Definisi Jamak Muannats Salim dan Kedudukan ‘Irabnya dalam kalimat

0
167
Advertisement
5
(1)

Jamak Muannats Salim

Perhatikan contoh berikut ini:

ذَهَبَتْ الطَّالِبَاتُ إِلَى المَدْرَسَةِ/ نَمَتْ الشَّجَرَاتُ الّتِى زَرَعْتُهَا مُنْذُ ثَلاَثَةِ الأسَابِيْعِ / تَنَاوَلَ الأصْدِقَاءُ الدّجَاجَاتِ المُحَمَّرَةَ

  • Para siswi pergi ke sekolah
  • Pepohonan yang aku tanam sejak 3 minggu telah tumbuh
  • Kawan-kawan menyantap ayam bakar

Apabila kita perhatikan pada lafadz-lafadz الطَّالِبَاتُ / الشَّجَرَاتُ / الدّجَاجَاتِ terdapat penambahan huruf Alif dan perubahan tulisan Ta’ pada akhir kata dimana bentuk mufrad ketiga kata tersebut berasal dari طالبة / شجرة / دجاجة. Itulah yang dinamakan dengan Jamak Muannats Salim

Sebelum dilanjut ke materi inti, kita akan mengenali terlebih dahulu jenis-jenis Muannats/Feminim agar pembahasan sejalan.

1. Muannats dari segi makna terbagi kedalam dua bagian:

  • Muannats Haqiqi

وهو ما يلد ويتناسل ولو من طريق البيض والتفريخ، كالطيور

Adalah setiap isim muannats yang secara alami dia bisa melahirkan/reproduksi/berketurunan meskipun dengan cara bertelor dan menetes seperti burung. Contoh:

زينب / نوال / طيور

Zainab/Nawal/Burung

Meskipun tidak memiliki tanda kemuannatsan seperti huruf Ta’ (ة) diakhir kata, namun tetap dianggap muannats.

  • Muannats Ghoir Haqiqi (Majazi)

ما كان مؤنثا لا يلد ولا يتناسل، مثل: أرض/شمس

Adalah muannats yang bukan sebenarnya sebab dia tidak melahirkan/reproduksi/berketurunan seperti kata أرض (bumi/dataran), matahari.

2. Muannats dari segi lafadz terbagi kedalam dua bagian:

  • Muannats Lafdzi

ما كان مشتملا على علامة تأنيث ظاهرة، سواءا أكان دالا على مؤنث أم مذكر، مثل: فاطمة، وحمزة، ومعاوية، وشجرة، وسلمى، وخضراء.

Adalah setiap muannats yang memiliki tanda kemuannatsan (ة) yang nampak baik secara makna menunjukan arti perempuan maupun laki-laki. Seperti Fatimah, Hamzah, Mu’awiyah, Syajarah, Salma, Khadra

Advertisement

Hamzah meskipun dia laki-laki namun dia dijamakan kedalam Jamak Muannats Salim sebab katanya berakhiran Ta’.

  • Muannats Maknawi

وهو ما كان لفظه خاليا منها مع دلالته على التأنيث … نحو: زينب، وشمس، وأرض

Adalah muannats yang secara lafadz tidak memiliki tanda kemuannatsan namun dia termasuk Muannats. Seperti Zainab, Syams, Ardh

Kesimpulan: Dari jenis-jenis muannats di atas, terdapat muannats yang merangkap antara maknawi dan lafdzi dll. Misalkan Zainab (Dia adalah Muannats Haqiqi sebab bereproduksi dan juga dia termasuk Muannats maknawi sebab tidak ada tanda kemuannatsan.

Mari kita mulai dengan definisi…

A. Definisi Jamak Muannats Salim

كل ما دل على أكثر من اثنتين بزيادة ألف و تاء لمفرده الصحيح في آخره ، ويرفع بالضمة ، وينصب ويجر بالكسرة ، وهو مؤنث طبعا ( خاص بجماعة الإناث ) ، وسمي سالما لأن مفرده سلم من التغيير عند جمعه

Jamak Muannats Salim adalah setiap isim yang memiliki arti lebih dari dua untuk perempuan yang pada akhir kata ditandai dengan penambahan Alif dan Ta’

Kenapa disebut dengan ‘Jamak Muannats Salim’

Jamak artinya banyak, Muannats artinya perempuan dan Salim artinya selamat. Dengan demikian Jamak Muannats Salim’ adalah Isim yang menunjukan arti perempuan lebih dari dua yang dalam perubahan bentuk jamaknya ditandai dengan penambahan Alif dan perubahan huruf Ta’ Marbuthah.

Kenapa disebut salim ? sebab perubahan dari bentuk mufrad (tunggal) ke dalam jamak (plural) tidak banyak merubah huruf. Hanya penambahan Huruf Alif dan perubahan penulisan dari Ta’ Matbuthah menjadi Ta’ Maftuhah atau Ta’ Mamdudah.

