An Tafsiriyyah dan An Mashdaiyyah

5
(2)

Pertanyaan dari Akhy Bealbantani terkait perbedaan An Mashdariyyah dan Tafsiriyyah

بسم الله الرحمن الرحيم

1. Definisi An Tafsiriyyah (أن تفسيرية)

An Tafsiriyyah adalah huruf yang sama sekali tidak memiliki fungsi merubah keadaan ‘irab kalimat yang terletak setelahnya, baik membuat rafa’ nashab dan jar. Artinya keberadaan An Tasfiriyyah dalam suatu kalimat hanyalah berfaidah tafsir (menjelaskan) kalimat sebelumnya yang biasa diartikan dengan ‘yakni’.

Pertanda bahwa huruf أن bisa dianggap sebagai An tafsiriyyah yaitu posisinya bisa ditempati oleh aei أي. Seperti contoh berikut.

أَمَرْتُكَ، أََنِ اذْهَبْ إلى المدرسة
أَمَرْتُكَ، أََيْ اِذْهَبْ إلى المدرسة

Aku memerintahmu; yakni (aku memerintahmu pergilah ke sekolah.

2. Syarat An Tasfiriyyah

Contoh

أَمَرْتُكَ، أََنِ اذْهَبْ إلى المدرسة

Aku memerintahmu, yakni memerintah agar kau pergi ke sekolah.

Dalam AlQuran:

وَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ أَنْ أَلْقِ عَصَاكَ ۖ فَإِذَا هِىَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُونَ. الأعراف ١١٧

Terjemah Arti: Dan Kami wahyukan kepada Musa: “Lemparkanlah tongkatmu!”. Maka sekonyong-konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan.

فَأَوْحَيْنَآ إِلَيْهِ أَنِ ٱصْنَعِ ٱلْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا. المؤمنون ٢٧

Terjemah Arti: Lalu Kami wahyukan kepadanya: “Buatlah bahtera di bawah penilikan dan petunjuk Kami,…

  • Kalimat sebelum An Tasfiriyyah mesti berupa kalimat sempurna. Contoh

أَمَرْتُكَ أََنْ تَجْتَهِدُ ✔️
سَرَّنِي أَنْ تَجْتَهِدُ ❌

Apabila sebelumnya berupa kalimat tidak sempurna seperti سَرَّنِي, maka dia adalah an mashdariyyah yang mesti membuat manshub lafadz تَجْتَهِدَ dan apabila dirubah ke bentuk mashdar sharih menjadi سَرَّنِي اِجْتِهَادُكَ،

سَرَّنِي أَنْ تَجْتَهِدَ ✔️

  • Lafadz setelah An Tasfiriyyah mesti berupa kalimat.

Contoh

أَمَرْتُكَ أَنْ نَوْمًا ❌
أَمَرْتُكَ أَنْ تَنَامُ✔️

Apabila setelah an tafsiriyyah berupa kata satuan (bukan kalimat) seperti أَمَرْتُكَ أَنْ نَوْمًا posisi أن bisa diganti dengan أي seperti

أَمَرْتُكَ أي نَوْمًا

  • Tidak didahului huruf jar.

Contoh

أَمَرْتُكَ بِأَنْ تَجْتَهِدُ ❌

Apabila didahului huruf jar seperti ini, dia adalah an mashdariyyah dan fi’il setelahnya mesti manshub.

أَمَرْتُكَ بِأَنْ تَجْتَهِدَ ✔️

3. Definisi An Mashdariyyah (أن مصدرية)

An Mashdariyyah adalah An yang masuk pada fi’il, baik fi’il madhi atau fi’il mudhari‘ yang secara keseluruhan dari gabungan an mashdari + fi’il disebut dengan istilah mashdar mu’awwal yang bisa dirubah kedalam bentuk mashdar sharih.

يسرّني أنْ تدرسَ = يسرّني دراستُك
سرّني أنْ نجحتَ = سرّني نجاحُك

4. Posisi An Mashdariyyah

  • Posisi An Mashdariyyah terkadang berada diawal kalimat (di posisi rafa’ sebagai mubtada). Contoh

أنْ تَصْبِرَ خَيْرٌ لَكَ

Apabila ingin dirubah ke dalam bentuk mashdar sharih menjadi:

صَبْرُكَ خَيْرٌ لَكَ

Contoh Irab:

أنْ تَصْبِرَ : أنْ حرف نصب مصدري
تَصْبِرَ : فعل مضارع منصوب بأن، والمصدر المؤول في محل الرفع مبتدأ تقديره صَبْرُكَ خَيْرٌ لَكَ
خَيْرٌ : خبر
لَكَ : جر ومجرور
  • Posisi An Mashdariyyah terkadang berada diposisi rafa’ sebagai fa’il. Contoh

