Fi’il Mu’tal Ajwaf (الفعل المعتل الأجوف) Lengkap Dengan Tashrif

5
(6)

Fi’il Mu’tal Ajwaf (الفعل المعتل الأجوف) Lengkap Dengan Tashrif

Setelah pembahasan materi fi’il mu’tal mitsal, akan kita lanjutkan ke kategori mu’tal yang kedua yaitu fi’il mu’tal ajwaf.

 

Definisi Fi’il Mu’tal Ajwaf

هو ما كانت عينه حرف علةٍ

Mu’tal Ajwaf yaitu fi’il yang ‘ain kalimatnya berupa salah satu huruf illat (alif, wawu dan iya), baik mujarrad atau majid.

Disebut dengan ajwaf sebab huruf illat berada di posisi tengah, baik illat wawu, iya atau alif yang dirubah dari wawu atau iya.

Wazan-Wazan Fi’il Mu’tal Ajwaf

a). Wazan dasar (tsulasi mujjarad)

Fi’il mu’tal ajwaf memiliki 3 wazan dasar, di antaranya:

  • Berwazan فَعِلَ – يَفْعَلُ, seperti

عَوِرَ – يَعْوَرُ / خَافَ – يَخَافُ / هَابَ – يَهَابُ / غَيِدَ – يَغْيَدُ

  • Berwazan فَعَلَ – يَفْعُلُ, seperti

قَامَ – يَقُوْمُ / ذَابَ – يَذُوْبُ / مَاجَ – يَمُوْجُ / قَالَ – يَقُوْلُ / صَانَ – يَصُوْنُ

  • Berwazan فَعَلَ – يَفْعِلُ, seperti

بَاعَ – يَبِيْعُ / طَابَ – يَطِيْبُ / عَاشَ – يَعِيْشُ

b). Wazan Tsulasi Majid

Fi’il Mu’tal Ajwaf untuk wazan yang memiliki huruf tambahan (majid), bisa disesuaikan dengan wazan-wazan yang sudah kita bahas pada materi Fi’il Mujarrad dan Majid. Seperti

اِسْتَقَامَ / قَاوَمَ / أَقَامَ – يُقِيْمُ / تَقَاوَمَ / قَوَّمَ

Huruf illat pada mu’tal ajwaf, baik pada wazan mujarrad maupun majid akan kita kelompokan menjadi dua kategori yaitu kategori huruf illat yang selamat dari ‘ilal (tidak terjadi perubahan) dan kategori yang tidak selamat dari ‘ilal

Al-‘ilal adalah istilah dalam fi’il mu’tal ketika terjadi pertukaran, pembuangan dan pemindahan harakat huruf illat.

Ketentuan Fi’il Madhi Mu’tal Ajwaf

a). Fi’il madhi mu’tal ajwaf sebelum dimasuki dhamir

Huruf illat pada fi’il madhi mu’tal ajwaf pada dasarnya hanya dua yaitu wawu dan iya. Namun, kedua huruf ini terkadang dirubah menjadi alif. Seperti kata قَامَ dari قَوَمَ, kata بَاعَ dari بَيَعَ. Terkadang juga huruf illat wawu atau iya nampak, seperti غَيِدَ dan حَوِلَ

Huruf illat yang selamat dari ‘ilal pada fi’il madhi mu’tal ajwaf sebelum ditashrif sesuai jumlah dhamir yang 14, terdapat pada wazan-wazan berikut:

  • Wazan فَعِلَ – يَفْعَلُ dengan syarat isim fa’ilnya berwazan أَفْعَلُ seperti حَوِلَ – عَوِرَ – غَيِدَ. Isim fa’il dari ketiga fi’il ini yaitu أَعْيَد – أَحْوَل dan أَعْوَر yang semuanya menunjukan arti sifat cacat/baik. Apabila tidak memenuhi syarat; yakni isim fa’ilnya bukan berwazan أَفْعَلُ, maka huruf illat tetap dirubah menjadi alif, seperti خَافَ dari خَوِفَ berwazan فَعِلَ – يَفْعَلُ
  • Wazan فَاعَلَ seperti قَاوَمَ atau بَايَعَ
  • Wazan تَفَاعَلَ seperti تَفَاوَتَ – تَدَايَنَ
  • Wazan فَعَّلَ seperti قَوَّمَ – بَيَّنَ
  • Wazan تَفَعَّلَ seperti تَسَوَّرَ – تَمَيَّزَ
  • Wazan اِفْعَلَّ seperti اِسْوَدَّ – اِبْيَضَّ
  • Wazan اِفْتَعَلَ yang dikhususkan untuk mu’tal wawu seperti اِزْدَوَجَ sementara untuk mu’tal iya terjadi pertukaran huruf, seperti اِمْتَازَ dari اِمْتَيَزَ atau اِخْتَارَ dari اِخْتَيَرَ

