Gerombolan Srigala Pembangkang (الثعالب العنيدة)

Must Read

Huruf Asli & Huruf Tambahan (Ilmu Sharf)

Huruf Asli & Huruf Tambahan (Ilmu Sharf) Mengetahui huruf asli dan tambahan pada suatu kata dalam bahasa arab sangat penting,...

Pengertian Al-Qalb Al-Makani (Ilmu Sharf)

Pengertian Al-Qalb Al-Makani (القلب المكاني) Al-Qalb Al-Makani (transposisi) adalah salah satu istilah yang terdapat dalam ilmu sharf. Imam As-Suyuthi dalam...

Pengertian Al-Mizan As-Sharfi (المِيْزَانُ الصَّرْفِي)

Pengertian Al-Mizan As-Sharfi (المِيْزَانُ الصَّرْفِي)   Mafhum Al-Mizan As-Sharfi Bagi kalian yang pernah belajar ilmu sharf pasti tidak asing dengan istilah 'mizan...
TMBAhttps://bahasa-arab.com/
Belajar Bahasa Arab tidak semudah membalikan telapak tangan, butuh keseriusan dan istiqomah. Namun tidak ada kata terlambat jika kita ingin ingin mempelajarinya.

5
(15)

الثَّعَالِبُ العَنِيْدَةُ

Gerombolan Srigala Pembangkang

Seperti biasa latihan terjemah ini tidak terlalu keluar jauh dari text arabnya (tekstual) agar kita mengetahui arti setiap kosa-kata yang digunakan oleh pengarang cerita. Sebabnya, hampir dari setiap latihan terjemah yang ada di TMBA akan terasa sedikit rancu ketika dibaca. Anyway,,, mari ikuti alur ceritanya.

فِي الغَابَةِ الجَمِيْلَةِ كَانَتِ الحيواناتُ تُحَافِظُ على مَوَاعِيْدِهَا، فَهِيَ تَقُومُ بَاكِرً لِلصَّيْدِ وَلَوْ تَأَخَّرَ في النَّومِ لَضَاعَ عَلَيْهِ طَعَامُهُمْ، وَتَنَامُ مُبْكِرًا إلاَّ سَيَضِيْعُ عَلَيْهَا طَعَامُ الصَّبَاحِ. وَكذلكَ مَوَاعِيْدُهُمْ كَانَتْ مُنْضَبِطَةً جِدًّا خَاصَةً مَعَ الأسَدِ مَلَكِ الغَابَةِ، لِأَنَّهُ إِنْ غَضِبَ عَلى المُتَأَخِّرِ سَيَأكُلُهُ.

Di hutan yang indah, hidup gerombolan binatang yang selalu patuh (disiplin waktu) dengan bangun pagi untuk berburu, apabila mereka terlambat akan luput dari jatah makanan, mereka juga tidur di waktu dini kecuali akan luput dari jatah sarapan pagi. Begitu juga dengan janji-janji mereka yang selalu tepat terutama ketika berjanji dengan si raja hutan (singa), sebab apabila dia sampai marah kepada yang terlambat, dia akan memangsanya.

وَذَاتَ صَبَاحٍ ظَلَّ الأسَدُ عَلى غَيْرِ عَادَتِهِ مُنْتَظِرًا حُضُورَ القِرْدِ في المَوْعِدِ وَلَكِنَّهُ تَأَخَّرَ كَثِيْرًا، وَبَعْدَ طُولِ انْتِظارٍ جَاءَ القردُ مُتْعِبًا مُعْتَذِرًا خَائِفًا فَقالَ لَهُ الأسدُ : مَالَكَ جِئْتَ مُتَأَخِّرَا أَيُهَا القردُ ؟

Suatu pagi, tak biasanya singa menunggu kedatangan si kera yang terlambat, setelah penantian cukup lama akhirnya si kera datang dengan sangat lelah dan takut seraya meminta maaf. Singa berkata: Hai kera, kenapa kau datang terlambat ?