سَرَّنِي أَنْ تَجْتَهِدَ

Perubahan ke dalam bentuk mashdar menjadi

سَرَّنِي اجْتِهَادُكَ

Contoh ‘Irab:

سَرَّنِي : فعل + مفعول به أَنْ تَجْتَهِدَ : أنْ حرف نصب مصدري, تَجْتَهِدَ : فعل مضارع منصوب بأن، والمصدر المؤول في محل الرفع فاعل تقديره سَرَّنِي اجْتِهَادُكَ
  • Posisi An Mashdariyyah terkadang berada diposisi nashab sebagai maf’ul bih. Contoh

أُرِيْدُ أَنْ تَجْتَهِدَ

Perubahan ke dalam bentuk mashdar menjadi

أُرِيْدُ اجْتِهَادَكَ

Contoh ‘Irab:

أُرِيْدُ : فعل + فاعل
أَنْ تَجْتَهِدَ : أنْ حرف نصب مصدري
تَجْتَهِدَ : فعل مضارع منصوب بأن، والمصدر المؤول في محل النصب مفعول به تقديره أُرِيْدُ اجْتِهَادَكَ

5. Pertanyaan lanjutan

  • Apakah posisi أن تفسيرية selalu setelah kalimah perintah atau ada kemungkin setelah kalimat yang lainnya juga?
  • Kenapa sebabnya setelah تفسيرية أنْ tidak memiliki mahal i’rab? Terima kasih

Jawab

1. Kalimat sebelum An Tafsiriyah tidak mesti berupa perintah, terkadang berupa kalimat informasi (kalam khabari) yang penting sudah sempurna. Contoh:

انْطَلَقْتُ مِن البيتِ أَنْ خرجتُ

Saya beranjak dari rumah, yakni (keluar)

Lihat Ayat AlQuran:

وَانطَلَقَ الْمَلَأُ مِنْهُمْ أَنِ امْشُوا وَاصْبِرُوا عَلَىٰ آلِهَتِكُمْ ۖ إِنَّ هَٰذَا لَشَيْءٌ يُرَادُ. سورة ص ٦

Lalu pergilah pemimpin-pemimpin mereka (seraya berkata), “Pergilah kamu dan tetaplah (menyembah) tuhan-tuhanmu, sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang dikehendaki.

2. Kalimat tafsiriyah hanyalah satu dari kalimat-kalimat yang tidak memiliki mahal ‘irab, terdapat juga di antarnya seperti jumlah isti’nafiyah, ibtida’iyah, ‘itiradhiyah, ta’liliyyah, maushulah, dan lainya.

Pada dasarnya, suatu kalimat tidak memiliki mahal ‘irab sebab kalimat tersebut independen (bukan bagian dari kalimat sebelumnya). Adapun kalimat yang memiliki mahal irab, sebab dia sedang menempati posisi mufrad (bukan jumlah). Dengan demikian, dalam masalah meng’irab kalimat yang berada di posisi mufrad, pada umumnya disebutkan dengan jelas. Misalkan: “Jumlah ini berada di posisi khobar mubtada”, atau jumlah ini berada di posisi fa’il. Lihat contoh ‘irab an mashdariyyah di atas atau contoh berikut ini.

زيدٌ أبوه قائمٌ

Kalimat أبوه قائمٌ adalah jumlah ismiyyah. Apakah memiliki mahal ‘irab? Ya tentu, sebab dia sedang menempati posisi khabar.

أنْصَحُكَ أَنْ تَجْتَهِدَ

Kalimat أَنْ تَجْتَهِدَ adalah jumlah fi’liyyah (fi’il+fa’il) yang dimasuki an mashdariyyah. Apakah memiliki mahal ‘irab? Ya tentu, sebab dia sedang menempati posisi maf’ul bih.

جَاءَ الذي ضَرَبَ خَالدً

Kalimat ضَرَبَ خَالدً adalah jumlah fi’liyyah yang dalam hal ini dia sebagai shilah maushul untuk الذي. Apakah memiliki mahal ‘irab? Tidak, sebab dia tidak sedang menempati posisi mufrad yang memiliki mahal ‘irab. Namun, Kalimat ضَرَبَ خَالدً secara satuan dia memiliki mahal ‘irab

ضَرَبَ : فعل ماض مبني على الفتح، والفاعل ضمير مستتر تقديره هو يعود إلى الذي
خَالدً : مفعول به

جَاءَ الذي هُوَ نَاجِحٌ

Demikian juga dengan kalimat هُوَ نَاجِحٌ secara kalimat tidak memiliki mahal ‘irab sebab jumlah shilah maushul, meskipun secara satuan (mufrad) memiliki mahal ‘irab.

