Cinta Yang Agung (الحبّ الكبير)

Must Read

Huruf Asli & Huruf Tambahan (Ilmu Sharf)

Huruf Asli & Huruf Tambahan (Ilmu Sharf) Mengetahui huruf asli dan tambahan pada suatu kata dalam bahasa arab sangat penting,...

Pengertian Al-Qalb Al-Makani (Ilmu Sharf)

Pengertian Al-Qalb Al-Makani (القلب المكاني) Al-Qalb Al-Makani (transposisi) adalah salah satu istilah yang terdapat dalam ilmu sharf. Imam As-Suyuthi dalam...

Pengertian Al-Mizan As-Sharfi (المِيْزَانُ الصَّرْفِي)

Pengertian Al-Mizan As-Sharfi (المِيْزَانُ الصَّرْفِي)   Mafhum Al-Mizan As-Sharfi Bagi kalian yang pernah belajar ilmu sharf pasti tidak asing dengan istilah 'mizan...
TMBAhttps://bahasa-arab.com/
Belajar Bahasa Arab tidak semudah membalikan telapak tangan, butuh keseriusan dan istiqomah. Namun tidak ada kata terlambat jika kita ingin ingin mempelajarinya.

4.5
(8)

الحُبُّ الكَبِيْرُ

Cinta Yang Agung

ذَاتَ يَومٍ خَرَجَتْ الزَّرَافَةُ كَي تَجْمَعَ فُطُوْرَهَا مِنَ الحَشَائِشِ والأَعْشَابِ, وَعِنْدَ جانبِ المَاءِ وَجَدَتْ صَدِيْقَتَهَا الغَزالَةَ تَتَحَرَّكُ بِصُعُوْبَةٍ لِأَنَّهَا تَحْمِلُ وَلِيْدَهَا فِي بَطْنِهَا، وَمَعَ ذَلَكَ تَبْدُو عَلْيهَا السَّعَادَةُ، فَذَهَبَتِ الزَّرَافَةُ نَحْوَهَا وقالتْ : السّلام عليكم يَا صَدِيْقَتِي الغزالةُ. أجابتْ : وعليكم السلام. قالت: أَرَاكِ سَعِيْدَةً بِحَمْلِكِ بِرَغْمِ مَا تُعَانِيْنَ مِنَ التَّعبِ

Suatu ketika Jerapah keluar mengumpulkan gulma dan rerumputan untuk jatah sarapan pagi, di tepi sumber air ia mendapati rekanya ‘seekor kijang’ yang kesulitan bergerak akibat dia sedang hamil, namun meskipun begitu ia nampak bahagia, lalu Jerapah pun menghampirinya dan berkata: Assalamu’alaikum. Kijang: Wa’alaikumsalam. Jerapah: Aku melihatmu begitu bahagia atas kehamilanmu meski bersusah payah.

قالت الغزالة : حَقًّا أَنَا سَعِيْدٌ فَطَلَمَا تَمَنَّيْتُ أَنْ يَرْزُقَنِي اللهُ عَزَالاً صَغِيْرًا يُسَلِّيْنِي، فَقَدْ كُنْتُ أَرَى صَدِيْقَاتِي مِنَ الغَزْلاَنِ يَلْعَبْنَ مَعِ صِغَارِهِنَّ وَهُنَّ سَعِيْدَاتٌ، وَقَدْ أكْرَمَنِي اللهُ، وَهَا أَنَا عَلى وَشْكِ الوِلادَةِ. قالت الزّرافة : أَتَمَنَّى لَكِ وِلاَدَةً مُرْيْحَةً وَغَزَالاً جَمِيْلا. ضَحِكَتِ الغزالةُ وقالت : أَشْكُرُكِ يَا صَدِيْقَتِي الزَّرافَةُ

Kijang: Aku benar-benar bahagia dan berharap semoga Allah memberiku rezeki dengan seekor bayi kijang yang bisa menghiburku. Aku melihat kawan-kawanku mereka bermain bersama anak-anaknya dengan bahagia. Sungguh Allah telah memberiku anugrah, nih sebentar lagi aku melahirkan. Jerapah: Aku berharap proses melahirkanmu mudah dan diberikan seekor kijang tampan. Kijang tertawa seraya berkata: Terimakasih kawanku Jerapah.

