Ilmu Bayan dan Tiga Obyek Pembahasannya

Must Read

Huruf yang diucapakan namun tidak ditulis (ينطق ولا يكتب)

Bismillahirahmanirahim. Sambungan dari materi sebelumnya tentang 'Huruf Yang Ditulis Namun Tidak Diucapkan'. Sekarang kabalikanya yaitu 'diucapkan namun tidak ditulis'. Diantara...

Huruf yang ditulis namun tidak dibaca (يكتب ولا ينطق)

Dalam kaidah imla, terdapat huruf-huruf yang ditulis namun tidak diucapkan (ما يكتب ولا ينطق). Diantara huruf tersebut yang paling...

Perbedaan Hamzah Qatha’ dan Washal (همزة القطع والوصل)

Bisamillahirahmanirahim. Materi kaidah imla (penulisan) yang berkaitan dengan hamzah qatha' dan hamzah washal. Mengetahui kedua hamzah ini sangat penting...

5
(15)

Tiga Obyek Pembahasan Ilmu Bayan

Sebelumnya kita telah mengetahui bahwa ada tiga pembahsan utama dalam Ilmu Balaghah. Yaitu; Ilmu Ma’ani, Bayan dan Ba’di. Tulisan kali ini akan membahas tiga obyek pembahasan dalam Ilmu Bayan. Namun sebelum itu, mari kita telaah kembali apa itu Ilmu Bayan, peletak cabang keilmuan ini dan manfaat dari mempelarinya.

Definisi Ilmu Bayan

Bayan secara bahasa bayan artinya terbuka atau jelas. Jadi apabila ditilik secara bahasa ilmu Bayan adalah “Ilmu yang berkaitan dengan cara menyampaikan suatu makna dengan jelas”. Sedangkan menurut istilah Ulama Balaghah adalah:

علم يُعرف به إيراد المعني الوَاحِد بِطُرُقٍ يَختلِف بعضُها عن بعض في وُضوح الدلالة علي نفس ذالك المعني، و لا بد من اعتبار المطابقة لمقتضي الحال دائماً.

“Ilmu yang mempelajari cara-cara mengemukakan suatu gagasan dengan berbagai macam redaksi, tanpa mengesampingkan makna gagasan itu sendiri sesuai dengan muqtadla al-hal (situasi dan kondisi)”.

Pengertian di atas bukanlah satu satunya definisi yang dikemukakan oleh para pakar. Ada beberapa pakar lain yang mempunyai definisi tersendiri tentang ilmu ini. Di antaranya

1. Imam Akhdhari

Ilmu Bayan ialah ilmu yang mempelajari tata cara pengungkapan suatu makna dengan menggunakan susunan kalimat yang berbeda-beda penjelasannya (dari yang jelas, kurang jelas dan lebih jelas).

2. H A. Wahab Muhsin

Menurut beliau ilmu bayan adalah ilmu untuk mengetahui cara menyusun satu pengertian dengan bermacam-macam redaksi.

3. Rukyatul Hilal dan Yayan Nurbayan

Menurut keduanya, ilmu bayan adalah suatu ilmu yang memuat konsep dan kaidah-kaidah untuk menyampaikan suatu ide dengan beberapa cara yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Dari seluruh pengertian di atas artinya Ilmu Bayan merupakan ilmu untuk mengetahui teknik-teknik mengekspresikan suatu ide fikiran atau perasaan dengan menggunakan ungkapan yang sesuai dengan konteksnya. Ungkapan tersebut bervariasi antara satu kondisi dengan kondisi lainnya.

Baca: Perbedaan maksud kata Fashahah dan Balaghah

Peletak Ilmu ini Bayan dan Manfaat Mempelajarinya

Ilmu Bayan pertama kali dikembangkan oleh Abu Ubaidah Ibn al-Matsani (211 H). Sebagai dasar pengembangan ilmu ini beliau menulis sebuah kitab dengan judul Majaz Alquran. Dalam perkembangan berikutnya muncul seorang tokoh terkemuka dalam ilmu ini yaitu Abd al-Qahir al-Jurzani (471 M).  Ilmu ini terus berkembang dan disempurnakan oleh para ulama berikutnya, sepeti al- Jahizh ibn Mu’taz, Quddamah, dan Abû Hilal al- ‘Askari.

Objek kajian ilmu Bayan adalah tasybîh, majaz, dan kinayah. Melalui ketiga bidang ini kita akan mengetahui ungkapan-ungkapan bahasa Arab yang fasîh, baik dan benar. Mengetahui ungkapan-ungkapan yang tidak fasîh dan tidak cocok untuk diucapkan. Ilmu ini pula dapat membantu kita untuk mengungkapkan suatu ide atau perasaan melalui bentuk dan uslub yang bervariasi sesuai dengan muqtadha al-hal.

Dengan pengetahuan di atas seseorang akan mampu menangkap kemukjizatan Alquran dari aspek bahasanya. Dengan kemampuan yang memadai pada ilmu ini seseorang akan mampu menangkap keindahan, ketepatan, dan kehebatan ayat Alquran, baik pada tataran jumlah, kalimah, sampai kepada huruf-hurufnya.

Tiga Obyek Pembahasan Ilmu Bayan

Telah disinggung diparagraf sebelumnya bahwa pembahasan utama dari ilmu ini ada tiga. Semuanya berkaitan dengan pola menyampaikan sebuah gagasan. Ketiga obyek pembahasan ini adalah tasybîh, majaz, dan kinayah.