Huruf illat yang tidak selamat dari ‘ilal (terjadi perubahan) pada fi’il madhi mu’tal ajwaf sebelum ditashrif sesuai jumlah dhamir yang 14, terdapat pada wazan-wazan berikut:

  • Wazan فَعِلَ seperti نَامَ berasal dari نَوِمَ
  • Wazan فَعَلَ seperti قَامَ berasal dari قَوَمَ
  • Wazan أَفْعَلَ seperti أَقَامَ berasal dari أَقْوَمَ
  • Wazan اِنْفَعَلَ seperti اِنْقَادَ berasal dari اِنْقَيَدَ
  • Wazan اِسْتَفْعَلَ seperti اِسْتَقَامَ berasal dari اِسْتَقْوَمَ
  • Wazan اِفْتَعَلَ seperti اِخْتَارَ berasal dari اِخْتَيَرَ atau اِمْتَازَ dari اِمْتَيَزَ

Catatan:

Terdapat beberapa kata, dimana huruf illat pada fi’il madhi mu’tal ajwaf tidak dirubah menjadi alif, seperti اِسْتَحْوَذَ – اِسْتَنْوَقَ yang apabila mengikuti mizan sharfi seharusnya اِسْتَحَاذَ – اِسْتَنَاقَ. Menurut Jumhur Ulama :” Kasus seperti ini termasuk syad (keluar dari aturan)”.

b). Fi’il madhi mu’tal ajwaf sesudah dimasuki dhamir

  • Huruf illat pada fi’il madhi mu’tal ajwaf yang selamat dari i’ilal seperti عَوِرَ atau غَيِدَ berwazan فَعِلَ, keduanya ditashrif seperti fi’il salim. Contoh

هُوَ غَيِدَ / هُمَا غَيِدَا / هُمْ غَيِدُوا / هِي غَيِدَتْ / هُمَا غَيِدَتَا / هُنَّ غَيِدْنَ / أَنْتَ غَيِدْتَ / أَنْتُمَا غَيِدْتُمَا / أَنْتُمْ غَيِدْتُمْ / أَنْتِ غَيِدْتِ / أَنْتُمَا غَيِدْتُمَا / أَنْتُنَّ غَيِدْتُنَّ / أَنَا غَيِدْتُ / نَحْنُ غَيِدْنَا

  • Huruf illat pada fi’il madhi mu’tal ajwaf (mujarrad) yang di’ilal, baik wawu atau iya wajib dibuang kemudian fa kalimat (huruf pertama) diharakati dengan kasrah, apabila berwazan فَعِلَ dan dengan dhammah apabila berwazan فَعَلَ

Hal ini terjadi ketika fi’il madhi mu’tal ajwaf dimasuki dhamir mutakallim, mukhattab dan jamak muannatsah ghaibah ( أنْتَ – أَنتِ – هُنَّ – أَنْتُمَا – أنْتُمْ – أَنْتُنَّ – أَنَا – نَحْنُ). Sementara untuk sisa dhamir (ghaib) tetap dalam kedaan semula

Seperti خَافَ berwazan فَعِلَ lalu dimasuki dhamir أَنْتَ menjadi خِفْتَ atau seperti صَانَ berwazan فَعَلَ lalu dimasuki dhamir أَنْتَ menjadi صُنْتَ atau seperti بَاعَ berwazan فَعَلَ lalu dimasuki dhamir أَنْتَ menjadi بِعْتَ

Kenapa menjadi خِفْتَ tidak خَفْتَ atau خُفْتَ ? Harakat kasrah untuk menandai bahwa huruf illat yang dibuang berharakat kasrah. Adapun صُنْتَ dengan dhammah untuk menandai bahwa huruf illat yang dibuang adalah wawu, sementara بِعْتَ dengan kasrah untuk menandai bahwa huruf illat yang dibuang adalah Iya.