وَبَعْد أَيَّامٍ قَلِيْلَةٍ وَضَعَتِ الغزالةُ مَوْلُدَهَا الصَّغِيرَ وَكَانَتْ في مُنْتَهَى السَّعَادَةِ والفَرْحَةِ … وَجَائتْ الحَيَواناتُ تُهَنِّئُها بِمَوْلُوْدِهَا الصَّغِيرِ وهِي تَشْكُرُهُمْ على مَشَاعِرِهِمْ الصَّادِقَةِ، وقالتْ : الحمد لله الذي رَزَقَنِي هٰذا الغزالَ الجَميلَ, فَإِنِّي أُحِبُّ الصِّغَارَ وَأُحِبُّ لَعْبَهُمْ وَمَرْحَهُمْ، فالصِّغَارُ هُمْ زُهُورُ الحَيَاةِ. ضَحُكَتِ الحيواناتُ وَسَعِدُوا بِمَشَاعِرِ الغزالةِ الّتي يَمْلَأُهَا الحُبُّ والعَطَفُ نَحْوَ الصِّغَارِ

Selang beberapa hari, kijang melahirkan anaknya dengan penuh kebahagiaan … Kawanan binatang datang untuk mengucapkan selamat atas lahirnya kijang junior, dan induk kijang pun membalas kasih atas ketulusan mereka seraya berkata: Segala puji bagi Allah yang telah memberikan rezki berupa seekor kijang tampan, aku menyukai anak-anak dan canda tawa mereka, mereka adalah bunga kehidupan. Kawanan binatang tertawa dan bahagia atas perasaan induk kijang yang penuh dengan rasa cinta dan kasih terhadap anak-anak.

وَمِنْ يَوْمِهَا أَعْطَتْ الأُمُ لِغَزَالِهَا الصَّغِيرِ كُلَّ الاهتِمَام، وَكَانَتْ تَهْتَمُّ بِأَكْلِهِ وَتُرَاقِبُهُ وَهُوَ يَلْعَبُ وَكَانَتْ سَعِيْدَةً بِلَعْبِهِ وَقَفْزِهِ

Dari mulai hari kelahiran, induk kinjang memelihara kijang junior dengan penuh perhatian, mulai dari makan sampai mengawasinya ketika bermain, dia sangat bahagia dengan kijang junior bermain dan berlompat.

مَرَّتِ الأيَّامُ وَأَخَذَ الصَّغِيْرُ يَكْبُرُ شَيْئًا فَشَيْئًا وَكَمْ نَبَّهَتْ عَلَيْهِ أُمُّهُ أَلاَّ يَخْرُجَ بِدُونِهَا وَهُوَ مَازَالَ ضَغِيْرًا, وَلَمْ يَعْرِفْ الغَابَةَ جَيِّدًا، وَكُلَّمَا تَرَكَها و مَشَى بِمُفْرَدِهِ عَنَقتْهُ، وَرُبَمَا وَبَخَتْهُ لِخَوْفِهَا عَلَيْهِ مِنَ الأَذَى

Hari-hari berlalu, kijang junior mulai berangsur dewasa, beberapa kali ibunya memperingatkan agar jangan keluar sendiri sebab dia masih kecil, dan belum mengetahui area hutan dengan baik, setiap kali kijang junior pergi dan berjalan sendiri, ibunya selalu memeluk dia dan terkadang memarahinya sebab takut dia teraniaya.

