8 Objek Pembahasan Ilmu Ma’ani (Balaghah)

Must Read

Huruf yang diucapakan namun tidak ditulis (ينطق ولا يكتب)

Bismillahirahmanirahim. Sambungan dari materi sebelumnya tentang 'Huruf Yang Ditulis Namun Tidak Diucapkan'. Sekarang kabalikanya yaitu 'diucapkan namun tidak ditulis'. Diantara...

Huruf yang ditulis namun tidak dibaca (يكتب ولا ينطق)

Dalam kaidah imla, terdapat huruf-huruf yang ditulis namun tidak diucapkan (ما يكتب ولا ينطق). Diantara huruf tersebut yang paling...

Perbedaan Hamzah Qatha’ dan Washal (همزة القطع والوصل)

Bisamillahirahmanirahim. Materi kaidah imla (penulisan) yang berkaitan dengan hamzah qatha' dan hamzah washal. Mengetahui kedua hamzah ini sangat penting...
TMBAhttps://bahasa-arab.com/
Belajar Bahasa Arab tidak semudah membalikan telapak tangan, butuh keseriusan dan istiqomah. Namun tidak ada kata terlambat jika kita ingin ingin mempelajarinya.

5
(1)

Sebelum membahas ke delapan objek kajian ilmu ma’ani, kita perlu mengetahui terlebih dahulu arti, sejarah dan tujuan dari pada ilmu ma’ani dalam ilmu balaghah.

Definisi Ilmu Ma’ani

Ilmu Ma’ani (عِلْمُ المَعَانِي) adalah susunan idhafat (mudhaf dan mudhaf ilaih) yang terdiri dari dua kata “ilmu” dan “ma’ani”. Secara bahasa berarti “ilmu yang berkaitan dengan maksud atau makna”

Sedangkan menurut istilah Ulama Balaghah adalah

علم يعرف به أحوال اللفظ العربى التى بها يطابق مقتضى الحال بحيث يكون وفق الغرض الذي سيق له

“Ilmu untuk mengetahui bentuk-bentuk kata arab atau pola susunan kalimat sesuai dengan muqtadla al-hal (situasi dan kondisi). Artinya, ilmu ma’ani akan mengkoreksi kata-kata suatu kalimat dan memeliharanya agar tidak timbul suatu kesalahan ketika diungkapkan.

Manfaat Mengetahui Ilmu Ma’ani

Dalam kitab Jawahirul Al-Balaghah disebutkan bahwa diantara faidah ilmu ma’ani sebagai berikut:

  • Pertama: Untuk mengetahui ‘Ijaz (Kemu’jizatan) Al-Qur’an

ﻣﻌﺮﻓﺔُ ﺇﻋﺠﺎﺯِ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﺍﻟﻜﺮﻳﻢِ، ﻣﻦ ﺟﻬﺔِ ﻣﺎ ﺧﺼَّﻪُ ﺍﻟﻠﻪُ ﺑﻪ ﻣﻦ ﺟﻮﺩﺓِ ﺍﻟﺴﺒَّﻚِ، ﻭﺣُﺴﻦ ﺍﻟﻮﺻﻒِ، ﻭﺑَﺮﺍﻋﺔِ ﺍﻟﺘَّﺮﺍﻛﻴﺐِ ، ﻭﻟُﻄﻒِ ﺍﻹﻳﺠﺎﺯ ،ﻭﻣﺎ ﺍﺷﺘﻤﻞَ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﻦ ﺳُﻬﻮﻟﺔِ ﺍﻟﺘﺮَّﻛﻴﺐِ، ﻭﺟﺰﺍﻟﺔِ ﻛﻠﻤﺎﺗﻪِ، ﻭﻋُﺬﻭﺑِﺔ ﺃﻟﻔﺎﻇﻪِ ﻭﺳﻼﻣﺘِﻬﺎ ، ﺇﻟﻰ ﻏﻴﺮ ﺫﻟﻚ ﻣﻦ ﻣﺤﺎﺳﻨﻪِ ﺍﻟﺘﻲ ﺃﻗﻌﺪﺕِ ﺍﻟﻌﺮﺏَ ﻋﻦ ﻣﻨﺎﻫﻀﺘِﻪ، ﻭﺣﺎﺭﺕَ ﻋﻘﻮﻟﻬُﻢ ﺃﻣﺎﻡَ ﻓﺼﺎﺣﺘﻪِ ﻭﺑﻼﻏﺘﻪِ