Perhatikan perubahan tashrifnya !

ArtiFi'il Madhi Mu'tal AjwafDhamir
Dia (L) telah takut َخَافَهُوَ
Dia berdua (L) telah takutخَافَاهُمَا
Mereka (L) telah takutخَافُوْا هُمْ
Dia (P) telah takutخَافَتْهِيَ
Dia berdua (P) telah takutخَافَتَاهُمَا
Mereka (P) telah takutخِفْنَهُنَّ
Kamu (L) telah takutخِفْتَأَنْتَ
Kamu berdua (L) telah takutخِفْتُمَاأَنْتُمَا
Kalian (L) telah takutخِفْتُمْأَنْتُمْ
Kamu (P) telah takut ِخِفْتِأَنْتِ
Kamu berdua (P) telah takutخِفْتُمَااَْنْتُمَا
Kalian (P) telah takutخِفْتُنَّأَنْتُنَّ
Aku (P/L) telah takutخِفْتُأَنَا
Kita (P/L) telah takutخِفْنَانَحْنُ

ArtiFi'il Madhi Mu'tal AjwafDhamir
Dia (L) telah menjaga َصَانَهُوَ
Dia berdua (L) telah menjagaصَانَاهُمَا
Mereka (L) telah menjagaصَانُوْا هُمْ
Dia (P) telah menjagaصَانَتْهِيَ
Dia berdua (P) telah menjagaصَانَتَاهُمَا
Mereka (P) telah menjagaصُنَّهُنَّ
Kamu (L) telah menjagaصُنْتَأَنْتَ
Kamu berdua (L) telah menjagaصُنْتُمَاأَنْتُمَا
Kalian (L) telah menjagaصُنْتُمْأَنْتُمْ
Kamu (P) telah menjaga ِصُنْتِأَنْتِ
Kamu berdua (P) telah menjagaصُنْتُمَااَْنْتُمَا
Kalian (P) telah menjagaصُنْتُنَّأَنْتُنَّ
Aku (P/L) telah menjagaصُنْتُأَنَا
Kita (P/L) telah menjagaصُنَّانَحْنُ

ArtiFi'il Madhi Mu'tal AjwafDhamir
Dia (L) telah menjual َبَاعَهُوَ
Dia berdua (L) telah menjualبَاعَاهُمَا
Mereka (L) telah menjualبَاعُوْا هُمْ
Dia (P) telah menjualبَاعَتْهِيَ
Dia berdua (P) telah menjualبَاعَتَاهُمَا
Mereka (P) telah menjualبِعْنَهُنَّ
Kamu (L) telah menjualبِعْتَأَنْتَ
Kamu berdua (L) telah menjualبِعْتُمَاأَنْتُمَا
Kalian (L) telah menjualبِعْتُمْأَنْتُمْ
Kamu (P) telah menjual ِبِعْتِأَنْتِ
Kamu berdua (P) telah menjualبِعْتُمَااَْنْتُمَا
Kalian (P) telah menjualبِعْتُنَّأَنْتُنَّ
Aku (P/L) telah menjualبِعْتُأَنَا
Kita (P/L) telah menjualبِعْنَانَحْنُ

Catatan:

Apabila fi’il madhi mu’tal ajwaf akan dimajhulkan (dirubah menjadi mabni majhul) seperti “telah berkata” menjadi “telah dikatakan”, maka huruf illat di’ilal dengan menukar huruf illat dan memindahkan harakat. Seperti قِيْلَ berasal dari قُوِلَ lalu قُيِلَ lalu قِيْلَ atau بِيْعَ berasal dari بُيِعَ lalu بِيْعَ

Ketentuan Fi’il Mudhari’ Mu’tal Ajwaf

Sama halnya seperti pada ketentuan fi’il madhi di atas, fi’il mudhari’ mu’tal ajwaf juga memiliki wazan-wazan yang huruf illatnya tetap nampak tidak di’ilal, wazanya sama seperti wazan-wazan yang berlaku pada fi’il madhi di atas. Seperti