وَفي يومٍ غَلَبَ النُّعَاسُ الغَزالةَ فَتَسَلَّلَ صَغِيرُها بَعيدً عَنْهَا وَصَار يَلعَبُ لاَهِيًا وَيَمْشِي هُنا وهُناك بَعيدًا عن أُمِّهِ، لَقدْ حَدَثَ مَا تَخْشَاهُ أُمُّهُ، فَقَدْ ضَلَّ الصَّغِيْرُ الطَّريقَ وَدَخَلَ غَابَةَ الأُسُوْدِ وَهُوَ لاَ يَعْرِفُ أَنَّ هَذِهِ الأُسُوْدَ المُفْتَرِسَةَ يُمْكِنُ أَنْ تَأكُلَهُ، وَظَلَّ يَلْعَبُ هُنَاكَ حَتَّى رَآهُ أَحَدُ الأُسُوْدِ

Suatu hari Induk Kijang tertidur dan si junior menyelinap pergi bermain mondar mandir jauh dari induknya. Apa yang ditakutkan sang induk akhirnya terjadi, kijang junior nyasar dan memasuki area hutan gerombolan singa, dia tidak mengetahui bahwa singa-singa itu buas yang mungkin akan memakanya, dia terus bermain sampai seekor singa melihatnya.

فِي هذا الوقتِ اسْتَيْقَظَتِ الغَزَالَةُ مِنْ نَومِهَا، وَظَلَّتْ تَبْحَثُ عَنْ صَغِيْرِهَا هُنَا وَهُنَاكَ وَتَسأَلُ الحيواناتِ ولكنّهُمْ لَمْ يَرَوْهُ اليَوْمَ، فَأَخَذَتِ الأمُّ تَتَّبِعُ آثَارَ أَقْدَامِهِ حَتَّى وَصَلَتْ إلى حَافَةِ غَابَةِ الأُسُوْدِ

Kala itu Induk kijang terbangun dari tidurnya dan mondar mandir kesana kemari mencari kijang junior, dia menanyakan kepada kawanan binatang, namun mereka tidak ada yang melihatnya, induk kijang mulai menelusuri jejak kaki si junior sampai tiba di ujung perbatasan hutan grombolan singa.

وَإذا بِهَا تَرَى أَحَدَ الأُسُوْدِ وَقَدْ أَمْسَكَ بِحَبِيْبِهَا الصَّغِيْرِ لَمْ تَسْتَطِعْ أَنْ تَفْعَلَ شَيْئًا، فَقَدْ رَأَتْ الأُسُوْدَ تَقِفُ مُتَأَهِّبَةً لِافْتِرَاسِهَا إِنْ هِي أَقْدَمَتْ على الدُّخُولِ إلى غَابَتِهِمْ

Tiba-tiba dia melihat seekor singa sudah menangkap si junior, diapun tidak mampu berbuat apa-apa, dia melihat gerombolan singa siaga menerkamnya jika dia berani masuk ke hutan sarang mereka.

بَكَتْ الغزالةُ وَصَارَتْ تَتَوَسَّلُ إلى الأسدِ حَتَّى يَتْرُكَ وَلَدَهَا، وَكُلَّمَا هَمَّتْ بِالجَرْيِ نَحْوَ ابْنِهَا وَجَدَتْ الأُسُوْدَ الجَائِعَةَ تَنْتَظِرُهَا، وَإِذَا بِوَلِيْدِها يَلْفَظُ أَنْفَاسَهُ، وَالأُسُوْدُ تَأَكُلُهُ

Induk Kijang menangis dan memohon kepada singa agar melepaskan anaknya, dan setiap kali bermaksud lari ke arah si junior, dia melihat grombolan singa lapar menantinya, ketika itu juga kijang junior menghembuskan nafas terakhir dan dimakan grombolan singa.