أجاب القرد : عَفْوَا يَا سَيِّدِي الأسدُ فَإِنَّ طُرُقَ الغَابَةِ أَصْبَحَتْ غَيرَ وَاضِحَةِ المَعَالِمِ، فَكُلَّمَا سَلَكْتُ طَرِيْقًا كَانَ خَطَأً أَوْ مَسْدُودًا، وَلِهٰذا ضَلَلْتُ الطَّرِيْقَ عِدَّةَ مَرَّاتٍ

Si kera menjawab: Maaf tuanku (singa) rambu-rambu jalanan hutan menjadi begitu tidak jelas, setiap aku menyusurinya pasti salah dan terhambat, sebab itu aku pernah menyasar beberapa kali.

قال الأسدُ : هٰذه شَكَوَى مُتَكَرِّرَةٌ مِنْ كُلِّ الحيونَاتِ، وَيَجِبُ أَنْ نَفْعَلَ شَيْئًا لِحَلِّ هٰذهِ المُشْكِلَةِ. إِنَّ الحِصَانَ خَيْرُ مَنْ يَحِلُّ هٰذهِ المُشْكِلَةِ لأَنَّهُ خِبْرَةٌ في المَشْيِ في الطُّرُقَاتِ. لاَبَأْسَ, اُدْعُ الحِصَانَ كَي يُقَابِلَنِي

Baca juga: kisah Singa – Si Raja Hutan

Singa: Keluhan ini berulang kali terjadi, kita mesti berbuat sesuatu untuk mengatasainya. Si kuda, dia paling bisa (baik) mengatasi hal ini sebab dia cukup piawai berjalan di hutan. Tak apa, panggil dia agar menemuiku.

تَقَابَلَ الحِصَانُ مَعَ الأَسَدِ، وَحَكَى لَهُ الأسدُ المُشْكِلَةَ وَكَلَّفَهُ يَبْحَثُهَا وَحَلَّهَا. ذَهَبَ الحِصَانُ لِيَسْتَطْلِعَ طُرُقَ الغَابَةِ لِيَتَعَرَّفَ على المُشْكِلَةِعلى طَبِيْعَتِهَا. ثُمَّ عَادَ الحِصَانُ إلى الأَسَدِ لِيُخْبِرَهُ بِمَا رَآهُ

Si kuda bertemu dengan singa lalu singa menceritakan permasalahan sekaligus menugaskan dia untuk mencari informasi berikut solusinya. Si kuda berangkat meninjau jalanan hutan untuk mengidentifikasi latar permasalahan. Selanjutnya diapun kembali menemui singa untuk melaporkan hasil penemuanya.

قال الأسدُ : مَاذَا وَجَدْتَ أَيُهَا الحصانُ ؟ أجاب الحصان : إِنَّ المُشْكِلَةَ أَنَّ بَعْضَ الحيواناتِ قَدْ أَقَامَتْ بُيُوتَهَا عَلى جَوَانِبِ الطُّرُقِ بِغَيْرِ انْتِظَامٍ، بَلْ إِنَّ بَعْضَهَا أَقَامُوا بُيُوتَهُمْ دَاخِلَ الطُّرُقِ نَفْسِهَا

Singa: Apa yang kau temukan ? Si kuda menjawab: Permasalahan ada pada segerombol binatang yang membangun pemukiman mereka di emperan jalan dengan tidak teratur, bahkan sebagian mereka membangunya di area jalan.

قال الأسدُ : مَا الحَلُّ في رَأيِكَ ؟ أَجَابَ الحصانُ : أَرَى أَنْ يُعَادَ تَنْظِيْمُ بُيُوتِ الحَيوناتِ بِحَيْثُ تَكُونُ هُنَاكَ طُرُقٌ مُنْتَظِمَةٌ وَوَاضِحَةّ. قال الأسدُ : سَوْف أُصْدِرُ قَرارًا بِإِزَالَةِ البُيُوتِ المُؤَدِّيَةِ لِلطُّرُقِ

Singa: Menurutmu apa solusinya? Kuda: Aku kira mesti menata kembali pemukiman binatang agar jalanan nampak rapih dan jelas”. Singa: Aku akan menerbitkan peraturan untuk menggusur pemukiman yang menjorok ke arah jalan