Mengetahui kemu’jizatan Al-Quran yang telah Allah Ta’ala istimewakan, baik dari susunan lafadz yang diungkapkan dengan bahasa yang indah dan ringkas، maupun dari sisi kefasihan dan penggunaan veriasi kata dengan kandungan makna mendalam. Segala kesempurnaan yang dimiliki AlQur’an membuat semua orang Arab tunduk dan logika mereka tumpul atas kefashihan dan ke-balaghah-an AlQuran.

Diriwayatkan bahwa Al-Walid bin Al-Mughirah salah seorang musuh Rasulullah S.A.W mendengarkan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an yang dibacakan Rasulullah. Kemudian ia berkata:

“والله لقد سمعت من محمد كلاما، ما هو من كلام الإنس ولا من كلام الجن، وإن له لحلاوة، وإن عليه لطلاوة، وإن أعلاه لمثمر، وإن أسفله لمغدق”.

“Demi Allah saya telah mendengar sebuah kalam (ayat al-Quran) dari Muhammad, ungkapannya bukanlah ungkapan manusia taupun jin, sesungguhnya ungkapan tersebut sangat bagus dan indah, permulaannya sangat berisi dan lebih lagi di penutupnya”

  • Kedua: Untuk mempelajari kefashihan dan ke-balaghah-an pada kata-kata yang digunakan oleh orang arab, baik yang berhubungan dengan natsr (prosa) maupun syair. Dengan ilmu ma’ani ini, kalam yang mereka ungkapkan akan tersikapi baik dan jeleknya atau dari segi kesesuai dan tidaknya dengan kaidah.

ﺍﻟﻮﻗﻮﻑُ ﻋﻠﻰ ﺃﺳﺮﺍﺭِ ﺍﻟﺒﻼﻏﺔِ ﻭﺍﻟﻔﺼﺎﺣﺔِ – ﻓﻲ ﻣَﻨﺜﻮﺭِ ﻛﻼﻡِ ﺍﻟﻌﺮﺏ ﻭﻣﻨﻈﻮﻣِﻪ – ﻛﻲ ﺗﺤﺘﺬﻱَ ﺣﺬﻭﻩُ، ﻭﺗَﻨﺴُﺞَ ﻋﻠﻰ ﻣﻨﻮﺍﻟﻪِ، ﻭﺗَﻔﺮِّﻕَ ﺑﻴﻦ ﺟَﻴِّﺪِ ﺍﻟﻜﻼﻡ ﻭﺭﺩﻳﺌِﻪِ

Sejarah dan Dasar Pemikiran Ilmu Ma’ani

Sejak jaman Al-Quran belum diwahyukan kepada Rasulullah S.A.W , orang Arab sudah dikenal dengan kepiawaian dan kefashihanya dalam membuat syair. Bait-bait yang yang mereka buat sangat mempesona dengan gaya bahasa super, padahal pada waktu itu belum terlahir Ilmu balaghah.

Bukti bahwa mereka pandai bersyair dengan bahasa yang fashih dan baligh yaitu dengan adanya tantangan dari Allah Ta’ala agar mereka membuat yang serupa dengan Al-Quran meskipun hanya satu ayat. Tantangan ini merupakan bukti bahwa mereka mempunyai kemampuan untuk membuat ibaraat dengan gaya bahasa dan fashahah yang tinggi. Namun, mereka tidak mempu melakukan hal itu.

Baca: Perbedaan maksud kata Fashahah dan Balaghah

Artinya, Ilmu balaghah pada masa sebelum AlQuran diturunkan belum menjadi sebuah disiplin ilmu, namun dalam keseharian sudah dipraktekkan dan diterapkan mereka melalui karya-karyanya baik berupa syi’ir maupun natsr. Barulah kemudian setelah Al-Quran diwahyukan kepada Rasulullah S.A.W, Ilmu Balahgah terlahir dan berkembang.

