Fi’il Mu’tal Mitsal (الفعل المعتل المثال) Lengkap Dengan Tashrif

5
(7)

Pembahasan materi fi’il mu’tal cukup panjang apabila disatukan. Agar lebih fokus kita akan bahas secara terpisah dimulai dari fi’il mu’tal mitsal.

 

Mafhum Istilah Mu’tal (مفهوم المعتل)

Mu’tal secara bahasa adalah sighat isim maf’ul dari kata dasar اِعْتَلَّ – يعْتَلُّ – اِعْتِلاَلاٌ yang bermakna ‘dihinggapi penyakit’. Sedangkan menurut istilah ilmu sharf, mu’tal yaitu:

هو ما كان أحد أصوله أو اثنان منها من أحرف العلة الثلاثة الألف – الواو – الياء

Fi’il mu’tal adalah fi’il yang salah satu huruf pokoknya terdiri dari huruf illat (penyakit) yaitu huruf alif, wawu dan iya.

Kenapa ketiga huruf ini disebut illat (penyakit) ? Sebab dalam keadaan tertentu ketiga huruf ini cukup sulit diucapkan oleh Orang Arab, sehingga agar bisa dibaca dengan sempurna terkadang harus dibuang, diganti atau dipindahkan (الحذف – القلب – الإبدال) yang biasa disebut dengan istilah ‘ilal (الإعلال).

Kelompok Fi’il Mu’tal (أقسام الفعل المعتل)

Fi’il Mu’tal dikategorikan menjadi empat kelompok yaitu mu’tal mitsal (مثال), azwaf (أجوف), naqis (ناقص) dan lafif (لفيف).

Fi’il Mu’tal Mitsal (المعتل المثال)

هو ما كانت فاؤه حرف علةٍ من الواو أو الياء

Fi’il Mu’tal Mitsal yaitu fi’il yang fa kalimatnya berupa huruf illat wawu atau iya. Seperti وَعَدَ dan يَسَرَ

Kenali apa itu fa, ‘ain dan lam kalimat pada Materi Al-Mizan As-Sharfy

Disebut dengan mitsal sebab bentuk fi’il madhinya mirip seperti fi’il shahih; yakni tidak terjadi penukaran dan pembuangan huruf.

Huruf ‘ilat pada fi’il mu’tal mitsal hanya ada dua yaitu huruf wawu dan iya, sedangkan untuk alif tidak ada sebab alif pada dasarnya berharakat sukun. Dengan demikian, dia hanya berada di posisi tengah atau akhir kata, kecuali untuk alif zaidah (tambahan) seperti pada awal fi’il ‘amr.

Baca: Perbedaan Alif Washal dan Hamzah Qatha

Wazan-Wazan Fi’il Mu’tal Mitsal (الأوزان)

a). Fi’il Mu’tal Mitsal dengan huruf illat wawu memiliki 5 wazan dasar (mujarrad) yaitu:

  • Berwazan فَعِلَيَفْعَلُ seperti وَجِعَ – يَوْجَعُ
  • Berwazan فَعُلَيَفْعُلُ seperti وَجُهَ – يَوْجُهُ
  • Berwazan فَعَلَيَفْعَلُ seperti وَضَعَ – يَضَعُ
  • Berwazan فَعِلَيَفْعِلُ seperti وَرِثَ – يَرِثُ
  • Berwazan فَعَلَيَفْعِلُ seperti وَعَدَ – يَعِدُ
  • Berwazan فَعَلَيَفْعُلُ menurut kafilah Bani ‘Amir seperti وَجَدَ – يَجُدُ yang asalnya وَجَدَ – يَوْجُدُ dengan membuang huruf wawu sehingga menjadi يَجُدُ. Sementara menurut Mayoritas :” kata وَجَدَ – يَوْجِدُ berwazan فَعَلَ – يَفْعِلُ lalu huruf wawu dibuang”.

b). Fi’il Mu’tal Mitsal dengan huruf illat iya memiliki 4 wazan dasar (mujarrad) yaitu

  • Berwazan فَعِلَيَفْعَلُ seperti يَبِسَ – يَيْبَسُ
  • Berwazan فَعَلَيَفْعَلُ seperti يَفَعَ – يَيْفَعُ
  • Berwazan فَعَلَيَفْعُلُ seperti يَمَنَ – يَيْمُنُ
  • Berwazan فَعَلَيَفْعِلُ seperti يَسَرَ – يَيْسِرُ

