6 Etika Penting Dalam Islam [Hiwar Bahasa Arab]

4.8
(21)
Read Time2 Minute, 6 Second

Dialog halaman 131 dan 138.

مِنْ الآدَابِ الإِسْلاَمِيَّةِ

Etika Islami

غَابَ إِبْرَاهِيْمُ وَلَمْ يَحْضُرْ الدَّرْسَ الأَمْسِ لِأَنَّهُ كَانَ مَرِيْضًا، فَعَادَهُ يُوْسُفُ صَدِيْقُهُ لِيَطْمَئِنَّ عَلى صِحَّتِهِ، فَسَأَلَهُ إِبْرَاهِيْمُ عَمَّا دَرَسَهُ مَعَ زُمَلَائِهِ أَثْنَاءَ غِيَابِهِ

Ibrahim absen tidak mengikuti materi pelajaran kemarin karena dia sakit. Yusuf kawanya menjenguk dia buat melihat kondisi kesehatanya dan Ibrahim-pun bertanya tentang apa yang sudah dipelajari Yusuf dan kawanya ketika dia tidak hadir.

يُوْسُفُ : لَقَدْ كَانَ دَرْسُ الأَمْسِ مُمْتِعًا، وَدِدْتُ أَنَّكَ حَضَرْتَهُ وَسَمِعْتَ مَا دَارَ فِيْهِ

Yusuf: “Materi kemarin menarik lho, aku ingin kau hadir dan mendengarkan apa yang terjadi”

إِبْرَاهِيْمُ : مَا مَوْضُوْعُ الدَّرْسِ ؟ لَقَدْ شَوَّقْتَنِي لِأَسْتَمِعَ إِلَيْهِ، قُلْ لِي مَا تَتَذَّكَرُ مِنْهُ

Ibrahim: “Memang judul materinya apa? Kau membuatku rindu ingin mendengarnya, coba ceritakan apa yang kau ingat”.

يُوْسُفُ : لَقَدْ كَانَ الدَّرْسُ عَنْ بَعْضِ الآدَابِ الإِسْلاَمِيَّةِ وَمَا يَجِبُ عَلى المُسْلِمِ أَنْ يَفْعَلَهُ

Yusuf: “Materinya tentang (Etika Islami) yang wajib diperbuat seorang Muslim”.

إِبْرَاهِيْمُ : هَلْ هُنَاكَ أَشْيَاءٌ جَدِيْدَةٌ يَجِبُ مُرَاعَاتُهَا ؟

Ibrahim: “Apakah ada hal baru yang wajib dipatuhi ?

يُوْسُفُ : نَعَمْ، هُنَاكَ آدَابٌ يَجِبُ عَلَيْنَا أَنْ نَعْرِفَهَا

Yusuf: “Ya, ada beberapa etika yang wajib kita ketahui”

إِبْرَاهِيْمُ : هَل تَذْكُرُ لِي بَعْضًا مِمَّا قَالَهُ المُدَرِّسُ ؟

Ibrahim: “Apakah kau akan menerangkanya kepadaku dari apa yang Pak Guru katakan ?

يُوْسُفُ : لَقَدْ كَانَ مَوْضُوْعُ الدَّرْسِ عَنِ الآدَابِ الَّتِي يَتَحَلَّى بِهَا المُسْلِمُ إِذَا تَكَلَّمَ، أَوْ جَلَسَ مَعَ النَّاسِ، وَإِذَا قَابَلَ شَخْصًا أَوْ تَسَلَّمَ أَمَانَةً أَوْ أَكَلَ أَوْ شَرِبَ

Yusuf: “Judul materinya tentang etika yang harus menjadi penghias seorang Muslim ketika dia berbicara, duduk dengan orang-orang, etika ketika berjumpa seseorang atau menerima amanah, dan etika ketika makan dan minum”.

إِبْرَاهِيْمُ : حَقَّا إِنَّهُ مَوْضُوْعٌ شَائِقٌ لَيْتَنِي حَضَرْتُهُ، أَرْجُو أَنْ تَذْكُرَ لِي مِنْهُ شَيْئًا

Ibrahim: “Judul materinya benar-benar merindukan, wah seandainya aku hadir. Aku ingin kau menerangkanya untuk-ku”

يُوْسُفُ : نَعَمْ، سَأُحَاوِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Yusuf: “Ya, Insya Allah akan aku usahakan”.

|||Baca juga Percakapan Pentingnya Menguasai Keterampilan


اِسْتَأْنَفَ إِبْرَاهِيْمُ وَ يُوْسُفُ حِوَارَهُمَا عَنِ الدَّرْسِ الَّذِي غَابَ عَنْهُ إِبْرَاهِيْمُ

“Ibrahim dan Yusuf mulai berdialog soal materi yang tidak dihadiri Ibrahim ”

إِبْرَاهِيْمُ : أَخْبِرْنِي يَا يُوْسُفُ بِمَا قَالَهُ المُدَرِّسُ عَنْ آدَابِ الكَلَامِ وَالجُلُوْسِ

Ibrahim: “Yusuf, coba kasih tahu aku apa yang Pak Guru katakan soal etika berbicara dan duduk itu”.

يُوْسُفُ : إِذَا تَكَلَّمْتَ فَاخْفِضْ صَوْتَكَ، وَقُلْ خَيْرًا أَوْ اصْمُتْ

Yusuf: “Jika kau berbicara maka rendahkan suaramu, dan bicaralah dengan baik atau kau diam”.

إِبْرَاهِيْمُ : هٰذَا حَسَنٌ لِأَنَّ الإِنْسَانُ أَحْيَانًا يَغْضَبُ وَيَرْفَعُ صَوْتَهُ وَ يَتَحَدَّثُ بِكَلِمَاتٍ تُؤْذِي الآخَرِيْنَ

Ibrahim: “Ini bagus, sebab manusia terkadang marah dan meninggikan nada suaranya, berbicara kata-kata yang menyakitkan orng lain”.

