Hukum Membuang Huruf Nun (حذف النون)

5
(3)

Pertanyaan dari Ukhty Nafisah (Tasikmalaya). Kapan boleh membuang huruf nun dari kana (كان) dalam bentuk mudhari’ (يكون) seperti pada surah An-Nahl ayat 120?

بسم الله الرحمن الرحيم

Berikut dua ayat yang ditanyakan di atas.

لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ مُنفَكِّينَ حَتَّىٰ تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ. سورة البينة ١

Terjemah Arti: “Orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata.

” إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِّلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ. سورة النحل ١٢٠

Terjemah Arti: “Sungguh, Ibrahim adalah seorang imam (yang dapat dijadikan teladan), patuh kepada Allah dan hanif. Dan dia bukanlah termasuk orang musyrik (yang mempersekutukan Allah).”

Huruf Nun (النون) pada fi’il kana كَانَ – يَكُوْنُ boleh dibuang untuk tujuan takhfif (peringanan) apabila memenuhi ketentuan berikut:

  • Mesti berupa fi’il mudhari’ (يَكُوْنُ)
  • Mesti fi’il mudhari’ majzum (dimasuki perangkat jazm)
  • Harakat huruf setelah nun tidak sukun
  • Setelah nun tidak terdapat dhamir muttashil

Apabila ke-4 syarat di atas sudah terpenuhi, maka huruf nun dari يكون boleh dibuang seperti pada ayat 120 An-Nahl di atas.

Kenapa huruf nun pada لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ tidak dibuang ?

Sebab huruf setelah nun berharakat sukun yaitu alif.

Kenapa huruf nun pada وَلَمْ يَكُ مِنَ dibuang?

Sebab huruf setelah nun berharakat kasrah yaitu mim

Dalam hadist Shahih Bukhari:

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنْ يَكُنْهُ فَلَنْ تُسَلَّطَ عَلَيْهِ ، وَإِنْ لَمْ يَكُنْهُ فَلاَ خَيْرَ لَكَ فِي قَتْلِهِ “

Apabila dia (adalah Dajjal), engkau tidak mampu mengalahkannya. Dan jika bukan, sia-sialah membunuhnya.”

Kenapa huruf nun dari إِنْ يَكُنْهُ dan لَمْ يَكُنْهُ pada hadits di atas tidak dibuang?

Sebab huruf setelah nun berupa dhamir muttashil

Bagaimana cara meng’irabnya apabila nun tersebut sudah dibuang?

لَمْ يَكُ
لم : حرف نفي وجزم
يكُ : فعل مضارع ناقص مجزوم، وعلامة جزمه السكون على النون المحذوفة للتخفيف

Adapun untuk huruf wawu pada يكون dibuang sebab merupakan huruf illat, dimana dia termasuk fi’il mu’tal ajwaf.

Membuang nun selain dari يكون

  • Dari fi’il lima yang merupakan tanda nashab dan jazm ketika dimasuki amil nawashib dan jawazim atau ketika dimasuki nun taukid

يذهَبَانِ -» لَنْ/لَمْ يَذْهَبَا
يذهَبُوْنَ -» لَنْ/لَمْ يَذْهَبُوْا

طَالِبَانِ + علم -» طَالِبَا العلم
طَالِبُونَ + علم -» طَالبُو العلم

  • Dari huruf In syartiyyah pada uslub syarat ketika terhubung dengan la nafiyyah (إِنْ + لا = إلَّا)

إِلَّا تَنفِرُوا يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا. التوبة ٣٩
إِلَّا تَنصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ الله. التوبة ٤٠

  • Membuang nun dari an mashdariyyah ketika terhubung dengan la nafiyyah (أن + لا = ألاّ)

أَنْصَحُكَ أَلَّا تَضْرِبَ الكَلْبَ

  • Dari huruf In syartiyyah ketika terhubung dengan ma zaidah (إِنْ + ما = إِمَّا)

وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. فصلت ٣٦

  • Membuang nun dari huruf jar min dan ‘an ketika bersambung dengan ma

مِنْ + مَا -» مِمَّا
عَنْ + مَا -» عَمَّا

عَمَّ يَتَسَاءَلُونَ. النبأ ١

Catatan:

Huruf nun dari an (أن) takhfif dari anna (أَنَّ) tidak dibuang secara lafadz apabila terhubung dengan la nafiyyah. Namun, ketika diucapkan dia dibuang (diidghamkan).

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

Walahu’alam. Semoga jawaban singkat ini cukup membantu.

Untuk terjemah dan tafsir contoh dari Al-Qur’an bisa dilihat di situs tafsirweb

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 3

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bahasa Arab (Pergi ke Restaurant)

Cerita Pendek Berbahasa Arab menceritakan ketika suatu saat terbangun dari tidur karna merasa perut lapar lalu diajak sama kawan pergi ke rumah makan ( الْقِصَّةُ...

‘Irab dan Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 11-20

Lanjutan dari ayat sebelumnya yang menceritakan sikap orang-orang munafik pada awal Surah Al-Baqarahبسم الله الرحمن الرحيموَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا...

Kaidah Na’at Man’ut (النعت و المنعوت) Lengkap dengan contoh ‘Irab

Bismillahirahmanirahim. In Syaa Allah Kita akan membahas Pasal Isim-Isim yang 'Irabnya biasa mengikuti Isim-Isim sebelumnya yang disebut dengan Attawaabi' ( التوابع )Siapa mereka dan...

Mengetahui Kata kerja Perintah (Fi’il ‘Amr)

KATA KERJA PERINTAH فعل الأمر Bentuk redaksi perintah didalam Bahasa Arab terdapat 4 bentuk antara lain: الأمر / الطلب يأتي بأربعة صيغٍ 1. Dengan redaksi bentuk Fi'il Amr...

Fa’il dan Naibul Fa’il (الفاعل ونائب الفاعل) Lengkap dengan ‘Irab

 البحث عن الفاعل ونائب الفاعل ( قواعد و إعراب) مع أمثلة واضحةSebagaimana kita ketahui bahwa Isim-Isim yang dirafa'kan atau yang disebut dengan istilah marfu'atulasma...

Kaidah ‘Athaf (عطف النسق والبيان) Lengkap dengan ‘Irab

Melanjutkan Pasal Tawaabi' yang ketiga setelah Taukid (التوكيد) yaitu 'Athaf (العطف)إن شاء الله سندرس قواعد العطف و سنتعرف على أنواعه وكيفية إعرابه مع أمثلة...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

I’rab kalimat (ربا،دينا، نبيا)Pada Bacaan Dzikir Pagi/Petang

Pertanyaan dari Ukhty Nur Hasanah terkait i'rab kalimat pada bacaan dzikir Pagi/PetangBagaimanakah i'rab kalimat رَبًّا, دِيْنًا,نَبِيًّا pada bacaan dzikir...

Hal dan Amilnya Dalam Surah Maryam 29

Pertanyaan dari Ukhty Nur (Malaysia) terkait hal dan na'at.Pertanyaan pertama: Apakah kata مختلف pada Surah Fatir Ayat 27 adalah...