يَفْعَلُ -» يَغْيَدُ
يُفَاعِلُ -» يُحَاوِلُ
يَتَفَاعَلُ -» يَتَدَايَنُ
يَتَفَعَّلَ -» يَتَمَيَّزُ
يَفْعَلُّ – يَسْوَدُّ
يُفَعِّلُ -» يُبَيِّنُ

Sementara sisa dari wazan di atas termasuk kategori yang di’ilal, baik dengan pertukaran huruf, pemindahan harakat atau keduanya.

a). Huruf illat di’ilal dengan pertukaran huruf saja

Wazan yang di’ilal dengan pertukaran huruf pada mudhari’ mu’tal ajwaf hanya dua wazan yaitu wazan يَنْفَعِلُ seperti يَنْقَادُ dari يَنْقَيِدُ dan wazan يَفْتَعِلُ seperti اِمْتَازَ dari اِمْتَيَزَ dengan menukar huruf iya menjadi alif.

b). Huruf illat di’ilal dengan pemindahan harakat

Wazan yang di’ilal dengan pemindahan harakat pada mudhari’ mu’tal ajwaf yaitu wazan يَفْعُلُ seperti يَقُوْلُ dari يَقْوُلُ, dan wazan يَفْعِلُ seperti يَبِيْعُ dari يَبْيِعُ. Keduanya di’ilal dengan menukar harakat qaf dengan wawu dan ba dengan iya.

c). Huruf illat di’ilal dengan pertukaran huruf dan pemindahan harakat.

Wazan yang di’ilal dengan pertukaran huruf dan pemindahan harakat pada mudhari’ mu’tal ajwaf yaitu

  • Wazan يَفْعَلُ seperti يَخَافُ dari يَخْوَفُ dengan merubah wawu menjadi alif dan harakat kha dari sukun menjadi fathah.
  • Wazan يُفْعِلُ seperti يُقِيْمُ dari يُقْوِمُ (merubah wawu menjadi iya dan qaf dari sukun menjadi kasrah).
  • Wazan يَسْتَفْعِلُ seperti يَسْتَقِيْمُ dari يَسْتَقْوِمُ dengan merubah wawu menjadi iya dan harakat qaf dari sukun menjadi kasrah

Catatan:

  • Huruf illat pada fi’il mudhari’ mu’tal ajwaf, baik berwazan mujarrad atau majid wajib dibuang untuk dhamir هُنَّ dan أَنْتُنَّ

Perhatikan tashrifnya!

هُوَ يَقُوْلُ / هُمَا يَقُوْلاَنِ / هُمْ يَقُوْلُوْنَ / هِيَ تَقُوْلُ / هُمَا تَقُوْلاَنِ / هُنَّ يَقُلْنَ / أَنْتَ تَقُوْلُ / أَنْتُمَا تَقُوْلاَنِ / أَنْتُمْ تَقُوْلُوْنَ / أَنْتِ تَقُوْلِيْنَ / أَنْتُمَا تَقُوْلاَنِ / أَنْتُنَّ تَقُلْنَ / أَنَا أَقُوْلُ / نَحْنُ نَقُوْلُ

هُوَ يَبِيْعُ / هُمَا يَبِيْعَانِ / هُمْ يَبِيْعُوْنَ / هِيَ تَبِيْعُ / هُمَا تَبِيْعَانِ / هُنَّ يَبِعْنَ / أَنْتَ تَبِيْعُ / أَنْتُمَا تَبِيْعَانِ / أَنْتُمْ تَبِيْعُوْنَ / أَنْتِ تَبِيْعِيْنَ / أَنْتُمَا تَبِيْعَانِ / أَنْتُنَّ تَبِعْنَ / أَنَا أَبِيْعُ / نَحْنُ نَبِيْعُ

هُوَ يَخَافُ / هُمَا يَخَافَانِ / هُمْ يَخَافُوْنَ / هِيَ تَخَافُ / هُمَا تَخَافَانِ / هُنَّ يَخَفْنَ / أَنْتَ تَخَافُ / أَنْتُمَا تَخَافَانِ / أَنْتُمْ تَخَافُوْنَ / أَنْتِ تَخَافِيْنَ / أَنْتُمَا تَخَافَانِ / أَنْتُنَّ تَخَفْنَ / أَنَا أَخَافُ / نَحْنُ نَخَافُ