Keindahan, kefashihah dan ke-balaghah-an bahasa Al-Qur’an sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan ilmu balaghah. Ahli sastra Islam maupun non Islam sepakat bahwa bahasa Al-Qur’an dan nilai-nilai keagungan di dalamnya adalah puncak balaghah yang tak tertandingi oleh ungkapan manapun.

Awal perkembangan ilmu balaghah dimulai dengan kajian-kajian sastra terhadap beberapa sya’ir dan pidato-pidato orang Jahiliah, selanjutnya sampai pada masa pemerintahan Daulah Umaiyah dan Abasiyyah, ia terus mengalami perkembangan pesat.

Kitab yang pertama kali disusun dalam bidang balaghah adalah tentang ilmu bayan, yaitu kitab Majazul Qur’an karangan Abu ‘Ubaidah Ma’mar bin Al-Mutsanna (728-823 M), murid Al-Khalil (w. 170 H). Sedangkan untuk ilmu ma’ani tidak diketahui pasti siapa orang pertama kali yang menyusun tentang ilmu tersebut. Namun, ilmu ini sangat kental dalam pembicaraan para ulama, terutama al-Jahidz (Amr Bin Bahr) (775-867 M), dalam kitabnya I’jazul Quran, Ibnu Qitaibah (828-889 M) dalam kitabnya Syi’r Wasyu’ara, Almubrid (826-898 M) dalam kitabnya Al-Kamil.

Adapun untuk ilmu badi’ yang dianggap sebagai pelopor adalah Abdullah Ibn al-Mu’taz (w. 296 H) dan Qudamah bin Ja’far. Dan juga Al-Jahizh yang dipandang sebagai tokoh yang sangat berjasa dalam sejarah perkembangan ilmu Balaghah secara umum dan ilmu Bayan secara khusus, lewat karya tulisnya yang lain berjudul al-Bayan wa al-Tabyin.

Ilmu Balaghah terus mengalami perkembangan dan kemajuan sampai terlahir dua kitab karya Imam Abdul Qahir al-Jurjani yaitu Asrarul Balaghah (أسرار البلاغة) yang berisi tentang Ilmu Ma’ani dan kitab Dala’il -Aljaz (دلائل الإعجاز) yang berisi tentang keindahan susunan kalimat dan konteksnya.

Kemudian disusul dengan kemunculan Imam As-Sakaki yang semakin mematangkan keberadaan Ilmu Balaghah sebagai disiplin Ilmu. Beliau menyusun sebuah karya besar yang menguraikan ilmu tersebut disamping ilmu-ilmu pengetahuan bahasa Arab lainnya. Kitab tersebut dikenal dengan nama Miftahul ‘Ulum.

Sedangkan pembagian ilmu Balaghah ke dalam tiga istilah (Ilmu Ma’ani, Bayan, dan Badi’) seperti yang dikenal sekarang dilakukan oleh Al-Khatib al-Qazwainy (w. 729 H) pada abad ke-VII H dalam karyanya yang bernama Talkhisul Miftah yang merupakan ringkasan dari kitab Miftahul ‘Ulum karya As-Sakaki.

Selain tokoh-tokoh yang disebutkan di atas, masih banyak lagi tokoh yang mempunyai andil dalam pengembangan ilmu balâghah, seperti Hasan, Umru’ al-Qais, Abu Tammam, Jarir bin Athiyah al-Tamimi, Al-Buhturi, Saif al-Daulah, Ibnu Waki’, Ibn Khayyath, Al-Ma’arri, Ibn Ta’awidzi, Abu Fath Kusyajin dan lainya.

Objek Pembahasan Ilmu Ma’ani

Objek pembahasan ilmu ma’ani berkaitan dengan struktur kalimat, musnad dan musnad ilaih, ahwal muta’alaq bil fi’li, qasr, fashl dan washl, ijaz, itbnab, musawah. Istilah-istilah ini akan kita bahas satu persatu, In Syaa Allah di materi berikutnya secara berkala.