Bentuk Mufrad Muannats (tunggal perempuan) yang dirubah ke dalam Jamak Muannats Salim, diambil dari ke 4 jenis isim muannats diatas.

  • Terkadang dari Muannats Lafdzi dan Maknawi. Contoh

سَيِّدَةٌ -» سَيِّدَاتٌ

  • Terkadang dari Muannats Haqiqi saja tanpa tanda kemuannatsan. Contoh

هِنْدٌ -» هِنْدَاتٌ / سُعَادٌ -» سُعاداتٌ

  • Terkadang dari Muannats Lafdzi saja (Secara lafadz memiliki tanda kemuannatsan dan secara makna menunjukan laki-laki. Contoh

عِطْيَةٌ -» عِطْيَاتٌ / شَبَكَةٌ -» شَبَكَاتٌ

  • Terkadang dari Muannats Lafdzi saja tanpa memiliki tanda kemuannatsan. Contoh

سُرَادِق -» سُرَادِقَات

B. Tanda ‘Irab Jamak Muannats Salim?

أنه يرفع بالضمة، وينصب بالكسرة نيابة عن الفتحة، ويجر بالكسرة

Rafa’ dengan Dhammah, Nashab kasrah sebagai ganti dari Fathah dan Jar dengan Kasrah. Contoh:

ذَهَبَتْ الطَّالِبَاتُ إِلَى المَدْرَسَةِ
رَأَيْتُ الطَّالِبَاتِ فِي المَدْرَسَةِ
مَرَرْتُ بِالطَّالِبَاتِ

Catatan: Perlu diingat bahwa tanda ‘irab Jamak Muannats Salim diatas berlaku apabila Huruf Alif dan Ta’ merupakan dua huruf tambahan (Zaidah) bukan huruf asli seperti.

بَيتٌ -» أَبْيَاتٌ / صَوْتٌ -» أَصْوَاتٌ / وَقْتٌ -» أَوْقَاتٌ

Untuk ketiga contoh Bait, Shout, waqt tanda ‘irabnya seperti Isim Mufrad (Rafa dengan dhammah, Nashab dengan Fathah dan Jar dengan Kasrah) sebab bukan Jamak Muanats Salim melainkan Jamak Taksir.

C. Mulhaq Jamak Muannats Salim

قال ابن مالك

كَذَا أُوْلاَتُ وَالَّذِي اسْمَاً قَدْ جُعِلْ # كَــــأَذْرِعَــاتٍ فِــيْهِ ذَا أَيْــضَاً قُــبِلْ

Seperti halnya Jamak Muannats Salim, untuk lafadz “Ulaatu”. Dan Kalimah yang menjadi Isim ‘Alam seperti lafadz “Adri’aatin” (nama tempat di Syam) keduanya berlaku I’rab seperti Jamak Mu’annats Salim

  • Kata أُولاتٌ (Ulaatun)

Kata أُولاتٌ adalah Mulhaq yang tanda ‘irabnya sama seperti Jamak Muannats Salim. Disebut Mulhaq sebab kata ini tidak memiliki bentuk Mufrad secara lafadz, dia hanyalah memiliki bentuk mufrad yang lafadznya berbeda namun semakna yaitu lafadz ذات yang berarti kepunyaan/kepemilikan.

Kata أُولاتٌ dalam penggunaanya selalu di idhafatkan sehingga tanda tanwin juga otomatis dihilangkan. Contoh

الأمهاتُ أولاتُ فَضْلٍ

Dalam AlQur’an

أَسْكِنُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ سَكَنتُم مِّن وُجْدِكُمْ وَلَا تُضَارُّوهُنَّ لِتُضَيِّقُوا عَلَيْهِنَّ ۚ وَإِن كُنَّ أُولَاتِ حَمْلٍ فَأَنفِقُوا عَلَيْهِنَّ حَتَّىٰ يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ ۚ فَإِنْ أَرْضَعْنَ لَكُمْ فَآتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ ۖ وَأْتَمِرُوا بَيْنَكُم بِمَعْرُوفٍ ۖ وَإِن تَعَاسَرْتُمْ فَسَتُرْضِعُ لَهُ أُخْرَىٰ. سورة الطلاق ٦

  • Kata أَذْرِعَــاتٌ (Adri’aatun)

Kata أَذْرِعَــاتٌ adalah Mulhaq yang tanda ‘irabnya sama seperti Jamak Muannats Salim. Disebut Mulhaq sebab kata ini sudah dijadikan sebuah nama tempat sehingga sah secara kaidah kata ini dipergunakan untuk Muannats dan Mudzakar yang menunjukan kepada tunggal meski lafadznya Jamak