هُوَ يَسْتَقِيْمُ / هُمَا يَسْتَقِيْمَانِ / هُمْ يَسْتَقِيْمُوْنَ / هِيَ تَسْتَقِيْمُ / هُمَا تَسْتَقِيْمَانِ / هُنَّ يَسْتَقِمْنَ / أَنْتَ تَسْتَقِيْمُ / أَنْتُمَا تَسْتَقِيْمَانِ / أَنْتُمْ تَسْتَقِيْمُوْنَ / أَنْتِ تَسْتَقِيْمِيْنَ / أَنْتُمَا تَسْتَقِيْمَانِ / أَنْتُنَّ تَسْتَقِمْنَ / أَنَا أَسْتَقِيْمُ / نَحْنُ نَسْتَقِيْمُ

  • Huruf illat pada fi’il mudhari’ mu’tal ajwaf wajib dibuang apabila sedang dalam keadaan majzum dengan salah satu amil jazm seperti لَمْ dkk untuk dhamir mutakallim أنا، نحن, mukhattab أَنْتَ, أَنْتُنَّ, ghaib هُوَ، هِيَ، هُنَّ

Perhatikan tashrifnya!

هُوَ لَمْ يَخَفْ / هُمَا لَمْ يَخَافَا / هُمْ لَمْ يَخَافُوْا / هِيَ لَمْ تَخَفْ / هُمَا لَمْ تَخَافَا / هُنَّ لَمْ يَخَفْنَ / أَنْتَ لَمْ تَخَفْ / أَنْتُمَا لَمْ تَخَافَا / أَنْتُمْ لَمْ تَخَافُوْا / أَنْتِ لَمْ تَخَافِي / أَنْتُمَا لَمْ تَخَافَا / أَنْتُنَّ لَمْ تَخَفْنَ / أَنَا لَمْ أَخَفْ / نَحْنُ لَمْ نَخَفْ

هُوَ لَمْ يَصُنْ / هُمَا لَمْ يَصُوْنَا / هُمْ لَمْ يَصُوْنُوا / هِيَ لَمْ تَصُنْ / هُمَا لَمْ تَصُوْنَا / هُنَّ لَمْ يَصُنَّ / أَنْتَ لَمْ تَصُنْ / أَنْتُمَا لَمْ تَصُوْنَا / أَنْتُمْ لَمْ تَصُوْنُوا / أَنْتِ لَمْ تَصُوْنِي / أَنْتُمَا لَمْ تَصُوْنَا / أَنْتُنَّ لَمْ تَصُنَّ / أَنَا لَمْ أَصُنْ / نَحْنُ لَمْ نَصُنْ

هُوَ لَمْ يَبِعْ / هُمَا لَمْ يَبِيْعَا / هُمْ لَمْ يَبِيْعُوْا / هِيَ لَمْ تَبِعْ / هُمَا لَمْ تَبِيْعَا / هُنَّ لَمْ يَبِعْنَ / أَنْتَ لَمْ تَبِعْ / أَنْتُمَا لَمْ تَبِيْعَا / أَنْتُمْ لَمْ تَبِيْعُوْا / أَنْتِ لَمْ تَبِيْعِي / أَنْتُمَا لَمْ تَبِيْعَا / أَنْتُنَّ لَمْ تَبِعْنَ / أَنَا لَمْ أَبِعْ / نَحْنُ لَمْ نَبِعْ

  • Huruf illat pada mudhari’ mu’tal ajwaf apabila dimasuki nun taukid tsaqilah, dia tetap nampak (selamat dari ‘ilal) kecuali untuk dhamir هُنَّ dan أَنْتُنَّ

هُوَ يَقُولَنَّ / هُمَا يَقُولَانِّ / هُمْ يَقُولُنَّ / هِيَ تَقُولَنَّ / هُمَا تَقُولَانِّ / هُنَّ يَقُلْنَانِّ / أَنْتَ تَقُولَنَّ / أَنْتُمَا تَقُولَانِّ / أَنْتُمْ تَقُولُنَّ / أَنْتِ تَقُوْلِنَّ / أَنْتُمَا تَقُولَانِّ / أَنْتُنَّ تَقُلْنَانِّ / أَنَا أَقُوْلَنَّ / نَحْنُ نَقُوْلَنََّ