أُبْلِغَتِ الحيوناتُ بِقَرَارِ الأسَدِ وَشَرَحَ لَهُمْ الحِصَانُ أَهَمِيَّةَ تَنْظِيْمِ الطُّرُقِ، فَبَدَأُوا بِنَقْلِ بُيُوتِهِمْ إلى أَمَاكِنَ جَدِيْدَةٍ بَعِيْدَةٍ عَنِ الطُّرُقِ، مَا عَدَا الثَّعَالِبُ الَّذِيْنَ رَفَضُوْا نَقْلَ بُيُوتِهِمْ

Baca juga: Kisah Kesetiaan Tiga Sekawan 

Peraturan singa pun diinformasikan kepada semua binatang, dan si kuda ikut memaparkan pentingnya menata akses jalan hutan. Mereka mulai memindahkan pemukiman ke lokasi baru yang jauh dari jalan, kecuali gerombolan srigala yang telah menolak untuk dipindahkan.

ذَهَبَ الحِصَانُ إلى الثَّعالِبِ وَطَلَبَ مِنْهُمْ أَنْ يَمْتَثِلُوا لِأَمْرِ الأَسَدِ لِأَنَّ فِيهِ مَصْلَحَةً عَامَةً لِكُلِّ حَيَوَانَاتِ الغَابَةِ. قالتْ مَا لَنَا شَأْنٌ بِمَصْلَحَةِ الحيوانات، إِنَّ نَقْلَ بُيُوتَنَا سَوفَ يُكَلِّفُنَا جُهْدًا. قال الحصان : سَوفَ تُسَاعِدُكُمْ الحيواناتُ. قالتِ الثعالبُ : لاَ نُرِيْدُ مُسَاعَدَةً مِنْ أَحَدٍ

Si kuda pergi menemui gerombolan srigala dan meminta mereka agar mematuhi perintah singa, sebab untuk kepentingan semua binatang. Srigala: Kita tidak ada urusan dengan kepentingan mereka, memindahkan pemukiman akan sangat membebani kita. Kuda: Mereka akan membantu kalian. Srigala: Kita tidak ingin bantuan siapapun.

ذَهَبَ الحِصَانُ إلى الأسدِ وَأَخْبَرَهُ بِمَوْقِفِ الثَّعَالِبِ. غَضِبَ الأسدُ غَضْبًا شَدِيْدًا، وَقَرَّرَ أَنْ يَذْهَبَ لِمُعَاقَبَةِ الثَّعَالِبِ بِنَفْسِهِ وَيَفْتَرِسُ مَنْ يُعْصِي مِنْهُمْ

Si kuda pergi menemui singa dan melaporkan sikap srigala. Singa pun marah besar dan memutuskan akan menjorag mereka dan menghukumnya dengan tangan dia sendiri dan menerkam binatang yang tidak patuh.

وَبَيْنَمَا هُوَ يَسْتَعِدُّ لِلذِّهَابِ إلى الثَّعالبِ، دَخَلَ عَلَيْهِ الفِيلُ وَقال : مَالِي أَرَاكَ غَاضِبًا يَا مَلَكُ الغَابَةِ ؟ قال الأسدُ : إنَّ الثَّعالبَ يُصِرُّوْنَ عَلى مُخَالَفَةِ أَمْرِي وَإِفْسَادِ نِظَامِ الغَابَةِ، وَقَدْ قَرَّرْتُ عِقَابَهُمْ

Sementara singa sudah siap berangkat menjorag gerombolan srigala, paman gajah masuk dan berkata: Hai raja hutan, apakah iya aku melihatmu marah? Singa: Gerombolan srigala bersikeras melanggar perintaku dan merusak peraturan hutan, aku telah putuskan menghukum mereka.

