina Ali pun membacakanya tanpa diawali dengan basmallah sesuai adat leluhur mereka

إن ذلك من شأن العرب إذا كان بينهم وبين قوم عهد، فإذا أرادوا نقضه كتبوا كتابًا ولم يكتبوا فيه: بسم الله الرحمن الرحيم، فلما نزلت سورة براءة بنقض العهد الذي كان بين الرسول وبين المشركين بعث النبي علي بن أبي طالب فقرأها عليهم في الموسم ولم يبسمل على ما جرت به عادتهم

4). Ketika penyusunan Mushaf pada masa khilafah Utsman Bin ‘Affan, terdapat dua kelompok sahabat berbeda pendapat terkait apakah surat At-Taubah dan Al-Anfal merupakan satu surah tidak terpisah atau keduanya berbeda.

Agar perselisihan lekas damai, Utsman memutuskan untuk tidak mencantumkan basmalah agar kedua kelompok dapat tidak berselisih kembali. Kelompok yang menganggap kedua surah ini adalah satu surat, mereka menerimanya. Lalu Kelompok yang menganggap keduanya adalah dua surat juga menerimanya.

لأنهم اختلفوا هل هما سورتان أو سورة واحدة، فتركت بينهما فرجة لقول من قال إنهما سورتان، وتركت بسم الله الرحمن الرحيم لقول من قال إنهما سورة واحدة، فرضي الفريقان، وثبت حجتهما في المصحف

Tafsir Basmalah:

Bismillah ( dengan menyebut nama Allah, “Ar-rahman” “Ar-rahiim yang Maha luas kasih sayang-Nya. Aku memulai aktivitas ini disertai dengan nama-Mu Ta’ala yang maha esa.

Basmalah merupakan kalimat suci yang mencerminkan keihlasan dan kerendahan hati seseorang atas keyakinan dan rasa optimistis dengan melibatkan Sang Pencipta alam dalam semua aktivitasnya, baik muamalah maupun Ibadah. Kita sebagai seorang muslim, seyogianya selalu menyebut nama Allah Ta’ala agar mendapatkan berkah dunia dan akhirat.

Keutamaan membaca Basmalah;

Diantara keutamaan lafadz basmalah yaitu:

1). Basmalah merupakan ayat yang hanya diturunkan kepada Rasul Muhammad dan Nabi Sulaiman.

وقد روى ابن مَرْدُويه، من حديث يزيد بن خالد، عن سليمان بن بريدة، وفي رواية عن عبد الكريم أبي أمية، عن ابن بريدة، عن أبيه؛ أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: “أنزلت عليّ آية لم تنزل على نبي غير سليمان بن داود وغيري، وهي بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ”.

Artinya, “Ibnu Murduwiyah dari hadits Yazid bin Khalid, dari Sulaiman bin Buraidah, dalam sebuah riwayat Abdul Karim Abi Umayyah, dari ayahnya bahwa Rasulullah SAW, ‘Sebuah ayat diturunkan kepadaku, ayat yang tidak pernah diturunkan kepada seorang nabi selainku kecuali Sulaiman bin Dawud. Ayat itu berbunyi ‘bismillahir rahmanir rahim,” (Ibnu Murduwiyah dan HR At-Thabarani).

2). Basmalah mendapatkan keberkahan dan  menjadi benteng dari syaitan

روى جابر بن عبد الله أن النبي قال: «لما نزلت بسم الله الرحمن الرحيم هرب الغيم إلى المشرق، وسكنت الرياح، وهاج البحر، ورجمت الشياطين، وحلف الله بعزته وجلاله أن لا يسمى اسمه على شيء إلا بارك فيه

Dari Jabir bin Abdullah, ketika ayat “Bismillahir rahmanir rahim” turun, awan bergerak ke timur, angin menjadi tenang, laut bergelombang, dan setan dilempari di langit. Allah bersumpah dengan kebesaran dan keagungan-Nya bahwa sesuatu yang dinamai dengan nama-Nya niscaya mendapat keberkahan-Nya, (HR Abu Ya’la, Al-Hakim, dan Al-Bazzar).