  • Huruf illat pada mudhari’ mu’tal ajwaf apabila dimasuki nun taukid khafifah, dia tetap nampak dalam semua keadaan. Perlu diketahui bahwa nun taukid khafifah hanya masuk pada dhamir-dhamir berikut:

هُوَ يَقُوْلَنْ / هُمْ يَقُوْلُنْ / هِيَ تَقُوْلَنْ / أَنْتَ تَقُوْلَنْ / أَنْتِ تَقُوْلِنْ / أَنْتُمْ تَقُوْلُنْ / أَنَا أَقُوْلَنْ / نَحْنُ نَقُوْلَنْ

Keneli kedua nun ini (tsaqilah dan khafifah) pada Materi Tanda Fi’il

  • Apabila fi’il mudhari mu’tal ajwaf akan dimajhulkan (dirubah menjadi mabni majhul) seperti “akan berkata” menjadi “akan dikatakan”, maka huruf illat di’ilal dengan menukar huruf illat dan memindahkan harakat. Seperti يُقَالُ berasal dari يُقْوَلُ (merubah wawu menjadi alif dan memindahkan harakat wawu ke qaf) atau يُبَاعُ berasal dari يُبْيَعُ (merubah iya menjadi alif dan memindahkan harakat iya ke ba).

Baca Juga:

Ketentuan Fi’il ‘Amr Mu’tal Ajwaf

  • Untuk kategori yang selamat dari ‘ilal baik mujarrad atau majid, bentuk fi’il ‘amr mu’tal ajwaf sama seperti fi’il ‘amr shahih/salim. Seperti

اِغْيَدْ / حَاوِلْ / بَيِّنْ / مَيِّزْ

أَنْتَ بَيِّنْ / أَنْتُمَا بَيِّنَا / أَنْتُمْ بَيِّنُوْا / أَنْتِ بَيِّنِي / أَنْتُمَا بَيِّنَا / أَنْتُنَّ بَيِّنَّ

  • Untuk kategori yang di ‘ilal, huruf illat wajib dibuang apabila dimasuki dhamir mukhattab أَنْتَ dan أَنْتُنَّ

Perhatikan tashrifnya!

أَنْتَ خَفْ / أَنْتُمَا خَافَا / أَنْتُمْ خَافُوْا / أَنْتِ خَافِي / أَنْتُمَا خَافَا / أَنْتُنَّ خَفْنَ

أَنْتَ صُنْ / أَنْتُمَا صُوْنَا / أَنْتُمْ صُوْنُوْا / أَنْتِ صُوْنِي / أَنْتُمَا صُوْنَا / أَنْتُنَّ صُنَّ

أَنْتَ بِعْ / أَنْتُمَا بِيْعَا / أَنْتُنَّ بِيْعُوْا / أَنْتِ بِيْعِي / أَنْتُمَا بِيْعَا / أَنْتُنَّ بِعْنَ

أَنْتَ أَقِمْ / أَنْتُمَا أَقِيْمَا / أَنْتُمْ أَقِيْمُوا / أَنْتِ أَقِيْمِي / أَنْتُمَا أَقِيْمَا / أَنْتُنَّ أَقِمْنَ

  • Apabila Fi’il ‘Amr Mu’tal Ajwaf dimasuki nun taukid tsaqilah atau khafifah, huruf illat tetap nampak (selamat dari ‘ilal) kecuali untuk dhamir أَنْتُنَّ dan هُنَّ Seperti

أَنْتَ خَافَنَّ / أَنْتُمَا خَافَانِّ / أَنْتُمْ خَافُنَّ / أَنْتِ خَافِنَّ / أَنْتُمَا خَافَانِّ / أَنْتُنَّ خَفْنَانِّ / أَنْتَ خَافَنْ / أَنْتُمْ خَافُنْ / أَنْتِ خَافِنْ

أَنْتَ بِيْعَنَّ / أَنْتُمَا بِيْعَانِّ / أَنْتُمْ بِيْعُنَّ / أَنْتِ بِيْعِنَّ / أَنْتُمَا بِيْعَانِّ / أَنْتُنَّ بِعْنَانِّ / أَنْتَ بِيْعَنْ / أَنْتُمْ بِيْعُنْ / أَنْتِ بِيْعِنْ