قال الفيل : وَكَيْفَ قَرَّرْتَ أنْ تُعَاقِبَهُمْ. قال الأسدُ : سَوْفَ أَقْتُلُ المُخَالِفَ مِنْهُمْ وَقَدْ أَفْتَرِسُهُ. قال الفيل : اِنْتَظِرْ أيها الأسدُ، وَدَعْنِي أَسْأَلُ الحِصَانَ شيئا. قال الأسدُ : تفضّلُ

Gajah: Bagaimana kau memutuskan akan menghukum mereka? Singa: Aku akan membunuh yang melanggar dan mungkin aku akan menerkamnya. Gajah: Tunggu sebentar, biarkan aku menanyakan sesuatu kepada si kuda. Singa: Silahkan…

قال الفيل : هَلْ يُمْكِنُكَ تَصْمِيْمُ طَرِيقِ الغَابَةِ بَعِيْدًا عَنْ بُيُوْتِ الثَّعَالِبِ ؟ أجاب الحصان : نَعَمْ يُمْكِنُ ذٰلكَ مَعَ بَعْضِ الصُّعُوبَةِ. قال الفيل : حَاوِلْ أَنْ تَفْعَلْ هٰذا، وَدَعِ الثَّعَالِبَ في بُيُوتِهِمْ، سَوْفَ يَجْنِي عَلَيْهِمْ عَنَادُهُمْ

Baca juga: 

Gajah: Apakah mungkin kau merancang rute jalan hutan jauh dari lokasi pemukiman grombolan srigala? Kuda: Ya mungkin dengan sedikit kesulitan. Gajah: Coba lakukan dan biarkan gerombolan srigala tetap berada di pemukiman mereka, nanti juga mereka akan menuai akibatnya.

وَبِالفِعْلِ أَنْشَأَ الحِصَانُ طَرِيْقًا لِلغابَةِ يَمُرُّ بَعِيْدًا عَنْ بُيُوتِ الثَّعَالِبِ، وَاسْتَفَادَتِ الحَيَوانَاتُ مِنْ سُهُولَةِ الطَّرِيقِ وَصَارَ تَنْقُلُهَا سَهْلاً مَاعَدَا الثَّعَالِبُ الّتي صَارَتْ تُعَانِي مِنْ صُعُوبَةِ الحَرْكَةِ والنَّقْلِ، فَوُصُولُهُمْ لِلطَّرِيْقْ الجَدِيْدِ أَصْبَحَ مُتْعِبًا وَصَعْبًا

Sebenarnya si kuda telah membuat rute jalan hutan jauh dari lintasan pemukiman srigala yang semua binatangpun memperoleh kemudahan mengakses jalan dan berpindah dengan mudah, kecuali grombolan srigala yang masih merasakan sulitnya beraktifitas dan pelayanan sebab untuk sampai ke rute jalan baru sangat sulit dan melelahkan.

وَفي إِحْدَى اللَّيَالِي اسْتَيْقَظَتِ الحَيَوانَاتُ عَلى حَرِيْقٍ هَائِلٍ، إِذْ قامَتِ الطُّيُورُ بِتَنْبِيْهِ الحَيَوانَاتِ فَأَسْرَعَ الجَمِيْعُ يَحْمِلُ المَاءَ إلى مَكَانِ الحَرِيْقِ

Di suatu malam, semua binatang terbangun akibat terjadi kebakaran besar, kala itu kawanan burung memperingatkan mereka dan semuanya bergegas membawa air menuju lokasi kebakaran.

أُنْقِذَتْ مُعْظَمُ الحَيَوانَاتِ وَنَجَتْ بُيُوتُهَا مِنَ الحَرِيْقِ مَاعَدَا الثَّعَالِبُ الّذينَ لَمْ يَسْتَطِعُوا مُسَاعَدَةَ أَنْفُسَهُمْ، وَلَمْ تَسْتَطِعِ الحَيَوانَاتُ مُسَاعَدَتَهُمْ. فَتَسَبَّبَ الحَرِيْقُ في إِصَابَتِهِمْ وَبُيُوتِهِمْ، وَمَاتَ عَدَدٌ كَبِيْرٌ مِنْهُمْ وَذٰلكَ بِسَبَبِ صُعُوبَةِ الوصُولِ إليهم، فَالطَّرِيقُ الجَدِيْدُ بَعِيْدٌ عَنْهُمْ وَالوُصُولُ لَهُمْ صَعْبٌ جِدًّا