Baca juga:

أُصِيْبَتْ الغزالةُ بِصَدْمَةٍ شَدِيْدَةٍ وَظَلَّتْ تَبْكِي بِشِدَّةٍ كُلَّمَا تَذَكَّرَتْ مَنْظَرَ وَلِيْدِهَا وَهُوَ يَمُوتُ وهي لَا تَسْتَطِيْعُ أَنْ تَفْعَلَ شَيْئًا

Induk kijang sangat terpukul dan tak hentinya dia menangis setiap kali teringat dengan kondisi kijang junior yang tewas, sementara dia tidak sanggup berbuat apa-apa

قَالتْ لَهَا صَدِيقَتُهَا الزرافَةُ : اِصْبِرِي يَا صَدِيْقَتِي، فَمَاذَا بِأَيْدِنَا أَنْ نَفْعَلَ ؟ قالت الغزالة : يَجِبُ أَنْ أَذْهَبَ وَأُخَلِّصَهُ مِنْ فَمِّ الأسدِ. قالت الزرافَةُ : كَانَ الأُسُوْدُ سَيَأكُلُونَكِ أنتِ أَيْضًا. قالت الغزالة : لَا يُهِمُّ، فَلِذَلِكَ خَيرٌ لِي مِنَ الحَيَاةِ الآنَ. وَأَضَافَتْ وَصَوْتُهَا يَنْقَطِعُ مِنَ البُكَاءِ: لاَ قِيْمَةَ لِحَيَاتِي بَعْدَ أنْ فَقَدَ صَغِيْرِي، مَا أَصْعَبَ الحَيَاةَ بَعْدَكَ يَا ثَمْرَةَ فُؤادِي ! قالت الزرافَةُ : لاَ تَقُولِي هٰذا اِصْبِرِي سَوْفَ يُعَوِّضَكَ اللهُ خَيرًا

Jerapah berkata: Bersabarlah kawanku, apa yang bisa kita perbuat ? Kijang: Aku mesti pergi membebaskan si junior dari mulut singa. Jerapah: Grombolan singa akan menyantapmu juga. Kijang: Tak peduli, itu lebih baik untuk-ku dari pada hidup sekarang. Dengan suara terbata-bata dia melanjutkan perkataanya: Hidupku tidak bernilai setelah si Junior tiada, betapa beratnya hidup ini setelah kau tiada wahai buah hatiku! Jerapah: Jangan bicara seperti itu, bersabarlah, Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.

قالت الغزالة : الحمد لله وَلكِنِّي قَرَّرْتُ أَمْرًا. سَوْفَ أَذْهَبُ ألى نَفْسِ الأسدِ حَتَّي يَأْكُلْنِي فَأَدْخُلُ إلى بَطْنِهِ فَأَكُونُ بِجِوَارِ وَلَدِي الغزالِ الصَّغِيرِ. قالت الزرافَةُ : أَ أَنْتِ مَجْنُونَةٌ ؟ قالت الغزالة : لاَ يُهِمُّ، المُهِمُّ أَنا بِجِوَارِ وَلَدِي، وَانْخَرَطَتِ الغزالةُ في بكاءٍ شديدٍ وَظَلَّتْ تَرَدَّدُ : وَلَدِي وَلَدِي مَا أَشَدَّ حُزْنِي عَلَيكَ، كُنْتَ نُورُ حَيَاتِي وَصَارَتْ حَيَاتِي مُظْلِمَةٌ بَعْدَكَ

Kijang: Alhamdulillah, namun aku telah memutuskan sesuatu. Aku akan pergi menemui singa yang sama (yang memakan si junior) agar dia memakanku juga. Jerapah: Apa kau sudah gila? Kijang: Tak peduli, yang penting aku berada di samping si junior, diapun kembali menangis dan terus mengulang-ulang perkataan: Anaku anaku, betapa dahsyatnya kesedihanku atas dirimu, kau adalah cahaya hidupku yang menjadi kelam setelah ketiadaanmu”.