أَنْتَ صُوْنَنَّ / أَنْتُمَا صُوْنَانِّ / أَنْتُمْ صُوْنُنَّ / أَنْتِ صُوْنِنَّ / أَنْتُمَا صُوْنَانِّ / أَنْتُنَّ صُنْنَانِ / أَنْتَ صُوْنَنْ / أَنْتُمْ صُوْنُنْ / أَنْتِ صُوْنِنْ

Ketentuan Isim Fa’il Mu’tal Ajwaf

  • Huruf illat pada bentuk Isim Fa’il Mu’tal Ajwaf untuk wazan-wazan tsulasi mujarrad yang tidak selamat dari ‘ilal dirubah menjadi hamzah. Seperti خَائِفٌ dari خَاوِفٌ, atau قَائِلٌ dari قَاوِلٌ atau بَائِعٌ dari بَايِعٌ

أَنْتَ خَائِفٌ / أَنْتُمَا خَائِفَانِ / أَنْتُمْ خَائِفُوْنَ / أَنْتِ خَائِفَةٌ / أَنْتُمَا خَائِفَتَانِ / أَنْتُنَّ خَائِفَاتٌ

أَنْتَ بَائِعٌ / أَنْتُمَا بَائِعَانِ / أَنْتُمْ بَائِعُوْنَ / أَنْتِ بَائِعَةٌ / أَنْتُمَا بَائِعَتَانِ / أَنْتُنَّ بَائِعَاتٌ

  • Huruf illat pada bentuk Isim Fa’il Mu’tal Ajwaf untuk wazan-wazan tsulasi majid yang tidak selamat dari ‘ilal, ketentuanya sama seperti pada bentuk fi’il mudhari’nya, seperti

مُقِيْمٌ / مُسْتَقِيْمٌ / مُبَيِّنٌ / مُتَدَايِنٌ

Ketentuan Isim Maf’ul Mu’tal Ajwaf

  • Huruf illat pada bentuk Isim maf’ul Mu’tal Ajwaf untuk wazan tsulasi mujarrad di’ilal dengan pertukaran huruf dan pemindahan harakat. Seperti مَقُوْلٌ berasal dari مَقْوُوْلٌ (huruf wawu ilat dibuang lalu harakat dhamah dipindah ke qaf). Atau seperti مَبِيْعٌ berasal dari مَبْيُوْعٌ (huruf ilat iya dibuang lalu wawu maf’ul diganti menjadi iya, lalu huruf ba diharakati kasrah)

Menurut Imam Sibawaih:” Huruf yang dibuang pada kata مَقْوُوْلٌ atau مَبْيُوْعٌ adalah huruf wawu maf’ul (bukan illat). Sementara menurut Al-Akhfas:” Huruf yang dibuang adalah huruf illat”. Kedua pendapat ini pada akhirnya tetap menghasilkan kata dalam bentuk yang sama yaitu مَقُوْلٌ dan مَبِيْعٌ. Kecuali Bani Tamim – Mereka tidak membuang iya pada مَبْيُوْعٌ

  • Huruf illat pada bentuk Isim maf’ul Mu’tal Ajwaf untuk wazan tsulasi majid di’ilal dengan menukar huruf iya atau wawu menjadi alif. Seperti مُسْتَقَامٌ berasal dari مُسْتَقْوَمُ atau seperti مُجَابٌ dari مُجْوَبٌ (menukar huruf wawu dengan alif).

Lihat Materi: Cara Pembentukan Isim Fa’il dan Isim Maf’ul, dan ‘irab fi’il amr beserta perubahanya

FI’Il Mu’tal Ajwaf Dalam Al-Qur’an

قَالَ قَدْ أُجِيبَت دَّعْوَتُكُمَا فَاسْتَقِيمَا وَلَا تَتَّبِعَانِّ سَبِيلَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ. يونس ٨٩

Terjemah Arti: AlIah berfirman: “Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan janganlah sekali-kali kamu mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengetahui”.