Fi’il Mu’tal Mitsal untuk wazan yang memiliki huruf tambahan (majid), bisa disesuaikan dengan wazan-wazan yang sudah kita bahas pada materi Fi’il Mujarrad dan Majid. Seperti

 وَجَدَ -» أوْجَدَ -» تَوَعَّدَ -» وَاعَدَ

Ketentuan fi’il mu’tal mitsal (شروط الفعل المعتل)

a). Fi’il mu’tal mitsal dalam bentuk fi’il madhi

Fi’il madhi mu’tal mitsal apabila dirubah atau ditashrif sesuai jumlah dhamir yang 14, baik huruf illatnya berupa wawu atau iya, dia ditashrif sama halnya seperti fi’il salim; yakni tidak terjadi pembuangan atau penukaran huruf illat, seperti

وَجَدَ – وَجَدَا – وَجَدُوا
يَبِسَ – يَبِسَا – يَبِسُوا

b). Fi’il mu’tal mitsal dalam bentuk fi’il mudhari’ dan ‘amr

  • Apabila huruf illatnya berupa iya, maka sama seperti fi’il salim (tidak terjadi pembuangan dan penukaran), baik untuk mudhari’ atau ‘amr, seperti

يَيْبَسُ , يَيْبَسَانِ
اِيْبَسْ، اِيْبَسَا

  • Apabila huruf illatnya berupa wawu, maka wawu wajib dibuang untuk bentuk mudhari’ dan ‘amr dengan dua ketentuan:

Pertama: Mesti tsulasi mujarrad (bukan tsulasi majid atau ruba’i), seperti

وَعَدَ – يَعِدُعِدْ / وَصَلَ – يَصِلُصِلْ

Kata يَعِدُ berasal dari يَوْعِدُ setelah wawu dibuang. Kata عِدْ berasal dari اِوْعِدْ (wawu dibuang jadi اِوِدْ) sebab alif pada fi’il ‘amr merupakan tambahan dan hanya dibutuhkan apabila setelahnya sukun, maka pada kata اِوِدْْ alif tidak diperlukam lagi sehingga ikut dibuang.

Apabila syarat pertama ini tidak terpenuhi; yakni bukan mujarrad, maka wawu illat pada mu’tal mitsal untuk bentuk mudhari’ dan ‘amr tetap nampak, seperti

تَوَعَّدَ – يَتَوَعَّدُ – تَوَعَّدْ / أَوْصَلَ – يُوْصِلُ – أَوْصِلْ / وَاعَدَ – يُوَاعِدُ – وَاعِدْ / وَاصَلَ – يُوَاصِلُ – وَاصِلْ

Kedua: Mesti berwazan فَعَلَ – يَفْعِلُ atau فَعِلَ – يَفْعِلُ ، Seperti

وَعَدَ – يَعِدُ – عِدْ / وَرِثَ – يَرِثُ – رِثْ/ وَجَبَ – يَجِبُ – جِبْ / وَصَلَ – يَصِلُ – صِلْ / وَصَفَ – يَصِفُ – صِفْ

Apabila syarat kedua ini tidak terpenuhi; yakni selain berwazan فَعَلَ – يَفْعِلُ dan فَعِلَ – يَفْعِلُ, maka wawu illat pada fi’il mudhari’ dan ‘amr tetap nampak, seperti وَجُهَ – يَوْجُهُ – اُوْجُهْ berwazan فَعُلَ – يَفْعُلُ – اُفْعُلْ. Kecuali wawu illat pada fi’il ‘amr untuk wazan فَعِلَ – يَفْعَلُ seperti وَجِعَ – يَوْجَعُ, huruf wawu dirubah menjadi iya, seperti اِيْجِعْ

Terdapat beberapa fi’il syad (kaluar dari aturan), dimana seharusnya huruf illat wawu ditampakan sebab mengikuti wazan فَعِلَ – يَفْعَلُ atau فَعَلَ – يَفْعَلُ, seperti وَضَعَ – يَضَعُ – اِيْضَعْ dan وَسِعَ – يَسَعُ – اِيْسَعْ yang jika mengikuti aturan sharfy seharusnya وَضَعَ – يَوْضَعُ (tanpa membuang wawu), di antaranya:

وَسِعَ – يَسَعُ – سَعْ / وَضَعَ – يَضَعُ – ضَعْ / وَطَأَ – يَطَأُ – طَأْ / وَلَعَ – يَلَعُ – لَعْ / وَهَبَ – يَهَبُ – هَبْ/ وَدَعَ – يَدَعُ – دَعْ / وَزَعَ – يَزَعُ – زَعْ / وَقَعَ – يَقَعُ – قَعْ / وَلَغَ – يَلَغُ – لَغْ

c). Fi’il mu’tal mitsal dalam bentuk mashdar

Huruf wawu pada bentuk mashdar dari fi’il mitsal wawu boleh dibuang dan diganti dengan ta marbuthah yang diletakan di akhir (pada lam kalimat), seperti

وَهْبٌ -» هِبَةٌ / وَصْلٌ -» صِلَةٌ / وَعْدٌ -» عِدَةٌ / وَصْفٌ -» صِفَةٌ

d). Fi’il mu’tal mitsal dalam bentuk isim fa’il dan isim maf’ul

Bentuk isim fa’il dan isim maf’ul dari fi’il mu’tal mitsal sama halnya seperti fi’il salim/shahih yaitu sesuai dengan wazan-wazanya; yakini tidak ada huruf illat yang dibuang, baik wawu atau iya. Seperti

وَعَدَ -» وَاعِدٌ -» مَوْعُوْدٌ
يَبِسَ -» يَابِسٌ -» مَيْبُوْسٌ

Caatatan:

Apabila fi’il mitsal wawu atau mitsal iya akan dirubah ke wazan اِفْتَعَلَ , maka huruf wawu atau iya (fa kalimat) harus dirubah menjadi huruf ta, lalu idghamkan, seperti

وَصَلَ -» اِوْتَصَلَ -» اِتَّصَلَ
يَسَرَ -» اِيْتَسَرَ -» اِتَّسَرَ
وَعَدَ -» اِوْتَعَدَ -» اِتَّعَدَ
وَفَقَ -» اِوْتَفَقَ -» اِتَّفَقَ

Tashrif lughawi Fi’il Mu’tal Mitsal Wawu dan Iya (تصريف الفعل المعتل)

Contoh Fi’il Madhi:

ArtiFi'il Madhi mu'tal mitsal wawuDhamir
Dia (L) telah menemukan َوَجَدَهُوَ
Dia berdua (L) telah menemukanوَجَدَاهُمَا
Mereka (L) telah menemukanوَجَدُوا هُمْ
Dia (P) telah menemukanوَجَدَتْهِيَ
Dia berdua (P) telah menemukanوَجَدَتَاهُمَا
Mereka (P) telah menemukanوَجَدْنَهُنَّ
Kamu (L) telah menemukanوَجَدْتَأَنْتَ
Kamu berdua (L) telah menemukanوَجَدْتُمَاأَنْتُمَا
Kalian (L) telah menemukanوَجَدْتُمْأَنْتُمْ
Kamu (P) telah menemukan ِوَجَدْتِأَنْتِ
Kamu berdua (P) telah menemukanوَجَدْتُمَااَْنْتُمَا
Kalian (P) telah menemukanوَجَدْتُنَّأَنْتُنَّ
Aku (P/L) telah menemukanوَجَدْتُأَنَا
Kita (P/L) telah menemukanوَجَدْنَانَحْنُ

ArtiFi'il Madhi mu'tal mitsal IyaDhamir
Dia (L) telah dewasa َيََفَعَهُوَ
Dia berdua (L) telah dewasaيَفَعَاهُمَا
Mereka (L) telah dewasaيَفَعُوا هُمْ
Dia (P) telah dewasaيَفَعَتْهِيَ
Dia berdua (P) telah dewasaيَفَعَتَاهُمَا
Mereka (P) telah dewasaيَفَعْنَهُنَّ
Kamu (L) telah dewasaيَفَعْتَأَنْتَ
Kamu berdua (L) telah dewasaيَفَعْتُمَاأَنْتُمَا
Kalian (L) telah dewasaيَفَعْتُمْأَنْتُمْ
Kamu (P) telah dewasa ِيَفَعْتِأَنْتِ
Kamu berdua (P) telah dewasaيَفَعْتُمَااَْنْتُمَا
Kalian (P) telah dewasaيَفَعْتُنَّأَنْتُنَّ
Aku (P/L) telah dewasaيَفَعْتُأَنَا
Kita (P/L) telah dewasaيَفَعْنَانَحْنُ

Contoh Fi’il Mudhari’:

ArtiFi'il Mudhari' Mu'tal Mitsal wawuDhamir
Dia (L) sedang/akan menemukanيَجِدُهُوَ
Dia berdua (L) sedang/akan menemukanيَجِدَانِهُما
Mereka (L) sedang/akan menemukanيَجِدُونَهُمْ
Dia (P) sedang/akan menemukanتَجِدُهِيَ
Dia berdua (P) sedang/akan menemukanتَجِدَانِهُما
Mereka (P) sedang/akan menemukanيَجِدْنَهُنَّ
Kamu (L) sedang/akan menemukanتَجِدُأَنْتَ
Kamu berdua (L) sedang/akan menemukanتَجِدَانِأَنْتُمَا
Kalian (L) sedang/akan menemukanتَجِدُوْنَأَنْتُمْ
Kamu (P) sedang/akan menemukanتَجِدِيْنَأَنْتِ
Kamu berdua (P) sedang/akan menemukan ِتَجِدَانِاَْنْتُمَا
Kalian (P) sedang/akan menemukanتَجِدْنَأَنْتُنَ
Aku (P/L) sedang/akan menemukanأَجِدُأَنَا
Kita (P/L) sedang/akan menemukanنَجِدُنَحْنُ

ArtiFi'il Mudhari' Mu'tal Mitsal IyaDhamir
Dia (L) sedang/akan dewasaيَيْفَعُهُوَ
Dia berdua (L) sedang/akan dewasaيَيْفَعَانِهُما
Mereka (L) sedang/akan dewasaيَيْفَعُوْنَهُمْ
Dia (P) sedang/akan dewasaتَيْفَعُهِيَ
Dia berdua (P) sedang/akan dewasaتَيْفَعَانِهُما
Mereka (P) sedang/akan dewasaيَيْفَعْنَهُنَّ
Kamu (L) sedang/akan menemukanتَيْفَعُأَنْتَ
Kamu berdua (L) sedang/akan dewasaتَيْفَعَانِأَنْتُمَا
Kalian (L) sedang/akan dewasaتَيْفَعُونَأَنْتُمْ
Kamu (P) sedang/akan dewasaتَيْفَعِيْنَأَنْتِ
Kamu berdua (P) sedang/akan dewasa ِتَيْفَعَانِاَْنْتُمَا
Kalian (P) sedang/akan dewasaتَيْفَعْنَأَنْتُنَ
Aku (P/L) sedang/akan dewasaأَيْفَعُأَنَا
Kita (P/L) sedang/akan dewasaنَيْفَعُنَحْنُ

Contoh Fi’il ‘Amr:

ArtiFi'il 'Amr Mu'tal Mitsal WawuDhamir
Temukanlah (kamu L)جِدْأَنْتَ
Temukanlah (kamu L berdua)جِدَاأَنْتُمَا
Temukanlah (kalian L)جِدُواأَنْتُمْ
Temukanlah (kamu P)جِدِيأَنْتِ
Temukanlah (kamu berdua P)جِدَاأَنْتُمَا
Temukanlah (kalian P)جِدْنَأَنْتُنَّ

ArtiFi'il 'Amr mu'tal mitsal iyaDhamir
Keringkanlah (kamu L)اِيْبَسْأَنْتَ
Keringkanlah (kamu L berdua)اِيْبَسَاأَنْتُمَا
Keringkanlah (kalian L)اِيْبَسُواأَنْتُمْ
Keringkanlah (kamu P)اِيْبَسِيأَنْتِ
Keringkanlah (kamu berdua P)اِيْبَسَاأَنْتُمَا
Keringkanlah (kalian P)اِيْبَسْنَأَنْتُنَّ

Contoh Isim Fa’il:

TerjemahIsim Fa'il Mu'tal MitsalDhamir
Dia/kamu/aku (lk) orang yang menemukanوَاجِدٌهُوَ/أَنْتَ/أَنا
Dia/kamu berdua menemukan orang yang membisikanوَاجِدَانِهُمَا/أَنْتُمَا
Mereka (lk) / kita (lk/pr) orang yang menemukanوَاجِدُونَهُمْ/نَحْنُ
Dia/kamu/aku (pr) orang yang menemukanوَاجِدَةٌهِيَ/أَنْتِ/أنا
Dia/kamu berdua (pr) orang yang menemukanوَجِدَتَانِهُمَا/أَنْتُمَا
Mereka/kalian (pr) orang yang menemukanوَاجِدَاتٌهُنَّ/أَنْتُنَّ

Contoh Isim Maf’ul:

TerjemahIsim Fa'il mu'tal mitsalDhamir
Dia/kamu/aku (lk) orang yang ditemukanمَوْجُوْدٌهُوَ/أَنْتَ/أَنَا
Dia/kamu berdua (lk) orang yang ditemukanمَوْجُوْدَانِهُمَا/أَنْتُمَا
Mereka (lk) / kita (lk/pr) orang yang ditemukanمَوْجُوْدُوْنَهُمْ/نَحْنُ
Dia/kamu/aku (pr) orang yang ditemukanمَوْجُوْدَةٌهِيَ/أَنْتِ/أَنا
Dia/kamu berdua (pr) orang yang ditemukanمَوْجُوْدَتَانِهُمَا/أَنْتُمَا
Mereka/kalian (pr) orang yang ditemukanمَوْجُوْدَاتٌهُنَّ/أَنْتُنَّ

Fi’il Mu’tal Mitsal Dalam Al-Qur’an (المعتل المثال في القرآن)

وَإِذْ يَعِدُكُمُ اللَّهُ إِحْدَى الطَّائِفَتَيْنِ أَنَّهَا لَكُمْ وَتَوَدُّونَ أَنَّ غَيْرَ ذَاتِ الشَّوْكَةِ تَكُونُ لَكُمْ وَيُرِيدُ اللَّهُ أَن يُحِقَّ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَيَقْطَعَ دَابِرَ الْكَافِرِينَ. الأنفال ٧

Terjemah Arti: Dan (ingatlah), ketika Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan (yang kamu hadapi) adalah untukmu, sedang kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekekuatan senjatalah yang untukmu, dan Allah menghendaki untuk membenarkan yang benar dengan ayat-ayat-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir.

إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِن رَّوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ. يوسف ٨٧

Terjemah Arti: Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”.

Materi selanjutnya Fi’il Mu’tal Ajwaf

Wallahu’alam.

Rujukan:

الصرف الكافى، أيمن أمين عبد الغني
تصريف العزي، عز الدين عبد الوهاب بن إبراهيم الزنجاني

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 7

No votes so far! Be the first to rate this post.

Teknik Cepat Menguasai Bahasa Arab Dengan Membaca dan Menulis

بسم اللّه الرحمن الرحيمApakah Antum pernah memperkaya kosa kata bahasa arab dengan cara dicatat lalu dihafal dan kemanapun Antum pergi catatan itu selalu dibawa...?Apakah...

Kaidah Isytighal (الاشتغال)

Isytighal (الاشتغال)Pada kesempatan kali ini kita akan membahas materi Isytighal, rukun, syarat dan contoh 'irabnya.Perhatikan rumus berikut:Pola susunan normal dalam Bahasa Arab(جملة فعلية (فعل...

An Tafsiriyyah dan An Mashdaiyyah

Pertanyaan dari Akhy Bealbantani terkait perbedaan An Mashdariyyah dan Tafsiriyyah بسم الله الرحمن الرحيم1. Definisi An Tafsiriyyah (أن تفسيرية) An Tafsiriyyah adalah huruf yang sama sekali...

Cara Penulisan Isim Maa ما Istifham jika didahului huruf jar

Membuang Huruf Alif dari لِمَا dan عَمَّاPertanyaan dari Ukhty 'Arfah via whatsappPertanyaan Pertama: Kenapa huruf Alif dibuang dari Isim ما istifham yang seharusnya عَمَّا...

‘Irab dan Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 11-20

Lanjutan dari ayat sebelumnya yang menceritakan sikap orang-orang munafik pada awal Surah Al-Baqarahبسم الله الرحمن الرحيموَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا...

Dialog Bahasa Arab Ketika Belanja di Pasar

Buku " Ta'bir Silsilah Ta'lim Al- Lughah Al-Arabiyyah Mustawa Dua"  (كتاب تعبير سلسلة تعليم اللغة العربية (المستوى الثانىBuku yang diterbitkan Universitas Islam Muhammad bin...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

I’rab kalimat (ربا،دينا، نبيا)Pada Bacaan Dzikir Pagi/Petang

Pertanyaan dari Ukhty Nur Hasanah terkait i'rab kalimat pada bacaan dzikir Pagi/PetangBagaimanakah i'rab kalimat رَبًّا, دِيْنًا,نَبِيًّا pada bacaan dzikir...

Hal dan Amilnya Dalam Surah Maryam 29

Pertanyaan dari Ukhty Nur (Malaysia) terkait hal dan na'at.Pertanyaan pertama: Apakah kata مختلف pada Surah Fatir Ayat 27 adalah...