أَدْرَكَ جِيرانُ العزالةِ أَنَّهَا يُمكِنُ أنْ تُهْلِكَ نَفْسَهَا، فَاتَّفَقُوا أَنْ تَقُوْمُوا بِحَرَاسَتِهَا حَتَّى يَمْنَعُوهَا مِنَ الذِّهَابِ إلى غَابةِ الأُسُوْدِ، فَكَانُوا يَتَبَادَلُونَ الحَرَاسَةَ عَليهَا وَيَمْنَعُونَهَا كُلَّمَا اقْتَرَبَتْ مِنَ الأُسُوْدِ

Tetangga Kijang mulai menyadari bahwa mungkin saja dia akan membinasakan dirinya, mereka pun sepakat untuk menjaga dia agar tidak pergi ke hutan singa, secara bergantian mereka berpatroli dan menahan sia setiap kali mendekat dari grombolan singa.

وَبَعْدَ يومٍ اسْتَيْقَظَتِ الغزالةُ قَبْلَ الجَمِيْعِ مُبْكِرًا وَقَرَّرَتْ أَنْ تَذْهَبَ إلى غَابةِ الأُسُوْدِ قَبْلَ أَنْ يَشْعُرَ بِهَا الجِيرانُ … وَفِعْلا لَمْ يَرَهَا أَحَدٌ وَانطَلَقَتْ في طَرِيقِهَا إلى غَابةِ الأُسُوْدِ وقالتْ: سَوْفَ أَلْقَاكَ يا صَغِيري حَتَّى يَخْتَلِطُ لَحْمِي بِلَحْمِكَ فَأَكُونُ قَرِيبَةً مِنكَ حَتَّى وَنَحْنُ أَمْوَاتٌ

Selang satu hari, Induk kijang terbangun lebih dini sebelum kawanan binatang lain, dia memutuskan untuk pergi ke sarang grombolan singa sebelum para tetangga binatang menyadarinya…Benar saja tidak ada seorangpun yang melihatnya, diapun bergegas pergi seraya berkata: “Aku akan menemuimu anaku hingga dagingku dan dagingmu bersatu, aku akan berada dekat darimu meskipun kita telah tiada”.

وَفي طَرِيقِهَا وَجَدَتْ غَزالاً صَغِيرًا يَسِيرُ فِي اتِّجَاهِ غَابةِ الأُسُوْدِ فَسَأَلَتْهُ : أَيْنَ تَذْهَبُ ؟ قال : إنِّي ذَاهِبٌ إلى هَؤلاَءِ الأسُودِ. قالت الغزالة : لِمَاذَا ؟ قال : حَتَّى أَكَلُونِي فَقدْ أَكَلُوا أُمِّي بِالأمسِ، وَأُرِيدُ أَنْ يَأكُلُونِي أنا أيضًا كَي أَكُونَ مَعَهَا فِي بُطُونُهِمْ، فَلاَ قِيمةَ لِحَيَاتِي بَعْدَهَا

Di tengah perjalanan dia mendapati seekor kijang kecil sedang berjalan ke arah hutan singa, lalu dia bertanya: Akan pergi kemana? Kijang kecil: Aku akan pergi menemui grombolan singa. Induk kijang: kenapa? Kijang kecil: Agar mereka memakanku, kemarin mereka telah memakan ibuku, dan aku ingin agar mereka memakanku juga supaya aku bisa bersama ibuku di perut mereka, hidup ini tak berarti setelah ibuku tiada.