يُوْسُفُ : وَقَالَ المُدَرِّسُ أَيْضًا، إِذَا أَتَيْتَ مَجْلِسًا فَسَلِّمْ عَلى الحَاضِرِيْنَ قَبْلَ الجُلُوْسِ، وَإِذَا حَضَرَ مَنْ يُرِيْدُ الجُلُوْسَ مَعَكَ فَأَفْسِحْ لَهُ مَكَانًا

Yusuf: “Pak Guru bilang juga, jika kau datang ke suatu Majlis maka berikan salam kepada Hadirin sebelum duduk. Dan jika ada seseorang yang hadir ingin duduk bersamamu maka luaskan tempat baginya”.

إِبْرَاهِيْمُ : وَمَاذَا نَفْعَلُ إِذَا قَابَلْنَا بَعْضَ الأَصْدِقَاءِ فِي الطَّرِيْقِ ؟

Ibrahim: “Apa yang kita perbuat jika kita berjumpa kawan dijalan ?

يُوْسُفُ : إِذَا قَابَلَ المُسْلِمُ أَخَاهُ المُسْلِمَ، سَلَّمَ عَلَيْهِ وَخَيْرُهُمَا الَّذِيْ يَبْدَأُ بِالسَّلاَمِ

Yusuf: “Seorang Muslim jika berjumpa saudaranya Muslim, dia memberikan salam kepadanya, sebaik-baiknya mereka adalah yang memulai mengucapkan salam”.

إِبْرَاهِيْمُ : وَمَاذَا قَالَ عَنِ الأَمَانَةِ ؟

Ibrahim: “Lalu apa yang Pak Guru katakan soal Amanah”.

يُوْسُفُ : أَمَّا الأَمَانَةُ فَيَجِبُ أَنْ نَحْفَظَهَا لِأَنَّ حِفْظَ الأَمَانَةِ وَرَدَّهَا إِلَى أَهْلِهَا خَيْرٌ وَ وَاجِبٌ، وَإِنَّ خِيَانَةَ الأَمَانَةِ شَرٌّ وَ حَرَامٌ

Yusuf: “Amanah wajib kita jaga karena menjaga amanah dan mengembalikan kepada pemiliknya adalah suatu kebaikan dan wajib, adapun mengkhianati amanah adalah suatu keburukan dan haram”.

إِبْرَاهِيْمُ : وَمَاذَا عَنْ آدَابِ الأَكْلِ وَالشُّرْبِ ؟

Ibrahim: “Dan apa dengan etika makan dan minum ?

يُوْسُفُ : المُسْلِمُ لاَ يَأْكُلُ إِلاَّ طَيِّبًا، وَهُوَ يَبْدَأُ الأَكْلِ بِاسْمِ اللَّهِ، وَ يَأْكُلُ مِمَّا يَلِيْهِ ثُمَّ يَحْمَدُ اللَّهَ حِيْنَ يَنْتَهِي مِنَ الطَّعَامِ

Yusuf: “Seorang muslim tidak akan makan kecuali yang baik, dia akan memulai makan dengan menyebut Nama Allah, dan akan makan dari apa yang berada disampingnya, kemudian setelah selesai makan dia akan mengucapkan alhamdulillah “.

إِبْرَاهِيْمُ : لَقَدْ كُنْتُ أَجْهَلُ بَعْضَ هٰذِهِ الآدَابِ وَ كُنْتُ أَنْسَى أَنْ أَقُوْمَ بِأَدَاءِ البَعْضِ الأَخَرِ

Ibrahim: “Aku benar-benar tidak mengetahui sebagian etika ini, dan aku juga lupa melakukan sebagian lainya”.

يُوْسُفُ : الآنَ قَدْ عَرَفْنَا هٰذِهِ الآدَابَ وَسَوْفَ نَعْمَلُ بِهِ

Yusuf: “Sekarang kita sudah tahu etika ini dan akan kita lakukan”.

إِبْرَاهِيْمُ : جَزَى اللَّهُ مُدَرِّسَنَا خَيْرًا وَ وَفَّقَنَا إِلى العَمَلِ بِهٰذِهِ الآدَابِ الكَرِيْمَةِ

Ibrahim: “Semoga Allah membalas Guru kita dengan sesuatu yang lebih baik dan semga Allah memberikan taufiq untuk melakukan etika-etika mulya ini”

Kosa Kata (Mufrodat) percakapan diatas

Kosa kata المفردات
Menginginkan وَدَّ - يَوَدُّ
Membuat rindu شَوَّقَ - يُشَوِّقُ
Mengingat تَذَكَّرَ - يَتَذَكَّرُ
Memperhatikan رَاعى - يُرَاعِى
Menghiasi تَحَلَّى - يَتَحَلَّى ب
Bertemu قَابَلَ - يُقَابِلُ
Menerima تَسَلَّمَ - يَتَسَلَّمُ
Berusaha حَاوَلَ - يُحَاوِلُ
Diam صَمِتَ - يَصْمُتُ
Memperluas أَفْسَحَ - يُفْسِحُ
Membalas رَدَّ - يَرُدُّ
Berdekatan وَلِيَ - يَلِي
Melupakan جَهِلَ - يَجْهَلُ
Selesai اِنْتَهَى - يَنْتَهِى

Demikian Dialog Ibrahim dan Yusuf tentang “Etika”, semoga bermanfaat.

1 0

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 4.8 / 5. Vote count: 21

No votes so far! Be the first to rate this post.

2019-09-22

Tinggalkan Komentar