Cara Juha Menghitung Hari Bulan Ramadhan

Must Read

Huruf yang diucapakan namun tidak ditulis (ينطق ولا يكتب)

Bismillahirahmanirahim. Sambungan dari materi sebelumnya tentang 'Huruf Yang Ditulis Namun Tidak Diucapkan'. Sekarang kabalikanya yaitu 'diucapkan namun tidak ditulis'. Diantara...

Huruf yang ditulis namun tidak dibaca (يكتب ولا ينطق)

Dalam kaidah imla, terdapat huruf-huruf yang ditulis namun tidak diucapkan (ما يكتب ولا ينطق). Diantara huruf tersebut yang paling...

Perbedaan Hamzah Qatha’ dan Washal (همزة القطع والوصل)

Bisamillahirahmanirahim. Materi kaidah imla (penulisan) yang berkaitan dengan hamzah qatha' dan hamzah washal. Mengetahui kedua hamzah ini sangat penting...
TMBAhttps://bahasa-arab.com/
Belajar Bahasa Arab tidak semudah membalikan telapak tangan, butuh keseriusan dan istiqomah. Namun tidak ada kata terlambat jika kita ingin ingin mempelajarinya.

5
(5)

  حِسَابُ الجَرَّةِ

Hitungan sebuah gentong

عَادَ جُحَا إِلَى بَيْتِهِ يَحْمِلُ جَرَّةً فَارِغَةً ، فَسَأَلَتْهُ زَوْجَتُهُ: لِمَ اشْتَرَيْتَ هَذِهِ يَا جُحَا ؟ قَالَ فِى سُرُوْرٍ : لِأَمْرٍ هَامٍّ يَا زَوْجَتِى العَزِيْزَةُ

Juha kembali ke rumah dengan membawa gentong kosong lalu istrinya bertanya:” Kenapa kau membeli gentong ini? Dengan riang Juha menjawab:” Untuk suatu hal yang penting istriku sayang.

قَالَتِ الزَّوْجَةُ : أَتَأْتِى بِجَرَّةٍ فَارِغَةٍ ، وَ تَقُوْلُ أَمْرٌ هَامٌّ ؟ قَالَ جُحَا : نَعَمْ ، لِأَنَّهُ بَعْدَ أَيَّامٍ يُطَالِعُنَا شَهْرُ رَمَضَانَ المُبَارَكُ ، وَ هَذِهِ الجَرَّةُ مِنْ أَجْلِهِ

Istrinya bertanya kembali:” Kau membawa gentong kosong lalu berkata untuk suatu hal penting. Juha menjawab:” Ya sebab beberapa hari lagi bulan ramadhan tiba.

قَالَتِ الزَّوْجَةُ : مَازِلْتُ لَا أَفْهَمُ شَيْئًا يَا جُحَا أَلَا تُخْبِرُنِى مَا هَذَا الأَمْرُ الهَامُّ ؟ قَالَ جُحَا : هَذِهِ الجَرَّةُ يَا سَيِّدَتِى مِنْ أَجْلِ أَنْ أَعْرِفَ عَدْدَ أَيَّامِ شَهْرِ رَمَضَانَ

Istrinya berkata:” Hai Juha, aku masih belum paham, bisakah kau memberitahuku hal penting itu? Juha menjawab:” Gentong ini untuk mengetahui hitungan hari bulan ramadhan.

قَالَتِ الزَّوْجَةُ : الآن فَهِمْتُ ، سَتَضَعُ بِهَا الحَصَا

Istrinya berkata:” Oh sekarang aku paham, kau akan menaruh batu kerikil di dalamnya

Baca juga,

فَلَمَّا جَاءَ شَهْرُ رَمَضَانَ كَانَ جُحَا يَضَعُ كُلَّ يَوْمٍ حَصَاةً فِى الجَرَّةِ كَى لَا يَخْطِئَ فِى حِسَابِ الأَيَّامِ وَ يَعْلَمُ بِذَلِكَ مَا مَضَى مِنْهُ وَ مَا بَقِىَ

Ketika bulan ramadhan tiba, setiap hari Juha menaruh kerikil di dalam gentong tersebut agar dia tidak salah menghitung jumlah hari dan mengetahui hari yang sudah berlalu dan yang masih tersisa.