Sebagian besar binatang selamat dan pemukiman meraka lolos dari kebakaran, terkecuali gerombolan srigala yang tidak sanggup menyelamatkan diri mereka dan tidak juga mendapat bantuan binatang lain. Kebakaran telah menimpa mereka dan pemukiman, mayoritas dari mereka tewas akibat sulit dijangkau dan rute jalan yang baru jauh, sehingga untuk menjangkau mereka sangat sulit

وَبَعْدَ إِخْمَادِ النَّارِ وَنَقْلِ الضَّحَايَا، ذَهَبَ الفِيلُ وَالحِصَانُ لِزِيَارَةِ المُصَابِيْنَ وَكَانَ مِنْ بَيْنِهِمْ رَئِيْسُ الثَّعَالِبِ. قال الحصانُ : جِئْنَا نُعَزِّيْكَ وَنُوَاسِيكَ. الثّعْلبُ : شُكْرًا لَكَ أَيُهَا الحِصانُ، الآنَ أَدْرَكْتُ قِيْمَةَ نَصِيْحَتِكَ بِتَنْظِيْمِ بِنَاءِ البُيُوتِ، وَلَكِنْ بَعْدَ أَنْ دَفَعْنَا ثَمَنًا غَالِيًا

Selesai memadamkan api dan mengangkut korban kebakaran, paman gajah dan si kuda menemui para korban terluka yang diantaranya ada pimpinan srigala. Si kuda berkata: Kita datang untuk belasungkawa dan menghiburmu (srigala). Srigala: Terimakasih kuda, sekarang aku menyadari pentingnya nasihatmu untuk menata kontruksi pemukiman, namun sayang setelah kami membayarnya dengan nilai mahal.

Jangan lewatkan: Kumpulan Kisah Jenaka Juha

قال الفيل : مَا هِيَ نَصِيحَتُكَ لِلْحَيَوَانَاتِ أيها الثّعلبُ بَعْدَ هٰذه التَّجْرُبَةِ ؟ أَجَابَ الثّعْلَبُ وَعَيْنَهُ تَدْمَعُ : تَجَنَّبُوا العِنَادَ … فَإِنَّ العِنَادَ قَدْ يَكُوْنُ سَبَبَ الفَسَادِ

Gajah: Apa nasihatmu untuk semua kawanan binatang ? Dengan air mata berlinang, srigala menjawab: “Hindari membangkang yang terkadang menjadi penyebab kerusakan”.


اسم الكتاب : 50 قصة تحكيها لطفلك
المؤلّف : عبد الله محمد عبد المعطى
الطبعة : الأولى
الناشر : دار التوزيع والنشر
رقم الإيداع : 11416/2011
الترقيم الدولى : 6 – 818 – 265 – 977

Penerjemah : Anggota TMBA

Kosa kataالمفردات
Menjaga, mematuhi, memeliharaحَافَظَ - يُحَافِظُ على
Hilang, lenyapضَاعَ - يَضِيْعُ
Tepat, pas bangetاِنْضَبَطَ - يَنْضَبِطُ
Terlambatتَأَخَّرَ - يَتَأَخَّرُ
Menungguاِنْتَظَرَ - يَنْتَظِرُ
Menyusuri, mengarungiسَلَكَ - يَسْلِكُ
Menghalangi, merintangiسَدَّ - يَسُدُّ
Berulang-ulangتَكَرَّرَ - يَتَكَرَّرُ
Mensurvei, meninjauاسْتَطْلَعَ - يَسْتَطْلِعُ
Identifikasi, berkenalanتَعَرّفَ - يَتَعَرَّفُ على
Mengatasiحَلَّ - يَحِلُّ
Teraturاِنْتَظَمَ - يَنْتَظِمُ
Membebaniكَلَّفَ - يُكَلِّفُ
Menolakرَفَضَ - يَرْفُضُ
Mematuhiاِمْتَثَلَ - يَمْتَثِلُ
Menerkamاِفْتَرَسَ - يَفْتَرِسُ
Memutuskanقَرَّرَ - يُقَرِّرُ
Menghukumعَاقَبَ - يُعَاقِبُ
Melanggarخَالَفَ - يُخَالِفُ
Bersikerasأَصَرَّ - يُصِرُّ على
Selamatنَجَا - يَنْجُو

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 15

No votes so far! Be the first to rate this post.