Pertama adalah tasybih

Menurut bahasa bermakna tamtsîl yang artinya perumpamaan atau penyerupaan. Sedangkan tasybîh menurut ahli ilmu Bayân adalah suatu istilah yang di dalamnya terdapat pengertian penyerupaan atau keterikatan makna antara dua perkara (musyabbah dan musyabbah bih). Keterikatan makna tersebut terjadi pada suatu makna (wajh al-syibh) dan dengan menggunakan sebuah alat (adat tasybîh).

Kedua adalah Majaz

Secara bahasa Majaz bermakna melewati. Majaz adalah suatu perkataan yang dipakai pada bukan tempatnya atau tidak pada makna aslinya karena ada hubungan dan qarinah yang melarang penggunaan makna asal.

Ketiga adalah Kinayah

Kinayah adalah lafadz yang disampaikan dan yang dimaksud adalah kelaziman maknanya, disamping boleh juga yang dimaksud pada makna yang sebenarnya. Dari pengertian tersebut dapat difahami bahwa kinayah adalah suatu ungkapan yang biasa dipakai oleh suatu kaum (dalam hal ini orang arab sebagai penutur asli bahasa Arab) dan yang dimaksud adalah bukan makna aslinya walaupun bisa diartikan dengan makna yang sebenarnya.

Lihat referensi:

  • Jawahirul Balaghah, karya Syekh Sayyid Ahmad Al-Hasyimi, hal 47-50

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 15

No votes so far! Be the first to rate this post.

Recomended

Mengenal Kaidah Uslub Ta’ajjub (أُسْلُوْبُ التَّعَحُّبِ)

Uslub Ta'ajjub (أُسْلُوْبُ التَّعَحُّبِ) dalam Ilmu Nahwu ذَاتَ يَوْمٍ، ذَهَبَ خَالِدٌ وَصَديقُهُ أحمدُ إلى شاطيء البحرِ لِقَضَاءِ العطلة المدرسية. شاهدا في طريقهما المناظر الطبيعية الجميلة....

Kerja Bakti (العَمَلُ التَّعَاوُنِىُّ) Bahasa Arab

العَمَلُ التَّعَاوُنِىُّ فِى بِلاَدِنَا اِنْدُوْنِيْسِيَا Gotong Royong Di Negri Indonesia الأَعْمَالُ التَّعَاوُنِيَّةُ فِي طَبِيْعَةِ الشَّخْصِيَةِ الاِنْدُوْنِيْسِيَّةِ أنَّهَا تَمِيْلُ إِلَى مُسَاعَدَةِ الأخَرِيْنَ دُوْنَ رجاءِ مَقَابِلِ مَدْىِّ أَوْ...

Contoh Surat Bahasa Arab Untuk Seorang Kawan

رِسَالَةٌ قَصِيْرَةٌ لِصَدِيْقِي الفاضل خالد Sepucuk surat teruntuk saudara ku Kholid مُرَشِّحٌ فِي الانْتِخَابَةِ الرَئَاسَةِ لِلاتِّحَادِ الطُّلَابى بِكُلِيَّةِ اللُّغَةِ العَرَبِيَّةِ Kandidat dalam pemilihan ketua untuk ikatan mahasiswa...

Perbedaan Hamzah Qatha’ dan Washal (همزة القطع والوصل)

Bisamillahirahmanirahim. Materi kaidah imla (penulisan) yang berkaitan dengan hamzah qatha' dan hamzah washal. Mengetahui kedua hamzah ini sangat penting sebab apabila penulisanya tidak benar,...

Tinggalkan Komentar

Latest News

Huruf yang diucapakan namun tidak ditulis (ينطق ولا يكتب)

Bismillahirahmanirahim. Sambungan dari materi sebelumnya tentang 'Huruf Yang Ditulis Namun Tidak Diucapkan'. Sekarang kabalikanya yaitu 'diucapkan namun tidak ditulis'. Diantara...

Huruf yang ditulis namun tidak dibaca (يكتب ولا ينطق)

Dalam kaidah imla, terdapat huruf-huruf yang ditulis namun tidak diucapkan (ما يكتب ولا ينطق). Diantara huruf tersebut yang paling...

Mengetahui Kata kerja Perintah (Fi’il ‘Amr)

KATA KERJA PERINTAH فعل الأمر Bentuk redaksi perintah didalam Bahasa Arab terdapat 4 bentuk antara lain: الأمر / الطلب يأتي بأربعة صيغٍ 1. Dengan redaksi bentuk Fi'il Amr...

Juha Penjual Kain Sutra

جُحَا بَائِعُ الحَرِيْرِ Juha Penjual Kain Sutra قَالتْ زَوْجَةُ جُحَا : خُذْ هٰذَ الحَرِيْرَ وَبِئْهُ لَنَا فِي السُّوْقِ، قَالَ جُحَا : اطْمَئِنِّى فَإِنِّي سَوْفَ آتِى لَكِ...

Kaidah Hitungan Dalam Bahasa Arab (‘Adad & M’adud)

Kaidah Hitungan Dalam Bahasa Arab (‘Adad & M’adud) Hitungan dalam bahasa arab disebut ‘Adad عدد dan yang dihitung disebut dengan M’adud معدود Meski materi ini cukup...

Isim Ma’rifat & Nakirah (khusus dan umum)

بسم الله الرحمن الرحيم Pada kesempatan kali ini kita akan mengenal apa itu Isim Ma’rifat (Khusus) & Isim Nakiroh (Umum) Perhatikan contoh berikut: فِى الحَدِيْقَةُ رَجُلٌ /...

Sponsored Articles

More Articles Like This