فَلَمَّا مَضَتْ عِدَّةُ أَيَّامٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ ، لَاحَظَتِ ابْنَتُهُ الصَّغِيْرَةُ مَا يَفْعَلُهُ وَالِدُهَا ، تَعَجَّبْتْ وَ ظَنَّتْ أَنَّهَا لُعْبَةٌ

Selang beberapa hari puasa, anak perempuan Juha yang kecil memperhatikan apa yang dilakukan Juha. Dia merasa heran dan mengiranya itu sebuah permainan.

وَ فِى اليَوْمِ التَّالِى دَفَعَ حُبُّ التَّقْلِيْدِ الفَتَاةَ أَنْ تُقَلِّدَ أَبَاهَا ، وَ أَنْ تُخَفِّفَ عَنْهُ هَذَا العَمَلَ ، فَأَسْرَعَتْ تَجْمَعُ الحَصَا مِنَ الطَّرِيْقِ ثُمَّ تُلْقِيْهِ فِى الجَرَّةِ

Di hari berikutnya, tiba saatnya (valentine) yang mengharuskan anak perempuan meniru ayahnya dan meringankan beban pekerjaanya. Anak (pr) Juha segera mengumpulkan krikil dari jalan lalu melemparnya ke dalam gentong.

وَ بَيْنَمَا كَانَ جُحَا يَجْلِسُ بَيْنَ أَصْدِقَائِهِ ، اخْتَلَفَ بَعْضُهُمْ عَلَى عَدَدِ الأَيَّامِ المَاضِيَةِ مِنَ الشَّهْرِ المُبَارَكِ ، وَ رَاحَ كُلٌّ مِنْهُمْ يَتَمَسَّكُ بِرَأْيِهِ

Ketika Juha duduk bersama kawan-kawanya, mereka berselisih soal hitungan hari bulan ramadhan yang sudah berlalu. Mereka bersikukuh dengan pendapatnya masing-masing

قَالَ جُحَا : وَ لِمَ الإِخْتِلَافُ يَا أَصْدِقَاءُ وَ أَلَيْسَتِ الجَرَّةُ مَوْجُوْدَةً . فَقَالُوا : الجَرَّةُ ! وَ مَا شَأنُ الجَرَّةِ يَا جُحَا ؟ قَالَ جُحَا : إِنَّ فِى البَيْتِ جَرَّةَ سَنَعْرِفُ مِنْهَا حَالًا عَدَدَ أَيَّامِ رَمَضَانَ

Juha berkata:” Hai kawan2 kenapa berselisih? bukankah ada gentong? Mereka berkata: “Gentong ! ada apa dengan gentong? Juha menjawab:” Di rumah ada gentong, sekarang juga kita akan mengetahui hitungan hari ramadhan.

نَهَضَ جُحَا قَائِلًا : انتَظِرُوا .. فَسَوْفَ آتِيْكُمْ بِالقَوْلِ الفَصْلِ. ثُمَّ أَسْرَعَ إِلَى بَيْتِهِ لِإِحضَارِ الجَرَّةِ

Juha bangkit lalu berkata:” Tunggu..Aku akan kembali kepada kalian dengan penjelasan rinci” Juha pun bergegas ke rumahnya untuk membawa gentong.

فَلَمَّا عَادَ جُحَا بِالجَرَّةِ إِلَى أَصْدِقَائِهِ ، اشْتَدَّتْ المُنَافَسَةُ بَيْنَهُمْ عَلَى مَنْ هُوَ أَصْدَقُ ؟ قَالَ جُحَا : وَ الآن سَأُفْرِغُ مَا فِى الجَرَّةِ وَ نَعْلَمُ الحَقِيْقَةَ

Ketika Juha kembali kepada kawan2nya dengan membawa gentong, perceksokan mereka semakin sengit untuk mengetahui siapa yang benar? Juha berkata:” Sekarang aku akan menuangkan isi gentong ini dan kita akan mengetahui apa yang sebenarnya.