وَقَالَتِ الْيَهُودُ لَيْسَتِ النَّصَارَىٰ عَلَىٰ شَيْءٍ وَقَالَتِ النَّصَارَىٰ لَيْسَتِ الْيَهُودُ عَلَىٰ شَيْءٍ وَهُمْ يَتْلُونَ الْكِتَابَ. البقرة ١١٣

Terjemah Arti: Dan orang-orang Yahudi berkata: “Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan”, dan orang-orang Nasrani berkata: “Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan,” padahal mereka (sama-sama) membaca Al Kitab.

فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ. طه ٤٤

Terjemah Arti: Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut”.

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا. الإسراء ٧٨

Terjemah Arti: Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).

Rujukan:

الصرف الكافى، أيمن أمين عبد الغني
تصريف العزي، عز الدين عبد الوهاب بن إبراهيم الزنجاني

 

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 6

No votes so far! Be the first to rate this post.

Kisah Tiga Sekawan (الأصدقاء الثلاثة)

الأصدقاء الثلاثةKisah Tiga Sekawan (الأصدقاء الثلاثة)القِرْدُ وَالكَلْبُ وَالخَرْتِيٍتُ أَصْدِقَاءُ تَعَارَفُوْا مُنْذُ الصِّغَرِ، يَلْعَبُوْنَ سَوِيًّا وَيَمْرَحُوْنَ، يَتَشَارَكُوْنَ طَعَامَهُمْ سَوِيًّا. القِرْدُ يُحْضِرُ المَوْزَ وَالفُوْلَ السُّودَانِيَّ، وَيُحْضِرُ...

Saling Membantu Dengan Sesama (Cerpen Anak B. Arab)

مُسَاعَدَةُ الآخَرِيْنَMembantu Orang Lainاِجْتَمَعَتِ الأُسْرَةُ عَلَى مَائِدَةِ الطَّعَامِ لِتَنَاوُلِ الْغَذَاءِ. الأَطْعِمَةُ كَثِيْرَةٌ تَزِيْدُ عَنْ حَاجَةِ الأُسْرَةِSebuah keluarga sudah berkumpul di meja makan untuk menyantap...

Perbedaan Harokat Dzahirah dan Muqaddarah

BismillahiRahmaniRahim.Sambungan dari tanya jawab Nahwu Sharaf Bagian#1الحَرَكَاتُ الظَاهِرَةُ وَ المُقَدَّرَةُHarokat Dzahirah dan MuqaddarahHarokat Dzahiran adalah harokat suatu kata yang nampak yang ditandai dengan Dhammah,...

Juha berkata Insya Allah

جُحَا يَقُوْلُ إِنْ شَاءَ اللَّهJuha Berkata Insya Allahقَالَ جُحَا لِزَوْجَتِهِ ذَاتَ لَيْلَةٍ : سَأَذْهَبُ صَبَاحَ غَدٍ إِلَى سُوْقِ البَلْدَةِ وَعَلَيْكِ بِإِعْدَادِ الحِمَارِ لِلسَّفَرِ, ثُمَّ...

Bahasa Arab (Pergi ke Restaurant)

Cerita Pendek Berbahasa Arab menceritakan ketika suatu saat terbangun dari tidur karna merasa perut lapar lalu diajak sama kawan pergi ke rumah makan ( الْقِصَّةُ...

Fa’il dan Naibul Fa’il (الفاعل ونائب الفاعل) Lengkap dengan ‘Irab

 البحث عن الفاعل ونائب الفاعل ( قواعد و إعراب) مع أمثلة واضحةSebagaimana kita ketahui bahwa Isim-Isim yang dirafa'kan atau yang disebut dengan istilah marfu'atulasma...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

I’rab kalimat (ربا،دينا، نبيا)Pada Bacaan Dzikir Pagi/Petang

Pertanyaan dari Ukhty Nur Hasanah terkait i'rab kalimat pada bacaan dzikir Pagi/PetangBagaimanakah i'rab kalimat رَبًّا, دِيْنًا,نَبِيًّا pada bacaan dzikir...

Hal dan Amilnya Dalam Surah Maryam 29

Pertanyaan dari Ukhty Nur (Malaysia) terkait hal dan na'at.Pertanyaan pertama: Apakah kata مختلف pada Surah Fatir Ayat 27 adalah...