قالت الغزالةُ : لاَ تَذْهَبْ يا وَلَدِي. أجابها : لاَ اُتْرُكِينِي فَإِنِّي لا أَعْرِفُ كَيْفَ أَعِيشُ. قالت الغزالة : تَعِيشُ مَعِي أنَا، أَنا مَكَانُ أُمِّكَ، أَنَا مِثْلُ أُمِّكَ تَمَامًا، ثُمَّ اِحْتَضَنَتْهُ وَعَادَتْ بِهِ إلى بَيْتِها، وهي تَضُمُّهُ إلى صَدْرِهَا بِحُبٍّ وَحَنَانٍ كَالأُمِّ الّتي عَادَ وَلَدُهَا بَعْدَ الغِيَابِ

Induk Kijang: Jangan pergi anaku. Anak kijang: Tidak, biarkanlah aku pergi sebab aku tidak tahu bagaimana bisa hidup. Induk kijang: Kau akan hidup bersamaku, aku pengganti posisi ibumu, aku persis seperti ibumu, diapun memeluk kijang kecil dan kembali pulang ke rumah sambil merangkulnya dengan penuh cinta dan kasih sayang layaknya seorang ibu yang baru saja anaknya kembali.

اِفْتَقَدَتْ الحيواناتُ الغزالةَ وَصَارُوا يَبْحَثُونَ عَنْهَا, قَدْ تَكُونَ قَدْ ذَهَبَتْ إلى غابةِ الأسودِ، وَإذَا بِهِمْ يَرَوْنَهَا تَعُودُ حَامِلَةً الغَزالَ الصَّغيرَ اليَتِيمَ وَهِي تَضُمُّهُ والفَرَحُ ظَاهِرّ على وَجْهِهَا وَالدُّمُوعُ تُنْسَابُ مِنْ عَيْنَيْهَا، وَهُنَا فَهِمَ الجَمِيعُ مَا حَدَثَ

Kawanan binatang merasa kehilangan induk kijang dan mereka mencarinya, mungkin saja dia pergi ke hutan gerombolan singa, tiba-tiba mereka melihatnya kembali dengan membawa seekor kijang yatim sambil dia peluk, terlihat raut wajahnya berseri dan airmata menetes, mereka pun faham dengan apa yang telah terjadi.

وَبِمُرُورِ الأَيَّامِ عَادَتْ الفَرْحَةُ إلى الغزالةِ وَصَارَتْ تَمْرَحُ وَهِي تَجْرِي وَتَلْعَبُ مَعَ صَغِيرِهَا الجَدِيدِ، والحيواناتُ تَنْظُرُ إلَيهَا فَرْحَةً بِذِهَابِ الحُزْنِ عَنْ جَارَتِهِمْ الغزالةِ

Hari-hari berlalu, kebahagiaan induk kijang telah kembali, dia bersuka ria, berlari dan bermain bersama kijang junior baru, kawanan binatang menatapnya dengan penuh bahagia atas kesedihan yang telah berlalu dari tetangganya itu.


اسم الكتاب : 50 قصة تحكيها لطفلك
المؤلّف : عبد الله محمد عبد المعطى
الطبعة : الأولى
الناشر : دار التوزيع والنشر
رقم الإيداع : 11416/2011
الترقيم الدولى : 6 – 818 – 265 – 977

Penerjemah : Anggota TMBA

Kosa kataالمفردات
Menderitaعَانِى - يُعانِي
Berharapتَمَنًَى - يَتَمَنَّى
Memperhatikanاهْتَمَّ - يَهْتَمُّ ب
Mengucapkan selamatهَنَّأَ - يُهَنِّئُ
Mengawasiرَاقَبَ - يُرَاقِبُ
Meloncatقَفَزَ - يَقْفِزُ
Memperingatkanنَبَّهَ - يُنَبِّهُ
Memarahiوَبَخَ - يَبِخُ
Menghiburتَسَلَّلَ - يَتَسَلَّلُ
Menerkamافْتَرَسَ - يَفْتَرِسُ
Mengikutiاِتَّبَعَ - يَتَّبِعُ
Memohonتَوَسَّلَ - يَتَوَسَّلُ
Siagaتَأَهَّبَ - يَتَأَهَّبُ
Teringatتَذَكَّرَ - يَتَذَكَّرُ
Menggantiعَوَّضَ - يُعَوِّضُ
Mengulang-ulangتَرَدَّدَ - يَتَرَدَّدُ
Memelukاحْتَضَنَ - يَحْتَضِنُ
Merasa kehilanganافْتَقَدَ - يَفْتَقِدُ
Suka riaمَرَحَ - يَمْرَحُ
Menghimpun, mendekapضَمَّ - يَضُمُّ

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 4.5 / 5. Vote count: 8

No votes so far! Be the first to rate this post.