رَاحَ جُحَا يُحْصِى الحَصَا فَوَجَدَهُ مِائَةً وَ عِشِرِيْنَ وَ قَالَ فِى نَفْسِهِ :
– لَوْ قُلْتُ لَهُمْ عَلَى هَذَا العَدَدِ لَحَسِبُوْنِى اَبْلَهَ

Juha mulai menghitung batu kerikil dan ternyata berjumlah 120 biji. Dia berkata dalam hatinya :” Apabila aku mengatakan jumlah ini pada mereka, pasti mereka mengira aku orang tolol.

فَقَسِمَ جُحَا العَدَدَ إِلَى قِسْمَيْنِ ، وَ قَالَ لَهُمْ :
– يَا أَصْدِقَائِى .. هَذَا هُوَ اليَوْمُ السِّتُّوْنَ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ. فَضَحِكُوا وَ قَالُوا : مَتَى كَانَ الشَّهْرُ يَزِيْدُ عَلَى الثَّلَاثِيْنَ يَوْمًا ؟

Akhirnya Juha membaginya menjadi dua bagian lalu berkata:” Hai kawan-kawan, hari ini hari ke 60 ramadhan. Mereka semua terbahak tertawa dan berkata:” Sejak kapan bulan ramadhan lebih dari 30 hari ?

قَالَ جُحَا : لَقَدْ قُلْتُ لَكُمُ الحَقِيْقَةَ ، فَمَا بَالَكُمْ تَسْخَرُوْنَ ؟ لَوْ كُنْتُ قُلْتُ لَكُمْ عَلَى حِسَابِ الجَرَّةِ ، لَكَانَ هَذَا اليَوْمَ المِائَةَ وَ العِشْرِيْنَ مِنَ الشَّهْرِ ، فَاقْنَعُوا بِمَا قُلْتُ ، فَهُوَ خَيْرًا لَكُمْ

Juha menjawab: Aku sudah mengatakan yang sebenarnya, apa yang membuat kalian mencemooh? Apabila aku katakan atas hasil hitungan gentong ini, maka hari ini adalah hari ke 120. Terimalah apa yang aku ucapkan, itu lebih baik untuk kalian.

فَلَمَّا عَادَ إِلَى البَيْتِ قَالَ لِزَوْجَتِهِ : خُذِى هَذِهِ الجَرَّةَ إِنَّهَا خَيْرٌ وَ بَرَكَةٌ ، فَإِذَا وَضَعْتِ فِيْهَا بَدَلًا مِنَ الحَصَا مَالًا صَيَّرَتْهُ لَكِ مُضَاعَفًا

Ketika Juha kembali ke rumah, dia berkata kepada istrinya :” Ambilah gentong ini, dia mengandung kebaikan dan berkah. Apabila kau mengganti kerikil dengan uang dan menaruhnya di dalam gentong ini, maka akan berlipat ganda 😂


Penulis: Syauki Hasan
Penerbit: المؤسسة العربية الحديثة بالقاهرة
Penterjemah: Anggota TMBA

Kosa-kata (مفردات)

IndonesiaArab
Mengkosongkanأَفْرَغَ - يُفْرِغُ
Menaruhوَضَعَ - يَضَعُ
Berpegang teguhتَمَسّكَ - يَتَمَسَّكُ ب
Berlaluمَضَى - يَمْضِى
Heran/Takjubتَعَجَّبَ - يَتَعَجَّبُ
Mengamatiلاَحَظَ - يُلاَحِظُ
Mengiraظَنَّ - يَظُنُّ
Meringankanخَفَّفَ - يُخَفِّفُ
Melemparkanأَلْقَى - يُلْقِي
Menjadikan tradisiقَلَّدَ - يُقَلِّدُ
Bersaing/berlombaنَافَسَ - يُنَافِسُ

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 5

No votes so far! Be the first to rate this post.