Kesimpulan: Suatu kalimat, baik ismiyyah atau fi’liyyah dikategorikan memiliki mahal ‘irab apabila keduanya menempati posisi mufrad (satuan), seperti menempati posisi mubtada’, khabar, maf’ul bih, isim majrur dan lainya. Dengan demikian, suatu kalimat baik ismiyyah atau fi’liyyah yang tidak memiliki mahal ‘irab artinya jumlah tersebut tidak sedang menempati posisi mufrad.

Pertanyaan lanjutan

Bagaimana dengan ‘irab يُؤْمِنُونَ pada Ayat berikut?

ٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِٱلْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَ

(الَّذِينَ) اسم موصول مبني على الفتح في محل جر صفة للمتقين

Isim mausul ini menepati posisi jar sifat dari maushuf mutaqin pada ayat sebelumnya.

(يُؤْمِنُونَ) فعل مضارع مرفوع وعلامة رفعه ثبوت النون لأنه من الأفعال الخمسة، والواو ضمير متصل في محل رفع فاعل. (بِالْغَيْبِ) جار ومجرور متعلقان بالفعل يؤمنون. وجملة (يُؤْمِنُونَ) صلة الموصول لا محل لها من الإعراب

Sama seperti pada penjelasan di atas, lafadz يُؤْمِنُونَ apabila satuanya dirinci terdapat fi’il, fa’il (jumlah fi’liyyah). Sementara secara kalimat keseluruhan, dia berada di posisi shilah maushul yang tidak memiliki mahal ‘irab.

Wallahu’alam.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 2

No votes so far! Be the first to rate this post.

Fungsi Mashdar (إعمال المصدر)Lengkap Contoh ‘Irab

Fungsi Mashdar (إِعْماَلُ اْلمَصْدَرِ)Mashdar terkadang dijadikan Mubtada, Maf'ul Mutlaq, Maf'ul Bih, Maf'ul Liajlih, Fa'il, Majrur dan lainya.Terlepas dari itu semua, pada materi kali ini...

Kitab Nahwu Wadhih [Free Download]

Kitab Nahwu Wadhih karya Doktor. Ali Al-Jarimi dan Doktor. Musthafa Amin asal Mesir adalah kitab Nahwu yang diperuntukan untuk pemula. Dalam penyajianya kitab ini...

Juha dan Orang Pelit

جُحَا فِي دَارِ البُخَلاَءِJuha berada di rumah orang pelitفَلَمَّا كَانَ جُحَا مُسَافِرًا وَفِي الطَّرِيْقِ هَبَّتْ عَاصِفَةٌ شَدِيْدَةٌ. فَخَافَ أَنْ يَنَالَهُ شِرٌّ، وَأَخَذَ يَنْظُرُ حَوْلَهُ...

Isim Tafdhil (اسم التفضيل)

Isim Tafdhil (اسم التفضيل)Definisi Isim Tafdhil (تعريف اسم التفضيل)اسم مشتق من حروف الفعل الماضي الثلاثي على وزن  أََفْعَل  ليدل على أن شيئين اشتركا في...

Kisah Tiga Sekawan (الأصدقاء الثلاثة)

الأصدقاء الثلاثةKisah Tiga Sekawan (الأصدقاء الثلاثة)القِرْدُ وَالكَلْبُ وَالخَرْتِيٍتُ أَصْدِقَاءُ تَعَارَفُوْا مُنْذُ الصِّغَرِ، يَلْعَبُوْنَ سَوِيًّا وَيَمْرَحُوْنَ، يَتَشَارَكُوْنَ طَعَامَهُمْ سَوِيًّا. القِرْدُ يُحْضِرُ المَوْزَ وَالفُوْلَ السُّودَانِيَّ، وَيُحْضِرُ...

Definisi dan ‘Irab Isim Mutsanna (المُثَنَّى)

Mutsanna (مثني)Perhatikan contoh mutsanna berikut: ذَهَبَ الطَّالِبَانِ إِلَى المَدْرَسَةِ / رَأَيْتُ الطَّالِبَيْنِ أَمَامَ المَدْرَسَةِ / سَلِّمْ عَلى الطَّالِبَيْنِ الجَالِسَيْنِ أَمَامَ المَدْرَسَةِDua siswa pergi ke sekolah...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

I’rab kalimat (ربا،دينا، نبيا)Pada Bacaan Dzikir Pagi/Petang

Pertanyaan dari Ukhty Nur Hasanah terkait i'rab kalimat pada bacaan dzikir Pagi/PetangBagaimanakah i'rab kalimat رَبًّا, دِيْنًا,نَبِيًّا pada bacaan dzikir...

Hal dan Amilnya Dalam Surah Maryam 29

Pertanyaan dari Ukhty Nur (Malaysia) terkait hal dan na'at.Pertanyaan pertama: Apakah kata مختلف pada Surah Fatir Ayat 27 adalah...