Recomended

Percakapan Bahasa Arab Tentang Sedekah (الصدقة)

Alhamdulillah latihan mengasah kemampuan mendengar B. Arab bagian ke#1 dengan judul "Sedekah" sudah selesai dilaksanakan via group Whatsapp & Instagram. Insya Allah akan Kita...

Ketentuan Mashdar Muawwal (مصدر مؤول)

بسم الله الرحمن الرحيم Kaidah Harokat Huruf Hamzah Pada إنّ Antara Kasrah dan Fathah Penulisan hamzah pada إنّ (Kasrah) dan pada أَنّ (Fathah) sudah diatur dalam...

Juha Diundang Makan Malam

جُحَا وَ دَعْوَةُ البَخِيْلِ Juha dan Undangan Orang Pelit مَرِضَ أَحَدُ أَغْنِيَاءِ البَلْدَةِ البُخَلَاءِ مَرَضًا شَدِيْدًا. فَدَعَا اللَهُ أَنْ يَشْفِيَهُ مِنْهُ، فَاسْتَجَابَ اللَه دُعَاءَهُ، فَأَرْسَلَ الغَنِيُّ...

Mengenal Kaidah Maful Bih, Maful Liajlih, Maful Fiih dan Maful Mutlaq

Sekilas tentang Maful Bih, Maful Liajlih, Maful Fiih dan Maful Mutlaq Materi lengkap sudah ditulis dimasing-masing pasal Halaman Materi Maf'ul Liajlih disini  Halaman Materi Maf'ul Bih disini Halaman...

Tinggalkan Komentar

Latest News

Huruf Asli & Huruf Tambahan (Ilmu Sharf)

Huruf Asli & Huruf Tambahan (Ilmu Sharf) Mengetahui huruf asli dan tambahan pada suatu kata dalam bahasa arab sangat penting,...

Pengertian Al-Qalb Al-Makani (Ilmu Sharf)

Pengertian Al-Qalb Al-Makani (القلب المكاني) Al-Qalb Al-Makani (transposisi) adalah salah satu istilah yang terdapat dalam ilmu sharf. Imam As-Suyuthi dalam...

Kitab Nahwu Wadhih [Free Download]

Kitab Nahwu Wadhih karya Doktor. Ali Al-Jarimi dan Doktor. Musthafa Amin asal Mesir adalah kitab Nahwu yang diperuntukan untuk pemula. Dalam penyajianya kitab ini...

Mengenal Uslub Qasam (أُسْلُوْبُ القَسَمِ)

Materi uslub qasam (sumpah) yang akan kita bahas meliputi pengertian uslub qasam secara bahasa, istilah, rukun, jumlah (kalimat) qasam, jawab qasam baik ismiyyah dan...

Kaidah Dzharaf [مفعول فيه]Lengkap dengan contoh dari AlQuran

Maf'ul Fih ( Dzharaf Zaman & Makan) Perhatikan contoh berikut: ضَرَبَ خَالِدٌ الكَلْبَ ثم جَلَسَ Kholid telah memukul seekor anjing Dari contoh di atas,...

Pengertian Musnad Ilaih (المسند إليه) dan Ketentuan Hukumnya

Bismillahirahmanirahim. Pada materi sebelumnya kita sudah membahas objek pertama ilmu ma'ani yaitu ahwal al-isnadi al-khabari yang mencakup kalam khabari dan kalam insya'i. Selanjutnya kita...

More Articles Like This