أحوال الإسناد الخبري / أحوال المسند إليه / أحوال المسند / أحوال متعلقات الفعل / القصر / الإنشاء / الفصل والوصل / الإيجاز والإطناب والمساواة

Lihat referensi

  • Jawahirul Balaghah, karya Syekh Sayyid Ahmad Al-Hasyimi, hal 47-50
  • Kitab Ilmu Ma’ani, karya DR. Abdul Aziz ‘Atiiq, halaman prolog

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Recomended

Ilmu Nahwu (Sejarah dan Perkembanganya)

Ilmu Nahwu Gramatika bahasa Arab atau juga disebut dengan istilah Ilmu Nahwu (علم النحو) sejak awal perkembangannya sampai saat ini masih tetap menjadi bahan kajian...

Percakapan bahasa arab tentang adil (العدل)

Transkrip percakapan video ke#5 berjudul (العدل) adil. Pemeran ada 4 orang yaitu: Ayah, Ibu, Nenek, Nurah dan Fawwaz. Menceritakan tentang pemberian coklat dari Nenek kepada...

Nikmatnya Hobi Membaca (Bahasa Arab)

أَهَمِيَّةُ القِرَاءَةِ Urgensi Membaca لِكُلِّ إِنْسَانٍ هِوَايَةٌ يُمَارِسُهَا وَيُقْضِي كُلَّ وَقْتِهِ فِيْهَا، وَمِنْ هٰذِهِ الهِوَايَاتِ هِوَايَة الاِطِّلاَعُ "Setiap Manusia memiliki hobi yang rutin dilakukan setiap waktu, diantara...

Kitab Sina’atul ‘Irab [Syekh Utsman Ibnu Jinny]

عنوان الكتاب: سر صناعة الإعراب  المؤلف: عثمان بن جني أبو الفتح  المحقق: حسن هنداوي  حالة الفهرسة: غير مفهرس  عدد المجلدات: 1 الناشر : دار القلم اسمه مؤلف كتاب (سر صناعة الإعراب)...

Tinggalkan Komentar

Latest News

Huruf yang diucapakan namun tidak ditulis (ينطق ولا يكتب)

Bismillahirahmanirahim. Sambungan dari materi sebelumnya tentang 'Huruf Yang Ditulis Namun Tidak Diucapkan'. Sekarang kabalikanya yaitu 'diucapkan namun tidak ditulis'. Diantara...

Huruf yang ditulis namun tidak dibaca (يكتب ولا ينطق)

Dalam kaidah imla, terdapat huruf-huruf yang ditulis namun tidak diucapkan (ما يكتب ولا ينطق). Diantara huruf tersebut yang paling...

Ketentuan Mashdar Muawwal (مصدر مؤول)

بسم الله الرحمن الرحيم Kaidah Harokat Huruf Hamzah Pada إنّ Antara Kasrah dan Fathah Penulisan hamzah pada إنّ (Kasrah) dan pada أَنّ (Fathah) sudah diatur dalam...

Kitab Adawatul ‘Irab

عنوان الكتاب: أدوات الإعراب  المؤلف: ظاهر شوكت البياتي  حالة الفهرسة: مفهرس فهرسة كاملة  سنة النشر: 1425 - 2005  عدد المجلدات: 1  رقم الطبعة: 1  عدد الصفحات: 278  الحجم (بالميجا): 5 ISBN 9953-427-93-3 هذا...

Perbedaan لكنْ dan لكنَّ, Lengkap dengan ‘Irab

Perbedaan لكنْ dan لكنَّ, Lengkap dengan 'Irab Pertanyaan Ikhwan via group whatsapp tentang hukum 'Irab ْلَكِن pada kalimat yang terdapat di dalam Kitab Durusulughah Al-Arabiyyah Textnya...

Allah yang akan memberimu

اللَّهُ يُعْطِيْكَ Allah yang akan memberimu وَبَيْنَمَا كَانَ جُحَا وَأَصْدِقَاؤُهُ يَتَسَامَرُوْنَ وَيَشْرَبُوْنَ وَيَأْكُلُوْنَ عَلى سَطْحِ الدَارِ سَمِعَ جُحَا فَجْأَةً طَرْقًا شَدِيْدًا عَلَى بَابِ مَنْزِلِهِ فَأَسْرَعَ وَنَظَرَ...

Sponsored Articles

More Articles Like This