Begitu juga dengan kata-kata seperti عَرَفَاتٌ (Tempat dekat Makkah), سَعَادَاتٌ (nama orang), زَيْنَبَاتٌ (nama orang), عِنَايَاتٌ (nama orang, نعْمَاتٌ (nama orang). Semuanya termasuk Mulhaq Jamak Muannats Salim sebab sudah dijadikan Nama tempat/orang

Terdapat beberapa pendapat terkait ‘Irab kata أَذْرِعَاتَ dan kawanya:

  • Pertama : Dii’rab Jamak Muannats Salim dan bertanwin seperti ketika sebelum dijadikan sebuah nama/tempat. Contoh:

هَذِهِ عرفاتٌ / زُرْتُ عرفاتٍ / ومَرَرْتُ بِعرفاتٍ

Ini kota ‘Arafah, Aku mengunjungi kota ‘Arafah, Aku melewati kota ‘Arafah.

  • Kedua: Di’irab ketika Rofa’ dengan dhammah, jar dan nashab dengan kasrah plus menghilangkan tanda tanwin. contoh:

هَذِهِ عرفاتُ زُرْتُ عرفاتِ وَمَرَرْتُ بِعرفاتِ

Ini kota ‘Arafah, Aku mengunjungi kota ‘Arafah, Aku melewati kota ‘Arafah..

  • Ketiga: Di’irab ketikaRafa’ dengan dhammah, Jar dan Nashab dengan Fathah plus menghilangkan Tanwin, seperti Isim Ghoir munsharif. Contoh

َ هذه عرفاتُ، زُرْتُ عرفاتَ، ووقفت بعرفاتَ

Ini kota ‘Arafah, Aku mengunjungi kota ‘Arafah, Aku melewati kota ‘Arafah.

Lihat referensi:

عباس حسن، النحو الوافى، ج١, ص ١٦٦

D. Isim-Isim yang bisa dibentuk kedalam Jamak Muannats Salim

  • Setiap Isim yang diakhiri dengan huruf Ta’ tambahan (bukan asli), baik Isim Alam untuk nama perempuan seperti فاطمة/حليمة/رقية atau bukan selain Isim Alam seperti زراعة / تجارة atau hanya muannats secara lafadz saja seperti عطية / حمزة / معاوية semuanya boleh dijamakan kedalam Jamak Muannats salim.

Namun untuk kata-kata berikut dibawah ini dikecualikan seperti:

امرأةٌ / شَاةٌ /  أَمَةٌ / أمّةٌ / قِلَّةٌ / مِلَّةٌ / شفة

Wanita/kambing/budak pr/umat/sedikit/agama/bibir.

Kata seperti di atas dijamakan kedalam Jamak Taksir

امرأةٌ -» نِسَاءٌ / شَاةٌ  -» شِيَاةٌ / أَمَةٌ  -» إمَاءٌ /
أمّةٌ  -» أُمَمٌ / شفة  -» شِفَاهٌ / قِلة -» قُلاَّت / مِلَّةٌ -» مِلَلٌ

  • Setiap Isim yang diakhiri dengan Alif Ta’nits Maqsurah dan Mamdudah, baik menunjukan nama orang, sifat atau bukan, baik menunjukan perempuan atau laki-laki. Contoh

سُعدى -» سُعديَات
فُضْلَى -» فضليات
دنيا -» دُنْييات
زَهراء -» زَهْرَاوات
حَسْنَاء -» حَسْنَاوَاتٌ

Selain Ulama Kuffah, mereka mengecualikan kata-kata yang berwazan فَعْلَاء yaitu bentuk Muannats dari wazan أفْعل seperti

خضراء / سوداء / صفراء / زرقاء

Dan juga kata yang berwazan فَعْلَى bentuk muannats dari wazan فَعْلان seperti kata سَكْرى muannats dari سكران

  • Setiap isim alam muannats haqiqi namun tidak memiliki tanda kemuannatsan. Contoh

زينب / نوال

Nama Zainab / Nawal

Kecuali nama حَذَام menurut pendapat yang menganggapnya Mabni (Sama bentuk untuk mufrad dan Jamak)

  • Setiap isim Tashghir (yang diperkecil) untuk jenis mudzakar tidak berakal. Contoh:

نُهَيْرٌ -» نُهيرات
جُبَيْلٌ -» جُبيلات
كُتَيْبٌ -» كُتيباتٌ

Sungai kecil / Gunung kecil / buku kecil

  • Setiap sifat untuk Mudzakar tidak berakal. Contoh:

جَمِيْلٌ -» جَمِيْلاَتٌ
مَعْدُوْدٌ -» مَعْدُوْدَاتٌ
مُغَرُّدٌ -» مُغَرُّدَاتٌ

Contoh dalam kalimat:

هذه بَسَاتِيْنُ جَمِيْلاَتٌ

Ini kebun2 cantik

Kata بساتين adalah jamak taksir dari bentuk mufrad بُسْتَانٌ dimana bustan ini adalah Mudzakar tidak berakal. Dengan demikian ketika dia dirubah kedalam bentuk Jamak Taksir, maka untuk sifatnya yaitu kata جَمِيْلٌ dirubah kedalam bentuk Jamak Muannats Salim menjadi  جميلات

Namun kaidah lain berkata” jamak tidak berakal dianggap 1 muannats”. Artinya untuk mensifati jamak tidak berakal boleh dengan bentuk satu muannats tanpa dirubah kedalam bntuk jamak muannats. Contoh:

هذه بَسَاتِيْنُ جَمِيْلاَتٌ / هذه بَسَاتِيْنُ جَمِيْلَةٌ

  • Setiap isim yang tidak terdapat bentuk Jamak taksir dari Arabnya. Contoh:

سُرادِق -» سُرادِقات
قَيْصُوم -» قَيْصُومات
حَمَّام -» حَمَّامات
كَتَّان -» كَتَّانات
اصطبل-» اصطبلات
قطْمير -» قِطْميرات

Selain contoh kata diatas semuanya bersifat sima’i. Contoh:

شِمال -» شَمَالات

  • Setiap sifat /Isim berwazan isim Fa’il untuk muannats

ضارية -» ضاربات
ناصرة -» ناصرات
مرضعة -» مرضعات

  • Mashdar dari Fi’il yang hurufnya lebih dari 3 (Fi’il Tsulasi Majid dan Ruba’)

تعريف -» تعريفات
استفسار -» استفسرات
إكرام -» إكرمات
اجتهاد -» اجتهدات

Lihat referensi:

عباس حسن، النحو الوافى، ج١, ص ١٦٩

Baca juga,

E. Kedudukan ‘irab Jamak Muannats Salim

  • Kedudukan ‘irabnya tergantung posisinya masing-masing dalam kalimat. Boleh menjadi Fa’il, Maf’ul Bih, Mubtada dan lainya.

Contoh:

الطَّالِبَاتُ يَلْعَبْنَ أَمَامَ المَدْرَسَةِ

Lafadz الطَّالِبَاتُ sedang berada di posisi Rafa’ dengan tanda Dhammah sebagai Mubtada’

ذَهَبَتْ الطَّالِبَاتُ إِلَى المَدْرَسَةِ

Lafadz الطَّالِبَاتُ sedang berada di posisi Rafa’ dengan tanda Dhammah sebagai Fa’il

رَأَيْتُ الطَّالِبَاتِ فِي المَدْرَسَةِ

Lafadz الطَّالِبَاتِ sedang berada di posisi Nashab dengan tanda kasrah sebagai Maf’ul Bih

مَرَرْتُ بِالطَّالِبَاتِ

Lafadz الطَّالِبَاتِ sedang berada di posisi Majrur dengan tanda kasrah sebagai Isim Majrur oleh huruf Jar.

  • Contoh ‘irab Jamak Muannats Salim

تِلْمِيْذَاتٌ جَمِيْلاَتٌ جَالِسَاتٌ أَمَامَ المَدْرَسَةِ

Para siswi yang cantik sedang duduk di depan sekolah

تِلْمِيْذَاتٌ : مبتدأ مرفوع وعلامة رفعه الضمة الظاهرة على آخره
جميلات : نعت مرفوع وعلامة رفعه الضمة الظاهرة على آخره
جَالِسَاتٌ : خبر مرفوع وعلامة رفعه الضمة الظاهرة على آخره
أمام : مفعول فيه ظرف مكان منصوب وعلامة نصبه الفتحة وهو مضاف
المَدْرَسَةِ : مضاف إليه مجرور وعلامة جره الكسرة

  • Contoh Jamak Muannats Salim dalam Al Qur’an

وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ ۖ لِمَنْ أَرَادَ أَن يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ. سورة البقرة ٢٣٣

وَالْوالِداتُ : الواو استئنافية
الوالدات : مبتدأ
يُرْضِعْنَ : فعل مضارع وفاعل والجملة خبر المبتدأ
أَوْلادَهُنَّ : مفعول به
حَوْلَيْنِ : ظرف زمان منصوب بالياء لأنه مثنى متعلق بيرضعن
كامِلَيْنِ : صفة منصوبة
لِمَنْ : جار مجرور متعلقان بمحذوف خبر تقديره : ذلك الأمر لمن
أَرادَ : فعل ماض
أَنْ يُتِمَّ : المصدر المؤول من أن والفعل في محل نصب مفعول به لأراد
الرَّضاعَةَ : مفعول به وجملة أراد صلة الموصول

Walahu’alam.

Download kitab referensi

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Advertisement

Tinggalkan Komentar