Recomended

Merindukan Mati Syahid (الحنين إلى الشهادة)

Belajar mengharokati dan terjemah ini disampaikan melalui group whatsapp dan Telegram TMBA. قصة الحنين إلى الشهادة Kisah Merindukan Mati Syahid لَمَّا أَرَادَ رَسُوْلُ اللَّهِ ﷺ الْخُرُوْجَ إِلَى...

Huruf Asli & Huruf Tambahan (Ilmu Sharf)

Huruf Asli & Huruf Tambahan (Ilmu Sharf) Mengetahui huruf asli dan tambahan pada suatu kata dalam bahasa arab sangat penting, sebab akan memudahkan kita menemukan...

Perbedaan Makna Ayyun إي, أَيْ dan أَيّ

Perbedaan إي, أَيْ dan أَيّ Setelah mengetahui perbedaan hamzah istifham dan hamzah nida, selanjutnya kita akan mengetahui macam-macam ayyun اِيْ - أَيْ dan أَيٌّ dan perbedaanya...

Lam Istigatsah (لام الاستغاثة)

Lam Istigatsah (لام الاستغاثة) Pembahasan lanjutan dari macam-macam huruf lam setelah lam ta'lil, lam juhud dan lam ibtida yaitu lam istigatsah. Mari kita fahami mulai...

Tinggalkan Komentar

Latest News

Huruf Asli & Huruf Tambahan (Ilmu Sharf)

Huruf Asli & Huruf Tambahan (Ilmu Sharf) Mengetahui huruf asli dan tambahan pada suatu kata dalam bahasa arab sangat penting,...

Pengertian Al-Qalb Al-Makani (Ilmu Sharf)

Pengertian Al-Qalb Al-Makani (القلب المكاني) Al-Qalb Al-Makani (transposisi) adalah salah satu istilah yang terdapat dalam ilmu sharf. Imam As-Suyuthi dalam...

Sepucuk Surat Untuk Guruku (Bahasa Arab)

رِسَالَتِي إِلَيْكَ يَا أُسْتَاذِي Sepucuk Surat Untuk Guru-Ku إِنَّ التَّرْبِيَةَ هِيَ أَسَاسُ بِنَاءِ المُجْتَمَعَاتِ، لِذٰلِكَ تُعْتَبَرُ مِهْنَةُ المُعَلِّمِ مِنْ أَهَمِّ المِهَنِ فَهُوَ الَّذِي يُعْطِي الطُّلاَبَ المَعْلُوْمَاتِ...

Kaidah Badal (البدل) Lengkap dengan contoh ‘Irab

Setelah kita selesai membahas materi Na'at, Taukid dan 'Athaf. Pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari Tawaabi' yang ke empat (terakhir) yaitu Badal مَا هُوَ...

Sifat Musyabahah (الصفة المشبهة)

Sifat Musyabahah (الصفة المشبهة) قال ابن مالك صفَةٌ اسْتُحْسِنَ جَرُّ فَاعِلِ # مَعْنًى بِهَا الْمُشْبِهَةُ اسْمَ الفَاعِلِ وَصَوْغُهَا مِنْ لاَزِمٍ لِحَاضِرِ # كَطَاهِرِ الْقَلْبِ جَمِيلِ الظَّاهِرِ Definisi Sifat Musyabahah (تعريف الصفة...

Pakaianku Lebih Berharga dariku (قصة جحا)

ثِيَابِي أَوْلَى مِنِّي Pakaianku lebih berharga dariku كَانَ جُحَا يَسِيْرُ مُسْرِعًا وَكَأَنَّهُ عَلَى مَوْعِدٍ هَامٍّ عَنْدَمَا سَأَلَهُ صَدِيْقٌ لَهُ عَنِ السَّبَبِ, قَالَ جُحَا : إِنِّي ذَاهِبٌ...

More Articles Like This