3). Dengan basmalah akan selamat dari 19 malaikat Zabaniyah

قال عبد الله بن مسعود: «من أراد أن ينجيه الله تعالى من الزبانية التسعة عشر، فليقرأ بسم الله الرحمن الرحيم فإنها تسعة عشر حرفًا، ليجعل الله كل حرف منها جنة من واحد منهم

Abdulah Bin Mas’ud berkata, “Siapa saja yang ingin diselamatkan oleh Allah dari 19 malaikat Zabaniyah, hendaklah ia membaca ‘Bismillahir rahmanir rahim’ karena memiliki 19 huruf agar Allah menjadi setiap huruf sebagai prisai baginya dari setiap malaikat Zabaniyah,”.

4). Basmalah menjadi penyempurna segala aktivitas

روى أبو هريرة قال: «قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: كل كلام أو أمر ذي بال لا يفتح بذكر الله فهو أبتر أو قال أقطع

“Setiap perkara yang memiliki kepentingan (Aktivitas), tidak diawali dengan بسم الله الرحمن الرحيم maka ia terputus!”

5). Basmalah termasuk Asma Allah Ta’ala

روي عن عثمان بن عفان أنه سأل رسول الله عن بسم الله الرحمن الرحيم فقال: «هو اسم من أسماء الله، وما بينه وبين اسم الله الأكبر إلّا كما بين سواد العين وبياضها من القرب

Ketika Sayyidina Utsman bertanya tentang “bismillah” kepada Rasulullah. Beliau menjawab, “Itu (bismillah) adalah salah satu asma Allah. Jarak Allah dan asma-Nya yang maha besar itu hanya sebatas jarak hitam mata dan putih mata saking dekatnya,” (Ibnu Abi Hatim dan HR Al-Hakim).

والله أعلم

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 4.9 / 5. Vote count: 196

No votes so far! Be the first to rate this post.

loading...

Tinggalkan Komentar

Latest News

Definisi dan ‘Irab Isim Mutsanna (المُثَنَّى)

Apa itu Mutsanna? Perhatikan contoh-contoh berikut:  ذَهَبَ الطَّالِبَانِ إِلَى المَدْرَسَةِ / رَأَيْتُ الطَّالِبَيْنِ أَمَامَ المَدْرَسَةِ / سَلِّمْ عَلى الطَّالِبَيْنِ الجَالِسَيْنِ أَمَامَ...

Kitab An-Nahwu Al-Wafi [Abbas Hasan]

اسم الكتاب : النحو الوافي مع ربطه المؤلف : عباس حسن الناشر : دار المعارف الطبعة الثالثة عدد مجلدات : ٤ Kitab An Nahwu Al Wafi...

Tidak perlu mengingat namaku

لاَ حَاجَةَ إٕلَى ذِكْرِ اسْمِيْ Tidak perlu mengingat namaku إِنَّ كُلَّ رَجُلٍ مِنَّا عَفَا اللَّهُ عَنَّا وَ عَنِ الْمُسْلِمِيْنَ إِذَا أَتَي بِمأثّرَةٍ أَوْ قَامَ بِعَمَلٍ يَسْتَرْعِي...

Kaidah Dzharaf [مفعول فيه]Lengkap dengan contoh dari AlQuran

Maf'ul Fih ( Dzorof Zaman & Makan) Perhatikan contoh berikut: ضَرَبَ خَالِدٌ الكَلْبَ ثم جَلَسَ Kholid telah memukul seekor anjing Dari contoh diatas, Kita mengetahui bahwa sudah terjadi...

Liburan Idul Adha (Hiwar Bahasa Arab)

عِيدُ الأَضْحَى Idul Adha أَعْجَبَ جَوْنُ بِمَا شَاهَدَهُ فِي عِيْدِ الفِطْرِ المُبَارَكِ، وَلَمَّا حَدَّثَهُ قَاسِمٌ عَنْ عِيْدِ أَخَرَ وَهُوَ عِيدُ الأَضْحَى، أَبْدَى جَوْنُ رَغْبَتَهُ فِي حُضُوْرِ...
loading...

More Articles Like This

WhatsApp chat