Recomended

Kitab Syarh Qathr an-Nada wa Ball ash-Shada

Kitab ini sering sekali dijadikan rujukan dalam artikel kaidah nahwu dan sharaf yang ada di TMBA. Lengkapi koleksi kitab Antum untuk menambah wawasan seputar...

Manfaat Sungai Bagi Kehidupan [Bahasa Arab]

النَّهْرُ Sungai تَتَجَمَّعُ السُّحُبُ فِي السَّمَاءِ ثُمَّ تَنْزِلُ الأَمْطَارُ عَلَى الجِبَالِ، وَتَسِيْلُ مِنْهَا المِيَاهُ إِلى الوُدْيَانِ ثُّمَ تَتَجَمَّعُ هٰذِهِ المِيَاهُ وَتُكَوِّنِ بُحَيْرَةً وَاسِعَةً Awal terbentuk dilangit lalu...

Percakapan Bahasa Arab Tentang Akhlak (الخلق)

Alhamdulillah latihan meningkatkan kemampuan mendengar bagian ke#2 dengan judul (Akhlak) sudah selesai dilaksanakan via Telegram & Whatsapp. Link v*ideo disini Pemeran dalam video part2 ini adalah...

Apa itu Isim Isyarah

 (الاسم الاشارة) Kata Tunjuk 1. Definisi Isim Isyarah termasuk Isim Makrifat yang hukum 'irabnya Mabni kecuali هذان dan هتان. Isim ini digunakan untuk isyarat terhadap...

1 COMMENT

Tinggalkan Komentar

Latest News

Huruf yang diucapakan namun tidak ditulis (ينطق ولا يكتب)

Bismillahirahmanirahim. Sambungan dari materi sebelumnya tentang 'Huruf Yang Ditulis Namun Tidak Diucapkan'. Sekarang kabalikanya yaitu 'diucapkan namun tidak ditulis'. Diantara...

Huruf yang ditulis namun tidak dibaca (يكتب ولا ينطق)

Dalam kaidah imla, terdapat huruf-huruf yang ditulis namun tidak diucapkan (ما يكتب ولا ينطق). Diantara huruf tersebut yang paling...

Kaidah Munada/Nida (منادى) Lengkap Contoh ‘Irab

بسم الله الرحمن الرحيم Pada materi kali ini, Insya Allah kita akan mengenal المنادى dari mulai bentuk, jenis dan kaidahnya. Tentu dilengkapi dengan cara meng'irab...

Kerja Bakti (العَمَلُ التَّعَاوُنِىُّ) Bahasa Arab

العَمَلُ التَّعَاوُنِىُّ فِى بِلاَدِنَا اِنْدُوْنِيْسِيَا Gotong Royong Di Negri Indonesia الأَعْمَالُ التَّعَاوُنِيَّةُ فِي طَبِيْعَةِ الشَّخْصِيَةِ الاِنْدُوْنِيْسِيَّةِ أنَّهَا تَمِيْلُ إِلَى مُسَاعَدَةِ الأخَرِيْنَ دُوْنَ رجاءِ مَقَابِلِ مَدْىِّ أَوْ...

Tanda ‘Irab Isim Ghoir Munsharif (الأسماء الممنوعة من الصرف )

Isim Ghair Munsharif (الأسماء الممنوعة من الصرف) Pada umumnya kelompok Isim-Isim Mu'rab (selain Mabni) memiliki tanda 'irab berupa harokat baik dzahirah maupun muqaddarah yaitu Marfu'...

Terjemah Bait Alfiyah Ibnu Malik

Biografi Ibnu Malik Jika Kalian pernah mondok di pesantren pasti tidak akan asing dengan nama legendaris seperti Imam Ibnu Malik. Ya Beliau adalah Syeikh Al-Alamah...

Sponsored Articles

More Articles Like This